Rain
"Taiki-chan belum pulang?"Tanya seorang sensei pada anak kecil yang sedang duduk sambil menatap hujan.
Taiki menggeleng. "Papa mama belum datang"
Sensei itu tersenyum "Mau sensei antar tidak?"Tanyanya lembut, mengingat hampir semua muridnya sudah pulang kerumahnya masing-masing.
Taiki menggeleng lagi.
"Kalau gitu sensei duluan ya! Bye bye~"Sensei itu membuka payungnya, melambaikan tangan pada Taiki sambil berjalan.
"Bye.."Balas Taiki sambil melambaikan tangannya.
Tak lama setelah sensei itu pergi, terlihat dua orang laki-laki berlari kearahnya. Yang satu bersurai crimson berlari sambil menutupi kepalanya dengan tangan, dan yang satu lagi bersurai navy mengikuti dari belakang dengan ekspresi malas.
Melihat itu Taiki langsung mengambil payung kecil dari tasnya. Membukanya, lalu berlari kecil ke arah laki-laki crimson itu.
"Mama!"Seru Taiki senang sambil tersenyum lebar.
Yang dipanggil tersenyum sambil mempercepat langkah kakinya. Taiki berjinjit sambil memegang payungnya, berusaha menutupi kepala 'mamanya' dari hujan.
Kagami berjongkok agar Taiki bisa memayunginya. "Nee.. sudah aku bilang kan, jangan panggil aku seperti itu"Kagami mengelus rambut Taiki sayang.
"Tapi, Taiki maunya panggil mama saja.."Taiki mengeructukan bibirnya.
Kagami tertawa, mengacak rambut Taiki lalu mengecup pipi tembemnya.
Yang di belakang sana menatap tajam, lalu berlari ke arah Kagami dan Taiki. Ia membuka jaket yang menutupi seragam polisinya lalu memakaikannya ke Kagami.
"Dingin"Katanya singkat saat Kagami menatapnya bigung. Lalu memeluk Kagami, menjauhkannya dari Taiki.
Taiki menggembungkan pipinya, mendekat kearah Kagami lalu memegang tangannya. Menatap tajam Aomine yang mencium puncak kepala Kagami.
Aomine balas menatap tajam, seakan berkata 'Kagami hanya milikku, tidak ada yang bisa mengambilnya walaupun itu anakku sendiri'
Kagami tertawa pelan melihat kelakuan mereka berdua.
