Unpredictable

Melody in Love

Created by : manlylittledeer

Cast : Luhan, Oh Sehoon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Kyungsoo

Pairing : Official Pair HUNHAN CHANBAEK KAISOO

Rate : T (amaaaan :3)

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast milik orangtuanya dan Tuhan aku cuma minjem nama :) ini murni hasil imajinasi aku samasekali engga plagiat :3

.

.

.

HAPPY READING READERNIM :3

Sometimes, you give attention too much for the things behind you and leave the thing in front of you

Setelah kejadian dimana Sehun mencium Luhan dan menyatakan perasaannya kepada Luhan tidak ada yang berubah diantara mereka. Masing-masing saling mengerti dan berusaha mengikis rasa canggung yang mulai muncul. Luhan mulai disibukkan dengan event Luhan terbaru yakni rilisnya album kedua Luhan, I Doubt It. Secara perlahan Luhan mulai mengalihkan rasa sedihnya karena Chanyeol dengan rekaman lagu, datang ke variety show, jumpa fans dan lain-lain.

Sehun sendiri juga mulai fokus dengan lagu duetnya dengan Chanyeol, lagu klasik Rondo ala Turca yang diremix dengan nuansa pop sangat populer diseluruh kalangan. Sedikit demi sedikit muncul fans club untuk mereka, Sehun dan Chanyeol melihat peluang besar disini maka mereka berencana untuk berkolaborasi kembali.

Kesibukan Sehun bahkan melebihi Luhan membuat ia tidak bisa lagi berdekatan bahkan untuk berlatih piano bersama pun susah. Sehun meminta tolong kepada Suho untuk menggantikannya sementara untuk berlatih bersama Luhan.

Suho dengan senang hati menerima tawaran tersebut karena ia saat ini sedang kosong dan tidak ada permintaan untuk pembuatan lagu

Suho merupakan komposer yang sangat luar biasa, ia bahkan bisa memainkan sebuah lagu hanya dengan sekali dengar. Ia menguasai beberapa alat musik yakni piano, gitar, saxophone dan drum. Suho sering merekam saat ia bermain semua alat musik tersebut kemudian menggabungkannya membuat sebuah harmoni yang begitu indah.

Sore ini Suho dan Luhan sudah berjanji akan berlatih bersama di BLACKPEARL Studio. Luhan sudah berada di BLACKPEARL Studio sejak pagi karena ini hari pertama ia akan berlatih bersama dengan orang lain selain Sehun. Luhan menghela nafasnya sambil membolak balik partitur yang begitu banyak berisi coretan

"Sehun.." Luhan menekan nada C dengan lesu, "Apa ia begitu sibuk?" Luhan membolak-balik kembali halaman partitur tersebut, pandangannya terpaku pada sebuah partitur yang belum selesai ia buat. Mengingatkan dirinya yang dulu begitu bodoh mencintai seseorang yang tidak mungkin membalas perasaannya.

Tok! Tok! Luhan menoleh kearah pintu, ah itu pasti Suho. Luhan bangkit dari duduknya, membukakan pintu dan benar itu adalah Suho

"Ah, Annyeonhaseyo. Luhan imnida" Luhan membungkukkan badannya sedangkan Suho tersenyum senang melihat Luhan yang begitu sopan terhadapnya

"Ah ne,ne Luhan aku sangat senang bisa bertemu langsung dengan idola yang sedang naik daun" Luhan yang mendengar itu tertawa kecil, "Kau tentu sudah tahu namaku bukan?" Luhan langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat

"Ne, kau terlihat begitu lelah?" Suho mengelap keringat dingin yang mengalir dipelipisnya

"Yah, bisa dibilang aku sedikit tidak enak badan tapi demi kau aku rela datang kesini," Suho meletakkan tasnya disalah satu kursi didalam bilik studio, "Jadi, apa yang ingin kau tanyakan atau latih hari ini?" Luhan duduk didepan piano kemudian membolak-balik halaman partitur yang ada, Suho mendekati Luhan dan ikut melihat-lihat partitur yang masih penuh dengan coretan itu. Sebuah partitur lusuh menyita perhatian Suho

"Bisa kau mainkan lagu ini untukku?" Luhan memandang partitur itu

"Ah ini, partitur yang dibuat oleh Sehun dan aku saat pertama kali berlatih membuat lagu. Kau yakin ingin mendengarnya? Aku bahkan tak yakin masih bisa memainkannya dengan lancar atau tidak" Suho tersenyum

"Tentu aku yakin. Terkadang sesuatu yang pertama itu lebih menyentuh hati" Luhan sedikit bingung dengan perkataan Suho namun akhirnya ia tetap memainkan lagu tersebut

Surely I said I can trough this

With you, by my side

You always supporting me, never leave me

No one do that to me except you

Love oh Love, is the most strong power

With love, black could be white

Sad could be happy

Rich become poor

But you, make me feels better

Luhan tersenyum karena bernostalgia saat ia begitu susah mengingat nada saat itu, marah karena Sehun yang selalu memarahinya saat ia menguap karena bosan membuat lagu tersebut. Terlihat pendek namun Luhan saat itu sangat bekerja keras karena itu adalah pengalaman pertama baginya. Suho yang melihat Luhan tersenyum, menepuk bahunya perlahan

"Bernostalgia hm? Merindukan Sehun?" Luhan tersentak, memandang Suho bingung,"Sudah kubilang bukan, sesuatu yang pertama terasa berbeda. Jadi apa kau berniat menambah lagu ini dalam track album mu? Hanya menjadi tambahan saja" Luhan memandang partitur itu, terlihat mempertimbangkannya

"Kurasa itu ide yang cukup bagus Suho-ssi. Aku akan menambahkan ini didalam track list album I Doubt It" Suho tersenyum teduh melihat Luhan yang begitu bersemangat

"Baiklah! Mari kita berlatih satu persatu lagu yang ada didalam albummu" Luhan membelalakkan matanya

"Ne?! Semuanya?" Suho mengangguk semangat sedangkan Luhan masih ternganga. Bayangkan saja disuruh berlatih 15 lagu!

.

.

-at the other side-

Sehun meneguk iced coffee nya perlahan, memperhatikan Chanyeol yang sedang rekaman untuk backsound effect. Chanyeol terlihat begitu serius namun untuk kesekian kalinya handphonenya berbunyi membuat ia harus mengulang rekaman dari awal. Sehun meremuk gelas plastik yang ada didalam genggamannya dengan kesal, ia masuk kedalam ruangan rekaman dimana Chanyeol menatap Sehun dengan takut sambil berbicara dengan Baekhyun via telepon

"Ne Baekhyunnie, arraseo arraseo. Aku sedang rekaman dan kau membuatku harus mengulang rekaman untuk kesekian kalinya. Kau tahu? Ada seekor buaya yang akan menerkamku jika kau membuatku mengulang lagi setelah ini. Ne ne nado saranghae!" Chanyeol langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak dan menatap Sehun dengan memelas

"Jeongmal mianhaeyo Sehun-ah. Kau tahu bukan betapa cerewetnya nae Baekhyunnie?" Sehun memandang Chanyeol datar

"Lalu mengapa kau tetap membawa handphone mu kedalam ruangan rekaman Chanyeol-ssi?" Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Mian,mian aku lupa. Aku berjanji sekarang hal itu tidak akan terulang lagi" Sehun menghela nafasnya kemudian menyita handphone Chanyeol

"Aku akan mengambil benda sialan ini sampai kau benar-benar selesai rekaman" Saat Chanyeol hendak memprotes hal itu Sehun langsung pergi keluar ruang rekaman dan melihat Chanyeol yang memakinya dari luar ruang rekaman. Sehun menghempaskan dirinya diatas sofa, mengecek handphone Chanyeol yang begitu penuh dengan pesan dari Baekhyun

Baekhyun

Yaa Yeoollie, apa kau masih lama?

Baekhyun

Kau rekaman atau bersemedi? Kau bahkan hampir seharian hanya untuk rekaman. Bogoshippo!

Sehun memutar kedua bolamatanya malas melihat pesan singkat Baekhyun, dasar pasangan aneh. Handphone Chanyeol tiba-tiba bergetar menandakan ada telepon masuk, dari Baekhyun. Sehun menggelengkan kepalanya melihat betapa protektifnya Baekhyun kepada rekan sejolinya. Sehun mengangkat telepon tersebut

"Yaa Yeollia-ah, kau sangat lama! Aku sangat ingin menceritakanmu tentang Luhan namun kau harus berjanji agar tidak memberitahu Sehun akan hal ini! Maka cepatlah selesaikan rekamanmu itu!" Sehun menatap layar handphone Chanyeol bingung

"Bisa kau jelaskan apa yang ingin kau ceritakan kepada Chanyeol tentang Luhan dan bisa kau jelaskan mengapa aku tidak boleh mengetahui hal tersebut?" Baekhyun bingung dengan ucapan Sehun

"Ne? Yeollie-ah? Apa maksudmu?"

"Aku Sehun, Baekhyun" Terdengar Baekhyun tergagap diseberang sana

"A-ah ne? Maafkan aku Sehun aku tiba-tiba ada urusan. Paai!" PIP! Baekhyun langsung memutuskan sambungan telepon tersebut

Sehun menatap layar handphone Chanyeol dengan bingung, memang dasar pasangan aneh!

.

.

.

/at the other side/

"Aissshh pabboyaa! Bisa-bisanya aku berbicara seperti itu!" Baekhyun berguling-guling diatas kasur dengan panik, hidupnya benar-benar diujung tanduk saat ini. Kyungsoo yang sedang sibuk dengan mic tercintanya memandang Baekhyun bingung

"Ada apa denganmu? Seperti akan ada bencana besar saja" Baekhyun menatap Kyungsoo dengan memelas, ia mendekati Kyungsoo dan memeluknya dengan erat

"Ahh bagaimana ini? Ini rahasia besar Do-ah! Dan dengan begitu ceroboh dan idiotnya aku membeberkannya kepada seseorang yang benar-benar tidak boleh mengetahui hal ini! Kau tahu? Aku rasa besok aku tidak akan bisa bernafas dengan baik!" Baekhyun menghirup nafas dalam-dalam karena berbicara tanpa jeda sedangkan Kyungsoo menggelengkan kepalanya

"Baek, bisakah sekali saja kau tidak terlalu mendramatisir hidupmu?" Baekhyun mendelik kesal

"Ya!Ya!Ya! Kau tidak tahu apa-apa sih!" Kyungsoo melepaskan pelukan erat Baekhyun, merebahkan dirinya diatas kasur Baekhyun

"Kau kira aku tidak tahu? Aku bahkan mengetahuinya lebih dulu daripada kau" Baekhyun membulatkan matanya tak percaya

"Jeongmal?! YA! Kenapa kau tidak memberitahuku?!" Kyungsoo memejamkan matanya

"Aku malas" Baekhyun ternganga mendengar dua kata yang keluar dari mulut Kyungsoo

"MWOYA?! INI BENAR-BENAR HAL BESAR YANG HARUS KUKETAHUI DAN KAU TIDAK MAU MEMBERITAHUKU KARENA MALAS?!" Kyungsoo membuka matanya dengan setengah hati, ia menatap Baekhyun jijik

"Kau boleh teriak tapi air liur mu tidak usah terjun kemukaku" Kyungsoo mengambil tisu basah, mengelap bagian wajahnya yang terkena cipratan air liur Baekhyun dengan kasar. Baekhyun yang melihat hal itu hanya menjulurkan lidahnya, menghempaskan badannya disebelah Kyungsoo

"Do-ah.. Ottekoe?"

.

.

.

/Luhan and Suho's side/

"Haah! Akhirnya selesai juga, terimakasih atas hari ini Suho-ssi" Luhan membungkukkan badannya dengan penuh rasa terimakasih. Suho mengusak rambut Luhan lembut

"Ne, cheonmaneyo Luhan. Jangan panggil aku dengan embel-embel 'ssi' lagi, kurasa setelah latihan hari ini kita sudah cukup akrab" Luhan menganggukkan kepalanya

"Ah gueraeyo? Ne, Suho. Ah bagaimana kalau kau kutraktir makan malam? Perutku sangat lapar" Suho terlihat mempertimbangkan tawaran yang diberikan Luhan

"Tawaran yang menarik, baiklah. Naik mobilku saja"

Akhirnya Luhan dan Suho memilih sebuah restoran di pinggir jalan namun masih terkesan elite karena dekorasi dan cahaya restoran tersebut sangat menarik. Mereka memilih untuk duduk dengan jendela kearah jalanan. Suho mengangkat tangannya, hendak memanggil pelayan. Seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka dengan sebuah notes ditangannya

"1 Iced Mochacinno, 1 Honey Pancake. Luhan kau ingin makan apa? Kau bilang kau lapar bukan?" Luhan membolak-balik halaman menu yang ada dihadapannya, terlihat mempertimbangkan antara dua makanan yang terlihat begitu lezat

"Suho-ah aku bingung memilih Bibimbap atau Jajangmyeon?" Luhan menggigit bibirnya menahan air liur yang seakan-akan ingin jatuh karena saking laparnya. Suho terkekeh melihat tingkah Luhan

"Kenapa kau tidak memilih keduanya saja? Aku yang akan mentraktirmu" Luhan mengibaskan tangan sambil menggeleng

"Aniya, aku yang akan mentraktirmu Suho-ah. Hem aku memilih bibimbap saja" Pelayan wanita tersebut mengulangi pesanan Luhan dan Suho kemudian berjalan kearah dapur. Suho memandang jalanan yang begitu ramai karena itu adalah saat jam-jam pulang kerja

"Ah Luhan, lihatlah ibu itu terilhat kesusahan membawa belanjaannya" Suho menunjuk seorang wanita tua yang keberatan dengan belanjaannya yang begitu banyak, Luhan mengikuti arah telunjuk Suho. Namun tiba-tiba seorang namja menolong ibu tersebut membawakan barang belanjaannya, Suho tersenyum melihat namja tersebut

"Kau tahu namja yang menolong wanita tadi?" Luhan menggelengkan kepalanya bingung, "Ia adalah namjachinguku dulu" Luhan memandang Suho dengan tatapan tidak percaya, Suho tertawa kecil melihat raut wajah Luhan

"Ya, aku seorang gay. Ia adalah pacar pertamaku dan dengan bodohnya aku membuat dirinya membenciku" Suho membenarkan letak duduknya, "Ia selalu membantu wanita tadi setiap malam, ditempat yang sama pula. Kau tahu kenapa wanita tadi terlihat begitu susah membawa barang bawaannya?" Luhan menggelengkan kepalanya dengan pelan

"Karena tangan yang ia pakai untuk membawa barang bawaannya adalah tangan palsu," Suho berdeham sejenak, "Dan dengan idiotnya aku lah yang membuat wanita tua tersebut kehilangan tangannya" Saat Luhan hendak menanyakan bagaimana bisa hal itu terjadi, seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Luhan langsung menjilat bibirnya kasar, ia benar-benar lupa dengan keinginannya menanyakan hal tersebut kepada Suho. Luhan memakan bibimbap dengan lahap, ah mashitta!

Luhan mengelap bibirnya dengan tisu setelah menghabiskan satu porsi bibimbap, perutnya benar-benar penuh saat ini. Suho tertawa kecil melihat Luhan yang terlihat sangat kekenyangan

"Gwaenchanayo? Kau terlihat sangat kekenyangan" Luhan mengangguk pelan

"Bibimbap di sini porsinya sangat besar, aku berpikir aku sangat gila bisa menghabiskannya" Luhan terlihat menelan air liurnya dengan susah payah karena ia lupa untuk memesan minuman, Suho yang sadar akan hal itu memberikan Iced Mochacinno nya yang sama sekali belum ia minum kepada Luhan

"Minumlah, kau terlihat sangat kehausan. Jika kau ingin memesan kau akan dapat minuman itu setengah jam kemudian melihat pengunjung yang sangat ramai" Luhan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum

"Nan gwenchan-hik!" Luhan menutup dengan malu mulutnya, aish paboya! Suho tertawa mendengarnya

"Sudahlah, minum ini" Luhan akhirnya dengan tidak enak hati meminum Iced Mochacinno Suho. Cegukan Luhan perlahan mulai hilang seiring masuknya Iced Mochacinno tersebut melewati kerongkongannya. Luhan menaruh cangkir iced mochacinno tersebut sambil tersenyum

"Gomawoyo Suho-ah!" Suho mengangguk sambil tersenyum, pandangan matanya terpaku pada dua namja yang baru masuk kedalam restaurant tersebut

"Eoh? Itu Chanyeol dan Sehun!" Chanyeol terlihat sibuk dengan partiturnya sedangkan Sehun memasang headset dikedua telinganya, "Hey Chanyeol! Sehun!" Tidak ada satupun dari mereka berdua menanggapi panggilan Suho, Luhan menoleh kearah mereka. Luhan langsung berjalan mendekati mereka

"Hey!" Chanyeol yang mendengar sapaan Luhan mengalihkan perhatiannya dari partitur setengah jadi tersebut ke Luhan, "Lu-luhan?"

"Ayo duduk bersama ku dan Suho disana, sudah lama kita tak mengobrol" Chanyeol menganggukan kepalanya ragu, "Ehm baiklah, ya Sehun! Kau ini lepas headsetmu!" Sehun melepaskan headsetnya malas, masih belum menyadari keberadaan Luhan

"Kau ini kenapa lagi?" Chanyeol menunjuk Luhan dengan tatapan matanya, Sehun menoleh kearah Luhan kaget

"Luhan? Sedang apa kau disini? Bukankah kau semestinya latihan dengan Suho hyung?" Luhan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum

"Ne, aku sudah selesai latihan bersama Suho. Aku sedang makan malam dengannya, itu dia. Ayo duduk denganku dan Suho" Sehun dan Chanyeol akhirnya mengikuti Luhan berjalan kearah meja Suho

"Annyeong Suho hyung, kau masih tetap ke restoran ini?" Sehun dan Chanyeol duduk berhadapan dengan Luhan dan Suho.

"Ya begitulah, aku masih belum bisa melupakannya" Suho menghela nafasnya namun tersadar disana ada Chanyeol memandang Suho bingung dengan perkataannya barusan, "Ah-ah Chanyeol apa kabar?"

"Baik Suho hyung, kau sendiri?"

"Yah begitulah, tidak baik tidak juga buruk. Kau tidak memesan makanan?" Chanyeol membuka buku menu sedangkan Sehun sama sekali tidak terlihat tertarik untuk memesan makan

"Lulu, apa kau sangat sibuk dalam seminggu kedepan?" Luhan yang daritadi diam terlihat berpikir

"Tidak terlalu Sehunnie, namun aku harus mendatangi beberapa variety show dan sebuah acara penghargaan, Baidu Awards" Sehun menganggukkan kepalanya paham

"Kau masuk nominasi apa?"

"Best Male Artist of the year, aku tidak terlalu percaya diri akan menang. Kulihat Baekhyun dari The Crescendo juga masuk nominasi tersebut" Sehun terlihat berpikir, seketika teringat dengan perkataan Baekhyun ditelpon

"Ah begitukah? Kudengar kau akan merilis albummu dalam minggu ini?" Luhan tersenyum mendengar perkataan Sehun

"Ne Sehunnie dan aku akan memasukkan sebuah lagu tambahan sebagai kejutan" Sehun mengangkat sebelah alisnya bingung, "Aku sangat tidak sabar untuk merilis album baruku Sehunnie" Luhan tersenyum sangat lebar, ia sangat tidak sabar saat Sehun mengetahui lagu yang pertama kali ia buat bersamanya akan ia masukkan kedalam album keduanya ini.

/skip time/

Setelah Chanyeol selesai menyantap pesanannya, mereka akhirnya pulang. Sehun berinisiatif mengantar Luhan pulang sekalian mengobrol karena sudah lama mereka tidak bisa berbicara secara pribadi. Mereka memilih untuk naik bis agar memperlama perjalanan mereka, sepertinya mereka 'rindu' satu sama lain?

"Memang, lagu apa yang akan menjadi tambahan di albummu itu Lu?" Luhan menggoyangkan telunjuknya sambil tersenyum jahil

"Ani, aku tidak akan memberitahumu," Luhan membenarkan letak duduknya,"Kau harus membeli albumku baru kau boleh mengetahuinya, kau bahkan tidak membeli album pertamaku" Luhan mempoutkan bibirnya. Sehun yang melihat hal itu terkekeh

"Aku bahkan bisa mendengar kau menyanyi secara langsung setiap hari Lu, untuk apa aku membeli albummu?" Luhan mencibir mendengar perkataan Sehun

"Tetap saja Sehunnie," Luhan melipat kedua tangannya didepan dada,"Aku tidak mau tahu kau harus membeli album keduaku ini! Aku benar-benar bersemangat merilis album ini Sehunniee" Sehun tersenyum melihat tingkah Luhan, ia mengusak rambut Luhan perlahan

"Arraseo,arraseo! Aku bahkan bisa membeli jutaan copy albummu Luluku" Luhan langsung menatap Sehun

"Aniyaa, kasihan dengan penggemarku yang lain jika kau membeli sebanyak itu" Sehun tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Luhan, aish muridnya sungguh menggemaskan!

Sebuah getaran terasa didalam kantong Sehun, Sehun mengeluarkan benda yang menghasilkan getaran tersebut. Astaga! Ia lupa mengembalikan handphone Chanyeol! Terlihat Baekhyun yang menelpon, Sehun tanpa ragu langsung mengangkatnya

"Ya Chanyeol! Taehyung hyung sungguh gila! Luhan tidak akan bisa merilis album keduanya karena dianggap ilegal dan ia akan dieliminasi dari nominasi Best Male Of The Year di Baidu Awards! Aiishh bagaimana ini?!" Sehun membelalakkan matanya mendengar ucapan Baekhyun, Luhan yang hendak bertanya itu siapa langsung mengurungkannya karena jari telunjuk Sehun menahan mulutnya

"Mwoya? Kau bercanda?" Sehun berusaha mengikuti suara Chanyeol agar Baekhyun mau menjelaskannya dan tidak memutuskan sambungan telpon secara sepihak seperti tadi siang

"Aku tidak bercanda! Aku bersungguh-sungguh!" Sehun melirik Luhan yang menatapnya dengan penasaran

"Bagaimana bisa hal itu terjadi?" Baekhyun diseberang sana terdengar menghela nafas kasar

"Kemarilah dan kau akan tahu apa alasannya!" Baekhyun langsung memutuskan sambungan telepon tersebut. Sehun memasukkan kembali handphone Chanyeol kedalam kantongnya

"Sehunnie? Nugu?" Sehun hanya menggelengkan kepalanya

"Hah biasalah, produser rekamanku melakukan sedikit kesalahan" Luhan mengangguk paham

"Arraseo, pokoknya kau harus membeli album keduaku dan menemaniku menghadiri acara Baidu Awards! Arraseo?" Sehun menoleh kearah Luhan.

"A-ah ne arraseo"

gimanaa? maaf banget aku ngaret bangeet. Sekolah kalau awal semester banyak pake banget tugasnyaT.T maafkan dakuu

kalo ada typo atau kesalahan mohon dimaafkan yaaa soalnya aku males ngecheck ulang hehehe

paaii don't forget to give your revieww! :3