Cast : [YoonMin Couple] Min Yoongi a.k.a Suga, Park Jimin ,Jungkook
Seme!Jimin , Uke!GS!Yoongi
Support Cast : Namjoon ,GS!Heechul
WARNING!
Ada adegan kekerasan ,psyco dan lain-lain yang bisa mengakibatkan mual dan kantuk yang berbahaya. Pokoknya bahaya lah
A/N : Hmm Well, another remake dari novel salah satu penulis terkenal Tante Santhy Agatha yang berjudul "From The Darkest Side" ,lagi-lagi ini dengan pairing MinYoon tersayang dan termungil.
Happy reading
BAB 7-Chapter 11
Jimin mengurung dirinya di ruang kerjanya sejak tadi. Lelaki itu bahkan tidak turun untuk makan siang. Yoongi mengernyit. Ada apa sebenarnya? Tiba-tiba saja Yoongi merasa sangat cemas. Jimin tampak pucat dan aneh di pertemuan mereka terakhir tadi. Lelaki itu menatap Yoongi seolah mereka akan berpisah lama.
Yoongi hendak melangkah dan mengetuk pintu ruang kerja Jimin ketika dia berpapasan dengan Namjoon. Lelaki itu mengenakan baju biasa, bukan seragam pelayannya. Tampaknya dia baru pulang dari berpergian.
"Nona Yoongi..." Namjoon membungkukkan badannya dengan sopan. "Apa kabar. Kenapa anda sendirian? biasanya Tuan Jimin menemani anda siang-siang begini?"
Yoongi melirik ke arah ruang kerja Jimin, kemudian menatap Namjoon dengan bingung.
"Itulah yang ingin kutanyakan Namjoon, Jimin mengurung dirinya sejak tadi di ruang kerjanya, apakah mungkin dia sakit? Tangannya tadi terluka dan aku mencemaskannya."
Namjoon tertegun, tampak waspada. Matanya melirik ke arah pintu ruang kerja tuannya.
Apakah sudah saatnya? Tuan Jimin bilang dia berusaha mengendalikan Jungkook sekuat tenaga meskipun dia tidak yakin akan menang. Jungkook bertekad kuat memiliki Yoongi dan dia semakin kuat. Tuannya bilang dia akan mengurung diri dan mencoba menahan Jungkook.
Apakah sekarang Tuan Jimin sedang melawan Jungkook di dalam sana? Jantung Namjoon berdebar kencang. Ini lebih cepat dari perkiraannya. Dia belum menyiapkan Nona Yoongi untuk rencana melarikan dirinya. Well, Namjoon harus bertindak cepat kalau ingin semuanya lancar.
"Nona Yoongi." Namjoon berbisik lirih, memandang cemas ke arah pintu ruang kerja tuannya lagi, "Kalau boleh saya ingin berbicara dengan anda. Penting."
Yoongi mengernyitkan dahinya. "Tentang apa Namjoon?"
"Silahkan anda ikut saya." Namjoon mengajak Yoongi ke arah dapur. Di sana ada ruang bawah tanah untuk menyimpan persediaan anggur. Lebih aman di bawah sana, karena Tuan Jimin dan Jungkook hampir tidak pernah ke area dapur.
.
.
.
Mata Yoongi membelalak kaget. Wajahnya pucat pasi.
"Kepribadian ganda? Apakah kau serius Namjoon?"
Sang kepala pelayan sudah tidak mampu mempertahankan ekspresi datarnya. Dia sudah menceritakan semua kepada Yoongi, mengenai Jimin dan alter egonya yang jahat, yang bernama Jungkook.
"Anda tentunya menyadari bahwa kadang-kadang Tuan Jimin tampak begitu berbeda. Alter egonya...Tuan Jungkook sangat kejam dan dia membawa aura menakutkan itu ke sekelilingnya."
Yoongi tertegun. Ingatan pertamanya adalah ketika Jimin tiba-tiba muncul di kamar mandi, ketika Yoongi sedang berendam, itulah pertama kali Yoongi merasakan bahwa Jimin membawa aura menakutkan... Kemudian malam itu di ruang makan, ketika Jimin meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya mungkin sedang mabuk... dan terakhir... kemarin malam, ketika mereka bercinta. Jimin berubah menjadi sosok yang begitu bergairah dan kasar, paginya lelaki itu tak henti-hentinya meminta maaf karena tidak bisa mengendalikan dirinya... Wajah Yoongi menjadi pucat pasi ketika menyadari kenyataan itu, Apakah itu berarti semalam dia telah bercinta dengan Jungkook? Apakah Jungkook yang meninggalkan bekas memar dan kemerahan di tubuhnya ?
"Tuan Jungkook terobsesi kepada anda. Anda tahu. Begitu tuan Hangeng meninggal, ketika anda berumur delapan tahun. Tuan Jimin hendak menemui anda, beliau menyusul anda ke taman hiburan, karena dia mendapatkan informasi bahwa nenek anda membawa anda ke sana. Tetapi kemudian ada insiden seorang penodong berusaha merampoknya, dan karena bersedih atas kematian keluarga angkatnya, Tuan Jungkook menjadi kuat dan mengambil alih seketika itu juga... saat itulah Tuan Jungkook pertama kali bertemu dengan anda."
Namjoon menjelaskan kisah yang pernah dikatakan Tuan Jungkook kepadanya, kisah pertemuan pertamanya dengan Yoongi. Yoongi mengernyitkan dahinya makin dalam. "Aku pernah bermimpi di taman hiburan... oh astaga.. mungkinkah itu bukan mimpi? Mungkinkah aku benar-benar bertemu dengan Jim... Jungkook di usiaku yang ke delapan?"
"Itu benar-benar terjadi." Namjoon mengangguk meyakinkan Yoongi. "Dan entah apa yang anda lakukan, anda membuat Tuan Jungkook terobsesi kepada anda sejak saat itu."
Dalam mimpinya Jungkook sudah hampir membunuh dirinya yang masih kecil. Yoongi bergidik mengingat betapa tidak ada belas kasihan dan penyesalan di mata Jungkook ketika dia membunuh penodong itu... juga ketika dia akan membunuh Yoongi kecil, tidak ada keraguan sedikitpun di matanya. Lelaki itu hampir tidak punya emosi menyangkut pembunuhan... tetapi kemudian, Jungkook mengurungkan niatnya untuk membunuh Yoongi karena..
"Aku menawarkan plester untuk menutup lukanya akibat percobaan penodongan itu."
Yoongi mencoba menguak ingatannya yang berkabut.
"Mungkin itu pemicunya. Tidak pernah ada orang yang seberani itu kepada Tuan Jungkook, semua orang ketakutan kepadanya dan menghindarinya. Saya mengikuti Tuan Jimin dan Tuan Jungkook sejak beliau kecil, dulu saya adalah pelayan pribadi ayah Tuan Jimin. Ketika Tuan Jungkook ada, semua orang kabur ketakutan menghindarinya."
Namjoon menghela napas panjang. "Plester itu bahkan masih tersimpan di kotak kaca di brankas Tuan Jimin. Anda benar-benar membuat Tuan Jungkook terobsesi kepada anda karena itu."
Karena sebuah plester? Yoongi merasakan tubuhnya gemetar. Tidak! Bukan karena sebuah plester. Perbuatannya itu mempunyai arti yang sangat dalam bagi Jungkook. Yoongi satusatunya orang yang tidak takut padanya. Oh Astaga, mimpi apa dia sehingga monster menakutkan seperti Jungkook terobsesi kepadanya?
"Saya mungkin menyakiti anda dengan apa yang akan saya katakan kepada anda." Namjoon menatap Yoongi sungguh-sungguh. "Tetapi saya mohon, setelah anda tahu, jangan anda membenci Tuan Jimin, dia sudah berusaha mencegahnya, tetapi kadang-kadang Tuan Jungkook terlalu kuat.."
Jantung Yoongi berdebar, entah kenapa. "Mengetahui tentang apa?"
"Bahwa Tuan Jungkooklah yang bertanggung jawab atas kematian seluruh keluarga anda, kakek dan nenek anda... keluarga angkatnya, termasuk ayah anda, Hangeng... dan yang terakhir... ibu anda, Nona Heechul..."
Kata-kata Namjoon bagaikan petir yang menyambar dirinya dengan keras dan tanpa ampun.
Yoongi sampai terhuyung dan harus berpegangan kepada rak anggur di belakangnya,
"Apa?"
"Yang pertama Tuan Jungkook bunuh adalah keluarga angkatnya. Ayah dan Ibu Hangeng mengetahui bahwa Tuan Jimin mempunyai kepribadian ganda ketika anjing mereka dibunuh dengan kejam dan mayatnya digantung di pohon, hanya Tuan Jimin yang ada di rumah waktu itu, tetapi tuan Jimin mengaku tidak ingat apapun... sejak ikut keluarga angkatnya dia telah berhasil menekan Tuan Jungkook supaya tidak bangkit, anjing itu dibunuh Tuan Jungkook, tentu saja dia mengambil kesempatan ketika Tuan Jimin lengah, dan berusaha menunjukkan kalau dia masih eksis. Keluarga angkat Tuan Jimin lalu mengirimkan Tuan Jimin ke psikiater ... dan psikiater itu melakukan usaha hipnotis untuk berkomunikasi dengan Tuan Jungkook. Sebuah kesalahan bodoh, karena Tuan Jungkook pada akhirnya bangkit setelah sekian lama. Dulu Tuan Jungkook hanya bangkit sebentar-sebentar ketika Tuan Jimin lemah, hipnotis itu memberinya kekuatan." Namjoon melanjutkan kisahnya sambil beberapa kali menatap ke arah pintu ruang bawah tanah di atas.
Sementara itu Yoongi menahan napasnya mendengar cerita itu. Oh ya ampun.. " Lalu apa yang terjadi?"
"Tuan Jungkook bangun dan pulang ke rumah. Berpura-pura seperti Tuan Jimin. Keluarga angkatnya tidak ada yang menyadari bahwa dia adalah pribadi yang berbeda... lalu pada suatu hari, ketika kedua orang tua angkatnya dan Tuan Hangeng sendiri mengendarai mobil untuk suatu urusan... mereka menabrak truk besar karena rem mereka blong." Namjoon tampak ketakutan, "Tuan Jungkook telah merusak rem mobil mereka."
Yoongi merasakan bulu kuduknya berdiri, Jungkook benar-benar kejam... dan dia... dia satu tubuh dengan Jimin, Jimin yang dicintainya. Apa yang harus dia lakukan? Jungkook telah membunuh kedua orang tua ayahnya yang berarti kakek dan neneknya juga, dia juga membunuh Hangeng, ayahnya, sehingga tidak sempat bertemu dengannya. Jungkook telah merenggut kesempatan Yoongi untuk bertemu ayah kandungnya.
Dan Jungkook sama dengan Jimin... Jimin sama dengan Jungkook... hati Yoongi berdarah oleh rasa sakit. Tetapi Namjoon rupanya belum selesai, masih ada lagi rasa sakit yang akan mengoyakkoyak hati Yoongi.
" Kemudian Tuan Jungkook mengejar anda... dia menemui kakek dan nenek anda, mengatakan akan mengambil anda untuk mengemban pesan dari ayah kandung anda, Tuan Hangeng. Tentu saja kakek dan nenek anda menolaknya. Mereka melarang Tuan Jungkook mendekati anda selamanya, selain itu mereka takut akan terjadi skandal karena Heechul sedang berada di puncak ketenarannya...
…Kemudian, Tuan Jimin berhasil bangkit lagi, dia menenggelamkan Tuan Jungkook dan berusaha memperbaiki semuanya. Bayangkan kesedihan yang dirasakan Tuan Jimin ketika menyadari bahwa orangtua angkatnya, kakak angkatnya dibunuh dengan tangannya sendiri, dan dia tak kuasa mencegahnya."
Namjoon menarik napas panjang. "Saya ada di sisi Tuan Jimin waktu itu, beliau sangat menderita..."
Karena itulah Jimin tampak sangat menyesal. Yoongi bisa merasakan betapa sayangnya Jimin kepada keluarga angkatnya. Memiliki monster tersebut di dalam dirinya dan tidak bisa mengendalikannya... rasanya pasti sangat menyiksa.
"Tetapi ternyata Tuan Jungkook tidak kalah. Dia hanya memutuskan duduk dan menunggu hingga saatnya tepat. Dialah yang menyebabkan kakek anda meninggal..."
"Tetapi kakekku meninggal karena sakit... dia meninggal di rumah... tidak mungkin Jungkook yang membunuhnya."
"Tuan Jungkook yang membunuhnya. Karena kakek amda mengancam agar dia tidak berurusan lagi dengan anda." Namjoon menatap Yoongi lurus-lurus, "Anda ingat pembantu rumah tangga di rumah anda, yang bersedia digaji murah untuk membersihkan rumah kakek dan nenek anda?"
Yoongi ingat. Pembantu itu, perempuan setengah baya yang datang di pagi hari dan pulang ketika menjelang malam. Untuk memasak dan membersihkan rumah mereka, serta mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga.
"Pembantu itu adalah orang suruhan Tuan Jungkook. Dia jugalah yang memotret anda setiap saat tanpa ketahuan dan mengirimkannya secara berkala kepada Tuan Jungkook."
Yoongi ingat album foto yang ditunjukkan Jimin kepadanya, hanya ada tiga dan semuanya berisi kumpulan foto masa kecilnya yang dikirimkan oleh kakek neneknya sendiri kepada Hangeng, ayahnya.
"Kakek dan nenek anda berhenti mengirimkan foto setelah Hangeng meninggal. Jadi Tuan Jungkook mengirimkan pegawainya untuk mengawasi dan mengirimkan foto-foto anda kepadanya. Dia punya delapan album besar berisi foto anda."
Dan yang Jimin tunjukkan kepadanya hanya tiga album. Yoongi membatin. Menunggu Namjoon melemparkan bom yang lebih besar itu kepadanya.
"Pembantu anda yang memasukkan racun yang tidak terdeteksi kepada makanan kakek anda... dia memberikannya sedikit demi sedikit kepada kakek anda sehingga kondisi kakek anda menurun dan makin melemah, hingga pada akhirnya meninggal dunia."
Mata Yoongi terasa panas mendengarkan informasi itu. Oh betapa kejamnya Jungkook, lelaki itu melindas nyawa siapapun yang menghalanginya dengan kejam, sangat kejam!
"Tuan Jungkook berpikir bahwa dengan meninggalnya kakek anda. Dia bisa membujuk nenek anda untuk menyerahkan anda di bawah perwaliannya. Tetapi nenek anda sama keras kepalanya dengan kakek anda, mungkin dia melihat ada aura jahat di dalam aura Tuan Jungkook, sehingga bahkan ia menawari nenek anda uang, tetapi nenek anda menolaknya mentah-mentah...bahkan nenek anda mulai mencari informasi tentang Tuan Jungkook, dan hampir menemukan kejanggalan atas kematian suaminya. Sayangnya, Tuan Jungkook sudah menginstruksikan untuk membunuh nenek anda juga. Tubuh nenek anda makin melemah, dan ketika dia menyadari bahwa kakek anda dan dia diracun, semua sudah terlambat, dia bahkan terlalu lemah untuk memperingatkan anda ..."
Yoongi ingat neneknya terus menangis, tetapi kondisi neneknya sangat lemah sehingga jangankan berkata-kata, menelan ludahpun sangat sulit dilakukan neneknya. Waktu itu Yoongi berpikir bahwa neneknya menangisi kakeknya, bahwa kondisinya melemah karena patah hati.
Yoongi tidak berpikir bahwa gejala penyakit kakek dan neneknya sama persis, kondisi tubuh yang menua diikuti kerusakan organ-organ vitalnya, ginjal, paru paru, jantung, dan kemudian syarafnya... Apakah waktu itu neneknya menangisinya? Karena neneknya tidak bisa memperingatkannya? Air mata Yoongi menetes di pipinya mengingat penderitaan neneknya di saat-saat terakhirnya.
Jungkook sungguh kejam. Lelaki itu tak punya hati. Dia seperti iblis yang jahat dan tiba-tiba kebencian memuncak di hati Yoongi. Lelaki itu telah merenggut seluruh keluarganya, seluruh keluarganya!
"Apakah Jungkook juga yang membunuh ibuku?"
Namjoon menganggukkan kepalanya, "Nona Heechul berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Tuan Jungkook mengejarnya hanya untuk memasukkanmu ke rumah ini. Kemudian nona Heechul menemukan album foto anda tanpa sengaja, membuat Tuan Jungkook marah..."
Namjoon menatap Yoongi yang berurai air mata dengan sedih, "Tuan Jungkook... mendorong Nona Heechul jatuh dari tangga."
Pemandangan mengerikan itu berkelebat di benak Yoongi. Ibunya yang sudah menjadi mayat, terbaring dengan posisi aneh bersimbah darah di bawah tangga. Ekspresinya ketakutan... Jungkook benar-benar kejam dan menakutkan. Tiba-tiba Yoongi menyadari bahwa dia terjebak di rumah ini bersama Jungkook.
"Kenapa Jimin mengurung diri di ruang kerjanya?" Yoongi menyadari firasat buruk itu.
Namjoon menghela napas panjang, "Karena Tuan Jungkook makin kuat dari hari ke hari...dia..bisa saja bangkit dan mendesak Tuan Jimin... Tuan Jimin meminta saya mempersiapkan kalau ini semua terjadi."
Yoongi gemetar. Dia takut, dia telah mendengar kisah kekejaman Jungkook. Dan sekarang dia hanya bergantung pada kekuatan Jimin. Bagaimana kalau Jimin kalah dan Jungkook menguasainya?
"Saya merencanakan pelarian anda. Seharusnya tidak secepat ini. Tetapi sepertinya kita harus bergerak cepat. Malam ini anda harus bersiap-siap."
Namjoon bergumam dengan gelisah. Yoongi menyadari Namjoon gemetar. Lelaki itu ketakutan. Sama seperti dirinya.
Takut kepada Jungkook yang mengerikan.
TBC
PS:
SAYA TAHAN NAPAS!
OHH please siapapun bawa Yoongi lari huweeeeee
