Chapter 2
Melody in Love
Created by : manlylittledeer
Cast : Luhan, Ooh Sehoon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kyungsoo, Kim Jongin
Pairing : HUNHAN, pair crack CHANHAN, CHANBAEK, KAISOO
Rate : T :3
Lenght : 2 of ?
Disclaimer : semua cast milik Tuhan kecuali Luhan milik puput :3 hehe engga ding milik orang tua mereka :) dan ini murni hasil imajinasi puput yaa. bukan plagiat!
WARNING! BOY X BOY! YAOI!
NO PLAGIARISM!
duh mianhaeyo, puput gatau kenapa apdet chapter barusan jadi aneh gitu. ini puput update ulang ya. makasi reviewnya buat, ruriminhaha, Min Hi, DahsyatNyaff dan brella500. dijamin baca chapter ini puas soalnya ini chapter panjang pake bangeeet :3 daripada banyak omong yuk langsung baca :3
HAPPY READING!
When you fallin' down even you never fly
Luhan POV-
"Hello everybody! I'm so glad to see you tonight at our concert. We've try hard for this concert so hope you can enjoy our concert" ucap Chanyeol sambil tersenyum senang dan sedikit kaget melihat Luhan sudah duduk di bangku paling depan alias benar-benar didepan mereka bertiga.
Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun menundukkan badannya lalu mencari posisi masing-masing. Baekhyun terlihat begitu percaya diri dengan senyum lebarnya. Chanyeol begitu bersemangat dengan gitar ditangannya dan Kyungsoo terlihat begitu senang duduk dihadapan pianonya. Baekhyun terlihat memalingkan muka karena terbatuk lalu berdeham
"Hallo penampilan pertama kami membawakan lagu Celine Dion – Heart Will Go On. Selamat menikmati penampilan kami , Crescendo!" Luhan dan para penonton lain bertepuk tangan dengan semangat. Sebagai intro Kyungsoo memainkan pianonya, jari-jari lentik Kyungsoo begitu lincah menekan tuts. Disusul dengan Chanyeol sebagai melodi dan Kyungsoo sebagai harmoni. Baekhyun memejamkan matanya menghayati musik tersebut dan mulai bernyanyi. Suara Baekhyun membuat seluruh penonton didalam gedung konser tersebut terhanyut oleh suasana. Pandangan mata mereka terpaku terhadap tiga namja diatas panggung yang sedang menunjukkan bakatnya. Disaat lagu mencapai klimaks dan selesai, semua penonton bangkit berdiri dan memberikan encore
"ENCORE! ENCORE! ENCORE!" Luhan bahkan saking semangatnya sampai ikut berteriak. Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo berdiri di bagian depan panggung. Para penonton sudah mulai kembali duduk. Lalu Kyungsoo mengambil mike dan berdeham
"Terimakasih, tapi itu belum seberapa dengan penampilan kami selanjutnya"Chanyeol dan Baekhyun tersenyum lebar mendengar perkataan Kyungsoo. Luhan tersenyum melihat tingkah percaya diri ketiga idolanya. Ah ini saja sudah bisa membuat semua penonton terpaku dan merinding mendengarnya apalagi selanjutnya? Lagu kedua mereka membawakan lagu Hark! The herald Angels Sing mengingat Natal sebentar lagi tiba. Luhan tersenyum miris mengingat sebentar lagi akan natal, hah bisakah ia tertidur sepanjang hari pada tanggal 25 Desember dan bangun kembali pada tanggal 2 Januari? Ia sangat membenci hari Natal dan Tahun Baru. Sama seperti penampilan pertama, Crescendo mendapatkan standing applause serta encore. Baekhyun tetap memegang mikenya sambil tersenyum begitu bahagia
"Disini ada seseorang yang kami undang khusus untuk membantu penampilan kami hari ini. Para penonton sekalian pasti mengetahui dirinya, diusia yang baru menginjak 17tahun ia sudah menggemparkan para musisi-musisi seperti kami. Kami sangat mengharapkan kehadirannya diatas panggung bersama kami .. tuan Luhan" Luhan membelalakkan matanya kaget saat Baekhyun menyebut namanya. Terlihat Chanyeol dan Kyungsoo memanggil dirinya tanpa suara. Waw, Crescendo kalian hebat membuat Luhan sekarang berdebar-debar sangat kencang.
"Wah, ada Luhan musisi muda itu disini?"
"Wah kita beruntung bisa menonton Luhan dan Crescendo sekaligus!"
Bisik-bisik para penonton dibelakang Luhan mulai terdengar. Luhan meremas erat ujung jasnya lalu dengan mantap berdiri dan berjalan ke atas panggung. Luhan berjalan kikuk diatas panggung, mendekati Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo. Baekhyun menarik Luhan agar berdiri dekat dengan mike
"Aish, apa yang harus kukatakan?" bisik Luhan sambil memandang Baekhyun bingung. Baekhyun tidak menjawab dan hanya memberikan mike kepada Luhan. Luhan dengan senyum terpaksa mengambil mike tersebut. Well, Luhan memang sudah terbiasa dengan konser yang begitu megah dan beribu-ribu penonton. Masalahnya adalah, ia benar-benar tidak tau apa yang ia harus lakukan sekarang. Luhan berdeham canggung
"Hai semuanya, sebelumnya aku sangat senang bisa berada satu panggung dengan idolaku sendiri, Crescendo." Baekhyun, Kyungsoo dan Chanyeol begitu kaget mendengar penuturan Luhan. Jadi selama ini Luhan sang musisi terkenal merupakan salah satu dari ratusan ribu fans Crescendo diluar sana? "aku begitu kaget saat Baekhyun-ssi memanggilku keatas panggung namun disatu sisi aku sangat bahagia. Kurasa aku tidak akan berlama-lama."Luhan memberikan kembali mike tersebut kepada Baekhyun.
"Hem kira-kira kita minta Luhan bermain lagu apa ya? bagaimana dengan lagu aransemen Luhan yang terbaru, Depends on you ?" Para penonton berteriak senang karena itu baru saja Luhan rilis seminggu yang lalu dan Luhan belum pernah menyanyikannya secara live. "Bagaimana Luhan-ssi?" Luhan tampak berpikir, Luhan suka tantangan maka ia menyanggupinya.
Luhan bersiap didepan piano, Baekhyun sudah memegang mikenya sedangkan Kyungsoo dan Chanyeol menonton dari samping panggung. Lagu Depends on you memang hanya menggunakan satu instrumen. Luhan mulai memainkan intro, semua penonton terhanyut dalam suasana
" You're so beautiful, oh. No one can changes you in myheart. When you walking, when you talking, when you laughing yeah.. you're so pretty. Your smile make me goin'crazy. Oh God what's my fault? I'm so addicted wirh her now. Can't imagine the day when I can't see you. My life is depends on you. When you're sad, I feel sad. When you're happy, I feel happy. Oh, you are my baby. And now that you come to me and said you love me ohh.. I just stay and the word can't go out from my mouth. I hug you so tightly.. My life is depends on you.."
Chanyeol dan Kyungsoo merasa sangat nyaman mendengar nyanyian Baekhyun dan dentingan piano Luhan. Oh God, that was so perfect! Luhan mengakhiri lagu tersebut dengan trinada oktaf yang begitu pelan. Setelah lagu benar-benar selesai semua penonton termasuk Chanyeol dan Kyungsoo begitu bersemangat bertepuk tangan, bersiul dan memberikan encore. Bahkan encore kali ini lebih meriah dari sebelumnya. Luhan berdiri dan berjalan mendekati Baekhyun dengan senyuman penuh kebahagiaan lalu bersama-sama menundukkan badan memberi hormat. Chanyeol dan Kyungsoo masuk kembali kearea panggung
"OhmyGod.. kalian berdua sangat hebat" bisik Chanyeol kepada Baekhyun dan Luhan, sedangkan Luhan hanya tersipu malu. Konser terus berlanjut, Luhan memilih untuk melanjutkan menonton dari samping panggung. Tak terasa 3 jam sudah lewat, konser Crescendo pun berakhir. Chanyeol, Baekhyun,Kyungsoo dan Luhan mengadakan pesta kecil-kecilan diruang ganti dengan snack-snack ringan dan minuman bersoda
"Daebak! Luhan, kau benar-benar seorang musisi hebat! Aku benar-benar terhanyut dalam dentingan pianomu!" puji Kyungsoo sambil menuang minuman bersoda ke gelas. Luhan tersenyum senang
"Ah kau berlebihan Kyungsoo-ssi"Kyungsoo mendecakkan lidahnya
"Panggil aku D.O saja. Aku merasa begitu akrab denganmu, entahlah mungkin karena kita sama-sama pianist?"Luhan mengernyitkan keningnya bingung, "D.O?"
"Iya, itu sebutanku saat aku belajar piano di luar negeri. Hanya beberapa teman dekat saja yang aku bolehkan memanggilku dengan nama sebutan itu, termasuk kau"
"Ah terimakasih kyung.. ah mian D.O" Kyungsoo tersenyum. Kyungsoo kembali menyibukkan dirinya dengan handphone sedangkan Chanyeol dan Baekhyun terlihat sibuk dengan dirinya sendiri diujung sana. Terlihat seperti bertengkar? Luhan yang merasa penasaran mencoba mendekati Chanyeol dan Baekhyun dengan berpura-pura mengambil suatu barang dimeja rias dekat pintu. Chanyeol dan Baekhyun sama sekali tidak menyadari keberadaan Luhan disitu.
"Oh ayolah Yeollie! Aku hanya berduet dengannya, hentikan sikap posesifmu" Chanyeol memegang kedua pipi Baekhyun
"Tetap saja. Aku cemburu melihat kedekatanmu dengan Luhan" Baekhyun menepuk pipi Chanyeol dengan lembut, Luhan terpaku ditempatnya. Ap-apa..?
"Ayolah. Kau sudah berumur 21tahun"
"Apa aku salah jika cemburu dengan namjachinguku sendiri?"
Luhan benar-benar shock mendengar kata-kata terakhir Chanyeol. Apa? Jadi Chanyeol dan Baekhyun..? Luhan menahan sesak di dada dan air mata yang memaksa untuk turun. Tidak Luhan, kau tau? Kau harus kuat. Luhan sedikit berlari mengambil tasnya dan mendekati Kyungsoo
"Do-ah aku rasa aku demam. Kepalaku pusing dan mataku berair, aku boleh pulang duluan?"Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari handphone dan menatap Luhan cemas. Kyungsoo menempelkan telapak tangannya di kening Luhan. Hangat
"Baiklah, apa perlu kuantar sampai rumah? Kurasa kau tidak akan kuat jika pulang sendiri"Luhan menggeleng. Tidak, ia ingin keluar dari gedung ini tanpa Kyungsoo,Baekhyun dan Chanyeol atau siapapun yang berhubungan dengan Crescendo lalu bisa menangis sepuasnya sepanjang perjalanan pulang.
"Aa..aku dijemput d.o-ah" Kyungsoo menatap Luhan khawatir
"Dijemput dengan siapa? Maaf terlalu banyak bertanya tapi aku ingin kau pulang dengan selamat"
"Luhan? Kau sudah mau pulang?" tanya Baekhyun yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya, "Cepat sekali? Apa kau sakit? Perlu obat? Aku membawa obat pusing, kau mau?" Luhan menggigit bibir bawahnya sambil menahan air mata sudah hampir jatuh dari pelupuk matanya. Tidak Baekhyun, jangan mengkhawatirkanku seperti itu. Luhan menarik nafas dalam-dalam
"Aku tak apa-apa. Mungkin karena aku kelelahan terlalu banyak latihan piano. Asal kalian tahu, dalam sehari aku latihan selama 6jam jadi kurasa aku baru merasakan efeknya sekarang ."Luhan tertawa dengan terpaksa sedangkan Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo malah memandang Luhan dengan khawatir seakan-akan Luhan akan terjatuh pingsan secara tiba-tiba.
"Lalu, kau dijemput siapa Luhan?" tanya Chanyeol yang sedari tadi diam. Ah ya, siapa yang akan menjemputku?
"Aa.a..aku dijemput sama.. Sehun" Chanyeol mengernyitkan keningnya bingung
"Sehun? Ooh Sehun maksudmu?" Luhan mengangguk dengan senyum terpaksa.
"Okey, aku pulang ya"Baekhyun memeluk Luhan dengan erat lalu menatap Luhan
"Aku sangat senang bisa berduet denganmu Luhan. Kuharap aku bisa berduet denganmu lagi"Luhan tersenyum miris mengingat tadi Chanyeol bertengkar dengan Baekhyun karena Luhan berduet dengan namjachingunya .Ingat, namjachingu. Luhan tidak menjawab hanya mengangkat jempol kanannya sambil tersenyum. Luhan perlahan keluar dari ruang ganti tersebut. Ah, malangnya dirimu Luhan. Bahkan cintamu kandas sebelum dimulai. Tetes demi tetes air mata terjatuh dari pelupuk matanya.
"Ha,ha " Luhan tertawa sedangkan air mata terus turun dari matanya, "poor you.. Luhan" orang-orang yang melewati Luhan memandang aneh. Luhan tidak peduli, Luhan terus berjalan keluar gedung. Terus berjalan diatas trotoar. Tidak peduli dengan rintik salju yang turun perlahan. Terus berjalan sampai ke halte terdekat. Luhan hanya duduk dihalte tersebut, tidak peduli dengan bus-bus yang berhenti didepannya. Tidak peduli dengan jas dan kemejanya yang sudah basah kuyup karena terkena salju. Luhan hanya memandang kearah depan dengan pandangan kosong. Ah gelap, apakah lampu dihalte ini mati? Kenapa bumi terasa berguncang? Apakah gempa? OhTuhan.. tolong aku.
-Crescendo side-
"Haah aku sangat khawatir dengan keadaan Luhan, ia terlihat begitu pucat tadi" ujar Kyungsoo sambil memasukkan barang-barangnya kedalam tas. Chanyeol hanya terdiam mendengar ucapan Kyungsoo sedangkan Baekhyun sedang kekamar mandi. Kyungsoo menoleh kearah Chanyeol karena sang dobi hanya diam semenjak Luhan pulang
"Chanyeol? Ada apa?" Chanyeol menatap Kyungsoo
"Apa?"Kyungsoo mendengus kesal
"Kau ini, ditanya malah bertanya balik"Chanyeol hanya terdiam dan tidak membalas perkataan Kyungsoo. Kyungsoo hanya mengendikkan bahunya lalu melanjutkan beres-beres barang.
Yo okay, sexy. Na hoksi molla gyeonggohaneunde! Jaldeureo!
"Ah ini pasti kai" Kyungsoo begitu senang dan langsung menjawab telepon
"Yoboseyo, ah iya ini aku sudah mau selesai. MWO?Bagaimana bisa? Arraseo, aku bisa pulang sendiri. Ne,ne Jonginie" Kyungsoo menghela nafas lalu melanjutkan beres-beres. Chanyeol melirik Kyungsoo
"Kenapa? laki-laki hitam itu tidak bisa menjemputmu?"Kyungsoo mendelik
"Hey dia tidak hitam hanya coklat"protes Kyungsoo mendengar penuturan Chanyeol lalu menghela nafas lagi, "Ya, eomma Jonginie sakitnya kambuh lagi" Chanyeol memandang Kyungsoo lalu melanjutkan beres-beres. Baekhyun kembali dari kamar mandi dan ikut membantu membereskan barang mereka. Chanyeol mendekati Baekhyun, mencuri sebuah ciuman dari pipi Baekhyun. Semburat merah muncul di kedua pipi Baekhyun yang begitu chubby sedangkan Chanyeol hanya terkekeh dan melanjutkan membereskan barangnya. Kyungsoo memandang sepasang kekasih tersebut dengan datar dan melanjutkan membereskan barang. Setelah barang-barang mereka sudah masuk ke dalam tas, mereka langsung keluar dari ruang ganti dan mendatangi manajer mereka yang sibuk mengatur dan merapikan property.
"Taehyung-ah apakah kita sudah boleh pulang?" tanya Baekhyun "Aku sangat kelelahan dan mengantuk"Baekhyun menguap begitu lebar sedangkan Chanyeol tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang sangat menggemaskan. Taehyung, manajer Crescendo menoleh dan memandang Crescendo dengan senyum yang begitu merekah
"Tentu saja kalian sudah boleh pulang. Aku sangat bangga dengan kalian, payment kalian akan aku transfer nanti. Baekhyun, minumlah vitamin jangan sampai kau sakit seperti dulu. Arraseo?" Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo mengangguk lalu pergi meninggalkan Taehyung. Baekhyun menghembuskan nafasnya cemas
"Apa ada yang kau cemaskan Baek?" tanya Kyungsoo melihat Baekhyun yang terlihat cemas dan gelisah sedari tadi. Baekhyun hanya mengangguk sedih dan sama sekali tak berniat menceritakan alasan kenapa ia gelisah. Chanyeol memegang dahi Baekhyun dengan lembut
"Kau tidak sakit kan Baekkie?" Baekhyun mengangguk kecil
"Kepalaku sedikit pusing, mungkin karena aku tidur terlalu larut malam kemarin"Chanyeol merangkul Baekhyun dengan mesra dan mengecup dahi Baekhyun dengan penuh cinta
"Ya!ya!ya! jangan mengumbar kemesraan kalian didepanku" ucap Kyungsoo dengan wajah datar sedangkan Chanyeol malah menunjukkan senyum idiotnya.
-at the other side-
Sehun begitu frustasi saat ini, sampai pukul dua dini hari Luhan tidak membalas bahkan memberi kabar kepadanya. Sehun mencoba untuk tenang dan tidak berpikir yang aneh-aneh. Mungkin saja pulsa Luhan habis? Atau baterai luhan low? Ayolah Sehun kau terlalu berlebihan jika kau berpikir Luhan dalam bahaya sekarang. Sehun menyesap kembali kopi hitam yang baru saja ia buat karena tidak bisa tidur mencemaskan Luhan. Sehun mengambil remote tv dan mulai menonton film. Sehun sama sekali tidak bisa fokus dengan film yang ada didepan matanya. Yang ada dipikirannya hanyalah Luhan, Luhan dan Luhan.
Ia sendiri tidak tahu kenapa ia begitu khawatir dan mencemaskan Luhan namun persetan dengan alasan kenapa ia harus mencemaskan Luhan. Sehun duduk dengan gelisah, ia mengecek handphonenya kembali, menghembuskan nafasnya dengan kesal lalu membanting handphonenya kembali. Ia benar-benar tidak tahan! Sehun langsung mengambil mantel di dalam kamar lalu keluar rumah menuju rumah Luhan. Tak ia pedulikan dengan rintik salju yang begitu deras. Ia berlari dan terus berlari, tak peduli bahwa jarak rumahnya lumayan jauh dengan rumah Luhan. Luhan tinggal sendirian dirumah biasanya para maid akan datang pada pagi hari lalu pulang pada sore hari.
Sehun mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan karena berlari cukup jauh. Sehun menggedor gerbang rumah Luhan dengan kencang. Keadaan rumah Luhan sangat gelap, pertanda bahwa sang pemilik rumah belum pulang. Sehun benar-benar bisa gila saat ini juga. Sehun mencoba menelpon Luhan namun nihil. Sehun memanjat gerbang rumah Luhan yang memang bisa dibilang cukup rendah lalu mengambil kunci rumah Luhan dibawah pot bunga yang terletak tidak jauh dari pintu rumah Luhan.
Sehun membuka pintu rumah Luhan dan menyalakan lampunya. Sehun berlari keatas kamar dan mengecek siapa tahu ada Luhan yang sudah terlelap? Sehun terdiam dan tersadar, bahkan kunci rumah masih dibawah pot bunga dia malah mencari Luhan dikamar. Such a fool. Sehun terduduk diatas kasur Luhan sambil mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Sehun benar-benar gila.
-Melody in Love-
Sehun membuka matanya perlahan karena cahaya yang begitu menyilaukan, dengan perlahan ia bangun dari tempat tidur dan tersadar bahwa ia tertidur dirumah Luhan. Sehun berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka dan berencana untuk mencari Luhan kembali. Terdengar bunyi telepon pertanda ada panggilan masuk, Sehun mengambil handphone dan mengangkatnya
"Yoboseyo"
"HEY! KAU DIMANA! CEPAT KE BLACK PEARL STUDIO SEKARANG! AKU SUDAH MENUNGGUMU LEBIH DARI 2 JAM!" Sehun menjauhkan handphone dari telinganya dengan muka datar
"Bisakah kau sedikit tenang? Aku bahkan baru bangun"ucap Sehun sambil menguap
"MWO?! AKU BAHKAN SU—"
"Aku akan bersiap-siap"pip! Sehun langsung mematikan sambungan, mencabut baterai handphonenya agar ia bisa tenang. Setelah Sehun membasuh mukanya Sehun beranjak keluar rumah dengan terburu-buru sepenuhnya namun sebelum Sehun keluar rumah, telepon rumah Luhan berdering. Sehun berhenti berlari, masuk kembali kedalam rumah untuk mengangkat telpon tersebut
"Yoboseyo"
"Apakah ini benar nomor telpon rumah Luhan?"
"Iya betul. Nuguya? Apa kau tahu Luhan berada dimana sekarang?"Sehun entah kenapa begitu terbawa emosi karena begitu gelisah memikirkan Luhan
"Ah mian sebelumnya, tapi ini siapa ya?"
"Aku Sehun"
"Sehun siapa?"
"Ooh Sehun"jawab Sehun dengan cepat
"Kau siapanya Luhan?" Sehun benar-benar kesal sekarang
"AKU NAMJACHINGU LUHAN! CEPAT KATAKAN DIMANA DIA SEKARANG BRENGSEK!" Orang di telepon terdengar seperti kaget mendengar penuturan dan berdeham
"Okay, datanglah ke rumahku sekarang"Sehun mendelik kesal
"Aku mana tahu rumahmu dimana bodoh?!"
"Ini aku hyungmu"Sehun membelalakkan matanya
"MWO?! Okay aku akan langsung kerumahmu" Sehun langsung menutup sambungan dan lalu berlari keluar rumah Luhan. Luhan, tunggu aku.
penasaraaan? review yukk~
