Our Confused Relationship 7
Cast : Kim Jongin, Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Minseok, Wu Yifan, Kim Joonmyeon, and other
Pair : Kaihun/Sekai
Genre: Romance, Drama
Rating: T
Disclaimer : Cerita murni milik saya. Dan Yesung asli memiliki saya.
Summary: Ketika dua seme dinikahkan dan ketika sang uke berhasil merebut dominasi malam pertama mereka.
Warning: Sho-ai, BoysLove, B X B, Mpreg, Typos, dan author masih dalam masa pembelajaran.
Don't Like Don't read, and No Bashing
Sehun menatap kearah gambar di depannya dengan pandangan kagum dan setengah percaya. Foto USG yang tadi itu lohh, yang bikin dokternya bingung dengan perdebatan sengit mereka soal putra dan putri. Oh ya, ngomong-ngomong ini sudah jam tiga lho saudara-saudari, tapi sangking girangnya dia melihat benda itu, ia sampai tidak bisa tidur. Ugh, pengalaman pertama menjadi ibu memang beda.
"Sehuna, tidur~", Jongin berucap malas. Matanya terpejam dan suaranya terdengar serak khas orang setengah sadar, "Ini sudah jam tiga. Besok kan kau harus sekolah".
Sehun menatap Jongin datar, "Aku mau bolos. Kau kan besok mau pulang, jadi sebagai suami yang baik dan berbakti aku mau membantu istriku untuk beres-beres", alasan. Bilang aja males sekolah, Hun.. Hun..
Jongin membuka matanya sebelum menatap Sehun tak kalah datar, "Kau mau menjadikan suamimu alasan untuk berbuat bejat? Istri berbakti macam apa itu?", Jongin setengah menghardik, "Lagi pula aku ini bukan istrimu tapi suamimu. Kan kau yang hamiiiiiil", kali ini Jongin berucap gemas. Kapan istrinya itu terbangun dari delusi yang dibuatnya dan mau menerima kenyataan hidup ini coba.
Sehun merengut, "Aku suami hamil. Mau apa kau!", mehrong.
Jidat Jongin berkedut empat kali, "Kau ini ya, mau ku hamili lagi biar anak kita nambah satu di dalam perutmu?"
Sehun berfikir, "Kenapa tidak kau saja yang ku hamili. Lagian juga tidak adil kalau cuma aku yang hamil".
Jongin mengubah ekspresinya menjadi malas, "Dulu juga kau memperkosaku. Itu sudah impas. Aku yang memang tidak bisa hamil".
Sehun tertawa remeh, "Kau payah. Aku saja sekali bikin langsung jadi. Kau tidak bakat jadi suami. Jadi aku yang suamimu", bocah zombie itu mulai melantur. Bahkan penulis saja sampai bingung apa inti dari perkataan bocah itu. Ck, merepotkan.
"Kau ini ngomong apaan sihh?", Jongin sweatdrop. IQnya yang pas-pasan tak sampai untuk memproses kalimat aneh Sehun. Mungkin kalau ini Mozila lagi loading, maka beberapa saat kemudian akan tertulis, 'Try Again' begitu dan seterusnya. Sambungannya putus. Hahaha. Oke, itu tidak lucu.
"Aku juga tidak tau"
Jongin double Sweatdrop. Hanya saja yang terakhir keringatnya sedikit lebih kecil.
Kemudian Hening.
"Besok aku mau beli album foto", Sehun berucap dengan mata yang lagi-lagi terpaku pada gambar janin anaknya. Di elusnya permukaan benda itu dengan ibu jarinya seakan ia sedang membelai putranya.
Jongin menoleh. Hampir juga dia tertidur tadi, "Di gudang ada album tidak terpakai, pakai saja itu dulu. Kau harus bisa hemat, Hun. Lahiran juga pakai duit bukan daun".
Sehun mendeathglare Jongin, "Tidak mau! Aku ingin mengabadikan tumbuh kembang anak kita tau ..!", untung bocah itu tidak memakai kata putra. Bisa jadi perang Shinobi ke dua nanti, kan gawat. Apa lagi ini coba. Penulis overdosis anime. Lupakan saja.
"Kau kira yang di gudang tidak bisa di gunakan? Pakai saja yang itu dulu"
"Tch, kakek tua pelit. Aku tidak mau anakku dapat barang bekas"
Jongin menghela nafas, "Kalau begitu kita buat saja sendiri. Yang lebih keren dan murah. Bagaimana?", pria tan itu mencoba negosiasi. Kalau bisa, rencananya ia mau pakai uang tabungannya saja untuk putrinya —Jongin kekeh soal anak perempuan. Dia berfikir, kelahiran dan keperluan putrinya adalah tanggung jawabnya. Kalau bisa ia juga ingin bekerja part time di perusahaan ayahnya.
Ooohhhh Manisnya. Jadi suamiku ya? Selanjutnya penulis mengambang di sungai Han setelah di smack down Nyonya hamil Kim Sehun. Hahahaha. Sekali lagi lelucon garing. -,-"
Sehun meletakkan telunjuknya di belahan bibirnya, berfikir. Membuat Jongin langsung menelan ludahnya gugup, "Ayolah, Hun. Tembok kamar kita masih luas. Aku punya tali, paku payung, dan penjepit kertas warna-warni di gudang. Kau ingat di acara tivi kemarin? Bukankah itu bagus? Lagi pula dengan begitu, kau bisa melihat anak kita setiap saat", pria sedikit dekil itu mencoba mengkompori. Moga-moga aja berhasil.
Sehun manggut-manggut. Jongin hampir nyengir kuda, "Aku berikan kamu satu permintaan, yang itu ya?".
Jongin tepok jidat, 'Korban iklan', batin pria tan itu rada-rada terpesona akan ke-idiot-an istrinya, "Itu iklan sayaaang —", samar-sama Jongin mendengar Sehun bergumam soal, 'padahal aku suka iklan itu', atau dia salah dengar, " —Yang ku maksud itu acara design rumah".
Sehun manggut-manggut lagi. Entah bocah itu sudah ngerti atau masih gagal paham, "Bisa bisa, tapi—", Jongin waswas jangan sampai keluar uang dehh, "—Ku beri satu permintaan", Sehun ngakak. Jongin jedukin kepalanya ke tiang infus.
**Keys13th**
Pagi hari yang cerah, Jongin menyisir rambutnya dengan rapi, setelah itu diacaknya lagi surai kecoklatannya itu. Lalu buat apa disisir kalau begitu. Astaga!
"Jong! Mana celana dalammu?", suara cempreng Kyuhyun menggema bahkan sampai ke kamar mandi.
Jongin mendengus. Pria tan itu meraih kruknya sebelum keluar dari kamar mandi, "Ada di keranjang pakaian kotor itu, bu", pria berkulit eksotis yang menurut Sehun gagal sexy itu menunjuk ke arah keranjang pakaian di pojok ruangan kemudian melihat ibunya mengambil beberapa potong underwearnya sebelum memasukkan benda keramatnya itu di sebuah ransel. Tatapannya kini beralih pada istrinya yang masih meringkuk di atas kantil rawatnya. Cih, itu yang di sebut istri berbakti. Sudah terduga bocah itu hanya ingin bolos karena malas sekolah.
Jongin mendekat ke arah Sehun sebelum menggoncang bahu bocah itu, "Hun, bangun dan cuci mukamu"
Hening
Tak patah arang Jongin menepuk pelan pipi Sehun, "Sehuna, cepat bangun!"
Hening
Jongin mengela nafas, "Yakk Zombie Idiot! Bangun atau ku siram kau", silahkan patahkan arangnya, karena dia sudah putus asa.
"Apa sihh! Berisik! Bangunkan si dekil itu saja dulu, bu", jawab Sehun setengah ngelindur.
Jidat Jongin berkedut lima kali, "Siapa yang kau panggil dekil! Aisshhh... Katanya istri berbakti. Omong kosong"
Sehun membuka matanya perlahan, matanya yang sipit dan bengkak khas bangun tidur menatap kearah Jongin yang berdiri setengah tegak di sampingnya, "Ughh! Jong", pria zombie itu sedikit mengeluh. Malas sekali rasanya bangun pagi.
"Ayo bangun pangeran malas, cuci mukamu dan kita pulang", kali ini Kyuhyun turun tangan. Dengan lembut di belainya surai caramel Sehun.
Sehun menguap sebelum bergelung lebih manja, "Aku mau gendong, bu"
Lima biji urat Jongin menyembul, "Yakk! Kau berniat merontokkan tulang punggung ibu. Berhentilah manja dan bangun sekarang, Kim Sehun!".
Sehun menatap Jongin dengan puppy eyesnya, "Kan bisa memanggil ayah".
Pria tan itu menatap Sehun datar, "Ayah sama tuanya dengan ibu".
"Yakk! Siapa bilang ayah tua! Ayah itu perkasa tau", seluruh atensi beralih pada pria paruh baya yang baru datang. Dengan gaya angkuh pria tidak sadar umur itu menepuk-nepuk telapak tangannya seakan mengundang Sehun untuk digendong, "Sini biar ayah gendong", Sehun mengulurkan tangannya dengan senang hati yang langsung di sambut Jongwoon dengan gaya soknya. Kyuhyun bergidik, jangan sampai encok suaminya itu kambuh lagi nanti malam.
Bocah berkulit pucat itu digendong ayahnya dengan gaya koala di depan. Cengirannya merekah lebar. Dengan girangnya ia kecup pipi ayahnya sebelum merebahkan kembali kepalanya malas di pundak pria paruh baya itu, "Tinkyu, ayah".
"Apapun untuk menantu kesayangan ayah", cengiran Sehun semakin lebar. Ingin sekali ia mehrong dan mengejek Jongin layaknya bocah. Tapi tidak ahh, dia tidak mood.
"Cih", Jongin mencibir, "Ya sudahlah, ayo pulang", pria tan itu melangkahkan kakinya pelan, menyingkronkan pergerakan kruk di tangannya dan kaki kirinya yang tidak terluka. Ketiga manusia lain hanya mengekor di belakang bocah itu.
Pada akhirnya Jongin sampai juga di mobil ayahnya. Ahh, setelah perjuangan panjangnya, pria berambut coklat itupun duduk dengan istrinya yang kembali bergelung manja. Kali ini bocah itu bergelung di tubuhnya dan Jongin hanya bisa memainkan surai caramel Sehun di pundaknya tanpa protes. Ahh, Suami hamil memang beda. Cih, dalam mimpipun ia tak sudi mengakuinya.
"Kau pulang ke rumah ya, biar banyak yang mengawasi. Lagipula Mommymu sudah merindukanmu", Kyuhyun menyarankan. Sedikit tidak tega meninggalkan putera bungsunya berdua sama Sehun di keadaan Jongin yang perlu perhatian lebih. Oh! Dia tidak cukup gila mengingat menantu kesayangannya itu rada-rada, errr —yeah, You know what I mean.
Jongin berfikir sejenak. Benar juga, dia bisa masuk rumah sakit jiwa dengan cepat jika ditinggal berdua dengan Sehun, "Baiklah, tapi hanya sampai kakiku sembuh", Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya.
"Kenapa sepertinya kau anti sekali dengan rumah. Sekali-kali kau juga harus mengunjungi orang tuamu, Jong", kali ini Jongwoon yang buka suara. Seingatnya, semenjak puteranya itu menikah, pasangan itu bahkan belum pernah mengunjunginya sama sekali.
"Bukannya begitu ayah. Kau sendiri tau Sehun seperti apa"
Merasa namanya disangkut pautkan, Sehun mendelik ke atas, tepatnya ke arah wajah Jongin, "Kenapa aku!", protesnya tidak terima. Apa salahnya coba, seingatnya ia sudah jadi suami yang baik dan bertanggung jawab. Itu menurutmu, Hun.
Jongin mendelik ke bawah, "Karena kau merepotkan".
Sehun terperanjat sebelum memasang wajah —sok— terlukanya, "Pulangkan saja, aku pada pada papaku, jangan mamaku", bocah itu lalu bersenandung aneh.
Takk —
Jongin menyentil jidat Sehun, "Jangan sembarangan".
Kyuhyun dan Jongwoon terkikik geli. Lalu pria yang lebih manis memutar tubuhnya sebelum mencubit pipi Sehun yang mulai cubby dengan gemas, "Hahaha, kau ini ada saja, Hun. Lagipula papamu itu kalau marah lebih menyeramkan dari Heechul hyung".
Aura Jongin sedikit menggelap. Ia ingat bagaimana Jungsoo membuat seorang Kris Oh menangis layaknya bayi di ketiak Heechul setelah di marahi papanya itu setahun yang lalu karena keonaran mereka saat dia masih bujang dan belum menikahi Sehun. Semengerikan apa, silahkan anda bayangkan sendiri.
"Iya sihh, Kris saja pernah dikurung di kamar mandi berdua sama ular python peliharaan papa dulu, setelah itu Kris menangis seharian di kamarnya seperti wanita", setelah mengumbar aib kakaknya, tawa Sehun langsung meledak. Benar kan, apa dia bilang.
Tawa Jongwoon ikut meledak, namun tak berlangsung lama karena mulutnya langsung di sumpal Kyuhyun dengan roti di tangannya, "Yak Kyu! Kau berniat membunuhku! Bagaimana kalau aku mati tersedak! Aku akan mati keren dan banyak bidadari di langit yang mau jadi selingkuhanku, memangnya kau rela apa?".
Kyuhyun memutar manik matanya malas, "Berisik, tingkahmu itu sama lampirnya dengan Jungsoo hyung saat marah. Dasar pak tua tidak tau diri"
Jongwoon mendelik, "Enak saja! Kapan aku mengurung puteraku di kamar mandi dengan seekor python".
"Tapi kau pernah mengurung Jongin di gudang dengan lima ekor tikus dan enam ekor kecoa hidup", Jongin langsung merinding nengingat masa terpuruknya dulu.
"Setidaknya tikus dan kecoa tidak berbahaya"
Kyuhyun melotot, "Kau bilang tidak berbahaya? Puteramu hampir mati loncat dari loteng karena phobia dan kau bilang itu tidak berbahaya?", dan dua maklhuk astral itupun malah terus bercekcok sendiri.
Jongin sendiri cemberut ketika telinganya mendengar tawa kecil Sehun, "Apa kau ketawa-ketawa. Senang kalau suamimu mati ketakutan?"
Sehun mencibir, "Sama preman aja berani. Masa sama tikus dan kecoa takut. Malu tuh sama kaki retak, cih"
"Enak saja, aku tidak takut tau .Cuma geli", Jongin berkilah. Selamatkan harga dirimu, Jong. Khekhekhe
"Sama saja, otot aja di gedein", kali ini Sehun mencebilkan bibirnya dengan wajah di jelek-jelekin.
Jongin mendorong Sehun menjauh sebelum memelototi bocah itu, "Apa kau bilang?"
"Memang aku bilang apa?", pria zombie itu mengendikan bahunya menyebalkan dengan tangan yang ia lipat di depan dada sok angkuh. Sehun memang angkuh.
Jongin memicing, "Mending aku, otot gedhe. Dari pada kau, perut aja di gedhein"
Kali ini Sehun yang memicing, "Ini kan juga gara-gara kau, keparat! Kalau saja kau tidak memperkosaku, aku juga tidak akan hamil"
"Oh! Jadi kau menyesal mengandung anakku"
"Kalau iya, kau mau apa"
Jongin tidak menjawab, namun wajahnya menyiratkan mimik terluka. Pria itu memalingkan wajahnya dari Sehun dan memilih menatap ke arah jalanan.
Sehun sendiri sebenarnya menyesal mengatakan hal tadi. Rem mulut tajamnya seakan blong dan kata-kata itu mengalir dari mulutnya begitu saja. Tapi ketika ia mau minta maaf, rem mulutnya yang mulanya blong seakan langsung berfungsi. Ayolah! Dia Kim Sehun dan harga dirinya bahkan lebih tinggi dari langit, ingat?
"Kenapa jadi kalian yang bertengkar?", Kyuhyun bertanya dengan mimik polos. Sehun hanya membalas dengan senyum kecut. Bocah itu memalingkan wajahnya ke jendela mobil. Rasanya dia ingin menangis sekarang.
**Keys13th**
Sehun membanting tubuhnya ke kasurnya dan Jongin di rumah mertuanya. Dipeluknya guling yang langsung diraihnya tadi dengan erat lalu menenggelamkan wajahnya di sana. Tubuhnya bergetar, isakan kecil teredam terdengar. Tangis yang sedari tadi ditahan ia keluarkan saat itu juga.
Dia sebebarnya benci menjadi seseorang yang cengeng. Tapi dia juga tidak bisa mengontrol emosinya belakangan ini. Hahh, sekali lagi, jadi orang hamil itu beda.
Tangannya merogoh saku celananya, diraihnya selembar foto bayinya dari sana. Mata sembabnya menatap nanar gambar bulatan kecil di tengah foto, "Hiks, masa ayahmu marah pada papa. Nanti kalau kau lahir, kau harus menjitak ayamu itu sampai kapok. Hiks hiks, huweee~ Mama, Sehuni mau pulang", bisa-bisanya ia mengadu pada anaknya.
"Sehuna, anak mommy. Ayo makan siang baby", suara Hangeng sebenarnya terdengar merdu. Tapi dasar mood nerakanya lagi nyiksa, rasanya suara mommynya itu sudah kayak suara petir nyasar di siang bolong.
"Sehun tidak lapar", diangkatnya sekilas kepalanya untuk sekedar berteriak, "Hiks hiks", dan melanjutkan tangisnya kemudian.
Hangeng mengeryit dari balik pintu. Masa iya sih tidak lapar, padahal setaunya dari Kyuhyun, menantunya itu belum makan sedari pagi. Jadi benar-benar marah ya, "Ya sudah. Kalau sudah lapar, bilang saja ke mommy, nanti mommy hangatkan makan siang untukmu", uke tampan itupun pergi.
Sehun menggulingkan tubuhnya sesaat mendengar suara langkah kaki menjauh. Kembali ditatapnya gambar puteranya dari foto USG, "Lihat kan! Bahkan ayahmu sudah tidak peduli lagi sama papa. Hiks, ayahmu itu kenapa bisa menyebalkan sekalii. Hiks hiks", Kim Sehun menggalau.
Kita tinggalkan tuan galau yang satu ini dan beralih ke ruang keluarga. Hangeng berjalan mendekati sofa sebelum menghempaskan tubuhnya di samping Kyuhyun yang sedang ngemil kripik kentang. Istri Siwon itu menghela nafas panjang, "Dia benar-benar marah", ucapnya menghentikan pergerakan tangan Kyuhyun yang kembali memasukkan potongan besar keripiknya.
Pria manis itu menatap tajam Jongin yang kini merebahkan tubuhnya di kasur lipat tepat di depannya. Kakinya lalu menendang-nendang tubuh putranya itu sedikit brutal, "Itu gara-gara kau, Jong".
Jongin memijat pelipisnya yang penat karena emosi, mata bocah itu sampai terpejam sangking panasnya, "Dia yang memancingku, bu. Bocah kekanakan itu harus diberi pelajaran sebelum ngelunjak", menghela nafas, "Dia boleh membenciku, tapi aku benci ketika ia tidak menerima anak kami. Aku takut dia tidak menerima anakku. Aku hanya takut dia akan mengacuhkan anakku. Dan aku takut anakku tidak bisa merasaka kasih sayang ibunya. Apa aku salah!"
Kyuhyun tertohok. Entah bagaimana perkataan Jongin seakan mampu menembus jantungnya seketika. Pria manis itu tertunduk, merasa tersindir bahkan sampai ketulang-tulangnya, "Maafkan, ibu".
Seakan sadar dengan ucapannya, Jongin langsung membuka matanya, "Tidak, tidak. Aku tidak bermaksud untuk—"
"Ibu yang salah, kalau saja ibu tidak egois waktu itu. Padahal ayahmu saja bisa menerimamu, sedang ibu— ibu — hiks"
Jongin merutuki kalimatnya tadi, dia hanya kalut, sungguh. Bahkan ia sudah lupa soal masa lalunya bersama ibunya. Oke, walaupun itu sedikit menjadikan traumatik untuknya.
Pria tan itu bangkit duduk sebelum merangkak mendekati ibunya. Di tariknya orang yang telah melahirkannya itu kedalam pelukannya kemudian, "Tidak ibu. Sungguh, aku tidak bermaksud menyinggung ibu. Ibu tau kan, aku sangat menyayangimu. Seperti Ayah, Mommy, dan Daddy—", Jongin mengangkat wajah Kyuhyun dan menghapus air mata yang mengalir di pipi halus pria itu, lalu di kecupnya pipi itu berulang kali, "Maafkan aku. Aku menyanyangimu, bu", walaupun Jongin bengal, dia tetaplah anak yang mencintai ibunya.
Kyuhyun semakin terisak. Di dekapnya tubuh dewasa puteranya itu dalam dan sesekali menyebut namanya berulang kali.
Hangeng tersenyum hangat Di belainya surai Kyuhyun lembut, seseorang yang sudah dianggap adiknya. Dia beruntung bisa mengenal mereka dan keluarga mereka dan termasuk putera dari suaminya. Dalam hati ia tidak pernah berhenti mengucap syukur.
**Keys13th**
Sehun mengerjapkan matanya. Ahh, rupanya tadi ia tertidur. Setelah menguap lebar, didudukkannya tubuhnya menyadar tembok. Pandangannya bergerilya, dan dia baru menyadari Jongin yang tertidur di sebelahnya.
"Haishh, melihat wajahnya membuatku ingin makan spageti kimchi", entah dari mana nyambungnya antara wajah Jongin dan mie dari italia itu. Dan entah keberapa kalinya penulis mengatakan bahwa ibu hamil mamang beda.
Mengerucutkan bibirnya masih ngambek, bocah itu memilih berdiri dan mengambil jaketnya. Rencananya ia mau keluar mencari spageti instan saja di super market depan komplek.
Bocah zombie itu lalu melangkah pelan agak berjingkat. Sekilas ia melihat jam di dinding ruang tamu dan jarum pendek menunjuk ke angka 10 malam. Wow! Seharian ia tidur dan tidak makan? Daebakk. Sehun bersorak kagum dalam hati. Pantas saja sekarang ia lapar sekali.
Mengendikan bahunya acuh, ia memilih melanjutkan langkahnya keluar rumah. Malam yang gelap langsung menyambutnya. Hawa dingin yang menusuk pun seakan mengejeknya. Tapi apa pedulinya juga. Orang tiap malam juga ia biasa keliaran ke game center.
Dirapatkannya jaketnya ketika angin dingin membelai tubuhnya. Sesekali ia juga menggosokkan ke dua tangannya mencari kehangatan. Mungkin karena seharian belum makan kali ya, mangkanya rasanya dingin sekali.
Tap
Tap
Tap
Sehun mengerjap. Perasaannya saja atau ada orang mengikutinya. Oh! Atau jangan-jangan ada kunti yang jatuh cinta padanya lagi, hiiii. Bagaimanapun juga dia kan tampan dan super kece. Cih, bisa-bisanya bangga ditaksir sama makhluk tidak jelas bentuknya.
Tersadar dari sindrom narsismenya, bocah itu kembali melangkahkan kakinya, kali ini lebih cepat. Tengkuknya mulai merinding dan kakinya mulai gemetaran. Sialan, bukannya dia takut hantu lho ya, dia hanya geli. Ngomong-ngomong mana ada orang yang geli sama hantu coba. Ya hanya Sehun. Biasa, tsundere kan penyakit lama.
Plukk
Sehun membeku saat sebuah tangan mendarat di bahunya, bulu kuduknya berdiri sampai bulu kakinya ikut keriting. Matanya melirik ke belakang tapi tak berani berbalik. Persis seperti adegan yang selalu dilakukan pemain utama di film-film horor yang paling dihindari penulis yang selalu paranoid dengan apapun yang berbau hantu.
"Apa yang kau lakukan?"
"Gyaaahhhhhhhhhhhhhhh", Sehun melopat dengan posisi siaga, "Yakk! Apa yang kau lakukan disini?"
Jongin yang memang sedari tadi mengikuti Sehun, menatap istrinya itu datar, "Jangan membalik pertanyaanku!"
Sehun mencebilkan bibirnya sebal, "Apa pedulimu. Bukannya kau marah padaku?"
Jongin menghela nafas, "Aku hanya tidak suka dengan kalimatmu tadi".
Sehun mempoutkan bibirnya, "Dasar menyebalkan", dan bocah itupun memilih berlalu meninggalkan Jongin begitu saja. Dia tidak akan meminta maaf duluan, okey.
Jongin sendiri memilih mengikuti istrinya dari belakang, "Kenapa kau malam-malam begini keluar? Apa kau tidak kasihan pada putriku, kalau kedinginan bagaimana?"
Sehun melirik sekilas ke belakang, "Aku ingin spageti".
"Kenapa tidak membangunkanku?"
"Aku sebal padamu"
Jongin menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa kau sebal padaku".
Sehun berhenti dan berbalik tiba-tiba, membuat Jongin sedikit berjengit dan reflek ikut berhenti, "Karena kau marah padaku", ucap pria berwajah datar itu kemudian.
"Memangnya kenapa kalau aku marah padamu. Selama ini juga kau tidak pernah peduli kalau aku marah"
Sehun menatap Jongin tajam, "Tapi tadi beda. Aku benci tatapanmu yang seperti tadi".
Jongin menghela nafas sebelum menarik Sehun dalam pelukannya, "Memang aku menatapmu bagaimana?"
Sehun menyandarkan kepalanya ke bahu Jongin, "Pokoknya kau marah padaku"
Jongin tertawa kecil lalu mengacak rambut belakang Sehun, "Aku tidak akan marah kalau kau tidak menyesal hamil anakku"
Sehun melingkarkan tangannya di punggung Jongin, "Aku menyayanginya".
Jongin tersenyum kecil, "Aku tau".
Hening beberapa saat.
"Jong"
"Ya?"
"Mana krukmu?"
"Ya Tuhan, aku melupakannya!"
"Dasar bodoh! Bagaimana bisa kau melupakannya"
"Itu karena aku mengikutimu"
"Yakk kakek tua! Bagaimana bisa kau menjadikanku alasan"
"Aku bukan kakek tua! Harusnya kau bersyukur punya suami seperhatian diriku"
"Cih, aku tak sudi"
"Yakk! Zombie keparat!"
Paling tidak mereka punya cara sendiri dalam berdamai. Yeah, dan setidaknya mereka tidak akan berakhir di pengadilan setelah menyelesaikan cekcok berisik mereka.
**TBC**
A/N: Lebih cepat kan? hihihi.. Apa ini juga sudah lebih panjang? Ya sudahlah, pokoknya begitu #plakk. Maaf untuk segala kekurangan dan typosnya. Serta thanks untuk para pembaca, para pengisi kotak review, para yang sudah mem-follow dan yang mem-favoritkan cerita gue.
Balasan Review:
anniewez: He'eh, ini udah di Next. Thanks untuk reviewnya :)
sukha1312: Gregetan? Tinggal timpuk aja pake sendal #LOL Namanya juga ibu hamil, ibu hamil kan beda #Plakk
Thanks untuk reviewnya :)
izz. sweetcity: KaiHun? Damai? Hahaha, sampai lebaran lampir juga ngga bakal keturutan. KaiHun? Manis? Dunia hancur #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
oracle88: Wow, panjang umur dong gue #LOL
Apa perlu sepatu sepak bola? hihihi. Kaga kok. Emang si Cehun mau gue apain. #LOL
WA gue juga eror TT-TT tapi masih punya no. gue kan?
Thanks untuk reviewnya :)
Nagisa Kitagawa: Hehehe, lama ya nunggunya. Maaf ya.. :)
Ya dong, mereka keajaiban dunia ke-8 temennya borobudur #LOL
Tau dehh, kalo ngga ngezombie ngga asik #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
daddykaimommysehun: Hahaha pasrah amat. Gue aminin, hihihi
Thanks untuk reviewnya :)
Mr. Jongin albino: Jangan dong beb, kalo mimisan gimana coba. Benerin coba biat kaga miring lagi. Hohoho... Kaihun? Ngalah satu sama lain? Sampe lebaran monyet juga monyetnya ogah ngalah #LOL
Iyo beb, iki wes dilanjut o, hahaha. Orang jawa lu yee? Samaaaaa... #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
BabyWolf Jonginnie'Kim: Lhah iya. Kalo sama Sehun harus jaga jarak. Noh di jidatnya ada tulisannya, "Awas mak mak galak" #LOL
Lhah, kalo gue bikin kalem ntar maknya bingung lagi #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
NUM1N3V1L: Yeee! Gue juga seneng lhoo #tebarBunga.
Ciee, awas gue jatuh cinta lhoo kalo setia setia #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
dia. luhane: He'eh, mood neraka #LOL niatnya juga gitu #smirk, tapi rada kaga tega sihh #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
Kim XiuXiu Hunnie: Hahahaha, tau dah. Harga dirinya sebagai manatan seme terlanjur udah setinggi monas nyasar #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
hibiki kurenai: Hahaha, kesian dahh panda gue #LOL
Lhah kan si Kris udah kecantol cebol Suho, hehehe
Thanks untuk reviewnya :)
Kiyomi Fujoshi: Iyaa err Eonni apa Oppa ini? hihihihi
Thanks untuk reviewnya :)
HamsterXiumin: Hahaha iyaa, kapan-kapan gue jadiin pameran dehh kalo unik #LOL
Istimewa o_O gimana hayoo #LOL
Pair Lain? Gue bingung sebenernya mau gue apain #plakk tapi kayaknya bakalan cuma lewat doang dehh, #nyengir
Thanks untuk reviewnya :)
Titiiinurrr: He'eh makasih :'D, hiks ini di lanjut.
Thanks untuk reviewnya :)
LuHanBin: Siapa yang makin imut o_O gue yaa #ditimpuk hihihi
Thanks untuk reviewnya :)
Kaihun dan Krisho exoL: Lhah iya, tau tuh orang dua. Kamu bilangin coba. hehehe
Thanks untuk reviewnya :)
naintin: Hahaha, kamu polos banget sihh. Engga end kok, ini buktinya di lanjut. Hehehehe
Thanks untuk reviewnya :)
YoungChanBiased: Lhah iya, gimana coba itu istrinya pak Jongin. hohoho
Thanks untuk reviewnya :)
rofi. mvpshawol: Hahaha. Sebahaya racun tikus #plakk
Tau dahh, anaknya di biarin kali yaa..
Ya Tuhan! Itu bayi lhoo, hahahaha
Gue ngebayangin, "Sialan, kenapa juga gue harus lahirr. Masukkan lagi gue ke perut papa dokter keparat" #LOL
Hahaha, jangan taubat dong. Ntar malah kebablasan straight lagi #Plakk #Sesat
Thanks untuk reviewnya :)
sehunskai: Annyeongggg... Welcome to our story ^_^ nah lhoo bener kaga itu b. inggris gue #LOL
Tau dahh, gimana coba #plakk #LOL
Thanks untuk reviewnya :) Thanks juga untuk review Chap 1-5 nya ^_~
DiraLeeXiOh: satu kata, "Mustahil" #plakk #digejek hahaha becanda dingg. Tunggu aja si Sehun dapet pencerahan.
Hahaha, tinkyu, ihh jadi malu #jduakk gaya lu zi, zi #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
KaiNieris: Kalo bener dari EXO, tebak siapa hayoo... hahahaha
Thanks untuk reviewnya :)
kireimozaku: Nah lhoo, adu mulutnya gima coba #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
Guest: Ayee! Eits, apaan cium cium, suami gue cemburub itu #pelukYesung #ketawaLampir
Iyee dah, ini lanjut lagi buat elu #gombal #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
Renakyu: Hehehe, tinkyu, jadi malu ihh #ditimpukSendal #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
Lulu Auren: Ape luu, bwee :-P #LOL
Lhah tau dahh, kkamjong butuh obat kuat biar manly n perkasa kali yaa #plakk
Hamilin aja terus sampe anaknya busa jadi kesebelasan yee #LOL
Udah ngga lama lagi kan say, kan buat kamu #gombal #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
kaihunismystyle: Tau dahh gimana kok jadi makin koplax #LOL
Yesung nabok kamu? #tabokYesungBalik udah gue balesin lhoo #LOL Love U too
Thanks untuk reviewnya :)
Guest1: Gue yang bikin aja heran kok jadi gitu #plakk
Iyee dah kapan aja pintu OCR terbuka lebar. Welcome to our story :)
Thanks untuk reviewnya :)
Ndah D. Amay: Hahaha, tinkyuu. Coba bikin ngalah salah satu #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
parkleekwon: Hahaha, pasti. Ini gue lanjut buat elu #gombal #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
Istrinya Sehun Bininya Kai: Pokoknya bukan guenya aja yang sedeng #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
askasufa: Hahaha, kejem amat. Ya pokoknya bukan guenya aja yang gila #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
chuapExo31: Iyeee Gue Back! WB siss, biasa penyakit lama #LOL. Astaga, sampe segitunya o_O dosa banget guee.
Alhamdulillah, mungkin karena penulisnya masih gue #plakk #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
GHanChan: iye. Hahaha. Kaga, itu beneran ChanChang, aneh yaa Hahaha
Duet tiang #LOL
Thanks untuk reviewnya :)
sehun semoq: Iyee, gue lanjut dahh. Bales cium :-* hehehehe
Thanks untuk reviewnya :)
Oh Yuugi: Iya ini dilanjut.
Gitu amat gimana Coba?
Heechul Speechless? Itu udah biasa #LOL sangking gilanya Oh Sehun hahaha
Lhah iyaa, harga diri seme #LOL
Kasih tau ngga yaa? Yang jelas yang terakhir kaga lhoo yee, gila aja #LOL
Masa yang pertama o_O, wow gue jadi yang pertama lhoo, apanya.. #plakk gue mulai menggila
Apa gue juga yang jadi kedua? hehehe
Thanks untuk reviewnya :)
EXO 12-XLKSLBCCDTKS: Awas diabetes #LOL
He'eh, gue juga udah coba panjangin nihh, masih kurang panjanh kahh?
Thanks untuk reviewnya :)
Ada yang belum? PM aja gue yaa.. hehehe
Akhir kata, Review pleaseeeee
Sign
Ghazy
