Cast : Kim JongIn, Oh Sehun, Xiao Luhan, Kim Minseok, Wu Yifan, Park Chanyeol, ByunBaekhyun and other

Pair :KaiHun/SeKai

Genre : Romance, Drama

Rating : T

Disclaimer: Ceritamurnimiliksaya, entahbagaimanaYesungmemilikisaya LOL

Summary :Ketikaduasemedinikahkandanketika sang ukeberhasilmerebutdominasimalampertamamereka. BL, MPREG, RnR. Kaihun/SeKai.

Warning :Sho-ai, MPREG, BL,BoyXBoy,Ceritaaneh, OOC, Buruk, jelek, absurd, Alurgajelasdanmasihdalampembelajaran, miss Typos

READ—REVIEW—DON'T BASH ME—PLEASE

Sehun menatap kearah pintu di depannya dengan pandangan datar. Pintu dimana suaminya dan beberapa manusia dalam bidang penyembuhan berada. Tatapannya menerawang jauh ke beberapa waktu lalu saat kejadian itu hampir membuatnya mati berdiri, 'inikah hukuman yang kau katakan sebulan lalu?', ingatan saat Jongin bangun dari tidurnya sebulan lalu dan mencak-mencak dengan sumpah akan menghukumnya suatu saat nanti terputar di memorinya, membuat air mata yang sejak tadi ditahannya menetes seketika, 'aku hanya mengerjaimu, tapi kenapa balasanmu begitu menyakitkan', menghapus air mata yang merangkak semakin deras, 'dan kenapa rasanya begitu sakit melihatmu seperti itu? Kau curang Jong!'.

"Aku membencimu Kai!", Sehun mendesis membisik benci pada code name Jongin yang dirasanya bersalah. Karena kepribadian Kai yang begitu di bencinya. Ekspresi Kai, cara berbicara Kai dia sungguh membencinya. Saat Jongin menjadi Kai, semua seakan berubah layaknya seorang alter ego idiot yang lebih mengesalkan. Dia membencinya.

Selanjutnya Sehun bangkit dari duduknya membalik tubuhnya dan meninju tembok di depannya. Rasanya dia ingin berteriak saat menyadari bahwa Kai dan Jongin nyatanya satu orang yang sama.

$13 is Ghazy$

Flashback

Sehun mengerang menatap kearah cermin. Tangannya yang menadah air membasuh mulutnya. Atensinya beralih pada wastafel di depannya. Pikirannya melayang pada kesehatannya yang sedikit aneh. Entah kenapa belakangan dia suka muntah saat mencium aroma bubble tea, padahal minuman itu sudah seperti belahan jiwanya. Bahkan muntah setiap pagi rasanya sudah terasa seperti rutinitas pagi. Sebenarnya dia kenapa?

Sehun menghela nafasnya panjang sebelum melangkah keluar. Pria manis itu mengernyit menatap Kris, Baekhyun, dan Chanyeol yang tampak asik mengobrol. Sebenarnya bukan masalah bagaimana bisa mereka berkumpul di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung (itu hal yang terlalu wajar) melainkan dimana Jongin? Dia memang melihat Jongin berangkat sekolah dan menemukan bangku pria itu kosong, dia kira Jongin membolos bersama teman-teman dan kakaknya.

Detik berikutnya Sehun mengendikkan bahunya mencoba tak peduli. Berfikir positif, mungkin suaminya itu sedang ada urusan.

$13 is Ghazy$

Luhan menatap kearah novel ditangannya. Cerita romance murahan yang sengaja dibacanya untuk mencari inspirasi merayu baozinya.

Pria berwajah bak wanita itu bangkit lalu berlutut secara dramatis dengan ekspresi hiperbolisnya, "Andai aku bintang, maka kau adalah bulannya. jika kau bulan maka aku langitnya. Langit temaram yang menghancurkan hatiku!", dan nyatanya yang dibacanya adalah cerita yang malah terdengar aneh untuk contoh merayu.

"Kau sedang apa hyung? Latihan drama? Aktingmu berlebihan sekali"

SINGGG

Luhan menatap datar kearah Sehun yang memang sudah datar dari orok. Datar dan datar beradu, menciptakan suasana hening yang begitu mencekam. Bahkan Minhyuk lari dengan perut besarnya saat merasakan aura tak mengenakan dari ruang UKS yang dilewatinya.

"Matamu itu hyung", Sehun menunjuk tak sopan pada mata Luhan yang melotot nyaris keluar dari tempatnya.

Luhan menghela nafas, "apa yang kau lakukan disini? Bukannya ini waktunya Hyorin saenim di kelasmu? Kau tak ingin cuci mata heoh?", kemudian menyeringai, "oh aku tau! ku rasa Jongin saja cukup untuk membuat matamu bling bling setiap pagi"

Sehun masih dengan wajah datarnya, "Jongin topless itu bencana, apa kau tak tau itu".

Luhan melebarkan seringaiannya, "tapi kau suka kan?", merona, ayo merona Sehunaa dan~ Failed. Boro-boro merona tampangnya saja masih seperti orang pengen ditimpuk, 'huh! Heechul ahjusi dulu ngidam apa sih kok punya anak kayak gini'

Hening

Sehun masuk meninggalkan Luhan dengan ekspresi aneh dan memilih berbaring di salah satu ranjang terdekat, "aku bukan wanita yang suka merona hyung"

Luhan mem-poutkan bibir mungilnya dan menghampiri Sehun dengan sekali menghentakkan kakinya, "tapi kau uke Huna~", rajuknya dengan nada yang 'uke sekali'.

"Aku mantan seme"

Luhan kembali menampakkan seringaiannya, "jadi kau mengakui kalau kau uke-nya Jongin?"

Sehun diam, rupanya dia salah bicara. Brengsek, kenapa Luhan bisa memancingnya, "aku sakit hyung", pria zombie itu akhirnya mengalihkan pembicaraan. Dan itu berhasil mengingat Luhan langsung menampakkan raut khawatir.

"Ha? Sakit apa?", Luhan menempelkan telapak tangannya di dahi Sehun, dingin.

"Ya mana ku tau, mangkanya aku kesini", Sehun menepis tangan Luhan di dahinya, rasanya dia tak nyaman disentuh sedemikian rupa, "belakangan aku sering muntah, apalagi kalau sudah dekat-dekat dengan bubble tea. Aku juga merasa sering lemas tiba-tiba".

Luhan mengerjab, "apa kau juga sering menggigil tak jelas seperti orang demam?"

Sehun ikut mengerjab, "iya, sehabis muntah biasanya langsung terasa dingin".

Luhan menatap horor dan langsung mengambil stetoskopnya. Diarahkan benda bulat itu kearah perut bagian bawah lalu menekan-nekan daerah itu dengan tiga jari telunjuk, tengah, dan manis.

DEG

"Sudah berapa lama kau merasakan kejanggalan itu?"

"Aku tidak menghitungnya"

"Kapan kau berhubungan badan dengan Jongin terakhir kali?"

Sehun menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Luhan yang sedikit aneh, "ya yang sebulan lalu itu, itu yang terakhir dan aku tak pernah menyentuh si dekil itu lagi setelahnya"

Luhan menghela nafas lelah, "ku rasa kau harus ke dokter kandungan, aku merasakan benda asing di perutmu. Sepertinya kau hamil".

JDERRR

"Jangan bercanda!", Sehun langsung duduk dan menghardik Luhan dengan tatapan tak percaya.

"Aku serius!"

Hening..

Apa bencana kedua sudah dimulai. Ya Tuhan.

$13 is Ghazy$

XI-D begitu ramai siang ini. Wajar mengingat sekarang adalah menit-menit pergantian jam pelajaran. Belum ada guru masuk sejauh ini, itu artinya bebas, makmur, dan-"merdeka!", teriak Jonghyun entah apa maksudnya. Yang jelas mereka tampak seperti kumpulan makhluk sinting jika sudah dalam keadaan tanpa beban seperti ini.

Sama halnya dengan Joonmyeon yang merasa dirinya tertular sinting. Padahal biasanya paling tidak dia akan membaca ringan pelajaran yang akan diajarkan gurunya sebelum gurunya masuk, kenapa sekarang dia begitu bosan pada benda berbentuk balok tipis itu ya? Mungkin sudah waktunya bosan. Lho!

Pria manis itu menoleh ke samping kanan mendapati nerd yang merupakan teman sebangkunya tengah terkubur dalam dunia bukunya, "hey Jonghun-ah, apa kau tak bosan? Aku bosan sekali"

Jonghun atau tepatnya Lee Jonghun menoleh sekilas sebelum kembali pada deretan kalimat membosankan yang terasa mendidihkan kepala, "tidak", singkat, padat, dan menyebalkan.

Joonmyeon mempoutkan bibirnya sebelum memilih mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas. Pria imut itu menetapkan pandangannya pada sosok yang tengah meletakkan kepala di meja menghadap tembok itu, seketika senyum manis mengembang di bibir mungilnya.

Joonmyeon bangkit dari duduknya dan menghampiri sosok itu. Pria mungil itu kemudian duduk di sebelah pria yang dihampirinya yang memang kosong, "huna~", digoyangnya pelan bahu itu berniat mencari sedikit perhatian dari calon adik iparnya itu.

"Hn", Sehun hanya menggumam, masih pada posisi sama.

"Sehuna~", Joonmyeon masih belum menyerah.

"Pergilah".

Kali ini pria manis itu mempoutkan bibirnya, "jahat sekali, apa kau ada masalah?".

Sehun bangkit, membuat seulas senyum mengembang di bibir mungil Joonmyeon. Pria es itu menatap Joonmyeon dengan mata setengah terpejamnya, "masalahnya aku mau tidur".

Senyum di bibir Joonmyeon luntur sudah, "kau menyebalkan!"

"Hn", Sehun kembali meletakkan kepalanya ke meja (kali ini menghadap Joonmyeon) lalu menutup matanya lagi. Joonmyeon mengikutinya.

Hening

Tak ada percakapan selanjutnya, hanya keheningan yang tercipta seaka mereka terseret ke dalam kegelapan masing-masing. Sampai akhirnya Sehun membuka matanya dan menanggil Joonmyeon pelan. Joonmyeon sendiri hanya menggumam, hampir saja dia tertidur andai suara Sehun tidak memutuskan jalannya ke dalam mimpi indahnya.

Hening

Joonmyeon membuka mata merasa cukup menelan kesunyiannya dan mendapati Sehun yang menatapnya kosong, "hey", Joonmyeon mengguncang bahu Sehun pelan, sembuat pria itu sedikit tersentak, "ada apa?"

Sehun mengerjab, sesaat kemudian pria itu mengerling ke arah langit-langit kelas (tampak mempertimbangkan sesuatu), "tidak, tidak jadi"

Joonmyeon menukikkan alisnya dalam, sedikit heran, "ada masalah?", pria manis itu menyamankam posisinya sejenak.

"Lupakan saja", Sehun memalingkan wajahnya membelakangi Joonmyeon. Jujur, mentalnya terluka. Dia masih takut dan belum siap. Mungkin lebih baik dia berbicara pada Jongin saja dulu.

Joonmyeon mengendikan bahunya sekilas sebelum ikut memalingkan wajahnya membelakangi Sehun dan kembali melanjutkan tidurnya.

$13 is Ghazy$

Bel berdentang beruntun menandakan kegiatan belajar-mengajar telah berakhir. Joonmyeon membuka matanya perlahan, mendapati teman-temannya berhamburan dengan suara yang begitu ribut. Pria manis itu bangkit dari duduknya dan merenggangkan tubuh pegalnya. Pandangannya kemudian diarahkannya ke samping kiri untuk sekedar menemukan Sehun masih di tempat yang sama serta posisi yang sama.

"Nyenyak sekali", Joonmyeon menggoyang bahu Sehun dengan malas, sesekali mulut kecilnya menguap lebar, "Sehuna~ ayo pulang"

Tak ada respon

"Kim Sehun! Kelas sudah kosong ayo pulang", kali ini digoncangnya bahu itu sedikit keras.

Masih tak ada respon.

Joonmyeon mendesis, "bocah ini tidur atau mati sih"

PLAKK

"Hey Kim Sehun! Kau mau pulang atau tidak!", habis sudah kesabaran Joonmyeon.

"Ugh, lima menit lagi"

PLAKPLAKPLAK

"Arrggg... apa sih Joon! Itu sakit!", Sehun mengelus belakang kepalanya yang mendapat geplakan sadis bertubi-tubi.

"Salahmu! Kau itu sebenarnya tidur atau mati HAH! Lihat kelas sudah kosong!"

Sehun mengerjab menatap sekeliling dan benar, kosong. Tidak ada orang selain dirinya dan si pendek di sampingnya. Pria zombie itu menghela nafas panjang sebelum memungut tasnya dan mengalungkannya di pundaknya, "ya sudah, ayo pulang"

Joonmyeon mendengus sebelum beranjak mengambil tasnya. Setelah itu si mungil tersebut menghampiri Sehun dan menggandengnya, "kita ke parkiran dulu ya, Kris menungguku".

Sehun melirik sekilas dengan ekspresi datarnya sebelum menggumam tak jelas.

"Jongin membolos lagi hari ini, padahal sebulan terakhir dia tak pernah abstain. Apa menurutmu terjadi sesuatu?", Joonmyeon membuka perbincangan, dia tahu betul keheningan memuakkan akan tercipta kalau menunggu Sehun berbicara lebih dulu. Yea, couse it's an impossible thing.

"Mana ku tau, aku bukan bodyguardnya"

Joonmyeon merengut, tidak peka sekali sih bocah ini, "kalau terjadi sesuatu bagaimana?"

Sehun mengendikan bahunya, "dia bisa menjaga dirinya sendiri jauh lebih baik".

"Terserah kau sajalah", Joonmyeon menyerah. Seketika suasana hening benar-benar menguar membuat Joonmyeon semakin menyeret Sehun untuk cepat ketemu Kris dan bebas dari zombie irit bicara yang digandengnya.

"Kris hyunggggg", sesampainya di parkiran Joonmyeon langsung meneriakkan nama kekasihnya itu dan berlari meninggalkan Sehun.

Sehun terpaku, matanya mendelik ke arah butt berisi Joonmyeon yang tak sengaja menjadi objek tatapannya. Benda itu tampak bergoyang menggemaskan membuat sang 'mantan seme' langsung merasakan ereksi ringan, 'brengsek, dia terlalu menggiurkan. Oh God! Terkutuklah kau Kris!'

"Hey cadel, jaga matamu sebelum ku colok dengan rokok menyala"

Sehun mengerjab tersadar, pria itu menatap Kris dengan gerakan slow motion. Aishhh...moodnya jadi buruk kan melihat wajah menyebalkan itu, sial.

"Hn", hanya itu respon Sehun sebelum memilih pergi.

$13 is Ghazy$

Sore menjelang, tampak sang mentari yang mulai menggantung turun ke kaki langit. Sehun melangkahkan kakinya cuek. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku, dengan kepala menunduk menatap ujung kaki kanannya yang sesekali menendang-nendang kecil kerikil yang entah dapat dari mana.

Bosan, pria berwajah tanpa ekspresi itu kemudian menengadahkan. Menatap ke langit yang menghitam sebelum memejamkan matanya menikmati angin sore yang menyegarkan. Dia masih berfikir apa yang harus di katakannya pada Jongin. Padahal dulu dia lancar sekali saat berbohong tentang kehamilannya. Tapi kenapa sekarang ketika itu benar-benar terjadi otaknya jadi blank. Arrggg. Persetan! Kenapa juga dia harus mengetahui kehamilannya sendiri. Hole shit! Dia galauuu... mungkin ini karma atas tindakan penipuan yang juga sempat membuat Jongin ngegalau sendiri.

Sehun menghempas nafas keras sebelum kembali membuka matanya. Pria itu menatap jalan yang nampak sepi,. Ya untungnya kalau tidak mungkin dia sudah tertabrak sepeda dengan mengenaskan karena berjalan dengan mata tertutup.

Dilihatnya jam arloji yang menunjukkan angka 17.34 KST di lingkar pergelangan tangannya, sekali lagi pria manis itu mengumpat lalu mempercepat langkah kakinya. Jongin pasti mengomel karena dia pulang telat. Aishh, ngomong-ngomong soal mengomel dia jadi ingat gelar 'istri hamil', astaga.

Mata Sehun menajam dengan alis menukik saat melewati taman. Langkah terburu-burunya kini di buatnya pelan. Sedikit heran melihat ada pria berseragam sepertinya tengah tiduran di bangku taman membelakanginya jam segini. Bocah sinting kali ya?

Sehun mengangkat bahunya acuh sebelum melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Namun-

"Uhuk, uhuk shhh"

-suara familyar menghentikannya. Pria berkulit pucat itu berbalik, mendekati pria itu dengan langkah pelan, "Jong, apa itu kau?"

"Uhuk.."

Sehun menpercapat gerakannya dan langsung membalik tubuh pria itu tergesa, "ASTAGA! Apa yang terjadi denganmu!", Sehun memekik mendapati suaminya tampak mengenaskan tengah menahan sakit dengan wajah penuh lebam dan mulut berlumuran darah, "hey Jong, kau bisa mendengarku?"

Tak ada respon, hanya nafas berat Jongin yang bisa di dengarnya.

Pria manis itu langsung mengangkat tubuh Jongin dan menggendongnya di belakang tubuhnya, "bertahanlah bodoh! Kita kerumah sakit sekarang"

Sehun melangkahkan kakinya dengan terburu. Nafas berat Jongin terasa sedikit menggelitik tengkuknya, "hey, pertahankan kesadaranmu idiot! Jangan pingsan dulu", pria manis itu semakin panik saat Jongin kembali terbatuk dan menyemburkan darah dari mulutnya ke tengkuknya.

"Hun", panggiln Jongin pelan. Pria itu bahkan sudah merasa mati rasa sekarang.

"Hn, panggil namaku lagi Jong!", Sehun berusaha membuat kesadaran Jongin tidak hilang.

"Huna~"

"Lagi Jong!"

"Sehuna"

"Terus"

"Kim shh Sehun"

Sehun melebarkan senyumnya saat matanya bisa mengkap bangunan klinik besar yang memang tak jauh dari taman. Pria itu mempercepat langkahnya dan mulai memasuki teras klinik.

"Saranghae", Sehun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu klinik. Satu kata itu persis membuatnya blank, terlebih saat tangan terkulai Jongin menarik pipi kirinya dan langsung meraup bibirnya rakus. Bisa dirasakannya darah anyir Jongin yang menyeruak di dalam bibirnya. Sehun tersentak sebelum mulai mengimbangi permainan Jongin yang entah sejak kapan sudah melilit lidahnya. Namun itu tak lama, karena sepersekian detik tautan itu terlepas dengan Jongin yang terkulai dibahunya kembali.

Deg

Sehun membatu dengan mata yang membuka sayu, tak di perdulikannya saat beberapa petugas klinik mengambil Jongin dari gendongannya. Otak blanknya semakin terasa kosong, seakan tersedot dalam lautan hitam yang mengerikan. Semoga dia salah merasakan saat detak jantung Jongin yang memburu di punggungnya tak dirasakannya lagi tadi, "ya, aku pasti salah"

TBC

A/N : Update kilaaattttt….! Hebatkan. Okay, aku tau aku gila, maafkan aku kkamjong.. maafkan aku yang menginginkan kau dan istrimu itu menderita #tawaNista. Okay yang ingin Jongin mati, sebaiknya jangan review, kalau ga ada yang review berarti kkamjong mati #licikModeOn (Kai: Yak mana bias begitu!; Ghazy: Mehrong :p).

Yang masih bingung sama orang tua Jongin, akan aku jelaskan^^:

Kyuhyun itu ibu kandungnya Jongin

Siwonnya Ayah kandungnya

Jongwoon ayah tirinya dan

Hanggeng Ibu tirinya

Minseok kakak Jongin tunggal ibu

Luhan kekasih minseok

Kris kakak Sehun

Suho kekasih Kris,

Heechul ibu Sehun

Dan Leeteuk ayah Sehun

Kalau kalian membaca secara detile kalian pasti sadar kalau Jongin itu sebenarnya anak yang tidak diinginkan alias kecelakaan. LOL

Nanti kalau aku ingat akan aku jelaskan seluk beluk keluarga Jongin dengan rinci.

Review aku jawab sekilas ya:

Yang mau Sehun hamil beneran, sudah aku kabulkan kan? hihih

Yang Tanya siapa yang hamilin Sehun, jawabannya… eng ing eng… masa ga tau sih… hahahaha

Dan yang minta hukuman Sehun NC kayaknya lumayan banyak ya, tapi mana mungkin… umur saya bahkan belum nyampe 19, itu merusak otak polos saya yang sempat ternoda, LHO!

Yang Tanya di hubungan ChangChan ukenya siapa, ya tentu Lord Voldemin… LOL

Kilat Update beserta sishsilahnya udah author jelaskan ka.

Thanks For:

Benivella, sayangsemuamembersuju, daddykaimommysehun, askasufa, sehunnoona, KaiHunnieEXO, YukinaChanS17, izz. Sweetcity, DarKid Yehet, Keepbeef Chicken Chubu, AQuariisBlue, ChuapExo31, Ichizuki Takumi, DiraLeeXiOh, YoungChanBiased, ayanesakura chan, chilay, sayakanoicinoe, Kiyomi Fujoshi, LKCTJ94, InfinitelyLove, hibiki kurenai, H. Ithachihazano, adilia. Taruni. 7, JungByungie, UnicornTry, kireimozaku, Lhea winds, Lulu Auren.

Sign

Ghazy

Review please…