.
.
Disclaimer : Detective Conan © Aoyama Gosho
Warning : OOC (sepertinya tambah parah daripada sebelumnya), bahasa campur aduk, alur gak jelas dan segala kekurangan lainnya
Amuro tersenyum sendiri mengingat masa lalunya bersama Akemi. Kir yang melihat tingkah Amuro pun bertanya.
"Ada apa Bourbon, kok senyum-senyum gitu ?" Tanya Kir penasaran.
"Tidak apa-apa. Hanya saja kau mengingatkanku kepada seseorang. Tapi sayangnya ia telah tiada dan takkan mungkin kembali," jawab Amuro dengan nada sedikit sedih.
"Oh begitu ya…" Kir tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia jadi merasa tidak enak karena telah menyinggung masa lalu Amuro.
Suasana sunyi menyelimuti mereka berdua. Hanya suara desiran angin dan deburan ombak yang terdengar. Amuro dan Kir menatap ke arah langit. Mereka menikmati pemandangan langit malam yang begitu indah. Cuaca saat ini cerah, tidak ada awan di langit sehingga bulan dan bintang-bintang terlihat dengan jelas.
"Hei, lihat ada bintang jatuh." Ucap Amuro sambil menunjuk ke arah bintang jatuh.
"Kau benar. Ayo cepat buat permintaan." Kata Kir dengan cukup antusias.
"Pfft…" Amuro menahan tawa karena melihat reaksi Kir yang berlebihan.
"Ada apa, memangnya?" balas Kir sengit sambil menatap Amuro tajam.
"Tidak ada. Hanya saja ekspresimu itu lucu, tahu." Akhirnya Amuro tidak bisa menahannya lagi. Ia tertawa mengingat ekspresi Kir yang kekanak-kanakan.
"Biarin," Kir mengalihkan pandangan ke arah lain. Menyembunyikan rona tipis di wajahnya karena menahan malu. Hanya di hadapan Amuro lah ia bisa bertingkah berlebihan seperti ini.
'Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku ?' batin Kir bingung.
"Iya-iya aku minta maaf. Aku benar-benar tidak bisa menahannya." Kata Amuro sambil berusaha meredakan tawanya. Kir memutar bola matanya bosan mendengar perkataan Amuro.
Tiba-tiba sebuah ide melintas di kepala Amuro. Ide yang cukup gila sebenarnya, tapi ia sudah terlanjur membulatkan niatnya. Ini saatnya Amuro melupakan masa lalunya dan membuat lembaran kisah baru untuk hidupnya sekarang.
"Kir, boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Amuro.
"Tanya apa?" Kir menoleh ke arah Amuro.
"Apa kau sudah punya pacar?"
"Ha? Pacar? Belum, aku belum punya. Memangnya kenapa?" Kir kaget dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan Amuro.
Amuro menyeringai tipis mendengar jawaban Kir. Ia menggenggam pergelangan tangan Kir seraya berkata, "Apa kau mau jadi pacarku?"
Sekarang Kir benar-benar kaget. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Jujur saja ia bingung, karena baru pertama kalinya ada seorang lelaki yang ingin menjadi pacarnya. Kir tidak pernah pacaran sebelumnya jadi ia tidak tahu bagaimana rasanya berpacaran. Ingin menolak tapi rasanya tidak enak kepada Amuro.
"Bagaimana Kir?" Tanya Amuro lagi karena sepertinya Kir tidak kunjung menjawab pertanyaan.
Jantung Kir berdegup cepat. Ia benar-benar gugup, namun ia berusaha mengumpulkan segala keberaniannya untuk menjawab pertanyaan Amuro.
"Gimana ya Bourbon. Bukannya aku menolak, tapi aku belum siap. Aku ingin fokus ke misiku terlebih dahulu," Kir berusaha memberikan alasan yang tepat untuk mengelak.
"Ayolah Kir. Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau aku hanya membuang-buang waktu dengan memburu Akai dan aku harus mengakhiri permusuhanku dengannya. Kamu lah harapanku satu-satunya yang bisa membantuku melupakan masa laluku yang menyedihkan serta dendamku pada Akai. Selain itu, sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini, bisa nyaman berbicara dengan orang lain tanpa merasa tertekan. Untuk itu aku mohon padamu, Kir. Tolong terima aku jadi pacarmu." Ucap Amuro sambil berusaha memohon pada Kir.
Kir tidak bisa mengelak lagi. Ia diam-diam merutuki perkataannya sendiri. Namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Ia harus menerima kenyataannya. Kir berpikir lagi sebelum menjawab.
'Terima atau tidak ya? Aku benar-benar bingung. Aku memang ingin melihat Bourbon berdamai dengan Akai dan melupakan masa lalunya yang menyedihkan. Namun disisi lain aku belum pernah berpacaran jadinya aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi pacar yang baik nantinya.' Kir berada pada dilema sekarang.
Tapi pada akhirnya ia menentukan keputusannya. Kir tersenyum kepada Amuro sebelum menjawab.
"Baiklah, aku mau jadi pacarmu." Jawab Kir kepada Amuro.
"Benarkah Kir, kau mau menerimaku?" Amuro memastikan apa yang dikatakan Kir tadi benar. Kir mengangguk sebagai jawaban ya.
"Terima kasih, Kir. Aku benar-benar senang sekarang." Amuro menghambur untuk memeluk Kir.
Kir tersentak dengan perlakuan Amuro. Namun ia tidak berusaha menolak. Jantungnya berdegup kencang dan wajahnya bersemu merah. Sedangkan Amuro sendiri sebenarnya kaget karena ia bisa bertindak seimpulsif itu.
"Em, Bourbon sepertinya sudah cukup," ucap Kir dengan wajah yang sudah memerah total.
Amuro tersadar akan perilakunya dan mulai melepaskan pelukan.
"Maaf ya. Aku terbawa suasana," kata Amuro sambil tertawa garing.
"Tidak apa-apa. Aku mengerti kok." balas Kir yang masih bersusah payah menghilangkan rona merah di wajahnya.
~OOO~
Setelah pertemuan mereka di dermaga, Amuro dan Kir pun mulai menjalin sebuah hubungan sebagai sepasang kekasih. Namun tentunya tidak bisa seperti orang pacaran biasa. Kesibukan mereka masing membuat mereka jarang bertemu dan menghabiskan waktu berdua. Palingan Amuro dan Kir hanya saling bertukar pesan lewat sms, chatting, maupun telepon.
Tetapi keadaan itu tidak berlaku untuk hari ini. Amuro berencana menghabiskan waktu berdua dengan Kir karena kebetulan ia dan Kir sedang tidak ada misi dari Organisasi. Amuro pun menelepon Kir untuk memastikan mereka jadi pergi hari ini.
Sambungan telepon terhubung
Amuro : "Halo Kir, selamat pagi."
Kir : "Selamat pagi, Bourbon. Tumben pagi-pagi udah nelpon."
Amuro : "Iya aku cuma mau memastikan, kita jadi pergi kan hari ini ?"
Kir : "Jadi kok. Tenang saja. Aku baru mau bersiap-siap. Oh ya hari ini kamu mau mengajak aku ke mana ?"
Skakmat. Amuro menepuk jidatnya dengan keras, ia lupa menentukan tempat tujuan kencan mereka. Akhirnya setelah terdiam beberapa detik, ia menjawab.
Amuro : "Oh untuk masalah itu nanti kau juga akan tahu sendiri. Aku tutup dulu ya Kir, aku juga mau bersiap-siap. Nanti akan aku jemput di depan apartemenmu pukul 8. Sampai jumpa nanti Kir."
Kir : "Sampai jumpa, Bourbon."
Sambungan telepon terputus
Amuro menghela nafas panjang. Ia melirik ke arah jam dinding di kamarnya.
Pukul 6.10
'Masih ada waktu untuk memikirkan tempatnya. Yang penting aku harus bersiap-siap dulu.' pikir Amuro. Ia lalu menyambar handuk dari lemarinya dan menuju ke kamar mandi.
Di lain tempat.
Kir yang sudah selesai mandi, mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Setelah selesai, ia menuju ke kamarnya dan membuka lemari untuk memilih pakaian yang akan dikenakannya. Kir berpikir akan tampil seperti apa untuk kencan pertamanya. Ia sama sekali tidak punya pengalaman dengan hal itu. Karena tidak kunjung mendapatkan solusi untuk masalahnya, Kir memutuskan untuk tampil sederhana. Ia memilih celana jeans panjang dengan atasan kaos dan loose cardigan. Setelah selesai berpakaian, Kir mematut dirinya sebentar di depan cermin. Ia merapikan rambutnya dengan sisir.
'Dikuncir tidak ya? Tidak usah lah nanti kalau dikuncir malah ada yang mengenaliku sebagai Rena Mizunashi kan jadi gawat.' pikir Kir dalam hati. Setelah selesai menyisir rambutnya dan berdandan seperlunya, Kir menuju ke ruang makan untuk sarapan.
Kembali ke tempat Amuro
Amuro yang sudah selesai mandi dan berpakaian, menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Karena hari ini Amuro kehabisan bahan makanan, ia hanya mengambil 2 lembar roti panggang dan mengolesinya dengan selai kacang serta membuat segelas susu. Ia menengok sebentar ke arah jam tangannya.
Pukul 6.45
Amuro masih belum mendapatkan inspirasi tempat yang cocok untuk kencan pertamanya. Ia pun pergi ke ruang keluarga dan sarapan sambil menonton tv.
'Siapa tahu dapat pencerahan' pikirnya.
Sudah sekitar 15 menit berlalu tapi Amuro tidak kunjung mendapatkan jawaban untuk masalahnya. Rotinya sudah habis ia makan dan susu hangatnya hanya tinggal 1/4 gelas. Hingga akhirnya sebuah iklan di televisi itu menarik perhatiannya.
"Anda ingin menghabiskan liburan bersama keluarga atau kekasih tercinta. Datanglah ke Miracle Land, hari ini Miracle Land merayakan hari jadinya yang ke 10. Berbagai stand hiburan dan atraksi akan ditampilkan. Tak hanya sampai disitu, pertunjukkan kembang api juga akan digelar pada malam harinya. Buruan datang sebelum kehabisan tiket." Kurang lebih seperti itulah iklan yang menarik perhatian Amuro.
'Hmm Miracle Land ya, sepertinya menyenangkan.' pikir Amuro. Sepertinya satu masalah sudah terselesaikan. Amuro menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya seperti : uang, dompet, dan kunci mobil. Setelah dirasa semuanya siap, Amuro segera turun dari apartemennya dan masuk ke mobilnya. Lalu ia menuju ke apartemen Kir.
Pukul 7.30
Kir mendapat pesan singkat dari Bourbon yang mengatakan kalau ia sudah sampai dan menunggu di bawah. Kir segera membawa tasnya dan turun dari apartemennya. Tidak lupa ia mengunci pintunya terlebih dahulu.
Sesampainya di parkiran apartemen, Kir segera mencari orang yang sudah menunggunya. Kir menemukan orang itu sedang bermain dengan ponselnya di samping mobil Mazda warna putih. Ia pun menyapa orang itu.
"Hei Bourbon, sudah lama nunggunya ?" tanya Kir.
Amuro yang mendengar dirinya dipanggil pun menoleh, "Tidak lama kok. Baru saja sampai."
Setelah berkata seperti itu barulah Amuro terpana melihat apa yang ada di depannya. "Cantiknya..." kata-kata Amuro benar-benar keluar dengan sendirinya tanpa ia kontrol terlebih dulu.
"Terima kasih sudah memuji aku cantik." kata Kir kepada Amuro.
Amuro memang tidak berbohong dengan pujiannya tadi. Kir tampak cantik dengan pakaian casual dan balutan loose cardigan. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai sampai ke punggung. Benar-benar mirip Akemi. Perbedaannya hanya terdapat warna kulit dan ukuran mata. Kir memiliki warna kulit yang lebih putih dari Akemi dan mata yang lebih lebar.
"Kapan kita berangkat?" pertanyaan Kir menyadarkan Amuro dari lamunannya.
"Tentu saja sekarang." Amuro membukakan pintu depan mobilnya dan mempersilahkan Kir untuk masuk lebih dulu. Setelah itu barulah ia menyusul masuk ke dalam mobil.
"Jadi kemana kita pergi hari ini ?" tanya Kir.
"Kita akan pergi ke Miracle Land." jawab Amuro mantap.
To be continue
Chapter 3 sudah datang. Sebenarnya untuk chapter ini masih ada kelanjutannya. Tapi karena takutnya kepanjangan jadinya akan aku buat 2 chapter.
Akhir kata, review please.
