Waktu istirahat sudah selesai, mata pelajaran siangpun sudah dimulai, luhan terlihat mengikuti pelajaran siang ini membuat sehun berwaspada akan apa yang akan terjadi, sehun bergidik ngeri melihat luhan yang memainkan pisau lipatnya disekitar pergelangan tangannya, ingin sekali sehun berkatas 'berhenti melakukan itu luhan'tetapi sehun tidak bisa karena tidak ingin ujung pisau lipat itu berakhir diperutnya.
"sehun, kau tau?"luhan berbisik pelan, dengan pandangan masih memandang kearah pergelangan tangannya, sehun memandang luhan takut-takut
"aku menyukai darah"lanjut luhan, sehun memandang luhan terkejut oh tidak! Sehun tau apa yang akan dilakukan luhan selanjutnya
"j-jangan lakukan itu luhan"sehun berusaha mencegah luhan dengan kata-kata, luhan hanya menanggapi dengan senyuman miring, lalu mulai menggores kecil ke arah tangannya, matanya terlihat berbinar senang saat melihat darah yang mulai keluar
"aku ingin lebih banyak lagi"gumam luhan, sehun dengan cepat mengambil alih pisau lipat itu "BERHENTI LUHAN!"oh tidak, sehun sungguh tidak sengaja, dia melihat luhan menatapnya dengan tajam dan itu membuat buluk kuduk sehun merinding
"Ada apa se- Oh luhan! Tanganmu kenapa?"songsaenim terbelalak kaget melihat tangan luhan yang sudah terbaluti oleh darah, dengan segera dia menarik tangan luhan keluar kelas menuju UKS, meninggalkan kelas yang tiba-tiba ramai, karena kasus tangan luhan yang berdarah
"sehun? Apa kau yang melakukan itu kepada luhan?"kyungsoo terlihat bertanya dengan hati-hati melihat ekpresi sehun yang murung
"tidak, dia yang melakukan itu sendiri kepada dirinya"sehun menghela nafas, lalu memandang pisau lipat yang tadi digunakan oleh luhan
Kai mendudukan dirinya dibangku luhan, lalu berkata "kita harus menghilangkan Alter egonya"
"dengan cara?"kyungsoo mengangkat sebelah alisnya
"hm, pasti luhan mempunyai trauma masa lalu, dan kemungkinan Alter ego itu muncul saat dia melihat sesuatu yang berhubungan dengan trauma masa lalunya"Kai mengelus-ngelus dagunya, mereka hening sesaat, namun perhatian itu teralih saat kai menjetikan jarinya dan tak lupa kata 'Aha' yang keluar dari mulutnya
"Aku pernah membaca dari salah satu artikel, jika kita ingin menghilangkat sifat alter ego, kita harus mendominasikan sifat asli kita atau menggambungkan kedua sifat kita menjadi sifat asli, seperti luhan polos yang pintar dan luhan yang dingin yang pandai bicara, kita hanya harus menggambungkan kepribadian itu menjadi satu untuk menuju sifat asli dan menghilangkan Alter Ego"ucap kai panjang lebar menimbulkan tatapan takjub dari sehun dan kyungsoo
"lalu, trauma masa lalu luhan itu apa? Kita harus mengetahuinya untuk menjaga-jaga dan menjauhkan luhan dari segala sesuatu tentang trauma masa lalu luhan, agar Alter egonya tidak muncul"-sehun
"hm sebenarnya Alter Ego itu bisa muncul 1 menit sekali atau tak sesuai waktu, tapi mungkin kita memang harus mengetahui Trauma masa lalu luhan, agar bisa melakukan trapi 'mari menghilangkan alter ego luhan'"-kai
"baiklah, kita bisa menanyakan hal ini kepada sungmin sunbae nanti diasrama"ucap kyungsoo mengakhiri diskusi mereka
"Aku ingin menjenguk luhan"sehun bangkit dari bangkunya, lalu pergi keluar kelas menuju UKS
-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-
Sehun berdiri gelisah dideban pintu UKS, ia gelisah ingin masuk atau tidak, namun akhirnya setelah perang batin ia akhirnya memutuskan masuk, namun sebelum sehun masuk, pintu sudah terbuka, memperlihatkan songsaenim, sehun membungkukan tubuhnya tanda penghormatan
"Oh kau sehun"songsaenim melirik sehun sekilas, lalu melanjutkkan jalannya pergi
"tunggu, apa songsaenim tidak ingin tau apa yang terjadi pada luhan?"
"sehun, untuk apa luhan bersekolah disini dengan alter egonya tampa kita guru ketahui, tentu kita tau, karena kita adalah wali kalian disekolah ini, oh ya luhan mencarimu"ucap guru itu, sebelum kembali melangkahkan kakinya pergi, sehun terdiam mendengarnya, jadi guru-guru disekolah mengetahuinya?
Sehun menatap pintu UKS dengan ragu-ragu, ia ingin sekali masuk tapi dia takut jika luhan yang dingin menyerangnya dengan mendadak, sehun jadi teringat tatapan mengancam luhan saat dikelas tadi, karena disebabkan oleh sehun, yang memberitahu perihal gores menggores tangan luhan kepada guru
Melawan segala ketakutannya, akhirnya sehun memutuskan masuk, dengan langkah kaki yang bergemetar ia melangkah mendekati pintu uks, tangan sehun berkeringat basah saat memegang kenop pintu, ia menghela nafas kasar sebelum membuka pintu itu.
Cklekk
"luhan?"sehun memasuki ruangan itu, dan mulai berjalan mendekati sebuah kasur kecil yang terletak diujung ruangan, kasur itu tertutup oleh tirai, yang menyebabkan sehun tidak bisa melihat apa yang terjadi dengan luhan dibalik tirai itu, dengan perlahan-lahan sehun membuka tirai itu.
SREKK
"sehun…"
Brukk
Sehun terjatuh dengan posisi terduduk akibat memundurkan langkahnya secara tiba-tiba yang membuat kakinya menyandung sebuah bangku
"sehunnie kau tidak apa-apa?"luhan berjongkok didepannya, dan mendekati wajahnya kearah sehun, memastikan sehun baik-baik saja
'luhan polos'batin sehun senang
"sehunnniiie~~"luhan mulai semakin memajukan badannya dan kepalanya, membuat sehun segera menahan kening luhan dengan jarinya untuk berhenti, menyebabkan sang empunya berkedip-kedip
"aku tidak apa-apa"jawab sehun sambil tersenyum lega melihat luhan polos yang berada didepannya.
"aaa sehunnie tampan, aku menyukai mu"
BRUUKK
Tubuh luhan memeluk sehun secara tiba-tiba, dan dengan sigap sehun menahan tubuh mereka agar tidak terjatuh tertidur dengan tangannya
"l-luhan, bisakah kau menyingkir?"pinta sehun tergagap, akibat merasakan dua bongkah bola besar, yang menempel didadanya
Luhan menjauhkan tubuhnya, lalu menatap sehun dengan bola mata yang berkaca-kaca "apa sehun tidak menyukaiku?"
"tidak-tidak, aku menyukaimu luhan, cuman kita harus segera kekelas, karena sebentar lagi waktu masuk, y-ya begitu"sehun mencari alasan
"benarkah?"Tanya luhan dengan wajah yang sudah agak tenang
"em ya begitu"
"kalo gitu kajjaaa"dengan semangat luhan menarik tangan sehun untuk segera bangkit dari duduknya menuju kelas mereka.
-,-,-,-,-,-,-,-,-
"hunnie~ kenapa burung terbang?"Tanya luhan saat mereka berjalan bersama menuju asrama
"karena mereka punya sayap"jawab sehun yakin
"ani, bukan karena itu"ucap luhan
"lalu?"sehuun mengangkan sebelah alisnya bingung
"karena mereka menginginkannya"sehun cengo dibuatnya
"kau ini"
"kalo gitu kenapa kucing bisa lari?"Tanya luhan lagi
"karena mereka menginginkannya"jawab sehun mencopy ucapan luhan tadi
"salah! Itu karena mereka punya kaki, uh hunnie pabbo, gitu aja gak tau"
"Ya!"
Luhan tertawa melihat wajah kesal sehun
"hunnie tadi ada salam"
"dari siapa?"
"dari dijjah yellow hahaha"luhan tertawa sampai wajahnya memerah
"luhan…"panggil sehun dengan suara horror, luhan yang mendengar tanda bahaya segera berlari meninggalkan sehun yang kepalanya sudah ngebul
Larinya luhan terhenti saat memelihat manusia berkulit hitam yang ia kenal
"hai kai!"sapa luhan, kai terdiam . sepertinya dia masih trauma dengan kejadian dikantin. Tapi sedetik kemudian wajah kai menjadi sumringah menyadari kalau yang dihadapannya adalah luhan polos
"hai juga lululuhannie emmuah"sapa kai juga sambil melakukan fly kiss, lalu berjalan mendekati luhan.
"jangan dekat-dekat"perkataan luhan membuat langkah kaki kai terhenti
"wae?"kai memasang wajah bingung
"kata sehun, luhan gak boleh deket-deket ama kai"jawab luhan
"sehun sialan"batin kai kesel
"yah padahal kai mau nunjukin film Blue"kai berpura-pura sedih, padahal dalam hati berlonjak girang karena mungkin bisa mengajak luhan menonton film blue bersama wakakaka /dasar/?
"film blue itu apa kai?"luhan mengerjap-ngerjapkan matanya bingung
"itu film tindih-tindihan"jawab kai dengan smirknya
"tindih-tindihan apa kai? Kau mengajak luhan ngapain?"sehun menatap kai dengan penuh amarah membuat kai panic seketika
"mati aku"
T.B.C
Maaf yang udah nunggu , jeongmal mianhae, ini udah aku post.. maaf juga kalo ini isinya makin nyeleneh, duh. review nya jgn lupa ya. iar aku tambah semangat/? Big tengs yg udah mau baca ff abal2ku ini ,
Lop yu all :*
