Our Confused Relationship 8
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Kris, Suho, and other
Pair : KaiHun/SeKai
Genre : Romance, Drama
Rating : T
Disclaimer: Cerita murni milik saya, entah bagaimana Yesung memiliki saya LOL
Summary : Ketika dua seme dinikahkan dan ketika sang uke berhasil merebut dominasi malam pertama mereka. BL, MPREG, RnR. Kaihun/SeKai.
Warning : Sho-ai, BL,BoyXBoy, Mpreg,Cerita aneh, OOC, Buruk, jelek, absurd, Alur ga jelas dan masih dalam pembelajaran, miss Typos.
Don't Like Don't read, and No Bashing
Mengerikan. Jongin bersumpah ini adalah terakhir kalinya ia menghamili seorang Kim Sehun. Bagaimana tidak, bocah itu bahkan bisa bercosplay sehari empat kali untuk memerankan beberapa tokoh dalam Manga yang biasa ia baca.
Oke, itu terdengar bagus kalau yang dia tiru adalah yang sejenis, Hinata Hyuuga atau mungkin Momoi Satsuki yang begitu manis dan errr, terkadang sexy. Tapi ini kalau yang dia perankan para bishounen yandere? Beda lagi ceritanya. Dia bahkan masih ingat bagaimana istrinya itu dengan teganya hampir menusuk kepalanya dengan gunting seperti Akashi Seijuuro yang juga menghunuskan gunting yang merupakan lucky item milik Midorima Shintarou kepada Kagami Taiga tanpa ragu. Kalian bayangkan sendiri bagaimana horor wajahnya saat itu.
Sekarang kandungan Sehun sendiri telah menginjak bulan ke lima dan menurutnya, permintaan dan kelakuan Sehun semakin menjadi-jadi. Harapannya saat ini tak semuluk dulu, yang terpenting ia masih hidup saat anaknya lahir saja itu sudah cukup. Ck, sebenarnya suamimu kau apakan Hun... Hun.
"Jong", Sehun yang kini bercosplay dengan pakaian serba hijaunya Rock Lee memanggil. Tangan kanan bocah itu mengelus lembut perutnya yang sedikit membesar sedang tangan kirinya memutar-mutar shuriken yang entah didapatnya dari mana di telunjuknya.
"Hn", Jongin menjawab pelan. Masih dengan seragamnya, pria tan itu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Matanya ia tutup dengan lengan kanannya.
Oh ya, ngomong-ngomong, Jongin benar-benar kerja seperti yang diharapkannya dulu lhoo. Ya, walaupun hanya asisten pribadi Ayahnya, tapi kan lumayan buat membeli kebutuhan calon anaknya.
"Aku ingin bubble tea"
Jongin membuka lengannya yang menutupi sebagian atas kepalanya sebelum menatap Sehun malas, "Apapun asalkan bukan bubble tea dan teman-temannya".
Sehun manyun, "Aku ingin itu kan dari dulu, Jong", bocah zombie itu mulai merengek, "Kalau anak kita ileran gimana coba".
"Kalau ileran ya tinggal dielap. Begitu saja kok repot", menghela nafas penat, pria tan itu lalu mengambil buku agenda jadwal ayahnya sebelum membolak-balikkannya.
Sehun memicingkan matanya, "Kau bilang apa? ENAK SEKALI NGOMONGNYA!"
SLAAPPP
Jongin ngelus dada setelah berhasil menghindari shuriken yang menghunus ke arahnya. Hampir saja. Untung refleknya bagus, kalau tidak bisa ilang dehh hidungnya yang udah dikasihnya dikit dari sononya, "Yakk! Kau ingin membunuhku ya? Kalau aku mati keren gimana coba"
"Itu kata-kata ayah!"
"Biar saja, aku kan anaknya ayah"
Sehun menatap Jongin datar, "Lupakan saja", dia lupa kenarsisan Jongin sudah turun menurun dari orang tuanya.
Jongin mendengus sebelum kembali berkutat dengan agenda ayahnya. Manik milik bocah itu bergerak mengukuti letak setiap huruf yang dibacanya.
Hening
"Jong", Jongin yang dipanggil hanya menggumam, "Aku ingin kamar bayi"
"Nanti kita buat"
"Aku ingin mendekorasinya dengan tema Death Note. Kan keren kalau anak kita ketularan pintarnya Light", Sehun kumat.
"Light itu psycho, ingat?"
Sehun manggut-manggut, "Lalu apa masalahnya?"
Jongin mendongak, "Itu artinya anakku akan gila. Haishh. Mintalah yang normal dikit"
"Menurutmu gimana?"
Kali ini Jongin berfikir, "Bagaimana kalau minion? Bukankah itu lucu?"
Slapp
Untuk kedua kalinya, Jongin hampir kehilangan hidungnya, "Aku tidak mau anakku pendek kecil-kecil terus matanya cuma satu. Ide buruk!"
"Bagaimana kalau bebek?"
"Bebek?", Jongin waswas. Takut kalau hunusan ketiga, hidungnya benar-benar wafat, "Yang warna ungu ya?", dan bocah tan itu hampir sujud syukur sangking leganya.
Jongin mengangguk setuju saja, dari pada kena hujan shuriken, "Bebeknya berenang ya?", pria tan itu mengagguk lagi, "Berenang di lautan bubble tea".
Atas jawaban terakhir istrinya, seorang Kim Jongin sukses hanya tinggal nama setelah serangan jantung mendadaknya. Tapi yang disayangkan, penulis hanya bohong. Ck.
**Keys13th**
Joonmyeon memanyunkan bibir mungilnya tiga centi. Matanya menyorot merajuk ke arah Kris yang hanya menatapnya datar, 'Apa-apaan mata sok keren itu,cih. Aku juga bisa', bocah berpantat sintal itu lalu mencoba melebarkan bulatan matanya, berusaha tampil kece tapi gagal. Wlekk, sipit aja sombong.
Kris memutar manik karamelnya bosan. Pacarnya itu mulai lagi, "Kau bukan Kyungsoo, dear. Melotot saja sana lalu mata kecilmu itu akan keluar dari tempatnya".
Joonmyeon reflek menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dengan gestur imut berlebihan. Oh andaikan Sehun melihatnya, bisa dipastikan jiwa seme bocah zombie itu bakal bangkit lagi, "Jangan lihat mataku. Aku membencimu naga tonggos sialan!".
Kris melotot tak percaya. Pacar polosnya tadi berkata dengan bahasa bejat?
"Yakk! Siapa yang mengajarimu berkata seperti itu, Joon?!", yang terhina mencak-mencak tak terima dengan OOCnya. Dosa dia apa coba.
Joonmyeon mengintip dari sela jarinya, "Chanyeol", dan kembali menutup matanya.
Kris menggeram. Kepalanya berasap. Matanya memerah. Bahkan hidungnya sudah mengeluarkan api merah, "Lihat saja nanti tiang keparat! Ku cincang kau!", bocah yang tak tau diri atas tubuh yang sama tiangnya menggeram berbahaya.
Joonmyeon sendiri yang merasakan aura tak mengenakan dari lawan bicaranya menyentak tangan dari wajahnya kasar, "Tsk! Krissie sayang. Aku Joonmyeon yang sexy—", menunjuk dirinya sendiri dengan PDnya, "—hanya ingin ikut kamu pergi. Jadi, BAWA AKU IKUT JUGAAAAAAAA"
Kris menutup kupingnya. Budeg deh dia setelah ini, "Tidak! Kan sudah ku bilang, ini urusan para lelaki. Anak kecil di larang ikut. Mending kau ke apartemen Kyungsoo sana main monopoli atau barbie. Minta ajar masak juga yaa biar nanti bisa jadi istri berbakti", lalu tertawa gila. Kris memang suka gila kalau sudah bersama pacarnya.
Joonmyeon merengut, "Aku tidak mauuu. Ayolah Kris aku ikut yaaa, Please please pleaseee"
Sekali lagi Kris memutar maniknya jengah. Puppy eyes Joonmyeon memang imut, sayangnya dia sudah bosan, "Kau akan bosan, Joonie baby. Kemarin saja aku belum berhasil mengalahkan Baekhyun tapi kau sudah mengajakku pulang. Dan kau tau, gara-gara itu, aku harus menyerahkan seratus ribu won pada seme tak modal itu karena kalah taruhan. Hyaiiissshh".
Joonmyeon memicing, "Jadi kau menyalahkanku?"
"Bukan begitu", Kris mengacak rambut pirangnya frustasi saat pacarnya malah salah paham.
"Bohong! Dasar tonggos sialan! Jangan sentuh bokongku satu bulan ke depan!", dan bocah bantet itupun pergi meninggalkan Kris yang merana.
"Tanpa bokong Joonmyeon sebulan? Lalu apa yang harus ku remas kalo gitu? Bokong Baekhyun? Hihh, najis luar dalam dehh", saat itu juga Kris bertekad untuk mendapat maaf ke Joonmyeon. Berharap saja kartu kreditnya tidak langsung limit. Nasib.
**Keys13th**
Di sebuah SD, Sehun duduk manis menatap panggung. Matanya memancar bangga pada beberapa anak kisaran umur 7-13th yang tampil dengan percaya dirinya di hadapan para wali murid. Yah, dia adalah wali murid bagi puteranya sekarang.
"Sekarang, mari kita sambut! Kim pipp pipp pipp —tiba-tiba kuping Sehun pengang— dari 4B!"
Tepuk tangan para hadirin terdengar riuh. Sehun semakin mengembangkan senyumannya tatkala nama putera tunggalnya di sebut. Namun itu tak berlangsung lama karena senyumnya langsung luntur begitu saja saat pemeran utamanya keluar panggung. Seorang anak bantet —karma karena ia mengejar-ngejar kakak iparnya yang rada chibi mungkin, berwajah kotak, dekil, dengan pakaian berantakan, dan apa itu? Mengorek kuping dengan kelingking di depan umum? Sopan sekali kamu, nak.
"Puisi untuk orangtua", Sehun menahan nafas saat anaknya mengendus kelingkingnya yang baru saja dibuat untuk mengorek kuping.
"Ayah Ibu", Kedip, "Ayahku adalah Jongin dan Papaku adalah Sehun. Aku tidak punya ibu", mampus, "Kata papa, ayah itu dekil sialan. Kata ayah, papa itu alien keparat", astaga, "Ayah mantan preman dan papa mantan penggoda uke sexy", tembok mana tembok, "Bagaikan bulan di belah empat, ayah suka ayam. Bagaikan matahari dimakan unta, papa suka nyiksa ayah", tali mana tali, "Aku sayang ayah dan papa. Mereka selalu ku contoh", jangan salah paham, "Karena mereka berjanji membelikanku eskrim, kalau tidak ya tidak jadi sayang", itu maksudnya, "Sekian".
Semua mata kini tertuju pada Sehun yang sudah pucat pasi. Anaknya memang jenius. Dalam hati Sehun tertawa satu satu, ha-ha-ha.
"Kim Sehun", suara tante-tante psycho terdengar horor di telinganya, "Kim Sehun", kali ini suara sodako membayangi telinganya, "KIM SEHUUUNNNNN".
"Kyaaaaa! AMPUUUUUN!", bocah itu tersentak dari tidurnya. Eoh? Cuma mimpi?
"Hey! Kenapa kau berteriak?", di depannya kini, terlihat Jongin yang tengah menatapnya kesal.
"Aku—", menelan ludah kering, "—Aku, bermimpi buruk", tangannya kini meraba perutnya yang masih lumayan besar.
Jongin menaikkan sebelah alisnya, "Mimpi buruk? Kau bermimpi di kejar kuntilanak?"
Sehun menggeleng, tatapannya kosong dengan raut shock yang belum hilang, "Lebih buruk. Lebih buruk dari dikejar kawanan mama sekalipun", pandangan Sehun yang semula lurus, kini beralih pada suaminya yang ada di samping kirinya. Tangannya lalu mencengkeram kedua bahu Jongin, "Anak kita, anak kita sama idiotnya denganmu! Dia dekil, pendek, bego, preman pula, sepertimu! Ya, sepertimu! Sekali lagi, SEPERTIMU! Huwaaa, Tuhan! Cobaan apa lagi ini!"
Jongin sweatdrop, "Itu hanya mimpi, Hun", pria itu melepas cengkrama mematikan Sehun di pundaknya. Gila aja, kukunya nancap tau.
"Dalam mimpipun itu mengerikan! MENGERIKAN! Aku tidak bisa membayangkan puisi nista itu bakal di bawa pulang trus dilaminating trus di gantung di ruang tamu. Huwaaa! Demi tante sodako psycho, itu sungguh mengerikan, Jong!", Sehun dan overaktingnya yang menyebalkan.
Jongin memutar manik coklatnya malas, "Yayaya, terserah kau saja. Sekarang kau mau sarapan dulu atau mandi dulu?"
"Mandi dulu"
"Ya sudah, mandi sana. Yang bersih. Jangan lupa menggosok belakang telinga dan ketiakmu. Punggung juga"
Sehun mengerling jengah, memangnya dia bocah. Emang iya, hahaha, "Crewet", bocah itu lalu meraih handuk di jemuran sebelum masuk ke kamar mandi.
Jongin mendecih, "Kalau tidak dicreweti, dia juga tidak akan mandi dengan benar", dumelnya sebal.
Pria berkulit kecoklatan itupun memilih keluar dari kamarmya kemudian. Membuat sarapan sederhana untuknya dan istri berbaktinya yang sampai sekarang hanya bisa masak air.
Beberapa menit berkutat dengan wajan dan kompor, akhirnya dua piring nasi gorengpun tersaji manis di atas meja bertepatan dengan datangnya Sehun yang tampak begitu segar. Oh! Bocah itu selalu datang di waktu yang tepat.
"Duduklah dan makan dengan cepat!", Jongin mengambil tempat sebelum mulai menikmati nasinya.
Tak jauh berbeda, Sehun tanpa banyak bicara mengambil tempat di depan Jongin dan ikut menikmati nasinya. Dan lama dalam keheningan itu menyebalkan. Pria zombie itu sedikit melirik ke arah Jongin yang memakan nasi goreng yang entah salah lihat memang terlihat lebih banyak dari miliknya dengan sedikit brutal, "Jong".
Jongin melirik sekilas lalu bergumam malas, sedikit membuat Sehun merasa teracuhkan, "Kamar bayinya bagaimana? Kita sudah merencanakannya seminggu yang lalu tapi sampai sekarang kita bahkan belum belanja", Sehun manyun.
"Kau tau sendiri aku sibuk seminggu ini—", menelan paksa nasinya, "—Nanti biar aku ijin ke ayah dan kita akan belanja".
Sehun langsung berbinar. Mata sipitnya tiba-tiba membulat seperti puppy rabies, "Benarkah?".
Jongin mengangguk sebelum menyuap sesendok besar ke dalam mulutnya, "Maka dari itu, berhentilah mengemut nasimu dan cepat habiskan sarapanmu sebelum aku berubah pikiran".
Untuk pertama kalinya Sehun tidak protes tentang Jongin yang menyebutnya 'mengemut nasi', dengan cepat ia berusaha menghilangkan kebiasaan makan leletnya bahkan sampai tersedak.
Jongin mendelik, "Aku bilang jangan mengemut nasimu yang artinya, kunyah dengan cepat dan bukan telan bulat-bulat".
Sehun nyengir, "Terserah! Aku hanya senang", dan diam-diam Jongin tersenyum tipis.
**Keys13th**
"Yang gambar beruang atau puppy ya?", Sehun menimbang-nimbang dua pasang baju bayi di kedua tangannya, lalu pria itu memutar tubuhnya ke arah Jongin yang berdiri malas di belakangnya, "Menurutmu lucuan mana, Jong?"
Sedang yang ditanya hanya memutar matanya malas, "Kau bilang kamar bayi, apa baju juga terhitung?"
Sehun melotot, "Tentu saja! Bajumu juga ada di dalam kamar kan?"
Jongin semakin jengah, " Tapi yang ku maksud itu perabotan. Uangku belum cukup untuk yang lainnya, Hun. Ayolah".
Sehun merengut, "Baiklah, aku tau", secara lamban pria itu memberikan gestur akan mengembalikan ke dua pakaian mungil yang lucu-lucu itu. Tapi saat akan sampai pada tempatnya, Sehun malah kembali menarik kedua benda itu dan mendekapnya dengan cepat, "Belikan aku keduanya ya?", puppy eyes attack.
Jongin menahan nafasnya, bahkan dia bisa mendengar nafasnya mengeluarkan suara 'Heck' imajiner, "Err, sebenarnya uangnya cukup untuk satu pakaian mungkin, yang puppy saja", cih, tsundere.
Sehun menyeringai kecil, "Ayee, khekhekhe", pria itu lalu beranjak ke kasir setelah mengembalikan satu stel yang bergambar beruang.
Sementara Jongin dalam hati mengumpati keimutan Sehun tadi, mungkin bawaan hamil kali ya. Bukankah ada yang pernah bilang bahwa orang hamil dan baru melahirkan akan terlihat lebih cantik, Hadee. Yang sabar ya pak Kim. Hahaha.
Akhirnya perjalanan belanja mereka sampai ke tempat yang tepat. Sehun dan Jongin sekarang sedang memilih-milih tempat tidur bayi.
"Jong, lihat! Bukankah dia mirip denganmu? hahahaha", Sehun ngakak dengan jari telunjuknya yang mengarah pada gambar babi berwarna coklat yang menjadi corak di salah satu ranjang bayi.
Aura Jongin langsung menggelap. Kalau saja dia tindak ingat bahwa dia tidak pernah ke jawa, mungkin bocah itu sudah berteriak, 'Ndasmu¹ konslet', tepat di depan wajah istri gilanya, "Yayaya. Jalan sana!", Jongin mendorong-dorong pundak Sehun menjauhi ranjang terkutuk itu.
Sehun sendiri masih cekikikan, "Kau tadi lihat hidungnya? Astaga! Ku rasa dulu saat ibu hamil kau, dia suka megang-megang hidung babi"
Jongin mengerling jengah, "Terserah. Bisa, kau hanya fokus mencari benda bebek ungumu itu? Aku mulai capek mendengar suaramu"
Sehun manyun, "Iya iya. Dasar crewet".
Jongin menatap Sehun dengan pandangan sinis. Sebenarnya siapa yang crewet, coba.
"Jong!", Sehun memekik lalu berlari menghampiri satu ranjang bayi, "Bebek ungu, hihihi", ucapnya girang sambil menunjuk beberapa motif bebek ungu yang dicarinya.
Ahhh menguap sudah rasa kesal Jongin. Bocah itu memang menyebalkan. Sangat menyebalkan sampai rasanya ia tak kuat hati kalau benar-benar sebal dalam waktu lama, "Haahhhh, aku benci mengakui ini. Tapi aku mencintainya sekarang".
**TBC**
1) Ndas= 'Kepala' dalam Bahasa Jawa tapi versi kasarnya. Mungkin hampir mirip penyebutan, 'Jidat'.
A/N: Lama? Pendek? Aneh? Nyahahaha. Maafin gue TT-TT Udah mulai masuk kuliah lagi yang artinya harus perang lagi, Jadi maaf kalo rada-rada kaga muasin dalam segala hal #alesan Pokoknya Maafin ya untuk segala typos dan kekurangan. Dan terimakasih untuk readerku di seluruh apa coba? #LOL Tinkyuuuu :D
Review:
Sehun Pesek: Huwaaaaa! Sodara Sesuku bangsa #LOL Gethok en ae jal, ben kapok nyahahaha Beda banget -_-" noh kan buktinya #LOL He'eh, iki wes tak lanjut #LOL suwun lho ya wes review (Sodara sesuku memang beda) :D
daddykaimommysehun: Di sini kadang saya suka merasa sedih sebagai penulis, hehehe. Lha iya donk, Sehun kan sayang beud sama babynya (Walau dalam mimpinya bentuknya agak abstrak) #LOL Lah iya, terima takdir aja. Di kasihnya di bawah, hayoo. Itu di bawah mau ngapain hayoo #LOL. Thanks untuk reviewnya :)
sukha1312: Hahaha, terlalu damau kan juga ngga seru #LOL
Iya, silahkan ini dilihat kelanjutannya, hehehe. Gue lupa kalo mereka masih SMA -_- School lifenya kapan-kapan aja yaa. hehehehe. Ayeee! Thanks untuk reviewnya :)
Titiiinurrr: Mungkin aja, kalo si Joonmyeon udah kaga sexy #plakk
Aminn, ya allah, kamu baik banget doanya, jangan di seriusin lho. Ntar jangan2 anaknya beneran kayak mimpi di atas #LOL
Iya Ini di lanjutt. Aaa.. Thankyuu pujiannya #KecupinTitiiinurrr
Thanks untuk reviewnya :)
askasufa: Merekan sebenernya sehatii nyahahaha. Tau dehh, ati-ati lhoo Tsundere kan penyakit menular #LOL Sehun? Mau di panggil Mama? Hahahaha Kapan itu dunia kiamatnya? hohoho
Siip, Thanks untuk semangatnya. Batere gue langsung full ini, hehehe
Thanks untuk reviewnya :)
CutRabiatul: Kan biar beda. Authornya anti-mainstream ini. Nyahahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
BabyWolf Jonginnie'Kim: Bukannya ga suka sihh. Gue emang bikin karakter Sehun agak Tsundere, jadi ya gitu dehh, dia punya cara sendiri buat ngungkapin rasa sayangnya, mungkin? Err, paling ini end nya kalo si Sehun lahiran, ato lebih? Gue belom pasti juga sihh. Liat entar aja dehh. Thanks untuk reviewnya :)
Nagisa Kitagawa: Yang romace ya? Mungkin kapan-kapan gue pertimbangin dehh. Tapi nanti aja yaa, hehehe. Iya itu buat ngimbangin manjanya Sehun #LOL mangkanya si Jongin gue buat rada dewasa. Thanks untuk reviewnya :)
ohiyasehun: Coba ke belakang dehh kalo melilit. Nyahahaha. Ouhh, jinja? Aa.. Thankyuu. hehehe. Thanks untuk reviewnya :)
izz. sweetcity: Minta di sevisin kali otaknya. Nyahahaha. Nah itu udah aga gedhean. Kemarin kan masih 2 bulanan mangkanya masih kempes, hehehehe. Thanks untuk reviewnya :)
YoungChanBiased: Kalo gemes, cubit aja. Gratis kok, bagian manapun boleh lhoo. hehehe. Thanks untuk reviewnya :)
naintin: He'eh, gue pikir-pikir juga, masa lalunya gelap banget yakk -_-". Thanks untuk reviewnya :)
virniania: Ngga suka sama penulisnya juga nihh? Nyahahaha. Lanjut cepetnya nunggu aja tiba-tiba gue dapet wahyu entah berantah asalnya dehh #LOL Thanks untuk reviewnya :)
DiraLeeXiOh: Nyahahaha. Bisa bisa. Bahaya juga kalo semua sifatnya punya KaiHun #LOL Tendang aja kalo gemes, gue iklas kok. Nyahahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
EXO 12-XLKSLBCCDTKS: Kyahaha. Biasa turunan Heechul. Tau dehh, bikin kalem dikit kali ya kapan-kapan #LOL Thanks untuk reviewnya :)
dia. luhane: Nyahahaha. Gokil. Ati-ati lhoo, jangan-jangan anak luu bakal kayak Jongong ntar #LOL Thanks untuk reviewnya :)
sehunskai: Nyahaha. Kucingnya yang malu liatnya. Apalagi kalo berantemnya di atas ranjang #nahLhoo #LOL Thanks untuk reviewnya :)
Kim XiuXiu Hunnie: Hahaha. Kamu marahin mereka coba #LOL Turunan Heechul sama Kyuhyun memang beda nyahahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
chuapExo31: Waktu itu udel gue agak bodong. Nyahahaha. Sebenernya gur biat banget yang itu bikin romance, tapu kayaknya cuma kamu yang nyadar -_-" #LOL Thanks untuk reviewnya :)
guest 88: Pffftttt, 'Kamu kenapa nak? Kesurupan?' bahaya dehh kalo orang rumah sampe bilang gitu #LOL Tau dehh, minta di terapi anti Tsundere kali ya, nyahahaha. Kaga kok, Cuma ngga nulis setaun (sama aja) #LOL. Thanks untuk reviewnya :)
Guest: Kamu jujur sekali nak T-T. Tapi kritik baik itu perlu di aplikasikan. Tapi maaf juga ya kalo belum berubah banyak. Kan proses :) Gue suka pembaca yang kritis. Gue suka gaya lu sob :D Lanjutkan Thanks untuk reviewnya :)
sehun semoq: He'eh, ini udah dilanjut, Chingu :D Makasih punjiannya :) Thanks untuk reviewnya :)
Lulu Auren: Nyahahaha. Iya ntar coba si Sehun gue bawa ke bengkel dulu. Tau dehh, hormon mak hamil kali yaa #LOL Itu pas begonya Jongin lagi kumat. Bukan pelit juga sihh, lebih ke hemat, beb #LOL Tau nggak, gue dapetnya itu tengah malem waktu ngetik tiba-tiba itu iklan nongol, dan tiba-tiba gue ngakak sendiri ngebayangi si Sehun bilang gitu. Coba lu bayangin sambil nonton dunia lain. Nyahahahahaha. Mau bocoran? Anaknya ntar member EXO satu-satunya yang belom nongol #LOL Thanks untuk reviewnya :)
parkleekwon: Ya Donkk. Kemarin kan gue tempelin pake lem super #LOL Thanks untuk reviewnya :)
Guest1: Iyaa dehh. Coba lu suruh dehh itu bocah berguru ke Hangeng #LOL untung aje yee. Nyahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
Guest2: He'eh, gue ngerti TT-TT. Maklumin aja, gue juga baru di dunia tulis menulis. Tapi gue bakal belajar kok buat yang lebih baik ke depannya :) Thanks untuk reviewnya :)
Istrinya Sehun Bininya Kai: Nyahaha, Sabar aja yee kalo gue lagi ngalawak #LOL Gampar aja, gue ikhlas kok #LOL Thanks untuk reviewnya :)
kireimozaku: Dia kan papa hamil. Nyahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
Xing1002: Nyahaha. Penulisnya anti-mainstream #plakk Iya kali, langaung brojol di tempat #LOL He'eh, KaiHun kan turunan mereka. Nyahahaha. Iya ntar kalo udah jadwal priksa kandungan lagi dengg, gue bonusin Yixing sekalian. Tapi ntar aja, heheheh. Noh udah gue selipin dong. hehehehe. Thanks untuk reviewnya :)
kaihunismystyle: Nyahahaha. Trus abis itu gue disuruh tidur di luar masa #plakk #LOL Ya dong, kan yang bikin sama koplaknya -_- nyahahaha. I Lope U too :* (kita selingkuh aja yukk readerbeb #plakk #LOL) Thanks untuk reviewnya :)
oracle88: Nyahahaha. Yang kayak gimana itu ngejlebnya. Ayee! Kita SMSan aja dehh ;D Thanks untuk reviewnya :)
GaemGyu92: Sungguh apa coba? o_O #LOL Dia kan papa hamil. Nyahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
HamsterXiumin: Ayeee! Ini ada lhoo! Hihihi. Tau deh itudua anak maunya apaan -_- #LOL Nyahahaha. Thanks untuk reviewnya :)
Akhir kata, Review Pleaseeeee... ;)
Sign
Ghazy
