Created by : manlylittledeer

Cast : Luhan, Oh Sehoon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Younha, (cast bisa ngilang bisa nambah yoo sesuai dichapter aja)

Pairing : Official Pair HUNHAN CHANBAEK

Rate : T

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast milik orangtuanya dan Tuhan gue cuma minjem nama :) ini murni hasil imajinasi gue samasekali engga plagiat :3

Ohiya btw panggiil gue littledeer aja yaa jangan author kayaknya terlalu keren gitu kalo gue dipanggil author hehehe. Dan sorry banget baru update-_- sebenrnya udah selesai ngetik dari kapan tau tapi ga sempet update meleeee miaaaaann

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

Happiness is the beginning of sadness

.

.

.

"Lu" Luhan menatap kedua orang tuanya dengan tatapan kosong, "Kita akan menjelaskan semuanya, kumohon jangan hanya diam seperti ini" Luhan menghembuskan nafasnya menahan sebuah rasa yang begitu membuncah didalam hatinya

"Lalu?" tanya Luhan dengan begitu singkat dan dengan nada yang begitu datar. Eomma Luhan menghela nafas

"Kami mempunyai alasan tersendiri, kuharap kau akan mengerti jika kami menjelaskannya" Luhan hanya terdiam menanggapi perkataan eommanya, "Kami akan menjelaskan dari.." Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka, nampak wajah Sehun yang memerah dengan nafas yang tidak teratur. Luhan rasa, Younha noona tidak memberitahukan ruangan ini agar Sehun tak mengganggu namun nyatanya karena rasa khawatir yang begitu dalam Sehun sampai mencari keseluruh ruangan yang ada didalam lantai tersebut

"Maaf, Luhan akan tampil. Ia harus bersiap-siap" Luhan menatap Sehun, "Lu, ayo kembali keruang ganti" Luhan memandang Sehun dan kedua orangtuanya bergantian

"Maaf, aku harus bersiap-siap. Aku akan mendengarkan cerita kalian setelah acara selesai" ucap Luhan tanpa memandang kedua orang tuanya kemudian pergi keluar ruangan tersebut bersama Sehun. Eomma Luhan terisak kecil

"Ini kesalahpahaman yang fatal yeobo" Eomma Luhan menggelengkan kepalanya sedih mengingat tingkah laku Luhan barusan, "Kita terlalu jahat kepadanya" Appa Luhan merangkul Eomma Luhan dengan erat

"Kita akan menjelaskan semuanya nanti, tenang saja"

.

.

.

Luhan berjalan dengan cepat didepan Sehun, saat ini ia tidak bisa memikirkan apapun. Ia tidak ingin bertemu atau berdekatan dengan siapapun. Sehun yang mengerti akan perasaan Luhan hanya mengikuti Luhan dari belakang, Sehun mengepalkan tangannya kesal. Ia tidak akan membiarkan kedua orang tua Luhan membuat Luhan bersedih terus!

"Luhan ka—" Luhan terus berjalan melewati Younha tanpa peduli apapun, Younha yang melihat tingkah Luhan langsung mengerjapkan matanya bingung. Sehun memandang Younha malas

"Sudah kubilang, ini akan menjadi bencana bukan?" Sehun langsung meninggalkan Younha, mengejar Luhan. Sedangkan Younha yang tidak tahu apa-apa berdiri kebingungan, apa salah dirinya?

Sehun yang melihat Luhan berjalan terus tanpa arah, semakin menjauhi kamar ganti langsung menahan pergelangan tangan Luhan

"Lu, masih punya jadwal" Terlihat bahu Luhan naik turun, semakin lama menjadi bergetar "Lu.." Luhan langsung membalikkan badannya, ia memeluk Sehun dengan erat. Sehun yang mendapat perlakuan tiba-tiba Luhan tersebut hanya tersenyum teduh, ia mengelus punggung Luhan berusaha menenangkan emosi Luhan yang tidak stabil

"Lu" panggil Sehun, Luhan masih terisak tak mempedulikan panggilan Sehun, "Luhan cantik" Luhan yang mendengar panggilan tersebut langsung menatap Sehun dengan bibir yang di 'pout'kan

"Aku tidak cantik Hunnie!" Sehun menangkup kedua pipi Luhan

"Arra, arra. Sekarang kekamar ganti, perbaiki wajahmu dan tampil. Setelah kau tampil, kau boleh langsung pulang atau bertemu dengan orang tuamu Lu" Mata Luhan langsung berkaca-kaca mendengar kata 'orang tua' yang terlontar dari mulut Sehun

"Mereka.." Luhan meneguk ludahnya kasar, "Terasa asing Hun" Sehun menatap manik mata Luhan dalam

"Saat ini jangan pikirkan mereka Lu, pikirkan para fansmu. Setelah itu kau boleh memikirkan bahkan berbicara dengan orang tuamu" Luhan menganggukkan kepalanya lesu

"Terimakasih Hunnie, kalau tidak ada kau mungkin aku sudah tidak bisa berfikir untuk tampil dan memilih untuk mengundurkan diri" Sehun menggerakkan jari telunjuknya kekanan dan kekiri sambil menggeleng

"Itu tidak akan terjadi," Sehun memeluk Luhan dengan erat, "Karena aku akan selalu bersamamu Lu"

.

.

.

Setelah bersiap-siap dan berlatih, Luhan akhirnya sudah siap untuk tampil. Luhan sudah bisa menata kembali perasaannya, Sehun tersenyum bangga melihat Luhan

"Sebentar lagi Baidu Awards akan dimulai, lebih baik kau duduk di tempat duduk yang telah ditentukan Lu" Luhan menganggukkan kepalanya mengerti

"Apakah.." Luhan mendekati telinga Sehun, "Apakah eomma dan appaku masih ada?" Sehun terdiam sejenak mendengar pertanyaan Luhan namun Sehun langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum

"Tenang saja, eomma dan appamu masih diruangan tadi" Sehun mengusak rambut Luhan, "Sekarang fokus dulu dengan penampilanmu nanti, okey Lu?" Luhan mengangguk patuh

"Baiklah, aku akan masuk kedalam studio dulu" Sehun mengantar Luhan masuk kedalam studio dan duduk dibangku penonton.

/skip time/

Akhirnya Baidu Awards pun dimulai, diawali dengan kata sambutan dari para MC kemudian dilanjutkan dengan penampilan-penampilan guest star dan pengumuman pemenang dari setiap nominasi secara bergilir. Luhan menoleh kesamping kirinya, terdapat anggota BTS yang asik bercanda ria. Luhan yang melihat tingkah laku mereka tanpa sadar ikut tertawa

"Ah, Luhan sunbae! Annyeonghaseyo, senang bertemu denganmu" sapa Rapmonster yang memang berada paling dekat dengan Luhan, Luhan mengangguk

"Ne, aku juga senang bertemu dengan kalian. Kalian sepertinya ceria sekali" Rapmonster terkekeh kecil

"Kami memang terbiasa bercanda sunbae, kami tidak ingin terlalu serius" Luhan menganggukkan kepalanya masih dengan senyum yang terpatri diwajahnya

"Baguslah seperti itu, sehingga kalian tidak tertekan" Luhan melirik piala yang ada ditangan Taehyung, "Selamat ya atas penghargaan yang kalian raih" Rapmonster tersenyum lebar

"Ne, kamsahamnida sunbae. Woah ternyata sekarang giliran The Crescendo yang tampil" ujar Rapmonster membuat Luhan menoleh seutuhnya kedepan panggung. Terlihat The Crescendo bersiap ditempatnya

I doubt it

Is it just lying or truth

But I won't to leave you

I really believe in you

You wouldn't do that, right?

Yes, I'm right

Because this is not the right time to say goodbye

(...)

Akhir penampilan disambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah terlebih dengan teriakan para fangirl yang begitu membahana. Baekhyun tersenyum dengan lebar, ia begitu senang dengan atmosfir seperti ini. Dimana ia bisa melihat secara langsung para fans yang mendukung The Crescendo, dibandingkan melalui dunia maya yang bahkan ia tidak tahu dimana keberadaan fans tersebut. Baekhyun, Kyungsoo dan Chanyeol berdiri berdampingan

"Annyeonghaseyoo yeorobuun!" teriak Baekhyun yang membuat teriakan para fangirl semakin membahana, "Terimakasih sudah datang ke acara Baidu Awards ini dan sudah menonton penampilan kami!"

"Kami senang bertemu dengan kalian semua! Kalian para fans merupakan nafas kami, tanpa kalian kami bukan apa-apa" ucap Chanyeol sambil mengeluarkan pose favoritnya, V sign. Setelah berbasa-basi, The Crescendo langsung kebelakang panggung. Terlihat Luhan yang sudah bersiap-siap untuk tampil

"Eoh Luhan! Kita bertemu lagi" ujar Baekhyun senang, "Setelah ini kau tampil?" Luhan mengangguk mantap

"Penampilan kalian sangat luar biasa tadi" Luhan menatap Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun bergantian,"Aku jadi minder tampil setelah kalian" Baekhyun mengibaskan tangannya

"Aish kau itu sunbae kami Lu, tentu penampilanmu lebih menarik" Luhan hanya tersenyum menanggapi pujian Baekhyun

"Lu, sekarang giliranmu tampil" Luhan menoleh dan mengangguk kepada staf yang mengingatkannya tadi. Ia menarik nafas dalam kemudian dengan mantap berjalan keatas panggung, teriakan para fans langsung membahana. Luhan tersenyum kecil kemudian duduk dihadapan grand piano yang ada di atas panggung tersebut. Dengan perlahan Luhan menaruh jari lentiknya diatas tuts piano, beberapa lama terdiam tidak mulai bermain membuat para penonton dan fans menatap Luhan penasaran.

Sehun dan Younha yang melihat tingkah laku Luhan sangat cemas, jangan sampai Luhan tidak mau bermain karena pikirannya yang sedang kalut. Pikiran Luhan terbelah dua, ia masih memikirkan orang tuanya namun ia sadar ia harus profesional dan tetap bermain piano. Luhan mulai menekan tuts piano tersebut dan melakukan seluruh improvisasi dengan benar. Setelah permainan pianonya selesai, Luhan bangkit berdiri dan mengambil mike yang disediakan

"Annyeonghaseyo yeorobun! Aku senang mendapatkan kesempatan untuk tampil dan bermain piano dihadapan kalian semua dalam acara bergengsi ini. Aku harap penampilanku tidak mengecewakan kalian semua. Saranghaeyo!" Luhan mengucapkan 'saranghaeyo' dengan lantang dan 'senyum' lebar diwajahnya. Luhan turun dari panggung, Sehun melebarkan tangannya kemudian memeluk Luhan dengan erat

"Wah aku bangga sekali dengan kekasihku ini" Luhan tersenyum pahit didalam pelukan Sehun, "Nah sekarang duduk kembali ditempatmu, aku yakin pasti kau yang memenangkan nominasi Best Male Artist of The Year"

"Aku harap begitu Hun"Luhan memeluk erat Sehun kemudian berjalan kearah tempat duduknya

"Ya kali ini kita akan membaca siapa saja yang masuk nominasi Best Male Artist of The Year dan siapa yang memenangkan nominasi ini" ucap Hyori selaku MC

"Benar sekali noona, yang masuk dalam nominasi tersebut adalah Byun Baekhyun-ssi dari The Crescendo, Luhan-ssi dengan lagu andalannya Depends on You dan Seungri Big Bang. Hem menurut noona siapa yang memenangkan nominasi ini?" tanya Taehyung, Hyori tersenyum. Ia membuka sepucuk surat yang berisi nama pemenang

"Pemenangnya adalah..." Hyori terdiam sejenak, "Selamat kepada Byun Baekhyun dengan jumlah point 9800! Dimohon Byun Baekhyun-ssi naik keatas panggung" Baekhyun naik keatas panggung dengan senyum lebar penuh kebahagiaan. Luhan yang melihat Baekhyun tersenyum senang, ia tidak merasa sedih. Rasa kecewa mungkin ada sedikit tapi Luhan merasa Baekhyun memang pantas menerima nya

.

.

.

-Sehun's side-

"...Byun Baekhyun!" Sehun menatap Hyorin dan Taehyung dengan pandangan tidak percaya, Luhan kalah begitu maksud kalian? Sehun menatap Luhan yang tersenyum disana, ia menghela nafasnya. Ya setidaknya Luhan tidak murung. Sehun teringat dengan orang tua Luhan, ia ingin berbicara dan bertanya apa maksud mereka saat itu menelantarkan anaknya sendiri dirumah yang bahkan Luhan sendiri tidak tahu.

Sehun berjalan perlahan kearah ruangan dimana kedua orang tua Luhan berada, ia memutar knop pintu tersebut. Sehun menatap tak percaya,ia menggeleng. Kedua orang tua Luhan sudah pergi meninggalkan sepucuk surat diatas meja, Sehun mengambil surat tersebut. Ia membacanya dengan perlahan

"Brengsek!" Sehun baru saja ingin keluar saat tiba-tiba dihadang oleh Luhan

"Huni?" Luhan melongok kedalam ruangan, "Dimana orang tuaku? Mereka pergi begitu saja?" Sehun menatap Luhan intens

"Mereka yang barusan memang orang tuamu Lu," Sehun memegang bahu Luhan, "Tapi bukan orang tua kandungmu" Luhan langsung menegang mendengar ucapan Sehun

"Ap-apa maksudmu Huni? Aku masih ingat dengan jelas, mereka itu orang tua kandungku! Yang meninggalkan aku dulu" Mata Luhan sudah mulai berkaca-kaca, Sehun menyerahkan surat yang tadi sudah ia baca

"Kau bisa membaca ini Lu" Luhan mengambil surat itu, kemudian membacanya. Tetes demi tetes air mata jatuh di pipi Luhan, ia menggelengkan kepalanya tidak percaya

"La-lalu aku ini anak siapa Hunnie?" Luhan meremas surat itu dengan penuh rasa kecewa, Sehun memeluk Luhan

"Lu, kau mau mengikuti kompetisi tersebut?" Luhan terdiam sejenak

"Tentu Hunnie, aku harus mengetahui siapa kedua orang tuaku yang sebenarnya"

.

.

.

-tbc-

BAHAHAHAHAHAHA maaaaaf sekaliiii sangat telat yaaa updatenya-_- malah bikin ff baru si 'SO Park or Byun?' hhehehe mian mian

Ini udah mulai kekonflik nya nihhh makasi buat yang udah review maaf gabisa disebutin soalnnya lagi buru-buru hehehehe makasiii

Buat sider, ehm yasudaaah biarkan mereka berkembang hhehehe baaaayy see you next chapt!