CHAP 8 (7'-')9
SEBENARNYA GUE RADA SAKIT HATI KETIK CHAP INI~ GUE GA RELA HEECHUL SAMA JUNGMO
GPP SIH TAPI DIA SAMA JUNGMO KARENA MARAHAN SAMA HANGENG
MAKE ME SICK T_T
########################################################################
########################################################################
MISTAKE & LOVE
Cast
- Kim Heechul
- HanGeng
- Choi Siwon
Othercast
- Lee Hyukjae
- Lee Donghae
- Leeteuk
- Jungmo
(real story belong to LadyVampAsia)
########################################################################
########################################################################
Ketika Heechul terbangun keesokan harinya, ia menemukan pakaiannya di sofa dan susu di meja makan berikut muffin untuk sarapan, Heechul menuju kamar mandi, dia melihat sikat gigi baru untuknya. Setelah selesai mandi, dia menuju meja makan dan melihat catatan kecil disamping tumpukan muffin.
"Panggil aku jika kau butuh sesuatu," Heechul membaca keras-keras sambil mengamati nomor ponsel pada catatan itu, lalu dia memasukkannya ke dalam saku. "Bubblegum, kau terlalu baik."
Heechul lalu keluar dari apartemen Jungmo dan pergi menuju toko milik Jungmo. Heechul hanya perlu melewati beberapa blok untuk sampai kesana. Heechul melihat sebuah toko dengan tulisan hangul diatasnya, dia tersenyum. Lalu dia masuk ke dalamnya. Sebuah toko kecil penuh buku-buku korea, cd dan film juga skin care.
Jungmo melambaikan tangannya dari belakang meja kasir, senyum cerah diwajahnya. Harus Heechul akui, Jungmo terlihat tampan berdiri di bawah sinar matahri yang masuk melalui jendela toko.
"Jadi, kapan aku bisa mulai bekerja?" Heechul bertanya sambil bersandar di meja kasir dan beberapa mata pelanggan melihat ke arahnya sambil berbisik dan tertawa malu.
"Kau bisa mulai hari ini, jika kau mau." Jungmo menawarkan. "Sebelumnya, pulanglah dulu, ganti pakaianmu dan kembali kesini dalam beberapa jam,"
"Kedengarannya bagus, bubblegum."
########################################################################
########################################################################
Beberapa hari berikutnya seperti mimpi bagi Heechul. Dia menghabiskan hari-harinya bekerja di toko dengan Jungmo, jauh dari Seoul dan juga jauh dari Siwon. Sehabis pulang bekerja, dia menyempatkan menghias apartemennya, sekedar ingin memberikan surprise untuk Hangeng. Sebelum tidur Heechul selalu menelpon Hangeng, bertanya apa kabarnya, dan Hangeng selalu menanyakan bagaimana hari-harinya di New York. Heechul selalu merasa nyaman jika sudah mendengar suara Hangeng, dan entah kenapa setelah itu dia bisa tertidur dengan nyenyak. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir Heechul merasa bebas.
Malam ini sehabis pulang bekerja, Jungmo pergi membantu Heechul menghias apartemennya.
"Kau lucu ketika kau sedang berkonsentrasi, bubblegum." Heechul mengamati Jungmo saat dia tengah serius menulis lagu.
"Aku harus menyelesaikan lagu ini sebelum pertunjukanku beberapa hari lagi."jelas Jungmo. Jungmo mengambil sebatang rokok dan mulai menghisapnya. "Kau merokok Heechul?"
"Aku sudah berhenti merokok sejak lama, aku hanya pecandu minuman," Heechul menggeleng pelan.
Jungmo hanya tersenyum manis sambil kembali memetik gitarnya. "Bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Tentu."
"Apa yang kau lakukan saat di Seoul? Kau cukup pintar dalam menjual barang. Kau bekerja di sebuah toko?"
"Aku dulu adalah pelayan café,"
"Benarkah?" Jungmo terkejut. "Aku pikir kau seorang pelacur,"
"Aku bukan seperti itu, dan bisakah kau menggunakan kata yang lebih bagus?" Heechul memukul Jungmo dengan tumpukan kertas lagu. "Aku berusaha untuk tidak kembali ke kehidupan itu. Aku berjanji kepada seseorang. Itu hanya kesalahpahaman saja,"
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk menghinamu."
"Tidak masalah," Heechul dikagetkan dengan dering ponselnya. "Itu pasti pria china."
Heechul mengambil ponselnya dari saku celananya. Heechul menekan beberapa tombol dilayar dan tersenyum cerah melihat wajah Hangeng muncul dilayar ponselnya, Hangeng melakukan video call dengannya.
"Hai, pria china." Heechul melambaikan tangannya, dia tersenyum manis walau matanya terlihat lelah. "Bagaimana kabarmu hari ini?"
"Apakah kau mabuk?" tanya Hangeng.
"Aku tidak mabuk," Heechul membantah. "Aku hanya lelah,"
"Kim Heechul,"
"Pria china, katakanlah Hai untuk Jungmo-ah," Heechul menggerakkan ponselnya ke arah Jungmo
"Halo~" Jungmo melambaikan tangannya
Mata Hangeng menyipit saat ia mengamati pria bertelanjang dada dengan rambut pink dan kini sedang bermain gitar di lantai. Jujur, Hangeng tidak menyukai apa yang dilihatnya saat ini.
"Apa kau tidur dengannya?" Hangeng menuduh
"Apa yang kau katakan?
"Aku bertanya apa kau tidur dengannya?"
"Hangeng!" Heechul berteriak. "Jangan kau berani mulai possesif kepadaku! Kita tidak sedang berkencan!"
"Kita sepakat untuk berkencan, kau lupa?" Hangeng mengingatkan
"Aku bisa berkencan lebih dari satu orang dalam satu waktu,"
"Jadi, apakah kalian berkencan?"
"Tidak, kami tidak berkencan." Heechul membantah. "Aku tidak suk apria possesif, pria china. Aku pernah mengalami hal itu dengan Siwon selama bertahun-tahun, dan aku tak mau jika harus mengalaminya lagi bersamamu. Ketika kau tiba di New York aku tidak akan menunggumu. Aku akan tinggal bersama bubblegum!"
"Heechul…." Hangeng mulai berbicara, tapi dipotong oleh Heechul yang mematikan ponselnya.
"Jadi…kita tidak berkencan, Heechul?" tanya Jungmo dengan senyum menggoda
"Diam, bubblegum." Heechul melemparkan ponselnya ke sofa dan mengerang frustasi. "Sialan! Padahal aku sudah mulai mencintainya,"
"Apakah itu berarti kau baru saja putus dengan pacarmu?"
"Dia bukan pacarku,"
"Tidak apa-apa," Jungmo bangkit dari lantai dan duduk di samping Heechul. "Jika aku berada di posisi pria china mu, aku juga akan cemburu, kau tahu? Cemburu itu tanda sayang seseorang kepada kita, dia hanya khawatir padamu Heechul, dia sangat takut kehilanganmu,"
"Ka manis sekali, bubblegum." Heechul menggoda dan ponselnya kembali berdering
Heechul menjawab telponnya dan mulai berteriak Hangeng, tapi berhenti ketika suara yang dia dengar berbeda, ini bukan suara merdu Hangeng.
"Heechul-ah," suara Siwon terdengar melalui telepon. "Baby, dimana kau?"
"Ini bukan urusanmu," Heechul marah. "Aku sedang tidak mood untuk berbicara denganmu sekarang, Siwon-ah."
"Kenapa kau lari, baby?" tanya Siwon. "Aku ke apartemen mu, pemiliknya mengatakan kau sudah pindah, Eunhyuk juga mulai mengkhawatirkanmu. Kau dimana?"
"Aku tidak akan mengatakannya,"
"Siapa itu?" Jungmo bertanya. "Apakah dia pria china mu?"
"Kau dengan siapa, Heechul-ah?" tanya Siwon, nadanya mulai marah. "Apakah kau lari dengan seseorang? Apakah dia pria yang di hotel waktu itu? Kau dimana?!"
"Apa perdulimu?!" Heechul berteriak, "Tinggalkan aku sendiri!"
Heechul membuka paksa ponselnya dan mengeluarkan baterainya, kemudian melemparkannya ke lantai.
"Kau tahu Jungmo-ah~" Heechul berbalik dan menatap Jungmo yang duduk disampingnya. "Kau punya uang?"
"Kenapa?"
Heechul mencium bibir Jungmo. Jari terampil Jungmo membuka kaos Heechul perlahan. Heechul melepas ciumannya dan beralih ke leher Jungmo.
"Jadi, berapa aku harus membayarmu?" tanya Jungmo
"Semua yang kau punya, bubblegum." Heechul menggodanya. Jungmo merebahkan dirinya di sofa. "Kau ingin merasakan Heenim, bubblegum?"
"Siapa Heenim?"
"Pria china memanggilku Heenim ketika dia membayarku untuk tidur dengannya." Heechul menjelaskan. "Aku kira Heenim nama pelacurku~ ketika menjadi Heenim, aku merasa lebih bebas, aku merasa seperti menjadi orang lain."
"Kau lari dari apa, Heenim?" bisik Jungmo . "Dan dari siapa kau bersembunyi,?"
"Dunia," gumam Heechul. "Dan aku sendiri."
Jungmo menggendongnya ke kamar, dan melemparkannya ke kasur. "Bubblegum~"Heechul mengerang pelan. Jungmo melepaskan celana Heechul juga celananya.
"Tubuhmu tampak akrab dengan ranjang, Heenim." Jungmo memuji.
"Aku pikir kau pria polos bubblegum," Heechul tertawa kecil. "Sepertinya aku salah,"
Heechul terengah-engah dan mengepalkan tangannya saat Jungmo memasuki dirinya. Heechul mencengkram bahu Jungmo dan melengkungkan tubuhnya,dia mengerang dan menikmatinya.
"Oh!" Heechul mengerang, suaranya keluar dari bibir nya yang bengkak, dia mengerang setiap dorongan keras Jungmo. "Disana, bubblegum! Buat diriku merasa lebih baik,"
########################################################################
########################################################################
Heechul tidak yakin apakah dia pingsan atau tertidur, dia bangun dan melihat Jungmo sedang tidur disampingnya. Ada tumpukan uang tunai di meja samping ranjang, ada segelas susu dan obat penghilang rasa sakit.
"Kau terlalu baik, bubblegum."
Heechul keluar dari kamar, dia berjalan terhuyung dan duduk disofa. Dia merasa malu dan depresi atas apa yang baru saja dia lakukan. Dia sudah berjanji pada Hangeng apapun yang terjadi dia tidak akan kembali tidur dengan pria secara acak.
Heechul mengambil ponsel dan baterainya. Dia menaruh baterainya kembali dan menyalakan ponselnya. Dia menerima puluhan panggilan tak terjawab dari Hangeng. Ponselnya kembali berdering. Dia melihat layar ponselnya dan nama 'pria china' tertulis disana.
"Apa?" bentak Heechul
"Heechul.. maafkan aku…" Hangeng berbisik
"Maaf untuk apa?"
"Aku minta maaf atas…"
"Heenim, dengan siapa kau berbicara. Kembalilah ke tempat tidur," Jungmo menghampiri Heechul dengan ekspresi cemberut lucu dan duduk disampingnya.
"Heechul, apa kau tidur dengan pria itu?" Hangeng bertanya pelan.
"Tidak, aku tidak tidur dengannya," Heechul menyeringai. "Tapi Heenim yang melakukannya,"
"Heechul~"
"Dia membayarku, jadi…"
"Membayarmu? Tapi kau bukan…"
"Aku bebas, itulah yang terjadi." Heechul memotong perkataan Hangeng
"Aku mengerti, kau bebas Heechul, aku mengerti," Hangeng berbicara terisak.
Heechul terdiam mendengar suara Hangeng. Dia tak tahu harus berbicara apa. Hatinya sakit, malu.
"Aku baik-baik saja Heechul," Hangeng menghela nafasnya, dia tak sanggup menahan air matanya lagi. "Aku mencintaimu Heechul,"
Hangeng menutup teleponnya. Heechul masih terdiam dan menatap kosong ke layar ponselnya.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Jungmo khawatir. "Orang itu bukan pacarmu kan? Apakah aku menyentuh milik orang lain?"
"Dia bukan pacarku. Kau baik-baik saja, bubblegum." Heechul mencoba tersenyum walau ekspresinya sedikit sedih. "Bisa kau buatkan aku susu? Dan siapkan aku air hangat, aku ingin mandi."
"Baiklah, aku akan membuatkan sarapan terlebih dahulu,"
"Bagus," Heechul tersenyum dan mencium kembali bibir Jungmo. "Aku perlu pelarian. Aku Heenim, bukan Heechul. Apakah itu baik-baik saja denganmu?"
"Ya," Jungmo setuju. "Heenim…"
########################################################################
########################################################################
Heechul tengah berdiri dibawah shower air hangat. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang menusuk hatinya. Dia kembali teringat dengan suara Hangeng yang sangat sedih. Dia tak tahu mengapa hanya karena isakan Hangeng hatinya terasa sangat sakit. Sakit hingga membuatnya susah untuk bernafas. Heechul bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Hangeng setelah ini. Hatinya tak bisa terima jika Hangeng sampai menangis karena kesalahannya.
Rasa bersalah dan malu kini benar-benar memukul Heechul. Dia menutup matanya dan air matanya mengalir. Dia telah menghancurkan kepercayaan Hangeng, melukai ketulusan Hangeng.
"Sialan," Heechul mengutuk pelan. "Aku sangat mencintainya…"
"Siapa?" gumam Jungmo yang sedang membersihkan punggung Heechul
"Tidak ada," Heechul menggeleng, dia membuang nafas dan menutup matanya, dia mulai menangis saat dirinya teringat wajah dan senyum hangat Hangeng. "Bubblegum, buat diriku merasa lebih baik, bantu aku melarikan diri dari perasaan ini…."
TO BE CONTINUED...
Heemalbub/Chocoball Sun Hi
########################################################################
########################################################################
