Cast : Kim JongIn, Oh Sehun, Xiao Luhan, Kim Minseok, Wu Yifan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun and other

Pair : KaiHun/SeKai

Genre : Romance, Drama

Rating : T

Disclaimer: Cerita murni milik saya, entah bagaimana Yesung memiliki saya LOL

Summary : Ketika dua seme dinikahkan dan ketika sang uke berhasil merebut dominasi malam pertama mereka. BL, MPREG, RnR. Kaihun/SeKai.

Warning : Sho-ai, MPREG, BL,BoyXBoy,Cerita aneh, OOC, Buruk, jelek, absurd, Alur ga jelas dan masih dalam pembelajaran, miss Typos

READ—REVIEW—DON'T BASH ME—PLEASE

Bel istirahat berbunyi beberapa saat lalu. Kini Jongin duduk di bangkunya hanya menghela nafas terus dan terus. Mungkin dia tak percaya pada mitos tentang 'menghela nafas' dan 'hilangnya keberuntungan'. Ya, sejak kapan kingka keren moderen anti kolot macam dia percaya hal-hal macam itu. Macam-macam. Jerk. Like Sehun.

Oh God! Kenapa Sehun lagi. Dan- kenapa guru gila itu lagi.

Menghela nafas

Lagi

Menghela nafas

Lagi

Harusnya dia percaya soal pembawa sial. Menurutnya guru jabrik itu kesialannya. Entah sejak kapan. Beberapa detik lalu mungkin.

"Hey Jong kau tak berniat ke atap?", suara berat Chanyeol menyela kegiatan menghela nafas tak pentingnya. Itupun kalau bernafas memang tak penting. Ckckck, pemikiran gila.

"Tidak!"

"Kenapa", Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, heran. Come On, seorang Kim Jongin berniat taubat? Kiamat.

"Malas"

"Wow! Keajaiban dunia ke-8!", Chanyeol memekik takjub, membuat pria hamil yang ada di depan kelas berdehem dengan suara tak kalah keras dan berat. Chanyeol nyengir.

"Ehm! Baiklah, karena Jung Yonghwa saenim sedang ada urusan, maka saya akan menggantikannya sementara waktu", desahan kecewa para siswi-siswi plus Jongin terdengar menggema. Minhyuk menyeringai, "kecewa eoh? Mangkanya jangan jadi penggoda suami orang", Jongin hampir muntah. Ingat soal dia ikut dalam desahan para wanita yang kecewa? LOL

"Kenapa buka Hyorin saenim saja?", pria sangar dengan dandanan emo menyahut. Para siswa mengangguk serempak beserta tampang mupeng mereka.

"Yang tertangkap diotak kalian nanti isi dadanya bukan isi papan tulisnya, dasar bocah mesum", Minhyuk mengelus perutnya lagi. Dia ingat soal hasil USG jenis kelamin calon anaknya (yaitu laki-laki) dan itu buruk kalau anaknya mirip murid-murid gilanya. Cukup papanya, jangan anaknya juga.

"Bagaimana kalau Victoria saenim saja?", kali ini wanita tampan. Amber.

"Aku tau kau mengincarnya"

"Kenapa bukan Sasuke saenim saja"

"Sadarlah kaliaann! Jangan terlalu banyak membaca komik!"

"Kaito Kuroba"

"Kau mau belajar mencuri?"

"Atau-"

Suara bocah itu (Chansung) tersangkut di tenggorokannya saat suara isakan terdengar menggema di kelas itu, "hiks kalian ti-hiks-dak ingin sae-hiks-nim hiks ajar? hiks baiklah tak hiks apa hiks sroot hiks", moodswing orang hamil.

hening

hening

Jonmyeon maju, mengelus pundak guru kesayangannya itu pelan. Iba juga. Tiba-tiba dia ingat ibunya di rumah, "uljima saenim, ssttt, maafkan kami. Kami tak bermaksud seperti itu".

" Be, benarkah hiks?", Minhyuk menghapus ujung mata berairnya dengan ekspresi menderita.

Joonmyeon mengangguk membuat guru itu langsung terpekik girang. Sekali lagi ku tekankan, moodswing orang hamil. Jadi, mohon dimaklumi.

"Saenim!", Chansung mengangkat tangannya. Seluruh perhatian langsung tertuju padanya, "saya cuma mau Tanya. Kenapa bukan Teo saenm saja yang mengajar?"

Kejadian selanjutnya begitu cepat saat deathglare seisi kelas mengarah kepada pria berperawakan tua itu ketika mata ang guru imut kta mulai berkaca-kaca, membuat Chansung terkapar begitu saja tak kuat. Sekolah macam apa ini sebenarnya?

$13 Is Ghazy$

Jongin membuka pintunya dengan Sehun dipunggungnya. Sehun mengeluh pusing dan mual saat istirahat ke dua tadi yang mau tak mau membuat Jongin semakin terpuruk. Dia takut Sehun benar-benar hamil. Andai Luhan tadi ada, mungkin dia sudah bertanya pada guru sekaligus calon kakak iparnya itu. Sayangnya pria androgini itu sedang keluar tadi. Kencan mungkin. Ah! Sial sekali.

Pria tan itu menggeleng keras di depan pintu kamarnya dan Sehun. Entah sejak kapan ia sampai di sini. Menghela nafas sekali lagi, ia mendorong pintu itu. Memasuki kamar kecilnya dan menurunkan Sehun yang sejak tadi tidur di punggungnya. Pria sexy (masih Jongin yang mengakuinya) itu merebahkan tubuh Sehun. Dia memperhatikan wajah pucat Sehun yang semakin pucat. Tangannya menyeka keringat di dahi pria dingin itu lembut. Lagi-lagi dia menghela nafas. Tangan yang semula berada di dahi turun ke perut rata istrinya itu, "aku akan jadi ayah?", bisiknya pada dirinya sendiri, "yah setidaknya bukan aku yang hamil", tertawa nista, ekspresi nenek sihir. Dan pria itu melucuti seragam Sehun dan menggantinya dengan baju rumahan sebelum memilih keluar dan membuat makanan. Sehun yang tingginya setara dengannya memang berat dan itu melelahkan serta membuatnya lapar.

$13 Is Ghazy$

Sehun membuka matanya pelan, lalu mengedarkan panangannya ke penjuru ruangan. Kamarnya. Pria itu menggeliat tak nyaman saat tubuhnya serasa sakit semua. Dia masih ingat bagaimana pagi tadi dia bangun tanpa busana beserta hole yang memerah perih. Sial. Mana dia bangun dalam keadaan tiduran di lantai lagi. Jongin meninggalkannya setelah menyetubuhinya. Sungguh dia merasa seperti dilecehkan istrinya (Sehun belum menerima takdirnya sebagai uke Jongin) sendiri. Harga dirinya yang setinggi langit itu terinjak dengan mudah. Si ultimate seme sepertinya tak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini! Mentang-mentang dia yang disuruh jadi istri lalu Jongin bisa semena-mena. Ingatkan Jongin bahwa si sangar nan imut TOP itu mantannya. Ingatkan dia kalau kalian bertemu pria liar itu. Kalau sudah begini. Apa kata Ren yang merupakan mantan uke tercantiknya? Apa kata Yongguk yang merupakan mantan uke yang benar-benar tersangarnya? Apa kata dunia yang kejam ini?

cklek

Kini atensi Sehun beralih pada Jongin yang berada di ambang pintu beserta nampan ditangannya. Kesal sekali dia melihat wajah sok polos itu. Hasrat ingin mencakarnya naik dengan dramatis, sedramatis saat dia loncat dari ranjang dan benar-benar mencakar wajah idiot Jongin.

"Yakk! Apa yang kau lakukan cadel!", Jongin berjalan cepat kearah nangkas dan meletakkan nampan yang dibawanya. Tangannya beralih pada pipinya yang merah kemudian. Kuku Sehun benar-benar setajam silet.

"Kau! Kau-humb", protesan Sehun berhenti saat rasa mual menguasainya. Tangan putihnya membekap mulutnya. Pria zombie itu langsung berlari ke kamar mandi, mengeluarkan isi perutnya yang nyatanya tak berisi apapun. Hanya cairan yang membakar tenggorokannya, asam lambung.

"Hey Sehuna, kau baik-baik saja?", Sehun bisa merasakan nada khawatir itu, jangan lupa tengkuknya yang dipijit lembut.

Jongin itu sebenarnya punya tingkah manis, sayang bar-barnya mendominasi. Menyebalkannya tidak ketulungan. Jiwa idiotnya disimpan lalu dibagi-bagi. Ugh, kalaupun dia rela jadi uke, dia akan memilih iklhas jika semenya itu ibu tirinya Jongin saja. Ups, Sehuna~ kau terlalu banyak bicara.

Sehun mendudukkan tubuh lemasnya di samping kloset, tangannya terkulai di sisi tubuhnya, dan tubuhnya menyandar di tubuh Jongin. Sungguh tersiksa rasanya. Perutnya seperti dikocok, mual.

"Huna?", sekali lagi suara Jongin menyapa gendang telinganya. Dia sungguh tak sanggup bicara.

Sehun menghela nafas panjang, "ugh, aku mau tidur", lirihnya.

"Kau hamil ya?", tanya Jongin blak-blakkan.

Sehun melototkan mata sayunya. What? Hamil? Yang benar saja? Namun tak berselang beberapa detik Sehun menyeringai tipis. Otak liciknya langsung berada di mode on. Thanks for his king of devil mom.

Khe! Lihat, siapa yang akan jadi bayi cengeng setelah ini. Menangislah di ketiak ayahmu. Khekhekhe

"Kau, kau yang menghancurkan hidupku, keperawananku, sekarang perut sixpackku!", air mata buaya mengalir dari mata sipitnya, lalu memicing, "Akan kuadukan kau pada papa kalau kau menghamiliku diluar nikah!", Jongin sweetdrop.

"Kita sudah menikah Hun"

Sehun mengerjab. Sadar kata-katanya terlalu overact. Dia terlalu menjiwai, "iya itu maksudku", mikir, "tapi akan kuadukan karena kau menghamiliku sebelum kita lulus!".

Kali ini otak terbatas Jongin langsung tersambung, "jangan!", gelagapan, "aku, katakan apa maumu dan aku akan mengabulkannya".

Oh yea, apa katanya. Jongin itu kan penakut. Anak ayah sok kingka. Cih, pecundang.

"Perlakukan aku layaknya istri hamil pada umumnya"

Hening

Hening

Jongin melongo

Air Liurnya menetes

Tampang idiot mendominasi

Sehun menepuk jidatnya dan menggeleng dramatis, 'dosa apa sebenarnya diriku yang tampan ini'

"Ugh, maaf!", Jongin mengusap salivanya, membuat Sehun yang merosot di dadanya bergidik jijik, "baiklah, jadi-", Jongin mengarahkan tatapan lembut yang selangka badaknya kearah Sehun, "Apa yang harus kulakukan?"

Sehun berdebar. Wajah bijaksana Jongin itu yang terbaik setelah ibu mertua tirinya.

Ya Tuhan Ya Tuhan Ya Tuhan. Selamatkan jiwa semenya yang mulai luntur. Please.

"Te-mani aku ti-dur malam ini", Sehun mengumpat saat menyadari nada gugupnya. Lihatlah wajah heran Jongin yang semakin membuatnya menyesal sempat bicara.

Tapi akhirnya Jongin hanya mendesah pasrah. Dia memang berniat menjaga Sehun tanpa kelayapan malam ini. Lagipula dia malas keluar juga. Mau keluar juga kemana? Tidak ada lawan untuk balapan liar malam ini. Membosankan.

"Kau bisa berjalan sendiri?"

"Apa yang kau harapkan?", Sehun berujar sarkastis, "sebenarnya dimana kau letakkan otak kecilmu itu!", sadis, tapi itulah Sehun.

Jongin malas menghitung sudah berapa banyak ia menghela nafas frustasi hari ini. Tanpa banyak bicara, diangkatnya sehun dalam gendongannya. Dan itu berat. Mungkin beginilah rasanya jadi Luhan yang direngeki kakak rada tambunnya itu saat minta gendong. Ck, uke itu penyiksa.

Jongin melangkah keluar kamar mandi dan membaringkan kembali Sehun ke ranjang mereka.

Sehun sendiri memilih menyamankan posisinya. Terlebih tangan berandal yang biasa digunakan untuk menonjok orang itu entah bagaimana bisa terasa begitu hangan saat membelai kepalanya lembut.

Astaga! Astaga! Astaga! Kenapa Jongin begitu mengesankan hari ini.

Sehun mendongak saat tangan yang semula membelai lembut itu mengacak kecil rambutnya. Sehun bangkan bisa melihat sinar yang memancar dari arah belakang tubuh Jongin, lagi pula seyum itu. Menawan.

Sehun menggeleng keras. Dia rasa otak bermasalah Jongin telah menularinya.

"Hun- Sehun- KIM SEHUN!", Sehun terjengit mendengar namanya sebagai bahan teriakan.

"APA!", balasnya dengan nada tak kalah keras...

"Aish, kau ini kenapa? Apa kepalamu pusing?"

"Huh, apa?", Sehun memiringkan kepalanya tak mengerti.

"Kenapa kau geleng-geleng seperti tadi? Kepalamu pusing?",

"A..apa maksudmu?", Sehun gelagapan, "ahh! Aku ingin nasi goreng, buatkan sekarang!"

"Kenapa harus?", Sehun mendesah. Jongin telah kembali kemode iblisnya.

"Aku istri hamil"

Dan pada akhirnya malam itu Jongin jadi babu istri hamil. Kau tau. Pesuruh tak penting, seperti-

"Jong! Aku ingin melihatmu memakai gaun pengantinku"

"Jong! Aku ingin melihat badut"

"Jong! Pakailah daster bibi Jung"

"Jong! Kondemu tertinggal"

"Jong! Jjangmyeon rasa apel"

"Jong! Jus sawi"

"Jong! aku ingin melihat bra yang disembunyikan ayah di bawah kasurnya"

"Jong! Jongin! Jongin Baby! Jongin Chagiya! Jongin Yeobo bin Babo!"

-dan seterusnya sampai disinilah dia sekarang. Di depan rumah guru jabrik sialnya. Salahkan benda terkutuk yang dilihat mata sial istri hamilnya tadi siang.

Jongin menghela nafas panjang sebelum mengetuk pintu kayu itu dengan intonasi teratur dan wajar. Sedikit lama ia menunggu sampai akhirnya pintu itu terbuka, menampilkan tubuh topless guru manlynya yang bibirnya dipenuhi saliva. Apa dia mengganggu olahraga malam gurunya?

"Apa yang kau lakukan di sini?", nada heran dan mengancam terasa kental di pendengaran Jongin.

Jongin menggaruk tengkuknya canggung, "err.. itu saem. Saya ada urusan dengan Minhyuk saenim"

Yonghwa menaikkan sebelah alisnya, "tengah malam begini?", Jongin hanya nyengir.

Suami guru yang juga gurunya itu menghela nafas panjang sebelum membuka pintunya lebih lebar dan menyingkir memberi ruang, "masuklah".

"Terimakasih saem"

'Berandal juga bisa bertingkah sopan juga ternya. Cih, itupun kalau bisa dikatakan sopan', uri Yonghwa sedang mengumpat soal acara malamnya yang terganggu. Hihihihi

"Tunggu sebentar", Jongin hanya mengangguk dan memilih duduk di sofa terdekat saat gurunya itu mulai beranjak masuk ke ruangan yang lebih dalam.

Atensi Jongin beredar. Menikmati ruang minimalis yang ditempatinya. Nyaman. Dengan sofa bernada putih dan motif folkadot hitam. Pohon beringin bonsai di meja pojok ruanganengan setangkai dandelion dalam vas di sampingnya. Tembok berwarna peach cerah berpadu dengan gorden coklat muda dan pink. Terkesan ceria ditengah sifat terlampau girang guru anehnya yang malah menjurus ke suram nan mengerikan. Dan yang membuatnya tersenyun adalah foto pernikahan kedua gurunya itu yang terpasang besar di tembok tepat di depannya (posisi Jongin membelakangi pintu). Rasa hangat seketika menjalar di sekitar dadanya. Bukankah memang bagus jika di pasang di ruang tamu? Dan saat itu juga Jongin mengumpati Sehun yang dengan seenak jidatnya memindahkan foto pernikahan mereka ke toilet. Biar bisa menatap benda itu dengan penuh rasa lega katanya. Alasan macam apa itu? Dasar bocah es gila. Dan sialnya bocah itu istrinya sekarang. Tragis.

"Hey hitamdekilberdebulusuhdantidakhigienis, apa yang ingin kau bicarakan?", Jongin mendelik dengan alis berkedut. Menghina dengan sangat lancar bahkan tanpa spasi. Ck, keterlaluan.

"Bolehkah aku membeli manga naruto yang saem bawa tadi siang? Sehun menginginkannya", To the point dan pulang. Hanya itu yang ada di otak Jongin sekarang.

Minhyuk menaikkan sebelah alisnya, "kenapa harus?"

"Sehun ngidam dan dia menginginkan itu. Saenim taulah bagaimana rasanya ngidam. Jadi mohon dibantu", Jongin menunduk sekilas.

Minhyuk melongo. Yonghwa yang baru datang melongo.

"Apa? Kau menghamili Oh Sehun!/ Kau bisa memohon juga!", dua teriakan menggema. Tentu saja yang rada tidak penting terakhir dari Minhyuk. Kapan dia berujar dengan benar=,="

"Ah maksudku itu", Minhyuk nyengir.

"Jadi bolehkah?", Jongin mengeluarkan puppy eyes menggemaskannya (persepsi Minhyuk) yang cukup membuat Yonghwa terbirit ke kamar mandi untuk muntah.

Minhyuk berfikir dengan gaya menggemaskannya, membuat Jongin harapcemas, "eum...bagaimana ya".

"Aku bersumpah anakmu akan mirip denganku jika kau menolak"

Minhyuk terdiam sebelum akhirnya bangkit dan kembali dengan seeksemplar manga. Menyerahkannya ke Jongin kemudia lalu menyeret pria tan itu keluar rumahnya, "pulanglah".

BLAM

Slow motion angin akibat pintu dibanting di depan wajahnya membuatnya membeku. Seorang Jongin yang luar biasa tampan serta keren nan kece diusir dengan tidak terhormat? Kingka yang ditakuti para ketua gank sebelah sampai preman pasar diusir dengan nistanya?

ASTAGA ASTAGA ASTAGA! Adakah yang lebih buruk dari ini?

'Touch me more naru-chan'

Apa ini? Yadong yaoi? Seakan mendapat ilham dari guru jabriknya, otak kotor Jongin langsung bereaksi. Membayangkan istri hamilnya mendesah indah di bawahnya.

"Kau sesat saem-", menyeringai, "-dan terimakasih untuk idenya", lalu pria itu tertawa keras layaknya nenek lampir yang baru menemukan minisetnya yang hilang dicuri snow white.

$13 is Ghazy$

Jongin membuka pintu kamarnya dan mendapati Sehun tidur dengan tubuh telentang diagonal yang lebih tampak seperti penguasa kasur itu. Jongin mendesah lelah sebelum memilih untuk mendekati pria zombie itu dan membenarkan letak tidurnya agar lebih baik.

Kembali diperhatikannya wajah tidur Sehun yang begitu damai tapi mengerikan disaat bersamaan. Entah mendapat pemikiran dari mana, Sehun terlihat tampak seperti alien dengan mulut terbuka seperti itu. Ya, alien-nya.

Jongin membelai wajah Sehun pelan. Calon ibu dari anaknya. Dia tak berharap anaknya akan benar-benar menuruninya, tapi yang paling penting, Sehun harus menerima anak mereka dengan baik. Dia tak ingin hal yang menimpanya juga dirasakan oleh putra putrinya. Anak mereka harus hidup bahagia, ditengah senyum tulus kedua orang tuanya. Ya harus.

Jongin kemudian merunduk untuk sekedar mencium sekilas dahi Sehun, sebelum ikut merebahkan diri sekedar mengistirahatkan fisik dan mentalnya yang sedang diuji.

$13 is Ghazy$

Jongin menyusuri lorong sekolahnya. Menatap heran kearah para siswa siswi yang menatapnya dengan penuh nafsu seakan dia ini satu-satunya wanita atau pria yang tersisa di muka bumi ini. Jangan lupakan dengan cengiran lebar yang malah membuatnya merinding sana sini.

"Yoo Jong! Selamat ya, aku turut bahagia", Jonghyun menepuk pundak Jongin dan berlalu begu saja sebelum Jongin sempat bertanya ada apa sebenarnya.

Jongin menatap punggung Jonghyun yan semakin menghilang dan berhenti ketika tubuhnya ditarik dan terperangkap diantara tubuh besar Kris yang menghimpitnya, "apa yang sebenarnya kau lakukan eoh? KAU SUDAH GILA!"

Jongin berjengit saat Kris memekik tajam di depan wajahnya. Artinya ini benar-benar serius, "ada apa sebenarnya?", Jongin tetap menjaga suaranya agar tak terdengar terbata.

"Kau menghamili adikku? Kau cari mati?"

Jongin membeku. Dari mana kakak iparnya itu tau?

"Berita itu sudah tersebar luas Jong!", Kris kembali berteriak, menyadarkan Jongin dari bawah alam sadarnya.

Jongin menyentak tubuh Kris keras sehingga tubuhnya lolos dari belenggu Kris. Menatap pria itu dengan panjangan kosong sebelum melangkah pergi begitu saja. Meninggalkan Kris yang memanggil namanya an menyuruhnya berhenti. INI MASALAH!

TBC

A/N : GHAZY'S BACK! WOW! Jumlah reviewnya mengesankan. Astaga. Aku senang. Tapi, kayaknya pada bingung ya ini Kaihun atau Sekai? Ini SeKe sebenarnya. Jadi suatu waktu bisa ada moment SeKainya. Bagaimanapun Sehun kan mantan seme yang jadi uke, jadi yang begitulah. Ini FF Kaihun kok. Okay hanya segitu mungkin penjelasan dari saya, review lagi yang buanyaaaak. Hehehe. See you next time.

Thanks For:

Misaki Yumi, Sehunnoona, Mr. Jongin Albino, DarKid Yehet ,Daddykaimommysehun, Rainrhainyrianarhianie, Askasufa, Benivella, Kaifighter, InfinitelyLove, Jung Yeojin, Oracle88, DiraLeeXiOh, ayanesakura chan, BellaKyungsoo, Ranhwa19, SilverPearl03, 14Cho Ai Lyn, YoungChanBiased, SehunBubbleTea1294, kireimozaku, sayakanoicinoe, yehetmania, , chuapEXO31, jameela, suyanq, 94x94, Lulu Auren, KaiHunnieEXO, shimshimchwang, .7, baekiii.

Okay

Sign

Ghazy