I'm Tired
Author : Ai Mochie
Rate : T
Pair : ChanBaek
Slight : KaiSoo, HunHan
Disclamer : Semua Char di sini milik Tuhan Yang maha Esa. dan tentunya milik EXO-L. EpEp ini murni dari otak author^^
Char :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Xi Luhan
All Other...
Length : Chapter
Genre : romance/hurt/angst
Warning :GS, ETC berantakan, typo(s) bertebaran dimana-mana..XD
Summary : Bukan ... Bukan ini yang ingin aku lihat. Bukan ini yang ingin aku alami / Akupun menutup mataku. Setelah ini semua membeku. Dan biarlah sakitku menghilang seiring bekunya hatiku setelah meloncat dari sini /
Tuhan, cukup... Sudah cukup sakit ini / sekarang aku mengerti semuanya tuhan.
Don't Like Don't read
Ting..
Pintu lift terbuka. Ia kaget menatap dua orang yang ada di depannya, bukan keduanya tetapi lebih kepada yeoja itu. Ia terdiam dan terus memandang yeoja itu,begitu pula yeoja itu ia terdiam dan kaget akan pertemuannya dengan Chanyeol.
satu...
dua...
tiga..
"KAU/KAU" ucap mereka berdua bersamaan dengan saling menunjuk satu sama lain. Sedangkan namja yang ada bersama yeoja itu bingung dan menautkan alisnya.
Sungguh takdir tengah mengujinya ...
Chapter Two
.
My New Life
Tuhan... Setelah aku mengetahui ini semua..
Aku harap... Aku mampu tersenyum, meski hanya bualan semata..
Jika memang ini jalannya.. Biarkan aku mencoba melupakan semuanya
Happy Reading ~ ~
.
Baekhyun tak habis pikir bisa bertemu lagi dengan namja tinggi seperti tiang listrik yang menyebalkan itu, dan sekarang ia harus menelan kenyataan bahwa mereka adalah tetangga! Ya kamar apartemen yang ditempati Baekhyun yang notabenenya adalah apartemen Sehun –sang adik tirinya- ada tepat di depan apartemen Chanyeol.
"Ohh Tuhan.. kenapa harus bertemu namja itu lagi" rutuknya dengan sesekali menghela nafas. Sedangkan Sehun yang dari tadi mengamati Baekhyun menautkan alis bingung. Bagaimana tidak bingung. Setelah kejadian bertemu dengan namja tinggi yang jelas Sehun tahu bahwa itu adalah teman sekelasnya Chanyeol, Baekhyun –sang Noona- sekarang malah melamun karena itu. Apa Noonanya itu memikirkan kejadian di depan lift tadi? Ia benar-benar tak tahu apa hubungan mereka berdua. Apa mereka teman? Pacar? atau Rival? pikir Sehun.
Flashback on
Ting..
Pintu lift terbuka. Seorang namja berperawakan tinggi itu kaget menatap dua orang yang ada di depannya, bukan keduanya tetapi lebih kepada yeoja itu. Ia terdiam dan terus memandang yeoja itu,begitu pula yeoja itu ia terdiam dan kaget akan pertemuannya dengan Chanyeol.
satu...
dua...
tiga..
"KAU/KAU" ucap mereka berdua bersamaan dengan saling menunjuk satu sama lain. Sedangkan namja yang ada bersama yeoja itu bingung dan menautkan alisnya.
Sungguh takdir tengah mengujinya ...
"Hai Pendek... bertemu lagi" Chanyeol mengejek dengan maksud agar dapat menetralkan detak jantungnya melihat mata sipit yeoja manis didepannya.
"..."
"Apa kau mengikutiku? Hahaha lucu sekali" tambah Chanyeol lagi membuat Baekhyun kesal. Hey Byun Baekhyun apa kau lupa bahwa kau sedang dalam masa berduka?
"Apa? Mengikuti namja sepertimu? Cih" elak Baekhyun dengan memberikan tatapan sengit.
"Akui saja kalau memang seperti itu" Ujar Chanyeol tak ingin kalah. Sungguh Chanyeol suka sekali melihat Yeoja ini berwajah kesal seperti ini, setelah pertemuan pertama kali yang menurut Chanyeol sangat berkesan di pesawat yang membawanya ke Seoul 4 hari yang lalu. Chanyeol akui ia tertarik pada yeoja ini, Yeoja manis bersurai coklat madu yang sekarang terurai panjang dengan poni dan pita hitam di kepalanya. 'Yeoppo' batin Chanyeol kagum.
"Aishh .. mana ada orang yang mau mengikuti namja menyebalkan sepertimu" Bakhyun tertawa mengejek.
"Menyebalkan? tunggu katakan sekali lagi?" ucap Chanyeol dengan ekspresi kesal yang di buat-buat. Sungguh Chanyeol tak pernah kesal dengan Yeoja manis nan imut ini, mana mungkin ia bisa kesal dengan seseorang yang sudah mencuri hatinya. Mencuri hatinya? Ya ia telah jatuh cinta pada yeoja itu, dan Chanyeol mengakui itu semua.
"Menyebalkan... apa perlu aku mengejanya, huh?" Baekhyun tak terima.
"Hahaha.. apa itu tidak salah? Seharusnya aku yang berbicara seperti itu padamu Pendek" Chanyeol melangkah mendekati yeoja itu yang mematung melihat Chanyeol beberapa inci di depannya.
"Eh...Heh?" Sadar yeoja manis itu ingin melangkahkan kakinya kebelakang tapi kakinya serasa berat untuk di gerakkan. Chanyeol pun menyejajarkan wajahnya tepat didepan wajahnya. Membuat ia menelan salivanya. Gugup, itu yang ia rasakan..
Hening sesaat, mungkin hanya debaran jantung dua sejoli ini lebih mendominasi seolah bergantian untuk memompa darahnya lebih cepat. Tetap Sehun hanya sebagai penonton disana.
"Seharusnya kau meminta maaf atas kejadian di pesawat 4 hari yang lalu? Masih mengingatnya Noona?" Jelas Chanyeol mencairkan suasana canggungnya.
"Aku sudah meminta maaf dan menuruti semua permintaanmu Tuan Tiang listrik yang terhormat. Apa itu belum cukup?" Baekhyun melemah, sungguh ia tak bisa mengatur detak jantungnya yang tengah memompa cepat saat ini. Seumur-umur ia tak pernah sedekat ini dngan namja asing.
"Apa kau tahu, gara-gara apa yang kau lakukan di pesawat. Aku kehilangan salah satu asetku yang harganya bahkan bisa membeli gedung Apartemen ini" ucap Chanyol yang membuat Baekhyun langsung terdiam. 'Aish apa yang telah aku lakukan' batin Baekhyun miris dengan menundukkan kepalanya. Sedangkan Chanyeol tersenyum puas dengan reaksi Baekhyun.
"Mi-Mianhae" Ujar Baekhyun yang membuat Chanyeol benar-benar tertawa puas di dalam hatinya.
"Ahh Gwencana" Chanyeol menjawab dengan smirk di wajahnya "kuharap kau bisa membayarnya suatu hari nanti" bisiknya dngan mendekatkan wajahnya di telinga Baekhyun.
Sehun hanya menatap diam pertengkaran dua anak adam itu dengan penuh tanda tanya. Tak biasanya bahkan sangat langka sekali seorang Oh Sehun memperhatikan seseorang seperti ini. Tapi ia akui ia menyayangi saudara tirinya yang lebih tua 2 bulan darinya ini. Tertarik? Seumur hidupnya ia tak pernah tertarik dengan yeoja. Tapi Saudara tirinya ini benar-benar membuatnya selalu ingin mengenalnya lebih jauh. Apa itu yang namanya tertarik? Atau ini hanya perasaan bahwa ia sangat menjaga sang Noona? Sehun tak mengerti.
Flashback Off
"Noona?" Panggil Sehun yang lantas membuat Baekhyun menatap Sehun yang sedang berbenah di sudut apartemennya.
"Eh... Wae Sehunnie" Jawab Baekhyun dengan senyum manisnya. Sungguh Baekhyun tak ingin membuat Sehun khawatir terhadapnya. Ia harus terus tersenyum pada Dongsaeng tiri yang ia sayangi.
"An-aniyo, Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Sehun ragu.
"Ahh itu.. Soal namja yang bertemu dengan kita di lift tadi-" sungguh ia sangat merasa bersalah pada namja itu. Bagaimanapun juga ia telah melakukan kesalahan pada namja itu.
"Oh itu, Itu teman sekelasku Noona, Apa Noona mengenalnya?" jelas Sehun.
"Temanmu?"
"Ne, Park Chanyeol namanya"
'Oh, jadi namanya park Chanyeol' batin Baekhyun dengan mengangukkan kepalanya mangut-mangut.
"Wae Noona" Tanya Sehun, ia benar-benar ingin tau ada hubungan apa antara Chanyeol dan Baekhyun.
"Anniyo Sehunnie" jawab Bakhyun yang langsung membuat Sehun kecewa, bukan itu jawaban yang ingin ia dengar, tapi ia tak akan memaksa Noonanya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
oO I'm Tired Oo
Seorang namja tampan dengan tuxedo dan sepatu pantofel bermerek terkenal melangkahkan kaki disalah satu perusahaan fashion terkenal di Gangnam. Lengkap dengan kacamata yang bertengger di atas hidungnya membuat ia terkesan mempunyai pendidikan yang tinggi bagi siapapun yang melihatnya. Siapa sangka kalau ia masih anak 18 tahun yang menduduki tahun kedua di Senior High School di Seoul.
Semua para karyawan membungkuk pada namja itu. Tentu saja di umurnya yang masih 18 tahun ia sudah menduduki posisi CEO di perusahaan ini. Keren bukan? beginilah seorang Park Chanyeol. Pebisnis muda yang mewarisi perusahaan besar Appanya semenjak kepergian Appanya 1 tahun yang lalu.
"Sekretaris Kim" panggil Chanyeol pada seorang lelaki paruh baya yang diketahui adalah Sekretarisnya.
"Ne, Tuan Muda" Namja itupun membungkukkan badannya pada Chanyeol.
"Tolong data semua absensi para karyawan, pastikan karyawan yang sudah membolos kerja selama tiga kali mendapat surat pemecatan"
"Tapi tuan, Apa itu tidak keterlaluan?"
"Ani, Aku hanya tak ingin ada yang tidak kompeten di perusahaan Appaku" Ucap Chanyol sedikit semburat sedih di wajahnya, Ia tau benar bahwa ia harus menjaga peninggalan Appanya ini.
"Ne Tuan Muda saya mengerti"
"Oh ya dan katakan pada Haraboeji, bahwa aku tak akan pernah menerima kerjasama dengannya"
"Ne Tuan, Tuan... pagi tadi Nyonya mencari anda"
"Eomma?"
"Ne Tuan beliau menanyakan kapan anda akan kembali ke sekolah"
"Oh soal itu... nanti aku akan berbicara dengannya dan besok bawakan laporan keuangan untuk setiap cabang, aku akan mampir ke kantor setelah pulang sekolah"
"Ne Tuan, Adakah yang lain?"
"Tidak untuk saat ini" Sekertaris Kim kembali ke ruangannya dan Chanyeol duduk di meja kerjanya. Sungguh ia lebih suka disini daripada harus duduk mendengarkan guru disekolah. Home Schooling? Andai saja Eommanya bukan pemilik sekolah maka ia dengan senang hati akan melakukan itu. Tapi Eommanya? Jelas akan marah dan mengomel tidak jelas yang sungguh Chanyeol tak menyukainya.
"Eungh..." leguhnya dengan merengangkan otot-otot yang tengah kaku setelah rapat dengan para Investornya. Park Chanyeol sungguh pria muda yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata dan kemampuan bisnis yang diwariskan Appanya bahkan di usianya yang dibilang masih sangat muda..
Drrrtttt drrrtttt
Ponsel itu menunjukkan nama orang yang ia benci selama ini. Iapun menghela nafas pasrah, setidaknya untuk sekarang ini ia harus mendengarkan ocehannya. Dan dengan berat hati ia menganggkat panggilan itu.
"Yeoboseyo"
"Yeoboseyo Chanyeol-ie"
"Wae?"
"Sampai kapan kau tidak masuk sekolah eoh?"
"Aish, Secepatnya aku akan kembali ke sekolah"
"Apa uang dari Eommamu tidak cukup memenuhi kebutuhanmu sampai kau memutuskan untuk melanjutkan perusahaan namja tak tau diri itu?"
"Cih teruskan menghina Appa, Aku hanya tak sudi memakan uang haram darimu"
"Chanyeol? Apa yang kau katakan eoh? Apa kau berani dengan Eomma mu sekarang?"
"Eomma? Apa pantas kau di panggil sebagai Eomma"
"Chanyeol, Dasar anak kurang ajar"
pip
Chanyeol pun menutup telvon itu. Sungguh ia muak dengan Eommanya.
"Cih, Sampai kapan mereka akan mengusik hidupku" gumam Chanyeol dengan mengacak rambutnya kesal.
Kriiieeett ...
"Anyeong Sajangnim" Ujar Jongin dengan suara yang dibuat-buat yang tentu membuat Chanyeol tertawa mendengarnya.
"Hahaha... Kau sungguh lucu sekali Kai" Chanyeol tertawa karena ulah namja itu. Bagaimana tidak? Kai alias Jongin yang biasanya dipanggil Chanyeol dengan Kkamjong yang memiliki pribadi pria tulen yang sungguh jantan memanggil Chanyeol dengan logat yang menyerupai yeoja genit yang sedang menggoda atasannya
"Haha.. Aku hanya ingin menghiburmu Dude"
"Ne, ne sungguh hiburan yang terbaik" ucap Chanyeol dengan tawa yang tak henti-hentinya.
"Teruskan tawamu, kujamin kau tak akan selamat sampai rumah" Jawab Kai dengan deathglare-nya yang sontak membuat Chanyeol terdiam.
"Ne, ne Arraseo, Dimana nenek lampir? tak biasanya ia jauh darimu"
"Sebentar lagi ia akan kesini"
Brakkk
"Anyeong/Anyeong" ucap dua yeoja manis dan cantik sembari membuka pintu dengan tidak elitnya.
"Sudah kubilang mereka akan datang kan?" tambah Kai lagi yang hanya di balas anggukan oleh Chanyeol.
"Aku datang Chanyeollie" Ucap yeoja bermata Rusa itu dan langsung mendudukkan diri disamping Chanyeol.
"Dan aku membawa makanan, Aku tahu Yeol, kalau kau pasti sangat lapar sekali" tambah yeoja manis itu dengan menyodorkan kotak makanan pada Chanyeol.
"Apa ini sebuah deklarasi perdamaian?" Tanya Chanyeol dengan penuh tanda tanya.
"Anggap saja seperti itu" tambah yeoja itu sekali lagi.
"Apa kau tak memasukkan racun di dalamnya?" tanya Chanyeol sembari membuka kotak makanan tersebut.
"Ne aku memberikan racun tikus di dalamnya" tambah yeoja itu dengan senyuman di wajahnya.
"Anniyo Yeol, Aku yang memasaknya, tak ada racun di dalamnya. Memang dari kapan aku pernah bertikai denganmu sampai ingin memberikan racun?" Sanggah yeoja cantik dengan mata Rusanya. Sungguh yeoja polos dengan hati yang baik.
"Ahhh Lulu memang yang terbaik" Ucap Chanyeol dengan memeluk Luhan "Gomawo Luhan Yeppeo" tambah Chanyeol.
"Asal kau tau, aku yang mempunyai inisiatif untuk membawakan ini untukmu" elak Kyungsoo tak terima.
"Ne Kyungie benar" tambah Luhan yang di beri angukan oleh Kyunsoo.
"Tapi Lulu tetap yang terbaik" elak Chanyeol dngan mehrong diwajahnya membuat kesal Kyungsoo disana.
"Sudahlah jangan ribut, sungguh kalian kekanakan sekali" elak Kai yang langsung diberi death glare oleh ketiga orang itu. Sungguh ke empat sahabat yang baik. Merekapun menghabiskan malam mereka dengan berbincang bersama.
oO I'm Tired Oo
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi tapi matahari enggan keluar dari peraduannya. Butiran salju setia mengguyur kota Seoul pagi ini. Seorang Yeoja bersurai coklat madu termangu diatas balkon memandangi jalanan yang memutih karena salju yang turun dan hiruk pikuk yang tiada hentinya meskipun hawa dingin menemani pagi ini. Lihatlah sungguh kini ia dapat merasakan kota kelahirannya dengan amat baik.
Terpintas ia mengingat kebersamaannya dengan Eomma dan Appanya saat ia masih berumur 6 tahun. Bersama Kembarannya, Ya.. Baekhyun memiliki kembaran tak identik yang lahir 20 menit lebih dulu daripada dirinya, tetapi ia dipisahkan oleh kembarannya sejak berumur 7 tahun. Ahh kenangan indah itu membuat Baekhyun meneteskan butiran bening dari mata sipitnya. Sungguh ia merindukan kebersamaan itu. Bahagia bersama di hari pertama salju turun, di hari Ulang tahun ia dan kembarannya, bersama kedua orang tua yang dicintainya.
"Apakah dia baik-baik saja disana, Apa ia masih hidup?" Gumamnya. Iapun mengusap kasar airmatanya dan mengeratkan mantel yang dipakainya. Pagi ini sungguh dingin. "Apa ia sudah melupakanku? Kenapa Appa memisahkan kita? Aku merindukanmu"
Sebuah jaket tebal diletakkan diatas bahunya sontak Baekhyun menoleh. "Ahhh Sehunnie" Ucap Baekhyun dengan senyum manisnya "Gomawo'.
"Apa Noona tak bersiap ke sekolah, hari ini hari pertama Noona" ucap Sehun dengan senyum menawannya. Sebenarnya Sehun pribadi yang hangat, Baekhyun tau itu.
"Ne Sehunnie, aku tak ingin terlambat di hari pertamaku"
"Aku sudah menyiapkan air panas Noona"
"Gomawo Sehunnie"
oO I'm Tired Oo
XO Senior High School mulai gaduh setelah kedatangan namja tertampan bahkan terpopuler di sekolahnya. Semua yeoja terpana melihat ketampanan namja yang diatas rata-rata itu turun dari mobil sport keluaran terbaru tahun ini.
"Jinja... Park Chanyeol"
"Sungguh ... Itu Park Chanyeol? Aku meleleh"
"Park Chanyeol Sungguh Aku mencintaimu"
Teriak para yeoja setelah namja itu keluar dari mobilnya. Sedangkan si Empu yang dibicarakan tak peduli dan memasang headset di kepalanya. 'Memuakkan sekali' pikir namja itu dengan berlalu mendekati gedung Sekolah Elit di Seoul. Dan tentu yang dituju sekarang adalah Kantor Kepala Sekolah.
Sedangkan disisi lain Yeoja manis bersurai Coklat masih setia duduk di kursi menghadap Kepala Sekolah. Ia menarik ujung seragamnya. Gugup, itu yang ia rasakan. Dengan serius ia memperhatikan Kepala Sekolahnya mengecek dokumen kepindahannya.
"Nona Byun"
"Ne, Sajangnim"
"Jadi kau dari Paris? Baiklah, Temui Lee Songsaenim dan bawa dokumen ini padanya"
"Ne Sajangnim" Baekhyun berdiri dan membungkukkan badan permisi. Dengan hati-hati ia berjalan menuju pintu keluar sampai tiba-tiba...
Brakkk
Pintu dibuka Namja tampan dengan tak elitnya membuat Baekhyun hampir jantungan dibuatnya. Tapi Sang Empu yang melakukan itu tidak merasah bersalah sama sekali. Iapun berjalan dan langsung menuju meja Kepala Sekolah tanpa sopan santun padahal ia memakai seragam yang sama dengan Baekhyun.
'Apa dia murid disini, tetapi kok malah...' batin Baekhyun tanpa melihat wajah sang pelaku kekerasan terhadap pintu masuk ruang kepala sekolah itu.
"Nona Byun, silahkan keluar" Ucap Kepala sekolah membuat Baekhyun tersadar dari pemikirannya.
"Ah ne Sajangnim" ucap Baekhyun dengan segera keluar dari ruangan itu. Sedangkan namja yang melakukan tindakan tak se-elit penampilannya tersadar dan menatap kepergian yeoja itu dengan senyum yang penuh arti.
"Park Chanyeol?"
"Ne, kenapa kau memanggilku?"
"Aku hanya merindukan putraku"
"Merindukanku? masihkah kau memikirkan ku? pikir semua uangmu, Bukankah dari dulu kau seperti itu, Nyonya Park yang Terhormat"
"Mwo? PARK CHANYEOL! Tarik kembali ucapanmu" Bentak Kepala sekolah itu yang notabenenya merupakan ibu biologis dari Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya tersenyum kecut ke ibunya. sungguh ia sangat membenci ibunya.
"Apa yang telah dilakukan namja tak tau diri itu sampai kau bahkan tak memiliki sopan santun pada ibumu"
"Cih jangan pernah kau menyebut Appaku namja tak tau diri" ucap Chanyeol dengan amarah di ubun-ubunnya. Iapun keluar dari ruangan itu dan memperlakukan pintu sama tidak elitnya dengan yang pertama tadi.
Blammm
oO I'm Tired Oo
Seorang namja tampan keluar dari pintu kedatangan Bandara Internasional Seoul. Ia barusaja datang dari Paris untuk melakukan permintaan seseorang yang selama ini ia tahu bahwa ia membantu hidupnya di Paris. Dengan jalan yang tegas ia berjalan mendekati pintu keluar bandara. Sesekali ia menengok ponselnya untuk mengetahui lokasi-lokasi di Seoul. Meskipun ia memiliki nama Korea dan memiliki darah Korea yang mengalir di tubuhnya, Ia sama sekali tak ingat ia pernah ke Korea seumur hidupnya. Tapi ia merasakan hangat hatinya saat pertama kali menginjakkan kakinya di Seoul.
Iapun menunggu jemputan yang katanya akan datang sebentar lagi. Dengan sedikit rasa lelah di sekujur tubuhnya sungguh ia membenci hal ini, menunggu. Sampai akhirnya ada telefon yang membuatnya tersenyum penuh arti.
"Bonjour Monsieur"
"Apa kau sudah sampai?"
"iya Monsieur, Apakah aku langsung bisa menemui Tuan Byun"
"Tuan Byun berkata, kalau kau langsung saja ke perusahaannya, temui sekretaris Han, ada pesan dari Tuan Byun dan untuk semua keperluanmu sudah ku urusi. Tinggal lakukan semua yang ditulis disana, Kau hanya perlu membuat penawaran pada Noona Byun untuk tak mengatakan apapun, karena ia saksi mata dari peristiwa itu"
"Iya Monsieur, akan aku lakukan semuanya" jawab namja itu. 'Nona Byun, anak dari Tuan Byun bukan?' batinnya
"Kita harus melindungi Tuan Byun, bagaimanapun itu. Jika memang Nona Byun tak menerima tawaranmu untuk menutup mulutnya. Bunuh dia meski dia anak kandung Tuan Byun. Itu titah darinya"
"Dengan senang hati Monsieur".
"Tuan Byun percaya padamu ... Jongdae-ah"
oO I'm Tired Oo
"Annyeong Haseyo... Joneun Byun Baekhyun imnida. Bangapseumnida" ucapan perkenalan diri itu mendapat perhatian dari seluruh siswa dikelas. Hening beberapa saat karena terpesona dengan keimutan dan manisnya seorang Byun Baekhyun. Tetapi tidak untuk namja poker face yang satu ini. Dia sudah mengenal Baekhyun lebih dulu dan dia adalah adik tiri Byun Baekhyun. Terpana? kenapa ia harus terpana pada Noonanya sendiri yang setiap hari ditemuinya sekarang. Begitu juga dengan yeoja bermata rusa dan namja berkulit tan serta Yeojanya. Mereka sudah pernah bertemu sebelumnya
'Cih, Reaksi yang sungguh berlebihan' ucap yeoja bermata rusa itu di dalam hati. Dan ia kembali fokus pada buku yang ia baca.
"Baiklah, Baekhyun-ah kau boleh duduk di bangku kosong itu" Songsaenim menujukkan bangku dipojok kanan sebelah jendela. 'Dua bangku? apa aku akan sendiri? Atau teman sebangkuku belum datang' batin Baekhyun.
"Ne Songsae" Baekhyun pun berjalan menuju bangku yang di tunjukkan oleh Songsaenim stelah membungkukkan badannya.
"Tapi Songsae itu..." ujar salah satu yeoja berpipi tembam dengan raut muka yang tak bisa diartikan. Membuat Baekhyun terhenti dari langkahnya dan menatap yeoja itu.
"Ada apa Kim Minseok? Apa kau ingin bertukar tempat duduk dengannya?"
"Ahh Tentu Aniya Songsaenim" Jawab yeoja brnama Minseok dengan mengisyaratkan tangannya kalau ia tak mau. Bakhyun menghela nafas 'aku kira ada apa' batin Baekhyun.
"Baekhyun-ah kau boleh duduk di bangumu" Songsaenim membuatnya tersadar dan ia pun segera mendudukkan dirinya di bangku itu. "Dan apa ia tak masuk lagi kali ini?"
"Sepertinya i-" Ucap namja tampan dengan suara tegasnya. Aku yakin dia Ketua kelas disini, pikir Baekhyun.
"Aku hadir" Seseorang datang dari pintu kelas bagian belakang. Membuat Baekhyun Terkejut. Keterkejutan yang kedua kali.
Untuk yang kedua kalinya ... Takdir telah mempermainkannya.
'Chanyeol' Batin Baekhyun.
Baekhyun membulatkan matanya menatap namja itu. Dan namja itu terhenti melihat Baekhyun. Semua seperti di slow motion. 'Ya Tuhan, Ini hari pertamaku, kuharap ia tak mempermalukanku di depan kelas' bati Baekhyun miris.
Tapi prasangka Baekhyun salah, salah besar. Meskipun sempat terhenti, Namja itu langsung terduduk di bangkunya. Bangku yang ada tepat di sebelah Baekhyun. 'Dia teman sebangkuku' batin Baekhyun dengan menelan salivanya. 'Kenapa harus dia?' tanyanya dalam hati. Iapun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Oh Tuhan, Kuatkan aku"
"Ahh Park Chanyeol, Sungguh senang sekali kau bisa datang hari ini. Baiklah kalian tetap di kelas dan tunggu jam pelajaran selanjutnya" Ujar Lee Songsaenim.
Sepertinya Chanyeol terlalu malas untuk berceloteh pagi ini. Setelah kejadian yang membuatnya naik pitam di kantor kepala sekolah, yang tidak lain karena ibunya sendiri. Sehingga ia hanya menatap tanpa ekspresi Baekhyun yang melihatnya sekarang. 'Aneh sekali.. aku tak pernah melihat namja ini berwajah seperti ini, Apa dia sedang ada masalah' batin Bakhyun. Ohh sungguh Baekhyun teman sebangku yang peka sekali.
oO I'm Tired Oo
Waktu telah menujukkan waktu istirahat. Semua siswa bergegas menuju kantin sekolah. Mungkin otak mereka terlalu jenuh dengan pelajaran di kelasnya. Atau perut mereka sudah tak tahan untuk mendapat asupan makanan. Bagitu pula dengan yeoja ini. Sungguh ia lapar sekali tetapi ia tak tahu kantinnya berada dimana. Ia ingin meminta bantuan seseorang.
Iapun mengedarkan pandangan ke seluruh sudut kelas. Masih ada beberapa orang disini. Oppanya, alias Jongin sedang berlovey dovey dengan Kyungsoo Eonnienya. Sehun sedang duduk diam di bangkunya dengan headphone di kepalanya. Dua orang yeoja yang Baekhyun tahu bernama Minseok itu sedang bersama yeoja lain bermata rusa sedang berbincang. Sedangkan Yeoja bermata panda itu yang Baekhyun tau setelah berkenalan dengannya beberapa menit yang lalu bernama Tao itu sedang bertelefon ria entah dengan siapa Baekhyun tak tau dan banyak lagi yang sibuk dengan aktifitasnya.
'Huufftt sepertinya mereka sibuk sekali' Batin Baekhyun dengan menghela nafasnya. Sungguh ia lapar sekali. Sampai akhrinya pandangannya jatuh pada teman sebangkunya yang tengah tertidur di bangkunya menghadap Baekhyun. Terlihat wajah tenang itu. ia terpana dengannya. "Tampan" gumam Baekhyun sangat pelan dan hanya Baekhyun yang mndngarnya.
"Noona" Sapa seseorang yang ia jelas tahu siapa.
"Eh ne Sehunnie" Jawab Baekhyun yang membuatnya terbangun dari aktivitas memandang-tman-sebangkunya-yang-tampan.
"Ayo ikut aku" Sehun meraih tangan Baekhyun dan ia tak menolaknya. Peristiwa itu mndapat perhatian seluruh siswa di kelas.
"Eodiga Sehunnie?" Jawaban itu membuat semua siswa yang ada di kelas mengeryit bingung melihat mereka berdua. Padahal setahu mereka Sehun belum berkenalan dengan murid pindahan itu. Tetapi sungguh terlihat akrab Sekali.
'Sehunnie? apa mereka begitu dekat' batin seorang yeoja bermata rusa yang tentu melihat mereka berdua miris. Begitu juga Chanyeol yang terbangun dari tidurnya tetapi mencoba untuk berpura-pura bahwa ia masih tidur. Ia hanya ingin mendengar percakapan yeoja ini. Cemburu? Mungkin mereka berdua cemburu.
"Noona~" rengek Sehun yang jelas di ketahui teman-teman sekelasnya. Mereka menatap kaget dengan apa yang tengah mereka lihat. Namja berwajah datar sedingin es di kelasnya yang bahkan tak pernah berbicara jika tak seperlunya, sekarang tengah merengek pada seorang yeoja dengan aegyonya yang sungguh baru mreka tahu sangat menggemaskan. Saat itu presepsi mereka berubah bahwa seorang Oh Sehun selamanya tidak memiliki wajah datarnya tetapi sesungguhnya ia adalah pangeran yang menggemaskan.
"Ne.. ne Arraseo" ucap Baekhyun yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan beriringan dengan Sehun yang mengenggam tangannya keluar kelas. Terlihat senyum disana. Sorang Yeoja melihat mereka dengan tatapan iri.
"Sehun tersenyum" yeoja itu bergumam dan tak sadar airmatanya menets dari mata rusa indahnya.
Sedangkan namja yang brpura-pura tidur itu membuka matanya dan menatap kepergian mereka berdua. "Seharusnya aku tahu kalau dia mempunyai seorang kekasih" batin Chanyeol dengan senyum kecutnya.
Jongin dan Kyungsoo hanya tersenyum, Oh Sungguh adik kakak yang amat rukun, batin mereka berdua.
oO I'm Tired Oo
Bel pulang telah berbunyi. Hujan salju kali ini sudah tak turun lagi, Sehun melangkahkan kakinya untuk pergi ke tempat kerja part time di salah satu restoran dekat Apartemnnya. Sengaja ia tak brsama Noonanya karena Noonanya harus menyelasaikan beberapa urusan dengan Songsaenim yang Sehun sungguh tak ingin tahu. Mungkin belum ada yang tau bahwa Baekhyun adalah Noonanya kecuali namja hitam yang ia ketahui bernama Kim Jongin dan juga yeojachingu Jongin.
"Sehun" panggil Yeoja bermata rusa dengan berlari mengejar Sehun.
"..." tak ada jawaban dari Sehun. Membuat Yeoja itu menghela nafas pasrah 'Tenanglah Lu, tenang' batin luhan.
"Tolong tunggu aku" ucap Luhan sekali lagi yang sudah ada di belakang Sehun saat ini.
"..." tetap tak ada jawaban, tetapi Sehun memperlambat langkahnya membuat senyum cantik itu terlukis di wajah cantik Luhan.
"Sehun Goma-" Ucap Luhan dengan senang. Tanpa ia ketahui ada lubang di trotoar itu sampai akhirnya...
Brukk
Luhan terjatuh dan luka tercetak jelas di kaki putihnya. Darah mengalir dari luka itu membuat ia sontak menangis saat itu juga. "Tolong bantu aku hiks" seru Luhan di sela tangisannya membuat Sehun menghentikan langkahnya
"..." Tetap tak ada jawaban apapun, bahkan menoleh Luhan pun Sehun tidak melakukannya. Bukan kakinya yang sakit kali ini tapi hatinya lebih sakit, sungguh Luhan berharap Sehun menghampirinya tapi itu mustahil.
"Hiks hiks" isaknya dengan mengusap airmatanya kasar sungguh ia tak ingin terlihat lemah dimata Sehun sekarang. Iapun mencoba berdiri dan sungguh kakinya sakit skali.
Sehun pun menghela nafas dan berbalik ke arah Luhan, tanpa di perintah ia pun mengendong luhan dengan bridal style, membuat Luhan kaget dengan prilaku Sehun.
"Gomawo Sehun hiks" ucap Luhan dengan mengalungkan tangannya di leher putih Sehun. Sedangkan Sehun hanya bisa menghela pasrah dengan apa yang di lakukan Luhan, orang yang sangat mencintainya dan selama setahun lebih mengejar Sehun. Sehun akui ia tak tahan melihat airmata seorang yeoja.
oO I'm Tired Oo
"Annyeong Sekretaris Han. Saya sudah ada di lantai pertama perusahaan Tuan Byun" Seorang namja menutup telfonnya dan mendudukkan diri di sofa yang berjajar disana.
"Menunggu lagi eoh?" Gumamnya pada diri sendiri membuat ia menghela nafasnya.
"Appa" Suara anak kecil membuyarkan lamunannya. Ia pun memperhatikan namja kecil itu yang tengah berlari masuk ke perusahaan dengan kaki-kaki kecilnya. Iapun merasakan pening dikepalanya... lagi-lagi... ingatan itu...
..."Appa/Appa" ucap dua namja kecil dan yeoja kecil berlari beriringan dengan kaki-kaki kecilnya memasuki pintu perusahaan dan seorang pria paruhbaya yang merentangkan kedua tangannya menyambut dua malaikat kecil itu.
"Lihatlah... Anak-anak Appa tumbuh dngan baik"
"Bogoshippeo Appa"
"Aku juga merindukan kalian... Anak-anak Appa yang sangat Appa sayangi" ucap namja paruh baya itu dengan senyum indahnya...
Lagi-lagi memori masa lalunya terpintas di kepalanya seperti roll film. Kepalanya terasa sakit sekali. Peluh berceceran di pelipisnya. Sungguh ia tak mengingat apapun yang telah terjadi padanya.
"Jongdae kau baik-baik saja?" ucap Sekretaris Han dan namja bernama Jongdae itu menatap namja paruhbaya itu dengan senyum yang mengisyaratkan ia tak apa.
"Ini pesan dari Tuan Byun" Sekretaris Han memberikan Dokumen beramplop coklat dan Jongdae menerimanya. "Dan untuk kunci Hotelnya, temui Wu Yi Fan, tangan kanan Ap- ah maksudku Tuan Byun"
"Ah ne... Terimakasih Sekretaris Han"
"Aku tak menyangka kau masih semuda ini, kukira kau sudah-"
"Ani.. aku masih 17 tahun, tepat 5 hari yang lalu" potong Jongdae yang hanya mendapat respon mengangguk dari sekretaris Han. "Oh ne.. Dokumennya akan kubawa.. dan kupastikan semua akan selesai secepatnya" ucap Jongdae yang kemudian berjalan menuju pintu keluar perusahaan. 'Kau tumbuh dengan baik Jongdae-ah' batin Sekretaris Han.
Sekretaris Han menatap punggung Jongdae miris. "Seharusnya aku tak membiarkan ini terjadi.. tapi jika aku tak melakukannya maka kalian berdua pasti terbunuh, Maafkan pamanmu ini... Byun Jongdae"
oO I'm Tired Oo
"Mianhae sudah merepotkanmu" Luhan didudukkan Sehun di bangku taman. Sehun jongkok di depan sehun dan membersihkan luka Luhan. Dengan hati-hati sehun mengobati luka di kaki Luhan yang cukup parah. Sesekali Luhan meringis kesakitan saat diobati.
"..." Tak ada jawaban. Sehun memang sering sekali mengabaikan atau tak menjawab hampir semua perkataan Luhan selama ini.
"Kenapa kau selalu diam, Apa kau tak memaafkanku"
"Aku memaafkanmu" Jawab Sehun. Membuat Luhan hatinya bersorak gembira. Langka sekali Sehun mau menjawab perkataannya.
"Gomawo Sehun"
"Ne"
"Huwahhh ternyata kau ahli sekali" Luhan menatap bangga pada kakinya yang diperban oleh seseorang yang amat dicintainya ini.
"..."
"Eum, Gomawo Sehun,.. Oh ne soal yeoj-"
"Kita sudah selesai, Ayo pulang" Potong Sehun membuat raut kecewa di paras cantik Luhan. Ia menghela nafas pasrah dan kemudian tersenyum pada Sehun. Setidaknya tak menjadi lebih menyebalkan, pikirnya.
"Oh ne...aku pasti sudah bisa berjalan" Ucap Luhan riang dengan berdiri dari kursi taman. Sakit.. amat sakit di kakinya. Tetapi ia mencoba tersenyum. 'Ayolah Xi Luhan ..Jangan membuat Sehun terbebani lagi' batin Luhan menyemangati dirinya. Namun pada akhirnya...
Brukkk
Luhan terjatuh di tanah. ia meringis kesakitan. Sungguh bukan ini yang ia harapkan.
"Aniyo, aku pasti bisa Sehun hehe" Sekali lagi ia tersnyum dan mencoba berdiri tapi kakinya terlalu sakit sampai akhirnya Sehun berjongkok membelakanginya.
"Naiklah" Satu kata dari Sehun yang membuat Luhan mengerjapkan matanya beberapa kali. 'Oh Tuhan apa ini mimpi' batin Luhan.
"Tapi Sehun.."
"Aku tak akan mengulanginya untuk yang kedua kali" Luhanpun akhirnya di gendong Oleh sehun menuju rumahnya.
oO I'm Tired Oo
Baekhyun mlangkahkan kakinya menuju apartmen Sehun yang tak jauh dari Sekolahannya. "Hari sudah hampir gelap.. Tak terasa.."
Iapun bersenandung riang. Masih ingat di hari pertama sekolahnya ia sangat senang memiliki banyak teman yang baik padanya. "Ini sungguh melelahkan, tapi ini menyenangkan"
Dooor
Suara petasan mengagetkan Baekhyun setengah mati. Membuatnya teringat akan peristiwa naas itu. Peluh bercucuran di pelipisnya dan tubuhnya bergetar hebat.
'Suara ini... Eomma.. "Baekhyunnie Arrggghhhh" ... Eomma' ia mengingat itu... semua kejadian dimana ommanya terbunuh. sungguh ia benci ingat ini semua. Ia benci mengingat wajah Appanya.
"ARRRGGGHHHH" Teriak Baekhyun. Membuat seorang namja yang tak sengaja melihatnya menghampirinya. Kaki Baekhyun melemah. Dan ia tak bisa menjaga keseimbangannya. Untung namja itu dengan sigap meraih tubuh mungil Baekhyun.
"Apa kau baik-baik saja" Tanya namja itu kuatir. Sungguh ia tak tahu kenapa di dalam dirinya dan hatinya merasakan sakit. Apa karna melihat yeoja ini?
"Eomm~" Ucap Baekhyun sampai pada akhirnya ia pingsan di dekapan namja itu.
"Noona.. Aish jinja? Noona Gwencana? Siapapun tolong, tolong Noona ini"
oO I'm Tired Oo
"Gomawo sudah mengantarku sampai rumah" Luhan tersenyum riang saat Sehun sudah mengantarkan sampai di depan gerbang rumah mewah keluarga Xi.
"Ne"
"Sampai jumpa di sekolah esok" Tambahnya riang. Iapun meraih gagang gerbang untuk masuk ke dalamnya.
"Seharusnya kau berhenti mengikuti orang yang jelas tak menyukaimu"
Deg
Ucapan sehun seperti silet yang menyayat hatinya. Iapun terhenti pada langkahnya.
"apa kau tak tau itu sangat menganggu"
Sekali lagi... Sayatan itu bertambah satu. Sakit... itu yang Luhan rasakan. Badannya bergetar. Airmatanya mencuak ingin keluar. Tapi Luhan akan menahannya. Ia tak ingin menangis lagi di depan orang yang ia cintai.
"Mianhae, Aku hanya-"
"Hanya apa? Lain kali tak usah mengikutiku"
Dan lagi... Luhan tak ingin mendengar apapun sekarang.. Sungguh ia tak ingin mendengar ini semua. Ia lebih memilih terus mengejar Sehun dan Sehun mengabaikannya daripada harus mendengar kata-kata ini dari Sehun. Iapun berbalik dan menatap mata Sehun. Sungguh.. Sehun mengatakan itu semua padanya dengan tatapan tak suka. Sakit ... itu yang ia rasakan.
"Ne.. Memang sangat menganggu, aku tahu itu. Tapi apa kau tak tahu bagaimana rasanya jadi aku, Aku juga lelah, Ini juga menjengkelkan bagiku, Apa kau tau bagaimana rasanya menyukai orang yang tak pernah meresponmu selama ini? Hiks Aku sungguh menyukaimu hiks bahkan aku bisa gila karena menyukaimu" Luhan pun menangis. Sakit hanya itu yang ia rasakan sekarang.
"Aku-" Sehun tersadar akan ucapannya. Ia terlalu kasar pada Luhan. Tak seharusnya ia berkata sekejam itu pada yeoja yang setahun lebih mengejarnya. Entah mengapa saat melihat manik mata Luhan itu membuat hatinya sakit.
"Ne.. Aku mengerti, Aku akan berhenti menyukaimu Sehun, Maafkan aku yang selalu menganggumu dan merepotkanmu" Final.. Luhan menyerah. Sudah cukup untuknya sekarang. Dan ia harus melupakan cintanya setelah ini. Dan pengakuannya yang ke 119 ini adalah pengakuan terakhirnya. Sehun mematung mendengar itu semua. Ia tak tahu kenapa hatinya juga merasa teramat sakit sekarang.
Kriiieett
Luhan masuk ke gerbang rumahnya. Ia menangis dengan langkah yang pincang karena kakinya yang sakit. Hampa... itu yang luhan rasakan sekarang.
"Mianhae" satu kata itu terucap dari mulut Sehun. Tak taukah Oh Sehun apa yang sudah kau lakukan sekarang?
'Apa yang telah aku lakukan padamu... Xi Luhan' Sehun terduduk dan menyesali kebodohannya. Menyesal? kau sudah terlambat Oh Sehun.
.
.
TBC...
Huwahhh akhirnya ni Chapter selesai juga *ngelap keringet* . Ai rasa FF Ai makin kaya sinetron *pundung* -"
Ahhh ne trimakasih banyak untuk yang sudah me-ripiu Chapter-chapter sebelumnya ^-^ . Sebenernya Ai ragu buat ngelanjutin ceritanya, karna sedikitnya respon. Tapi karena nih cerita terlanjur ada di otak Ai yang penuh ke-Gaje-an ini. Maka Ai positive thingking Buat melanjutkan, kekeke *sign-peace ama Sehun*
Ahh di Chapter ini Lulu Baby menyedihkan. Sebenernya Ai tak tega.. tapi mau gimana lagi *Peluk Luhan* Hehehe *digemplang Sehun* -"
Dan ... Keep Ripiu Readersdeul ^^
Untuk Siders... ahhh aku tak apa :')
Pay pay... *lambai-lambai tangan bareng BaekYeol*
Special Thanks to,
luphbepz, neli amelia, niasw3ty, leon, fani, sayakanoicinoe, ByunViBaek, Sherry Dark Jewel, parklili, jimpix0
Keep Review ne ^-^
