Created by : manlylittledeer
Cast : Luhan, Oh Sehoon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Younha, Leeteuk (cast bisa ngilang bisa nambah yoo sesuai dichapter aja)
Pairing : Official Pair HUNHAN CHANBAEK
Rate : T
Length : Chaptered
Disclaimer : semua cast milik orangtuanya dan Tuhan aku cuma minjem nama :) ini murni hasil imajinasi aku samasekali engga plagiat :3
.
.
.
HAPPY READING READERNIM :3
.
.
At the end the good ones will be the winner and the coward will throw away to the trash
Akhirnya setelah skandal album kedua Luhan sudah terklarifikasi, Luhan sudah bisa mengeluarkan album keduanya tersebut. Dan dari pihak Baidu sendiri mengatakan bahwa pengguguran Luhan dari nominasi Best Male of The Year hanyalah rumor belaka. Dua hari lagi Natal tiba, Luhan benar-benar malas mengetahui hal tersebut. Sungguh, ia sangat membenci Natal
"Lu, kau Natal punya rencana?" tanya Sehun yang sedang duduk disebelahnya, Luhan mengangguk
"Aku harus menghadiri Baidu Awards Hunnie"
"Aish bukan rencana seperti itu maksudku Lu," Luhan menoleh kearah Sehun dengan tatapan bertanya, "Rencana berdua denganku misalnya? Kerumah eommaku?" Luhan terdiam mempertimbangkan tawaran Sehun
"Ide yang bagus Hunnie" Sehun tersenyum lebar namun Luhan hanya tersenyum kecil. Sehun menatap Luhan yang terlihat murung
"Kau masih memikirkan keluargamu? Lupakan Lu, mereka sudah meninggalkanmu! Sekarang keluargaku lah keluargamu. Arraseo?" Luhan mengangguk sambil tersenyum.
Hem sebenarnya kenapa sih dengan keluarga Luhan? Flashback/
"Eomma, eomma, eomma!" Luhan kecil berlari dengan senang kearah eommanya yang sedang menganyam, "Sebentar lagi Natal , aku tidak sabar Santa Claus akan memberiku kado seperti apa eomma" Eomma Luhan tersenyum, ia mengusak rambut keemasan Luhan dengan penuh kasih sayang
"Kalau Santa Claus datang, Luhan mau kado apa?" Luhan menaruh telunjuknya dibibir, memikirkan sesuatu yang menarik
"Lulu mau tidur dipeluk Appa dan Eomma" seru Luhan dengan senyum lebar. Eomma Luhan membelalakkan matanya, "Soalnya, Lulu sudah lama tidak tidur bareng Appa dan Eomma" Eomma Luhan tersenyum
"Sepertinya Santa Claus akan mengabulkan permintaan Lulu?" Mata Luhan langsung berbinar-binar
"Benarkah Eomma? Appa tidak akan lembur saat Natal?" Eomma Luhan mengangguk senang
"Aah, Lulu sayang eomma dan appa!"
-Christmas Day-
Luhan menggeliatkan badan kecilnya diatas sebuah kasur, Luhan membuka mata perlahan. Dimana ini? Luhan perlahan berjalan kesebuah pintu, ia memutar knop pintunya dengan perlahan
"Eomma? Appa?" Luhan berjalan melewati sebuah lorong, rumah ini benar-benar asing. Luhan tadi tidur disalah satu kamar yang berada dilantai dua, ia melongok kebawah. Aha! Itu eomma dan appa! Tapi kenapa eomma dan appa membawa tas sebanyak itu? Eomma dan Appa mau pergi kemana?
"Eomma! Appa!" Eomma dan Appa Luhan menoleh dengan kaget, mereka langsung buru-buru membawa tas-tas tersebut keluar rumah. Luhan yang melihat hal itu langsung berlari menuruni tangga, berusaha untuk mengejar eomma dan appanya. Seorang bodyguard menahan badan Luhan agar tidak ikut keluar rumah
"Lepaskan Lulu! Lulu mau ikut Eomma dan Appa! Santa Claus berjanji akan mengabulkan permintaan Lulu! Lepaskan Lulu! Eomma! Eomma! Appa!" Eomma dan Appa Luhan menaiki sebuah mobil dan membawa mereka pelahan menjauhi rumah tersebut. Menjauhi anak satu-satunya mereka, Luhan. Luhan menggedor-gedor pintu utama rumah tersebut sambil menangis
"Hiks Eomma Appa kenapa pergi? Hiks" Seorang wanita paruh baya menepuk bahu Luhan
"Kau sekarang tinggal disini Luhan, jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja padaku" Wanita tersebut tersenyum manis, Luhan membalikkan badannya dan menatap wanita tersebut
"Yang Lulu butuhkan sekarang eomma dan appa ahjumma! Panggil eomma dan appa kembali!" Wanita tersebut terlihat kebingungan namun ia tersenyum kembali
"Bagaimana kalau Luhan sarapan? Luhan lap—"
"LULU TIDAK LAPAR!" Luhan langsung berlari kearah kamar dimana ia terbangun tadi dan mengunci pintunya dari dalam. Nafas Luhan tidak beraturan, ia terduduk dibelakang pintu sambil menangis
"Eomma berbohong pada Lulu" lirih Luhan sambil sesenggukan.
Setelah lama berdiam diri didalam kamar, Luhan keluar dari kamar perlahan, ia menoleh kekanan dan kekiri. Tidak ada siapapun. Ia ingin kerumah Sehunnie. Ia harus menceritakan semua ini kepada Sehunnie! Luhan melihat jam dinding, jam setengah 2 pagi. Luhan yakin semua orang dirumah itu pasti sudah tidur. Luhan membuka pintu utama, yes! Tidak terkunci! Luhan berlari kearah gerbang dengan terburu-buru, ia tidak ingin ada yang mengetahui dirinya berusaha melarikan diri.
Luhan menyentuh gembok yang begitu besar mengunci pagar tinggi tersebut. Luhan menoleh kekanan kiri berusaha mencari jalan lain namun nihil. Satu-satunya jalan hanyalah gerbang tersebut. Luhan menggigit bibir bawahnya, ayo Luhan! Kau pasti bisa! Luhan melepas sandal rumahnya, ia memijak salah satu lubang dipagar tersebut. Perlahan demi perlahan Luhan sudah sampai diatas pagar tersebut, muka Luhan benar-benar sudah pucat
Ia mempunyai phobia dengan ketinggian dan sekarang ia memanjat pagar yang tingginya 2meter lebih. Luhan sekarang tinggal berusaha turun dari pagar tersebut, saat sudah tinggal 1 meter lagi kaki Luhan terpeleset dan ia terjatuh. Pergelangan kaki kanan Luhan membengkak, Luhan menyentuh tempat yang bengkak tersebut. Ia meringis menahan rasa sakit.
Luhan berusaha untuk bangkit berdiri, ia menoleh kekanan dan kiri. Berusaha mengingat apakah dirinya pernah kedaerah sini. Luhan memilih berjalan kearah kanan, sungguh ia tidak tahu kemana ia harus pergi. Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadanya, Luhan sampai disebuah jalan raya yang besar. Banyak mobil yang lewat, Luhan berusaha menumpang namun nihil. Tidak ada satupun mobil yang mau berhenti untuk namja kecil seperti dirinya
Namun Luhan tetap berusaha, ia tidak boleh menyerah. Sebuah mobil merah berhenti didepannya, sang pengemudi membuka kaca jendelanya
"Luhan?! Kau sedang apa sendirian disini?" Mata Luhan langsung berbinar-binar melihat Taehyung
"Taehyung hyung lulu boleh ikut dengan hyung?" Taehyung keluar dari mobilnya dan mendekati Luhan. Ia membukakan pintu untuk Luhan, Luhan mengucapkan terimakasih dengan senyum lebar. Saat ingin masuk kaki Luhan yang bengkak tersenggol sehingga menimbulkan rasa nyeri yang sangat menusuk
"Aw sakit hyung" Taehyung membantu Luhan naik dan melihat pergelangan kaki Luhan
"Astaga sebenarnya apa yang terjadi denganmu Luhan? Ayo langsung kerumah Hyung" Luhan mengangguk sambil meringis menahan rasa sakit. Luhan tersenyum kecil melihat jalanan, setidaknya ia sudah terbebas dari rumah tersebut. Taehyung masih belum begitu bisa mengemudi sehingga mereka sampai rumah sedikit lama. Setelah sampai Taehyung langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Luhan. Ia memapah Luhan sampai didalam rumah. Eomma dan Appa Taehyung yang melihat keadaan Luhan langsung segera mengambilkan kotak P3K. Eomma Taehyung dengan telaten membersihkan luka-luka kecil dan mengompres kaki Luhan yang membengkak
/end of flashback/
Luhan melamun mengingat masa pahit dirinya ditinggal oleh kedua orang tuanya, tatapan matanya kosong. Sehun yang melihat hal itu, merangkul Luhan dengan erat
"Bagaimana kalau kita bermain piano di BLACKPEARLSTUDIO?" Luhan tidak menanggapi tawaran Sehun karena melamun, Sehun menatap Luhan, "Luhan, kau tidak mendengarku?" Sehun menghembuskan nafasnya
"Lulu sayang"
"Eh iya kenapa Hunnie, maaf tadi aku melamun" Sehun terkekeh
"Lu kau kalau kupanggil dengan sebutan sayang baru mendengar, bilang saja kau ingin kupanggil dengan sebutan sayang kan?" Luhan mencibir
"Kau terlalu percaya diri Hunnie" Sehun tersenyum teduh
"Jadi, bagaimana? Mau bermain piano bersamaku? Kau sudah lama sekali tidak bermain piano denganku Lu" Luhan mengangguk dengan senang
"Ayo ke BLACKPEARLSTUDIO"
.
.
.
Luhan memasuki salah satu bilik yang ada grand pianonya dengan semangat, ia menenteng map yang berisi partitur-partitur lagu ciptaannya bersama Sehun. Ia duduk dihadapan piano, membuka partiturnya halaman demi halaman. Luhan mem'pout'kan bibirnya kemudian menutup kembali map tersebut. Sehun yang melihat hal itu mengangkat sebelah alisnya
"Kenapa ditutup Lu?" Luhan menoleh ke arah Sehun, ia bangkit berdiri dan mengisyaratkan Sehun untuk duduk
"Aku mau Hunnie memainkan lagu untukku" Sehun tersenyum lebar
"Mau request lagu apa Lulu sayang?" Luhan merona mendengar panggilan Sehun untuknya, ia memikirkan lagu apa yang harus Sehun mainkan. Namun ia bingung, entah kenapa Luhan lupa dengan judul-judul lagu saat ini
"Terserah Hunnie, aku hanya ingin mendengar Hunnie memainkan lagu untukku" Sehun mengangguk mengerti, ia terdiam sejenak memikirkan lagu apa yang cocok untuk Luhan
I need your love, I need your time
When everything's wrong
You make it right
I feel so high, I come alive
I need to be free with you tonight
I need your love
Muka Luhan merona mendengarkan nyanyian Sehun, walaupun suara Sehun sangat ngebass tapi Luhan sangat senang mendengar Sehun bernyanyi apalagi itu untuk dirinya. Sehun bangkit dari duduknya, ia mendekati Luhan.
"Hun-hunnie?" Luhan mundur perlahan karena Sehun terus menghimpitnya, akhirnya punggung Luhan menabrak dinding. Sehun bersmirk-ria, ia mendekati Luhan. Sehun menyentuh pipi Luhan, pipi Luhan benar-benar sudah semerah kepiting rebus saat ini. Sehun tersenyum dengan penuh kasih sayang
"Lu," Luhan menatap Sehun, "Aku mencintaimu" Luhan tersenyum
"Aku juga mencintaimu Hunnie, kau dan keluargamu sangat berarti dalam hidupku" Sehun mengelus pipi Luhan pelan
"Aku punya rencana Lu" Luhan menatap Sehun penasaran, "Bagaimana kalau kau pindah ke apartmentku saja?" Luhan memandang Sehun datar
"Kau ini, kita bahkan baru menjadi sepasang kekasih. Dan kau langsung mengajakku untuk tidur bersama?" Sehun mengerutkan keningnya bingung
"Tidur bersama? Aku mengajakmu untuk tinggal diapartmentku Lu bukan tidur bersama" Luhan menyadari kesalahpahamannya
"Aa itu maksu—"
"Atau kau yang ingin tidur bersama dengan ku?" Sehun mengeluarkan smirk andalannya. Luhan menutup wajahnya dengan malu
"Ap-apa-apaan kau Hunniieee!"
.
.
.
Setelah puas bermain piano akhirnya Sehun dan Luhan berencana untuk menikmati sebucket ice cream satu berdua didalam mobil. Sehun mengecek SNS dan melihat sebuah iklan tentang Music Competition.
"Lu, lihat. Sepertinya ini cukup menarik" Luhan melihat handphone Sehun, "Berminat untuk ikut Lu? Ini untuk umum" Luhan memasukkan sesendok es krim kedalam mulutnya
"Tanggal berapa Hunnie?" Sehun mengecek handphonenya
"Tanggal.. woah tanggal 13 April Lu. Sehari setelah ulang tahunku" Luhan terlihat tertarik dengan lomba tersebut
"Sepertinya aku ingin mencobanya Hunnie" Luhan tersenyum kearah Sehun, "Hunnie juga ikut kan?" Sehun menggelengkan kepalanya
"Aku ingin menyemangatimu saja Lu, lagipula aku tidak terlalu tertarik. Besok kau sudah bisa mendaftarkan diri baby Lu" Luhan terlihat sedikit kaget
"Lomba tanggal 13 April dan sekarang sudah bisa mendaftarkan diri? Sepertinya itu lomba yang sangat terkenal?" Sehun mengangguk
"Lomba ini berskala Internasional Lu" Sehun mengecek kembali handphonenya, "Lomba ini diadakan di Canada, baby Lu" Luhan mengerjapkan matanya
"Jauh sekali, kurasa aku sedang melakukan world tour saat itu Hunnie?" Sehun terlihat berfikir
"Kita pikirkan nanti saja oke? Kau harus fokus dengan album barumu sayang" Luhan mengangguk dengan senyum lebar
.
.
.
/chanbaek's side/
"Aku capek Yeollie, tenggorokanku rasanya sangat kering!" Kyungsoo memutar kedua bola matanya dengan malas
"Kau harus mempersiapkan diri untuk Baidu Awards nanti Baek" Baekhyun memanyunkan bibirnya, "Kalau kau tidak berniat untuk latihan, aku lebih baik kerumah Jongin menjenguk Eomma" Baekhyun mencibir
"Arraseo,arraseo eomma Kyungsoo! Tapi izinkan aku untuk istirahat sebentar" Kyungsoo mendelik hendak membalas namun langsung dipotong Baekhyun, "Aish hanya minum D.O" Chanyeol tersenyum pasrah, Baekhyun berencana untuk membawakan lagu andalan Crescendo yaitu 'This is not the right time to say goodbye' dan Kyungsoo lah kunci utama dari lagu tersebut karena Kyungsoo memegang kendali melodi disini dan Chanyeol hanya menjadi harmoni.
Baekhyun meminum air mineral dengan rakus, sungguh ia sudah bernyanyi selama 3 jam non-stop. Rasanya pita suaranya sudah mau putus! Tapi sebenarnya Baekhyun sangat berterimakasih kepada Chanyeol dan Kyungsoo yang mau membantunya nanti saat Baidu Awards tapi tetap saja! Ini sebenarnya yang masuk nominasi itu Baekhyun apa Kyungsoo?
"Ayo kita berlatih lagi, jika aku tidak 'miss' kita sudahi latihan hari ini. Kumohon Kyungsoo" Baekhyun menatap Kyungsoo dengan memelas sedangkan Kyungsoo seperti mempertimbangkan ucapan Baekhyun
"Okey, aku setuju" Baekhyun menatap Kyungsoo dengan berbinar-binar kemudian tersenyum kearah Chanyeol, "Hah, bilang saja kau ingin kencan dengan si dobi raksasa ini" Baekhyun dan Chanyeol hanya bisa nyengir kuda. Baekhyun mempersiapkan diri didepan sebuah mic
I doubt it
Is it just lying or truth
But I won't to leave you
I really believe in you
You wouldn't do that, right?
Yes, I'm right
Because this is not the right time to say goodbye
(...)
Baekhyun tersenyum senang akhirnya ia bisa menyanyikannya dengan sempurna, "Ahh daebak daebak terimakasih Kyungsoo" Baekhyun memeluk Kyungsoo yang masih duduk dihadapan piano, "I'm nothing without you!" Kyungsoo hanya terkekeh sedangkan Chanyeol memandang Baekhyun dengan cemburu
"How about me?" Baekhyun melepas pelukannya dari Kyungsoo, mendekati Chanyeol dan mengecup bibir Chanyeol secepat kilat, "You're my everything Yeollie!" Chanyeol tersenyum senang
"Aish jangan bermesraan didepanku, baiklah sekarang aku mau kerumah Jongin. Besok kita berlatih lagi Baek, arraseo? Jangan berkencan terus dengan sidobi raksasa ini" Baekhyun tersenyum lebar sambil mengangguk
"Arraseo uri saranghaneun D.O!"
Akhirnya Kyungsoo dengan Chanbaek berpisah setelah keluar dari gedung Crescendo. Chanyeol merangkul Baekhyun dengan mesra
"Aku bangga menjadi kekasihmu Baekkie" Baekhyun menatap Chanyeol dengan senyuman percaya diri
"Tentu saja! Banyak namja dan yeoja diluar sana yang iri dengan mu Yeollie" Chanyeol terkekeh sambil mengusak rambut Baekhyun
"Jadi kita ingin pergi kemana sekarang?" Baekhyun terlihat berpikir
"Bagaimana kalau kita memakan ramyeon dan teokbokki pedas? Pasti sangat lezat Yeollie!" Chanyeol langsung menggeleng mendengar usulan Baekhyun
"Aku sudah belajar dari kesalahan membiarkanmu memakan tiga porsi teokbokki super pedas dan dua hari kemudian kau tidak pernah absen untuk tidak kekamar mandi barang semenitpun Baek" Baekhyun mencibir
"Itu karena teokbokki saat itu tidak bersih dan jorok Yeollie makanya aku sakit perut" Chanyeol mencubit hidung Baekhyun dengan gemas
"Nah kau sendiri sudah tahu kalau itu tidak bersih kenapa masih ingin memakannya?" Baekhyun memanyunkan bibirnya kesal
"Kenapa kau sekarang seperti eommaku Yeollie?" gerutu Baekhyun, "Ayolah this is the last time. I promise" Baekhyun mengangkat tangannya berbentuk V , "Jebal jebal jebal"
"Aish baiklah. Ini terakhir kalinya, kau sudah berjanji Baek" Baekhyun mengangguk dengan penuh semangat atau bisa dibilang terlalu berlebihan semangatnya
.
.
.
Keesokan harinya Luhan dan Sehun berencana untuk melatih lagu andalan Luhan yang menjadi lagu utama dalam album keduanya yang baru dirilis, I Doubt It. Sehun akan mendengarkan Luhan latihan kemudian sedikit memberi saran akan improvisasi yang bisa diselipkan diantara nada-nada inti, Sehun ingin membuat para fans sedikit terkejut dengan sedikit perubahan ini
Luhan dengan tekun mendengarkan saran Sehun dan mencoba untuk mempraktekkannya, terkadang ia juga mengeluarkan ide-ide untuk improvisasi
"Ide yang bagus Hunnie, kita tambahkan sedikit trinada dibagian reff" Sehun mengangguk namun tidak terlihat puas dengan permainan Luhan
"Baby Lu, sepertinya kau kurang menghayati saat bermain lagu ini. Lagu ini menceritakan seorang namja yang meragukan perasaan kekasihnya, namun kau terlihat seperti seorang namja yang tidak memiliki kekasih" Luhan mendelik
"Ne? Kau kekasihku Hunnie!" Luhan mempoutkan bibirnya, ia melipat kedua tangannya didepan dada. Sehun yang melihat hal itu terkekeh
"Tentu saja aku kekasihmu Baby Lu, tapi kau harus tetap menghayati lagu ini. Kurasa karena kau sedang dimabuk asmara karenaku kau akan sulit melakukan hal itu" Sehun tersenyum dengan penuh percaya diri. Luhan mencibir
"Aku akan membayangkan Chanyeol saja kalau begitu!" Kini giliran Sehun yang mendelik kesal
"Aku kekasihmu dan kau malah membayangkan Chanyeol?!" tanya Sehun tidak percaya
"Habis Hunnie berkata seperti itu sih!" Sehun terkekeh, ia mengecup pucuk kepala Luhan
"Jangan pikirkan aku saat memainkan lagu ini," Sehun mengambil nafas, "Dan juga jangan bayangkan Chanyeol! Hey dia bahkan tidak pernah menjadi kekasihmu baby Lu" Luhan mengangguk dengan malas
"Ne,ne,ne! Arraseo Hunnie yang sangat tampan" Sehun mengusak rambut Luhan
"Baiklah, sekarang kita latihan lagi baby Lu" Luhan tersenyum lebar
.
.
.
.
Akhirnya tinggal besoklah Baidu Awards diadakan. Luhan dan Sehun berlatih lebih giat begitupula Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun. Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun berlatih sangat keras melebihi Sehun dan Luhan membuat Baekhyun merasa tidak enak badan
"Kau tidak apa-apa Baekkie? Mukamu terlihat pucat" Baekhyun menggeleng sambil tersenyum
"Aku baik-baik saja Yeollie, aku hanya kelaparan" Chanyeol membuka tasnya kemudian mengeluarkan sebungkus roti strawberry
"Ini makanlah" Chanyeol menyodorkan bungkus roti tersebut, Baekhyun langsung tersenyum senang
"Ah gomawoyo Yeollie" Baekhyun melahap roti strawberry tersebut dengan lahap, Chanyeol merangkul Baekhyun dengan penuh kasih sayang
"Kyungsoo-ya kita istirahat dulu ne? Kasihan Baekkie terlihat sangat kelelahan" usul Chanyeol kepada Kyungsoo yang masih duduk dihadapan piano, Kyungsoo membalikkan badannya memandang Baekhyun yang berada didalam dekapan Chanyeol. Ia menghela nafas
"Baiklah, maafkan aku yang terlalu berambisi" Baekhyun menggeleng sambil tersenyum
"Tidak Kyungsoo, aku sangat berterimakasih kepadamu. Bagaimana kalau kita makan bersama? Aku traktir deh" Chanyeol hendak memprotes, "Aku hanya kelelahan Yeollie, kau terlalu berlebihan"
"Kau yakin masih bisa jalan-jalan?"
"Aku ingin mentraktir makan Yeollie bukan jalan-jalan" Chanyeol memandang Baekhyun ragu
"Tapi.."
"Yeollie tampan" Baekhyun mengeluarkan jurus aegyo mautnya yang langsung membuat Chanyeol..—meleleh
"Baiklah,baiklah. Tapi setelah itu harus beristirahat dan berlatih kembali ne?" Baekhyun mengangguk dengan semangat
"Ayo D.O kita makan-makan!"
.
.
.
Kyungsoo dan Baekhyun makan dengan lahap sedangkan Chanyeol menatap tidak percaya
"Hey,hey kalian makan seperti ada angin topan akan datang saja" Kyungsoo melirik Chanyeol sekilas kemudian melanjutkan makan
"Setelah ini kita akan berlatih lagi Chanyeol, kita membutuhkan banyak tenaga" Baekhyun yang mendengar penuturan Kyungsoo langsung mengangguk setuju
"Lagipula kita jarang sekali mempunyai kesempatan seperti ini Yeollie, makan bersama anggota Crescendo" Chanyeol mengangguk kecil
"Tetap sa—"
"Oppa boleh aku minta foto bersama?" Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo menoleh keasal suara. Ternyata itu adalah seorang fans yeoja
"Oh tentu saja, kau ingin berfoto dengan siapa?" tanya Baekhyun dengan penuh perhatian, ia mengeluarkan senyuman mautnya yang paling manis dan sontak membuat Chanyeol mencibir kesal namun langsung menutupinya dengan 'senyuman palsu'
"Aku ingin berfoto dengan Baekkie oppa dan Kyungsoo oppa" Kyungsoo yang daritadi cuek dan memilih untuk melanjutkan makannya akhirnya berhenti makan. Baekhyun yang berada diantara Chanyeol dan Kyungsoo menggeser duduknya sehingga tersisa space diantara dirinya dan Kyungsoo. Ia menepuk tempat yang kosong tersebut
"Kemarilah, duduk disini" Yeoja tersebut terpekik senang, ia dengan senang hati langsung duduk diantara Baekhyun dan Kyungsoo. Ia membuka aplikasi kamera dihandphonenya kemudian men'switch camera' menjadi kamera depan
"Say cheesee!" Baekhyun, Kyungsoo dan yeoja tersebut tersenyum lebar. Chanyeol yang duduk disebelah Baekhyun sudah benar-benar kesal namun berusaha untuk menutupinya, sabar Chanyeol sabar. Baekkie hanya melakukan fanservice. Akhirnya setelah mengambil foto, yeoja tersebut mengucapkan terimakasih dan meninggalkan Baekhyun, Kyungsoo dan Chanyeol
"Kurasa fans tersebut akan menyesal telah melewatkan kesempatan bisa berfoto denganku yang jelas-jelas lebih tampan dari kalian" ujar Chanyeol yang langsung dengan cibiran Baekhyun dan Kyungsoo
"Sepertinya sekarang banyak yeoja lebih menyukai namja yang imut sepertiku dan Kyungsoo bukan macho tapi mengesalkan" balas Baekhyun sambil tetap mengunyah, Chanyeol mengangkat alisnya
"Setidaknya aku seme sendiri disini"
"Hey itu tidak ada hubungannya" jawab Baekhyun tidak terima, "Uke itu lebih imut dan menggemaskan dan lebih menarik perhatian. Seme itu biasa, semua cowo straight juga seme"
"Setahuku seme itu selalu menjadi top berarti selalu teratas dari semua sisi"
"Chanyeol-ssi yang terhormat kami berdua walaupun uke jumlah fansnya lebih banyak dari anda"
"Aku bisa jadi seme kok, terkadang" celetuk Kyungsoo yang sedari tadi diam. Chanyeol dan Baekhyun yang sedang berdebat langsung menoleh kearah Kyungsoo secepat kilat
"Kau pernah menjadi seme D.O-ah?" tanya Baekhyun kaget, sungguh membayangkan Kai yang menjadi uke dan Kyungsoo menjadi seme itu rasanya... melihat suatu keanehan tapi nyata. Sedangkan Chanyeol hanya tertawa, bayangkan saja! Kai yang selalu berbangga diri karena merasa dirinya paling sexy diantara Chanyeol,Baekhyun,Kyungsoo dan Sehun tiba-tiba menjadi uke? Sungguh menggelikan
Kyungsoo mengangguk dengan mantap, "Tentu saja? Memang kau selalu menjadi uke Baek?" Baekhyun mengedipkan matanya dua kali
"Be-begitulah! Yeollie tidak pernah mau menjadi uke untukku Do-ah" Chanyeol menggelengkan kepalanya
"Tentu saja! Itu tidak akan pernah terjadi Baekkie" Baekhyun tidak menggubris ucapan Chanyeol, ia sudah kepalang penasaran dengan Kyungsoo yang menjadi seme
"Memang kau pernah menjadi top d.o-ah? Saat... itu, kau tahulah" Kyungsoo menatap Baekhyun yang terlihat begitu penasaran
"Entahlah tapi aku pernah menjadi seme" Baekhyun mengangkat alisnya bingung
"Tunggu sebentar, memang menurutmu seme itu seperti apa?" Kyungsoo terlihat berfikir sejenak
"Yang selalu melindungi ukenya bukan?" Baekhyun mengangguk menyetujui, "Iya, aku pernah menjadi seme Baek. Saat Kai ketakutan ada serangga aku membunuh serangga tersebut dan melindungi Kai" Baekhyun dan Chanyeol melongo
"Kyungsoo-ssi kau itu umur berapa sih?" Baekhyun menatap Kyungsoo heran sambil menggelengkan kepalanya, "Seme itu yang masuk, uke yang dimasuki!" Chanyeol yang mendengar penuturan Baekhyun langsung merona merah
"Ya! Kau itu terlalu frontal Baekkie" Baekhyun mengibaskan tangannya
"D.O terlalu polos Yeollie, bisa-bisa dia dibodohi Kai" Kyungsoo menatap Chanbaek dengan pandangan menyelidik
"Kalian pernah melakukan itu ya?" Chanyeol dan Baekhyun menatap Kyungsoo tanpa ekspresi
"Begini saja, coba ceritakan jika kau berkencan dengan Jongin hitam itu kau berbuat apa saja?" Kyungsoo mencoba mengingat-ingat kencan terakhirnya
"Kami makan teokbokki bersama, menonton film Korea seperti Miracle in Cell no. 7
Lalu memasak bersama, lalu ki—"
"Stop,stop. Kalian tidak pernah melakukan skinship?" Kyungsoo menganggukkan kepalanya, "Maksudku selain berpelukan dan bergandengan tangan"
"Kai pernah mencium pipiku, dahiku juga pernah" Baekhyun menepok dahinya, sungguh pasangan yang sangat 'suci'
Setelah mengobrol ngalor ngidul akhirnya Baekhyun, Kyungsoo dan Chanyeol menyelesaikan makannya kemudian berniat kembali ke Crescendo Studio untuk berlatih kembali
.
.
.
/hunhan's side/
"Kau jangan lupa dengan improvisasi ini ne? Dibagian ini jangan lupa dengan staccato yang kita tambahkan Lu, kau tidak usah gugup. Kau pasti bisa," Luhan hendak menjawab namun langsung dipotong Sehun, "Jangan lupa minum dahulu sebelum naik kepanggung, aku menyemangatimu. Kulihat terakhir dalam vote online kau menjadi peringkat satu jadi kau ha—"
"Kau sangat bawel Hunnie" Luhan terkekeh melihat Sehun yang sangat sibuk sendiri, lihat Luhan bahkan terlihat santai. Luhan memang sudah biasa menghadiri acara penghargaan seperti Baidu Awards sehingga dia tidak terlalu demam panggung
"Pokoknya kau harus mengingat semuanya, arraseo baby Lu?" Luhan mengangguk
"Ah ya Hunnie, aku sudah lama tidak melihat Suho? Apa ia sibuk?"
"Mungkin ia membantu Baekhyun berlatih? Tapi terakhir kudengar ia sedang membuat lagu untuk boyband keluaran YGEntertainment." Luhan menganggukkan kepalanya paham, "Kenapa Lu? Kau ingin berlatih dengannya?"
"Bukan, aku hanya penasaran dengan namja yang ia ceritakan waktu itu" Sehun mengangkat alisnya bingung, "Kau ingat saat sore setelah aku berlatih dengannya?" Sehun terlihat mengingat-ingat, kemudian ia mengangguk
"Saat itu Suho menceritakan seorang namja namun karena pesananku sudah datang ceritanya terpotong" Sehun sepertinya tahu siapa namja tersebut
"Aku sepertinya tahu siapa namja yang kau maksud baby Lu" Luhan menatap Sehun dengan tatapan penasaran, "Tapi aku tidak akan menceritakannya" Luhan mempoutkan bibirnya
"Kenapa?"
"Kau penasaran sekali?"
"Iya aku penasaran Hunnie"
"Kau tidak penasaran dengan aku Lu?"
"Aku sudah tahu semuanya tentangmu Hunnie"
"Kau yakin sekali?"
"Tentu saja, aku kekasihmu. Aku tahu segalanya"
"Siapa pacar pertamaku?" Luhan mengedipkan matanya bingung mendengar pertanyaan Sehun
"Pertanyaan macam apa itu Hunnie"
"Ayo jawab saja Lu" Luhan terlihat berfikir
"Aku..?" Luhan menjawab dengan ragu, karena Sehun bercerita kalau ia menyukai Luhan dari sekitar umur 12tahun. Jadi tidak mungkin kan kalau kurang 12 tahun Sehun sudah mempunyai pacar? Sehun tersenyum
"Kau benar Lu, kau namjachingu ku yang pertama dan terakhir" Pipi Luhan langsung merona
"Tidak usah menggodaku"
"Aku tidak menggodamu Lu, itu fakta"
"Bagaimana kalau ternyata aku bukan yang terakhir? Bagaimana kalau ternyata aku tiba-tiba mencintai Chanyeol kembali?" Rahang Sehun mengeras mendengar ucapan Luhan
"Itu tidak akan pernah terjadi karena aku tidak akan membiarkanmu pergi Lu, aku tipe kekasih yang posesif asal kau tahu saja" Luhan mencibir mendengar ucapan Sehun
"Kalau aku selama ini hanya bercanda bagaimana?" Wajah Luhan sangat serius memandang Sehun
"Jangan bercanda Lu, kau milikku seutuhnya. Jika ada yang ingin mengambilmu dia harus melawanku dulu. Kau tidak akan bisa pergi dariku baby Lu" Sehun menatap Luhan dengan penuh keyakinan, Luhan memandang Sehun balik
"bua-HAHAHAHHA kau ini serius sekali sih Hunnie, aku hanya bercanda kok hahaha" Sehun menatap Luhan datar
"Kau membuatku panik seperti akan kehilangan nyawaku Lu" Luhan masih tertawa terpingkal-pingkal, "Hey berhenti tertawa" Luhan tetap saja tertawa. Sehun tanpa sadar langsung menarik dagu Luhan dan menyatukan kedua belah bibir tersebut. Luhan terbelalak kaget dengan perlakuan Sehun yang terlalu mendadak ini. Tidak ada lumatan, kedua pasang bibir itu hanya menempel. Luhan dan Sehun bertatapan dengan intens, Sehun melepaskan ciuman tersebut namun tidak menjauhkan kepalanya. Deru nafas Luhan dan Sehun bersahutan
"Kau dengan Chanyeol tidak akan pernah bersama selama aku masih ada, okey?" Luhan menatap Sehun dan mengangguk kecil, Luhan benar-benar yakin Sehun akan selalu menjaganya dimanapun
.
.
.
Akhirnya hari H tiba, Sehun dan Luhan bersiap-siap dari siang dari suit&tie sampai gladi resik. Younha sebagai produser Luhan yang sepertinya juga merangkap sebagai manajer Luhan terlihat sangat sibuk. Luhan mendengarkan arahan Younha dengan seksama, sesekali ia menganggukkan kepalanya mengerti
"Jika kau memenangkan nominasi ini, kau akan membacakan speech. Kau sudah mempersiapkannya Lu?" Luhan mengangguk
"Sudah noona, doakan saja agar speech yang sudah aku susun bisa aku bacakan diatas panggung nanti" Younha tersenyum
"Aku akan mendoakanmu. Sekarang kau keatas panggung untuk latihan gladiresik performance" Luhan berjalan menuju panggung dengan Sehun disebelahnya
"Kau ingat dengan semua improvisasi kan Lu?" Luhan mengacungkan jempolnya kearah Sehun
"Iya guruku sayang. Aku mengingat semua amanatmu" Sehun tersenyum sambil mengusak rambut Luhan
"Naiklah keatas panggung, aku akan memperhatikanmu dikursi penonton" Luhan melihat Sehun yang berjalan menjauhinya, ia naik keatas panggung disana sudah ada beberapa aktor,aktris dan penyanyi. Terlihat juga The Crescendo yang sedang sibuk, Luhan mendekatinya
"Annyeonghaseyo" Chanbaeksoo menoleh keasal suara, Baekhyun langsung tersenyum sumringah
"Annyeong Luhan! Sudah cukup lama ya tidak bertemu?" Luhan mengangguk menyetujui
"The Crescendo akan tampil berapa kali Baek?"
"Kita hanya perform sekali Lu, kau sendiri?"
"Sama seperti kalian" Luhan melihat Chanyeol dan Kyungsoo yang sibuk dengan alat musiknya, tiba-tiba seorang namja mendekati The Crescendo. Ia adalah manajer The Crescendo yaitu Taehyung
"Apakah sudah siap? Sekarang giliran kalian yang gladiresik" Chanyeol men'stem' sekali lagi gitarnya kemudian mengangguk. Luhan dan penyanyi lainnya berdiri dibelakang panggung. Baekhyun menyiapkan mic kesayangannya. This is not the right time to say goodbye. Setelah Crescendo gladiresik, kemudian bergiliran dengan aktris dan aktor lain sampai tiba giliran Luhan tiba. Luhan duduk dihadapan piano, ia menarik nafas perlahan. Ia memainkan dengan penuh penghayatan
'staccato' batin Luhan mengingat-ingat improvisasi yang telah ia rancang dengan Sehun, 'trinada'
'descrescendo' akhirnya lagu Luhanpun sudah selesai. Sehun yang duduk dibangku penonton bertepuk tangan dengan heboh, Luhan membalikkan badannya untuk melihat Sehun. Luhan tersenyum dengan senang
"Luhan! Luhan!" Luhan yang masih saling 'tatap-menatap-dengan-senyum-lebar' langsung menoleh kearah Younha yang terlihat panik, "Ada eomma dan appamu!" Seketika badan Luhan menegang
Ap-apa?
-tbc-
WAHAHAHA HALOOO MAAFKAN DAKU YANG TIDAK MENEPATI JANJI L Kakak author kemarin persiapan untuk something terus lagi ngejar remedial dan tugas-tugas yang numpuk. Hhhh serius deh dari kapan tau udah mau lanjutin tapi begitulah.. Nanti author mau PKL juga doain yaaa semoga dapet tempat PKL yang baguss ^^
Wah gimana tuh keluarga Luhan tiba-tiba dataang
Clue for next chapter :
"Kalian siapa? Kalian ternyata masih ada dimuka bumi ini?"
Terimakasih sebesar-besarnya buat review, follow dan favnya
Uchiharuno Rozu : hahahaha memang sengaja dibuat begitu^^ tenang saja Luhan sudah melupakan Chanyeol ^^
Byvn88 : iya nanti author mintain yaa hahahah itu tuh diatas banyak chanbaek momen^^
Rury0418 : iyaaa huhu sorry baru bisa update yaaaL iyoiii leeteuk canggih kan tuhhh hahahaha
Guest : iyaa akhirnya udah terbalas^^
Pface94 : hahahaha makasi banyaaak iyaa maaf baru update^^ iyaaa aku usahain seringsering baca Salon Culinaire juga kalo mau :P hehehe
ThehunLuhanieYehet : iya tuh leeteuk bandel hehe horee
Noonalu : sudah update ^^
0312luLuEXOticS : haaaai eonnie Liyya yaah begitulah hasil karya penulis amatiran hahaha iya hunhan sudah bersatu disini^^
Makasii semuaaanya author usahain bakal fastupdate tapi gajanji^^ ohya mungkin mau lanjutin Salon Culinaire dulu ya baru lanjut chap ini ataau sukasuka mood hehehe
Btw di Salon Culinaire author favorite ku revieww loooh oemjeh namanya kalo gasalah SehunnieHunHan aku paling seneng sama ceritacerrita dia dan waktu check email ada review dia aku seneng banget hehehe
Udah deh kebanyakan ngomong nih author^^ babaay see you the next chapter!
Don't be sider please, saranghae yeorobun! 3 3
