Cast : Kim JongIn, Oh Sehun, Xiao Luhan, Kim Minseok, Wu Yifan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun and other

Pair : KaiHun/SeKai

Genre : Romance, Drama

Rating : T

Disclaimer: Cerita murni milik saya, entah bagaimana Yesung memiliki saya LOL

Summary : Ketika dua seme dinikahkan dan ketika sang uke berhasil merebut dominasi malam pertama mereka. BL, MPREG, RnR. Kaihun/SeKai.

Warning : Sho-ai, MPREG, BL,BoyXBoy,Cerita aneh, OOC, Buruk, jelek, absurd, Alur ga jelas dan masih dalam pembelajaran, miss Typos

READ—REVIEW—DON'T BASH ME—PLEASE

Lorong putih itu masih lengang, tak jauh berbeda dari menit-menit sebelumnya. Sehun masih ada di posisinya. Berdiri menatap kosong ke arah tembok di depannya. Tangan kirinya menopang tubuhnya dengan menekan tembok yang sama dengan kuat, sedang tangan kanannya terkulai disamping tubuhnya dengan lebam di setiap bukunya. Nafas pria itu memburu. Air mata yang menganak sungai tanpa isakan. Hanya rasa sesak yang biarkan mondominasi. Rasa sakit di bagian dadanya yang seperti usai di tendang kuat. Sakit.

Tangan terkulainya kemudian beralih menyentuh bagian tersebut, merematnya kuat dan membiarkan sakit nyata mendominasi. Sekali lagi kenyataan pahit di telannya. Menanggung kesakitan dan ketertekanan sendirian.

"Hufffttttttt... hah... hah... se-sak", di pukulnya dadanya kuat dengan nafas tercekat. Baginya dia pria sejati dan pria tak punya hak untuk terisak jadi sekuat tenaga ditahannya.

CKLEK

Pria manis itu langsung berbalik, menatap pria berbaju putih bersama beberapa wanita keluar dengan banjir keringat. Reflek dia mendekat, "bagaimana dok?"

"Anda keluarganya?"

"Ya, aku suaminya", gengsinya bahkan masih bertahan disaat-saat genting seperti ini. Dasar, namanya Oh Sehun selamanya tetap Oh Sehun-.-"

"Hah?", sang dokter menunjukkan ekspresi anehnya, "apa tidak salah?", skeptis? Tentu saja, pria di depannya masih berseragam bukan?

"Ada masalah?", Sehun memasang pocker face paling dinginnya.

"Ahaaahahaha, tidak tidak. Baiklah ikuti saya, tuan?"

"Sehun, Kim Sehun"

"Oh baiklah, Sehun-ssi. Mari ke ruangan saya", dokter yang sebenarnya masih muda itu menunjukkan gestur untuk diikuti.

Sehun sendiri tanpa banyak bicara mengikuti dari belakang. Sampai akhirnya dia memasuki sebuah ruangan dengan ukuran sedang dan duduk setelah dipersilahkan.

"Jadi bisa saya tau nama istri anda?", dan saat itu juga Sehun hampir tertawa bila tak ingat dia sempat ber-mellow ria karena terancam menjanda saat hamil muda.

"Kim Jongin"

"Baiklah ini cukup serius", Sehun menegang, "satu tulang rusuknya patah dan menyerempet paru-parunya dan betisnya retak", kali ini pria dingin itu menahan nafasnya, "jadi, kami mohon tanda tangan keluarganya untuk melakukan beberapa operasi"

"Lakukan apapun, selamatkan si dekil itu. Aku tak mau menjadi janda anak satu", saut reflek yang yang terdengar aneh dan hiperbola itu sukses membuat sang dokter mengernyit heran, 'kok janda?'

Mengabaikan kalimat suami pasiennya itu, sang dokter mengeluarkan satu kertas dan menunjuk ke salah satu garis di pojok kanan bawah, "tanda tangan di sini", Sehun langsung menandatangani tempat itu, "terimakasih, kami akan melakukan sebaik mungkin"

"Apa saya sudah bisa menemui Jongin?"

"Tentu sampai kami mempersiapkan operasinya anda bisa menemuinya"

Sehun mengerjab, "err.. sebenarnya apa memang separah itu?"

Sang dokter menghela nafas dalam, "begitulah, tapi tenang saja Sehun-ssi, itu tidak akan sampai membuat anda menJANDA muda", sang dokter menekankan kata, 'Janda'.

Sehun menggaruk tengkuknya canggung sebelum memilih pamit setelah mengucapkan terimakasih, dan jangan lupa, "err..dokter, sekali lagi terimakasih banyak. Kalau perlu aku bisa mentraktirmu makan malam di tempat romantis, khekhekhe", dia masih sempat menggoda dokternya.

Sang dokter yang ber-name tag Zhang YiXing itu hanya bisa geleng-geleng maklum, "dasar bocah labil", lalu tertawa kecil.

$13 is Ghazy$

Sehun memasuki ruang rawat Jongin setelah sebelumnya menanyakan ruangan itu pada salah satu suster. Dan Jongin dekilnya disana, dengan beberapa alat-alat yang tak diketahuinya merayapi tubuh suaminya. Pria zombie itu mendekat dan berdiri tepat di samping kantil Jongin lalu menatap pria tan itu seksama. Beberapa lebam biru yang kontras dengan kulit tan suaminya tampak begitu mencolok di matanya.

"Sebenarnya apa yang kau lakukan?", berdehem pelan membersihkan tenggorokannya yang tercekat sebelum mengeluarkan nafas berat yang menghimpitnya, "a..aku-", menundukkan kepalanya, "kau-", dan saat itu juga Sehun merutuk karena kosakatanya mendadak hilang.

Pria zombie itu memilih memejamkan matanya erat saat dia benar-benar tak tau apa yang harus dikatakannya. Sampai sebuah tangan dingin menggenggam tangannya yang terkulai disamping tubuhnya dan saat itu pula Sehun kembali membuka matanya. Matanya membulat dengan mulut jatuh.

"a..Jongin? Kau..u", air mata pria zombie itu merembes tak percaya, "bodoh! Sebenarnya apa yang telah kau lakukan HAH!"

"Berisik!"

Oh, bolehkan Sehun menggeplak kepala bocah dekil itu sekarang rasanya mood ibu hamilnya naik drastis.

"Hey! Kau ini kenapa?", dan sekonyong-konyongnya, Jongin bangkit dengan santainya, membuat Sehun kembali harus menjatuhkan rahang bawahnya.

"Hey BODOH! Jangan bertindak seenaknya! Kau sakit idiot!"

Jongin mengendikkan bahunya acuh sebelum menaikkan sedikit kantilnya hingga di posisi setengah duduk, "aku sudah terbiasa"

Sehun merosot lalu munjedukkan kepalanya ke nangkas di samping kirinya, 'dokter itu menipuku, alat-alat itu menipuku, dunia menipuku', batinnya sok dramatis.

"Hey Sehuna apa yang kau lakukan di sana?"

"Bunuh diri"

"Haa?"

13andMe**

Sehun tidak tau harus bahagia atau merutuk. Di satu sisi dia bahagia melihat si dekil Jongong itu mengerang hebat yang menandakan sifat songongnya sebenarnya tak berdasar alias sok sokan doang, tapi di sisi lain tak tega juga.

Jongin itu terlalu jenius menyembunyikan rasa sakitnya, dia memang kuat. Tapi tetap saja, ibarat besi yang pernah patah, mau kau isolasi macam apa tetap saja dasarnya memang sudah patah. Apalagi hanya untuk bocah tengil macam Jongin. Beberapa menit menjadi hulk versinya sendiri, pria itu mengeluh sakit dan pada akhirnya, luka dalamnya melebar. Oh yea, great genius Jongin, right?

Akhirnya disinilah Sehun, di depan sebuah bangsal operasi, menghela nafas super panjang untuk menutupi emosinya yang mulai kembali bergejolak. Dia yakin anak dalam perutnya ikut emosi dan itulah yang membuat emosinya meledak dua kali lipat. Ah, kapan si dekil itu berhenti membuat kepalanya pecah? KAPAN!

"Sehuna" , Sehun mendongakkan kepalanya yang sebelumnya di buat menunduk lalu mendapati Kris yang menatapnya khawatir.

"Kris~", Sehun baru menyadari suara lirihnya yang bergetar. Suara yang tepat membuat kakak yang sama raksasanya dengannya itu langsung mendekapnya lembut.

"Ssshhh, semua akan baik-baik saja tenanglah dan menangislah hun, jangan di tahan"

Sehun merengut sebelum mendorong tubuh Kris sebal, "siapa yang ingin menangis, kau kali"

Kris menghela nafas panjang sebelum mengacak rambut adiknya itu gemas, "aku tau, aku tau. Baiklah ikut aku", menatap Joonmyeon yang sudah berlinang air mata dengan ekspresi lebay, "baby, tunggu disini. Jaga Jongin okay. Kalau ada apa-apa telfon hyung", Krispun langsung menarik Sehun setelah mendapat anggukan anggun dari Joonmyeon.

13andMe**

Kris membawa Sehun di toilet klinik itu, dibiarkannya sang adik setengah duduk menyandar di wastafel, "hun".

Sehun hanya menatap kearah mata Kris sebelum berpaling.

"Hey", Kris menangkup pipi kiri Sehun dengan tangan kanan besarnya, membuat bocah itu kembali menatap matanya, "kita sudah berdua Hun".

Sehun menghela nafas panjang, mengerti maksud Kris. Pria yang merupakan kakaknya itu memang tau dirinya, begitulah yang membuatnya ikut memahami saudaranya itu dengan mudah, "aku tak tau Kris".

Kris mengernyitkan alisnya, "tidakkah kau membutuhkanku".

Hening sejenak sebelum akhirnya yang lebih muda menyelipkan lengannya diketiak yang lebih tua dan mulai terisak, "aku sungguh tak tau Kris. Huks aku tak tau harus bagaimana, hiks hiks huuu hiks, aku hamil Kris dan dan Jongin hiks- bagaimana? Hiks, aku harus bagaimana?", kemana larinya kalimat terisak dan harga diri pria sejatinya tadi?

"A-apa?", kaget. Adiknya hamil? Lelucon heh, " kau mau mengerjaiku lagi eoh?"

Sehun menggeleng keras, "ampuni aku Kris, hiks ini salah Jongin bukan aku".

Kris memijat pelipisnya yang rasanya mau jebol, haisshhh. Karma eoh, "berapa minggu?"

Sehun kembali menggeleng, "aku tak tau".

Kris menghela nafas panjang sebelum di rengkuhnya sang adik dalam, "sshhh, sudahlah. Jongin itu pria kuat Hun, kau tenanglah".

'paling tidak dengan kondisi ini si pesek itu tidak akan kena damprat ayah'

13andMe**

Sesaat setelah mendapat sms dari Joonmyeon yang mengatakan Jongin telah dipindahkan kembali ke ruang inapnya, pasangan kakak beradik itupun akhirnya keluar dari toilet. Sehun memimpin kakaknya dengan langkah angkuhnya seperti biasa. Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Hanya berjalan dalam diam.

Sehun membuka sebuah ruangan yang sama yang dimasukinya beberapa waktu lalu. Pria zombie itu masuk dan langsung merebakan dirinya di sisi sempit kiri Jongin lalu melesakkan kepalanya di ketiak suaminya itu.

"Hey Sehuna! Jangan tidur disana! Kasian Jongin", seru Joonmyeon panik, takut-takut bocah ugal-ugalan itu tak sengaja melepas paksa salah satu alat yang terpasang di tubuh Jongin.

"Hn"

Alis Joonmyeon berkedut. Pria mungil itu menglihkan atensinya kearah kris yang hanya menatap malas, "Kris~, suruh bocah zombie itu turun, kasian Jongin".

"Biarkan saja dia, bocah itu hanya takut menjanda muda", ujar Kris dengan nada yang setengah mengejek.

"HEY!", teriak protes Sehun masih di posisi sama. Tengkurap di ketiak Jongin.

"Jangan teriak-teriak bodoh! Dan apa itu posisimu, TURUN!", Joonmyeon membiarkan mulutnya terbuka lebar saat ucapannya bahkan belum sempat terlontar. Di ambang pintu tampak dua orang dewi neraka sedang ngeksis dengan pose anggunnya.

"Ma! Suaramu jauh lebih berisik"

Heechul mendelik kearah Kris sebelum masuk mendekati kantil Jongin, "hey Sehuna, tidur di sofa".

Hening

"Hey bocah setan!", hampir saja Heechul menggeplak kepala anak bungsunya itu seandainya tangan Kyuhyun tak menahan pergelangan tangannya.

"Biarkan dia hyung, aku tau perasaannya"

Heechul menyentak tangannya sebal sebelum mulai merengut.

"Apa dia tidur?", Kyuhyun mendekati kepala Sehun sebelum mengelus helaian bocah itu.

Heechul mengendika bahunya malas, "pukul saja kepalanya. Kalau merespon berarti ya tidak"

Kyuhyun mendelik, "katanya anggun luar dalam. Tapi sama anak sendiri sudah kayak penghuni neraka lupa diberi makan".

Ganti Heechul yang mendelik, "terserah".

"Ehm", Kris berdehem pelan mencari perhatian.

"APA?"

"Whooaaa, kalian kompak sekali", Kyuhyun dan Heechul mengerling jengah, "aku hanya mau pamit, Joonmyeon harus pulang"

"Ya, pulang sana", ketus Heechul yang membuat mata Joonmyeon berkaca-kaca tersinggung. Ah, sensitive sekali, "ehm, maksudku antar menantu mama pulang dengan selamat", ralatnya setengah gelagapan yang membuat Joonmyeon nyengir

Kris menatap malas, "ya ya ya, ayo pulang".

Joonmyeon membungkuk, "Mama, ibunya Jongin, aku pulang dulu"

Heechul hanya berdehem, Kyuhyun ikut membungkuk, "ya, hati-hati"

Kedua pasangan muda itu akhirnya keluar, "mereka mengingatkanku saat aku pacaran dengan Jongwoon hyung dulu".

"Lalu dihamili Siwon?"

Kyuhyun langsung memasang tampang masam, "kau membuat moodku hancur hyung"

"Kau melakukannya padaku bahkan sejak tadi"

"Lupakan", Jeda, "lalu apa yang akan kita lakukan disini?"

Heechul mengendikan bahunya acuh sebelum memilih duduk di sofa yang tersedia di sana, "lakukan apapun yang kau mau"

Kyuhyun mengikuti Heechul, "aku ingin main game"

"Apa tidak ada hal lain selain game di otakmu heoh?"

"Ada"

"Apa?"

"Kimchi bakar bumbu asam manis"

"What?!"

13andMe**

Jongin terbangun ditengah malam. Ah, tubuhnya rasanya remuk semua. Pria tan itu menghela nafas panjang.

"Kau sadar?"

Jongin menoleh dan mendapati ibunya tersenyum kearahnya, "bagaimana perasaanmu? Ada yang sakit?", Jongin hanya menggeleng kecil.

"Sehun mana bu?", tanya Jongin dengan suara seraknya tak mendapati istrinya di jangkauan matanya.

Kyuhyun menunjuk Sehun yang masih betah diposisi sama.

Hampir saja Jongin memekik kaget, "apa yang dilakukannya?", membalik tubuh Sehun dibantu Kyuhyun dan menyamankan posisi bocah itu di dadanya. Cieee. Lupakan.

"Mana ibu tau".

"Ibu tidak tidur?".

Kyuhyun mendelik, "mana bisa ibu tidur saat anak ibu terluka? Tsk"

"Maaf"

"Jangan hanya meminta maaf, berhenti berkelahi Jong. Kau punya istri, jaga perasaannya".

Jongin menghela nafas panjang sebelum mulai memainkan helaian Sehun dengan lembut, menyesap aroma yang menguar dari bocah itu, "ya, aku tau".

"Sudahlah, lebih baik kau tidur biar ibu yang berjaga".

"Ibu juga harus tidur".

"Lalu siapa yang berjaga?"

Jongin menatap ibunya datar, "tidak akan ada maling bu, jadi ibu tak perlu jadi security di sini".

Kyuhyun menghela nafas sebelum memilih mendekati Heechul yang sudah tidur sejak tadi, "yayaya, ibu tidur".

Setelah memastikan ibunya sudah terlelap, Jongin mengalihkan pandangannya kearah Sehun. Wajah bocah zombie itu jauh lebih kekanakan saat tidur dan Jongin suka melihatnya. Pria tan itu mengecupi pucuk kepala Sehun dan kembali menikmati aroma yang menguar dari sana, "maaf sudah membuatmu khawatir".

Dan sampai pagi menjelang, Jongin terjaga hanya untuk menikmati pemandangan yang belum tentu bisa dinikmatinya setelah pagi.

13andMe**

Matahari pagi kembali seperti hari-hari sebelumnya. Sinar suci putih transparannya menyelinap ke setiap celah, membuat seseorang yang terterpa sinarnya terusik. Bocah itu menggeliat kecil sebelum membuka kedua darkbrownnya yang tersembunyi. Mengerjap sekilas sebelum memilih mengusak pipinya kearah sandarannya.

"Sshhh, sakit Hun. Jangan menggesek kepalamu begitu"

Sehun mendongak dan mendapati Jongin dengan ekspresi meringisnya. Sehun langsung duduk dengan panik, "mana, mana yang sakit?"

Jongin membuka matanya yang semula tertutup, "tidak, tidurlah lagi", sebelum menarik Sehun kembali ke pelukannya.

"Haisshh, jangan seenaknya", Sehun berusaha bangun tapi Jongin menahannya.

"Diamlah! Kau bisa membangunkan ibu dan mama".

Sehun memutar pandangannya kedepan. Benar, ibu mertua dan mamanya tidur disofa, "kapan mereka datang?"

"Ya, mana ku tau"

Hening

"Jong"

"Hnn"

"Aku", jeda, "Haaaaamil", berakhir lirih.

"Heoh? Kau mau mengerjaiku lagi? Aku takkan tertipu dua kali"

"Tidak, kali ini aku serius!"

Hening

"Jong"

"Berapa minggu?"

"Ha?", Sehun mendongak dengan ekspresi bingung.

"Umur kandunganmu?"

"Aku tak tau", Sehun kembali menunduk.

Jongin menghela nafas panjang sebelum membelai perut rata Sehun, "anak pertamaku ya?"

Tangan Sehun ikut menggenggam tangan Jongin di perutnya, "kau pikir berapa kali aku melahirkan, idiot".

"Tsk, berhenti berkata kasar atau anak kita akan mbrandal seperti-"

"-mu", potong Sehun membuat Jongin mendelik, "dan berhenti menjadi preman pasar atau anakmu akan sama gilanya denganmu".

"Yayaya, aku tau. Aku tau".

"Jangan hanya yayaya saja, lakukan".

"Aisshhh, iya ibu dari calon anakku".

Sehun mendelik, "menjijikkan".

"Fakta Hun!", Jongin terkekeh.

Sehun mengerling jengah, "berlebihan".

"Hnn".

Kembali hening.

"Maaf"

Sehun mendongak sekilas, mendapati Jongin yang memandangnya dalam, "untuk apa".

"Membuatmu khawatir".

"Siapa yang mengkhawatirkanmu? Jangan kegeeran".

Jongin tersenyum. Kalau diibaratkan emas, maka harga diri istrinya itu emas murni karatan, "cih, masih mengelak. Coba aku mati".

Sehun mendeathglare Jongin, "mau kutendang?"

Jongin hanya nyengir.

"Oh kalian sudah bangun", pandangan kedua bocah itu beralih kearah Heechul yang tampak masih menguap lebar, "mandilah Hun, mama sudah membawakanmu baju ganti. Mama tak menyangka kau bias tidur dengan seragam".

Dan saat itu pula Sehun baru sadar kalau dia masih memakai seragamnya.

Jongin terkikik, "siapa yang mengkhawatirkanmu", ucap pria tan itu menirukan suara Sehun yang sengaja dibuat-buat.

Sehun mendengus kesal sebelum bangkit menyambar kantung kresek yang disodorkan mamanya lalu masuk ke kamar mandi.

"Bagaimana perasaanmu?", Heechul mendekati Jongin sebelum membelai helaian bocah itu lembut.

"Jauh lebih baik", Jongin tersenyum lembut.

BRAKKK

Heechul mendelik kearah pintu, terlihatlah Luhan yang nyengir dan Minseok yang memasang wajah malasnya, "sshhhh, Kyuhyun tidur bodoh", Luhan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya kekanakan.

"Hey Jong, bagaimana kabarmu?", Minseok menerobos masuk dengan sedikit mendorong Luhan yang masih setia berdiri di ambang pintu.

Jongin menunjuk kakinya yang di gips, "hanya retak", nyengir.

Minseok mengerling malas, "ya, HANYA retak", tekannya di kata hanya.

"Sehun mana?", Luhan menatap sekeliling tak mendapati bocah zombie itu di pandangannya.

"Mandi", Jawab Jongin singkat.

Luhan manggut-manggut, "apa dia sudah periksa kandungan?"

Heechul yang semula berniat mengupas apel mengurungkan niatnya lalu memilih menatap Luhan, "periksa kandungan?"

"Heyyyy!", teriak Jongin panik, bisa mati kalau sampai ketahuan.

"Ya, Sehun kan Hamil", Oh wajah polos itu, bolehkah Jongin melempar wajah sok tak berdosa Luhan dengan vas bunga.

"APAA! JANGAN BERCANDA BOCAH!", Jongin sudah menutup wajahnya saat Heechul mulai berteriak .

"Tidak, aku yang memeriksanya kemarin".

Pandangan tajam Heechul dan Minseok jatuh kearah Jongin yang tengan mengintip dari sela jarinya, "Aaaaa, aku bisa jelaskan!".

-TBC-

A/N : Yoooo Semua! #dilempar kacang. Maafkan saya yang cantik ini #muntah. Bukan maksudku untuk update lama sodara-sodara. Ini factor masa depan (Yesung: Kau punya masa depan?). Author harus ikut USM STAN dan kerennya aku uda ngga lolos sejak ujian tulis #memalukan. Ok, maaf ya. Terimakasih yang udah mau nunggu selama ini dan maaf kalau ujung-ujungnya mengecewakan, maaf kalau typos, jelek, dan tidak bermutu. Mohon reviewnya.

THANKS FOR:

Ririen. Petoealways (chap3), guest (chap3), ayanesakura chan, adilia. Taruni. 7, DiraLeeXiOh, daddykaimommysehun, aizu-chan(chap3), DarKid Yehet, InvinitelyLove, izz. Sweetcity, Damdamlalala(chap3&4), oracle88, urikaihun, Benivella, sehunnoona, GaemGyu92(Chap3), LKCTJ94, HChY, askasufa, H. Itachihazano, Ichizuki Takumi, Mr. Jongin Albino, sayangsemuamembersuju, xohunaa, Keepbeef Chiken Chubu, KaiHunnieEXO, shinshin99SM, Kiyomi Fujoshi, UnicornTry, chuapExo31, YoungChanBiased, DeerIAM, exxora. Seraphine, vephoenix(chap3), Kaihun, kireimozaku, Lulu Auren, Bayanganitemjongin, KaiHunHannie(Chap1), evilwu79, hunhun20, yulie. Berzodiactaurus(Chap1,2,3,4), Lullaby. Dick, kaihunismystyle, Nagisa Kitagawa, dyopororoo.

Review please.

Sign

Ghazy