The Call
"Hyaaahh! Ugh, ayo! Pukul tendang Hyiaat!"Kagami berceloteh tidak jelas. Tangannya mencengkram controller PS dengan kuat, jari-jarinya lincah menekan tombol. Disampingaya Aomine menggerutu, controller yang ia gunakan sedikit rusak, tombolnya harus ditekan kuat agar berfungsi. Mereka berdua sedang berada di apartemen Kagami, baru saja bermain one-on-one seperti biasanya, lalu tiba-tiba hujan turun. Aomine memutuskan untuk tinggal di apartemen Kagami sampai hujan reda.
"YeaAaAaAaAaAh!"Kagami berseru senang, karakter Aomine hanya memiliki sedikit nyawa. Satu pukulan teparlah dia.
grab
"Eek!"Kagami tersentak, mepelaskan controller PS-nya tanpa sengaja. Ia menatap Aomine tajam, ia baru saja meremas pantatnya.
Aomine menyeringai lebar, ini kesempatannya. Bar power karakternya sudah full, ia hanya harus menekan R3
Click
BLUE PANTHER WINS! Huruf kapital berwarna merah terpampang di layar tv.
"Yeeess!"Aomine mengangkat kepalan tangan kanannya.
Kagami memukul kepala Aomine. "Kau curang Aho! Itu tidak dihitung, tanding ulang!"
"Kau yang curang! Memberiku controller cacat itu"Aomine menunjuk-nunjuk controller yang tidak berdosa.
Kagami menggembungkan pipinya. Mana ia tahu kalau controller itu rusak. Selama ini ia hanya main PS sendiri dan memakai controller yang sama. Jadi ia memberikan yang itu pada Aomine.
Beep Beep Beeep
Aomine mengambil handphone di kantung celananya. Menelan ludah saat melihat nama orang yang menelponnya.
Himuro Tatsuya. Yaah, sebenarnya nama yang terpampang di layar handphone itu adalah 'calon kakak ipar'
"Halo?"Jawab Aomine sopan, jarang-jarang Himuro menelponnya. Jadi ini kesempatannya mengambil hati calon kakak ipar.
"Halo Aomine, apa kau bersama Taiga?"Himuro terdengar khawatir.
Kagami menoleh mendengar nama kecilnya. Aomine sedang bicara dengan Tatsuya? Itu jarang terjadi.
Kagami menyeringai, ini kesempatannya untuk balas dendam.
Aomine melirik Kagami yang sedang menatapnya sambil menyeringai tidak jelas. "Ya, ada apa?"
Ia bisa mendengar Himuro menghela nafas lega. "Syukurlah, diluar hujan deras sekali aku taut sesuat terjadi padanya. Aku sudah mencoba menelponnya tapi dia tidak menjawab"
"Oh.., tadi aku juga ingin menghubunginya. Bertanya dia sudah sampai lapangan atau belum tapi tida dijawab. Saat aku sudah bertemu dengannya, dia bilang handphonenya rusak"
"Rusak?"
"Hmm, tapi tidak parah. Besok sudah bisa diambil dari service-nya"
"Ok kalau begitu Taiga sedang apa?"
"Dia-"
"Aaahh!"Aomine terbelalak, tiba-tiba Kagami mendesah disampingnya.
Himuro tidak merespon, begitu juga Aomine. Mereka berdua membeku.
"Aaaahh! Ah! D-daiki! Ah! Jangan kasar, berhenti! Ahh, ngaah-haah!"Kagami terus mendesah, sesekali bergerak membuat sofa berderit.
Aomine diam. Ia bisa merasakan aura hitam Himuro menembus handphonenya.
"...Aomine.."
Aomine tidak menjawab, ia menelan ludah. Kagami masihh mendesah-desah disampingnya.
"Kau.. mati"
Beeeeeepppp
.
.
.
.
A/N: Hai ._. gatau mau ngomong apa, makasih sudah membaca dan maaf atas typo and friends bikaus ngeditnya cuman sekalii ._. itu aja uh.. bye ' ')/
