CHAP 2 (9'-')9
RCL FF KU BERKURANG HUWEEEE~ GAK KAYAK DULU /guling2an sama Erwin/

########################################################################


########################################################################

MISTAKE & LOVE

Cast

- Kim Heechul

- HanGeng

- Choi Siwon

Othercast

- Lee Hyukjae

- Lee Donghae

- Leeteuk

- Jungmo

(real story belong to LadyVampAsia)

########################################################################


########################################################################

Ubin hitam putih kotak-kotak terpampang luas dibawah meja, dan dibawah kaki pelanggan café dan staff. Heechul menatap kosong lantai saat ia bersandar di dinding café. Rambut hitamnya dikuncir model buah apel, wajahnya tanpa make-up, ia mengenakan celemek putih yang telah bernoda dan celana jeans lusuh dengan kaos pink. Heechul mencoba melupakan apa yang terjadi dengannya malam itu.

"Heechul hyung!" panggilan tersebut membuat Heechul tersadar dari lamunannya.

"Ssssttt~" Heechul menyuruh rekan kerjanya untuk diam. Kepalanya terasa sakit saat mendengar teriakan tadi. "Jangan terlalu keras, Eunhyuk-ah. Kepalaku sakit mendengarnya,"

"Kau memang selalu memiliki sakit kepala hyung," Eunhyuk mengerutkan keningnya. "Bagaimana semalam? Kau pulang jam berapa hyung?"

"Aku sampai dirumah jam 5 pagi," jawab Heechul. Dia melirik lelah ke arah teman kerjanya. Eunhyuk adalah orang yang baik, lembut, santun, dan suka tertawa, tapi kadang ia menyebalkan, dia terlalu perduli dan khawatir kepada orang lain secara berlebihan.

"Jangan menatapku seperti itu, Eunhyuk," tegas Heechul. "Aku sudah tidur beberapa jam, jadi aku baik-baik saja."

"Hyung, kau tidak bisa terus minum-minum seperti itu." celoteh Eunhyuk. "Pertama, itu tidak baik untuk kesehatanmu. Kedua, kau selalu terlihat pucat. Ketiga, jika hyung terus seperti ini maka hyung akan dipecat."

"Aku tidak akan dipecat," Heechul kembali melamun, pikirannya melayang kepada pemilik café tempat ia bekerja. "Kau tau mengapa…"

"Aku tahu," jawab Eunhyuk dengan napas panjang. "Aku hanya tidak mengerti kenapa hyung masih bekerja disini setelah apa yang dia lakukan terhadapmu hyung,"

"Dia membayar gajiku dengan baik, lagipula dia tak akan pernah mau memecatku," Heechul menghela nafas. "Aku butuh udara, Eunhyuk-ah bisa kau gantikan aku bekerja sebentar?"

"Tentu saja," Eunhyuk tersenyum. "Tapi jangan lama-lama hyung, aku harus mengantarkan minuman ini ke meja disebelah sana,"

"Oke, thanks," jawab Heechul singkat

Heechul keluar café dan pergi ke gang kecil dibelakang café. Dia bersandar pada dinding yang dingin dan mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Eunhyuk benar, ia harus berhenti dari pekerjaannya disini, tapi gaji disini terlalu sayang untuk ditinggalkan.

"Bukankah kau seharusnya bekerja, baby?" suara halus dan akrab ditelinga Heechul menyapanya, menyebabkan Heechul sedikit gemetar dan ingin segera pergi dari sana.

Pria tampan dengan rambut gelap bersandar pada dinding disebelah tempat sampah tak jauh dari Heechul berdiri saat ini. Dia tinggi dan memiliki bentuk tubuh yang bagus. Sambil menghisap rokok pria itu menyeringai kepada Heechul.

"Aku akan kembali ke dalam," Heechul berbalik untuk pergi, tapi tiba-tiba berhenti ketika tangan kekar menyambar lengannya dengan kuat.

"Apa kabarmu Heechul? Sudah beberapa minggu ini kita tak pernah bertemu dan berbicara,"

"Lepaskan tanganku, Siwon-ah," pinta Heechul dengan nada datar. "Aku harus kembali bekerja,"

"Kau dapat istirahat sebentar," ucap Siwon. "Aku takkan memecatmu,"

"Aku tahu kau tidak akan memecatku," jawab Heechul. "Aku tidak bisa berada disini, tidak denganmu."

"Dengarkan aku dulu, baby." Siwon mengeratkan pegangannya di lengan Heechul

"Siwon, lepaskan tanganku, sakit." Heechul meringis pelan karena Siwon memegang tangannya sangat kuat.

Siwon melepaskan lengan Heechul dan menatapnya dalam-dalam.

"Aku sudah bilang, aku tak bermaksud menyakitimu, Heechul-ah, aku sedang mabuk dan tanpa sadar aku memukulimu," jelas Siwon. "Maafkan aku, baby…aku…"

"Cukup." potong Heechul. "Aku pernah mendengar permintaan maaf seperti itu darimu, dan kau tetap menyakitiku setiap kau mabuk. Kau terlalu sering menyakitiku Siwon-ah, bahkan aku masih memiliki bekas luka akibat pukulanmu."

"Heechul, aku…"

"Aku akan kembali ke dalam, dan jangan pernah mengikutiku lagi."

Saat kembali ke dalam café, Heechul langsung membuka kulkas dan mengeluarkan sebotol soju dan langsung meminumnya hampir setengah, dia menutup pintu kulkas dan berbalik lalu menemukan Eunhyuk yang kini menatapnya dengan mata lebar.

"Hyung, apa yang terjadi?" tanya Eunhyuk, ia mencoba mengambil botol soju dari tangan Heechul. "Hyung, berikan itu padaku."

"Siwon disini." Ucap Heechul, ia menolak menyerahkan minumannya. "Aku mau pulang,"

"Hyung, apa yang dia lakukan padamu? Dia memukulimu lagi? Bicaralah padaku, hyung!" Eunhyuk paniK sambil mengikuti Heechul berjalan ke loker staff.

Heechul menolak untuk menjawab, dia membuka loker dengan paksa dan menyambar tas merahnya. Melepas celemek dan membuangnya ke dalam loker. Heechul langsung pergi tanpa mendengarkan Eunhyuk yang terus berteriak memanggilnya.

########################################################################


########################################################################

Malamnya, Heechul kembali mendatangi club favoritnya, MnD club. Dia menatap kosong ke koktail hijau cerah, didepannya kini bersandar Leeteuk yang tengah mengomelinya karena kebiasaan minumnya. Heechul bahkan tidak mendengaran satu kata pun dari malaikat bartender itu. Pikirannya kini tengah berada jauh entah dimana.

Hubungannya dengan Choi Siwon, boss dari tempa tkerjanya, dia adalah sumber utama kebiasaan minum Heechul. Ketika Heechul pertama kali mulai bekerja di café tersebut beberapa tahun lalu, dia melihat Siwon sangat menarik dan tampan. Mereka menjadi akrab dan akhirnya berkencan.

Heechul berpikir ini kesempatan yang baik, dia bisa berkencan dengan pria baik dan tampan. Tapi selang beberapa bulan mereka menjalin hubungan, semua berakhir dengan penyesalan yang menyakitkan. Siwon ternyata bukanlah orang yang baik, dia pecandu alkohol dan temperamental. Heechul masih ingat, malam itu saat Siwon pulang dalam keadaan mabuk, tiba-tiba Siwon memukulinya, mendorongnya dan menginjak perutnya. Keesokannya Heechul berjalan pincang ke tempat kerjanya karena kakinya yang memar.

Setelah itu Heechul meminta Siwon untuk mengakhiri hubungan mereka, mereka pun bertengkar. Satu malam, Heechul pulang bekerja dan melangkah ke gang kecil di belakang café untuk menghirup udara malam. Dan tanpa sepengetahuannya, Siwon telah berada disana sambil memegang botol soju yang kosong. Heechul hendak melarikan diri tapi dengan sigap Siwon menangkapnya, menyeretnya ke tempat sepi dan gelap. Siwon kembali memukuli Heechul hingga pingsan. Dan saat Heechul sadar, dia sudah telanjang, pinggangnya terasa sakit, memar dan darah menghiasi kulit putih susu nya. Siwon meninggalkannya sendirian setelah dia puas memukuli dan memakai tubuhnya.

"Bajingan." Heechul mengutuk Siwon, dia lalu menenggak sisa minumannya.

"Kau tampak sedang ada masalah Heechul," tanya Leeteuk saat dia tahu bahwa Heechul tak mendengar nasihatnya. "Ceritakan apa yang terjadi kemarin malam dengan pria china yang kau temui di bar,"

"Pria china?" Heechul mengerutkan keningnya. "Ahh,dia…"

"Itu tidak seperti dirimu, kau tak pernah pulang dari bar dengan pria manapun,"

"Dia itu lucu, dia juga tampan, dan aku sangat menyukai aksennya." jelas Heechul. "Kami pergi ke hotel cinta, dan setelah itu aku hanya ingat setengahnya saja,"

"Heechul!" bentak Leeteuk. "Kau tidak bisa mulai tidur dengan orang-orang yang kau temui secara acak. Kebiasaan minum yang buruk. Apakah aku harus mengasuhmu dan memastikan kau tidak dibunuh? Hah?"!"

"Dia pikir aku 'pria' semacam itu," Heechul tertawa. "Dia meninggalkan uang 500.000 won di meja. Itu sangat lucu."

"Itu tidak lucu," bantah Leeteuk. "Dari cara kau berpakaian kemarin wajar dia menganggapmu seperti itu."

"Aku ingin ke lantai dansa," Heechul cemberut kepada Leeteuk. "Aku pusing mendengar celotehanmu Teuki-ah,"

"Heechul, ingat kau tidak boleh pergi dengan pria yang baru semalam kau kenal," perintah Leeteuk

"Kau bukan umma ku," ejek Heechul. "Aku bebas pergi dengan siapapun," Heechul mengerucutkan bibirnya

Heechul memutar kursinya, bangun dari duduknya dengan memegang koktail hijaunya, dia hampir menjatuhkan minumannya ketika ia melihat wajah familiar menatapnya dari seberang ruangan. Hangeng berdiri didekat pintu masuk club, mengenakan celana panjang gelap dan kemeja biru muda. Dia tersenyum dan melambaikan tangan.

"Apakah itu dia?" tanya Leeteuk dari belakang meja bartender. "Aku akan menyuruhnya pergi."

"Jangan, kau hanya tinggal disini dan melayani minuman." Heechul menolak. "Aku akan menanganinya, jangan khawatir aku tidak berencana untuk tidur dengannya lagi,"

"Lebih baik kau mengatakan kalau kau bukan 'pria'semacam itu."

"Oke umma~…" Heechul memutar matanya dan berjalan kearah Hangeng dan bertemu di dekat pintu.

"Aku berharap kau ada disini," Hangeng tersenyum hangat."Aku khawatir ketika aku meninggalkanmu pagi itu. Apa kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja, tapi…,"

"Itu bagus," potong Hangeng, dia memegang lengan Heechul dan membawanya ke sebuah meja di bar.

Heechul sedikit kaget saat tangan Hangeng mulai menjelajah di pahanya dan mengarah ke selangkangannya. Heechul lalu memanggil pelayan untuk mengambilkan mereka beberapa minuman.

Setelah minuman datang, Heechul lalu mengambilnya dan meminumnya dengan satu tegukan. Hangeng terkesan dengan keterampilan minum Heechul.

"Butuh waktu untuk bisa seperti itu," Heechul kembali minum dengan satu tegukan . "Aku bisa menghabiskan 1 botol sendiri."

"Benarkah?" tanya Hangeng tak percaya. "Aku tidak percaya,"

"Kau ingin menantangku pria china?"

"Menurutmu?"

Heechul menyeringai, dia mengambil botol soju di meja dan mulai meneguknya hingga habis. Hangeng kini tengah menempelkan bibirnya dileher Heechul, memberikan sentuhan nyaman di tubuh Heechul. Sekali lagi, Heechul kehilangan akal sehatnya karena sentuhan pria china yang menggoda.

"Kau ingin? Heenim~" bisik Hangeng di telinganya, Heechul gemetar dan menutup matanya.

"Aku tidak bisa," bantah Heechul

"Apa kau sudah di sewa orang lain?"

"Tidak, itu hanya…" Heechul menghentikan perkataannya, Hangeng menekan bagian depan celana jeansnya. "T-Teuki tidak akan menyukai hal ini,"

"Siapa Teuki? Apakah dia boss mu?"

"Boss? Bukan… dia…." Heechul tergagap dan menggigit bibir bawahnya karena Hangeng terus menekan miliknya.

"Apakah aku membuat kau dalam kesulitan kemarin? Apakah uang yang kemarin kurang,?"

"Apakah kau datang kesini untuk mencari 'pria'yang bisa kau sewa?"

"Jadi, apa berarti kita tak bisa melakukannya malam ini?" Hangeng terdengar kecewa

"Maaf," Heechul menoleh ke arah Hangeng dan dia melihat cemberut lucu di bibir tipis itu. "Ahh sial~…"

Heechul melirik ke arah meja bartender untuk melihat apakah Leeteuk menatapnya. Dan ternyata bukan hanya menatap, Leeteuk kini tengah memelototinya, Heechul kemudian berbisik ke telinga Hangeng.

"Temui aku di toilet dalam 5 menit,"

Heechul berjalan melewati meja bartender dan masuk kedalam toilet.

"Apa yang kau lakukan?" Heechul bertanya pada dirinya sendiri sambil melihat cermin. "Katakan padanya untuk pergi."

Heechul mencengkram sisi wastafel, mengambil nafas dalam-dalam. Dia harus mengakui bahwa ketika dia bersama Hangeng, depresi dan sakit hatinya berkurang. Dia merasa terbang setiap Hangeng menyentuhnya.

"Jika dia pikir aku adalah 'pria' semacam itu, baiklah aku akan menjadi seperti itu di hadapannya." Heechul mengatakannya dengan tegas di cermin. "Aku akan bersenang-senang sedikit dan ketika sudah puas, aku cukup meninggalkannya. Ditambah aku bisa dapat banyak uang darinya, lalu aku takkan bekerja di tempat itu lagi, aku takkan bertemu dengan Siwon lagi."

"Apakah kau berbicara dengan seseorang?" suara lembut Hangeng mengagetkannya. "Mengapa kau ingin kita bertemu di toilet?"

"Menurutmu?" Heechul memasang ekspresi menggoda. "Ayo kita bersenang-senang pria china,"

Heechul menarik tangan Hangeng memasuki salah satu toilet dan menguncinya dari dalam. Heechul menutup kloset dan menyuruh Hangeng duduk disana. Hangeng menatapnya bingung, Heechul berlutut di lantai keramik yang menguning dan meraih resleting Hangeng.

"Ohh…" Hangeng tersentak saat Heechul memegang miliknya dan menekannya pelan.

"Ssstt…jangan berisik, nanti akan ada yang mendengarnya."Heechul memasukkan milik Hangeng ke dalam mulutnya dan menghisapnya.

Hangeng mengerang dan meremas rambut Heechul. Heechul menutup matanya saat mulutnya bekerja, ia mencoba untuk tidak berpikir terlalu banyak. Tindakan ini sangat merendahkan, tapi anggap saja ini kesenangan sementara.

"Heenim~…" Hangeng menarik rambut Heechul. "Aku akan…."

Hangeng menekan kepala Heechul saat dia mencapai klimaks. Heechul lalu menarik dirinya dan melihat Hangeng yang terengah-engah didepannya. Heechul tertawa kecil dan berdiri.

"Aku akan membasuh tangan dan mulutku," Heechul membuka pintu dan berjalan ke wastafel.

Hechul melihat ke cermin, mengamati bibir pinknya yang memerah dan bengkak serta tetesan cairan Hangeng di mulut dan dagunya.

"Kau baik Heenim~ dan juga sexy tentunya." Hangeng berbisik di telinganya dan memasukkan beberapa lembar uang di celana Heechul. "Aku akan menemuimu lagi, Heenim"

"Oke, sampai jumpa pria china," Heechul membasuh mulutnya dan mencuci tangannya.

Setelah mengeringkan tangannya dia merogoh saku celananya dan megeluarkan beberapa lembar uang, sekitar 200.000 won, dia mengerutkan keningnya. Mengambil uang Hangeng itu tidak baik.

"Kurasa kau tidak memberitahunya," suara Leeteuk mengagetkan Heechul yang kini tengah buru-buru memasukkan uang yang dia pegang ke saku celananya.

"Tidak, aku baru saja menghisap miliknya dan dia memberiku 200.000 won," ucap Heechul dengan nada datar. "Aku tak tahu apa yang salah denganku, dia membuatku berhenti berpikir, Teuki."

"Kau harus mengatakan kepadanya bahwa kau bukan 'pria' seperti itu, kau bukan pelacur Heechul,"

"Teuki, bisakah kau menggunakan kata yang lebih baik," Heechul cemberut. "Kau membuatku semakin frustasi dan malu,"

"Aku akan mengatakan kepadanya yang sebenarnya jika dia datang kembali kesini," Leeteuk memperingatkan. "Aku tidak akan duduk dan menonton kau merusak dirimu sendiri,"

"Aku akan mengurusnya. Aku berjanji untuk bertemu dengannya besok disini. Aku akan mengatakannya besok."


TO BE CONTINUED...

Heemalbub/Chocoball Sun Hi

########################################################################


########################################################################