Picture.
.
.
Satu lagi cheeseburger masuk ke mulutnya. Padahal mulutnya masih penuh dengan kentang goreng.
Saus tomat menempel di sekitar mulut dan jarinya.
Ia pun langsung menjilatnya.
Di dalam iris navy gerakan itu terlihat menggoda. Ia menyeringai lalu menjilat bibirnya yang entah kenapa kering melihat adegan itu.
Dengan perlahan ia mengambil handphonenya dan membuka kamera. Tidak lupa mengecilkan volume agar tidak terdengar suara click
Dan.. yap.
"Aomine?"Kagami menelan makanan di mulutnya. Bingung menatap Aomine yang senyum-senyum melihat handphonenya.
"hm?"Jawab Aomine tanpa mendongak.
Kagami mengerucutkan bibirnya kesal. Apa handphone lebih penting darinya?
Ia tahu Aomine bukan tipe orang yang punya banyak socmed dan teman maya. Ia hanya mengggunakan hp sebatas sms, telpon, game dan foto-foto mai-chan.
Jika Aomine menatap handphonenya tanpa henti bisa jadi ia sedang memandangi o to the pai. Tai jika sambil senyum-senyum dan jarinya terus menyentuh layar. Itu berarti ia sedang chatingan kan?
Ditambah sambil senyum-senyum. Pasti seseorang yang sangat spesial. Aomine selalu terlihat bosan dalam apapun. Yah mungkin ia menyeringai saat mereka bermain one-on-one di kasur maupun lapangan.
"Aomine.. kau sedang apa sih?"Kagami mencondongkan tubuhnya, berusaha mengintip layar hp.
Aomine mundur, bersandar ke kursi. "Tidak sedang apa-apa"Jawabnya dengan mata masih tertuju pada layar hp.
Kagami menggembbungkan pipinya. "Chattan sama siapa?"
"Siapa juga yang chattan"Jawabnya tidak peduli lalu ia tertawa pelan.
Kagami meremas burgernya. "Kalau gitu kau sedang apa aho?!"
"Tidak sedang apa-apa"
Perempatan berkendut di keningnya. "Sini aku mau lihat!"Kagami bangkit tangan kanannya menggapai-gapai, sementara yang satu lagi masih memegang burger yang baru satu kali digigit.
"Tidak"Aomine menyeringai, menjauhkan hpnya jari jangkauan Kagami. Aksi mereka itu mengundang perhatian orang-orang disekitarnya.
"Aominee!"Kagami berusaha mengambilnya lagi namun Aomine menghindar.
Kagami menyerah. Ia masih kesal menatap Aomine yang senyum-senyum sendiri.
Setelah lima menit otaknya bekerja keras akhirnya sebuah lampu menyala diatas kepalanya.
"Daiki.."
Aomine bergidik. Dengan takut-takut ia mengalihkan pandanganya dari hpnya.
Apalagi kalau bukan jurus puppy eyes yang ia keluarkan jika tidak mendapat apa yang ia mau.
"Aku hanya ingin lihat sebentar.."
Aomine menelan ludah. "Tidak!"
"Daiki.."
Aomine menggeleng tegas. Pipinya terlihat sedikit memerah.
"Kau sudah tidak mencintaiku lagi kan..? kau sudah menemukan orang lain lalu tidak bisa berhenti berbicara dengannya.."
Kagami salah paham. Tapi tetap saja, ia tidak bisa memberikan handphonenya pada Kagami. Ia bisa saja memberi password atau apalah. Tapi tidak mungkin ia lakukan sekarang.
"Daiki.. aku akan lakukan apapun.."
Dan, BOOM
Fantasinya meledak seperti bom di hiroshima.
Melakukan apapun..
Sementara Aomine sibuk dengan imajinasinya, Kagami langsung mengambil handphonenya. Melirik Aomine sebentar memastikan kalau ia belum sadar.
Yosh, Aomine tidak memakai password. Tentu saja, ia tidak peduli orang tahu ia menyimpan foto ena-ena.
Setelah puas memeriksa kotak masuk Kagami menghela nafas lega. Syukurlah ia salah.
Tapi kenapa Aomine senyum-senyum tidak jelas tadi?
Kagami membuka daftar aplikasi yang baru saja dibuka.
Galeri.
Kagami menghela nafas lagi. Pasti Mai-chan, harusnya ia tahu.
Seketika wajahnya merah padam. Yang ia temukan bukan yang ia pikirkan.
Itu fotonya!. Yang baru saja diambil adalah barusan saat ia mengunyah makanan, dan Aomine menambah telinga kucing di foto itu. Di foto yang lain ia sedang tidur di sofa, dia sedang memasak, mukanya yang memerah, tersenyum, berkeringat, menangis, marah, dan masih banyak lagi. Lalu ia menscroll ke bawah.
Kagami hampir saja membanting hp itu. Di bagian bawah ada foto ia sedang melakukan 'meniup kerja'(in english), ada ia sedang menungging dan bagian belakangya terekspos, ada saat ia sedang mandi, tertidur di bath-up, hanya memakai apron, 'bermain kuda-kudaan'.
Entah bagaimana Aomine mengambil semua foto itu tapi ia merasa sangat malu dan... sedikit bahagia.
"Ahomine.. Hentai!"Teriaknya dengan wajah memerah sambil melempar hp itu ke wajah Aomine yang masih berkhayal sesuatu.
Dan sebagai hukumannya ia tidak mau melakukan 'ena' bulan ini.
.
.
.
.
A/N: Maaf untuk semua typo en friends, hanya melalui satu pengeditan dan terima kasih sudah membaca.
