"Fang, kau dengar aku? Tolong berhenti. Aku tak bisa sakiti kau"

Boboiboy

Fang menangis.

Aku tiba – tiba terdiam. Tak tahu harus apa. Aku akhirnya hanya bisa mengencangkan pelukanku dan semakin mendekap kepalanya ke arah dadaku. Membiarkan dia melelehkan air matanya. Fang perlahan melingkarkan tangannya di tubuhku, membiarkan segala airmatanya membasahi pipi dan bajuku. Fang mengunciku dalam tangannya yang begitu ramping, mengikat tubuhku dengan jari – jarinya yang panjang. Aku merasakan kesedihannya makin dalam ia dan ia mempererat pelukannya. Sekali lagi, aku hanya membelai rambut birunya yang terasa begitu lembut.

Fang semakin melemah. Terhanyut dalam pelukanku yang tidak seerat tadi. Dia masih membenamkan wajahnya di antara bajuku yang kurasa sudah basah.

"Hoi Fang." Panggilku perlahan. Fang masih diam. Tangisnya sudah reda. Tapi ia masih menyembunyikan wajahnya. Kurasa kacamatanya telah berembun dihantam air matanya yang sedari tadi meleleh.

Fang

Hangat.

Satu kata yang dapat menggambarkan perasaanku sekarang. Aku benar – benar takut kehilangan saat ini. Aku mengunci Boboiboy dengan pelukanku agar dia tetap disini.

"Hoi Fang." Boboiboy memanggilku lirih. Aku terlalu malu menunjukkan mukaku sehabis menangis. Aku tak mau menujukkannya pada sainganku ini. Bisa – bisa dia mengolok –olokku.

Sebuah sentuhan yang begitu hangat menarik wajahku naik menatap Boboiboy.

"Aku tak tahu apa yang korang rasa. Tapi, kalau kau mau ceritakanlah." Boboiboy menatapku dengan lembut. Sambil mengusap air mataku dengan sisi – sisi jempolnya. Aku segera membuang mukaku, menghindari pandangan Boboiboy. Aku masih diam, masih tak tahu harus berbicara apa. Aku sedikit melirik Boboiboy dari sudut mataku. Sial, dia pasti menganggap aku lemah. Tapi aku belum mau melepaskan pelukannya. Sesuatu yang tak pernah kurasakan.

"HABISLAH KORANG BOBOIBOY!" Tiba – tiba Adu Du mengagetkan aku dan Boboiboy. Aku segera melepaskan pelukanku dan berteriak,"HENTIKANLAH ADU DU! HENTIKAN! INI SUDAH KELEWATAN!"

Yaya

Aku merasakan sakit yang luar biasa setelah Mega Probe menembakkan laser ke arahku. Yingpun sudah hilang kesadaran sedari tadi.

"Boboi...boy... egh" Aku memanggil Boboiboy dengan sisa suaraku. Tapi jarak kami begitu jauh, sedang suaraku tak begitu kuat untuk didengarnya. Kami sudah benar – benar kewalahan mengalahkan Adu Du. Aku masih meringis, mencoba memanggil Boboiboy yang kurasa telah meluruskan otak Fang yang kurasa memang sudah goyang. Kalau tak goyang, tak mungkinlah dia akan sampai hati melawan kita dan bekerja sama dengan Adu Du. Adu Du kelihatan bahagia setelah berhasil mengalahkan kami semua.

"BOBOIBOY... HATI – HATI!"Teriakku sekuat tenaga.

"HABISLAH KORANG BOBOIBOY!" Adu Du dan Mega Probe telah berada hanya beberapa senti dari tempat Boboiboy dan Fang. Sedang aku, tak ada kekuatan lagi untuk menyelamatkan mereka.

"HENTIKANLAH ADU DU! HENTIKAN! INI SUDAH KELEWATAN!"

Ah si bodoh itu baru sadar atau bagaimana. "Apa korang cakap? Tak salah dengar telingaku ini?" Adu Du semakin membuat darahku mendidih.

"Kau harus kuhapuskan BOBOIBOY MHUAHAHAHAHAHAHAHA! PROBE! SERANG!" Probe bersiap menembakkan laser ke arah mereka. Aku menutup mataku. Tak sanggup melihatnya.

Boboiboy

Aku melihat sekelilingku. Teman – teman sudah rebah dikalahkan Adu Du. Sial! Dan sekarang kau tahu? Mega Probe akan menyerang aku dan Fang.

"...PROBE! SERANG!"

"Gerakan Kilat!" Aku segera melakukan gerakan kilat sambil menarik Fang. Mungkin lebih tepatnya menggendongnya. Ia segera memegang leherku dan berpegangan erat padaku. Adu Du terus menyerang kami tak henti.

Aku segera berpecah tiga. Taufan membawa Fang pergi, sedang Halilintar dan Gempa melawan Adu Du dan Mega Probe.

"Kau tunggu di sini. Jangan macam – macam." Taufan meluncur pergi.

Fang

Aku rasa, aku telah membuat kekacauan yang begitu besar. Setelah Taufan mengamankanku dengan Ochobot. Aku menyimak segalanya dengan begitu gamang. Ini semua perbuatanku. Aku yang menyetujui Adu Du untuk bekerja sama. Tiba – tiba aku kehilangan tenaga untuk membuat harimau bayang.

Aku menyaksikan bagaimana Boboiboy mencoba mengalahkan Adu Du sendirian.

"KERIS PETIR!"

"TANAH TINGGI!"

Probe bagai tak ada kelemahan. Bagaimana bisa?! Boboiboy mulai kewalahan. Sampai akhirnya.

"BOBOIBOY MENGHINDAR!"

Aku reflek berlari ke arah Gempa, lalu mendorongnya dari laser Mega Probe. Terasa sengatan panas itu mengenai lengan sebelah kiriku. Badanku begitu lemas dan sakit.

"FANG! FANG! KAU DENGAR AKU?" Terdengar samar – samar Gempa memanggil namaku. Lenganku benar – benar sakit sekarang. Lututku lemas, aku mulai kehilangan keseimbangan, pandanganku mulai kabur. Samar aku masih melihat Boboiboy Taufan dan Halilintar sibuk menyerang Adu Du. Kulihat Ochobot mendekat, stelah itu pandanganku gelap.

Gopal

Aku bersembunyi bersama Ochobot dari tadi. Menyaksikan dari balik sini. Aku telalu takut kalau – kalau Adu Du menyerangku.

"BOBOIBOY MENGHINDAR!" Teriakkan yang cukup membuatku tertarik untuk melihat ke arah pertarungan. "BOBOIBOY AWASSSSS! AAAAAAA habislah kitorang ni Ochobot." Aku mulai merenung segala PR Matematik dari Cikgu Papa yang belum ku kerjakan. Kalau Boboiboy berhasil dikalahkan, sudah pasti kita juga akan dihabisi si kepala dadu itu.

"FANG! FANG! KAU DENGAR AKU?" Gempa begitu panik. Fang tertembak laser di leng bagian kanan. Gempa kelihatan begitu murka. Ochobot segera meninggalkanku dan berlari ke arah Fang.

"Ochobot, kau jaga dia."

...

Fang

Dimana aku?

Sepertinya aku di kelas.

"Hei kau tau tak? Fang tu sombong betul." Kulihat Gopal dan teman – teman di kelas membicarakanku. Membicarakanku? Di depanku. Biar tahu rasa kalian!

"Hoi hoi apa –apaan korang ni?!" Aku menggebrak meja sambil berteriak.

"Alah kalau ada Boboiboypun kalahlah si Fang tu. Tak de apa – apalah." Mereka tak mendengarku?! Ada apa sebenarnya ini. Aku melambai – lambaikan tangan ke Gopal

"Gopal hoi Gopal! Awas korang ya!" Tak ada respon dari Gopal. Apalagi mereka makin heboh membicarakanku.

"Iya, ma. Fang itu sombong benar, saya tak suka nak kawan sama dia." Ying menimpali.

"Benarlah yang kalian cakap tu. Akupun sebal lihat si Fang tu." Yaya yang biasanya bijak, mengapa kali ini ia tidak membelaku?

Kulihat Boboiboy memasuki kelas. Memanggul tas dengan sombong dan meletakkannya di atas mejaku. Sial si Boboiboy! BERANINYA!

"Ha ha, kalian cakap apa tadi?" Tanya Boboiboy.

"Fang lah si budak sombong tu." Gopal memutar matanya. Kelihatan sebal denganku.

"Oh si Fang tu. Tenang je. Akan kuhapuskan dia." Timpal Boboiboy dengan angkuh. Apa? Hapuskan aku? Coba saja kalau kau bisa.

Sesosok yang kukenal memasuki kelas. Berambut navy blueagak jabrik. Berjalan tak kalah angkuhnya dari ucapan Boboiboy, ia membenarkan kacamatan violetnya dan berjalan masuk kelas tanpa mengurangi sedikitpun keangkuhannya. Dia diam dan melewani kawanan Boboiboy dengan angkuh. Seketika Gopal dan kawan – kawan langsung berbisik – bisik.

Aku?!

"Beraninya kau Fang. Kau pikir kau siapa?" Boboiboy mendekati sosokku, lalu menarik kerah baju aku yang lain itu sambil mendekatkan wajahnya ke depan wajah sosokku yang lain itu. Aku tak bisa melakukan apa – apa. Aku menyaksikkan semua itu di pojokkan kelas.

"Lepaskan aku. Tak sudi aku disentuh korang!" Aku yang lain berteriak pada Boboiboy yang kelihatannya sangat ingin mencekikku.

"Beraninya kau cakap macam tu pada Boboiboy! Akan kucatat nama korang!" Yaya mengambil bolpoin dombanya yang pegasnya itu sangat mengganggu.

"Ah saya punya ide, ma." Ying berbisik pada Gopal. Setelah itu Gopal berbisik pada Boboiboy. Mereka semua tersenyum licik. Ying tiba – tiba berlari pergi.

"Korang mau aku hapuskan?"Boboiboy bertanya. "Ha ha, coba saja kalau kau bisa."

"Lihat saja korang kan menyesal, cakap tak sopan macam tu padaku. Hahaha." Tawa sinis Boboiboy menggelegar. Entah mengapa aku begitu takut. Ini.. bukan Boboiboy yang biasanya. Sorot mata hazel yang begitu bersahabat sekaramg penuh dengan sorot kebencian.

BYARR!

Aku melihat sosokku sendiri basah setelah disiram oleh Ying. Boboiboy melepas kerah bajuku dengan setengah mendorong sambil aku telihat terjatuh yang terjungkal ke belakang. Aku melihat diriku sendiri kelihatan ketakutan sambil menyeret diriku ke belakang. Ku lihat semua tertawa terpingkal –pingkal melihat aku yang telah basah pagi itu. "Rasakan kau Fang! HAHAHAHA!" Gopal terlihat begitu senang.

"Apa yang korang mau?" Tanya diriku pada Boboiboy yang kelihatan semakin senang.

" Hapuskan koranglah. Orang sombong macam kau tak de guna. Lebih baik kitorang hapuskan." Boboiboy tersenyum jahat. Aku mencoba melarikan diri. Namun Yaya dan Ying memegangi tanganku sehingga aku tak dapat lari.

"Hmm, nak lari kemana korang?" Aku melihat diriku sendiri begitu lemah sendirian, mulai memejamkan mata. Boboiboy menatapku tajam, "Korang akan kuhapuskan sekarang. Bersiap, Fang.."

"KERIS PETIR!"

Bersambung


Hoahhh sebentar lagi mau selesai ;;

Bagian ini mengikut sertakan perasaan saya saat membuatnya :" Gimana waktu rasanya Fang dipeluk Boboiboy, waktu Boboiboy ngerasa dia gabisa apa –apa melihat Fang menangis dan gimana keselnya Boboiboy ngeliat Fang sok – sokan tsundere begini.

Terimakasih untuk semua yang mendukung keberlanjutan Fic ini saya tanpa kalian hanya butiran Adu Du (?) Maafkan saya bila OOC, Typo, bahasa yang kurang baik, ataupun plot yang kurang jelas.

Semoga masih setia menyaksikan chapter yang selanjutnya. ^^

Disclaimer: Animonsta Studio