CHAP 5 (9'-')9
KEMANA HANCHUL SHIPPER? =_=

########################################################################


########################################################################

MISTAKE & LOVE

Cast

- Kim Heechul

- HanGeng

- Choi Siwon

Othercast

- Lee Hyukjae

- Lee Donghae

- Leeteuk

- Jungmo

(real story belong to LadyVampAsia)

########################################################################


########################################################################

Hujan turun membasahi jalanan, membuat langit yang Heechul pandangi menjadi suram. Heechul duduk di ambang jendela, ruangannya gelap. Tangan Heechul gemetar saat ia menuangkan wine ke gelas. Dia sudah minum sepanjang hari. Pertama dimulai dengan soju, vodka dan sekarang wine. Hangeng sedang bekerja, Heebum sedang bersembunyi disuatu tempat, dan Heechul sendirian.

"Mungkin aku harus lari, Heebum-ah," Heechul berbicara kepada Heebum yang melompat ke jendela dan mengeong padanya.

Heechul menenggak kembali minumannya, dia membiarkan kerasnya alkohol menyakiti tenggorokannya, dia memeluk lututnya. Dia mengenakan salah satu kemeja Hangeng dan celana berwarna navy. Rambutnya tergerai ke depan menutupi memar diwajahnya.

"Jika kita pergi sekarang, mungkin tidak ada yang akan melihat," Heechul terus berbicara dengan kucingnya, "Dimana kau ingin pergi Heebum-ah?Haruskah kita meninggalkan Seoul?"

"Bagaimana dengan ku?" suara Hangeng mengagetkan Heechul, dengan cepat dia menyembunyikan botol wine di belakang punggungnya.

"Ssstt, Heebum-ah," Heechul berbisik. "Jangan bilang-bilang kalau kita menemukan lemari minumannya,"

"Aku sudah tahu," kata Hangeng sambil mendesah saat dia muncul disebelah Heeechul dan mengambil botol wine dari balik punggung Heechul. "Kau menggunakan alkohol untuk melupakan masalahmu. Aku mengerti, tapi itu bukan kebiasaan yang baik, itu tidak sehat."

Heechul menyambar botol wine dari tangan Hangeng dan meminumnya langsung dari botol.

"Apa kau serius?"

"Serius tentang apa?"

"Meninggalkan Seoul," Hangeng mengambil kembali botol wine dari tangan Heechul dan menyembunyikannya dibelakang punggungnya. "

"Itu hal yang bagus kan?" Heechul membantah. "Aku tidak bisa tinggal di apartemen ku lagi."

"Perusahaanku kembali mentransferku," ujar Hangeng sambil duduk diambang jendela. "Itu pekerjaanku, berpindah-pindah tempat, dari cabang ke cabang, memeriksa hasil kerja disana. Mereka akan mengirimku ke New York. Dan aku akan berada disana hingga akhir tahun."

"Bagus," Heechul memandang ke luar jendela. "Aku harap kau bisa hidup dengan baik disana."

"Aku ingin kau ikut denganku Heechul. Aku akan membantumu melarikan diri dari sini. " Hangeng menawarkan, dia menaruh botol wine dijendela dan merapikan rambut Heechul yang berantakan. "Heechul~ ikutlah denganku,"

"Aku tidak bisa, aku bahkan tidak bisa berbahasa inggris dengan baik," tolak Heechul. "Aku berharap aku bisa ikut, tapi…"

"Kau bisa. Ku mohon pertimbangkan hal ini, aku masih memiliki beberapa minggu di Seoul. Aku tidak tenang meninggalkanmu disini sendirian ketika aku pergi."

"Hannie~ kau tidak bisa terus-terusan baik kepadaku, kita tidak berkencan, kita bukan sepasang kekasih." jelas Heechul, suaranya terdengar lirih.

"Heechul, aku ingin kau berkencan denganku."

"Aku akan menghubungi Teuki dan tinggal bersamanya sementara waktu. Kau bukan ksatria ataupun pangeran, dan aku bukan gadis biasa ataupun Cinderella. Kau tidak bisa membawaku pergi dengan kuda putihmu."

Hangeng mendorong pelan Heechul ke dinding, "Aku akan mencobanya," Hangeng mencium salah satu memar di pipi Heechul. "Sekarang, kau perlu minum dan makan sesuatu, lalu segera tidur."

"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil, pria china." Heechul menggerutu, "Kembalikan wine nya,"

"Aku tidak akan berhenti memperlakukanmu seperti anak kecil jika kau terus seperti ini. Minum tidak akan membuat kenangan burukmu pergi, itu hanya akan membuatmu melakukan hal bodoh."

"Melakukan hal bodoh adalah keahlianku," Heechul mencoba meraih sekitar Hangeng untuk mendapatkan minumannya kembali, tetapi dia kehilangan keseimbangan dan jatuh di pangkuan Hangeng. "Berikan wine nya,"

Hangeng tertawa dan memberikan kecupan lembut di bibir Heechul. "Aku akan mengunci lemari minuman ketika aku pergi bekerja besok,"

"Baik, aku akan pergi dipagi hari dan menemukan tempat lain untuk minum," tantang Heechul. Heechul tak sengaja menghirup aroma tubuh Hangeng yang membuatnya sedikit nyaman, "Kau…harum, pria china, seperti daun mint dan rempah-rempah."

"Dan kau harum alkohol juga bunga mawar," Hangeng mencium dahi Heechul dan mendorongnya pergi. "Kau harus tidur sekarang, Heechul."

"Aku bilang aku tidak lelah," tegas Heechul dengan ekspresi cemberut. "Aku sudah sendirian sepanjang hari dengan pikiranku, aku tidak mau tidur dan sendirian lagi."

"Baiklah, aku akan membuatkan makan malam dan kita bisa menonton tv. Bagaimana?"

"Tidak mau," Heechul membantah, dan menarik Hangeng agar mendekat kepadanya. "Aku punya sesuatu yang ingin aku lakukan denganmu, pria china."

"Apa…" kata-kata Hangeng terhenti ketika Heechul meraih sabuk celananya. "Heechul…"

"Hanya karena aku tidak dibayar, tidak berarti kau tidak mendapatkan pelayananku," Heechul mencium telinga Hangeng. "Ayo pria china, mari kita berpura-pura menjadi orang lain malam ini. Dorong aku menghadap kejendela dan masuki diriku. Aku takkan menghentikannya."

"Kau mabuk Heechul, jadi…tidak," Hangeng membantah, dengan lembut dia mendorong Heechul

"Kau tidak pernah berhenti sebelumnya,"

"Itu berbeda,"

"Kenapa? Karena aku dibayar? Kau bisa meninggalkan beberapa lembar uang di jendela setelah kita selesai," Heechul menghentakkan kakinya di lantai. "Jangan perlakukan aku seperti anak kecil, aku bukan orang bodoh. Aku sudah minum bertahun-tahun, aku bisa menangani alkoholku, aku tahu apa yang aku lakukan."

"Kalau begitu buktikan kepadaku, berhentilah meminum alkohol,"

"Aku kesepian!" Heechul mengacak-ngacak rambutnya frustasi. "Kau tidak bisa meninggalkanku disini sepanjang hari dan pulang untuk menguliahiku seperti aku berusia 6 tahun,"

Heechul berjalan kesal ke ruang tamu, dia melihat tempat tidur kucing merah yang lucu. Hangeng berbelanja hari ini untuk Heebum dan membelikan beberapa hadiah untuk Heechul. Heechul berjalan gusar ke dapur dan dia melihat sebuah vas baru yang penuh dengan bunga mawar, dia mengambilnya dan membantingnya dengan keras ke lantai.

"Aku bilang aku akan pergi," Heechul berteriak. "Kenapa kau tidak mau mendengarkanku, pria china,"

"Kau tidak bisa kembali, bagaimana jika Siwon datang kesana?"

"Aku akan tinggal dengan seorang teman,"

"Apakah Siwon kenal dengan temanmu?"

"Tidak," Heechul menggeleng." Dia tidak akan melacak aku di club MnD,"

"Kau sudah menelpon temanmu?"

"Belum, aku tertarik dengan lemari minumanmu," Heechul mengaku dengan cemberut

"Kau memecahkan hadiahku untukmu," Hangeng menghela nafas sambil membereskan pecahan vas di lantai.

"Aku bukan wanita, pria china. Aku tidak suka bunga,"

"Baiklah, aku akan ingat itu."

########################################################################


########################################################################

Nafas panas yang keluar dari mulut Heechul membuat kaca jendela dihadapannya menjadi berembun. Bibir pink nya merintih lembut, Heechul melengkungkan punggungnya dan menekan wajahnya melawan kaca dingin, tubuhnya bergerak maju mundur diiringi dorongan lembut Hangeng dari belakang.

Bibir Hangeng menciumi punggung Heechul, tangannya mencengkram erat pinggangnya, dia mengangkat satu kaki Heechul ke ambang jendela dan terus mendorong dirinya memasuki tubuh Heechul. Heechul menggigit bibir bawahnya dan menutup matanya rapat karena dirinya hampir dekat dengan klimaks. Heechul menatap bayangannya di kaca, matanya membulat saat dia melihat dikaca bukanlah Hangeng tapi Siwon. Heechul mengedipkan matanya dan bukan Siwon yang disana, tapi bayangan ayah tirinya. Tiba-tiba Hangeng mencapai klimaks dan mengerang namanya, Heechul juga sampai di klimaksnya dan merosot ke lantai. Dia kembali melihat bayangan di kaca, yang dia lihat sekarang adalah Hangeng. Detik itu juga Heechul menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dan menangis terisak.

"Heechul, apa yang salah?" Hangeng panik. "Apakah aku menyakitimu? Apa kau baik-baik saja?"

"Kau tidak menyakitiku," Heechul meyakinkan dalam isak tangis nya, "Aku tak tahu apa yang salah denganku. Tinggalkan aku. Aku akan baik-baik saja dalam beberapa menit."

"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu menangis sendirian," Hangeng membantah, dia menggendong bridal Heechul.

"Turunkan aku," rengek Heechul, Hangeng membawanya keluar dari kamar menuju kamar mandi

"Aku akan membiarkan mu berendam dengan air hangat. Kemudian aku akan membuatkan makan malam dan menemanimu tidur," Hangeng menyalakan lampu kamar mandi. "Berendam dalam air hangat membantumu untuk bersantai,"

"Aku tak mau sendirian," bisik Heechul, jujur dirinya takut ditinggal sendirian dengan pikirannya.

"Aku takkan meninggalkanmu," Hangeng meyakinkan. Dia mendudukkan Heechul di wastafel dan memberikannya sebuah kecupan di bibir.

"Aku tidak bisa menjanjikan bahwa aku dapat menyelesaikan masalahmu atau menyembuhkanmu dari rasa sakit." Hangeng mulai menyalakan keran air hangat. "Tapi, aku bisa membantumu dalam beberapa hal, aku bisa berada disisimu saat kau bersedih, memelukmu saat kau menangis, membuatmu tertawa, dan membantumu berdiri saat kau terjatuh."

"Hanya itu yang bisa kulakukan untukmu Heechul," Hangeng menjulurkan tangannya sambil tersenyum manis, "Ayo air nya sudah cukup hangat,"

########################################################################


########################################################################

"Kau bilang kau akan pindah ke New York?" tanya Heechul, setelah berendam di air hangat untuk waktu yang lama, kini dia duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di bahu Hangeng, suaranya terdengar lelah, dan dia merasa ngantuk.

"Ya," jawab Hangeng sambil menonton tv. "Aku tidak pernah tinggal di satu tempat untuk waktu yang lama,"

"Kedengarannya menarik. Bukankah itu bagus, kau bisa berkeliling dunia,"

"Iya, kalau aku tidak sendirian," Hangeng mengaku "Sulit untuk menikmati perjalanan ketika kau sendirian."

"Aku selalu ingin melakukan perjalanan, berkeliling dunia," Heechul mulai mengantuk, dia memejamkan matanya. "Tapi, aku…tidak…bisa…" Hangeng hanya tersenyum melihat Heechul yang sudah tertidur pulas. Cantik, itu yang ada di pikiran Hangeng saat melihat Heechul tidur dengan nyaman.

########################################################################


########################################################################

Ketika Heechul terbangun keesokan harinya, Hangeng sudah berangkat kerja. Dia berjalan ke dapur dan menemukan segelas susu dan sepiring nasi goreng yang dibuat oleh Hangeng, juga salep untuk memar di wajahnya.

"Pabo, pria china." Heechul tertawa sendiri. "Kau terlalu baik,"

Tidak butuh waktu lama bagi Heechul untuk berpakaian, menelpon Leeteuk, dan berkemas. Heechul pergi ke club MnD untuk bertemu dengan Leeteuk. Leeteuk sangat bersemangat untuk membantunya setelah Heechul menceritakan semuanya.

"Kau bisa tinggal denganku selama yang kau butuhkan," Leeteuk meyakinkan sambil mengelus kepala Heebum di pelukan Heechul, mereka menuruni tangga di belakang club MnD. "Ini hanya sebuah apartemen kecil dan hanya ada satu kamar, tapi aku bisa berbagi kasur untukmu,"

"Terima kasih, Teuki," jawab Heechul

"Apa sekarang dia tahu kalau kau bukan seorang 'pria' semacam itu?"

"Ya, aku yang mengatakan kepadanya," Heechul menjawab. "Kami mencoba berkencan,"

"Jadi, dia memperlakukanmu dengan baik?"

"Ya," Heechul tertawa kecil. "Aku pikir dia lebih malu daripada marah,"

"Aku pikir dia cocok denganmu," Leeteuk berkomentar. "Kau telah tersenyum cerah sepanjang pagi,"

"Ketika bersamanya, aku merasa sangat hangat. Dia mengusir semua kegelapan di diriku, karena aku tidak suka sendirian."

Heechul duduk di sofa dan melihat sekeliling ruangan. Apartemen Leeteuk sangat rapi walau kecil, dindingnya berwarna putih bersih dan dapur kecil di sudut. Dan boneka bebek di tempat tidurnya.

"Kau masih minum?" tanya Leeteuk

"Aku tidak minum," Heechul meyakinkan, "Kecuali aku marah."

"Heechul…."

"Jangan khawatir, satu-satunya hal yang menggangguku adalah Siwon, dan aku berniat untuk meninggalkannya jauh-jauh,"

"Dari memar yang ada di wajahmu, aku pastikan itu ide yang bagus," Leeteuk setuju, "Apakah kau yakin tidak ingin melapor ke polisi tentang apa yang dia lakukan terhadapmu?"

Heechul menggeleng dan merentangkan tangannya di atas kepalanya. "Awasi Heebum untukku, Teuki. Aku harus pergi mengambil beberapa pakaian di apartemen ku. Aku tidak bisa terus memakai pakaian pria china itu,"

"Apakah kau yakin aman kembali kesana?"

"Aku hanya mengambil beberapa pakaian dan makanan Heebum,"

Heechul kemudian pergi keluar dari apartemen Leeteuk, memberhentikan taksi dan masuk ke dalamnya. Setelah mengatakan tujuannya ke supir taksi, dia segera menelpon Hangeng. Dia mengatakan bahwa saat istirahat makan siang datang menjemputnya di apartemennya. Untuk beberapa alasan, Heechul merasa dia ingin Hangeng tahu dimana keberadaannya.

Setelah sampai di depan apartemennya, Heechul langsung naik kelantai 5 dan berjalan menuju kamarnya. "Aku hanya mengambil beberapa pakaian, makanan Heebum, dan cemilan." Kata Heechul sendiri sambil berdiri di depan pintu apartemennya, dia membuka pintunya, "Pria china akan menjemputku disini dan semua akan baik-baik saja…."

Kata-kata Heechul terhenti saat ia melangkah masuk apartemennya dan menemukan Siwon duduk di sofanya. Ada seringai di wajah Siwon, seolah dia sudah tahu bahwa Heechul akan kembali kesana. Heechul langsung berbalik dan berusaha lari, hanya butuh beberapa detik Siwon menarik tangannya dan membanting pintu apartemen nya.

"Aku menunggumu, baby~"

TO BE CONTINUED...

Heemalbub/Chocoball Sun Hi

########################################################################


########################################################################