CHAP 11 (9'-')9
INI LUMAYAN PANJANG LAH~
SEENGGAKNYA, GUE BIKIN HEECHUL DI JUTEKIN HANGENG HAHAHAHAHAHAHAHAHA
########################################################################
########################################################################
MISTAKE & LOVE
Cast
- Kim Heechul
- HanGeng
- Choi Siwon
Other cast
- Lee Hyukjae
- Lee Donghae
- Leeteuk
- Jungmo
(real story belong to LadyVampAsia)
########################################################################
########################################################################
Lampu neon dari toko Jungmo menerangi mata Heechul. Dia berdiri melayani beberapa pelanggan wanita yang genit. Toko Jungmo kini naik pesat dan selalu penuh. Jungmo mengatakan itu semua karena Heechul.
"Bagaimana dengan pria china mu?" tanya Jungmo
"Tidak seperti yang aku harapkan," jawab Heechul sambil menghela nafas panjang. "Kami tidak berbicara satu sama lain."
"Dia tahu kita tidak akan tidur bersama lagi kan?" tanya Jungmo
"Aku sudah mengatakannya, tapi aku tidak yakin apakah dia mempercayaiku atau tidak," jawab Heechul. "Aku benar-benar mencoba tidak akan mengulanginya lagi, bubblegum. Aku hanya ingin dia tahu hal itu."
"Apakah kau benar-benar ingin bersama dengan Hangeng atau karena kau tidak ingin dipulangkan ke Seoul?"
"Keduanya," Heechcul mengaku. "Aku benar-benar mencintainya. Sudah sejak lama aku tidak merasakan cinta, tapi sekarang aku bisa jatuh cinta karenanya. Walaupun Hannie membuangku dan melempar ku pergi menjauh, atau dia menghancurkan hatiku, aku tetap masih ingin bersamanya. Apakah itu masuk akal bagimu, bubblegum."
"Ya." Jungmo mengangguk, "Apakah kau mengatakan hal itu ke Hangeng?"
"Tidak, aku tidak akan membiarkan diriku yang memulai pembicaraan. Aku menghabiskan malamku di teras bersama Heebum." Heechul menjelaskan, "Aku sudah tidur disofa. Dan aku mengatakan terserah akan keputusannnya, mau melanjutkan hubungan ini atau tidak. Aku tidak mau menjadi orang yang melakukan langkah pertama kali. Dia yang harus memulainya duluan."
"Mungkin dia menunggu permintaan maaf mu? Mungkin dia ingin kau tahu betapa seriusnya dia kepadamu,"
"Atau….dia menyiksaku dengan sengaja." Heechul gusar, "Argh~ cinta ini terlalu rumit."
"Dia datang lagi," keluh Jungmo setelah melihat pria berwajah manis masuk ke tokonya dan tersenyum kepadanya.
Heechul melihat pria itu masuk dan menghampiri Jungmo lalu memberikan kecupan di pipi Jungmo.
"Bagaimana kabarmu, Momo?" tanya pria itu dengan senyum. "Aku merindukanmu show di club,"
"Aku sedang tahap membuat lagu," jawab Jungmo, wajahnya memerah saat berbicara dan menatap pria di hadapannya. "Bagaimana grup kita, Jay-ah?"
"Seperti biasa…" kata Jay sambil mengangkat bahu. "Aku butuh satu penyanyi lagi untuk mendampingimu bermain gitar. Dan siapa pria cantik ini?"
"Jay-ah, ini Kim Heechul." Jungmo memperkenalkan, "Heechul baru saja pindah ke sini, dia dari Seoul."
"Sangat menyenangkan bertemu dengan mu, Heechul-ssi." Jay bersalaman dengan Heechul.
"Ya," jawab Heechul dengan mengedipkan mata.
"Dia bisa bernyanyi juga," Jungmo menambahkan
"Sempurna!" Jay berseri-seri
"Mengapa kalian berdua menatapku seperti itu?"
"Jay pemilik club di sini, letaknya tak jauh dari apartemenku," Jungmo menjelaskan,"Dia sering mengundangku untuk tampil di club nya,"
"Ah~dan kalian adalah…" Heechul menambahkan, membuat wajah Jungmo memerah dan Jay tertawa.
"Seperti itu lah~" Jay mengaku dengan mengedipkan mata. "Tapi dia sekarang menjauhiku. Tapi aku tahu dia merindukanmu,"
"Kau berselingkuh dengan wanita bayaran itu," Jungmo mengerang. "Dan aku tidak mau membahas hal itu."
"Jadi, apa yang kalian ingin katakan? Kalian ingin aku bernyanyi?"
########################################################################
########################################################################
Malamnya, seperti biasa, Heechul duduk di teras dan memeluk Heebum. Dia meminum segelas susu hangat, dia sedang berpikir tentang tawaran Jay.
"Jika aku bernyanyi dengan bubblegum, mungkin akan menyenangkan," kata Heechul senang. "Bagaimana menurutmu, Heebum-ah? Aku harus melakukannya?"
"Makan malam siap," suara Hangeng mengagetkannya. "Kau tak mau masuk untuk makan malam, Heechul-ah."
"Pria china, aku punya ide." Heechul berdiri dari duduknya dan berbalik menghadap Hangeng. "Aku ingin pergi berbelanja. Dimana tempat yang baik?"
"Mengapa kau ingin berbelanja?" Hangeng bertanya
"Aku akan menyanyi, jadi aku perlu baju baru dan bagus." Heechul menyatakan sambil mendorong Hangeng melangkah ke meja dapur. "Ada tawaran dari sebuah club, aku diminta bernyanyi disana setiap akhir pekan."
"Kau bukan penyanyi," Hangeng mengikuti Heechul ke dapur dan duduk berseberangan satu sama lain di meja dapur.
"Saat aku tinggal dengan bubblegum, aku bernyanyi sedikit untuknya dan menurutnya suaraku tidak jelek."
"Kau akan bernyanyi dengan pria berambut pink itu?" Hangeng mempertanyakan, matanya menyipit
"Dengar, Jungmo adalah orang pertama yang ku kenal di New York. Aku mencoba menjadi setia kepada satu orang, kepadamu. "Heechul menjelaskan. "Aku mencoba untuk memperbaiki diri sendiri, jadi tolong jangan menatapku seperti aku akan mengkhianatimu lagi."
"Aku tidak tahu apakah aku memiliki kepercayaan untukmu, Heechul-ah."
"Aku mengerti," kata Heechul dengan nafas panjang.
"Kenapa tiba-tiba kau ingin menjadi penyanyi?"
"Aku hanya ingin berhenti minum alkohol dan mencoba sesuatu hal yang baru dengan bernyanyi. Mungkin aku akan merasa nyaman dan tenang, bernyanyi bisa membuatku bahagia."
"Pernahkah kau berpikir tentang terapi? Mungkin dengan terapi kau bisa berhenti minum,"
"Terapi membutuhkan uang, aku tidak bisa membayarnya."
"Aku akan membayarnya,"
"Aku tidak bisa meminta mu untuk melakukan hal itu Hannie,"
"Aku ingin." Hangeng mengulang kata-katanya dengan nada tegas
"Kenapa? Setelah semua yang sudah kulakukan…."
"Karena kau orang baik, Heechul-ah," sela Hangeng. "Dan aku mencoba merubahmu menjadi lebih baik."
"Apakah itu berarti kau sudah memaafkanku?"
"Aku akan mencobanya," Hangeng menjelaskan. "Pergilah terapi, pergi bekerja dengan baik, dan berhenti minum terlalu banyak. Jika anda melakukannya, aku akan memaafkanmu, Heechul-ah."
"Aku akan tetap bernyanyi dengan bubblegum," Heechul menambahkan. "Bahkan jika kau tidak menyukainya,"
"Aku tidak menyukainya dan aku tidak akan memaafkan hal itu." Hangeng membantah.
"Jika kau tetap seperti ini, lebih baik kirim aku kembali ke Seoul!" teriak Heechul, dia berdiri dari duduknya dan melempar garpu. "Aku menghabiskan waktuku dengan pria yang mempercayaiku, dia seorang pria yang menuduhku terus-terusan bahwa aku tidur dengan pria lain hanya karena aku dekat dengannya. Kau tahu kenapa aku kesal dengan semua ini? Aku tidak mau terus-terusan begini dan melihatmu berubah menjadi Siwon! Apa kau sadar itu?!"
"Aku tidak akan pernah menjadi seperti Siwon!" Hangeng mengepalkan tangannya dan menghantam meja dengan keras hingga terlihat memar di buku-buku jarinya. "Aku tidak pernah bermimpi untuk menyakitimu! Aku mengkhawatirkanmu karena kau ceroboh! Kau selalu salah menempatkan dirimu jika sedang berada dalam masalah! Aku cemas karena aku mencintaimu!"
"Kau mencintaiku?" tanya Heechul. "Ku pikir kau membenciku,"
"Ya,aku membencimu, aku…aku hanya…" Hangeng tergagap. "Aku membencimu karena aku jatuh cinta padamu dan kau malah menyakitiku. Aku membiarkan diriku terus mencintaimu dan mengetahui bahwa kau sama sekali tidak memperdulikan perasaanku. Aku merasa seperti orang bodoh."
"Kau tidak bodoh, Hannie. Aku yang bodoh." Heechul berjalan menghampiri Hangeng dan memegang tangannya yang memar karena meninju meja. "Aku bodoh karena aku tidak bisa melihat hal yang baik didepanku. Aku hanya melihat masa lalu dan keegoisanku, aku menyadarinya begitu lama bahwa aku kini tengah menyakiti hati seseorang yang aku cintai."
"Seseorang yang kau cintai?" Hangeng mengulangi.
"Seseorang yang aku cintai," Heechul menghela nafas. "Aku minta maaf bahwa aku sudah menyakitimu, Hangeng. Aku mencintaimu, tapi aku tidak pernah meminta maaf kepadamu. Aku mencintaimu karena aku ingin berubah dan menjadi lebih baik. Aku ingin berubah bukan karena diriku sendiri tapi juga karena mu. Aku mencintaimu karena…."
Kata-kata Heechul terputus saat Hangeng mencium lembut bibirnya. Ini adalah kontak fisik pertama mereka setelah lebih dari 1 bulan. Heechul mulai meraih kancing kemeja Hangeng dan membukanya satu-persatu.
"Tidak," Hangeng tersentak dan menghentikan ciuman mereka, dia melangkah mundur. "Aku masih belum memaafkanmu, Heechul-ah. Aku tidak bisa melakukan ini….aku…."
Heechul berusaha menahan air matanya. Meskipun dia tahu bahwa Hangeng mencintainya, dirinya tetap saja sakit saat Hangeng menolak dia menyentuhnya.
"Aku akan keluar," Heechul bergegas menuju pintu. "Aku tidak bisa bernafas."
########################################################################
########################################################################
"Jadi, bagaimana diriku?" Heechul bertanya sambil melangkah keluar dari ruang ganti, mengenakan setelan celana biru kotak-kotak dan kemeja motif flower berwarna pink.
"Kau tampak seperti ahjussi mesum," Jungmo tertawa dari tempat duduknya di luar ruang ganti. "Coba yang lain."
"Aku tidak tahu apakah aku harus," Heechul berpendapat saat dirinya tengah bercermin dengan setelan celana merah kotak-kotak dan jas merah neon. "Hannie tidak akan menyukainya."
"Harusnya kau menuruti kekasihmu, dia hanya takut kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri,"
"Aku tahu," Heechul mengaku dengan nafas panjang, dia melepaskan jas nya dan kaos putihnya, menggantinya dengan pakaian lain. "Aku hanya tidak mengerti, bubblegum. Akhir-akhir ini Hannie sangat possesif. Ini mengingatkanku akan masa lalu ku yang menyakitkan."
"Apa yang terjadi dengan punggungmu? Aku tak menyadarinya saat kita tidur bersama dulu, tubuhmu penuh bekas luka dan memar yang memudar," tanya Jungmo saat dia menatap punggung Heechul
"Ya, ini mantan ku yang melakukannya, Siwon-ah," keluh Heechul. "Dia selalu memukulku ketika dia mabuk, terakhir kali dia mencoba mencekik ku sampai mati."
"Apakah kau melapor ke polisi?"
"Tidak, mereka takkan melakukan apa-apa, alasan aku melarikan diri ke New York karena Siwon-ah, jika dia tahu keberadaanku, dia akan membunuhku."
"Tidak. Selama ada aku, dan juga kekasihmu, pria china itu."
"Aku juga berpikir begitu, tapi saat ini Hannie marah padaku,"
"Apakah pria china mu akan datang ke perform mu hari sabtu nanti?" tanya Jungmo
"Aku tidak tahu," jawab Heechul dia memakai setelan celana dan jas bermotif flower dengan warna soft. "Hannie tidak menyetujui aku bernyanyi. Dia pikir itu adalah lingkungan buruk bagi ku,"
"Karena penuh dengan bau alkohol?" Jungmo tertawa kecil. "Dia pikir kau akan mabuk dan tidur dengan pria lain,"
"Ya, seperti itu,"
"Tenang saja, jika ada yang berani menyentuhmu disana, aku akan menghajarnya." Heechul membuka pintu ruang ganti dan muncul dengan pakaian barunya. "Wow~kau…cantik…a..ahh maksudku, kau sempurna."
Jungmo melihat Heechul dengan setelan celana merah dengan jas serupa dan kaos putih didalamnya.
"Berhenti menatapku seperti itu, bubblegum. Tidak ada yang bisa kuharapkan dari pakaian bagus ini tanpa ijin dari Hannie." Heechul melihat dirinya dalam cermin dan berpose. "Aku terlihat sempurna,"
"Kau akan terkenal, Heechul-ah,"
########################################################################
########################################################################
Malamnya ketika Heechul kembali dari belanja, dia melihat apartemennya kosong. Ada catatan kecil di meja dapur, disitu dikatakan bahwa Hangeng akan pulang telat karena ada pertemuan bisnis di kantornya.
"Dia tidak akan memaafkanku, Heebum." Heechul berbicara kepada kucing abu-abunya yang meringkuk di sofa. "Aku mencintainya, aku…."
Kata-kata Heechul terhenti saat ponselnya berdering. Dia mengambilnya dari meja dapur dan tersenyum saat melihat nama Eunhyuk ada di layar ponselnya.
"Halo,"sambut Heechul riang.
"Hyung," suara Eunhyuk terdengar panik. "Hyung, kau dimana?"
"Aku baik-baik saja, Hyukkie. Jangan panik."
"Sudah lebih dari satu bulan dan hyung bahkan tidak menelponku sama sekali,"
"Aku di New York dengan pria china," Heechul mengaku. "Dan aku tidak akan kembali ke Seoul."
"New York!" Eunhyuk berteriak di telepon. "Hyung meninggalkan Seoul tanpa memberitahuku?"
"Aku pergi setelah Siwon meniduriku,"
"Hyung tidur dengannya lagi?"
"Aku terpaksa, daripada aku mati dicekik olehnya." Heechul mendesah. "Hannie mentransferku ke New york agar lepas dari bajingan Siwon dan tidak akan kembali ke Seoul atau aku akan dibunuh oleh Siwon."
"Aku mengerti hyung, setidaknya aku dapat ucapan selamat tinggal."
"Maafkan aku, Hyukkie. Aku merindukanmu." Heechul meyakinkan temannya. "Apakah Siwon menanyakan soal diriku?"
"Setiap hari." kata Eunhyuk dengan nafas panjang. "Dia terus memohon kepadaku untuk mengatakan dimana dirimu, tapi aku bilang aku tidak tahu."
"Aku minta maaf, dia masalahku bukan masalahmu,"
"Aku bisa mengatasinya." Eunhyuk meyakinkan. "Jadi, apa yang telah kau lakukan di New York? Apakah kau hanya duduk di rumah dan menunggunya pulang kerja?"
"Tidak, aku dapat sebuah pekerjaan di sebuah toko," Heechul memberitahu Eunhyuk dengan nada gembira. "Aku juga akan bernyanyi di sebuah club bernama The Trax hari sabtu nanti."
"Kedengarannya menarik," Eunhyuk tertawa. "Aku yakin pria china itu senang."
"Hannie tidak menyukainya. Kami bertengkar." Heechul meratap. "Ini salahku sendiri sudah selingkuh darinya,"
"Kau sudah berada di New York selama satu bulan lebih dan kau sudah berselingkuh? Hyung, kau masih minum?"
"Aku tidak ingin membicarakan hal ini. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku aman dan aku baik-baik saja."
"Baiklah hyung," jawab Eunhyuk, "Aku harus pergi,"
"Hubungi aku kapanpun yang kau inginkan,"
"Oke," Eunhyuk setuju. "Selamat malam hyung,"
########################################################################
########################################################################
Semuanya sudah bersiap, tapi Heechul masih gugup di belakang panggung. Dia dapat mendengar bisikian-bisikan perfomer lain yang melihatnya. Dia memutuskan untuk menghubungi Hangeng.
"Aku akan tampil malam ini," Heechul memberitahu. "Ada undangan untukmu di meja dapur."
Hangeng tidak menjawab. Sudah seperti ini sejak seminggu. Hangeng selalu diam setiap Heechul berbicara dengannya. Kadang-kadang dia seperti berbicara dengan udara yang tipis.
"Pria china, kau mendengarku?" Heechul mencoba lagi sebelum dirinya naik ke panggung. "Apakah kau melihat undangannya?"
"Aku mendengarmu," jawab Hangeng. "Aku harap kau membatalkan pertunjukanmu."
"Apa masalahmu!" Heechul berteriak. "Aku sudah bilang aku akan melakukan ini. Aku menyukainya, Hannie,"
"Aku mengkhawatirkanmu."
"Aku sudah besar, pria china. Aku bisa mengatasinya."
"Aku pernah dengar kata-kata itu, dan biasanya sesuatu yang buruk akan terjadi."
"Lalu, datang ke klub dan pastikan tidak ada hal buruk yang terjadi," Heechul memohon. "Undanganmu terdapat alamat klub dan waktu acara. Aku akan mencarimu di antara keramaian, orang china. Aku harap aku bisa menemukan sosokmu disana. Ini penting bagiku. Aku ingin kau melihatku. Mau kah kau datang?"
"Tidak."
TO BE CONTINUED...
Heemalbub/Chocoball Sun Hi
########################################################################
########################################################################
