I'm Tired

Author : Ai

Rate : T

Main Pair : ChanBaek

Slight : KaiSoo, HunHan

Disclamer : Semua Char di sini milik Tuhan Yang maha Esa. dan tentunya milik EXO-L. EpEp ini murni dari otak author^^

Char :

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Oh Sehun

Xi Luhan

Length : Chapter

Genre : romance/hurt/angst

Warning :GS, ETC berantakan, typo(s) bertebaran dimana-mana..XD

Summary : Bukan ... Bukan ini yang ingin aku lihat. Bukan ini yang ingin aku alami / Akupun menutup mataku. Setelah ini semua membeku. Dan biarlah sakitku menghilang seiring bekunya hatiku setelah meloncat dari sini /

Tuhan, cukup... Sudah cukup sakit ini / sekarang aku mengerti semuanya tuhan.

Don't Like Don't read

Chapter One

.

I Can't Trust You

Kalau mungkin aku punya kesempatan yang kedua, aku memilih untuk tak mengetahui apapun, daripada aku mengetahuinya dan membuat ku terluka.

Jika memang ini takdirku, Tuhan kumohon buat semua takdir itu berakhir bahagia.

Happy Reading ~ ~

.

Sudah tiga hari setelah kejadian itu, Baekhyun masih tak mau beranjak dari atas ranjang King Size milik seseorang yang menolongnya saat itu. Ia hanya diam seperti mayat hidup. Menatap kosong kedepan dan tak mengeluarkan sepatah kata pun. Tak ada sungingan senyum di wajahnya. Bahkan suap nasipun ia tak mau. Betapa mirisnya keadaan gadis itu. Sesekali ia menangis, menjerit dan terus memanggil Eommanya.

Kriiiet...

Pintu kamar itu terbuka. Ia tak menoleh sedikitpun kearah asal suara. Tetap diam duduk ditepi ranjang itu.

"Baekkie~" Panggil orang tersebut dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat semangkok bubur dan segelas susu. Ia masih tak menunjukkan respon apapun, membuat wajah tampan orang tersebut tergurat kecewa. Namja itupun melangkah mendekati yeoja manis nan imut itu. Dan menaruh nampan di meja nakas sebelah ranjang itu.

"Baekkie... makanlah" ucap namja tampan itu dengan mendudukkan diri di samping ranjang. ia melihat wajah manis Baekhyun. Senyum manis yang biasanya selalu ada di wajah cantiknya itu seolah lenyap begitu saja. Baekhyun masih menatap kosong ke depan.

"Baekkie dengarkan Oppa.. Oppa mohon jangan siksa dirimu seperti ini" namja itupun meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya erat.

"Bakkie..." panggilnya sekali lagi. Baekhyun melepas genggaman tangan itu, sontak membuat namja itu kaget dengan reaksi Baekhyun.

"Baekkie.. Oppa mohon jangan seperti ini.. Baekkie.. Kumo- " belum selesai berbicara Baekhyun memeluk namja disampingnya itu. Sakit, Mungkin teramat sakit yang Bakhyun rasakan. Selama ini yeoja itu ingin sekali memeluk Oppanya dan menyampaikan semua sakit hatinya tersebut. Tapi teramat sakit yang ia rasakan, dan teramat hampa yang ia rasakan sekarang, semenjak ia melihat semua kejadian itu.

"Hiks" isakan keluar dari bibirnya. Namja itupun membalas pelukannya. Ia tahu apa yang dirasakan Baekhyun. Jika mungkin hal ini juga terjadi pada dirinya. Mungkin ia akan merasakan sakit yang mendalam seperti apa yang dirasakan Dongsaeng kesayangannya itu.

"Menangislah.. Jika itu bisa membuatmu lebih tenang dan ceritakan semua yang menganjal hatimu Baekkie.."

"Jongin Oppa.. Hiks seharusnya a-aku.. aku" Sungguh Baekhyun tak bisa menghadapi ini sendiri, Ia butuh tempat bersandar, Sungguh ia sangat membutuhkan seseorang disisinya saat ini.

"Menangislah.. Oppa akan selalu disisimu, Oppa menyayangimu Baekkie" Namja yang Diketahui bernama Jongin itu memeluk erat Baekhyun. Baekhyun pun menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya, menangis sejadinya di pelukan namja itu.

Flashback On

Hari ini musim gugur di kota Seoul. Burung-burung enggan keluar dari sarangnya merasakan dinginnya angin musim gugur yang sebentar lagi akan berubah menjadi musim dingin. Bertebaran daun-daun berwarna coklat membuat semakin indahnya suasana siang ini. Di pusat kota Seoul, tepatnya di Bandara Internasional Seoul sangat ramai dengan orang - orang yang menunggu keluarnya para penumpang pesawat yang akan datang dari Paris. Tak menunggu begitu lama, keluarlah orang – orang dari pintu kedatangan, begitu pula dengan yeoja manis ini. Yeoja manis bersurai coklat madu panjang dengan memakai kacamata hitam yang ada diatas hidung mancungnya menutupi mata hitam kelam miliknya. Ia tengah kebingungan mencari seseorang yang katanya akan menjemputnya di Bandara. Sesekali ia melongok-longokkan wajahnya mencari seseorang diantara ribuan orang yang tengah ada di pintu kedatangan ini. Iapun melepas kaca mata hitamnya. Lihatlah betapa cantik dan manisnya yeoja ini. Tak lupa eyeliner yang wajib di kelopak mata itu dan gaya berpakaian yang benar-benar menunjukkan bahwa ia sekarang telah menjelma menjadi gadis ke-barat-barat(?)an.

"Aish Jinja.. Oppa Eodi?" gerutu yeoja itu, dengan melongok-longokkan wajahnya mencari seseorang yang katanya adalah Oppanya itu. Iapun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan segera menelefon Oppanya tersebut.

"Yeoboseyo?"

"Yeoboseyo, Oppa Eodiga?"

"apa kau tak melihatku? Bahkan dari sini aku bisa melihatmu dengan jelas Baekkie"

"Aish jinja.. Oppaa~ disebelah mana" yang benar saja, beribu orang disini, bagaimana ia bisa mengetahui dimana Sang Oppa berada.

"Aku disini, tengok arah kirimu Baekkie" Baekhyun pun menoleh kearah kirinya. Ahh yang benar saja Pria tampan berkemeja putih itu Oppanya. Ia berfikir sebentar dan menggelengkan kepalanya. 'Tak mungkin kan jika itu Oppa' batinnya.

"Hai Dongsaeng kecil Oppa yang manis, Kenapa diam saja?" Ucap namja itu sekali lagi di ujung telfon karena tak mendapat jawaban apapun dari Baekhyun.

"Eh?" Namja itupun melambaikan tangan pada Baekyun.

"Baekki, Oppa disini, apa kau tak bisa melihat lambaian tangan Oppa tampanmu ini" ucap namja itu di seberang telefon.

"Jinja? Opppaaaaaaaaaaaa~" iapun berlari kecil dengan menyeret kopernya, dan langsung memeluk namja di depannya yang sontak membuat Namja tampan itu merentangkan tangannya menerima pelukan Baekhyun. Meskipun Jongin bukan Oppa kandungnya, tetapi merupakan sepupunya, namun mereka berdua sangat akrab. Bahkan wajah cantik dan tampannya itu membuat banyak orang tertipu dan mengira mereka adalah saudara kandung.

"Oppa.. Jinja ini dirimu" tanya Baekhyun terkaget-kaget.

"Eum.. Kau fikir aku siapa Baekkie" ucap namja itu dengan senyum menawannya.

"Huwaaa... Uri Jongin Oppa sekarang bertambah tampan saja" oceh yeoja itu membuat Jongin gemas, Iapun mengacak rambut Baekhyun lembut.

"Dan Kau bertambah manis saja dongsaeng kecilku"

"Aish Oppa, jangan merusak tatanan rambutku." Ucap yeoja manis dengan mempoutkan bibirnya, membuat Jongin terkekeh melihatnya.

"Kajja, apakah kau tak ingin menemui Eomma mu?"

"Ne Oppa Kajja"

oO I'm Tired Oo

Mobil Audi Hitam melaju cepat menyusuri jalanan kota Seoul. Baekhyun masih menatap takjub pemandangan kota yang merupakan kampung halamannya yang selama 7 tahun di tinggalkan karena harus ikut Appanya di Paris, Perancis. Tapi entah karena terkena mukjizat apa ia bisa kembali ke Seoul,Bagaimana ia bisa pergi kesini padahal Appanya sangat menantang Baekhyun kembali ke Seoul? Entahlah hanya Baekhyun dan Penciptanya yang tahu.

"Baekkie" Jongin mencoba membuka suara.

"Ne Oppa? Wae?" Sontak Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah Jongin.

"Apa kau kabur lagi dari Appa mu kali ini?"

"Eum Ne, Appa sedang ada bisnis di Jepang, dia tak akan tahu"

"Benarkah?" tanya Jongin meyakinkan.

"Ne Oppa, Percayalah" Jawabnya dengan anggukan pasti untuk meyakinkan Sang Oppa yang sungguh sangat menyayanginya ini.

"Bagaimana perjalananmu?" tanya Jongin sekali lagi.

"Membosankan sekali" ucapnya dengan sedikit mempotkan bibirnya. "Dan menyebalkan" tambahnya.

"Eh? Wae?" Heran Jongin, sungguh bukan Baekhyun yang seperti biasanya, Seorang yeoja manis bahkan kelewat manis bernama Byun Baekhyun ini belum pernah merasa sebal dengan orang lain, tapi mengapa ia sekarang mengatakan sebal.

"Kau tahu Oppa, Waktu di atas pesawat aku duduk dengan seorang namja, namja paling menyebalkan yang baru aku temui sepanjang hidupku" papar Baekhyun panjang lebar dengan menunjukkan raut kesal diwajah manisnya.

"Jinja?" tanya Jongin. Entah mengapa ia sangat suka Baekhyun yang selalu mengoceh seperti ini.

"Ne, Namja tinggi yang kelewat tinggi seperti tiang listrik itu sangat menyebalkan" ucapnya sekali lagi dengan menekankan kata meyebalkan tersebut.

"Hahaha, Kau menyukainya?" tanya Jongin intens. Pertanyaan itu sontak membuat Baekhyun gelagapan menjawabnya.

"Anniyo, Namja itu menyebalkan, dan aku tak menyukainya" ucapnya mengelak dan terlihat jelas rona merah di pipinya. Membuat Jongin terkekeh melihat perubahan sikap Baekhyun.

"Apa namja itu Tampan?" tanya Jongin lagi membuat Baekhyun terdiam. Baekhyun akui namja itu tampan, bahkan kelewat tampan. Sampai ia sempat terpana dan hatinya berdesir saat melihatnya pertama kali. Dan apakah Baekhyun jatuh cinta pada namja tampan berperawakan tinggi yang ia bilang menyebalkan itu? Tapi seorang Byun Baekhyun tak pernah percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Ia selalu bilang Love in the first slight is Bullshit. Tapi bukankah ia sedang merasakan jatuh cinta pada namja itu? sungguh yeoja yang tak peka.

"Sepertinya dia tampan, wajar kau menyukainya Baekkie" tambah Jongin membuat Baekhyun bangun dari lamunannya.

"Aniyo, Aniyo Oppa, Aku tak menyukainya" ucapnya dengan menyilangkan tangan di depan dadanya, membuat Jongin terkekeh melihat tingkah Dongsaeng kecilnya yang manis ini. Apa kau tak tahu Byun Baekhyun, sikapmu dan rona merah dipipimu itu mengisyaratkan bahwa kau menyukai namja tinggi itu.

oO I'm Tired Oo

Baekhyun telah sampai di rumah Eommanya, setelah mengucapkan Salam perpisahan pada Jongin yang tidak bisa menemaninya sampai masuk kedalam. Iapun berjalan menuju rumah tersebut. Masih terlihat sama rumah ini, meski sudah 7 tahun ditinggalkan. Sungguh langka sekali Baekhyun kerumah sang Eomma. Tidak bisa dipungkiri ia sangat menyayangi sang Eomma. Tapi karena perceraian antara Eomma dan Appa nya 7 tahun yang lalu membuat Baekhyun harus meninggalkan Eommanya dengan terpaksa dan mengkuti Appanya di Paris.

Ia kabur bukan karena ia tak menyayangi sang Appa, Tapi dulu ia terlalu menempel pada Eommanya dari kecil dan kemudian dipisahkan begitu saja? Apa Baekhyun tak rindu, tentu saja ia rindu bahkan rindunya sangat besar, Sebesar jarak yang memisahkan mereka berdua selama 7 tahun ini.

Dua tahun lalu ia juga nekat pergi ke Korea karena tidak mampu membendung rasa rindu pada sang Eomma, tapi Appanya langsung menyeret kembali Baekhyun agar kembali ke Paris. Dan sekarang ia melakukan hal yang sama, kabur dari rumahnya di Paris dan pergi ke rumah Sang Eomma. Betapa bahagia kau Byun Baekhyun, Tapi apakah kau tahu perbuatanmu adalah kesalahan besar.

Ting Tong

Ting Tong

Baekhyun memencet bel berulang kali. Membuat Si Empu pemilik rumah membuka Gerbang rumahnya dan yang benar saja yang membukanya adalah Saudara tirinya, Yaitu anak dari tuan Oh yang merupakan anak Suami Eommanya yang telah dinikahi Eommanya 5 tahun yang lalu.

"Annyeong, Sehun-ah?" salam Baekhyun dengan ramah. Jelas Baekhyun mengenal namja tampan ini, bahkan mereka sering berbalas pesan di SNS saat Baekhyun ada di Paris.

"Annyeong Nuna, apa kau?" Tanya Sehun dengan menatap Bakhyun dari atas sampai bawah dan koper yang dibawanya.

"Ne aku baru datang dari Perancis"

"Bagaimana bisa Nuna pergi kesini, Bukankah 2 tahun yang lalu?" tanya Sehun intens.

"Ne, Aku kabur dari rumah" bisik Baekhyun yang hanya dijawab sehun dengan ber 'oh' ria "Apa Eomma ada?" Tanya Baekhyun ramah.

"Ada di dalam, Masuklah, Eomma akan bahagia melihat kedatanganmu Nuna, Dan kopermu akan aku bawa kedalam" Betapa baiknya Kau Oh Sehun, Memang Sehun bukan saudara kandung Baekhyun, tetapi ia sangat menyayangi sang Nuna tirinya itu, dan ia merasa iba dengan hidup Baekhyun yang sangat menyiksa kelihatannya setelah Sehun melihat jelas kejadian 2 tahun di Jalan menuju Rumah Sehun dimana Appa Baekhyun membentak-bentak dan menyeret Baekhyun juga menyiksa Baekhyun karena pulang ke Korea. Betapa breruntungnya kau Byun Baekhyun, betapa banyak orang yang menyayangimu.

"Anniyo Sehun-ah aku mampu membawanya sendiri, hehe Gomawo" elak Baekhyun sungkan.

"Anni aku akan membantumu Nuna"

"Tapi-" belum selesai berbicara koper itu sudah di jinjing Sehun masuk kedalam rumahnya, "Ah Gomawo Sehun-ah"

oO I'm Tired Oo

Sekarang Baekhyun berada di ruang tamu. Rumah ini masih sama dengan 7 tahun yang lalu. Piano di sudut ruangan tamu, ia ingat dulu ia selalu menyanyi diiringi piano sang Eomma. Dan dinding putih itu, tangga itu, sofa ini, semua masih sama, hanya saja foto keluarga yang ada terpajang anggun di dinding ruangan itu sudah berbeda, dulu disana duduk Sang Eomma, Appa dan Baekhyun tapi sekarang foto itu Foto Eommanya bersama Sehun dan Tuan Oh.

"Baehyunnie~" panggil seseorang yang jelas Baekhyun tahu ini siapa.

"Eomma, Bogoshippo" seru Baekhyun bahagia dan langsung memeluk yeoja parubaya itu dengan kasih sayang. Tuan Oh yang turun dari tangga hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat pertemuan mengharukan sang Eomma itu dengan Anak perempuan kesayangannya setelah berpisah bertahun tahun lamanya. Sedangkan Sehun, ia hanya tersenyum melihat itu, sungguh kesempatan yang langka melihat Seorang Oh Sehun yang terkenal expresionless itu tersenyum.

"Lihatlah anak Eomma sudah tumbuh dewasa dan bertambah cantik saja" Ucap Eommanya membuat Baekhyun tersenyum mendengar itu.

"Aku sangat rindu Eomma" ucap Baekhyun dengan sedikit bersedih. Eommanya tahu bahkan kelewat tahu kerinduan putrinya ini, meskipun ia masih sering brkomunikasi mlaluin telepon tanpa sepengetahuan Appanya pasti.

"Ne, Emma juga merindukan putri manis Eomma ini"

"Aigooo, Eomma mengandung, Apa ini akan jadi Dongsaeng Baekhyun juga?" tanya Baekhyun setelah melihat perut Eommanya membuncit.

"Ne, Ini akan jadi dongsaeng Baekhyun" jawab Eommanya membuat Baekhyun sangat bahagia. "Dia Yeoja" bisik Eommanya pada Baekhyun.

"Ahh Jinja? Dia sama sepertiku pastinya" Iapun menyetarakan wajahnya dengan perut Sang Eomma "Annyeong dongsaeng kecilku, aku Eunniemu Baekhyun, apa didalam sana menyenangkan? Jangan nakal arraseo? Jangan buat Eommaku kesusahan ne? ingat pean Eonnie ne" ucap Baekhyun membuat Eommaya tertawa gemas melihat sang putrinya berusia 18 tahun kurang sehari ini. Kurang sehari? jelas Eommanya tahu bahkan sangat tahu bahwa esok adalah Hari Ulang Tahun putri manisnya ini.

"Baekhyun" Seorang memanggilnya membuat Baekhyun terkesiap.

"Ah ne. Tuan Oh, Annyeong Haseyo" ucapnya dengan membungkukkan badan di depan Tuan Oh.

"Panggil Appa saja ne, Kau anak Eomma, jadi Suami Eommamu juga berarti Appamu" ucap Tuan Oh dengan bijak dan berwibawa. Sangat berbeda sekali dengan Appa kandungnya yang sangat kasar dan pemarah itu.

"Ah ne Tuan ,, Eh maksudku Appa" mereka pun memulai perbincangan melepas rindu selama 7 tahun dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajah mereka.

oO I'm Tired Oo

Keesokan Harinya...

Hari ini hari Ulang Tahun Baekhyun yang ke 18 tahun. Baekhyun senang sekali karena sang Eomma membuatkan Kue dan Sehun memberikan Hadiah, Wahh benar-benar bahagia ia ada disini dan setelah 7 tahun, Hari ini adalah hari Ulang tahun terbaiknya.

Saengil Chukkae Hamnida

Saengil Chukkae Hamnida

Nae Sarangan Baekhyunnie

Saengil Chukkae Hamnida

nyanyian itu dinyanyikan Sehun dan sang Eomma. Membuat Baekhyun menitihkan airmata bahagia.

"Gomawo Eomma, Gomawo Sehunnie" Ucap Baekhyun denang memeluk mereka berdua. Iapun meniup lilin diatas Kue spesial dari Sang Eomma dan sebelum itu ia membuat permohonan di dalam hatiya. Dan apa yang ia ucapkan dihatinya saat itu, yang pasti hanya Baekhyun dan Tuhan lah yang tahu.

"Cheonmaneyo Chagi /Cheonmaneyo Nuna" jawab Eomma dan Sehun bersamaan. Sungguh mencerminkan keluarga yang bahagia bukan?

"Aku sangat bahagia" Seru Baekhyun.

oO I'm Tired Oo

Malam ini Baekhyun mempunyai janji dengan Sang Oppa. Ia menunggu di sebuah Cafe di tepi sungai Han. Sudah 15 menit ia menunggu. Sedikit Was-was dirinya, karena Jongin Oppa tak pernah telat sampai selama ini.

"Bukankah Jongin Oppa bilang akan merayakan Ulang Tahunku malam ini, kenapa lama sekali" Gumamnya, Iapun membuka ponselnya dan berniat menelefon Sang Oppa. Tapi belum sampai ia menekan tombol call sebuah panggilan membuat bulu kuduknya berdiri.

Glurp

Ia menelan salivanya. Akan ada petaka besar, batinnya. Iapun mengangkatnya.

"Yeoboseyo Appa"

"Kau kemana saja eoh?"

"A- aku"

"Jangan bohongi Appa, Appa sudah tahu semuanya"

"A-Appa Mianhae"

"Dimana sekarang dirimu eoh? Sembunyi dimana?"

"A-appa ak-aku"

"Jangan katakan Baekhyun, Jangan- Arrghhhh" Suara Eommanya membuatnya kaget. Kenapa Sang Eomma menjerit seperti itu, batinnya cemas.

"Eomma.. Appa. Apa yang kau lakukan pada Eomma, Appa!" Ia pun berdiri dan berlari keluar dari Cafe. Di depan pintu sudah ada Jongin yang akan masuk Cafe tapi Baekhyun tak memperdulikannya ia berlari sampai akhirnya menghentikan taksi.

"Eomma.. Appa jawab aku Appa.. apa yang terjadi." Perasaan cemas menghantuinya. Apa yang tengah terjadi, Ia terus memikirkan keadaan sang Eomma.

"Arrgghhhh Baekhyunnie" terdengar teriakan Eomma nya di ujung telefon itu. Ia semakin cemas dan mengisyaratkan sang supir taksi untuk lebih cepat.

oO I'm Tired Oo

Baekhyun telah sampai dirumah Eommanya. Rumahnya terlihat amat sunyi. Ia melangkah perlahan dan tak lupa membawa batang kayu di tangannya sebelum masuk kerumah berjaga-jaga apabila ada orang yang akan melukainya. Ia menatap was-was, Barang-barang berantakan, ada darah berceceran di lantai. Sampai akhirnya ia berjalan keatas tangga. Begitu mengejutkan saat Tuan Oh sudah terbaring tak bernyawa di Lantai atas itu. Ia menutup mulutnya dengan tangannya sungguh ia tak percaya apa yang ia lihat, Dengan cepat ia merogoh ponselnya dan menelepon Sehun.

"Yeoboseyo" ucap seseorang di ujung telefon.

"Sehunni" jawab Baekhyun lemas.

"Ne Nuna, Wae?"

"Tuan Oh.."

"Appa? ada apa dengan Appaku"

"Cepatlah datang"

"Tapi Nuna, kelasku belum berakhir" benar saja Sehun masih ada kelas malam hari ini.

"Tolong selamatkan aku" ucap Baekhyun dengan lemas.

"Baiklah aku akan pulang" ucap Sehun tegas di ujung telefon. Kata-kata Nunanya membuat ia benar-benar khawatir.

Prangg...

Suara kaca pecah membuat Baekhyun menoleh ke asal suara. Iapun mendekat dan melangkah hati-hati agar keberadaannya tak diketahui Sang Appa.

"Ternyata kau masih saja ingin merebut semuanya dariku eoh?" terdengar ucapan Sang Appa Baekhyun mengerutkan keningnya, Sungguh ini suara Appanya, tapi ia tak pernah melihat Appnya berkata dengan nada semarah itu. Selama ini ia dimarahi oleh Appanya tapi pada akhirnya Appanya melunak dan berkata dengan kasih sayangnya. Selama itu Baekhyun mengira bahwa Appanya sebenarnya orang baik, bahkan sangat baik. Tapi Appanya kesepian sehingga ia sering memarahinya jika brbuat apa yang Appanya tak suka.

"Dan sekarang kau memengaruhi Baekhyun untuk pergi bersamamu, seperti itu?" ucap Appanya pada Sang Eomma. Baekhyun semakin dekat dngan sumber suara. Ini kamar Eomma, batinnya.

"Hahaha asal kau tau, Aku tak akan pernah menyerahkan putriku pada Yeoja Jalang sepertimu" Tambah Appa Baekhyun. Baekhyun pun membuka perlahan pintu itu dan yang benar saja ada Sang Appa yang sedang mengacungkan pistol tepat dikepala sang Eomma. Baekhyun berusaha masuk ke ruangan itu dan Eommanya tahu ia berusaha mengisyaratkan Bakhyun untuk pergi.

"Hahaha kau fikir kau mau mengelabuhiku Yeoja Jalang, Dari awal aku tak berniat menikah denganmu kalau bukan suruhan Appa dan Eomma, dan kau malah membunuh mereka berdua" ucapan Appa membuatnya terdiam. Apa benar yang telah ia dengar sekarang ini? batinnya. Ia sangat kebingungan.

"Kau yang membunuh Appa dan Eomma, Kau benar-benar kejam. Setelah apa yang telah aku dan keluargaku berikan padamu, kau malah membalasnya dengan membunuh mereka" Ucap Appa Baekhyun dengan nada penuh Amarah. "B****h! Dasar Yeoja tak tahu malu" Umpat Appa Baekhyun.

Plakkk

Wajah cantik Sang Eomma sukses di tampar Appanya. Baekhyun sungguh tak percaya dengan apapun yang terjadi sekarang ini. Sebenarnya ada apa? tanya nya dalam hati. Ia hanya bisa terdiam dan menangis melihat itu semua dengan menutup mulutnya agar isakannya tak terdengar sang Appa.

"apa kau tahu Tuan Byun, Yang sebenarnya membunuh itu adalah keluargamu. Mereka yang telah mengambil semua aset keluargaku dan Appamu menyuruh pembunuh untuk membunuh kedua orang tuaku di depan mataku, Orang tuamu lah yang pembunuh" ucap Eomma Baekhyun mengelak. Baekhyun benar-benar tak percaya, apa yang telah ia dengar sekarang.

"Persetan dengan alasanmu Yeoja Jalang"

Doorrrrr...

Peluru sukses mengenai kepala Eommanya. Baekhyun sungguh tak percaya. Badannya gemetar dan ia melangkah mundur kebelakang. Ia benar – benar tak percaya ini. Apa yang telah ia lihat sekarang. Sungguh ia tak mau percaya. Buliran bening sukses jatuh dari kelopak matanya. Ia pun melangkah kebelakang. Sampai akhirnya menyenggol vas di belakang tubuhnya.

Prang~

Sang Appa pun mengetahuinya. Ia mencoba menjelaskan apa yang barusan ia lakukan. Baekhyun menggelengkan kepalanya. Dan berlari menjauhi Sang Appa.

"Sekarang aku mengerti semuanya Tuhan" gumam Baekhyun disela tangisnya dan berlari menjauhi rumah itu.

Flashback Off

Setelah mendengar semua cerita Baekhyun, Jongin memeluk erat Baekhyun dan kemudian mengusap lembut airmata di pipi Baekhyun.

"Baekkie~ Oppa akan selalu disamping Baekkie jadi jangan menangis lagi Arra" ucap Jongin meyakinkan. Baekhyun pun mengangguk lemah.

Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, menampakkan sosok namja yang jelas itu adalah adik tiri Baekhyun, Sehun.

"Nuna, apa kau tak ingin memberikan salam kepada Eomma dan Appaku?" Tanya sehun sembari melangkah menuju Bakhyun.

"Ne, Sehunnie. Aku akan kesana"

"Uljima Nuna" ucap Sehun menguatkan. Ia benar-benar tak bisa membenci Baekhyun meskipun ia tahu bahwa yang membunuh Appa kandungnya sendiri adalah Appa Baekhyun. Tapi itu semua bukan salah Baekhyun. Dan Sehun bertekad untuk melindungi Baekhyun.

"Ne Sehunnie" Jawab Baekhyun.

"Kajja" Sehun mengulurkan tangannya pada Baekhyun.

"Ne" Baekhyun pun menyambar tangan Sehun dan berjalan menjauhi Jongin. Jongin pun tersenyum melihat Baekhyun. Setidaknya ia sudah mau berceriita padanya, dan mau ikut Sehun untuk memberikan salam pada Eomma dan Tuan Oh, Appa Sehun.

oO I'm Tired Oo

Baekhyun menangis sejadinya di makam Sang Eomma. Sehun merangkul pundak tahu betapa hancurnya perasaan Baekhyun. Dan ia juga tengah merasakan hancur di tinggal Appanya sendiri, Satu-satunya keluarga yang Sehun punya. Tapi ia namja, Ia bisa mengatasi semuanya dengan baik, dan hatinya kuat menerima ini semua. Dan kewajibannya sekarang adalah melindungi Nunanya. Karena sekarang hanya Baekhyun yang ia punya sebagai keluarga. Sungguh ia akan menjaga Baekhyun, seperti pesan Eommannya sebelum menutup mata untuk selamanya.

"Baekhyun Nuna, Tenanglah" ucap Sehun.

"Aniyo, hiks Aku sangat merindukannya Sehun, sangat hiks. Dan sekarang hiks.. apa yang tengah aku lakukan hikas, aku.. aku seharusnya tak kabur dari rumah. Ini semua, semua salahku hiks Sehunnie" sanggah Baekhyun. Iapun menatap makam sang Eomma. Sehun terus merangkul pundak Nunanya.

"Eomma hiks .. Apa Eomma tahu, Tujuh tahun tak bertemu Eomma dan dua tahun lalu aku berusaha bertemu Eomma.. tapi Appa menyeretku kembali ke Paris sebelum aku sampai rumah Eomma. Rumah yang kita tinggali bersama tujuh tahun yang lalu" Tangis Baekhyun.

"Aku sangat merindukanmu Eomma, hiks dan aku sangat bahagia karena kemarin aku bisa bertemu Eomma untuk yang pertama kali setelah tujuh tahun berpisah, aku sangat bahagia bisa memelukmu setelah sekian lama, sangat bahagia Eomma hiks bisa bersama Eomma" Baekhyun mengusap kasar airmata yang menetes dari kelopak matanya.

"Tapi sekarang aku bahkan tak bisa bertemu Eomma lagi, setelah sekian lama hiks, Eomma hiks Betapa hancurnya aku" ucap Baekhyun dan iapun tak mampu berkata apapun. Sehun memeluknya dan ia sangat memahami perasaan Nunanya sekarang.

"Uljima Nuna, aku akan selalu disampingmu, Kini hanya ada kita berdua, dan aku akan menjagamu Nuna" ucap Sehun dengan tak sengaja ia meneteskan airmatanya. Karena sekarang Appa yang bertahun-tahun bersamanya dan Eomma Baekhyun yang sangat baik padanya, selalu mendengar semua keluh kesahnya dan selalu menganggap seolah ia adalah anak kandungnya sendiri sehingga di berikan kasih sayang yang selama bertahun-tahun tak pernah ia dapatkan. "Aku akan selalu menjagamu Nuna" tambahnya.

Tanpa mereka sadari seorang yeoja cantik memandang mereka berdua di ujung pemakaman lain. Yeoja itu menghentak-hentakkan kakinya kesal.

oO I'm Tired Oo

Disisi lain seorang namja tengah asyik bermain game di Plays Station kesayangannya bersama teman baiknya di markas mereka. Tak lupa dengan camilan yang berserakan dimana-mana. Sungguh namja tampan yang jorok. Iapun menatap penuh kemenangan setelah melihat bahwa ia memenangkan permainan itu.

"Hahaha... Sudah kubilang, Kau tak akan pernah mengalahkanku Kyung" Namja itu tertawa bak evil yang tengah bahagia tengah memperoleh mangsanya.

"Hanya namja bodoh yang akan berfikir hebat jika memenangkan game melawan yeoja" ucap yeoja berambut hitam sebahu itu dengan nada mencibir.

"Hahaha bilang saja kalau kau tak menerima kekalahanmu Kyung"

"Hello... Seorang Kim Kyungsoo adalah yeoja sportif yang slalu menerima kekalahan. Asal kau tahu, aku mengalah untukmu" Apa kau tahu Kyungsoo bahwa kata-katamu sungguh mencerminkan bahwa kau tak terima.

"Mengakulah.. Bahwa aku memang tak terkalahkan" ucap namja itu bangga.

"Aku akan mengakuinya, Bahwa Park Chanyeol adalah namja hebat yang beraninya hanya pada seorang yeoja" ucap yeoja itu dengan memeletkan lidahnya.

"Kim Kyungsoo, Apa yang sudah kau katakan eoh?" ucap namja yang diketahui bernama Chanyeol itu kesal.

Kyungsoo berlari setelah mendengar ucapan Chanyeol. Dan yang benar saja Chanyeol pun mengejarnya. Lihatlah, tingkah mereka sungguh kekanakan. Bak anak TK yang kejar-kejaran karena berebut sebuah permen.

Jongin yang baru datang bersama yeoja cantik di belakangnya hanya tertawa dan menggelengkan kepala melihat aktivitas kejar-kejaran mereka. Sedangkan yeoja cantik di belakangnya yang diketahui bernama Xi Luhan itu menatap malas dan berjalan lunglai menuju sofa panjang di sudut ruangan. Sungguh ia dalam mood yang buruk. Kyungsoo pun berlari kearah Jongin dan bersembunyi di belakangnya mminta perlindungan Jongin, Sang Namjachingu.

"Chagi~ tolong aku dari monster itu" ucap Kyungso manja dengan trekikik melihat ekspresi Chanyeol setelah dikatai monster.

"Apa yang kau bilang? Monster? Kalau memang aku monster berarti kau nenek lampirnya" ucap Chanyeol dengan tatapan menang.

"Tuh kan Chagi, Dia mengataiku" rajuknya pada Jongin Jongin menahan tawa pertengkaran antara yeojachingu dngan sahabat baiknya ini.

"Aishhh... Jinja? Kau yang lebih dulu mengataiku, nenek lampir" ejek Chanyel tak terima dirinya di salahkan disini.

"Sudahlah, kalian lucu sekali. Hentikan pertengkaran memalukan kalian ini. Sungguh seperti tikus dan kucing saja" ucap Jongin membuat mereka berdua menatap horor.

"Tikus dan Kucing?" ucap mereka berdua bersamaan.

"Apa aku salah?" tanya Jongin Innocent. Sungguh kata-kata Jongin membuat pertengkaran mereka semakin sengit.

"Tidak kau benar Hyung, dan Kyungsoo tikusnya" ucap Chanyeol mengejek.

"Anniyo, Kau lah tikusnya"

"Atas dasar apa kau mengataiku tikus, nenek lampir"

"Lihatlah kau selalu mencuri makanan yang aku beli di kulkas, mencuri makanan, sungguh benar-benar seperti tikus"

"Apa salah jika aku mengambil makanan di kulkas, Kulkas itu milik bersama, jadi apapun yang ada di dalamnya juga milik bersama"

"Anni aku yang membelinya, jadi semua itu milikku. Dasar tikus"

"Tapi kulkas itu aku yang membelinya" elak Chanyeol

"Aish Jinja.. Jika aku tahu kulkas itu kau yang membelikan , sungguh tak sudi aku menaruh makanan berhargaku di dalamnya... Dan kau sangat jorok.. benar-benar mempunyai karakter seperti tikus" lawan Kyungso. Jongin menggelengkan kepalanya melihat perilaku kekanak-kanakan mereka berdua yang merbutkan tikus menurutnya. Sungguh benar-benar tak masuk akal. Iapun melangkah menjauh dari pertengkaran mereka dan duduk di sofa bersama Luhan di sampingnya. Kyungsoo pun mengikuti Jongin dan duduk di pangkuan Jongin.

"Aish apa yang kau katakan nenek lampir. Ulangi sekali lagi aku akan membuatmu menderita setelah ini"

"Dasar tikus" ejek Kyungso.

"Aish Jinja" Chanyeol pun duduk di sofa di depan Kyungsoo dan Jongin yang sekarang malah tengah asyik ber-lovey dovey ria tanpa memperhatikan tatapan jijik Chanyeol di depannya seolah menganggap tak ada. 'Hellow apa kalian tak melihatku, ingat disini masih ada anak polos berusia 18 tahun yang tengah melihat perilaku menjijikkan kalian' umpat Chanyeol dalam hati.

"Cih, Hentikan perilaku menjijikkan kalian berdua" ucap Chanyeol kesal. Sungguh Chanyeol benci diabaikan, tak ingatkah bahwa disini masih ada Chanyeol. Sungguh Jongin dan Kyungsoo tetap tak peduli dan malah melanjutkan acara bermesra-mesraan berdua.

"Aish jinja Hyung! Tak bisakah kau tak mengabaikanku dan malah bermesra-mesraan dengan nenek lampir itu" ucapnya kesal.

"Eh ne, Mianhae" Jongin menatap Chanyeol tanpa dosa, dan hanya menyengir tanpa merasa bersalah sedikitpun.

"Katakan saja bawa kau iri" ejek Kyungsoo.

"Aishh jangan memulainya nenek lampir" ujar Chanyeol kesal. "Hyung apa kau tak mengucapkan salam selamat datang, tak ingatkah kau kalau kita baru pertama bertemu setelah perjalanan bisnisku di Paris" Ahh yang benar saja, Chanyol baru datang 4 hari yang lalu setelah pergi ke Paris dalam 2 minggu untuk menemui Client dan Investornya dalam bisnisnya di bidang fashion pada usianya yang ke-18 tahun ini, sungguh pria muda yang sukses. Tetapi sekarang ia baru bertemu dengan sahabatnya itu, Dan sahabatnya tak berkata apapun tetapi malah memilih bermesra-mesraan dengan Yeojachingunya?

"Ah Mianhae, aku melupakan hal itu" ucap jongin tak bersalah "Selamat atas kesukssan bisnismu Chanyeollie, dan selamat datang kembali. Naneun neomu bogoshippo" ucap Jongin dengan senyuman menawannya.

"Ne Hyung, gomapta" ucapnya dengan senyum semringah. "Itu baru sahabatku, hehe" tambahnya.

"Mianhae baru bisa kesini hari ini Yeol, aku harus mengurus adik sepupuku yang tengah depresi kehilangan Eommanya 3 hari yang lalu. Dan 4 hari yang lalu aku ingin menemuimu tapi aku harus menggantikan Appa meeting di perusahaannya, Appaku tengah sakit saat itu" Jelas Jongin panjang lebar dan di barengi dengan anggukan Kyungsoo.

"Ne gwaechana Hyung, Apa keadaan Appamu sekarang lebih baik" tanya Chanyeol.

"Ne, sudah membaik, dia sudah seperti biasanya. Tapi Dongsaengku, aku sangat menghawatirkan mentalnya" ucap Jongin lesu.

"Ne, sangat menghawatirkan, ia sangat kehilangan Eomma satu-satunya dan asal kau tahu ia melihat Eommanya di bunuh Appanya sendiri di depannya, Sungguh kasihan anak itu" tambah Kyungsoo.

"Jinja?" Tanya Chanyeol. "Jika aku yang mengalaminya mungkin aku tak sanggup untuk hidup" tambah Chanyeol simpati.

"Ne maka dari itu aku sangat menghawatirkannya" jawab Jongin.

"Tapi Dongsaengmu yang mana?" tanya Chanyeol.

"Dongsang sepupunya yang ada di Paris selama 7 tahun dan dia pulang ke Korea dihari yang sama dengan kau pulang dari Paris. Dia gadis yang baik dan sangat ramah" Jawab Kyungsoo.

"Kau sangat mengenalnya Kyung, Apa kalian sudah bertemu satu sama lain?" Tanya Chanyeol curiga.

"Ne aku sangat mengenalnya, meskipun tak pernah bertemu secara langsung tapi aku sering berbalas pesan dan melakukan video call dengannya saat berkencan dengan Jongin. Asal kau tahu, gara-gara dia kami bisa bersatu seperti sekarang" Jawab Kyungsoo dengan mengenggam erat tangan Jongin. "Dia sangat baik" tambahnya.

"Bagaimana Bisa?" tanya Chanyeol.

Brakkkk...

Meja didepan mereka di gebrak gadis cantik yang selama ini sedang dirundung kekesalan dan mood yang amat buruk. Ia semakin kesal dengan perlakuan ketiga sahabatnya yang tak menganggap keberadaannya.

"Aishh, BISAKAH KALIAN TAK MENGABAIKANKU!" teriak yeoja itu kesal membuat ketiga orang yang dibentaknya bergidik ngeri.

"Mianhae, Lu. Bukannya kami mengabaikanmu, tapi kau terlihat kesal dan mood mu memburuk. Kukira dengan tak mengajakmu berbicara itu akan lebih baik" jelas Kyungsoo.

"Ne Luhan yeoppo, percayalah kami tak mengabaikanmu. Kami hanya takut jika nanti kami mengusikmu malah kau berubah menjadi Ratu Kegelapan" Tambah Chanyeol. Sungguh ke-empat sahabat yang sangat pengertian.

"Ne, Ne arraseo aku mengerti" jawab Luhan singkat. Ia mengangguk lemah.

"By the way, kau kenapa Lu?" tanya Kyungsoo.

"Anni aku hanya kesal" jawabnya singkat.

"Wae? Apa gara-gara namja termuda yang ada dalam satu kelas kita itu?" tanya Chanyeol basa-basi, tanpa bertanya pun semua tahu bahwa yeoja manis pecinta rusa ini tak akan sebal kalau bukan karena namja yang selama lebih satu tahun ia kejar.

"Ne" jawabnya singkat. "Aku melihatnya memeluk seorang yeoja, hatiku sakit sekali. Dan aku kesal sekali dengan yeoja itu" tambahnya.

"Tapi dia bukan namjachingumu kan?" tanya Jongin.

"Ne bukan, tapi aku mencintainya"

"Berapa kali kau berkata mencintainya Lu?" tanya Jongin lagi.

"Ini sudah ke 118 aku mengatakan mencintainya" jawabnya lesu. "Tapi ia mengabaikan pengakuanku" tambahnya lagi.

"Dasar gila" ujar Chanyeol.

"Sungguh kau tak punya harga diri" tambah Kyungsoo.

"Aku benar-benar melupakan harga diriku jika sudah bertemu dengannya" jawabnya lemah.

"Benar-benar sulit di percaya" ujar Chanyeol.

"Kukira kau hanya sekedar suka, tapi aku benar-benar tak mengira kau bisa sejauh itu" ucap Kyungsoo.

"118 kali, itu banyak sekali" sahut Chanyeol

"Ne aku tahu" keluh Luhan.

"Sungguh kau melakukan itu?" tanya Jongin kembali. Dan hanya di jawab dengan anggukan lemah. Sungguh tak bisa di percaya, Xi Luhan yang memiliki wajah cantik bahkan tercantik di sekolah mereka, memiliki banyak penggemar baik Hoobae maupun Sunbaenya, bahkan para penggemarnya memiliki perkumpulan dengan nama LDFC atau kependekan dari Lulu Deer Fans Club dan ia sudah berkali-kali menerima pengakuan cinta dari semua namja terpopuler disekolahnya yang tentu langsung di tolaknya, ini tengah mengejar-ngejar namja dingin berperawakan tinggi yang bahkan lebih mudah darinya selama setahun lebih dan melakukan pengakuan sebanyak 118 kali, sungguh benar-benar sulit dipercaya.

"Aku sangat menyukainya" ujarnya. "Love in the first sight, kau tahu? aku merasakannya saat bertemu pertama kali dengannya" tambahnya. Ketiga sahabatnya hanya terdiam syok dengan pengakuan yeoja cantik ini. Luhan hanya terdiam dan ketiga sahabatnya menatap tak percaya. 'benar-benar sulit di percaya' ujar mereka bertiga dalam hati.

oO I'm Tired Oo

Baekhyun sudah bisa tersenyum dan berbicara seperti biasanya, Sehun terus menghiburnya dan membuat ia tertawa dengan kelakuan bodohnya. Hanya di depan Nunanya ia bisa se ekspresif ini. Mereka pun masih tinggal di rumah Jongin. Tapi mereka berniat untuk pindah di apartemen Sehun dekat sekolahnya saja, dan tidak tinggal di rumah peninggalan sang Eomma agar Bakhyun tidak lebih bersedih. Ne apartemen Sehun, Sehun tinggal di apartemen karena rumahnya dan jarak sekolah berkilo-kilo jauhnya. Dan saat Baekhyun datang tepat sekali ia sedang ada di rumah karena permintaan Eomma tirinya yang katanya merindukannya.

Mereka berdua tengah berkemas menuju apartemen Sehun. Sehun menata koper-koer mereka berdua pada bagasi taksi yang sudah di pesannya dan sebelumnya ia mampir kerumah untuk mengambil beberapa keperluan mereka. Baekhyun tersenyum dan terus menempel pada Sehun. Ia sangat bahagia memiliki saudara sebaik Sehun.

Kini hanya tinggal menunggu Jongin pulang saja untuk berpamitan dan mereka pergi setelah itu. Tak berselang lama Jongin datang bersama seorang wanita. Membuat Baekhyun tersenyum sekali lagi. Itu Kyungsoo Eonnie, ia tahu jelas itu.

"Baekhyunnie senang bisa bertemu disini" sambut Kyungsoo dengan tersenyum padanya.

"Ne Eonnie"

"Senang rasanya akhirnya melihatmu bisa tersenyum, kemarin aku mengunjungimu tapi kau sama sekali tak beranjak dari ranjangmu"

"Mianhae Eonnie, kalau aku tahu Eonnie datang pasti aku menghampiri Eonnie"

"Ah Ne gwaechana Baekhyunnie... Eh bukankah kau satu kelas denganku? Oh Sehun kan?" Tanya Kyungsoo pada Sehun yang ada di samping Baekhyun.

"Ne" jawab Sehun singkat. Sungguh dia sangat dingin pada Orang lain.

"Oh" Kyungsoo hanya bisa menjawab 'oh' saja. Dan menatap Sehun dari atas sampai bawah. Dia tampan, tinggi, dan kulitnya terlalu pucat, apa sungguh Luhan menyukai namja ini? batin Kyungsoo.

"Oh Ne, kalian apa akan pergi?" tanya Jongin.

"Ne Oppa, aku akan tinggal di apartemen Sehunnie, dan kami sudah berpamitan pada Ahjumma dan Ahjussi tadi di dalam, Kami menunggu Oppa untuk berpamitan dan berterimakasih" jelas Baekhyun.

"Baiklah, Jaga Baekhyun baik-baik Hun" ucap Jongin memastikan.

"Ne Hyung, Aku akan menjaganya. Terimakasih untuk selama ini Hyung" ucap Sehun dengan membungkukkan badan begitu juga Baekhyun.

"Ah ne, ne.. Hati-hati di jalan ne" ujar Jongin dengan senyuman menawannya. Dan Baekhyun tengah memasuki taksi, begitu juga Sehun.

"Aku harap bisa bertemu denganmu lagi Baekhyunnie... Sampai Jumpa" ucap Kyungsoo dengan melambaikan tangannya dan taksi pun bergerak menjauhi rumah Jongin.

oO I'm Tired Oo

Chanyeol memasuki lift dan menekan lantai yang ia ingin datangi. Ia akan menuju kamar apartemennya di lantai 7 yang baru 4 hari yang lalu ia tinggali. Ia memilih untuk hidup sendiri dan mengurus dirinya sendiri karena menurutnya jika ia terus-terusan berada di rumah ia akan diatur-atur orang tuanya. Dan ia sangat membenci hal itu.

Ting...

Chanyeol telah sampai di lantai apartemennya, dengan bersenandu ria ia berjalan menuju kamarnya, kamar nomor 1409. setelah sampai di depan kamarnya ia mengetik sandi kunci untuk memasuki kamarnya. Tapi tiba-tiba ia mengingat sesuatu.

"Aish dokumenku" ia mengacak rambutnya. "Kenapa aku meninggalkannya, Aish bodoh" ucapnya frustasi. Ia masih mengingatnya kalau ia meninggalkan dokumen pentingnya di mobil.

"Bodoh" ia merutuk di sepanjang ia melangkah "Sebenarnya aku sangat lelah, tapi... ahh sudahlah di ambil saja" ia berbicara pada diri sendiri sampai akhirnya ia sampai di depan lift. Ia memencat tombol lift tersebut, dan menunggu pintu lift terbuka.

Ting..

Pintu lift terbuka. Ia kaget menatap dua orang yang ada di depannya, bukan keduanya tetapi lebih kepada yeoja itu. Ia terdiam dan terus memandang yeoja itu,begitu pula yeoja itu ia terdiam dan kaget akan pertemuannya dengan Chanyeol.

satu...

dua...

tiga..

"KAU/KAU" ucap mereka berdua bersamaan dengan saling menunjuk satu sama lain. Sedangkan namja yang ada bersama yeoja itu bingung dan menautkan alisnya.

Sungguh takdir tengah mengujinya ...

TBC or END ?

Fiuuhh akhirnya Chapter satu selesai juga *ngelap keringet* Ai rasa FF ini bakal Gak Jelas hehehe, Sebelumnya Ai sangat berterima kasih bagi yang sudah membaca FF pertama Ai dan juga untuk review dan kritik yang sangat membatu Ai untuk bisa lebih baik. Mohon maaf sebelumnya karena tulisan Ai yang berantakan karena Ai masih awam disini, jadi mohon bimbingannya bagi semuanya dan para senior disini *Bungkuk 90 derajat* . Untuk kelanjutan ceritanya Ai bakal lihat respon readersdeul. Mohon reviewnya ^-^ *puppy ayes*

Spesial thanks too Leon,