POLYP

Declaimer :

Member NCT milik Tuhan Yang Maha Esa dan orang tua mereka masing-masing. Saya hanya meminjam nama gak lebih.

Rated : M (Cuma cari aman)

Genre : Supranatural, Fantasy, Romance

Pair : TaeYu (Yang lain menyusul)

Warning :

Fic ini mengandung tema BxB dan typo yang bertebaran. Fic ini tidak menyangkut ajaran apapun, ini hanya sebuah imajinasi author maaf jika ada yang tersinggung. Jika tidak suka lebih baik klik tombol close saja.

.

.

" Aku berangkat dulu. Jaga diri baik-baik, aku tidak mau tanggung jawab kalau kau kenapa-kenapa mengerti?" Ujar Taeyong seraya menepuk puncak kepala pemuda manis di hadapannya yang hanya dijawabi dengan anggukan patuh. Taeyong tersenyum singkat, dan mulai melangkahkan kakinya ke sekolah meninggalkan Yuta seorang diri.

Yuta menatap punggung Taeyong yang mulai menjauh. Pemuda manis itu dengan buru-buru masuk ke dalam kamar tamu, mengambil seragam serta keperluan sekolah lainnya yang telah ia siapkan dan ia simpan dengan baik di dalam lemari yang telah di berinya sihir agar Jaehyun dan Winwin tidak dapat melihat barang-barangnya saat menginap.

Bukannya Yuta tak berani menaruh perlengkapannya itu di kamar Taeyong mengingat mulai sabtu malam lalu ia akan sekamar dengan Taeyong kedepannya. Tapi kalau Taeyong tahu kan nanti namanya bukan kejutan lagi. Yuta ingin membuat Taeyong berteriak karena terkejut saat melihatnya berkeliaran di sekolah nanti. Jahil? Memang sudah dari sananya Yuta jahil.

" Wah aku sangat tampan." Teriaknya heboh saat menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di kamar itu. Jangan tanya kenapa Yuta bisa mendapatkan seragam secepat itu. Karena ini semua berkat bantuan sihir yang dimilikinya. Tidak, ia tidak bisa menciptakan baju segampang itu. Ia hanya menggandakan uang yang Taeyong berikan padanya yang kemudian ia gunakan untuk membeli seragam secara online. Tenang saja, semua uang itu asli. Bukankah Yuta sangat hebat?

Yuta menatap jam dinding di atas kaca besar itu. Dan matanya membulat dengan sempurna begitu melihat jarum jam menunjukkan pukul 7:15.

" SIAL AKU TELAT ARRRRH." Yuta mengambil tas selempangnya dan berlari begitu saja. Namun ia tiba-tiba berhenti begitu sampai di ruang tamu. Pemuda manis itu memiringkan kepalanya sebentar untuk berpikir. Ia merasa bahwa ia melupakan sesuatu.

" OH IYA SAYAP." Teriaknya lagi entah untuk yang keberapa kalinya. Yuta memejamkan matanya sesaat, dan sayap putih besar muncul dari punggungnya. Pemuda manis itu merapalkan mantra tanpa suara yang membuat keberadaannya sekarang tak kasat mata, dengan begini ia tidak perlu khawatir lagi dengan orang-orang yang mungkin saja akan berteriak heboh saat melihatnya keluar dari rumah ini nanti. Well, cukup Taeyong, Winwin dan Jaehyun yang tahu keberadaanya tidak dengan yang lain karena itu akan sangat berbahanya apalagi dengan wujud polip seperti ini. Maka dari itu Yuta akan sangat berhati-hati.

.

.

Jaehyun dan Winwin menatap soal di depannya dengan sangat serius. Benar, kedua sahabat itu memang satu bangku. Dan sialnya guru matematika yang mengajar kelas mereka hari ini tengah mengadakan ulangan dadakan 50 soal dengan waktu hanya 1 jam, membuat kepala mereka panas dan rasanya ingin sekali meledak.

Well, mereka berdua bukan tipe murid pintar seperti anak-anak penyandang gelar peringkat 10 besar. Mereka hanya pemuda dengan kapasitas otak yang normal, hormone normal, kelakuan normal dengan wajah diatas abang kewajaran. Secara singkatnya mereka berdua hanya menang visual tapi tidak dengan yang lain. Sangat normal kan?

" Psssst Jae." Yang dipanggil melirik keasal suara orang yang telah memangglnya, Winwin. Sungguh, Jaehyun sedang pusing sekarang karena ia hanya bisa mengerjakan 15 dari 50 soal. Sial, soal matematika memang mengerikan, tingkat mengerikan saat mengerjakan soal matematika sama mengerikannya seperti saat ia berhadapan dengan Taeyong. Perpaduan antara matematika dan Taeyong adalah sesuatu yang tak ingin Jaehyun lihat sampai kapanpun itu, karena Jaehyun sudah ngeri sendiri hanya dengan membayangkannya saja.

" Apa sih Win? Kerjakan sendiri dong jangan mengandalkanku."

" Hah? Jangan asal bicara, siapa juga yang minta jawabanmu. Coba lihat itu!"

Jaehyun menoleh kearah yang Winwin tunjuk. Serang pemuda yang berdiri membelakangi jendela kelas mereka yang letaknya tepat di samping Winwin. Pemuda itu tengah berbicara dengan Jung sonsaengnim. Entah kenapa Jaehyun merasa cukup familiar dengan pemuda itu walaupun hanya melihat punggungnya. Dan pemuda itu menoleh membuat mereka berdua berteriak seketika.

" YUTA HYUNG."

" KALIAN BERDUA KELUAR DARI KELASKU SEKARANG JUGA!"

.

.

Yuta menggaruk tengkuknya merinding, sepertinya ada yang memanggil namanya. Pemuda manis itu menggelengkan kepalanya guna mengusir pikiran seram yang melanda otaknya. Yuta memang polip, tapi tetap saja polip mempunyai rasa takut akan hantu seperti manusia biasa. Apalagi Yuta sering sekali melihat bentuk mereka yang terkadang sangat tidak wajar, membuat tubuhnya merinding lagi.

Yuta berlari mengejar Jung sonsaengnim yang berhenti di depan kelas 12 C. Dan Yuta mengangguk dengan sangat patuh saat Jung sonsaengnim memberikan isyarat padanya agar mengikuti wanita cantik itu memasuki kelas yang hanya di sambut dengan pandangan ingin tahu dari penghuninya. Membuat Yuta merasa gugup dan senang disaat yang bersamaan.

Yuta mengamati sekitar, ia tak memperdulikan omongan Jung sonsaengnim dan lebih memilih melihat ekspresi murid di kelas ini yang saat ini tengah menatapnya dengan mata berbinar.

' Mereka kenapa?' Pikirnya heran.

" Yuta. Yuta-kun."

" Eh? Iya , ada apa saem?"

" Perkenalkan dirimu." Wanita itu tersenyum sesaat dan menyuruh Yuta untuk segera memperkenalkan diri disertai dengan tepukan pelan di bahu kirinya. Yuta mengangguk mengerti.

Pemuda manis itu menatap ke depan dengan tangan yang memilin ujung seragam, ia tampak gugup dengan wajahnya yang agak memerah. Berkenalan di depan banyak orang tak sama seperti saat ia berkenalan dengan Taeyong, Jaehyun ataupun Winwin. Rasanya sangat berbeda.

" Ano,emm Nakamoto Yuta imnida yoroshiku." Semua penghuni kelas itu terkekeh geli mendengar penuturan Yuta yang terdengar lucu. Tenang saja, mereka tidak mengejek mereka hanya merasa lucu saja. Membuat Yuta tanpa sadar tersenyum manis.

" Aigoo manisnya." Yuta hanya tersenyum menanggapi pujian yang entah dari siapa itu, dan menatap Jung sonsaengnim yang nampaknya mengerti dengan apa yang ia maksudkan.

" Kau duduk di sana Yuta-kun, kursi di sana kosong." Yuta mengangguk paham, ia menundukkan kepalanya sebentar memohon ijin untuk duduk di kursinya yang hanya dibalas Jung sonsaengnim dengan tepukan halus di kepalanya.

Yuta tersenyum, walaupun ia tidak sekelas dengan Taeyong sepertinya teman-teman barunya ini terlihat sangat menyenangkan. Ah, Yuta akan berusaha untuk akrab dengan semuanya –

' Hoo polip yang manis, tapi sayang…akan segera mati'

– Tanpa mengetahui niat buruk salah satu dari mereka.

.

.

" TAEYONG HYUNG."

" BERISIK."

Jaehyun dan Winwin hanya dapat tertawa canggung. Kedua pemuda dengan kadar kalsium yang cukup tinggi itu segera memposisikan diri untuk duduk di samping kiri dan kanan Taeyong. Membuat pemuda tampan itu merasa sangat risih.

" Hyung kenapa kau tidak mengatakannya pada kami?" Jaehyun menguncang bahu hyung menyeramkan namun tampan itu sekuat tenaga, yang hanya dibalas dengan tatapan malas, membuat Jaehyun melepaskan tangannya dari Taeyong dan mendengus tak terima.

" Apa?"

" KENAPA KAU TIDAK BILANG KALAU MULAI HARI INI YUTA HYUNG SEKOLAH DI SINI SIH HYUNG?" Teriak Winwin, sekarang pemuda China itu yang menguncang bahu Taeyong membuat tatapannya yang memang sudah datar menjadi bertambah datar. Winwin meringis, tatapan Taeyong sangat menakutkan, seperti soal matematika yang dikerjakannya tadi.

" Hyung."

" Oh Yuta? Dia memang pindah…" Taeyong menghentikan ucapannya begitu merasakan sesuatu yang aneh dari pembicaraan mereka saat ini. Terlalu janggal.

" Kalian bicara apa tadi?" Taeyong menatap kedua adiknya dengan sangat tajam dan menusuk. Membuat dua pemuda yang menurutnya sangat bodoh itu hanya dapat menelan ludah paksa.

" Yuta hyung pindah kesini."

" Kalian bercanda?"

" Tidak hyung aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri benarkan Jae?" Jaehyun mengangguk dengan perkataan Winwin.

" Hyung tidak tahu?" Taeyong menggelengkan kepalanya. Entah kenapa kepalanya terasa pusing sekarang. Tenang saja ia tidak akan pingsan, apalagi di depan orang bodoh seperti Jaehyun dan Winwin. Tidak akan pernah sampai kapanpun itu, ia hanya sedang bingung saja tidak lebih.

" Kelas apa? Jangan bilang kalian tidak tahu?"

" Memang."

PLETAK PLETAK

" Hyung kenapa di pukul?"

" Jahat sekali."

Mereka berdua mengelus bagian kepala yang telah di pukul dengan cukup kencang oleh Taeyong. Sungguh, ini sangat sakit walaupun Taeyong hanya menggunakan 1% tenaganya sekalipun. Kalau Taeyong melakukan kekerasan pada kepala mereka seperti ini terus bisa-bisa mereka tidak hanya bodoh tapi idiot. Tapi apa mau dikata, biarpun mereka lebih tinggi dari Taeyong tetap saja mereka tidak bisa membalasnya karena Taeyong lebih kuat. Membuat mereka berdua kembali meringis hambar mengingat fakta itu.

" Kalian memang bodoh." Dan mereka hanya dapat mengerucutkan bibir saat Taeyong dapat dengan mudah mengetahui isi pikiran mereka. Eh? Taeyong bukan peramal kan? Atau pemuda tampan itu memaksa Yuta untuk memberikan sedikit sihirnya pada Taeyong agar Taeyong memiliki kekuatan seraong cenayang? Tapi mengingat cerita Yuta yang mengatakan bahwa polip tidak bisa membaca pikiran manusia sepertinya tidak mungkin. Duyung? Itu lebih tidak masuk akal lagi, mana cocok seorang Lee Taeyong menjadi salah satu dari manusia setengah ikan itu? Jika benar mereka berdua yakin sekali ika Taeyong akan terlihat sangat menggelikan.

" Eh? Hyung mau kemana?"

" Mencari Yuta."

" Ikut hyung."

" Terserah."

.

.

Dan di sinilah mereka saat ini. Berjongkok di dalam bilik toilet berukura meter dengan pintu yang di kunci dari dalam. Tenang saja, mereka tidak sedang melakukan hal-hal kotor seperti yang kalian pikirkan. Mereka juga tidak akan mati karena fentilasi bilik toilet yang mereka gunakan saat ini tergolong cukup baik. Taeyong, Jaehyun, Winwin dan juga Yuta yang tadi mereka temukan tengah memakan roti di kantin, hanya saling menatap.

Taeyong dengan tatapan tajamnya, Jaehyun dan Winwin dengan tatapan bingungnya, dan Yuta yang hanya dapat memainkan tisu toilet saking bosannya. Well, mereka sudah berjongkok di dalam bilik ini selama 5 menit dan tak ada satupun diantara mereka berempat yang berniat untuk membuka suara, membuat Yuta jengah.

" Bicarakan sesuatu aku bosan." Mereka bertiga menatap Yuta secara bersamaan, dengan pandangan yang sulit diartikan membuat Yuta risih sendiri. ' Tahu begini tadi aku lanjut makan saja.' Pikirnya.

" Kenapa kau bisa ada di sini?"

" Eh? Maksudnya?"

" Sejak kapan kau mendaftar di sekolah ini? Kau menggunakan sihirmu?"

"Eh? Itu? Emm, kejutan hehe." Yuta bertepuk tangan dengan senyum mengembang di wajahnya. Membuat tiga pemuda itu tertegun sesaat.

" Jawab yang benar hyung!"

" Jaehyunie tidak boleh memerintah hyung ya."

" Maaf hyung aku lupa."

" Jawab saja!"

" Eh? I-iya." ' Kenapa Taeyong galak sekali sih? Menyeramkan.'

Yuta menatap mereka satu persatu dengan pandangan yang entah kenapa terlihat agak aneh di mata mereka. Dan kemudian tersenyum sangat lebar. Ketiga pemuda tampan itu mundur dua langkah untuk mengantisipasi keanehan Yuta yang sepertinya akan meningkat.

" Aku ingin menjadi orang jenius…"

" Kau polip bukan orang. Kau juga sudah pintar untuk apa sekolah?" Yuta menatap Taeyong datar. Enak saja pemuda itu memotong ucapannya membuat mood Yuta menjadi hancur saja. Tapi beruntung sekali Taeyong karena Yuta sudah menganggapnya sebagai orang baik jadi Yuta tak akan menghajarnya.

" Aku ingin punya banyak teman."

" Bukannya kami udah cukup hyung?" Kini Yuta menatap Winwin. Sungguh, ingin sekali ia berteriak dengan liur yang menyembur dan membanjiri wajah pemuda itu. Beruntunglah Winwin karena Yuta sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri maka dari itu Yuta tak akan pernah membalasnya.

" Tapi hyung bukankah lebih aman jika kau berada di rumah?"

" Aku bosan Jaehyunie. Menonton tv terus itu tidak seru. Akau bukan orang…"

" Polip." Taeyong memotong ucapannya lagi membuat Yuta bertambah kesal. Demi taring dinosaurus, bukankah seharunya ia yang membuat Taeyong kesal sekarang? Ini kenapa malah Yuta sendiri yang kesal? Apa hukum karma berlaku secepat itu hanya karena ia berniat buruk seperti membuat Taeyong berteriak dengan kepindahannya? Sepertinya tidak.

" Iya aku tahu kok, aku bukan polip antisosial jadi aku butuh teman."

" Memang ada ya hyung polip yang seperti itu?"

" Tentu saja ada Winwinie bukan manusia saa yang antisosial polip juga bisa."

" Dan mengumpankan dirimu pada orang yang berniat jahat padamu?"

" Taeyong kau ini kenapa sih? Sekolah saja aku tidak boleh, nanti kalau pemerintah tahu kau bisa dituntut loh karena tidak memperbolehkan pemuda imut sepertiku sekolah. Lagipula teman sekelasku baik dan aman."

Taeyong menghela napas, walaupun ia merasa agak aneh dengan kata imut dan aman tapi tetap saja ia merasa khawatir. Orang itu tidak bisa dilihat dari covernya, bisa saja mereka sangat baik di depan tapi busuk di belakang. Bisa saja kan? Tapi karena Yuta sepertinya yakin sekali, memang Taeyong bisa apa? Taeyong tidak bisa melarang Yuta terus menerus, Taeyong kan bukan kekasih apalagi suami Yuta. Eh?

" Terserah kau saja tapi ingat perkataanku jaga dirimu baik-baik saat tidak bersamaku mengerti?" Yuta tersenyum lebar dan memeluk leher Taeyong guna menyalurkan rasa bahagianya karena telah mendapat ijin dari Taeyong, walaupun ia sudah tahu jika Taeyong akan berkata seperti tadi tapi tetap saja Yuta senang. Sepertinya Yuta tahu kelemahan Taeyong. Yuta menyeringai, ia bisa memanfaatkan kelemahan Taeyong jika pemuda itu tak mau menuruti perkataannya nanti.

" Aku juga mau di peluk."

" Ya sudah kita pelukan berdua saja."

Yuta melepaskan pelukannya di leher Taeyong. Dan menatap ketiga pemuda di ruangan itu secara bergantian. Yuta memiringkan kepalanya sebentar untuk berpikir karena pertanyaan ini memang sudah mengganjal pikirannya sejak mereka sampai di tempat ini.

" Kenapa kita di toilet? Dan jongkok? Kaki ku sakit."

" Eh? Kenapa ya?" Dan Yuta hanya dapat menatap mereka dengan pandangan yang sangat sulit diartikan.

TBC

Endingnya gaje XD masa bodo lah cuma itu yang muncul. Aku tau ini gak terlalu panjang tapi gimana ya otak aku gak kuat mikir lagi. Apalagi aku baru ngetik ini 30 menit yang lalu ah sial. Apa typonya masih banyak?

Oh iya aku akan memberikan sedikit informasi. Bagi kalian penganut Yuta uke bisa di add fanbase baru kami YutaUke Station yang berbasis di line. Kami menyediakan berbagai informasi seputar YutaxAll dan yang lainnya di id kami iuo8862k, jika ingin ingin bertanya bisa langsung pm saya .

Terimakasih untuk Kalsium, chochopanda99, TenCara, Yuta Noona, Vi Jiminie, Yuyu arxlnn, Unnayus, Min Milly, liaotaviani. joaseo, JenTababy, Park RinHyun-Uchiha dan Reader yang lain.

Saya menerima kritik dan saran jadi jangan lupa Read and Review