Tim Seirin memasuki lapangan, disambut riuhnya tepuk tangan dan sorakan para penonton.

Pertandingan Touo dan Seirin selalu menyenangkan. Apalagi bagi ace utama kedua tim.

Tapi pertandingan ini tidak membakar semangat Kagami seperti biasanya. Ace Seirin itu berjalan di barisan paling belakang. Sejak tadi ia merunduk dan mengerucutkan bibirnya, nampak rona merah di pipinya.

Ini tengah hari. Matahari tepat berada di atas kepala. Cuacanya sangat cerah dan panas. Namun itu bukan alasan bagi Kagami untuk tidak memakai syal.

Ya, dia memakai syal.

Kuroko melirik sahabatnya kasihan. Teppei-senpai, Hyuuga-senpai dan pelatih sudah bertanya padanya apa yang terjadi. Namun ia hanya diam, tidak menjawab. Mereka hanya mengira Kagami terkena demam.

"Ayo semuanya, mentang-mentang kemarin latihannya kugandakan bukan berarti kalian boleh tidak berlatih sebelum pertandingan"Riko mengingatkan.

"Hai'!"Jawab semua serentak, langsung membuka jaket dan kaus, menyisakan jersey Seirin. Tanpa disuruh dua kali, mereka langsung berlatih masing-masing.

Sedangkan Kagami masih duduk di bench.

"Hoi Kagami! Cepat ganti bajumu!. Lepaskan syal bodoh itu, disini suhunya 100 derajat celcius"

Kagami menggeleng, masih menunduk.

Kuroko berjalan mendekat. "Ada apa Kagami-kun? Jika ada masalah kau bisa cerita, mungkin kami bisa bantu"Katanya menenangkan.

Bahkan raut wajah Riko menjadi lebih bersahabat.

"...Tidak ada kok, hanya.. sakit pinggang"Gumam Kagami pelan, wajahnya memerah.

Riko menatapnya bingung sementara Kuroko menatapnya datar.

Lalu semua perhatian tertuju ke tim Touo.

Kepada seorang Aomine Daiki tepatnya.

Semua pasang mata terbelalak, bahkan Kagami mendongak.

Aomine berdiri membelakanginya. Dia sudah melepas jaket Touo dan kaosnya, menyisakan jersey timnya. Tangan dimnya mengusap tengkuknya, terlihat bekas gigitan dan cakaran di punggungnya. Bekas cakaran itu juga berada di lengan atasnya.

Wajah Kagami benar-benar merah. Ia berdiri sambil menatap Aomine tajam. Yang ditatap malah menyeringai kearahnya.

Kuroko menatap dua orang bodoh itu. Lalu berjalan kearah Kagami dan menarik syal di lehernya.

"Hyaah!"Kagami tidak sempat bertindak, syalnya terlepas. Menampakkan lehernya yang penuh bercak merah dan bekas gigitan.

Walau jarak mereka jauh namun Kagami bisa mendengar Aomine tertawa pelan. Buru-buru ia menutupi lehernya dengan kerah jaketnya.

Riko dan Kuroko tersenyum maklum.

"Sakit pinggang ya..."

.

.

A/N:HAHAHAHAHHAHAH haha ha.. ._. euu.. kenapa saya tertawa? Lupakan, lagi gaje. Kayak ffnya seperti biasa, absurd.

Terima kasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca/sembah-sembah

Dan saya mohon maaf atas typo dan kesalahan EYD yang tertera.