CHAP 10 (9'-')9
AAAAAA CHAPTER INI JUGA PENDEK T_T
KONSENTRASI KU TERPECAH KARENA NEW FF YANG KUBUAT
AKU HARUS EXTRA FOKUS UNTUK MENGGUNAKAN KATA2 YANG TEPAT
KARENA AKU SEDANG MEMBUAT FF DARI FANVID
FANFICTION VIDEO DIUBAH MENJADI FANFICTION WRITING
SEMOGA BAHASA YANG KU GUNAKAN JELAS HEHE
########################################################################
########################################################################
MISTAKE& LOVE
Cast
- Kim Heechul
- HanGeng
- Choi Siwon
Other cast
- Lee Hyukjae
- Lee Donghae
- Leeteuk
- Jungmo
(real story belong to LadyVampAsia)
########################################################################
########################################################################
Setelah Heechul sudah sedikit lebih tenang, dia tersentak menjauh dari pria yang memeluknya tadi. Hangeng menatapnya khawatir.
"Kau tak seharusnya berada disini," bisik Heechul, dia menunduk. "Kau tidak seharusnya melihat…."
"Lihat apa?" tanya Hangeng lembut. "Melihat bahwa kau sedang bercinta dengan pria berambut pink itu?"
"Ya…"jawab Heechul, Hangeng berbalik menatap Jungmo. Jungmo memberikannya pakaian untuk Heechul.
"Apakah dia menyakitimu, Heechul-ah?" Hangeng memberikannya pakaian. "Kau menangis dan memohon kepadanya untuk berhenti. Apakah dia memaksamu?"
"Tidak, dia tidak menyakitiku." Heechul mencoba menatap Jungmo yang kini tengah berpakaian. "Darimana kau tahu aku ada disini?"
Sebelum sempat Hangeng menjawab, Jungmo memotong perkataannya. "Aku yang menghubunginya lewat ponselmu, Heenim."
"Kenapa kau melakukan itu, bubblegum?"
"Aku hanya tak suka melihatmu terluka, sudah beberapa hari ini kau selalu menangis. Aku tahu kau merindukan pria china mu,"
"Mengapa kau menangis?" tanya Hangeng khawatir
"Karena aku mengingatmu!" teriak Heechul. "Aku mengingat dirimu, semuanya tentangmu."
"Dan apa yang kau rasakan sekarang?"
"Menyesal," bisik Heechul. "Malu…dan aku merasa kotor,"
"Apa yang terjadi padamu, Heechul-ah?" Hangeng tersentak, "Kau bukan orang yang aku kenal. Siapa kau?!"
"Heenim…"gumam Heechul, suaranya terdengar menyedihkan, bahkan untuk dirinya sendiri
"Apa?"
"Sudahlah," Heechul mendorong Hangeng pelan menuju pintu. "Pergilah, kau tidak seharusnya disini."
"Heechul…"
"Apa yang telah kulakukan selama ini kau selalu memaafkannya, tidak perduli seberapa besar itu kau selalu memaafkanku." Heechul mengoceh, "Ini adalah apartemen bubblegum, kau sudah seharusnya kembali ke apartemenmu. Kau tidak perlu menemuiku lagi, pria china."
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu,"
"Apa kau akan berdiri disana dan memaafkan apa yang kau lihat tadi?" Heechul gusar.
"Ya, itu benar." Hangeng setuju. "Aku menghabiskan waktuku di Seoul hanya untuk memikirkanmu, bagaimana keadaanmu, apa kau makan dengan baik, apa kau berhenti minum, apa ada yang mengganggumu atau tidak. Apa dengan semua yang kulalui aku akan meninggalkanmu lagi?"
Suara Hangeng perlahan naik. Wajahnya memerah, tangannya terkepal dan dia tampak seperti hendak memukul seseorang. Heechul mundur perlahan mendekati bubblegum. Dia pernah melihat pria marah sebelumnya. Dan itu akan berakhir dengan kekerasan.
"Aku membiarkanmu datang ke New York dan tinggal di apartemenku. Aku memberimu uang dan kesempatan untuk melarikan diri dari rasa sakitmu. Tapi kau tidak menghargai itu!" Hangeng berteriak. "Hal pertama yang kau lakukan ketika tiba disini adalah mabuk dan hilang entah kemana. Kemudian kau mulai tidur dengan pria lain hanya demi uang?! Kau mengecewakanku! Kau tahu itu?!"
"Kita tidak berkencan, jadi aku berhak melakukan apapun!"
"Setelah semua yang kau lakukan, kau masih saja keras kepala," Hangeng menatap Heechul tak percaya. "Aku memberikanmu kepercayaan dan kau menghancurkan semuanya!"
"Baik, aku salah!" Heechul menjerit. "Aku tahu aku salah, aku melakukan hal yang tidak seharusnya kulakukan. Aku sampah. Aku tahu aku menyakitimu. Aku tahu!"
"Apakah kau menyesal?"
"Aku tidak pernah menangis tanpa alasan sebelumnya, pria china," jawab Heechul. Tubuhnya merosot ke lantai, dia gemetar dan suaranya terisak. "Aku tidak akan meminta maaf padamu karena aku tahu itu tidak ada gunanya. Yang bisa kulakukan sekarang adalah memintamu pergi dan meninggalkanku sendirian, aku akan berhenti menyeretmu dalam masalahku,"
"Aku tidak akan meninggalkanmu, Heechul-ah." Hangeng meyakinkan, suaranya terdengar lebih lembut setelah melihat air mata Heechul yang mengalir di pipinya. "Aku memang marah kepadamu, tapi ada rasa yang jauh lebih besar dari rasa marahku."
"Aku tidak apa-apa, bubblegum bisa menjagaku," Heechul bergumam
"Aku tidak ingin kau berada di dekat pria ini," Hangeng menatap Jungmo tajam
"Kau tidak bisa memberitahuku apa yang harus kulakukan dan apa yang tidak, pria china."
"Tidak, aku bisa." Hangeng mengakui. "Aku hanya berharap bahwa kau akan berpikir tentang semua yang sudah kau lakukan. Kau harus berhenti menyalahkan segalanya hanya karena kesakitan masa lalu, kau harus mengambil tanggung jawab,"
"Jangan menguliahiku soal tanggung jawab!" Heechul berteriak sambil mendorong Hangeng keluar dari apartemen Jungmo. "Ya, aku kacau! Aku akui itu!"
Hangeng membanting pintu untuk menutupnya. "Aku tidak akan pergi dari sini tanpa membawamu pulang, Heechul-ah."
"Kenapa?" Heechul bentak. "Aku bukan orang yang baik untukmu, pria china."
"Pertama, aku merasa kau tidak akan tinggal lama dengan pria itu," Hangeng menunjukkan. "Kedua, kau tidak bisa terus tinggal disini dan menyusahkan pria itu. Dan ketiga, apakah Heebum akan nyaman tinggal disini bersamanya?"
"Heebum?" Heechul mengulani, matanya tak berkedip
"Aku pikir dia merindukan pemiliknya, makanya aku membawanya kemari," Hangeng menjelaskan, dia membuka pintu apartemen Jungmo dan memanggil Heebum. "Heebum-ah,"
"Heebum-ah~" Heechul merengek melihat kucing berwarna abu-abu muncul dari balik pintu dan melesat ke pelukannya. "Heebum-ah, apa pria china itu merawatmu dengan baik? Dia memberimu makan dengan rutin?"
"Jadi, apa kau akan pulang bersamaku, Heechul-ah?"
"Aku rasa begitu," keluh Heechul, dia berjalan menghampiri Jungmo. "Bubblegum, maaf, aku harus pulang sepertinya. Aku akan datang lagi kemari nanti."
"Aku mengerti, Heenim." Jungmo tersenyum manis. "Pulanglah, kita bisa bertemu lagi lain waktu,"
Heechul keluar dari apartemen Jungmo dan berjalan mengikuti Hangeng. Hangeng menghentikan taksi dan mengajak Heechul masuk ke dalamnya.
"Hanya karena aku mengajakmu pulang, bukan berarti aku memaafkanmu," ucap Hangeng. "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan padamu sekarang."
"Maksudmu?"
"Aku tidak tahu apakah aku harus mengirimmu kembali ke Seoul, atau memberikanmu kesempatan kedua." Hangeng menjelaskan. "Kau menyakitiku, Heechul-ah. Aku tidak yakin aku bisa memaafkanmu dengan mudah."
########################################################################
########################################################################
Heechul menghabiskan malamnya dengan duduk di teras dengan Heebum yang meringkuk dalam pelukannya, sementara Hangeng membereskan pakaiannya dan mengabaikan Heechul. Hangeng bersikap dingin kepadanya sedari tadi. Dia tahu bahwa kesalahannya takakan dimaafkan Hangeng, mungkin besok Hangeng akan mengembalikannya ke Seoul, bukan itu yang Heechul takutkan, dia takut bahwa Siwon akan menunggunya dibandara untuk membunuhnya.
Heechul mengambil ponselnya dari saku celananya, dia memencet nomor dan mulai menelpon seseorang.
"Hai, bubblegum," Heechul berbisik sambil cemberut. "Pria china mengabaikanku, dia dingin kepadaku,"
"Aku tahu," jawab Jungmo. "Dia hampir memukulku tadi,"
"Hannie tidak ingin aku berada di sekitarmu. Dia mengira kau membawa pengaruh buruk padaku,"
"Aku mengerti," Jungmo menghela nafas. "Maaf, aku memberitahunya soal dirimu tanpa sepengetahuanmu, aku tak tahan melihatmu menangis setiap kita selesai melakukan hubungan,"
"Aku menyukaimu, bubblegum. Tapi hanya sebatas teman, kau orang yang menarik, aku senang bisa mengenalmu. Tapi aku lebih menyukai Hannie, dan aku tak mau menyakitinya lagi."
"Aku setuju, tapi apa itu berpengaruh pada pekerjaanmu ditempatku? Jika kau masih ingin kita berteman, toko ku terbuka untukmu, Heenim."
"Jangan panggil aku Heenim lagi," koreksi Heechul. "Panggil aku Heechul,"
"Akhirnya kau kembali, Heechul-ah," Jungmo tertawa.
"Aku tidak berpikir Hannie akan memberikanku uang setelah apa yang telah aku lakukan kepadanya. Aku sudah sangat beruntung jika dia tetap membiarkanku tinggal dengannya."
"Kau bisa datang ke tempatku jika kau diusir dari sana," Jungmo menawarkan. "Apartemenku kecil, tapi ada cukup ruang untuk kita berdua,"
"Kau merayuku, bubblegum?" Heechul cemberut. "Aku harus mencari cara agar Hannie tidak mendeportasikanku,"
"Apakah kau sudah meminta maaf?"
"Kim Heechul tidak pernah meminta maaf," Heechul sedikit berteriak. "Aku tidak akan meminta maaf atas kesalahan yang tidak disengaja."
"Tidak disengaja?" Jungmo mengulang. "Aku pikir kau sadar saat terakhir kali kita melakukannya di dapur,"
"Aku harus menutup telponnya, aku akan melihatmu besok." Heechul menutup ponselnya dan mendesah melihat Hangeng membawakan selimut hangat kepadanya.
"Aku membawakanmu selimut," bisik Hangeng, dia menatap Heechul lembut dan menyerahkan selimut bulu merah kepada Heechul. "Dengan siapa kau bicara?"
"Bubblegum," jawab Heechul, dia mengambil selimut dan mengalungkannya diatas bahu. "Dia ingin memastikan bahwa kau tidak membunuhku. Dia juga ingin tahu apakah aku datang bekerja besok,"
"Bekerja?"
"Iya, aku bekerja di sebuah toko buku."
"Apakah kau masih akan tidur dengannya?" tanya Hangeng, ada kepedihan di matanya
"Tidak," Heechul meyakinkan, hatinya sakit karena melihat ekspresi sedih di mata Hangeng. "Apa yang kulakukan disini memang bodoh. Aku akui itu. Aku juga mengerti kalau kau tidak akan pernah menyentuhku lagi. Kau memiliki hak untuk marah dan membenciku, Hannie."
"Heechul-ah,"
"Aku hanya menunggu waktu untuk keputusanmu,"
"Keputusan apa?" Hangeng bertanya, dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Heechul.
"Keputusanmu untuk memulangkanku ke Seoul."
TO BE CONTINUED...
Heemalbub /Chocoball Sun Hi
########################################################################
########################################################################
