.
.
.
Disclaimer : Detective Conan © Aoyama Gosho
Warning : OOC, sedikit inspirasi dari DC Movie 5, kata berbelit-belit, Analisis amatiran, dan segala kekurangan lainnya.
Perdamaian antara Amuro dan Akai memberikan dampak besar bagi perkembangan penyelidikan kasus Black Organization. Kini PSB (Kepolisian Rahasia Jepang) mau menjalin kerja sama dengan FBI dan CIA yang sudah lebih dulu saling bekerja sama dalam kasus ini. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik untuk penyelesaian kasus ini karena dengan bergabungnya ketiga kekuatan tersebut, peluang untuk menghancurkan BO menjadi lebih besar.
Bagi Amuro sendiri, ia tidak menyangka kalau dirinya bisa berdamai dengan Akai, musuh bebuyutannya. Ia juga tidak pernah menyangka kalau perdamaiannya dengan Akai itu bisa terwujud karena rencana seorang anak kecil. Ya, seorang Edogawa Conan yang begitu cerdas, bahkan terlampau cerdas untuk anak seumurannya. Setidaknya itu menurut Amuro sendiri.
Sejak awal bertemu Conan, Amuro sudah dibuat takjub oleh kepintaran analisis dari anak itu. Bahkan ketika Amuro diam-diam menyelidiki Conan, ia menemukan fakta tersembunyi bahwa Conan adalah sosok di belakang analisis hebat dari Detektif Mouri atau yang sering disebut Kogoro Tidur.
Namun, pada akhirnya Amuro tidak menemukan informasi tambahan apapun mengenai Conan, selain ia adalah seorang anak biasa berumur 7 tahun yang bersekolah di SD Teitan. Amuro pun memutuskan untuk tidak menyelidiki Conan lagi setelah itu.
Tetapi belakangan ini, keinginan Amuro untuk mengetahui sosok asli Conan mulai muncul kembali dan menjadi bertambah besar. Amuro memutuskan untuk mencoba menyelidikinya sekali lagi. Mungkin ini saatnya ia mengetahui identitas asli dari Edogawa Conan.
~OOO~
Amuro mulai menyelidiki Conan dengan menentukan pola kegiatannya sehari-hari. Conan berangkat dan pulang sekolah seperti anak SD pada umumnya. Ia sering bermain dengan grup anak kecil yang bernama Detective Boys dan mereka sering pergi ke rumah Professor Agasa. Kemungkinan terbesar Amuro akan mengetahui identitas asli dari Conan jika ia menyelidiki Professor Agasa dan rumahnya. Tetapi ia tidak bisa melakukan itu, karena ia tidak terlalu akrab dengan Professor Agasa.
'Tidak apa-apa. Tidak usah terburu-buru' pikir Amuro.
Pada akhirnya, Amuro memilih untuk memulai penyelidikan dari teman-teman Conan yaitu anak-anak detective boys.
~OOO~
Hari ini, seperti biasa kelompok detective boys pulang sekolah bersama. Sepanjang perjalanan mereka membicarakan hal-hal menarik seperti games ataupun serial kartun yang akan tayang. Namun tentu saja hanya 3 anak yang antusias dengan pembicaraan itu sedangkan 2 orang lainnya hanya mendengarkan. Mereka adalah Conan dan Ai.
"Bagaimana kalau kita nanti main bola di lapangan ?" ajak Genta pada teman-temannya.
"Boleh juga. Sudah lama kita tidak main bola." sahut Mitsuhiko.
"Sepertinya menyenangkan. Conan dan Ai akan ikut kan?" tanya Ayumi sambil menoleh ke arah Ai dan Conan yang berjalan di belakangnya.
"Aku tidak ikut. Ada urusan di rumah." jawab Conan.
"Aku juga tidak ikut. Aku mau mengerjakan PR di rumah." jawab Ai.
"Baiklah kalau kalian tidak bisa ikut tidak apa-apa." ucap Genta maklum. Sudah sering ia, Mitsuhiko, dan Ayumi mendapat penolakan seperti ini.
~OOO~
Di lapangan
Pada akhirnya yang bermain bola di lapangan hanya Mitsuhiko dan Genta. Ayumi tidak jadi ikut karena diajak ibunya berbelanja di mall.
"Ayo tendang bolanya, Mitsuhiko. Aku siap." kata Genta. Ia sekarang sedang berlatih menjadi kiper.
"Siap ? Aku akan menendang. Hyaa.." Mitsuhiko berlari ke arah bola dan menendangnya. Tapi karena terlalu bersemangat, bola tersebut malah melebar dari gawang dan hampir mengenai seorang pemuda yang sedang lewat di pinggir lapangan. Untungnya, pemuda itu mempunyai reflek yang cukup bagus, dan berhasil menangkap bolanya dengan satu tangan.
Melihat hal itu, Genta dan Mitsuhiko langsung berlari menuju pemuda tadi. Begitu sampai, mereka langsung menunduk dan mencoba meminta maaf.
"Maaf ya kak. Tadi bolanya hampir mengenai kakak. Kami benar-benar tidak sengaja" kata Mitsuhiko dan Genta bersamaan.
"Tidak apa-apa kok lain kali. Hati-hati ya," ucap pemuda itu.
"Lho kak Amuro ternyata" kata Mitsuhiko begitu ia mendongakkan kepala untuk melihat wajah dari orang itu.
Amuro tersenyum sambil membatin.
'Sekarang saatnya.'
"Iya. Aku kebetulan lewat sini. O ya, kalian tumben main bolanya cuma berdua. Yang lain mana ?" Tanya Amuro. Ia mengajak Mitsuhiko dan Genta untuk duduk bersantai di bawah pohon.
"Seperti biasa Conan dan Haibara ada urusan masing-masing. Kalau Ayumi tidak jadi ikut main soalnya ia diajak ibunya belanja di mall." jawab Genta.
"Seperti biasa ?" Amuro mengulangi perkataan dari Genta untuk memastikan.
"Ya seperti biasa. Conan dan Ai memang sering seperti itu, kak. Mereka sering menolak kalau kita ajak bermain. Selain itu, menurutku mereka cukup aneh. Karena aku sering sekali mendengar mereka berbicara hal yang dalam artinya." jelas Mitsuhiko.
Oke Amuro sekarang mulai memikirkan kemungkinannya.
'Jika seperti itu, mungkin anak yang bernama Haibara itu, juga mempunyai nasib yang sama dengan Conan. Itu sebabnya mereka berdua tampak akrab. Untuk anak seusia mereka harusnya mereka senang kalau diajak bermain oleh temannya, tapi kenapa ini tidak?'' Amuro menemui jalan buntu dalam pemikirannya.
Sementara Amuro sibuk berpikir, Genta dan Mitsuhiko mulai berbicara sendiri.
"Kau tahu, Mitsuhiko. Kalau menurutku mungkin Conan dan Haibara itu adalah orang dewasa yang menyusut menjadi seorang anak kecil." ujar Genta menyampaikan teorinya. Mendengar teori ini, membuat Amuro menjadi ingin tertawa.
'Bagaimana mungkin orang dewasa bisa menyusut menjadi anak kecil.' Batin Amuro geli.
"Kau terlalu banyak nonton film, Genta." sahut Mitsuhiko bosan.
"Itu mungkin saja kan? Kau ingat tidak waktu kita dulu berkunjung ke Gedung Tower Nishitamashi. Saat itu kita semua mencoba mesin untuk melihat wajah 10 tahun ke depan. Ketika kita mencoba mesin itu, semuanya berjalan lancar. Hanya ketika giliran Conan dan Haibara lah mesin itu menjadi error." jelas Genta.
"Tunggu dulu, seperti apa mesin untuk melihat wajah 10 tahun ke depan, itu ?" tanya Amuro. Ia tertarik dengan topik bahasan ini.
"Itu adalah mesin yang bisa menampilkan foto wajah seseorang di masa depan kak. Cara kerjanya mirip kamera. Kita akan memakai sebuah helm yang kemudian akan memancarkan sinar flash. Lalu mesin itu akan menampilkan foto wajah kita pada waktu 10 tahun yang akan datang." jelas Mitsuhiko. Amuro mulai bisa membayangkan bentuk dan cara kerja dari mesin itu.
"Pada awalnya Conan dan Haibara tidak mau mencoba mesin itu. Mungkin saja mereka takut identitas asli mereka akan muncul dari foto yang dihasilkan mesin itu. Setelah mereka mencobanya, mesin itu malah error dan tidak bisa mengeluarkan hasil fotonya. Menurutmu apa yang membuat mesin itu error?" tanya Genta pada Mitsuhiko. Mitsuhiko hanya menegakkan kedua bahu tanda ia tidak mengerti
"Menurutku yang membuatnya error adalah karena wajah Conan dan Haibara yang tidak sesuai dengan umurnya. Mesin itu bisa menghasilkan foto seseorang pada 10 tahun ke depan yang artinya mesin itu bekerja dengan cara mendeteksi umur seseorang saat ini dan menyesuaikannya dengan wajah. Karena ketidaksesuaian wajah dan umur yang dimiliki Haibara dan Conan, mesin itu tidak bisa memprosesnya. Lalu pertanyaannya berapa umur Conan dan Haibara sesungguhnya ? Jawaban yang pasti tentu saja lebih tua dari umurnya sekarang. Namun untuk kemungkinan terbesarnya adalah sesuai dengan batas kerja mesin itu dalam menganalisa wajah yaitu 10 tahun ke depan. Jadi identitas asli Conan dan Haibara saat ini adalah seorang remaja yang berumur sekitar 17 tahunan." Genta mengakhiri deduksinya.
Amuro dan Mitsuhiko memandang Genta dengan terpana. Amuro tidak menyangka kalau anak seperti Genta bisa membuat analisis sebagus itu. Mungkin analisis dari Genta tersebut memang sulit dipercaya namun penjelasan itu cukup masuk akal baginya.
"Lalu bagaimana caranya Conan dan Haibara bisa menyusut menjadi seorang berumur 7 tahun ?" tanya Mitsuhiko setelah pulih dari kondisi terpananya.
"Kalau itu... Aku tidak tahu. Hehehe..." jawab Genta yang membuat Mitsuhiko sweatdrop sedangkan Amuro hanya memakluminya. Walaupun Genta bisa membuat analisa yang bagus seperti tadi, ia tetaplah anak biasa yang berumur 7 tahun.
"Ngomong-omong, apa kalian pernah bertemu dengan orang tuanya Conan dan Haibara ?" Amuro mulai mengorek informasi tambahan.
"Tidak. Aku tidak pernah bertemu dengan orang tua Conan maupun Haibara. Tapi katanya orang tua mereka sedang berada di luar negeri" kali ini Mitsuhiko yang menjawab.
"Begitu ya." ucap Amuro.
"O ya kak Amuro, kenapa dari tadi kakak selalu bertanya tentang Conan dan Haibara ? Apa ada yang salah dengan mereka berdua ?" tanya Genta yang membuat Amuro cukup terkejut.
Amuro mencari jawaban yang tepat hingga akhirnya ia mengucapkan kalimat yang terlintas begitu saja di pikirannya.
"Aku sedang belajar menulis cerita dan berencana menjadikan Conan dan Haibara sebagai tokoh utamanya." jawab Amuro. Ia tampak was-was begitu melihat Mitsuhiko dan Genta yang menatap intens ke arahnya.
"Kalau begitu...tolong masukkan kami ke dalam ceritanya." kata Mitsuhiko dan Genta bersamaan.
"Tentu saja. Kalian akan ku masukkan dalam ceritanya." ucap Amuro sambil menghela nafas lega. Untungnya anak-anak ini tidak curiga.
"Oi Mitsuhiko, kita pulang yuk. Aku sudah lapar." ajak Genta
"Ish kau ini. Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu ya Kak Amuro." ujar Mitsuhiko.
"Tunggu dulu. Kalian tadi bilang lapar kan? Bagaimana kalau ku traktir makan di kedai ramen di depan sana ?" ajak Amuro.
"Benarkah, kak Amuro?" tanya Genta
Amuro menjawab dengan anggukan kepala. Genta tampak senang sekali.
"Terima kasih ya kak Amuro. Maaf kalau jadinya merepotkan." kata Mitsuhiko.
"Tidak merepotkan kok. Anggap saja sebagai hadiah karena telah membantuku tadi." balas Amuro.
Mereka bertiga berjalan menuju kedai ramen. Ketika berjalan Mitsuhiko bertanya pada Genta.
"Bagaimana kau bisa membuat deduksi yang bagus seperti tadi, Genta?" tanya Mitsuhiko penasaran.
"Itu adalah salah satu usahaku. Aku sadar mungkin aku tidak sepintar kau, Ayumi, apalagi Conan dan Haibara. Untuk itu aku berusaha untuk bisa seperti kalian semua dan pantas menjadi anggota Detective Boys dengan cara belajar menganalisa kasus." Jawab Genta yang berhasil membuat Amuro tersenyum.
"Motivasi yang bagus. Aku yakin suatu hari nanti kamu pasti bisa menjadi detektif yang hebat." puji Amuro dengan tulus. Sementara Genta yang mendengarnya hanya tersipu malu.
~OOO~
Sesampainya di apartemennya, Amuro mulai membuat hipotesa dari informasi yang didapatkannya.
Hipotesa dari Amuro :
Conan dan Haibara adalah seorang remaja yang diperkirakan berumur sekitar 17 tahun. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa mereka tidak terlalu tertarik untuk bermain dengan anak seusianya dan sering mengucapkan kata-kata yang terlampau tinggi untuk anak-anak seumurannya. Mereka menyusut menjadi seorang berumur 7 tahun karena hal yang tidak diketahui. Kemungkinan terbesar adalah karena racun atau obat tertentu.
Setelah mencatat hipotesa seperti itu, Amuro berbaring di tempat tidurnya dan memikirkan kemungkinan identitas asli dari Conan dan Haibara.
'Jika yang dikatakan Genta tadi siang itu benar, maka identitas asli dari Conan dan Haibara pastilah seseorang yang selama setahun ini menghilang atau jarang terlihat. Tentu saja wajah asli orang itu mirip Conan dan Haibara.' pikir Amuro.
Untuk Conan, Amuro tidak bisa menemukan wajah orang yang mirip dengannya. Sedangkan untuk Haibara, sepertinya ia familiar dengan wajahnya. Amuro pun mencoba mengingat-ingatnya dengan cara menyebutkan nama orang-orang yang pernah dikenalnya.
"Ayah, Ibu, Date, Scotch, Elena, Akemi, Shiho..." Amuro berhenti berbicara karena teringat sesuatu. Ia bangkit dari tempat tidur dan mulai mencari benda di rak. Setelah menemukannya, ia langsung membuka benda itu, yang ternyata adalah sebuah map. Map tersebut berisi data dari anggota-anggota lama dari BO beserta fotonya. Amuro melihat-lihat daftar itu hingga akhirnya ia tertarik dengan salah satu nama dari daftar itu. Bibir Amuro membentuk senyuman tipis.
'Ternyata kau masih hidup, Shiho.' batin Amuro.
Amuro menyudahi penyelidikan hari ini. Ia menambahkan tulisan di bawah catatan hipotesanya.
Kemungkinan Identitas :
Conan Edogawa = ?
Ai Haibara = Shiho Miyano
~OOO~
Keesokan harinya, Amuro melanjutkan penyelidikan mengenai Conan dan target penyelidikan hari ini adalah seorang yang cukup dekat dengan Conan, yaitu Ran. Tidak sulit untuk menemukan Ran, apalagi ia tipe gadis yang tidak terlalu suka bepergian. Tapi yang menjadi kesulitannya adalah bagaimana cara Amuro bisa bertemu dan berbicara dengannya. Amuro tidak bisa begitu saja bertamu ke rumah Ran dan berbicara dengannya karena ada kemungkinan, ia bertemu dengan Conan yang akan langsung mencurigainya.
Amuro juga tidak bisa mengajak Ran untuk pergi ke luar dan membicarakan hal itu karena ia bukan siapa-siapanya Ran. Pada akhirnya, Amuro hanya berharap, Ran bisa mampir ke kafe Poirot hari ini dan tentu saja sendirian. Harapan yang sulit terkabul mengingat Ran jarang mampir ke Poirot sendirian, ia pasti mengajak orang lain.
Namun rupanya hari ini adalah hari keberuntungan Amuro. Harapannya terkabul, Ran datang ke kafe Poirot sendirian. Jika dilihat dari kondisinya, Amuro bisa menduga kalau gadis itu sedang bersedih. Ran memilih duduk di bangku dekat jendela. Amuro berjalan mendekat ke arah Ran.
"Halo Ran. Tumben mampir ke sini sendirian." sapa Amuro.
"Halo juga, kak Amuro. Iya nih, aku sebenarnya mengajak Sonoko untuk mampir ke sini. Tapi mendadak, ia bilang ada urusan." kata Ran.
Amuro menganggukkan kepala tanda ia mengerti. Amuro lalu bertanya pada Ran.
"Kalau begitu, kamu mau pesan apa?" tanya Amuro.
"Aku pesan 1 strawberry cake dan kopi cappucino" jawab Ran.
"Baiklah. Tunggu sebentar ya. Pesanan akan segera siap" Amuro pamit ke belakang untuk membuat pesanan dari Ran. Setelah selesai, Amuro mengantarkan pesanan ke mejanya Ran.
"Ini dia pesananmu, Ran. Maaf membuatmu menunggu," ucap Amuro sambil menaruh pesanan Ran di meja.
"Tidak apa-apa kok," kata Ran.
'Ini saatnya penyelidikan kedua' batin Amuro.
To be Continue
Catatan:
Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa Genta disini tiba-tiba pintar dan bisa membuat analisis. Jawabannya sudah ada di atas yaitu karena ia menyadari bahwa dirinya kurang pintar daripada anggota detective boys lainnya untuk itu ia belajar menganalisa kasus supaya bisa setara dengan teman-temannya yang lain
Ya alasan itu hanya karangan dari saya sendiri mengingat karakter Genta yang asli di DC mungkin tidak bisa langsung membuat analisis seperti itu. Tapi jika saya sendiri melihat lagi karakter Genta, sebenarnya dia itu adalah anak yang pintar hanya saja dia tidak menyadarinya. Ia sering membuat Conan menyadari trik kejahatan yang dilakukan oleh pelaku pembunuhan dengan perkataan atau perbuatannya. Genta juga satu-satunya anggota detective boys yang bisa menebak kalau Conan dan Haibara memalsukan umur mereka yang sesungguhnya (di DC Movie 5) walaupun ia sendiri tidak tahu kalau tebakannya tepat :v
Karena alasan itulah di Chapter ini yang saya buat bisa melakukan analisis mengenai Conan dan Haibara adalah Genta
Sekian, catatan dari saya
Terima kasih sudah mau menyempatkan membaca
