.

.

.


Disclaimer

Detective Conan © Aoyama Gosho

Warning

OOC, bahasa campur aduk, alur gak jelas, dan segala kekurangan lainnya


Amuro sedang dalam perjalanan menuju Hotel Haido sekarang. Bukan, dia bukannya mau menginap. Amuro datang ke tempat itu untuk menghadiri rapat gabungan antara perwakilan FBI, CIA, PSB, dan Kepolisian Jepang. Topik bahasannya mengenai rencana penyerangan ke markas besar Black Organization. Penyerangan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan rapat pertemuan antar anggota BO.

Sesampainya di hotel, Amuro segera melangkah ke ruang aula, tempat yang digunakan untuk rapat. Ia membuka pintu ruangan itu dan mengucapkan salam. Ternyata, para peserta rapat sudah banyak yang datang. Sebenarnya kata banyak kurang tepat mendiskripsikan keadaan tersebut karena rapat ini hanya dihadiri oleh 2 orang perwakilan dari 3 lembaga ditambah 4 orang dari FBI sehingga jumlahnya hanya 10 orang. Orang-orang yang hadir selain Amuro antara lain : Rena, Inspektur Megure, Kepala Polisi Odagiri, Kazami, Akai, Jodie, Camel, dan James. Jumlah itu memang sudah ketentuannya karena FBI tidak ingin membuat resiko berupa kedatangan penyusup bila menghadirkan banyak orang.

Amuro mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan untuk mencari tempat duduk yang masih kosong dan akhirnya ia menemukannya, tempat duduk di sebelah Kazami, partnernya di PSB. Amuro duduk di kursi itu dan mulai mengajak Kazami untuk mengobrol.

"Hei Kazami. Apa aku sudah ketinggalan sesuatu ?" Tanya Amuro.

"Oh, Furuya. Tidak kok, kau tidak ketinggalan apapun, karena rapatnya memang belum dimulai sejak tadi." Jawab Kazami dengan bosan.

"Begitu ya..."

Amuro mengalihkan pandangannya ke arah depan dan melihat 4 orang dari FBI, sedang serius membicarakan sesuatu.

'Apa yang mereka bicarakan ?' Pikir Amuro

~OOO~

"Apa kau sudah menghubungi 'orang itu' ?" Tanya James pada Jodie yang duduk di sampingnya.

"Aku sudah memberitahu tentang rapat ini sejak kemarin kepadanya. Dia juga sudah membalas pesan yang ku kirimkan dan mengatakan kalau ia akan datang hari ini." Jawab Jodie.

"Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi. Lebih baik kita mulai saja rapat ini daripada menunggu lebih lama lagi." Kata Akai berbisik kepada James.

James mengangguk setuju dan rapat hari ini pun dimulai. Ia mengawali rapat dengan penjelasan ulang profil black organization kepada seluruh peserta rapat yang hadir, terutama kepada wakil dari kepolisian yang tentu baru mengenal tentang BO. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan data dan penjelasan dari Agen Camel dan Jodie mengenai anggota inti dan kejahatan yang pernah dilakukan oleh BO.

Ketika penjelasan tersebut sudah selesai, pintu depan ruang aula terbuka dan masuklah 2 orang remaja yang cukup mengejutkan para peserta rapat.

'Shinichi Kudo dan Shiho Miyano. Rupanya kalian telah kembali.' Batin Amuro.

~OOO~

"Maaf semuanya. Kami terlambat." ucap Shinichi.

"Loh Kudo-kun, apa yang kamu lakukan disini ?" tanya Inspektur Megure.

"Aku datang ke sini untuk memenuhi undangan dari Jodie-sensei," jawab Shinichi dengan santai.

"Maaf Cool Guy, tapi mungkin kamu sudah salah. Aku mengundang Cool Kid, bukannya kau." balas Jodie dengan sedikit heran.

"Iya, Cool Kid atau Conan Edogawa itu adalah aku. Kami adalah orang yang sama." ucap Shinichi.

Hampir semua orang yang berada di situ menatapnya dengan bingung, kecuali Amuro dan Akai yang memang sudah tahu kebenarannya. Shinichi menghela nafas sebentar. Ia sudah mengira sebelumnya kalau hal seperti ini akan terjadi.

Flashback

Pada awalnya, Shinichi juga bingung mau menghadiri rapat atau tidak dan inilah yang menyebabkannya terlambat karena terlalu lama berpikir. Akhirnya, Shinichi memutuskan untuk tetap datang dan menanggung resikonya. Resiko berupa pengakuan terhadap identitasnya sebagai Conan Edogawa. Selain itu, hal lainnya yang membuat Shinichi terlambat datang adalah pertemuannya dengan Shiho di jalan.

Shiho bertanya kepada Shinichi tentang tempat yang ingin dituju olehnya karena tidak biasanya Shinichi berpakaian sangat rapi seperti hari ini. Shinichi berusaha untuk membohongi Shiho, namun gagal. Wanita itu mengetahui kebohongan dari ucapan Shinichi, ia memaksa Shinichi untuk berbicara jujur kepadanya. Tentu saja Shinichi tetap berusaha mengelak dan mereka berdua pun terlibat perdebatan yang cukup sengit. Pada akhirnya, Shinichi lelah berdebat dengan Shiho dan ia pun memberitahu hal yang sebenarnya. Setelah mendengar pengakuan Shinichi, Shiho memaksakan kehendak untuk ikut menghadiri rapat bersama Shinichi.

Dan itulah yang terjadi.

Flashback Off

Shinichi menceritakan semuanya, mulai dari identitasnya sebagai Conan Edogawa, penyebab dia menyusut, dan tentu saja identitas dari seorang Shiho Miyano. Setelah selesai bercerita, tanggapan dari para peserta rapat bermacam-macam, mulai dari diam, menyebut Shinichi berbohong, dan yang paling banyak reaksinya adalah menolak kehadiran Shiho di tempat itu karena ia merupakan mantan anggota Black Organization.

Shinichi mengurut pelipisnya perlahan. Ia benar-benar sudah kehabisan akal untuk memberikan pengertian kepada para peserta rapat. Namun untungnya, Akai dan Amuro mau membantu Shinichi untuk menyelesaikan masalahnya. Mereka berdua meyakinkan orang-orang yang ada disana bahwa yang dikatakan Shinichi tadi adalah sebuah kebenaran. Tidak lupa mereka juga membela Shiho karena walaupun ia merupakan mantan anggota BO, Shiho tetap tidak bersalah karena setiap kejahatan yang pernah dilakukannya itu terjadi karena ada paksaan dan tekanan dari organisasi. Para peserta rapat pun mulai paham dengan penjelasan tersebut dan acara rapat ini pun kembali dilanjutkan.

~OOO~

"Ya, yang selanjutnya adalah pembahasan mengenai rencana penyerangan. Tapi sebelum itu, tolong lihat baik-baik gambar di layar berikut," kata Akai.

Layar presentasi menampilkan gambar sebuah gedung bertingkat dengan jumlah lantai sekitar 10 lantai. Gedung itu dicat warna hijau yang kelihatan sudah pudar. Letak gedung ini berada di tengah-tengah hutan.

"Gedung ini adalah salah satu markas milik Black Organization yang akan digunakan oleh organisasi untuk mengadakan pertemuan rahasia. Benar tidak, Furuya ?" Tanya Akai pada Amuro.

"Ya itu benar. Pertemuan rahasia itu akan diadakan 2 hari lagi. Waktu pelaksanaannya malam hari pukul 21:00. Kemungkinan besar Big Boss dan Rum juga akan hadir dalam pertemuan tersebut," sahut Amuro.

"Jadi, kesempatan kita menyerang Black Organization adalah saat pertemuan tersebut ya ?" Kata kepala polisi Odagiri.

"Bisa disimpulkan seperti itu, maka saya mohon kerja sama dari setiap lembaga disini untuk menyiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk penyerangan terutama soal pasukan. Lawan kita kali ini adalah organisasi kejahatan yang besar untuk itu dibutuhkan pasukan dalam jumlah yang besar pula untuk menumpasnya. Jadi apakah kalian semua setuju jika kita menggabungkan pasukan masing-masing untuk menumpas organisasi itu ?" Tanya James dengan tegas.

Para peserta rapat langsung serempak menjawab setuju bahkan ada yang bertepuk tangan.

"Terima kasih untuk dukungannya. Selanjutnya, saya persilahkan kepada Akai untuk melanjutkan penjelasannya." Ujar James.

"Baiklah, akan saya lanjutkan. Seperti yang terlihat gedung ini hanya memiliki 2 akses utama yaitu pintu depan dan pintu belakang. Akan menyulitkan jika kita hanya fokus menyerang lewat pintu depan, untuk itu keseluruhan pasukan nantinya akan dibagi 2, ada yang lewat depan dan ada yang lewat belakang. Kita akan mengepung gedung ini dari segala arah sehingga orang-orang organisasi yang berada di dalam gedung tidak akan mudah untuk kabur. Tetapi, ada satu masalah dalam rencana ini. Rencana ini akan memakan banyak waktu dan mungkin akan menimbulkan korban karena harus terlibat baku tembak secara langsung dengan anggota-anggota BO. Untuk itu, diperlukan langkah tambahan agar rencana ini bisa Iebih maksimal. Apa ada yang punya usul ?" Tanya Akai pada seluruh peserta rapat.

Semua orang yang ada disitu berpikir keras bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi masalah itu. Hingga akhirnya, Shinichi mengangkat tangannya.

"Ya silahkan Cool Guy." Jodie mempersilahkan Shinichi untuk berbicara.

"Saya hanya ingin tanya. Dimana letak dari pusat listrik utama gedung itu ?" Tanya Shinichi.

"Tunggu sebentar..." Ujar Camel. Ia mulai mencari data-data yang ada di laptop. Ketika sudah ketemu ia membuka data itu dan muncullah tampilan blueprint dari gedung tadi ke layar presentasi. Dilihat dari gambarnya, gedung tersebut mempunyai banyak sekali ruangan jadi kemungkinan untuk tersesat sangat besar.

"Inilah tampilan blueprint dari gedung tadi. Untuk ruang pertemuannya ada di lantai 10, sedangkan pusat listrik utamanya ada di lantai 3." kata Camel sambil menunjuk bagian yang dimaksud dengan menggunakan laser.

"Kalau seperti itu, kita bisa memanfaatkan pusat listrik dengan cara mematikan aliran listrik dari gedung itu sehingga para anggota organisasi akan kesulitan melihat dan saat itu terjadi kita serang mereka. Tentu saja setiap pasukan akan dilengkapi dengan kacamata night vision agar bisa melihat dengan jelas." Kata Shinichi.

"Rencana yang bagus, detektif. Lalu bagaimana caranya kita mematikan pusat listrik yang ada di lantai 3 ?" Tanya Akai dengan sedikit sinis.

"Emm, kalau itu..." Shinichi bingung karena ia belum memikirkan lebih jauh tentang rencana itu.

"Bagaimana kalau Bourbon dan Kir yang mematikan pusat listriknya ? Pertemuan rahasia itu dihadiri oleh anggota organisasi, jadi kalau Bourbon dan Kir hadir dalam rapat tersebut tidak akan jadi masalah kan ? Lalu setelah rapat berlangsung, mereka bisa berpura-pura keluar dan menuju ke ruang pusat listrik." Usul Kazami.

"Menurutku, hal itu akan sulit untuk dilakukan mengingat organisasi pasti akan melakukan pengamanan yang ketat untuk pertemuan ini. Apalagi Big Boss dan Rum juga akan datang." Sahut Shiho yang sedari tadi hanya diam.

"Benar kata Sherry. Aku sendiri pernah mendengar informasi kasak-kusuk dari anggota organisasi yang lain. Mereka bilang kalau pengamanan untuk pertemuan besok lusa, akan dibuat sangat ketat. Bahkan mungkin, aku dan Bourbon sendiri tidak akan bisa membawa alat komunikasi apapun kecuali hp." Balas Rena.

"Lalu bagaimana solusinya..."

"Ya solusinya, kita sewa orang yang ahli penyamaran. Orang itu akan masuk dengan cara meniru wajah dan suara dari salah satu penjaga yang ada di sana. Mungkin mereka akan mencurigai orang yang notabene anggota organisasi seperti Bourbon dan Kir jika mereka memasuki ruangan yang penting seperti pusat listrik. Namun jika yang memasukinya, sesama penjaga pasti mereka tidak akan curiga," ucap Inspektur Megure. Sebenarnya ia hanya mengatakan hal yang diinginkannya karena ia sudah bosan dengan rapat ini.

"Darimana kita bisa mendapatkan orang yang mempunyai kemampuan seperti itu ?" Tanya James.

Shinichi mencoba berpikir. Ia sepertinya tahu orang yang mempunyai kemampuan seperti itu.

"Maaf James-san aku ingin bertanya. Apakah kita boleh bekerja sama dengan seorang penjahat dalam operasi ini ?" Tanya Shinichi.

Tentu saja seluruh peserta rapat terkejut akan pertanyaan yang dilontarkan oleh Shinichi. Seorang detektif yang menjunjung tinggi kebenaran mau bekerja sama dengan penjahat. Shinichi memang telah berubah sekarang.

James pun berpikir keras, mau menyetujui permintaan Shinichi atau tidak. Hingga akhirnya, ia mengangguk mengizinkan.

'Apapun harus dilakukan demi kehancuran BO.' Batin James.

~OOO~

Shinichi pun langsung menghubungi orang yang sempat muncul di pikirannya tadi. Setelah terhubung, Shinichi dan orang itu langsung terlibat dalam percakapan yang cukup seru. Hingga akhirnya, Shinichi mematikan teleponnya begitu orang yang ia telepon juga melakukan hal yang sama.

"Siapa yang kau telepon barusan, Cool Guy ?" Tanya Jodie penasaran.

"Bukan siapa-siapa. Nanti kalian juga akan tahu sendiri." Jawab Shinichi.

"Sekarang, masalah rencana penyerangan sudah selesai. Tapi sebelumnya saya ingin tahu, apakah Amuro dan Rena akan menghadiri pertemuan dari organisasi atau langsung ikut penyerangan ?" Tanya James.

"Kalau saya akan langsung ikut penyerangan saja mengingat akan cukup repot kalau kami menghadiri pertemuan itu terlebih dahulu." Ucap Amuro

"Saya sependapat dengan Amuro," balas Rena.

"Baiklah kalau begitu kita cukupkan rapat pada hari ini. Jika ada perubahan atau perkembangan lebih lanjut akan kami hubungi secepatnya. Selamat siang." Ucap James mengakhiri rapat.

~OOO~

Para peserta rapat sudah mulai meninggalkan ruang rapat termasuk Amuro. Setelah keluar dari ruangan rapat, tangan Amuro ditahan oleh seseorang dan ternyata orang itu adalah Rena.

"Ada apa Rena ?" Tanya Amuro

"Apa kali ini kamu ada waktu luang ?" Rena malah balik tanya.

"Ada. Memangnya kenapa ?"

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Jelas Rena.

Rena menggandeng tangan Amuro dan menariknya agar mau mengikutinya. Dalam hati, Amuro bertanya-tanya tentang sikap Rena yang tidak biasa seperti ini. Sepanjang berjalan bersama, tidak ada pembicaraan yang terjadi antara mereka berdua.

~OOO~

"Taman Haido... Kenapa kamu ngajak aku ke sini ?" Tanya Amuro.

"Sebagai permintaan maafku, kamu ingat ? Aku pernah membohongimu untuk kencan di taman ini, kencan kedua kita seharusnya." Jawab Rena sambil sedikit tersenyum. Tapi Amuro tahu itu bukan senyum yang tulus, itu hanya senyum artifisial.

"Ayo kita pergi ke sana," ajak Rena sambil menunjuk ke arah pinggiran danau yang ada banyak itik sedang berenang.

Namun, Amuro tidak mengikuti ajakan dari Rena. Ia malah menahan tangan Rena dan mengajaknya untuk duduk di bangku taman yang kosong.

"Sekarang, coba ceritakan padaku Rena. Apa kamu ada masalah ?" Ucap Amuro.

"Tidak ada masalah kok," balas Rena singkat. Ia menundukkan kepalanya, menghindari tatapan langsung dari Amuro.

Amuro meraih dagu dari Rena dan mengangkatnya sedikit sehingga tatapan mata mereka saling bertemu.

"Aku tahu kamu sedang ada masalah, Rena. Kalau kamu mau cerita, dengan senang hati aku akan mendengarkannya." Bujuk Amuro.

Rena menghela nafas berat. Mungkin sebaiknya ia cerita pada Amuro agar beban di hatinya bisa sedikit berkurang.

"Sebenarnya, beberapa hari ini aku sering mendapatkan firasat tidak enak. Firasatku mengatakan akan ada hal buruk yang akan terjadi. Mungkin karena sebentar lagi kita akan melakukan penyerangan langsung ke markas BO. Untuk itu aku mengajakmu ke sini, agar aku bisa melupakan perasaan tidak enak tersebut." Jelas Rena.

"Jadi begitu. Tidak usah dipikirkan lagi ya, Rena. Semua akan baik-baik saja. Kau mungkin hanya terlalu kecapekan sehingga malah memikirkan yang aneh-aneh." Hibur Amuro.

Ia mengelus-elus puncak kepala dari Rena untuk menenangkannya. Mendapat perlakuan seperti itu, membuat jantung Rena menjadi berdegup semakin cepat. Namun di sisi lain, Rena juga menikmati sensasi ini. Sentuhan tangan dari Amuro entah kenapa bisa membuat pikirannya menjadi tenang dan segala beban yang ada di kepalanya menjadi hilang. Setelah beberapa menit, Amuro baru menghentikan aktivitasnya dan akhirnya Rena menyadari sesuatu.

Perasaan tidak enak yang dialaminya beberapa hari ini terjadi karena kekhawatirannya akan kehilangan Amuro. Tapi seperti yang dikatakan Amuro, semua akan baik-baik saja dan ia mulai yakin akan hal itu.

"Terima kasih ya Amuro." Ucap Rena sambil memeluk Amuro erat.

"Sama-sama" kata Amuro sambil membalas pelukan dari Rena. Mereka berdua pun berpelukan dalam waktu yang cukup lama.

Dan tanpa Amuro dan Rena sadari, seorang wanita berambut pirang platinum sedari tadi mengawasi mereka dengan tatapan mata tidak suka.

To be Continue


Author Note :

Akhirnya bisa update juga. Semoga chapter ini hasilnya tidak terlalu jelek.

Bagi para pembaca yang menantikan (kalau ada), adegan action dan konfliknya mulai chapter depan akan saya masukkan dan tambahan untuk para pembaca yang mempunyai ide atau usulan tentang tokoh yang cocok jadi Big Boss BO, bisa dibagi di Review karena aku masih bingung dalam menentukan bagian itu.

Sekian, review please