"Fang...?"
Gopal
Boboiboy kelihatannya cukup terkejut dengan munculnya Fang yang menjadi kawan Adu Du. Suaranya saat menyebutkan nama Fang begitu rapuh dan bergetar. Aku jadi terikut sedih melihatnya. Boboiboy masih diam setelah dia mengucapkan nama Fang.
"Hai Boboiboy." Senyum Fang sinis.
"Tu benar , ma. Sudah saya bilang ni orang jahat. Masih tak percaya." Ying sepertinya juga kesal dengan Fang. Yaya mengepalkan tangannya. Akupun masih tak percaya.
"Kau...? Kenapa kau lakukan ini?" Boboiboy dengan suara yang masih bergetar. Aku mulai mendekat ke Boboiboy dan merangkulmya dari belakang. Mencoba menguatkan hatinya.
"Sudahlah Boboiboy."
"APA MAKSUDMU FANG?!" Emosi Boboiboy memuncak. Dia sepertinya merasa dikhianati. Aku dan kawan – kawanpun merasakan hal yang sama. Namun, tak ambil pusinglah aku.
Boboiboy
FANG!
Kenapa harus Fang?! Sial!
"Keris Petir!" Aku mulai melemparkan halilintar pada Fang
"Harimau Bayang!" Fang membalas dan menahannya dengan harimau bayangnya. Makin membuatku geram saja.
Aku segera berpecah jadi tiga. Taufan dan Halilintar mulai melakukan serangan kombo. Sedang gempa mencoba menahan Fang.
"Jari Bayang." Dengan sigap Fang membentuk jari bayang dan segera mengurung Taufan dan Halilintar dalam jurusnya. Halilintar kurang cepat tadi, ia tidak menyangka Fang akan segera mengeluarkan jurusnya dan memerangkap mereka.
"MHUAHAHAHAHAHAHAHA KORANG AKAN KALAH! PROBE!" Berisik Adu Du semakin membuat aku marah.
Yaya
Halilintar dan Taufan terjebak dalam jari bayang yang dibuat Fang. Gopalpun lagi tak bisa diandalkan. Dia ketakutan dan mencari tempat sembunyi. Aku dan Yingpun rasanya akan melawan Adu Du dan Probe.
Fang semakin kuat. Ia memperkuat juga jurusnya yang semakin membuat Boboiboy Halilintar dan Taufan terkurung. Gempa cukup terkejut dengan hal itu.
Terlihat Halilintar dan Taufan masih berusaha melepaskan diri dari dalam, sedang Gempa mencoba melepaskan mereka dari luar.
"Gopal! Ubah bayang itu jadi makanan!" Ujarku tiba – tiba.
"Hah? Aku..?" Dengan ragu Gopal membuatku kesal. "Aih, cepatlah Gopal."
Di tengah ketakutan Gopal berhasil mengubah Jari Bayang Fang menjadi cokelat. Dengan cepat Halilintar dan Taufan membebaskan diri.
"HARIMAU BAYANG! SERANG!" teriakan yang sempat kudengar dengan cepat setelah Boboiboy melepaskan diri.
Gempa mulai mengunci Harimau Bayang tersebut, Halilintar melakukan gerakan kilat. Dan Fang,
"ELANG BAYANG!"
Harimau Bayang itu segera melepaskan diri dari cengkeraman Gempa. Boboiboy mulai kewalahan melawan Fang. Terutama yang aku ketahui, dia tidak ingin menyakiti Fang.
Fang
Dengan gesit aku memainkan kuasa Bayangku, membuat Boboiboy perlahan kewalahan. Tapi yang aneh, mengapa mereka tidak langsung menyerangku?
Aih, konsentrasi! Aku harus mengalahkan Boboiboy.
"HA HA HA. Macamana Boboiboy? Hebat bukan?"
Boboiboy tidak menjawabnya, ia masih fokus bagaimana bisa mengalahkan bayang yang kubuat. Dasar bodoh.
"HOI BOBOIBOY, KORANG SUDAH KALAH JE!" Adu Du muncul dari balik markas kotak. Membuat Halilintar, Taufan dan Gempa kehilangan konsentrasinya, dan segera ku serang dengan harimau bayang.
Mereka tersungkur setelah harimau bayangku menghabisi mereka. Aku menghentikan seranganku mendadak.
Boboiboy
Aku kembali bersatu setelah Fang menghantam kami dengan harimau bayangnya. Aku tak mengerti bagaimana Fang bisa sekuat ini? Sebenci inikah, Fang padaku? Hatiku nanar melihatnya. Aku jatuh, badanku terasa benar – benar sakit. Aku bagai tak bisa bangun lagi.
"Hmm, macam ni kah kuasa kau? Tak de apa – apanyalah!" Fang mendekat ke arahku. Sial, aku pasrah saja lah. Badanku tak bisa bergerak lagi. Aku memejamkan mataku, merasakan semua mengalir begitu saja. Tiba – tiba sebuah sentuhan dingin mengenai pipiku.
"Hei Boboiboy, lihat aku." Fang mengeluarkan yang cukup lembut namun tetap menyakitkan. Aku perlahan membuka mataku. "Apa yang kau inginkan Fang?! Menghancurkanku? Menghapuskanku?" Aku tak mengerti rasanya aku bagai baru saja dikhianati. Padahal dia pun memang tak ingin berteman denganku, bukan?
Fang kelihatan takut. Dia perlahan membuka mulutnya,
"Korang yang telah ambil kepopuleranku! Korang yang selalu membuatku salah! Semua salah kau! Ingin ku hapuskan je korang!"
Fang kelihatan menahan tangis. Ia menggigit bibirnya untuk mencegah air matanya meluncur. Aku pun tak bisa melakukan apapun.
Tiba – tiba aku merasakan hal yang terlalu lama disimpan Fang sendirian. Hanya dirinya, hatiku perlahan hangat, tenaga perlahan mengumpul. Aku melingkarkan tanganku pada tubuh Fang. Mendekapnya begitu erat. Dan membelainya perlahan.
"Hentikan ini semua Fang, aku tak dapat menyakitimu." Ujarku pelan.
Fang kelihatannya cukup terkejut dengan hal spontan yang aku lakukan.
Fang
Apa – apaan ini? Tiba – tiba Boboiboy memelukku. Seenaknya saja. Tapi, saat ini memang ini yang aku butuhkan. Tiba – tiba tubuhku ikut lemas dipeluk Boboiboy. Suhu tubuh Boboiboy mengalir dari setiap kulitnya yang menyentuh tubuhku. Aku tetap terdiam ketika ia membelai kepalaku dan mendekapkan ke dadanya. Yang aku rasakan saat ini adalah, aku ingin menangis.
"Kalau kau mau menangis, menangislah." Boboiboy masih memelukku dengan hangat. Sebenarnya aku tak ingin melepaskan pelukannya. Tetaplah seperti ini.
"Apa Kau bilang?! Menangis?! Tak de lah aku menangis!" Aku mendorong Boboiboy cukup keras membuat ia terkejut dan hampir terjungkal. Aku segera mengumpulkan tenagaku yang tadi bagai lenyap ditelan pelukan Boboiboy.
"Rasakan ini Boboiboy! HARIMAU BAYANG!"
"AISH! GERAKAN KILAT."
Boboiboy
Fang berubah tiba – tiba setelah aku mengucapkan sesuatu. Akh sial sekali, dia akan menyerangku lagi.
"AISH! GERAKAN KILAT!"
Dengan cepat aku mengelak dari serangan Fang. Di ujung sana aku melihat Yaya dan Ying sedang sibuk melawan Mega Probe dan Adu Du sedang Gopal, seperti biasa bersembunyi sambil memeluk Ochobot.
"Haih Gopal, sempitlah." Ochobot mengerang.
"JARI BAYANG!" aku telat menghindari serangan Fang. Jari itu mencengkeramku, mencoba meremukkan aku. Inikah Fang?
"Nghh... Fang.. lepaskan..." Aku mencoba memberontak. Namun Fang malah membuatnya semakin kuat. Aku mulai kelelahan, kehabisan nafas, pandanganku perlahan kabur.
Perlahan aku merasakan cengkeraman itu melemah, "Kau tak apa, Boboiboy?" Gopal mengubahnya menjadi gula – gula. "Ha ha terbaiklah kau, Gopal!" Aku segera melepaskan diri.
"Beraninya kau! HARIMAU BAYANG!" Kali ini Fang menyerang Gopal.
"BOBOIBOY, TOLONG AKU!" Gopal panik sambil berlarian.
"GERAKAN KILAT!" Aku segera menangkap Fang dari belakang, memeluknya dengan erat, seerat jari bayangnya memelukku. "Fang hentikan kumohon." Aku berbisik sambil terus melemahkan konsentrasi Fang.
"Fang, kau dengar aku? Tolong berhenti. Aku tak bisa sakiti kau" Aku masih mendekap Fang dengan erat sampai akhinya tiba – tiba lutunya melemas. Konsentrasinya terpecah. Perlahan setetes air hangat membasahi tanganku yang melingkar di tubuhnya.
Fang menangis.
Bersambung
Chapternya banyak ;; maaf saya ga bisa menyelesaikan cerita ini dengan cepat.
Ohiya pas membuat chapter ini, rasanya saya mendalami Boboiboy waktu meluk Fang. Anget anget gitu (?) mau dipeluk Fang juga ;; disini ada adegan berantem juga, maaf kalau absurd, imajinasi saya terlalu liar.
Sekali lagi banyak maaf yang harus saya ucapkan update yang kecepetan, disclaimer yang lupa mulu ditulis ;;, bahasa yang dicapur – campur, plot yang mungkin berbelit dan sulit dimengerti bahkan OOC ataupun Typo. Sekali lagi terim kasih atas Review sebelum – sebelumnya semoga makin penasaran ya ^^
Sebelum lupa,
Disclaimer: Animonsta Studio
