Start For Loving You

Disclaimer: Masashi Kishimoto dengan semua chara-chara dalam anime Naruto.

Pairing: Sasuke-Sakura

Rate: M

Warning: Cerita gaje, OOC, alur kecepatan, typo's, semi-Canon, dll.

Summary: 'Hn. Cepat selesaikan proses penyembuhannya!Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu, Sakura!Dan jangan lupakan juga jika kau masih memiliki hutang untuk melanjutkan kegiatan kita tadi, Ne Sakura?/Jadi sejak kapan kau mulai mencintaiku eh, Sasuke-kun?/Hn. Sejak kau bersikap menyebalkan dan selalu mencampuri urusanku dengan seenaknya, Sakura.'

Author by: Hikaru Sora 14

Please Enjoy Reading

Don't Like Don't Read

Eksistensi sang ratu malam kini tampak terusik oleh kehadiran sekumpulan awan mendung yang berarak bebas di atas langit malam Konoha, menghantarkan udara malam menjadi semakin terasa dingin menusuk ke dalam kulit.

Pendar-pendar cahaya putih tampak menguar dari sekumpulan awan hitam pekat tersebut, diiringi dengan bunyi gelegar petir yang menandakan bahwa tak lama lagi hujan akan turun, membasahi setiap sudut salah satu desa ninja tersembunyi tersebut.

"Sa-Sasuke-kun," gumam Sakura disela-sela pagutannya bersama Sasuke. Kedua tangan mungilnya mendorong perlahan dada bidang Sasuke, seolah mengisyaratkan kepada sang bungsu Uchiha tersebut untuk mengakhiri kegiatan mereka saat ini.

Merasa sedikit tak rela untuk mengakhiri cumbuannya terhadap Sakura, Sasuke pun mau tak mau menuruti keinginan sang putri tunggal Haruno tersebut. Sebuah hisapan kuat Sasuke lakukan pada bibir bawah milik Sakura sebagai penutup atas kesenangan yang ia dapatkan saat ini.

Sakura tampak sedikit meringis perih atas apa yang dilakukan oleh Sasuke. Namun, hal tersebut juga sukses mengukir rona-rona kemerahan di kedua pipi putih Sakura. Jantungnya tampak berdetak tak sesuai dengan irama normalnya. Sugguh tak disangkanya jika pemuda Uchiha tersebut cukup agresif saat melakukan ciuman pertama mereka malam ini.

"Ada apa, Hn?" Tanya Sasuke tak sabaran seraya melayangkan sebuah tatapan tajam ke arah gadis musim semi di hadapannya, membuat Sakura terkekeh geli karenanya. Sepertinya Sasuke benar-benar merasa kesal karena kesenangannya terganggu, eh?

"Sebaiknya kita segera bergegas pulang, Sasuke-kun. Apa kau tidak menyadari jika di luar hujan sudah mulai turun, Hm?" Ucap Sakura lembut mengatakan alasan yang membuat mereka harus menghentikan kegiatan mereka sebelumnya.

Sakura membingkai kedua sisi wajah Sasuke, berharap dapat melunturkan ekspresi kesal yang melekat pada wajah rupawan sang Uchiha bungsu saat ini.

"Hn," gumam Sasuke ambigu seraya memasang wajah datar andalannya tak peduli, membuat Sakura sweatdrop karenanya. Rupanya sikap lembutnya tak mampu membuat rasa kesal Sasuke hilang, eh? Kalau begitu satu-satunya cara untuk membujuk Sasuke agar tidak merasa kesal lagi itu ...

Cup~...

... memberi sang bungsuUchiha sebuah kecupan singkat dan sebuah penawaran yang pastinya akan disukai oleh kekasihnya tersebut.

"Jangan marah Sasuke-kun! Um, Ka-kalau kau mau ... kita bisa melanjutkannya nanti di rumahmu, Ne?" Ucap Sakura gugup menggaruk pipinya yang tidak gatal seraya mengalihkan pandangannya dari kedua onyx milik Sasuke yang tengah menatap penuh arti ke arahnya.

Seketika sebuah seringaian tipis tersungging pada paras rupawan Sasuke, sebagai respon atas penawaran yang diberikan oleh sang gadis bubble gum tersebut.

"Aku harap kau mulai mempersiapkan banyak stok Oksigen di dalam paru-parumu saat ini, Sakura," ucap Sasuke memberikan saran kepada Sakura, yang lebih terdengar sebagai ancaman di telinga Sakura.

Sakura hanya mampu meneguk ludahnya seraya meringis ngeri, membayangkan jika pemuda Uchiha itu nanti akan menyerang bibirnya tanpa ampun.

Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Sasuke pun menarik tangan Sakura dan segera melesat keluar melalui jendela ruang kerja Sakura, tanpa mempedulikan rintik-rintik hujan yang perlahan-lahan turun menerpa tubuh mereka secara intens.

Helaan napas pasrah meluncur dari bibir mungil Sakura tatkala Sasuke dengan seenak hati menariknya keluar dari rumah sakit. Memang ia yang menyarankan untuk segera pulang ke kediaman Uchiha, tapi tentu saja pulang dengan keadaan berjalan kaki serta membawa payung yang memang selalu ia simpan pada laci meja kerjanya.

Bukankah tujuan Sakura menghentikan aktivitas kemesraannya dengan Sasuke dan mengajak pulang kekasih raven-nya tersebut adalah agar mereka tidak terjebak di rumah sakit lebih lama karena menunggu hujan yang mungkin turun semakin deras.

Hah~... Sakura tidak habis pikir jika seorang Uchiha Sasuke sama sekali tidak dapat mengendalikan kesabarannya jika menyangkut hal-hal seperti ini. Sepertinya penawarannya terhadap sang Uchiha bungsu tersebut memberikan sebuah euphoria yang begitu membuncah pada diri Sasuke, sehingga menyebabkan pemuda tersebut tak mampu berpikir dan bertindak dengan lebih tenang, eh?

Ugh~... Jika seperti ini pakaian yang dikenakannya akan basah terkena air hujan. Terlebih lagi dirinya tidak memiliki pakaian ganti untuk dipakainya nanti.

'Hah~... Apa sebaiknya aku pulang terlebih dahulu ke apartemenku untuk mengambil pakaian ganti, eh?' Batin Sakura gusar di dalam hatinya.

Terlalu asyik bergulat dalam pikirannya, gadis musim semi itu tak menyadari jika kini dirinya dan Sasuke telah berdiri tepat di depan pintu masuk kediaman Uchiha. Sasuke langsung membawa Sakura masuk ke dalam kediaman Uchiha, yang telah begitu lama ia tinggalkan semenjak peristiwa pembantaian seluruh klan Uchiha oleh kakak tersayangnya, Itachi.

Namun, meskipun begitu keadaan mansion Uchiha itu tampak begitu bersih dan rapi. Tentu saja hal tersebut tidak lepas dari peran sang Rokudaime Hokage, yang beberapa hari sebelumnya meminta para bawahannya untuk membersihkan tempat tinggal sahabat raven-nya tersebut.

"Cepat keringkan rambutmu, Sakura!" Sasuke meletakkan handuk kecil miliknya di atas kepala merah muda Sakura tatkala mereka sudah berada di dalam kamar pribadi Sasuke, membuat sang gadis musim semi tersebut tersentak dari lamunannya.

"Ano, Sasuke-kun ... Lebih baik aku pulang saja ya malam ini ke apartemenku," izin Sakura menatap takut-takut ke arah Sasuke yang telah mendudukkan dirinya di atas sofa. Sasuke yang tengah mengeringkan raven-nya, spontan menghentikan aktivitasnya tersebut seraya mengernyitkan keningnya dalam.

Hei, bukankah tadi gadis itu yang menawarkan untuk segera pulang ke kediamannya dan kembali melanjutkan aktivitas mereka yang sebelumnya sempat tertunda, eh?

"Tsk, Apa maksudmu Sakura?" Tanya Sasuke seraya berdecak kesal, kedua onyx-nya menatap tajam ke arah Sakura, seolah meminta penjelasan akan pernyataan yang baru saja Sakura lontarkan kepadanya.

"Ugh~... Jangan menatapku seolah kau ingin membunuhku seperti itu, Sasuke-kun!" Gerutu Sakura memberenggut kesal kepada kekasihnya tersebut.

"Hn. Lalu apa maumu?" Tanya Sasuke datar berusaha menekan perasaan kesalnya kepada Sakura. Ini merupakan kali kedua Sakura berhasil membuat mood seorang Uchiha Sasuke menjadi buruk.

Sakura memutar kedua bola matanya jengah. "Bajuku basah, Sasuke-kun! Aku tidak punya pakaian untuk ganti, dan semua ini adalah karena salahmu yang tanpa pikir panjang menarikku untuk pulang dan menerobos hujan, tanpa memberi kesempatan padaku untuk mengambil payung sebelumnya. Bukankah kita bisa pulang dengan berjalan ka-..."

"Itu hanya akan membuang-buang waktu Sakura," sela Sasuke memotong protes yang tengah dilayangkan oleh sang gadis musim semi tersebut.

Sakura hendak melontarkan lagi sebuah alasan agar ia bisa diizinkan pulang, namun Sasuke yang menyadari bahwa kekasih keras kepalanya itu akan tetap bersikukuh untuk pulang, segera saja melayangkan sebuah perintah mutlak Uchiha miliknya.

"Tidak ada penolakan, Sakura! Kau tetap tinggal disini malam ini dan aku akan meminjamkan pakaianku kepadamu," tegas Sasuke penuh penekanan di setiap kata-katanya. Tentu saja Sasuke tak akan membiarkan penantiannya selama berjam-jam menunggu Sakura malam ini berakhir dengan sia-sia.

Bukankah sudah ia katakan sebelumnya jika dirinya memiliki banyak hal yang ingin ia ceritakan kepada Sakura mengenai perasaannya selama ini terhadap gadis bermanik emerald tersebut. Apa gadis itu lupa, eh?

"Ta-Tapi Sasu-..." Ugh~... Sakura benar-benar malu untuk mengatakan jika sebenarnya tidak hanya pakaian luarnya saja yang basah, tapi pakaian dalamnya pun juga ikut basah. Pasti tetap tak akan merasa nyaman, walaupun Sasuke akan meminjamkan pakaian miliknya nanti.

"Jangan membantah, Sakura! Lagipula tidak ada salahnya 'kan memakai pakaian kekasihmu sendiri, Hm? Atau kau lebih suka untuk tidak memakai pakaian ketika bersamaku, eh?" Ucap Sasuke seraya menyeringai menggoda ke arah Sakura, membuat sang gadis musim semi tersebut bergedik ngeri sekaligus merona salah tingkah.

Entah kenapa rasanya Sasuke seolah melupakan pride Uchiha yang dimilikinya saat bersama Sakura, gadis yang telah berhasil menguasai separuh dunianya saat ini.

Sasuke bersumpah jika kalimat terakhir yang baru saja ia lontarkan terhadap Sakura merupakan kalimat paling tidak elit yang pernah ia ucapkan selama hidupnya sebagai seorang penyandang klan berwibawa Uchiha.

Namun, Sasuke tidak benar-benar serius atas ucapannya tersebut. Ya, ia hanya bermaksud untuk menggoda kekasih merah mudanya saat ini. Terlebih lagi, bukankah ucapannya tersebut tampaknya berhasil membungkam ucapan Sakura untuk melakukan aksi penolakan tinggal di mansionnya malam ini, Ne?

Spontan saja Sakura langsung menyilangkan kedua tangannya di depan untuk menutupi dadanya. "Ja-Jangan berpikir yang macam-macam, Sasuke-kun!" Ucap Sakura gugup memberi peringatan kepada Sasuke yang saat ini tengah menyeringai penuh arti ke arahnya.

Satu hal lagi yang baru Sakura ketahui mengenai sifat Sasuke yaitu pervert! Benar-benar tidak jauh berbeda dari sifat Kakashi Sensei maupun Naruto. Ya, setidaknya itulah yang Sakura pikirkan mengenai Sasuke saat ini, tanpa mengetahui jika kekasih raven-nya itu hanya bermaksud untuk menggodanya.

Sasuke terkekeh geli di dalam hatinya, sepertinya menagih tawaran Sakura saat ini akan semakin menarik baginya untuk mengerjai sang gadis musim semi tersebut.

Sakura memundurkan langkah kakinya tatkala Sasuke yang sedari tadi duduk di sofa miliknya mulai beranjak berdiri dan perlahan berjalan menghampirinya, tanpa melepaskan sedikitpun pandangan onyx-nya dari sang emerald.

"Kuperingatkan kau untuk mundur dan kembali duduk ke tempatmu semula, Sasuke-kun! Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan untuk melayangkan tinju shannaro milikku kepadamu!" Gertak Sakura kepada Sasuke, yang hanya dibalas sebuah kekehan geli dari sang bungsu Uchiha.

Dalam sekejap mata, pemuda raven itu telah berdiri tepat dibelakang Sakura. Sakura yang merasakan hembusan nafas hangat di tengkuknya, spontan membalikkan tubuhnya bersiap untuk melayangkan tinjunya ke arah Sasuke.

Namun, Sakura kalah gesit dengan Sasuke yang telah terlebih dahulu menahan tangannya dan mendorong cepat tubuh Sakura untuk berbaring di atas sofa. Sasuke pun memposisikan dirinya di atas tubuh Sakura, namun tidak benar-benar menindih tubuh mungil kunoichi medis tersebut.

Manik kelamnya menatap lekat wajah cantik kekasihnya, yang saat ini tampak mengukir ekspresi gugup dan ketakutan yang begitu kentara sekali. Salah satu tangan Sasuke terulur dan meraih pipi mulus Sakura, seraya menampilkan sebuah senyuman tipis yang tampak begitu mempesona.

Perlahan wajahnya mulai mengeliminasi jarak yang tersisa diantara dirinya dan Sakura. Sakura meraih kerah baju milik Sasuke dan meremasnya kuat. Kedua matanya tertutup seraya menggigit kecil bibir bawahnya gusar.

Ya, demi menjaga kehormatannya, mau tidak mau Sakura harus melakukan ini! Dengan gerakan cepat, Sakura menganyunkan kepalanya ke arah depan dan ...

Dugh

... dengan sengaja membenturkan dahi lebar miliknya pada dahi Sasuke.

"Tsk, Apa yang kau lakukan Haruno Sakura?!" Geram Sasuke kesal seraya meringis, memijat dahinya yang terasa berdenyut nyeri akibat bertubrukan kuat dengan dahi lebar milik kekasihnya tersebut.

"A-Aku hanya berusaha untuk melindungi diriku sendiri, Sasuke-kun," ucap Sakura gugup melakukan pembelaan atas perbuatannya.

"Tch, melindungi diri dari apa, Hah?!" Decih Sasuke tak suka.

"Ugh~... Kau berniat melakukan 'i-itu' padaku 'kan malam ini, Sasuke-kun?" Ungkap Sakura mengutarakan kekhawatirannya.

"Apa?!"

"A-Ano, kau memang berniat untuk melakukan s-seks denganku 'kan?" Sakura memperjelas maksud ucapannya

Sasuke mendelik tajam kepada gadis merah jambu di hadapannya. "Dengar Sakura, aku hanya bercanda mengatakan hal seperti tadi, dan aku mendekatimu karena aku ingin menuntut penawaran yang kau buat tadi di rumah sakit! Apa kau lupa, Hah?!"

"Huh?!" Sakura mengernyitkan keningnya bingung atas situasi yang tengah terjadi saat ini. Rupanya sedari tadi Sakura benar-benar salah paham atas sikap Sasuke terhadapnya. Perasaan bersalah langsung menyelimuti hati sang gadis musim semi tersebut.

Ugh~... Salahkan juga kenapa Sasuke harus berkata mesum dan memasang tampang yang penuh hasrat seperti itu! Membuat pikiran Sakura kalang kabut seketika dan tak mampu berpikir jernih.

.

.

.

Cahaya hijau itu berpendar dari salah satu tangan mungilnya, menyalurkan cakra guna mengobati luka lebam yang ia buat pada dahi sang Uchiha bungsu. Wajah cantiknya menyiratkan penyesalan atas perbuatan yang telah ia lakukan terhadap kekasihnya tersebut.

Berulang kali bibir mungilnya menggumamkan kata-kata maaf kepada Sasuke, membuat pemuda Uchiha itu bosan mendengarnya.

Cup~...

"Berhentilah meminta maaf Sakura!" Perintah Sasuke tegas, setelah sebelumnya membungkam bibir ranum kekasihnya.

"Sasuke-kun," lirih Sakura menatap Sasuke dengan penuh rasa bersalah.

Sasuke mengetuk dahi lebar Sakura dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya seraya tersenyum tipis. "Hn. Cepat selesaikan proses penyembuhannya! Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu, Sakura! Dan jangan lupakan juga jika kau masih memiliki hutang untuk melanjutkan kegiatan kita tadi, Ne Sakura?"

"Aaaa~..." Sakura menganggukkan kepalanya canggung dengan semburat merah menghiasi kedua pipi mulusnya.

.

.

.

.

.

Kedua pasangan kekasih itu tampak nyaman duduk bersandar pada kepala ranjang milik Sasuke. Kepala berhelaian merah muda milik sang gadis tampak bertumpu pada bahu tegap sang pemuda. Sementara sang pemudatampak melingkarkan kedua tangannya protektif pada pinggang ramping sang gadis musim semi.

Keduanya telah mengganti pakaian basah mereka dengan sebuah kaos berwarna dark blue serta celana training berwarna hitam milik Sasuke. Gadis musim semi itu tampak berusaha keras untuk terlihat nyaman menggunakan pakaian Sasuke, tanpa sehelai pun pakaian dalam yang dikenakannya.

"Jadi sejak kapan kau mulai mencintaiku eh, Sasuke-kun?" Tanya Sakura antusias kepada Sasuke, emerald-nya menatap penuh arti kepada Sasuke.

Ya inilah yang sedari tadi ingin Sakura ketahui dari Sasuke. Ia benar-benar merasa penasaran bagaimana bisa pemuda Uchiha itu tiba-tiba memintanya untuk menjadi kekasihnya, padahal selama ini yang ia ketahui adalah Sasuke tidak pernah mempedulikan perasaan cintanya sedikitpun.

Sasuke membuka sebelah matanya yang sejak tadi tertutup, berdeham sejenak sebelum ia memberikan sebuah jawaban atas pertanyaan kekasihnya.

"Hn. Sejak kau bersikap menyebalkan dan selalu mencampuri urusanku dengan seenaknya, Sakura," ucap Sasuke seraya menampilkan sebuah seringai ejekan kepada Sakura, sukses membuat sang gadis bubble gum itu menekuk wajahnya, cemberut.

"Huuh~... Lagi-lagi kau mengingatkanku pada hal-hal memalukan yang pernah aku lakukan padamu dulu, Sasuke-kun!" Protes Sakura seraya memukul pelan dada bidang sang Uchiha bungsu tersebut.

"Hn. Apa kau menyesal pernah melakukan hal-hal itu di masa lalu, eh?" Pertanyaan Sasuke spontan mengalihkan perhatian Sakura.

"Eh, Tentu saja tidak, Sasuke-kun! Meskipun memalukan untuk diingat, tapi aku tidak pernah merasa menyesal akan semua hal yang telah aku lakukan terhadapmu dulu. Bukankah itu merupakan salah satu perjuangan dan kerja kerasku untuk mendapatkan perhatianmu, Ne?" Terang Sakura seraya menunjukkan cengiran lebar khas miliknya, yang merekah sempurna layaknya bunga sakura di musim semi.

"Hn. Dan tanpa kau sadari, kau telah berhasil mengacaukan pikiranku selama ini Nona!" Sasuke tersenyum tipis seraya mengacak gemas surai merah muda Sakura.

"Ugh~... Memangnya kau tidak, Tuan!" Cibir Sakura sambil mencubit kecil perut Sasuke, yang menurut Sasuke sama sekali tidak terasa sakit.

"Maaf," lirih Sasuke seraya mendekap tubuh mungil Sakura dengan lebih erat. Sasuke menyadari jika selama ini ia telah banyak mengukir luka dan kekecewaan di hati Sakura. Membuat kunoichi cantik itu terus berharap dengan linangan air mata yang tak pernah bosan menganak sungai dari kedua mata indahnya, hanya demi menunggu seseorang sepertinya.

Sakura tersenyum simpul, kedua tangannya pun turut membalas pelukan hangat sang bungsu Uchiha pada tubuhnya. Ia benar-benar mengerti maksud dari perkataan maaf Sasuke terhadapnya.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan, Sasuke-kun," Sakura mendongakkan wajahnya untuk menatap sang onyx yang tengah menyiratkan rasa penyesalan yang begitu dalam. "Aku sendiri yang telah memutuskan untuk jatuh cinta padamu dan menunggumu. Aku menyadari sepenuhnya bahwa jalan yang aku pilih ini tidaklah mudah untuk dilalui. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika aku menanggung semua resiko yang ada, bukan?" Sakura tersenyum lembut, membuat hati Sasuke terenyuh karenanya.

"Kau menyakiti dirimu sendiri, bodoh!" Sasuke mengetuk kembali dahi lebar kekasihnya. "Dan aku tidak suka hal itu karena akulah penyebabnya," ucap Sasuke melanjutkan perkataannya seraya menatap sendu kedua emerald milik Sakura.

Ya, seandainya saja dulu Sasuke jujur akan perasaannya terhadap Sakura, maka ia tidak akan membuat kunoichi medis itu menunggu dan menderita karenanya. Hanya saja, urusan balas dendamnya terhadap sang kakak lebih mendominasi hati dan pikirannya, membuatnya mengabaikan perasaan nyaman yang diperolehnya dari keberadaan Sakura di sisinya.

Biar bagaimanapun, perasaan cinta Sasuke terhadap keluarganya jauh lebih besar dari perasaan cintanya terhadap Sakura. Sasuke benar-benar tidak peduli meskipun jalan untuk membalas dendam sangatlah berbahaya dan terjal. Yang terpenting adalah ia dapat melampiaskan rasa sakit di hatinya karena kehilangan orang-orang yang begitu berharga di hidupnya.

"Sudah, sudah jangan diingat-ingat lagi, Sasuke-kun! Semuanya sudah berlalu, bukan? Kini kau telah kembali dan aku pun akhirnya mendapatkan kebahagiaanku. Mulai saat ini kita akan selalu bersama untuk mengukir masa depan yang jauh lebih baik lagi, Ne?" Ucap Sakura ceria seraya membingkai lembut wajah Sasuke.

"Hn. Kalau begitu aku sudah tidak sabar untuk mengubah marga klan Haruno-mu menjadi marga klan Uchiha-ku minggu depan, Sakura," ucap Sasuke seraya menyeringai tipis.

"E-eh, Mi-Minggu depan?!" Gadis musim semi itu tampak terkejut atas ucapan sang Uchiha bungsu tersebut. Rupanya Sasuke telah menentukan waktu upacara pernikahan mereka berdua secepat ini, eh?

"Hn. Kenapa? Kau tidak mau, eh?" Sasuke kembali menunjukkan tatapan mata elangnya kepada Sakura.

"Ti-Tidak, hanya saja apa itu tidak terlalu cepat, Sasuke-kun?" Tanya Sakura hati-hati, tak ingin menyinggung perasaan adik kesayangan Uchiha Itachi tersebut.

"Tsk, Memangnya kau mau menunggu sampai berapa lama lagi untuk meresmikan hubungan kita sebagai suami istri eh, Sakura?" Sasuke berdecak kesal karena ucapan Sakura yang seolah tak menyetujui keputusannya. "Jangan katakan jika kau belum siap untuk hidup bersamaku, setelah penantian panjang yang kau lakukan selama beberapa tahun ini, Sakura!"

Sakura tertegun akan perkataan kekasihnya tersebut. Ya, Sasuke benar. Tidak ada lagi yang harus ia tunggu untuk segera melakukan upacara pernikahan mereka. Sasuke telah kembali dan menyambut perasaan cintanya, dan tinggal selangkah lagi untuk menyempurnakan kebahagiaan yang dirinya rasakan saat ini.

"Hahaha ... Aku benar-benar bodoh!" Sakura tertawa renyah seraya merutuki dirinya sendiri, membuat sang Uchiha bungsu mengerutkan keningnya bingung karena Sakura tiba-tiba tertawa setelah beberapa saat terdiam.

Sakura melingkarkan sempurna kedua tangannya pada leher tegas sang Uchiha bungsu, menyatukan permukaan kening dan ujung hidung mereka secara intim. "Hm, Ayo kita menikah! Bahkan jika perlu upacara pernikahannya kita lakukan lusa saja, Ne Sasuke-kun?"

Seringai kepuasan tampak menghiasi wajah sang keturunan Uchiha terakhir tersebut. "Hn. Keputusan yang sangat bagus, Nona," Sasuke sedikit mendorong punggung mungil Sakura ke arahnya dan sukses menempelkan kedua permukaan bibir mereka.

Keduanya terpaku, saling menyelami dan mengagumi keindahan manik milik pasangannya masing-masing. Kini perasaan mereka benar-benar saling terhubung satu sama lain, melebur menjadi satu cinta yang sempurna.

Sakura menekan tengkuk belakang Sasuke seraya memberikan sebuah lumatan lembut dan intens pada bibir bawah kekasihnya tersebut. Secara refleks, kedua matanya terpejam guna meresapi lebih dalam setiap sensasi rasa yang tercipta dari perpagutan bibirnya dengan Sasuke.

Sasuke sendiri hanya diam menikmati perlakuan dari kekasihnya yang tengah memanjakan bibirnya saat ini. Hn, Biarlah kali ini Sakura yang memimpin dalam ciuman mereka dan mengukur sampai sejauh mana kunoichi kebanggaan Hokage kelima ini mampu bertahan untuk menyerang bibirnya, Ne?

Merasa tak mendapat balasan dari Sasuke, Sakura pun membuka kedua matanya seraya menukikkan kedua alisnya ke bawah, bingung. "Kenapa kau hanya diam saja eh, Sasuke-kun?" Tanya Sakura tidak mengerti. Bukankah ini yang sedari tadi diinginkan oleh Sasuke, eh?

Sasuke terkekeh geli menanggapi pertanyaan Sakura. Ia tak menyangka jika Sakura akan berhenti mencumbu bibirnya hanya untuk bertanya hal semacam itu.

"Hn. Memangnya apa yang harus aku lakukan eh, Sakura?" Tanya Sasuke memasang wajah polos, berpura-pura tidak mengerti.

"Ugh~... Kenapa kau suka sekali menggodaku hari ini sih, Sasuke-kun?!" Gerutu Sakura kesal, mendorong tubuh Sasuke menjauh darinya. Sakura membalikkan tubuhnya dan segera membaringkan tubuhnya seraya menarik ke atas selimut milik Sasuke, untuk menutupi seluruh tubuhnya.

"Kau marah, eh?" Tanya Sasuke seraya menatap ke arah gumpalan selimut di sebelahnya.

"..." Sakura mengabaikan pertanyaan Sasuke seraya mendengus geli. Kali ini adalah giliran Sakura untuk mengerjai sang Uchiha bungsu itu.

"Tsk, Kenapa kau menganggapnya serius, bodoh?!" Kesal Sasuke karena Sakura mengabaikannya.

"..." Kedua tangan Sakura menutup mulutnya sendiri, berusaha keras menahan keinginannya untuk tertawa.

"Sakura!" Seru Sasuke penuh penekanan, memanggil nama kekasihnya tersebut.

"..." Hening.

"Haruno Sakura! Kuperingatkan kau untuk tidak mengabaikan seruanku lagi!" Habis sudah kesabaran Sasuke menghadapi sikap Sakura yang tengah merajuk kepadanya.

Disingkapnya selimut yang tengah menutupi tubuh kekasihnya tersebut. Ditariknya dengan cepat tangan Sakura, membuat gadis cantik itu terbangun dari posisi berbaringnya. Tawa Sakura meledak seketika, melihat ekspresi Sasuke yang tampak kesal.

"Ne, Bagaimana rasanya dikerjai oleh kekasihmu sendiri eh, Sasuke-kun?" Tanya Sakura tersenyum jahil ke arah Sasuke.

"Tsk, Kau benar-benar mencari masalah denganku, Nona!" Gertak Sasuke seraya memasang seringai andalannya, yang berhasil membuat nyali seorang Haruno Sakura menciut.

Tanpa ragu, Sasuke segera menyambar bibir ranum milik Sakura. Melumat dengan begitu lembut bibir bagian atas dan bawah milik Sakura secara bergantian, sebelum akhirnya melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulut Sakura dan mengajak lidah pasangannya untuk bermain sedikit panas.

Sasuke benar-benar tampak mendominasi ciuman mereka kali ini, menyerang bibir Sakura tanpa jeda sedikitpun. Ini benar-benar terasa seperti candu bagi seorang Uchiha Sasuke.

Sesekali Sasuke menggeser target cumbuannya pada sudut bibir Sakura, guna memberikan kesempatan pada Sakura untuk mengambil udara dan bernafas, sebelum akhirnya ia kembali membuai benda kenyal itu dengan sebuah lumatan kasar yang berhasil membuat gadis Haruno itu mendesah pelan.

Suara itu terdengar begitu merdu dan menggoda di telinga Sasuke. Namun, pemuda Uchiha itu tampak berusaha keras untuk mengabaikan dan menekan hasrat lelakinya yang tiba-tiba muncul karena desahan kecil yang menguar dari bibir Sakura tersebut.

Ya, biar bagaimanapun ia harus tetap menjaga dan menghormati kesucian gadis yang ia cintai ini, sampai tiba saatnya malam pertama mereka sebagai sepasang pengantin baru nanti.

-TBC-

Maaf Hika baru bisa update lagi fic ini Hehe ... Semangat menulis mulai memudar dan ide semakin menipis #murungdipojokan#

Tapi karena motivasi kalian semua, Hika berusaha buat melanjutkan fic ini, meskipun dengan membawa chapter yang membosankan sepertinya Hehe ^^ Berharap kalian semua suka ^^

Terima kasih kepada para readers, reviewers, followers, favoriters, dan silent readers yang sudah berkenan untuk membaca fic ini ^^

Salam Hangat,

Hikaru Sora 14

Balasan Review

Manda Vvidenarint: Maaf baru bisa update lagi Manda-san ^^ Semoga masih berkenan buat baca fic ini ^^ Arigatou udha R&R ^^

caesarpuspita: Boleh banget Senpai ^^ Malah suka dipanggil seperti itu ^^ Hika sengaja buat Sasuke kayak githu biar greget ^^ Kemungkinan chapter depan Senpai pernikahannya ^^ Makasih udha R&R yahh Senpai ^^

suket alang alang: Hehe iya Senpai ^^ Kali ini juga update-nya lama yah ^^ Gomen ... Um, Hika suka buat Sasuke yang agresif seperti itu ^^ Kkkkkk~... Semoga tetap suka yah Senpai ^^ Makasih udha R&R ^^

galenix: Hehe pernyataan itu hanya iseng. Tapi klo kelamaan ditutup hidungnya 'kan memang bakalan susah buat bernafas ^^ Hm, seperti biasa plot-nya datar-datar saja Hehe ^^ Ini memang fic ringan kok, gak pakai konflik yang berat-berat atau bahkan gak ada sama sekali konflik, eh? ^^ Makasih udha R&R ^^

key: Makasihhhh Key-san ^^ Hihi mereka nikah sebentar lagi kok Key-san, tunggu di chapter depan, Ne? ^^ Arigatou udha R&R ^^

ayuniejung: Hehe Hika benar-benar susah buat karakter Sasuke biar gak OOC dan berakhirlah seperti ini ^^ Syukurlah masih suka sama Sasuke-nya ^^ Makasih udha R&R Ayu-san ^^

GaemSJ: Arigatou udha R&R ^^ Gomen, Hika baru bisa update fic ini Hehe Semoga sukaa Gaem-san ^^

hanazono yuri: Udha lanjut Senpai ^^ Arigatou udha ngikutin fic-fic Hika selama ini ^^

Hayashi Hana-chan: Wahh Arigatou Senpai ^^ Hihi Sepertinya Sasuke udha gak kuat menahan keinginan terpendamnya selama ini buat kissu Sakura #plakk ^^ Dan chapter ini banyak kiss scene'a, ehhhh? Hihi ^^ Makasih udha R&R Senpai ^^

Nikechaann: Udha lanjut Nike-san ^^ Makasih buat semangatnya ^^ Semoga suka dengan kelanjutannya ^^

Im pizza: Arigatou Im-san udha berkenan mampir dan baca fic ini ^^

Nur Amel Ryuki: Wahh makasih udha meninggalkan jejak kali ini Nur-san ^^ Kkkk~... kemungkinan chapter depan baru ditambahin garamnya Nur-san ^^ Sama Hika juga suka greget klo baca fic SasuSaku Hehe ^^ Makasih yahh udha R&R ^^

Re UchiHaru Chan: Yokatta ne~.. Re-san suka dengan fic ini ^^ Siippp ditunggu yahhh kehidupan rumah tangga SasuSaku-nya ^^ Makasih udha R&R ^^

Sabaku no Tria: Wah, Makasih banyak Tria-san ^^ Eh, panggil Hika aja ya? Sipp ini udha lanjut, makasih udha R&R ^^

FirLee: Hehe makasih udha ngingetin Hika buat update FirLee-san ^^ Makasih juga udha R&R fic ini ^^ Semoga suka chapter ini dan ditunggu review-nya lagi ^^