Chapter 6
Created by : manlylittledeer
Cast : Luhan, Oh Sehoon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Younha, Leeteuk (cast bisa ngilang bisa nambah yoo sesuai dichapter aja)
Pairing : Official Pair HUNHAN CHANBAEK
Rate : T
Length : Chaptered
Disclaimer : semua cast milik orangtuanya dan Tuhan aku cuma minjem nama :) ini murni hasil imajinasi aku samasekali engga plagiat :3
.
.
.
HAPPY READING READERNIM :3
.
.
Don't take the trouble too seriously! Hell, enjoy your life! /suer ini ganyambung ama ceritawakwak/
.
.
.
Disinilah Sehun sekarang, didepan apartement Baekhyun untuk meminta penjelasan akan ucapannya tadi di telepon. Setelah mengantar Luhan sampai dirumah dan memastikan Luhan baik-baik saja ia langsung bergegas ke apartment Baekhyun.
Ting tong! Sehun menunggu sebentar, terdengar langkah kaki dari dalam dan sahutan 'sebentar!'
"Siapa yang da—" Baekhyun terlihat kaget melihat kedatangan Sehun, "A-ah Sehun-ssi, ada apa?" Sehun memandang Baekhyun datar
"Bisa kau jelaskan kenapa album Luhan itu ilegal dan alasan Luhan dieliminasi dari nominasi Best Male of the Year? Dan apa hubungannya dengan hyungku?" Baekhyun membelalakkan matanya, ia hendak membuka mulut untuk menjawab namun dipotong Sehun
"Lihat ini?" Sehun mengeluarkan handphone Chanyeol dari kantong sakunya, "Tidak perlu kujelaskan lagi bukan?" Bekhyun benar-benar memucat sekarang, ia menghela nafas
"Baiklah, akan kujelaskan. Tapi bisakah kita memanggil Chanyeollie juga?"
"Terserah kau saja"
Baekhyun mempersilahkan Sehun masuk dan duduk diruang tamu. Apartment Baekhyun didominasi dengan warna biru laut dengan warna merah muda, menampilkan kesan kekanak-kanakan sang empunya. Baekhyun mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan kepada Chanyeol agar kerumahnya. Handphone Chanyeol bergetar dikantong saku Sehun, ia membuka pesan tersebut
"Kau ini bodoh atau apa, handphone Chanyeol ada disini bodoh. Siapa maksudmu pria-berwajah-datar-dan-mengerikan?" Baekhyun menepuk jidat menyadari kebodohannya, ia tertawa canggung
"Ha-ha-ha lupakan saja pesan itu" Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan senyum tengil di wajahnya yang dibalas dengan tatapan datar oleh Sehun, "Lalu bagaimana kita memanggil Chanyeollie untuk datang kesini?" Sehun memandang Baekhyun malas
"Bisakah kau langsung menjelaskan kepadaku? Ini sudah larut malam" Baekhyun langsung menggeleng dengan cepat
"Aniyo, Chanyeollie harus mengetahui hal ini" Sehun memutar kedua bolamatanya malas
"Kurasa Chanyeol masih bersama dengan Suho, coba kau telepon Suho"
/fyi/ Suho adalah hyungnya Baekhyun , Sehun dan Suho adalah teman sesama pemusik, Taehyung adalah kakak Sehun/ backtostory
"Baiklah"
.
.
.
/skiptime/
Setelah mencoba menghubungi Suho, ternyata benar Chanyeol masih bersama dengan Suho. Baekhyun langsung meminta tolong Suho agar menyuruh Chanyeol keapartmentnya saat ini juga. Baekhyun dan Sehun benar-benar dalam suasana awkward saat ini, Baekhyunbenar-benar tidak suka dengan suasana awkward, ia berdeham mencoba memecah keheningan
"Sehun-ah"
"Hm?" Baekhyun menggigit bibirnya, bingung mencari topik pembicaraan yang pas
"Aku boleh memanggilmu tanpa embel-embel 'ssi'?" Sehun menoleh kearah Baekhyun
"Sesuka kau saja" Kemudian hening kembali, Baekhyun mengusap-usap wajahnya kesal. Urgh! Ia benar-benar tidak nyaman dengan suasana seperti ini!
"Sehun-ah" Sehun hanya diam tidak membalas panggilan Baekhyun, namun Baekhyun tidak peduli dan tetap melanjutkan pembicaraannya
"Apa benar Luhan menyukai Chanyeollie?" Kalimat yang terlontar dari mulut Baekhyun sontak menarik seluruh perhatian Sehun
"Ucapan konyol apa itu" Baekhyun terlihat langsung menggebu-gebu melihat Sehun yang terlihat tertarik dengan topik pembicaraan ini
"Well, aku melihat handphone Luhan. Semua isinya serba Chanyeollie, disitu aku merasa cemburu namun mengingat betapa banyaknya fans Chanyeollie aku memahami hal itu" Sehun melipat kakinya, tertarik dengan pembicaraan Baekhyun. "Dan aku tahu kau menyukai Luhan bukan? Ah ani, mencintai kurasa?" Sehun terlihat kaget dengan tebakan Baekhyun yang mendekati benar atau memang sangat benar, namun dengan cerdasnya ia menutupi keterkejutannya dengan senyuman
"Aku sudah cukup sering mendengar hal itu dari seluruh fans Luhan diseluruh dunia" Baekhyun mengibaskan tangannya sambil menggeleng
"Ani, bukan suka sebagai guru dan murid namun sebagai sesama namja maksudku Sehun-ah" Sehun berpura-pura bingung dengan perkataan Baekhyun
"Apa mak—" Tingtong!
"Ah itu pasti Chanyeollie" Baekhyun berdiri meninggalkan Sehun yang masih menggantungkan kalimatnya. Terdengar suara berisik dari luar pintu, dobi itu memang sangat berisik. Chanyeol dan Baekhyun masuk kedalam ruang tamu
"Hey pria datar, kembalikan handphoneku. Sudah cukup lama kau mencuri handphoneku" Sehun dengan malas mengembalikan handphone sialan Chanyeol
"Jadi Bekhyun, bisa kau jelaskan sekarang? Aku sudah menunggu lama" Chanyeol memandang Sehun tidak percaya
"Mwoya? Lama? Baekhyunnie kau betah berlama-lama dengan pria tua datar ini? Kau baik-baik saja kan baby?"Chanyeol mengecek seluruh badan Baekhyun dengan teliti bisa dibilang terlalu berlebihan /-_-/
"Aish apa yang kau lakukan Chanyeollie, aku baik-baik saja. Hanya terasa canggung diawal" Chanyeol memandang Baekhyun dan Sehun bergantian dengan curiga
"Sayang, kau tidak bermaksud berselingkuh dengannya selama tadi menungguku disini bukan?" Baekhyun dan Sehun memutar kedua bola matanya malas
"Kau idiot dobi, aku tidak tertarik dengan namja manja dan cengengmu ini"
"ENAK SAJA KAU!" ucap Baekhyun dan Chanyeol bersamaan, mereka saling menatap sedangkan Sehun memandang datar
"Kita memang jodoh sayang, bahkan pikiran kita sejalan" Baekhyun mencibir
"Bahkan kau baru saja mengatakan bahwa aku ingin berselingkuh dengan Sehun dan sekarang kau mengatakan kita berjodoh, kau memang namja bodoh" Chanyeol menunjukkan senyum kudanya, ia merangkul pinggang Baekhyun dan menuntunnya untuk duduk disofa
"Arraseo, arraseo maafkan kekasih tampanmu ini, eoh? Baiklah, sekarang jelaskan kepada kekasihmu ini, ada apa sampai kau memanggilku saat ini Baekhyunnie?" Baekhyun mencibir mendengar sebutan Chanyeol kepada dirinya sendiri
"Ini tentang Luhan, Yeollie," Chanyeol mengangguk, menanggapi penjelasan Baekhyun,"Ia dieliminasi dari nominasi di Baidu Awards dan perilisan album Luhan gagal"
"Apa?! Bagaimana bisa itu terjadi?" Chanyeol benar-benar terlihat kaget mendengar pembicaraan tersebut
"Aku mengetahui dari Taehyung hyung bahwa ada pihak produser dibelakang pembuatan album Luhan menyebarkan berita bahwa lagu yang ada didalam album Luhan yang akan datang telah mencuri hak cipta pemusik asal Australia, Mackenzie. Aku tidak tahu pasti" Sehun dan Chanyeol mendengarkan Baekhyun dengan serius
"Lalu kenapa kau bilang bahwa hyungku gila?" Baekhyun memandang bingung dengan pertanyaan Sehun, "Saat kau menelpon dan mengira bahwa aku adalah Chanyeol" Baekhyun terlihat mengingat, kemudian mengangguk setelah ia mengingatnya
"Kudengar, Taehyung hyung juga termasuk salah satu dalang atas dieliminasinya Luhan dalam nominasi Baidu Awards namun Taehyung hyung tidak ada sangkut pautnya dengan perilisan album Luhan yang gagal" Sehun berpikir, bingung akan keadaan ini
"Aku tidak mengerti dengan semua hal yang kau ucapkan. Sungguh tidak masuk diakal" Baekhyun menghela nafas kesal mendengar ucapan Sehun
"Yang harus kita lakukan adalah kita harus mencari tahu kenapa produser Luhan menyebarkan berita tersebut" Chanyeol dan Sehun saling memandang
"Ada yang tidak beres disini"
.
.
.
Sinar matahari dengan nakalnya mulai masuk melalui sela-sela jendela kamar Luhan, membangunkan seorang namja mungil yang masih bergelung diatas tempat tidurnya. Cicitan burung gereja yang merdu perlahan tergantikan dengan suara dering telepon dari atas nakas disamping tempat tidur. Luhan yang masih memejamkan matanya, meraba-meraba nakas. Tangan Luhan malah menyenggol handphone tersebut dan menjatuhkannya. Dering telepon sontak langsung berhenti
Luhan mengumpat kecil, ia bangun dengan malas. Memandang handphonenya yang sudah terpisah dengan baterainya, ia mengambil handphone beserta baterai tersebut untuk dipasang kembali. Luhan sedikit membanting handphone yang sudah ia nyalakan tersebut keatas tempat tidur, ia berjalan dengan setengah sadar kearah kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Luhan merasa lebih segar. Ia mengecek handphonenya, 3 missed call. Younha noona dua kali dan Sehunie satu kali, Luhan lebih memilih menelpon Younha dahulu. Menanyakan apa yang ingin disampaikan tadi menelepon. Setelah menunggu beberapa saat, sambung teleponpun tersambung
"Yoboseyo Younha noona?"
"Ah ne, Luhan. Akhirnya kau menelponku"
"Mianhaeyo noona, tadi handphoneku terjatuh"
"Kau ceroboh sekali Luhan ckck. Nanti siang jam 1 datanglah ke Starvis Ent, Tower. Kau ada jadwal variety show, kau tidak lupa kan?" Luhan menepuk jidatnya, hampir saja dia lupa! Bahkan ini sudah jam 10 dan jika tidak Younha telepon mungkin ia akan memilih untuk melanjutkan tidurnya sampai sore
"Astaga, gomawo Younha noona! Aku lupa, bahkan aku berniat unuk melanjutkan tidurku" Terdengar helaan nafas dari seberang telepon, bisa Luhan bayangkan Younha noona sedang menggelengkan kepalanya
"Aku sudah menduga akan hal itu Luhan, jangan lanjutkan tidurmu namja malas! Lebih baik kau cek berita! Dan berjanjilah setelah kau melihat berita kau harus tetap mengikuti variety show nanti siang" Luhan mengernyit mendengar ucapan Younha
"Apa maksudmu noona?"
"Sudahlah, aku akan menutup telepon. Segera cek berita" Baru saja Luhan akan bertanya kembali, sambungan telepon langsung putus. Luhan mengernyit bingung, ada apa sebenarnya? Luhan membuka salah satu situs berita yang sudah terkenal dengan kebenaran beritanya namun kali ini Luhan benar-benar meragukan situs tersebut
LUHAN, PIANIS MUDA MENIRU MUSISI ASAL AUSTRALIA?!
Dikabarkan album Luhan yang kedua, I Doubt It merupakan hasil karya tiruan dari musisi Australia, Mackenzie. Pertumbuhan Luhan membuat Luhan semakin...
LUHAN, MULAI KESUSAHAN MENGEKSPLORASI MUSIK !
Never too young, Never too old, Never too late. Begitulah ungkapan seseorang saat akan mempelajari musik namun siapa sangka, Luhan seorang musisi muda menggemparkan dunia dengan album barunya yang melanggar hak cipta musisi asal Australia. Apakah ini jalan pintas yang diambil Luhan saat ia mulai kehilangan dan kesusahan menciptakan sebuah harmoni? Bahkan ia...
Luhan menganga dengan lebar, apa-apaan berita tidak bermutu ini?! Luhan keluar dari situs berita tersebut dan men-search di Google dengan keyword Luhan. Dan saat ini Luhan benar-benar menggila, tampilan page awal membahas album kedua yang akan ia rilis. Jika itu tentang hal positif, ia tentu senang. NAMUN KENYATAANNYA ADALAH SEBUAH FITNAH!
Luhan membanting handphonenya dengan kasar, ia termenung. Berpikir siapa yang tega menyebarkan berita tersebut. Bahkan seluruh dari lagu didalam albumnya merupakan hasil imajinasi dirinya! Luhan teringat dengan ucapan Younha, oh tidak ia sepertinya harus siap menghadapi berbagai pertanyaan menyebalkan dari pembawa acara dalam variety show nanti!
Luhan mengecek youtube, ap-apa?! Bahkan lagu yang dikabarkan mengikuti dan bocor keluar adalah lagu I Doubt It! Lagu inti dari album kedua Luhan! Luhan menjambak rambutnya kesal, ada apa sebenarnya?!
Handphone Luhan berdering, menandakan ada telepon masuk. Luhan mengambil handphonenya yang sempat ia banting tadi dengan malas. /Sehunnie calling/ Luhan mengangkat telepon tersebut
"Lu—"
"Arraseo, aku tahu. Tak perlu kau jelaskan lagi Hunnie" Luhan menghembuskan nafasnya kasar, "Aku tidak menyangka album kedua ku akan mendapat skandal seperti ini"
"Apa kau ada acara hari ini? Aku ingin bertemu denganmu" Luhan menghela nafas untuk kesekian kalinya
"Sayang sekali Hunnie, aku ada jadwal variety show nanti jam 1 siang"
"Apa?! Kau masih berniat menghadiri variety show saat kau terkena skandal seperti ini?"
"Aku tidak bisa melarikan diri dari variety show ini Hunnie, Younha noona sudah memastikan aku pasti hadir dalam acara variety show ini" Terdengar Sehun menggeram kesal diseberang telepon
"Baiklah, berhati-hati dengan setiap ucapanmu Luhannie. Ehm.. semangat Luhannie" Luhan terkekeh mendengar nada suara Sehun yang kelewat datar
"Ne, gomawoyo, nae saranghaneun seonsaengnim" (yes, thanks my dear teacher)
"hm" Sambungan telepon terputus, Luhan tersenyum. Ia tidak akan diam saja, ia akan benar-benar mengungkap kebenaran!
.
.
.
/Sehun side/ SEHUN POV/
Sungguh aku tidak mengerti dengan pemikiran Luhan, ia sungguh menantang sekali dengan datang kevariety show tersebut. Jangan sampai Luhan mendatangi Sholjik Session, itu benar-benar variety show yang harus Luhan jauhi untuk saat ini. Aku berusaha menelpon kerabatku yang juga bertugas mengurus album kedua Luhan, mencari berita siapa yang berusaha menggagalkan perilisan album kedua Luhan
Namun, aku tidak mendapatkan informasi sama sekali. Yang sangat membuatku bingung adalah, kenapa Taehyung hyung juga terlibat dalam tereliminasinya Luhan dalam Baidu Awards? Aku mengambil handphoneku, berniat menelpon dan menanyakannya langsung kepada Taehyung hyung. Namun aku mengurungka niatan tersebut, aku tidak mempunyai bukti dan aku tidak ingin Taehyung hyung tersinggung dengan pertanyaanku.
Akhirnya aku memilih menelpon Chanyeol,membicarakan single kedua yang akan kita berdua rilis dan perihal Luhan
"Yoboseyo"
"Apa kau sudah melihat sampai sejauh mana single kedua kita selesai?"
"Sekitar 75%, ah ya bagaimana? Apa Luhan sudah mengetahui berita tersebut?"
"Sudah, bahkan sebelum kuberitahu. Kurasa berita tersebut sudah menyebar luas" Chanyeol mendecak
"Sungguh malang Luhan, aku akan berusaha semaksimal mungkin mencari informasi tentang produser tersebut"
"Gomawo Chanyeol-ah. Baiklah telpon kututup"
Aku harus mencari informasi lebih teliti kali ini, Luhan berada diambang kehancuran saat ini. Sebagai guru dan calon kekasihnya aku harus membantu. Wait, calon kekasih? Tentu saja, aku sudah memikirkannya matang-matang. Aku akan menjadikan Luhan sebagai kekasihku.
.
.
.
/at the other side/
"Hyung jangan seperti ini hyung. Aku akui ini ide yang cemerlang tapi ini juga bisa menjadi bencana"
"Diamlah, kau tidak tahu apa-apa anak kecil"
"Oppa, kau gila. Sungguh gila!"
Namja tersenyum menampilkan smirk andalannya
"Gila? Jika rencanaku berhasil, ini akan membawa dia naik daun di kancah permusikan di Korea Selatan"
"Argh, aku tidak tahu! Aku tidak ikut campur!"
.
.
.
/Luhan's side/
Luhan sudah berada di Starvis Ent Tower, padahal ini baru jam 11. Namun ia benar-benar gugup untuk variety show kali ini, entahlah tapi dadanya terus berdebar-debar. Luhan duduk di depan meja rias, dirinya sedang di makeup untuk variety show nanti. Luhan memandangi bayangan dirinya, ia akui ia cukup tampan untuk seorang namja namun ia sangat kesal kenapa ia terlihat begitu ehem imut
Younha mendekati Luhan sambil membawa sepasang baju casual yang akan dipakai Luhan nanti
"Luhan-ah jika sudah selesai, gantilah pakaianmu dengan ini. Ah ya variety show kali ini merupakan episode pertama mereka, kau sungguh beruntung menjadi bintang tamu pertama mereka Luhan" Younha menyentuh bahu Luhan, menyemangati Luhan, "Nama variety show kali ini adalah Nollam Nollada. Berhati-hatilah dengan setiap perkataanmu, kau sedang terkena banyak skandal"
"Ne Younha noona, aku akan berusaha semaksimal yang kubisa" Luhan tersenyum hangat ke Younha, "Kalau boleh tahu sampai jam berapa variety show ini noona?"
"Variety show ini Live Lu, mungkin hanya satu setengah jam" Luhan tercengang mendengar perkataan Younha
"Mwo?! Ini Live?" Younha mengangguk dengan mantap
"Kumohon Luhan, berhati-hatilah" Luhan menggigit bibir bawahnya, huwa eommaa!
.
.
.
"Annyeonghaseyo semuanya! Saya Jungkook bertemu lagi dengan anda semua setelah tamatnya Naminami Island. Kali ini saya datang membawa variety show dengan nama yang baru juga dengan konsep yang sangat menarik! Pertama saya akan mempersilahkan bintang tamu yang paling pertama dan paling populer saat ini. Ia sedang sibuk dengan album keduanya namun sayang perilisan albumnya terhambat. Baiklah ini dia, LUHAN! Mari kita beri applause untuknya!" Luhan yang sedaritadi dibelakang panggung akhirnya masuk disambut dengan tepuk tangan yang begitu meriah. Luhan berjalan dengan senyum yang begitu manis, Jungkook selaku MC mendekati Luhan dan mengajaknya untuk duduk disebuah sofa
"Annyeonghaseyo Luhan-ssi. Terimakasih sudah menjadi bintang tamu di acara Nollam Nolada hari ini" Luhan masih tersenyum dan mengangguk
"Ne, aku juga sangat tersanjung bisa menjadi bintang tamu pertama untuk Nollan Nolada" Jungkook mengangguk senang mendengar perkataan Luhan
"Baiklah, bintang tamu kita sudah ada disini, maka saya akan menjelaskan bagaimana konsep pertama Nollam Nolada" Jungkook tersenyum misterius, "Siapa yang ingin duduk bersama disofa ini dengan Luhan dan saya kemudian melakukan ajang sesi tanya-jawab dengan Luhan dan masih banyak konsep seru?" Wah banyak sekali penonton yang langsung berteriak histeris mendengar tawaran Jungkook
"Eng ing eng tidak semudah itu, kami akan memilih seseorang dari antara kalian semua. Syaratnya ialaah," Jungkook menggantung kalimatnya sambil mengangkat-ngangkat alisnya berniat menggoda penonton yang sudah setengah mati penasaran, "Siapa yang lahir SATU HARI sebelum Luhaan? Bagi yang merasa, silahkan bawa kartu identitas kedepan sebagai bukti!"
Para penonton langsung terlihat rusuh, ada yang marah ada yang kesal dengan syarat tersebut. Namun ada seorang fanboy Luhan maju kedepan panggung, Jungkook menyambutnya dengan senang
"Apa kau lahir satu hari sebelum Luhan?" Fanboy tersebut menganggukkan kepalanya senang, "Bisa kau tunjukkan kartu identitasmu?" Fanboy tersebut menunjukkan kartu identitasnya, omona ternyata ia lebih tua tiga tahun dari Luhan!
"Baiklah silahkan duduk disebelah Luhan" Fanboy tersebut duduk dengan malu-malu yang dibalas dengan tatapan iri dan cemburu dari seluruh penonton di studio tersebut, Luhan sendiri tersenyum kearah fanboy tersebut. Setidaknya bukan noona-noona heboh yang akan duduk disampingnya. Jungkook duduk disofa sebelah sofa Luhan dan fanboy tersebut duduk
"Baiklah, bisa kau jelaskan darimana asal daerahmu dan namamu?" Fanboy tersebut berdiri kemudian membungkukkan badannya
"Kim Jongdae imnida, aku berasal dari Yeoju" Jungkook dan Luhan menganggukkan kepala mengerti
"Jongdae-ssi kita akan memulai pocmouth session, dari namanya mungkin terdengar asing namun jika aku menunjukkan benda ini" Jungkook mengambil sepiring penuh dengan pocky, "Kalian semua tahu bukan maksudku?" Banyak penonton berteriak histeris membayangkan Jongdae akan bermain pocmouth dengan Luhan
"Eits, namun cara bermain kita berbeda. Kali ini cuma Luhan yang akan memakan pocky ini" Luhan mengangkat alisnya bingung, "Jongdae-ssi dengan mulut akan menahan pocky tersebut dan Luhan-ssi lah yang mendekatkan mukanya ke wajah Jongdae-ssi untuk menghabiskan lima batang pocky ini!" Seluruh penonton termasuk Jongdae dan Luhan ternganga lebar
"Jika Luhan-ssi kalah maka ia harus dance dengan SHIRTLESS!" Seluruh penonton berteriak dengan girang sambil berdoa agar Luhan kalah, "Namun jika Luhan-ssi menang ia boleh memilih penggemar lain untuk menggantikan Jongdae-ssi atau tetap mempertahankan Jongdae-ssi!" Muka Jongdae memucat mendengar hal tersebut, ia tidak boleh kalah! Para fans terlihat kebingungan, memilih Luhan menang atau kalah. Urgh dua-duanya benar-benar pilihan yang sulit!
Jungkook memberikan piring berisi pocky tersebut, "Ingat Jongdae-ssi hanya lima batang" Jongdae mengangguk mantap. Luhan duduk berhadapan dengan Jongdae, Luhan terlihat biasa saja karena bagi dirinya dance shirtless itu sudah biasa. Luhan tersenyum kecil melihat Jongdae yang terlihat sangat gugup
"Santai saja Jongdae-ah" Jongdae tersenyum senang mendengar Luhan menyemangatinya
"Baiklah kami hanya akan memberikan waktu tiga menit untuk menghabiskan lima batang pocky tersebut Luhan-ssi. Bersiaplah, hana dul set SIJAK!"
Jongdae langsung mengambil satu batang pocky kemudian menaruhnya dimulut, Luhan langsung mendekati batang pocky tersebut dengan cepat ia memakannya. Batang kedua, ketiga, keempat lewat namun dibatang kelima karena waktu yang tinggal beberapa detik Luhan terbawa panik dan tak disengaja bibirnya menyentuh bibir Jongdae. Luhan mengunyah sisa pocky yang ada dimulutnya kemudian minum air mineral yang disediakan tim Starvis Ent. Para penonton berteriak-teriak setelah melihat Luhan menang
"Wah, Luhan-ssi kau kelaparan ya sampai bisa memenangkan session ini" Jungkook terkekeh, "Baiklah, jadi kau bisa memilih tetap mempertahankan Jongdae-ssi atau memilih penggemar lain?" Seluruh penggemar distudio langsung berteriak agar memilih penggemar lain, Luhan memandangi para fansnya
"Apa aku boleh tetap mempertahankan Jongdae-ssi namun memilih satu penggemar lagi tanpa syarat?" Suasana studio semakin ramai mendengar pertanyaan Luhan, Jungkook terlihat mempertimbangkannya
"Karena kau adalah bintang tamu pertama dalam Nollam Nolada, maka silahkan memilih satu penggemar lagi"
"Kamsamhamnida Jungkook-ssi," Luhan bangkit dari duduknya, memilih salah satu dari sekian penggemarnya, "Kau, yeoja yang duduk paling belakang memakai baju berwarna peach" Yeoja tersebut menoleh kearah kanan kirinya kemudian menunjuk dirinya, "Ya kau" Yeoja tersebut berteriak senang, ia terlihat berbicara kepada yeoja disebelahnya sepertinya itu sahabatnya . Terdengar teriakan cemburu dari penggemar yang lain. Yeoja tersebut berjalan maju kedepan dibantu dengan tim dari Starvis Ent. Luhan tersenyum saat yeoja tersebut sudah berjalan naik keatas panggung
"Wah sepertinya kau penggemar yang sangat beruntung karena dipilih sendiri oleh Luhan!" ucap Jungkook. Yeoja tersebut membungkukkan badannya kearah Luhan sambil terus menerus mengucapkan kata terimakasih. Kemudian mereka duduk kembali dimana Luhan duduk diantara Jongdae dan yeoja tersebut
"Silahkan perkenalkan dirimu" ujar Jungkook kepada yeoja tersebut
"Minah imnida, aku dari Pyeongchang" Luhan terkejut mendengar dari mana asal Minah
"Kau dari Pyeongchang? Itu jauh sekali Minah-ssi" Minah mengangguk mendengar pertanyaan Luhan
"Aku sangat ingin bertemu denganmu, Luhan" Para penonton semakin panas mendengar penuturan Minah sedangkan Luhan tertawa
"Sekarang kita membuka 'ASK-THE-QUESTION-FOR-ME-PLEASE!' session. Disini penggemar yang terpilih diijinkan menanyakan empat pertanyaan untuk bintang tamu yang ada, dan tentu saja bintang tamu harus menjawab dengan sejujur-jujurnya! Namun karena ada dua penggemar yang terpilih sesuai keinginan Luhan-ssi maka masing-masing penggemar hanya diperbolehkan bertanya untuk dua pertanyaan" Jongdae, Minah dan Luhan menganggukkan kepalanya mengerti
"Dimulai dari Jongdae-ssi, kau boleh menanyakan pertanyaan APAPUN untuk Luhan bintang tamu istimewa kita!" Luhan tersenyum untuk menutupi kegugupannya, semoga Jongdae tidak bertanya tentang album barunya!
"Luhan-ssi aku ingin bertanya sebagai fanboy, apakah kau.." Jongdae terlihat tidak enak menanyakan pertanyaan ini namun ia benar-benar penasaran, "apakah kau seorang gay?" Seluruh penonton distudio itu benar-benar kaget namun yang paling kaget adalah Luhan, sungguh pertanyaan macam apa ini?! Luhan menggaruk kepalanya bingung
"Apa aku harus menjawabnya?" Jungkook mengangguk dengan pasti
"Tentu saja kau harus menjawabnya dengan sejujur-jujurnya" Luhan terlihat berfikir sebentar, ia tahu ia mungkin akan mendapat haters namun ia harus jujur kepada media
"Ya, aku adalah seorang gay" ucap Luhan dengan pasti. Penggemar melecehkannya, banyak yang berteriak merendahkan itulah dalam bayangan Luhan namun kenyataannya? Para penggemar bersorak senang, mungkin itu adalah fujoshi-fujoshi /seperti author dan kalian misalnya? :p/ Muka Jongdae pucat pasi
"Kau benar-benar gay Luhan-ssi?" tanya Jongdae unuk kedua kalinya, Luhan mengangguk mantap
"Sekarang giliran Minah-ssi untuk bertanya" /disini tuh Minah Girl's Day yaa/
"Luhan-ssi menurutmu apa yang membedakan fangirl dan fanboy?" Luhan tertawa mendengar pertanyaan tersebut
"Gender mereka" Minah tertawa kecil mendengar jawaban Luhan , itu bahkan semua orang juga tahu
"Maksudku adalah ap—"
"Maaf Minah-ssi hanya boleh satu pertanyaan untuk saat ini" potong Jungkook saat melihat Minah akan bertanya kembali. Minah tersadar dan mengangguk mengerti
"Sekarang giliranku bukan?" tanya Jongdae kepada Jungkook
"Ya silahkan Jongdae-ssi"
"Luhan-ssi bisa jelaskan kepada kami tentang skandal album keduamu?" Luhan mengangguk gugup
"Untuk semua penggemarku, kalian semua adalah penyemangat bagiku. Aku sudah melihat berita yang mengabarkan bahwa aku melanggar hak cipta musisi asal Australia, aku lupa nama musisi tersebut siapa. Sungguh percayalah, lagu I Doubt It itu murni hasil karyaku. Kalian percaya bukan padaku?"Seluruh penggemar berteriak 'gwencana uri LUHAN!' dengan kencang. Luhan benar-benar terharu dengan dukungan para penggemar
"Aku akan berusaha meluruskan berita ini dan segera merilis album keduaku demi kalian semua. SARANGHAEE!" ucap Luhan sedikit teriak sambil tersenyum terharu.
"Aku ikut bersedih mendengar skandal tersebut Luhan-ssi semoga kau bisa meluruskan skandal ini" ucap Jungkook, "Pertanyaan terakhir dari Minah-ssi silahkan"
"Luhan-ssi aku ingin bertanya, " Minah menggantung kalimatnya, "Maukah kau berfoto hanya berdua denganku saat ini?" Suasana studio sangat sangat gaduh mendengar permintaan Minah sedangkan Jungkook selaku pembawa acara berusaha menenangkan suasana
"Maaf Minah-ssi tapi itu bukan pertanyaan melainkan permintaan" Minah yang mendengar hal itu mempoutkan bibirnya, Luhan yang melihat hal itu tersenyum
"Baiklah Minah-ssi kemarikan handphonemu" Minah yang mendengar hal itu langsung berteriak girang sedangkan penggemar lain bersorak iri. Minah mengambil handphonenya kemudian memberikannya kepada Luhan, Luhan membuka camera kemudian mengaturnya menjadi kamera depan. Minah merapatkan tubuhnya pada Luhan
"Say Cheese!" ucap Luhan. Minah dan Luhan tersenyum sangat manis. Luhan yang melihat para penggemarnya iri melihat dirinya dan Minah, mengeluarkan handphonenya, mengaturnya menjadi kamera depan kemudian ber-selfie dengan semua penggemar disana. Setidaknya semua penggemar disana tidak terlalu cemburu bukan?
Setelah satu setengah jam mengikuti variety show Nollam Nollada akhirnya Luhan bisa beristirahat disebuah ruangan khusus untuknya. Ia menghela nafas, pusing memikirkan skandal yang sedang menjerat dirinya. Seseorang mengetuk pintu
"Hey uri baby Lu terlihat kelelahan?" Luhan menoleh kebelakang
"Hunniiee, aku merindukanmu" Sehun tersenyum nakal
"Baru semalam kau bertemu denganku Lu, "Sehun terkekeh, "Tadi aku bertemu dengan Younha noona, katanya kau akan mengadakan jumpa pers nanti jam lima untuk membicarakan skandal tersebut?" Luhan memutar kedua bolamatanya malas
"Bahkan aku baru tahu darimu Hunnie, aku capek dan pusing" rengek Luhan. Sehun duduk didekat Luhan, ia mengelap keringat yang ada di dahi Luhan dengan tisu
"Bersemangatlah baby Lu, aku mendukungmu" ucap Sehun sambil mengangkat tangannya yang terkepal, "Fighting manly little deer!" Luhan tertawa kecil mendengar ucapan Sehun
"Ne gomawo albino guy!" Sehun mengernyitkan alisnya tidak suka
"Hey aku tidak albino!"
"Tapi kau sangat putih Hunniee"
"Ani, tetap saja aku bukan albino"
"Hunnie Albino, Hunnie Albino" Luhan menjulurkan lidahnya sambil tersenyum jahil
"Luhannie, tarik ucapanmu eoh?"
"Shireo! Shireo,shireo, shi—"
Ucapan Luhan terbungkam dengan sepasang bibir tipis yang sedang melumat bibirnya saat ini. Luhan dan Sehun tidak menutup matanya, mereka saling menatap. Luhan yang pertama menutup kedua matanya kemudian membalas lumatan bibir Sehun, dapat Luhan rasakan Sehun tersenyum didalam ciuman tersebut. Apakah Luhan sudah bisa menerima Sehun?
.
.
.
Luhan menarik nafas kemudian membuangnya kembali. Didalam banyak sekali wartawan stasiun televisi, koran dan radio jika Nollam Nolada tadi tidak terlalu membuatnya gugup, kali ini Luhan benar-benar gugup seakan ingin pingsan. Sehun menepuk pundak Luhan
"Jangan gugup, berbicaralah apa yang kau tahu. Jangan mengatakan sesuatu yang tidak benar, arraseo baby Lu?" Luhan mengangguk, ia tersenyum senang karena dari tadi siang Sehun selalu menemaninya
"Hunnie"
"Ya baby Lu?" Luhan menggigit bibirnya
"Ap-apakah perkataanmu saat di Descresc Club masih berlaku?" Sehun memiringkan kepalanya bingung
"Apa maks—" Sehun terdiam, setelah tiba-tiba teringat,"Masalah aku mengatakan aku mencintaimu?" Luhan mengangguk malu
"Tentu saja, itu akan berlaku selamanya. Apalagi namja yang kucintai sudah mengaku kepada media bahwa ia adalah seorang gay tanpa ragu sama sekali" Sehun memeluk Luhan dengan erat, "Kenapa Lu? Apakah ka—" Sehun dan Luhan bertatapan
"Ap—"
"Buk—"
Luhan dan Sehun terdiam. Luhan menundukkan wajahnya, urgh ini sangat awkward!
"Kau duluan baby Lu" Luhan menggelengkan kepalanya dengan cepat, bahkan mungkin terlalu cepat
"Kau saja Hunnie" Sehun menampilkan smirk andalannya
"Kurasa hari ini ada yang ingin mengatakan bahwa dirinya membalas perasaan Oh Sehun?" Luhan mengangkat wajahnya dengan cepat
"Ap-apa-apaan, kau percaya diri sekali! Aku tidak mengatakan hal tersebut Hunnie!" Sehun mengernyitkan dahinya bingung
"Maaf Luhan-ssi apa aku berkata kalau seseorang yang akan membalas perasaan Oh Sehun adalah kau?" SKAK MAT! Sehun dengan sempurna berhasil menggoda seorang Luhan
"Arraseo! Arraseo!" Luhan terdiam sejenak, "Aku memang sudah mulai mencintaimu OH SEHUN YANG SANGAT MENYEBALKAN!" Sehun terdiam. Terpaku dengan kata-kata yang Luhan sebutkan tadi
"Ap-apa? Bisa kau ulang baby Lu?" Luhan memandang Sehun dengan kesal dan muka benar-benar memerah
"KAU MENYEBALKAN!"
"Bukan, bukan itu. Sebelumnya" Luhan mendelik kesal, uhh dia benar-benar malu sekarang! Dasar Sehunnie bodoh!
"Tidak ada pengulangan bodoh!" Sehun terkekeh, ia mencium bibir Luhan sekilas
"Ne,ne arraseo baby Lu. Aku sangat mencintaimu, sangat sayang sayang sayang sayaang sekali" Luhan yang mendengar hal tersebut benar-benar merona, "Nah lihat itu Younha noona sudah memanggil, selemat berjuang sayang. Mulai sekarang kau adalah namjaku satu-satunya, arraseo?"
"Siapa bilang aku mau menjadi kekasihmu Oh Sehun yang terhormat?" goda Luhan yang membuat Sehun cemberut
"Aku tidak mau tahu, kau kekasihku. Kau sayangku. Kau cintaku!" Luhan terkekeh mendengar pernyataan Sehun
"Ne,ne arraseo tuan Oh" Luhan mengecup pipi Sehun yang membuat Sehun benar-benar kaget, "Aku akan berjuang, doakan aku ne?"
"Selalu, sayangku" Sehun benar-benar bisa gila. Luhan benar-benar penuh kejutan untuknya!
.
.
Luhan sudah duduk disebuah meja panjang bersama dengan Younha noona, Leeteuk sebagai CEO Chueok Agency /nama agency luhan/ didepan mereka semua banyak sekali wartawan. Leeteuk berdeham
"Saya sebagai CEO Chueok Agency yang menaungi Luhan ingin mengklarifikasi tentang skandal tersebut. Luhan, kau bisa menjelaskannya sekarang" Luhan menoleh kearah Leeteuk dan menganggukkan kepalanya
"Kamsamhamnida Leeteuk-ssi. Saya benar-benar terkejut dengan skandal ini, banyak yang bilang produser sayalah yang menyebarkan berita tersebut namun itu SALAH BESAR! Produser saya dalam pembuatan album tersebut adalah Younha noona, saya sudah mengenal Younha noona cukup lama. Ia membantu saya dalam segala keadaan. Ini hanyalah ulah seorang haters yang berniat menjatuhkan nama saya, kumohon percayalah. Bagaimana bisa saya melanggar hak cipta musisi Australia tersebut jika saya saja tidak tahu tentang musik dia?" Luhan terdiam sejenak
"Masalah saya dieliminasi dari Baidu Awards saya belum menerima kepastian dari pihak Baidu itu sendiri. Jika saya benar-benar tereliminasi, saya benar-benar tidak tahu apa penyebabnya. Terimakasih" Luhan menjauhkan mic dari mulutnya.
"Baik, kami menerima hanya tiga pertanyaan. Silahkan bertanya" ucap Leeteuk. Salah satu wartawati yang duduk dipaling depan mengangkat tangannya
"Saya Park Hyera dari stasiun televisi KBS. Luhan-ssi anda bilang bahwa anda tidak meniru lagu Nona Mackenzie, namun jika didengar lagu anda ada kemiripan dengan lagu nona Mackenzie. Bisa anda jelaskan tentang hal tersebut?" Luhan mendekatkan micnya
"Ya, saya juga mengakui memang ada kemiripan. Setelah saya dengar ternyata kami hanya menggunakan tangga nada yang sama, selain itu tidak ada kesamaan" Wartawati tersebut menganggukkan kepalanya. Ada seorang wartawan yang mengangkat tangan kembali, Younha mempersilahkan wartawan tersebut bertanya
"Saya Eunhyuk dari stasiun televisi SBS. Saya ingin bertanya apakah Luhan-ssi benar-benar membuat seluruh lagu dialbum keduanya seorang diri atau dibantu orang lain?" Luhan tersenyum, senang dengan pertanyaan wartawan tersebut
"Ya, saya memang dibantu oleh guru piano saya yang sangat saya sayangi" Luhan melirik Sehun yang tersenyum kepadanya, "Saya dibantu oleh Oh Sehun dalam pembuatan lirik sampai harmoni. Oh Sehun sangat berperan besar dalam album saya" Luhan tersenyum sangat manis kearah Sehun.
'Saranghae!' ucap Sehun tanpa suara. Luhan benar-benar merona saat ini!
Pertanyan terakhir ditanyakan oleh seorang wartawan dari sebuah majalah
"Apakah pihak dari MacKenzie sudah menghubungi Chuseok Agency perihal berita ini?"
"Untuk saat ini belum. Bisa dilihat dari mereka belum menghubungi kami, berarti mereka tidak merasa bahwa karya mereka kami ikuti" ujar Leeteuk
Akhirnya setelah satu jam mengadakan jumpa pers, Luhan sudah diperbolehkan pulang oleh Leeteuk. Luhan membungkukkan badannya sambil mengucapkan terimakasih. Luhan dan Sehun sudah bersiap-siap untuk pulang namun dihentikan oleh Younha
"Luhan, berjanjilah kau tidak marah padaku" Luhan mengangkat alisnya bingung, "Sebenarnya Leeteuk dan aku lah yang menyuruh seorang wartawan untuk menyebarkan berita tersebut"
"MWO?!" ucap Luhan dan Sehun kaget. Apa-apaan ini?!
"Leeteuk berkata dengan skandal ini albummu akan terjual lebih banyak lagi. Sungguh aku sebenarnya tidak setuju dengan hal ini Luhan. Lagipula MacKenzie sendiri teman jauh Leeteuk saat kindergarten hanya saja mereka masih berkomunikasi satu sama lain" Luhan memandang Younha dengan datar
"Noona, aku senang dengan ide kalian yang cemerlang namun gila tapi bisakah memberitahuku dulu agar aku tidak gila seperti tadi?" Younha menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Leeteuk bilang agar lebih mendramatisir Lu"
Luhan dan Sehun membelalakkan matanya
SUNGGUH, LEETEUK ITU CEO YANG SANGAT MENYEBALKAN, MENGESALKAN DAN MENJENGKELKAN YANG PERNAH ADA!
.
.
Namun juga baik, mengesankan dan berwibawa
HUH LUHAN BENAR-BENAR AKAN BERTERIAK DIDEPAN WAJAH LEETEUK BESOK! Tidak peduli dia CEO atau siapapun!
-tobecontinued-
HUEHUEHUE panjang amat yaa aku ngetik soalnya ini lagi niat banget, kasian Melody in Love jarang update jadi sekalinya update langsung lumayan panjang deeh :p baca Salon Culinaire juga dong, cius seru /iklanlewatbentar/
Chapter depan dijamin seru jadi review dums buat penyemangatkuh /alaykan mulai deh lol/
Terimakasih sangat untuk :
Byvn88 : tuh udah ada kan tuh chanbaek moment walaupun dikit? :p / 0312luLuEXOticS : weheeeyy eonniee Niaa gomawo sangattt /deepbow/ lagi masa belajar membuat ff ini :p / PandaYehet88 : sudah lanjut chingguu, hehehe iya dong kan asik bikin pada penasaran :p / Uchiharuno Rozu : iya nih Luhan ama Sehun pacaran dieeee udah gak jomblo :p wkwkwk
Walaupun review sedikit tapi aku senang /asik/ bye SARANGHAE YEOROBUN! Silent readers, tobatlah biar ketemu bias wkwkwk
