POLYP
Declaimer :
Member NCT milik Tuhan Yang Maha Esa dan orang tua mereka masing-masing. Saya hanya meminjam nama gak lebih.
Rated : M (Cuma cari aman)
Genre : Supranatural, Fantasy, Romance
Pair : TaeYu (Yang lain menyusul)
Warning :
Fic ini mengandung tema BxB dan typo yang bertebaran. Fic ini tidak menyangkut ajaran dari agama manapun, ini hanya sebuah imajinasi author maaf jika ada yang tersinggung. Jika tidak suka lebih baik klik tombol close saja.
.
.
Taeyong menghela napas panjang, ia memang sudah tahu jika dua orang paling menyebalkan ini akan memaksa untuk menginap di rumahnya. Sebenarnya Taeyong tidak masalah sama sekali dengan kedatangan mereka saat ini. Hanya saja, untuk situasi yang sekarang ini Taeyong harus melakukan apa? Masalahnya ia sedang menampung manusia – ah bukan, tapi seorang polip di rumahnya.
Sebenarnya Taeyong hanya takut jika kedua pemuda yang entah kenapa setiap akhir pekan selalu datang untuk menginap di rumahnya ini akan melihat Yuta. Bukan masalah juga sebenarnya jika Yuta sedang dalam wujud normalnya. Taeyong hanya takut saat ia pulang nanti mereka melihat sepasang sayap besar menyembul dari punggung Yuta. Dan mereka berdua akan berlari ketakutan sambil berteriak " SETAN." Ya, walaupun Taeyong sebenarnya saja bingung yang setan mereka berdua, dirinya sendiri atau Yuta?
Sebenarnya bisa saja Taeyong beralibi jika Yuta itu adalah sepupunya yang sangat menggilai cosplay. Tapi percuma, karena Winwin dan Jaehyun sangat tahu kalau ia sedikitpun tak ada silsilah keturunan Jepang dalam keluarganya.
Taeyong pasrah, jika mereka berdua melihat Yuta maka Taeyong akan menjawab seperlunya saja. Namun jauh dalam hatinya Taeyong tetap berharap mereka berdua tak akan melihat wujud polip seorang Nakamoto Yuta. Kalau wujud manusianya ya sudah tidak apa-apa.
" Seperti biasa, rumah Taeyong hyung selalu terlihat bersih. Bagaimana kau bisa melakukan semuanya sendirian hyung? Rumahmu ini tidak kecil loh." Tanya Jaehyun.
Pemuda tinggi berkulit sangat putih itu selalu kagum dengan kebersihan rumah Taeyong. Tidak heran sih untuk seorang Mysophobia seperti hyungnya yang satu ini.
" Jaehyun benar hyung. Kenapa bisa begitu?" Kali ini giliran Winwin yang bertanya.
Taeyong hanya memutar bola matanya dengan malas. Ia bosan mendengar pertanyaan ini karena setiap kali berkunjung ke rumahnya dua pemuda ini selalu menanyakan hal yang sama, pertanyaan klasik yang terlalu membosankan untuk ia jawab setiap harinya.
KRIET. Sepi, Taeyong mengernyit heran saat tidak mendapati Yuta di sana. 'Apa dia pergi?' Pikir Taeyong. Tapi sepertinya itu tidak mungkin mengingat kemarin pemuda manis itu memohon padanya agar mengijinkannya tinggal di rumahnya, ya walaupun tidak selamanya pemuda manis itu tinggal, hanya untuk sementara waktu saja sih.
BRUK. Winwin dan Jaehyun menjatuhkan tubuh mereka di atas sofa empuk di rumah itu. Mengundang helaan napas malas dari Taeyong.
" Aku mandi dulu."
" Hyung ikut." Rengek Winwin yang langsung dihadiahi pelototan tajam oleh Taeyong, dan itu membuat Jaehyun tertawa keras karena senang melihat Winwin yang saat ini cemberut.
…
Winwin merasa tubuhnya sangat lengket. Padahal ia hanya bermain PS dengan Jaehyun sejak 3 jam yang lalu. Kalau Taeyong? Sepertinya pemuda bermuka tembok itu sedang memasak. Winwin mencium bau makanan dari arah dapur soalnya.
"Jae, mau ikut mandi?"
" Nanti saja, aku sedang sibuk." Benar, Jaehyun memang sedang sibuk saat ini dengan tayangan tinju yang ditayangkan oleh salah satu stasiun tv.
Winwin mengangkat bahunya tak perduli, pemuda China itu lebih memilih untuk berjalan ke arah kamar tamu, ia dan Jaehyun selalu tidur di situ jika mereka menginap di rumah ini.
Winwin mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat kaos biru besar dan celana pendek yang tergeletak di atas kasur saat ia membuka pintu tadi. Seingat Winwin, ia dan Jaehyun tak pernah meninggalkan satu pakaian pun di tempat ini karena Taeyong bilang jika pemuda berwajah dingin itu tak ingin menampung barang-barang mereka berdua karena Taeyong tidak mau menyimpannya.
' Baju siapa?' Pikir Winwin.
Kernyitan di keningnya semakin kentara saat ia mendengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi yang letaknya tak begitu jauh dari ranjang.
Winwin bergidik takut saat mendengarnya, Winwin yakin sekali ini bukan perbuatan nakal dari makhluk halus berjenis hantu. Winwin mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencari benda apapun untuk dijadikan senjata yang sekiranya dapat melumpuhkan orang di kamar mandi sana yang menurutnya adalah seorang pencuri.
Bukan salah Winwin juga jika ia berpikiran seperti itu karena kenyataan yang Winwin ketahui mereka bertiga hanya bertiga di rumah ini.
CEKLEK. Winwin bersorak dalam hati karena pintunya tidak dikunci. Walaupun ia merasa sangat heran, kenapa pencuri itu tidak mengunci pintu kamar mandinya dari dalam? Bukankah ini sangat beresiko sekali untuk ketahuan? Tapi siapa yang perduli, namanya pencuri tetap saja pencuri.
" KENA KAU DASAR PENCU – EH?"
Winwin terpaku, matanya membulat dengan mulut menganga tak percaya begitu ia masuk kedalam kamar mandi itu. Di sana, lebih tepatnya di bawah shower yang menyala, ia melihat seorang pemuda bersayap putih besar tengah mandi membelakanginya.
" Malaikat? Sepertinya bukan." Pikir Winwin sekilas.
" Eh?"
Winwin semakin terkejut saat pemuda itu membalikkan tubuh telanjangnya dan menatap Winwin dengan pandangan terkejut. Bukan hanya Winwin saja sebenarnya, pemuda aneh namn manis di depannya sepertinya jauh lebih terkejut dari Winwin.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik …
" KYAAAAAAAAAA SIAPA KAU?"
" TAEYONG HYUNG ADA HANTU."
BRUK. Mereka berdua berteriak kencang begitu sadar. Yuta tak sengaja melemparkan botol shampoo di tangannya ke arah Winwin sampai pemuda tampan agak imut itu terjatuh keras di lantai.
" Winwin ada ap..." Jaehyun tidak melanjutkan bicaranya saat ia melihat Yuta. Seperti Winwin sebelumnya, ia juga melihat Yuta dengan pandangan tak percaya. Bagaimana ada makhluk seperti itu di sini? Kurang lebih begitulah yang sedang Jaehyun pikirkan saat ini.
" Jaehyun, Winwin kena... Oh astaga."
Taeyong segera berlari ke arah Yuta yang masih berdiri mematung dan memeluknya dengan erat. Mencoba menutupi tubuh yang telanjangnya saat ini. Jujur, Taeyong tidak mau kepolosan kedua adiknya yang sangat menyebalkan ini menjadi tercemar begitu saja setelah melihat Yuta dalam keadaan naked.
" Hyung dia..."
" Aku akan jelaskan nanti bisa kau bawa Winwin keluar dulu?"
Jaehyun menganggukan kepalanya dan dengan segera menarik tangan Winwin untuk diajaknya keluar daari kamar mandi, meninggalkan Taeyong yang masih memeluk pemuda yang menurutnya sangat aneh itu. Jujur saja, Jaehyun agak merasa takut melihat sayap besar itu.
Taeyong melepaskan pelukannya begitu dirasa kedua adiknya itu sudah tidak ada. Ditangkupnya pipi Yuta dengan kedua tangannya. Membuat fokus pemuda manis itu sepenuhnya teralihkan padanya.
" Kau tidak apa-apa? Tidak ada yang terluka? Kenapa kau ada di sini?"
" Aku hanya ingin mandi."
" Kenapa tidak mandi di kamarku saja? Maksudku kau bisa mandi di kamarku."
" Tapi kan kau yang bilang kalau aku boleh menempati kamar ini. Masa aku tidak boleh mandi di sini?"
Taeyong menghela napas menanggapi jawaban jujur Yuta. Ya, memang Taeyong sendiri yang memerintahkan Yuta untuk tinggal di kamar ini karena mana ingat ia kalau dua adiknya itu akan menginap disini bahkan setiap akhir pekannya. Taeyong menghela napas panjang, entah kenapa ia merasa sangat idiot sekarang.
Ditariknya tangan Yuta ke arah ranjang. Tenang saja mereka berdua tidak akan melakukan apapun.
" Hilangkan dulu sayapmu! Mereka bisa menangis nanti kalau kau datang dalam keadaan seperti itu." Perintah Taeyong. Yuta mengangguk, pemuda manis itu memejamkan matanya dan sayap itu hilang begitu saja. Meninggalkan wujud Yuta yang terlihat normal.
Taeyong mengambil kaos biru yang ada di atas ranjang dan memakaikannya pada Yuta, sebenarnya Yuta menolak tapi tatapan tajam Taeyong membuatnya menciut begitu saja. Hello, ia ini seorang polip. Ia jauh lebih kuat dari Taeyong tapi kenapa Yuta bisa takut hanya dengan melihat tatapan intimidasi Taeyong.
' Apa Taeyong dulunya seorang iblis? Menyeramkan sekali.' Pikir Yuta ngawur.
Saat Taeyong mengambil celananya, ia menatap Yuta dengan pandangan sedikit aneh. Membuat yang ditatap memerah seketika.
" A-aku bisa memakai itu sendiri."
Taeyong tertawa melihat tingkah Yuta yang sangat menggemaskan. Ia bahkan tidak bisa untuk tidak mengacak surai coklat itu. Membuat sang pemilik rambut mengerucutkan bibirnya dengan lucu.
" Ayo keluar. Kita harus menjelaskan pada mereka."
" Apa tidak apa-apa?" Taeyong hanya mengangguk sebagai jawaban. Ditariknya tangan Yuta, menuntun pemuda manis itu untuk menemui kedua adik bodohnya.
Mereka berdua mendudukkan tubuh mereka di kursi yang masih tersisa. Mereka di dapur sekarang, dengan nasi putih dan sup kimchi terhidang diatasnya. Ternyata benar apa yang Taeyong pikirkan sebelumnya. Mereka berdua pasti ada di tempat ini. Mana mungkin orang dengan ukuran lambung raksasa seperti Winwin terutama Jaehyun tahan dengan bau makanan?
Jaehyun dan Winwin menatap Yuta dengan pandangan terkejut. Karena seingat mereka pemuda dengan wajah yang keterlaluan manisnya itu memiliki sayap di belakang punggungnya tadi. Tapi di mana sayap itu sekarang?
" Kita makan dulu! Aku akan menjelaskan semuanya nanti." Mereka semua mengangguk mengerti. Dan memulai acara makan mereka dalam diam. Bahkan Jaehyun dan Winwin memilih untuk fokus dengan makanannya. Padahal biasanya kedua orang yang menurut Taeyong idiot itu akan memulai pertengkaran dengan saling merebut makanan satu sama lain.
Kegiatan menyantap makanan itu terjadi dalam kurun waktu yang tak terlalu lama mengingat begitu laparnya mereka. Ini masih sore sebenarnya, tapi tidak salah kan kalau mereka makan lebih awal sebelum waktunya makan malam? Bukankah makan malam kurang begitu baik bagi kesehatan? Tidak tahu juga sih tapi sepertinya benar. Kalaupun iya mereka lapar lagi, mereka bisa memasak ramen.
" Hyung." Winwin menatap Taeyong dengan pandangan meminta penjelasan, begitu pula dengan Jaehyun.
" Dengarkan aku baik-baik jangan ada yang menyela ucapanku!"
Kali ini mereka tidak menjawab, tapi dilihat dari tatapan mereka sepertinya mereka mengerti.
Taeyong menghela napas berat, ia mulai menceritakan apa-apa saja yang sekiranya perlu ia ceritakan. Dan menyimpan salah satu cerita pertemuannya dengan Yuta. Tentu saja Taeyong tidak akan mengatakan bahwa waktu itu Yuta terjatuh dalam kolamnya dalam keadaan benar-benar telanjang, seperti di kamar mandi tadi. Bisa-bisa mereka mengejeknya mesum setelah ini.
" Jadi Yuta hyung sedang di buru oleh organisasi aneh itu?" Tanya Jaehyun.
Mereka berdua menatap Yuta dengan iba. Mereka tidak tahu kehidupan pemuda semanis Yuta bisa seberat itu. Apalagi Yuta telah hidup selama 430 juta tahun yang lalu. Pasti itu semua sangat berat bagi Yuta.
Sebenarnya mereka berdua sangat penasaran. Kenapa fisik Yuta terlihat masih sangat muda? Apa benar menghisap sesame jiwa polip bisa membuat polip yang lain menjadi immortal? Tapi kenapa manusia memakan manusia lainnya mereka tidak bisa immortal seperti Yuta? Kurang lebih pertanyaan seperti itulah yang ada di kepala mereka. Tapi melihat betapa beratnya kehidupan Yuta membuat mereka berdua menanyakan lebih jauh lagi.
Winwin berdiri, ia berjalan ke arah Yuta dan berhenti di samping pemuda manis itu, membuat semua orang yang ada di ruangan itu mengernyit heran. Namun semua pertanyaan mereka akan kelakuan aneh Winwin, terjawab saat Winwin memeluk Yuta dan mengelus rambut pemuda yang jauh lebih tua dengan sayang.
" Hyung tenang saja ya! Ada aku, Taeyong hyung, dan Jaehyun yang akan membantu hyung."
Yuta mengangguk dalam pelukan Winwin. Ia mendongakkan kepalanya dan tersenyum lebar. Membuat siapapun yang melihatnya ikut tersenyum juga. Siapa yang tahu kalau senyum itu dapat menular.
" Hyung jadi kakakku saja ya hyung?" Tanya Winwin yang dijawabi anggukan senang oleh Yuta.
" Kalau aku hyung?"
" Kau juga adikku Jaehyunie."
" Yeyyy Kami sayang Yuta hyung." Jaehyun berdiri an ikut memeluk Yuta seperti yang Winwin lakukan. Membuat Taeyong mengernyit aneh.
Jaehyun dan Winwin melepaskan pelukan mereka pada hyung baru mereka, dan melakukan tos sebagai tanda kebahagiaan, tentu saja mereka mau mempunyai kakak seperti Yuta. Kalau kakak seperti Taeyong? Boleh juga sebenarnya, tapi mengingat betapa menyeramkannya pemuda itu membuat mereka berdua tiba-tiba meringis mengingatnya.
" Hyung nanti tidur dengan kami ya?"
" Mau ku cincang?"
" Eh? Ampun Taeyong hyung kita cuma bercanda kok."
TBC
Hallo ini aku kembali dengan polip yang entah sudah berapa hari enggak aku urusin. Sebenarnya aku udah ngetik chap ini minggu lalu, tapi karena ada sedikit kendala di laptop aku, jadi aku updatenya gak bareng OSM sama WIMT. Maafkeun saya DX
Gak adakah yang mau Tanya atau nebak gitu kenapa genrenya M? Hahaha aku sendiri juga gak tahu XD
Btw, terimakasih untuk ziaprlfauzi, Min Milly, Kalsium, Johntenny, liataviani. joaseo, Park RinHyun-Uchiha, Yuta Noona, JenTababy, Yuyu arxlnn.
Salam dari saya, istri bang malika aka Haechan tercinta XD
