CHAP3 (9'-')9
RCL FF KU SUDAH LUMAYAN~ MAKASIH YA YANG UDAH COMMENT~ /flying kiss/

########################################################################


########################################################################

MISTAKE & LOVE

Cast

- Kim Heechul

- HanGeng

- Choi Siwon

Othercast

- Lee Hyukjae

- Lee Donghae

- Leeteuk

- Jungmo

(real story belong to LadyVampAsia)

########################################################################


########################################################################

Cahaya merah menari-nari di penglihatan Heechul saat ia berbaring terlentang dengan kaki memeluk pinggang Hangeng dan dia kembali melengkungkan tubuhnya saat Hangeng mengeluarkan cairan miliknya ke dalam diri Heechul. Mereka berada di dalam kamar hotel yang mewah. Saat mereka keluar dari hotel, resepsionist melihat mereka dan itu membuat Heechul sedikit malu, karena dirinya mengenakan gaun spandex hitam dan wig pirang.

Heechul telah memasuki club MnD malam itu, lengkap dengan heels merah dan fishnets, dia menarik Hangeng pergi dari club sebelum Leeteuk melihat mereka. Meskipun dia berjanji kepada malaikat bartender itu untuk mengatakan siapa dirinya sebenarnya kepada Hangeng, Heechul memutuskan untuk bermain-main sedikit. Dia ingin bersenang-senang sebelum Hangeng memutuskan mencari 'pria' yang lain.

Ketika dia dengan Hangeng, pikirannya gelap, dia merasa dirinya benar-benar berbeda. Malam ini, Hangeng membelikan mereka minuman berwarna pink dan cake strawberry. Mereka tengah berada di sebuah hotel yang elegan. Tak lama merekapun kembali bercinta. Tidak seperti pertama kali mereka bersama-sama, Heechul hanya mabuk dan tak sadar apa yang dia lakukan. Tapi, sekarang dia mampu mengendalikan tubuhnya, penglihatannya jelas, dan dia bisa merasakan segalanya. Harum tubuh Hangeng, kulit cokelatnya yang halus, dan hangat tubuhnya saat mereka bergerak bersama-sama. Heechul menyaksikan lampu kristal dilangit bercahaya merah, tubuhnya bergoncang-goncang dibawah Hangeng yang menghembuskan nafas beratnya.

Tidak ada pikiran apapun yang mengambang di kepala Heechul, hanya kekosongan bahagia. Mengingat Siwon hanya menyakiti hatinya. Biasanya, Heechul minum beberapa botol soju untuk membuat sakit di hatinya pergi, tapi malam ini dia mencoba obat yang baru, Hangeng.

"Bisakah kau tinggal sepanjang malam?" bisik Hangeng di telinga Heechul saat mereka berbaring di pelukan masing-masing.

"Aku tidak bisa," Heechul membantah. "Aku masih ada kerjaan lain,"

"Berapa banyak biaya untuk membuat kau hanya menjadi milikku?" tanya Hangeng

"Lebih dari yang kau punya, pria china." goda Heechul, dia mengecup bibir Hangeng sekilas dan bangun dari ranjang. "Aku harus pergi."

"Tapi aku menyewa kamar ini hingga pagi," Hangeng duduk di ranjang dan menunduk cemberut seperti anak kecil. "Tinggalah bersamaku, Heenim, please~kita bisa menyaksikan matahari terbit bersama-sama dan memesan sarapan."

"Apakah kau mencoba bersikap romantis kepadaku, pria china?" Heechul tertawa. "Jangan jatuh kepadaku, kau tak tahu diriku, pria china."

"Aku tahu," jawab Hangeng, matanya terfokus ke bawah dan tangannya memainkan ujung seprai. "Aku selalu melakukan hal ini. Aku terbiasa dengan hal semacam ini."

"Selalu melakukan apa?" Heechul bertanya, dia mendengar kata-kata Hangeng yang membingungkan. "Ada sesuatu yang tidak kau ceritakan kepadaku?"

"Tetap disini, dan aku akan memberitahukan semuanya kepadamu," Hangeng berbisik, suaranya samar dan penuh harapan. "Please, Heenim~"

"Baiklah," Heechul mengiyakan. Nada suara Hangeng melemahkan tekadnya. "Aku harus menghubungi seseorang dulu,"

"Aku akan menyiapkan bathup untuk kita," Hangeng beranjak ke kamar mandi, senyum lebar menghiasi wajahnya. "Terima kasih, Heenim~"

"Tidak masalah," jawab Heechul sambil membungkuk dan mengambil pakaiannya dari lantai.

Heechul kembali memakai dress merah dan mengambil tasnya, lalu dia melangkah keluar kamar dan mencari pintu keluar. Dia keluar untuk mencari udara segar. Dia sebenarnya tidak menghubungi siapapun, itu hanya alasan yang dibuat-buat olehnya.

Heechul mengamati jalanan yang sibuk didepannya. Hotel ini hanya beberapa blok dari café tempat dia bekerja, dan dia tak ingin ada seseorang yang melihatnya berdiri diluar hotel dengan gaun yang kusut, rambut acak-acakan dan bibir bengkak. Heechul memutuskan untuk kembali ke dalam, tapi berhenti ketika seseorang memanggil namanya.

"Heechul-ah?" Heechul mengenal suara ini, dia menoleh dan melihat Siwon berdiri tak jauh dari hadapannya. "Apa yang kau pakai?"

"Dress," jawab Heechul dengan nada datar, Heechul mencoba tenang walau sebenarnya dia sangat ketakutan melihat Siwon di dekatnya.

"Apakah kau mabuk lagi?" Siwon berjalan mendekati Heechul. "Kau tampak mengerikan, baby~"

"Aku harus kembali ke dalam," Heechul tidak mood untuk berbicara dengan Siwon sekarang. "Aku telah ditunggu oleh seseorang,"

"Apa kau tinggal disini,?" Siwon terus mengajukan pertanyaan. "Apakah kau disini dengan seorang pria? Apakah itu sebabnya kau mengenakan gaun? Apakah kau tidur dengan seseorang?"

"Oke, Tuan yang Banyak Tanya…" bentak Heechul. "Apa yang aku lakukan dan dengan siapa aku tidur itu bukan urusanmu, jadi bisa kau pergi sekarang? Aku sibuk,"

"Baby, tunggu!" sela Siwon sambil menyambar tangan Heechul dan menahannya agar tidak kembali ke dalam. "Katakan padaku apa yang kau lakukan sekarang,"

"Aku sudah katakana, aku ditunggu seseorang," Heechul mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Siwon. "Siwon-ah, lepaskan aku!"

Siwon menatap Heechul tajam, dan memelintir tangan Heechul sedikit.

"Akh! Siwon lepaskan aku, kau melukai tanganku, lepaskan Siwon-ah!" Heechul meringis kesakitan karena Siwon tak mau melepaskan tangannya.

"Tidak, kita perlu bicara tentang ini…"

"Dia mengatakan ingin pergi, lepaskan dia." Suara lembut Hangeng terdengar dari pintu depan hotel. Hangeng berdiri di ambang pintu mengenakan celana panjang, kaos putih dan hanya memegang kunci kamar mereka.

"Apakah ini orang yang menunggumu?" Siwon menggeram dan menarik Heechul dengan keras. "Katakan kepadanya selamat tinggal, Heechul-ah. Aku akan membawamu pulang."

"Lepaskan aku!" teriak Heechul, dia menyikut perut Siwon dan membuat Siwon melepaskan cengkraman tangannya.

"Baby please~" Siwon memohon. "Aku bisa mencium bau alkohol pada nafasmu. Kau mabuk. Biarkan aku membawamu pulang."

"Aku baik-baik saja," jawab Heechul singkat dan menggandeng Hangeng masuk kembali ke dalam hotel.

Hangeng menutup pintu kamar dan diikuti Heechul yang kini menjatuhkan diri di ranjang dengan jeritan frustasi.

"Siapa pria tadi? Salah satu klien mu kah?" Hangeng bertanya dengan suara khawatir. "Apa kau baik-baik saja?"

"Dia bajingan gila dan aku tak mau membahas tentang itu sekarang." Heechul bangun dan duduk di ranjang. "Siwon-ah adalah seseorang yang beracun untuk hidapku dan aku sedang mencoba untuk menghindarinya. Dia bajingan kasar…"

"Dia tampaknya khawatir tentang mu," Hangeng berlutut sambil menaruh kedua tangannya di paha Heechul. "Siapa dia sebenarnya?"

"Bukan siapa-siapa," Heechul berdiri dan kembali melepas pakaiannya. "Kau bilang kau akan mengatakan semua hal tentangmu, dan mana bathup yang kau janjikan tadi?"

Air hangat mengelilingi tubuh lelah Heechul saat dia duduk santai di bathup dan menatap langit-langit. Hangeng duduk dibelakangnya sambil melihat Heechul memainkan gelembung sabun.

"Sekarang, ceritakan rahasiamu, pria china. Apa yang kamu maksud sebelumnya ketika kau mengatakan bahwa ini selalu terjadi pada mu?"

"Aku berbohong kepadamu tentang ini, menjadi yang pertama kalinya untukku menyewa 'pria' sepertimu," Hangeng mengaku, terdengar malu. "Aku sudah dengan beberapa sebelumnya."

"Beberapa?"

"Ok, lebih dari beberapa." Hangeng menjelaskan, "Aku tidak bisa menahannya. Aku terlalu sibuk bekerja dan pindah dari negara satu ke negara lainnya, aku merasa kesepian dan sulit bertemu dengan orang-orang, terutama kendala dalam berbahasa."

"Aku mengerti," Heechul menjawab dengan nafas panjang. "Jadi kau pria pervert?"

"Tidak." Hangeng menjawab dengan cepat. "Aku tidak…aku hanya…"

"Tenanglah, pria china. Aku tidak dalam posisi untuk menilaimu,"

"Maaf kalau pengakuanku membuatmu tidak nyaman. Kau tak perlu menerima ajakanku lagi, jika aku menyebabkan kesulitan bagimu."

"Biarkan aku memberitahumu satu cerita, pria china." Heechul bersuara lesu dan dia menyandarkan kepalanya di bahu Hangeng. "Ini tentang seorang pria yang suka tenggelam dalam minuman untuk menghilangkan masalahnya,"

"Jadi ini tentangmu?"

"Bukan," Heechul berbohong. "Ini tentang seorang temanku,"

"Apakah teman mu memiliki mata besar yang indah dan berkaca-kaca saat ia mabuk? Lalu apakah dia memiliki senyum yang indah dan jari-jari yang ramping?"

"Baik, ini memang tentang ku," Heechul mendengus. "Apa yang akan kuberitahu adalah, bahwa Siwon-ah bukan klien ku. Dia mantan kekasihku, dan juga boss ku."

"Kau berhubungan dengan boss mu? Aku pikir Teuki adalah boss mu,"

"Tidak, Teuki adalah temanku yang perduli berlebihan kepadaku,"

"Jadi, mengapa dia marah malam ini?"

"Aku tidak tahu," jawab Heechul sambil menggeleng dan menutup matanya. "Dia tidak memiliki hak untuk khawatir kepadaku setelah hal-hal yang dia lakukan. Aku merasa lebih aman dalam pelukan orang asing daripada berdiri di kamar yang sama dengan bajingan itu."

########################################################################


########################################################################

Heechul tidak masuk kerja selama beberapa hari ke depan, dalam ketakutan dia tak mungkin menghadapi Siwon dengan banyak pertanyaan yang tak bisa dia jawab. Dia juga berhenti pergi ke club, dia tidak siap untuk mengatakan kepada Leeteuk bahwa dia belum memberitahukan kebenaran dirinya kepada Hangeng. Dia bertukar pesan dengan Hangeng dan mereka bertemu di hotel yang jauh dari café juga club. Ketika seminggu berlalu dan Heechul juga belum masuk kerja, rekan kerjanya Eunhyuk mulai khawatir.

"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja." Kata Heechul dengan nafas panjang sambil duduk di sofa merah using di ruang tamu sangat kecil diapartementnya, dia mengenakan piyama pink yang hangat dan memeluk kucing abu-abu lembut dilengannya.

"Hyung, kau tidak terlihat baik-baik saja." Eunhyuk mengamatinya dari atas hingga kebawah. "Kau memiliki kantong mata dan aku bisa mencium bau alkohol pada nafasmu, hyung. Ini jam 8 pagi, kau tidak seharusnya minum alkohol di pagi hari seperti ini."

"Baik, aku tak masuk kerja karena aku menghindari Siwon-ah. Dia melihatku dengan pria lain minggu lalu." Heechul mengaku. Dia memberikan Heebum ciuman diatas kepala, sebelum mengijinkan dia untuk pergi. "Dia sangat marah."

"Kau berkencan lagi dengan orang lain?" tanya Eunhyuk penuh harap

"Entahlah,"

"Apa maksudmu hyung?"

"Aku bertemu dengannya di sebuah bar. Aku tidur bersama dengannya." jelas Heechul. "Ketika aku bangun keesokan harinya, dia meninggalkan uang dimeja. Dia sudah membayarku beberapa kali untuk tidur dengannya."

"Hyung! Apa kau serius? Hah?!" Eunhyuk panik, "Dia mengira kau pelacur!"

"Bisakah kau menggunakan bahasa yang lebih halus?" Heechul membuang nafas frustasi. "Aku tahu, tapi itu menyenangkan, ketika bersamanya aku berubah menjadi orang yang berbeda."

"Hyung, kau harus berhenti menemuinya. Aku tidak menyukai itu,"

"Tapi aku baik-baik saja. Pria china itu tidak berbahaya. Dia memperlakukanku dengan baik, dia sering mengatakan hal-hal yang manis. Dan aku punya banyak uang untuk membayar sewa apartement ku selama 2 bulan ke depan."

"Apakah Siwon tahu tentang hal itu?"

"Tidak, dia pikir aku berpacaran dengan seseorang yang baru, itu saja." Heechul meyakinkan, "Aku akan baik-baik saja, jangan khawatir."

"Hyung, apakah kau akan bertemu dengannya lagi malam ini?" tanya Eunhyuk

"Ya, kita akan bertemu disebuah hotel cinta sekitar tengah malam," Heechul mengiyakan. "Kau harus pergi Eunhyuk-ah. Aku butuh tidur sebelum aku pergi. Pria china itu selalu membuatku kelelahan."

Eunhyuk membuka mulutnya untuk membantah, tapi berhenti saat bel pintu berbunyi. Heechul mengerang dan bangkit dari duduknya dengan malas, dia melangkah ke pintu. Tanpa berpikir siapa yang memencet bel dia langsung membuka pintunya, Heechul berteriak tertahan saat Siwon mendorong kuat pintunya dan langsung masuk ke dalam apartement. Dia mencekik leher Heechul dan menahannya di dinding.

"Kita perlu bicara." desis Siwon, Heechul bisa mencium bau alkohol dari mulut Siwon.

"Biarkan dia pergi!" Eunhyuk berteriak dan mencoba memukul Siwon.

Siwon melepaskan cengkramannya di leher Heechul, menjatuhkannya kelantai dan menginjak perutnya. Lalu dia menghampiri Eunhyuk dan mendorongnya keluar dari apartement dengan keras hingga tubuh Eunhyuk membentur dinding.

"Penggangu. Kau dipecat! Mengerti?" Siwon memperingatkan Eunhyuk yang tengah meringis kesakitan.

Siwon menutup pintu apartement Heechul dan menguncinya dari dia meraih rambut Heechul dan menariknya, dia menyeret Heechul sampai kedalam kamar.

"Heechul hyung, aku minta maaf." Lirih Eunhyuk. Dia merasa bersalah meninggalkan Heechul sendirian di apartementnya dengan satu orang yang paling Heechul takuti.


TO BE CONTINUED...

Heemalbub/Chocoball Sun Hi

########################################################################


########################################################################