Boboiboy

"Tak. Tak sudi aku punya teman macam korang." Fang pergi meninggalkanku setelah ia mengatakan itu. Aku masih tak percaya apa yang dikatakannya.

'Sial betul si Fang' Batinku geram.

...

Sepulang sekolah, aku harus kembali untuk membantu Tok Aba. "Boboiboy, kau mau balik kah?" tanya Gopal sambil memasukkan barang – barangnya ke dalam tas.

"Tentulah. Kau kira aku akan tinggal di sekolah ni?" Jawabku sambil memanggul tas. "Alamak, cepatnya. Tunggulah Boboiboy." Kata Gopal memintaku menunggu. Mataku kembali tertuju pada Fang. Wajahnya masih dingin seperti tadi pagi. Ia membereskan barang – barangnya perlahan, memanggul tasnya dan berjalan keluar kelas

"Hoi, apalah kau pegang – pegang tanganku?"

Tanpa kusadari aku mencegah Fang pulang. Ia juga kelihatan begitu kaget sekaligus risih. Aku terdiam lagi memandang Fang. Menatap segala gerak – gerik tubuhnya.

"Hoi korang tak dengar ha?" Tanyanya membuyarkan lamunanku. Dengan canggung aku melepas tangan Fang. "Kau mau balik bersama ku?" Tanyaku begitu terburu – buru. Wajah Fang kelihatan bingung. Aku pun tiba – tiba kehilangan kata –kata.

"Hei kau lupakan aku Boboiboy?" Teriak Gopal, sontak mengagetkanku. "Oh- i-iya dengan Gopal juga maksudnya. Macamana? Mau tak?" Jawabku agak terbata – bata. Fang masih heran mendengarku mengajaknya pulang bersama. "Cepatlah jawab, kalau korang tak mau marilah kita balik." Gopal memotong keheningan antara aku dan Fang. "Mengganggu sahaja. Ya terserah korang lah." Jawab Fang menghela napas. "Terbaiklah kau Fang."

Masih setengah perjalanan ke kedai Tok Aba, namun Fang sama sekali tidak berbicara.

"Hoi, Fang sombongnya kau ni. Tak tahu terimakasih." Gopal menghancurkan keheningan antara aku dan Fang.

"Untuk apa terimakasih pada korang?" Tanya Fang dengan muka sinis.

"Apalagilah? Boboiboy dah ajak korang ikut. Tak ada terimakasih nya juga? Cih benar – benar."

"Haih sudah Gopal sudah. Kau mau mampir minum Hot Chocolate di Kedai Tok Aba, Fang? Aku yang belikanlah." Ucapku menghentikan pertengkaran mereka.

"Terserah korang sahajalah." Jawab Fang sinis. Namun, kali ini ada sedikit senyum yang terlukis di wajah Fang. Aku sedikit merasa puas mengajak dia pulang bersama.

Gopal

Hari ini Boboiboy aneh sekali. Dia mengajak Fang pulang bersama. Masih bingung dengan kelakuan Boboiboy, Fang juga menyetujuinya. Aneh benar ini. Bukankah mereka bermusuhan?

"Cobalah, hot chocolate Tok Aba ni. Terbaik." Kata Boboiboy menyodorkan hot chocolate ke Fang. Fang menyambutnya dengan dingin. Tangannya menopang dagunya.

"Tok Aba Spesial Hot Chocolate satu!" Tenggorokkan ini benar – benar gatal ingin merasakan manisnya hot chocolate buatan Tok Aba.

"Bayar dulu utang kau Gopal." Tok Aba masih ingat saja dengan utangku ;_;

"Besok, Tok janji. He he he."

Fang menyeruput hot chocolatenya perlahan. Sambil menatap ke sekeliling. Sedang Boboiboy duduk di sampingnya sambil sesekali meminum hot chocolatenya. Hening sekali mereka.

"Eh Fang. Kau masih tak mau memaafkanku?" Tanya Boboiboy.

"Hmm. Entah. Kenapa?" Fang menimpalinya dengan dingin. Aku gemas sekali pada mereka ini.

"Salah apa kau Boboiboy?" Tanyaku mulai merusak suasana hening mereka.

"Mungkin aku terlalu populer? Hahaha." Kata Boboiboy yang membuatku agak geli.

"Apa korang cakap tadi?! Populer akulah dari kau!" Fang bangkit lalu kembali duduk dan segera meminum hot chocolatenya dengan kesal. "Sudah aku mau balik dulu." Fang berdiri meninggalkan kedai Tok Aba, namun Boboiboy keburu mencegahnya. "Sini dulu lah. Di pipi kau ada koko." Fang dengan panik mengelap wajahnya. Namun, yang ditargetkan Boboiboy tak terbersih juga. Boboiboy mendekati wajah Fang perlahan lalu mengelap sisa koko di bibir sebelah kanannya.

Fang

Kesal aku mendengar si Boboiboy ini membanggakan dirinya.

"Sudah aku mau balik dulu." Aku berdiri bersiap akan pulang. Tiba – tiba Boboiboy mencegahku. "Sini dulu lah. Di pipi kau ada koko." Aku panik dan mengelap pipiku. Tiba – tiba Boboiboy mendekati wajahku. Sangat dekat. Ia menatapku begitu dalam. Mata Hazelnya yang indah memerangkap aku. Setalh itu dia mengelap bibir sebelah kananku dengan lembut.

"Hah sudah. Kau boleh pulang."

"Cih." Aku membalikkan badan. Sial benar – benar si Boboiboy ini. Aku rasa pipiku panas. Apa mungkin karena minum hot chocolate tadi? Atau ah sudahlah. Aku mempercepat jalanku.

Normal PoV

Di markas Adu Du

"Probe!" Panggil Adu Du geram. "PROBEE! KEMANA KAU?!"

"Iya Incik boss?" Tanya Probe setelah ada di hadapan tuannya. "Kau sudah punya cara tuk hapuskan Boboiboy?" Adu Du berjalan mondar – mandir untuk menambah konsentrasinya.

"Janganlah jalan – jalan macam tu Boss, aku pusing jadinya."

TRANG!

Sebuah gelas besi menumbuk kepala Probe untuk ke sekian kalinya. Adu Du makin geram melihat Probe. "COMPUTER. BERI AKU IDEA." Perintah Adu Du pada Computer.

"Kita sudah gunakan multi monster, menculik teman Boboiboy, mengecilkan Boboiboy. Tak de cara lagi Boss."

"Hmm, aku ingat teman baru si Boboiboy itu. Siapa namanya?" Adu Du memulai memainkan otaknya.

"Fang. Dengan kuasa bayang." Jawab Computer. "Hmm... kuasa bayang. Macamana kitorang culik dia dan ambil kuasanya? PROBE!"

"Ya, Incik boss?" Probe datang mendekat ke Bossnya. "Culik Fang dan bawa dia kemari!" Perintah Adu Du setengah berteriak. "Baiklah Incik Boss" Probe segera melesat meninggalkan markas kotak Adu Du

"MHUAHAHAHAHAHAHAHA HABIS KORANG, BOBOIBOY MUAHAHAHAHA."


WOHOOO

Sebenernya masih belum tau ini mau diapain XD semoga makin penasaran dengan kelanjutannya

Buat reviewnya makasih sekali :" masih ada yang melirik secercah dan memberi review

Maafkan bila ada kesalahan kata atau bahasanya kurang ngena (?) atau alurnya kelamaan dan plot yang kurang dimengerti atau typo bahkan ooc

Makasih untuk review pertama yang begitu membangun dari yang udah mau penasaran serta menunggu dan Charllotte-chan btw ini kayaknya jadi BoyFang tapi masih entah XD