Tadaima
Tok tok tok
Ia menunggu pintu itu terbuka dengan tidak sabar. Sejak tadi ia tersenyum- walau lebih terlihat seperti menyeringai.
Akhirnya setelah bertahun-tahun meninggalkan kekasih hatinya untuk bertarung di medan perang, ia kembali.
Ia pulang. Akhirnya bisa melihat senyuman malaikatnya itu, memakan masakannya yang dibuat malaikatnya. Akhirnya ia kembali.
"Siapa..?"Seorang anak kecil mengintip dari pintu yang sedikit terbuka.
Sebenarnya ia membenci anak itu. Karena dia, ia tidak bisa bermesraan seenaknya dengan Taiga. Tapi kali ini moodnya sedang baik jadi.. "Ini papa Taiki-chan!"
Taiki membuka pintu lalu memeluk papanya. "Tapi katanya papa sudah mati!"Katanya polos.
"Hee..?! kata siapa?"Daiki tersenyum menatap wajah bingung anaknya.
"Kata kotak ajaib!"
Dia memang hampir mati. Saat pesawat tempur kembali ke Jepang, pesawat itu meledak. Semua penumpang pun terjatuh ke samudra. Entah bagaimana nasib yang lainnya tapi Daiki berhasil menemukan pulau kecil. Ia bertahan hidup disana lalu membuat sinyal SOS agar kapal yang melintas mendekat.
Pasti Taiki tidak sengaja melihat Taiga yangs edang menonton berita.
Taiga..
Ia hampir lupa tujuan utamanya.
"Dimana mama?"Tanya Daiki sambil melongok ke dalam.
Taiki melepaskan pelukan Daiki lalu berlari ke dalam sambil berteriak "Mama! Mama!"
Daiki tertawa melihat tingkah anaknya.
"D-daiki..?"
Daiki tersenyum lebar mendengar suara itu. "Tai-ga.."Senyumnya hilang begitu saja melihat Taiki menuntun Taiga yang kedua matanya tertutup.
"Mama nangis terus sih, jadinya gabisa liat deh"Kata Taiki polos.
Dia terdampar di pulau itu selama seminggu, pasti Taiga benar-benar khawatir. "Taiga.."Daiki memeluk Taiga.
"Daiki.."
Daiki memegang tangan Taiga, meletakkan tangan itu di wajahnya. Membiarkan tangan itu meraba wajahnya. "Ini aku Taiga, suamimu. Tadaima.."Kata Daiki dengan mata berkaca-kaca.
Taiga balas memeluk. Daiki bisa merasakan ia menangis sambil tersenyum. "Okaeri Aho.."
