Endless Love © Asia Tetsu

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kuroko No Basuke © Fujimaki Tadoshi, .

.

.

.

.

.

.

.

Kuroko Tetsuya X OC (Readers/You) Sligth OC (other) x Kiseki No Sedai and You x Himuro Tatsuya.

.

.

.

.

Rate : T

Genre : Romance, Sport, School Life, Comedy (Maybe), And Many Other! Warn: Banyak!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 03 : Pratice Match


"Baka! (Name)-chan!" Seru Gadis di balik ponsel mu.

Gadis-Shiro Izumi- ini menelphone mu, beberapa menit yang lalu, dan, meminta mu menceritakan awal kau masuk sekolah SMU Seirin sampai bertemu Kise dan mengajak Model kuning ini One-on-One. Dan, akhirnya kena ceramahan oleh Shiro ini.

Kau yang mendengar seruan kesal dari ponsel mu, langsung menjauhkan ponsel mu dari telinga mu. Kau mengelus telinga kanan mu karena dengar seruannya.

"Gomenne, Izumi.." Cicit Mu sambil tertawa kecil. Helaan nafas pasrah terdengar dari balik ponsel mu.

"Iaa, aku sih tidak keberatan tapi bagaimana dengan Kana-chan. Pasti kau langsung di gantung olehnya." Gumam Shiro tenang. Tapi, lain di telinga mu, Suara Shiro terdengar menyeramkan dan horor.

"Ja-jangan bilang kepada Kanami.. Onegai.. Izumi-hime.." Cicit mu gugup. Hei, (Name) asal kau tau. Disana. tempat Shiro berada dia menahan tawanya mendengar cicitan mu. Apalagi saat kau memanggilnya dengan embel-embel 'hime'.

"Hehh, Aku tidak akan bilang.. Mungkin. Hanya berkata.." Ejek Shiro.

"ITU SAMA SAJA! PENDEK!" Geram Mu kesal. Tawa Shiro meledak dari balik ponsel mu,

"Hehhh.. Aku tidak pendek (Name)-chan, Karena kau mengatai ku pendek, Aku akan bilang pada Kana-chan, Jaa~ (Name)-chan," Kau membatu mendengar ucapan perpisahan dari Shiro dengan suara yang terdengar horor.

Tuttt... Tuttt.. Tutt.

Kau yang mendengar suara terputusnya sambungan. Air mata mu keluar dari pelupuk mu. "Habislah. Aku!" Lirih mu.


beberapa menut kemudian


Drrrtt! Drrrtt! Drrrt!

Kau menoleh kearah ponsel mu dengan gaya patah-patah. Iris Snow mu langsung membulat frustasi melihat Layar ponsel mu. Kau mengakat ponsel mu. dan melihat jelas nama yang tertampang di ponsel mu.

Mayura Kanami Call's

(Your Pov)

Aku mengakat panggilan dari Kanami, sejujurnya. Aku terlalu takut mengakat telephone ini. Bukan. Karena dia suka membullying ataupun hal yang aneh-aneh, Dia-

"Aku tau. Kau sedang berfikir yang tidak baik. (Name)-chan.."

Deg!

Dia bisa membaca fikiran orang, Menyeramkan bukan? Aku berita tahu. Dia memiliki sifat yang hampir sama seperti ku. Ceria, ceroboh, kekanak-kanakan. Dan, lain-lainnya. Tapi, Kalau dia sedang bermain basket. Dia sangat menyeramkan melebihi teman-temanku yang lainnya, dan walau seperti itu dia memiliki fisik yang sedikit lemah.

"Hahaha.. Gomen Aku tidak bermaksud apa-apa. Sumimasen Kana." Ujar Ku meminta maaf. Suara kekehan terdengar dari telinga ku.

"Sudahlah. Aku bercanda. Aku mendapatkan E-mail dari Izu-chan.. Katanya kau mengajak One-on-One dengan Kise?" Tanya Kana, Aku tercekat mendengar pertanyaan Kana. Shiro Izumi akan ku pastikan. Kehidupan mu tidak akan tenang. Aku menarik nafas dengan dalam dan ku hembuskan perlahan-lahan.

"Soalnya. Aku tidak tega melihat kakak ku seperti itu dan apalagi, Ia mengatai Team ku lemah. Itu sangat menyebalkan." Ujar ku menatap langit pagi yang begitu cerah. Begitu tenang dan damai. Aku memandangi langit itu. Terbayang aku melihat senyum tipis Tetsuya-kun.

Blush!

Kenapa? Kenapa aku mengingat Tetsuya-kun? Oh, Kami-sama.. Apa yang kufikirkan, Chotto. Aku mendengar kekehan kecil mengalun di telinga ku. Hahh. Sepertinya dia menebak fikiran ku lagi. dasar suyka sekali dia membaca fikiran ku, wal;au tidak bertatap muka dengan ku. dia bisa membaca fikiran ku.

"Jangan, berfikir tentang Kuroko dulu. lihat Inter-High, Team mu akan menghadapi lawan yang kuat nanti. Seirin juga akan melawan Kaijou kan, hari ini.." Gumam nya menasehati ku. Aku terkekeh kecil.

"Ha'i.. Kana apa sekolah mu tidak ikut Inter-high?!" Dia menghela nafas kecil.

"Entahlah. Apa yang di fikirkan oleh Kapten menyebalkan itu!" Ucap Kana sebal. Aku menautkan alis ku heran, maksudnya siapa ya?

Tukk! Tukk! Tukk!

Aku menoleh kearah pintu, Aku yakin yang mengetuk pintu itu adalah Aniki ku. Mungkin. Iris Aniki sekarang berkobar api semangat seperti semalam.

"Oii.. Imouto sarapan sudah siap.. Segeralah ke ruang makan. Aku tidak sabar untuk mengalahkan Kise." Gumam Kakak ku yang ada di balik pintu.

"Sepertinya. Kagami semangat sekali.." Bisik Kana sambil tertawa kecil. Aku mendengus geli.

"Iaa, begitulah. Sudah dulu ya Kana,"

"Ha'i.. Jaa~ (Name)-chan."


"Ohh, Sugoi.."Jeda Hyuga, "Aula klub olahraga sekolah yang selalu di perhatikan memang beda ya."Sambung Hyuga kagum, Iris kelamnya melihat sekeliling Sekolah Kaijou,

"Kagami-kun, Mata mu lebih buruk dari biasanya." Ucap Kuroko, Kagami hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Diamlah." Seru Kagami, Kau hanya melirik kakak Mu dengan sebal.

"Dia terlalu bersemangat, sampai tidak bisa tidur. Dan, dia juga menanyai Ku yang tak jelas." Ucap Mu menjelaskan apa yang terjadi, Kagami mengaguk menyetujui ucapan Mu.

Flash Back.

"Ayo kita lakukan, akan Ku tunjukan pada Mu kise. Cepatlah pagi.." Seru Kagami di dalam Kamarnya, Kau yang mendengar seruan Kagami langsung tersentak dari tidur mu langsung berlari ke kamar Kagami.

"Baka-nii.. Jangan menyeru seperti itu!" Gumam Mu membuka pintu Kagami. Kakak Mu beranjak dari tidurnya. dan menatap Mu dengan mata yang berkobar api semangat.

Kau melihat itu semua hanya sweatdrop. Kau menggeleng kepala Mu dengan pasrah dan ingin menutup pintu kamar kagami. Tetapi Kagami memanggil mu. "Chotto, Imouto!" Panggil Kagami kepada mu.

"Nani?" tanya Mu menatap Kagami sebal, Kagami menyuruh Mu masuk kamarnya. Kau menghela nafas kecil dan masuk ke kamar kakak Mu yang bodoh ini.

"Kapan, Kau mengalahkan Kisedai?"tanya Kagami serius, Kau menghela nafas kecil dan tersenyum kecil.

"Ne, itu saat libur musim dingin tahun lalu, dan mungkin, saat itu ada keajaiban aku dan teman-teman Ku bisa mengalahkan mereka. Hahh, Sepertinya. tadi juga, AkuMendapatkan keajaibaan bisa mengalahkan, Ryouta." Ujar mu tersenyum kecut.

"Calm down. my lil'sister .. I can beat Kise. Trust me .. (Name)!" Seru Kagami, kedua tangan di kepalkan di udara.

"Yeah. I believe in you and Tetsuya-kun .."

Flashback off~

Kau melirik kearah Kagami dan Kuroko yang sedang adu mulut. Kau tertawa kecil saat Kuroko mengejek Kagami. 'Anak SD yang ingin studi tour.'

"Heii kalian-ssu!"

Kalian menoleh kearah asal suara itu. Dan, melihat pemuda bersurai kuning cerah. ya dia Kise Ryouta,

"Kise!"

"Karena tempat ini luas.. Jadi aku menjemput kalian-ssu!"

Kise langsung mendekati Kuroko. "Kurokocchi, saat kau menolak undangan ku secara dingin. Aku menangis setiap malam ssu.." Jeda Kise yang mengeluarkan air mata. "Baru pertama kalinya, Aku di tolak oleh wanita-ssu." sambung kise,

"Kise-kun.. Bisakah kau tidak mengatakan itu lagi." Ucap Kuroko datar.

kau menggeleng kepala mu melihat kise yang menangis sesegukan seperti itu. Dan mengeluarkan beberapa lembar tissue dari tas mu.

"Ne, Ryouta. Perlu ini?" Tanya mu ramah. Kise melihat mu tersenyum manis kearahnya.

"(Name)cchi!! Kawaii-ssu!" Seru Kise memeluk erat diri mu. Kau hanya menarik nafas panjang saat mendapatkan pelukan mematikan dari Kise.

"Ahh, Arigatou. Tapi bolehkan kau lepaskan pelukan mu, Kalau tidak.."

"Kalau tidak apa? (Name)cchi?!"

"Ini..."

Buagh!

Kau dan teman-teman mu sweatdrop melihat Kise terjatuh tidak elitnya yang di akibat oleh gadis bersurai coklat muda ini. "Pa-parah." Bisik Hyuga melihat pipi Kise yang tercetak lingkaran merah akibat bola.

"Hiddoii ssu! Shizucchi.." Rajuk Kise mengelus pipinya yang merah, Gadis-Shizu- itu menatap Kise dengan tatapan tenang Tangannya melipat di dada yang sedikit uhukbesaruhuk.

"Urusaii... Ohiya! Pria cerewet kau di panggil oleh Kasamatsu-senpai.." Gumam Shizu tenang. Iris jadenya melirik kecil kearah mu yang tertawa canggung melihat kelakuannya.

Kise mengerucut bibirnya, tidak suka sebutan 'pria cerewet' dari Shizu. "Memang untuk apa?!" Tanya Kise yang masih mengerucut bibirnya. Shizu kembali melihat Kise dengan datar.

"Entahlah.. Aku tidak tau.." Ujar Shizu mengedikkan bahunya dan mulai membalikan tubuhnya membelakangi kalian.

"Sudahlah.. Segera ke tempat Gym, pria cerewet..Aku pergi dulu Kise... Gami~" Pamit Shizu meninggalkan kalian.

"Jaa~ Shizucchi.." Kise mengaguk kecil melihat Shizu mulai menjauh. Tangan Mu mengepal kesal batin mu sudah menebar sumpah serampah dan urat-urat kesal Mu menonjol diseluruh wajah Mu.

Aida menghela nafas kecil dan menyuruh kise untuk cepat, Kise menoleh kearah Kagami. "Sejak saat itu. Kurokocchi mengatakan banyak hal tentang mu. Aku jadi sedikit tertarik.." Jeda Kise menoleh kearah Kagami.

"Sejujurnya. Aku tidak begitu peduli dengan Nama Kiseki no Sedai, Tapi.. Jika kau benar-benar bertanding.."

"Yeah, Meskipun orang seperti ku masih belum pantas untuk melakukan ini.." Sambung Kise.

Iris Topaz madu nya semakin menajam dan sudut bibirnya membentuk seringaian kecil. Kise mulai berbicara lagi dengan seringaian kecil.

"Aku akan bersungguh-sungguh mengalahkan mu." Ucap Kise. Kagami menatap pemuda bersurai kuning ini dengan tatapan percaya diri.

"Tentu saja!" Ujar Kagami. Kau dan Kuroko menatap datar mereka berdua.

"Ahh.. Disini.." Gumam Kise membuka pintu Gym.

Aida dan Kau melihat dalam Gym yang hanya ada setengah lapangan, "Kita bermain setengah lapangan?!" Ujar Aida, Kau menoleh kekanan-kekiri semua lapangan sudah di pakai. Hanya satu lapangan yang ada di depan kalian.

"Chotto. Kita akan bermain setengah lapangan?!"

"Bukankah.. Papan ring itu tidak bisa di pakai?!"

Pelatih Team Kaijou melihat Kalian melihat suasana Gym, "ahh.. Kalian disana?! Senang bertemu kalian." Seru Pelatih Kaijou yang mendekati kalian.

"Hmm? Dimana Pelatih kalian?!" Tanya Pelatih Kaijou. Aida langsung menatap Pelatih kaijou dengan tatapan percaya diri.

"aku adalah pelatih SMA Seirin, Nama ku Aida Riko, mohon bantuannya." Sapa Aida tersenyum kecil. Pelatih Kaijou-Takeuchi- menatap Aida tak percaya.

"Apa bukannya. Kau manager team ini?!" Bantah Takeuchi. Kau yang merasa hawa mengancam dari Aida hanya mengelus pundak senpai untuk bersabar.

"Etto, Aku manager Team Seirin. Salam kenal juga," Sapa Mu ramah. Takeuchi mengaguk mengerti. Dan, meninggalkan kalian. Kau langsung bertanya kepada pelatih Kaijou :

"Sumimasen, apakah kita akan bermain setengah lapangan?!" Tanya mu ramah.

Takeuchi menoleh kearah mu dengan tatapan heran. "Apa maksud mu. Seperti kalian lihat, pertandingan ini hanya untuk pemanasan team kami. Mereka yang tidak ikut main tidak mau menonton untuk membuang-buang waktu, dan memutuskan untuk latihan."

"Ohya.. Jangan biarkan kalian kalah tiga point."

Twitth! Twitth!

Urat-urat kesal banyak menonjol di bagian wajah Aida dan Hyuga.

'Jadi, Pak tua ini meremehkan Kami. Tck! Sombong sekali. Kalau Kami adalah bahan pemanasan Teamnya.' Batin Mu kesal. Gigi mu gemeletuk menahan kesal.

"Baru pertama kalinya, Aku seperti ini.." Gumam Izuki.

Kau melihat Kagami yang sedang kesal, Karena Pelatih Kaijou meremehkan Team Seirin. Dengan kata lain. Team Seirin hanya untuk menemani team Kaijou di waktu senggang.

"Tetsuya-kun.. Aniki.."

Kagami dan Kuroko mendengar panggilan mu. Menoleh kepalanya melihat diri mu yang sedang menyeringai lebar. Kau melangkah mendekati mereka dan berbisik sesuatu kalimat. Sudut bibir Kagami membentuk seringaian kecil.

"Wakatta!"


Iris snow mu melihat Takeuchi sedang berbicara kepada Kise yang memperingati pelatihnya tidak berbicara menyinggung kepada team mu. Kise yang merasa di tatap oleh mu. Mulai berjalan kearah kalian.

"Maaf, aku benar-benar minta maaf atas ucapan pelatih.. Dan, tidak apa-apakan kalau aku duduk di bangku cadangan."

"Jika kalian bisa membuat pelatih marah.. Mungkin bisa membuat ku main.."jeda kise.

"Tapi, Kalau kalian tidak bisa membuat ku tak bisa main.. Kalian tidak berhak bilang untuk mengatakan mengalahkan Kiseki no Sedai,"

Kau mendengar ucapan panjang lebar hanya tertawa kecil dan menepuk pundak kise. Pemuda bersurai kuning ini melihat mu tersenyum manis. "Tenang saja. Ryouta kau bisa bermain dengan terhormat dari kami.." Ucap Mu tersenyum manis. Kise yang melihat mu dengan tatapan percaya diri.

"Aku menunggu itu semua. (Name)cchi." Ujar Kise menyeringai.

"Aku akan menunjukan ruang ganti." Kata seseorang yang berjalan ke lorong ruangan ganti team seirin.

"Tetaplah di sana! Kau tidak akan menunggu lama. Kise-kun." Ujar Kuroko serius. Kau yang berada di samping pemuda bersurai Blue Sky hanya tersenyum lebar. Dan, Kise tersentak sekilas, Sudut bibirnya membentuk lekungan tipis.


CTAKK!

"Itte." pekik mu mengusap-usap kepala mu yang terkena jitakan. Kau dan Shizu Heika, salah satu sahabat kecil mu dari saat kau TK. Berada di depan pintu ruangan ganti Team mu.

"Makanya.. Jangan berbuat hal bodoh seperti itu.." Ujarnya menatap mu datar. Kau mengerucut bibir mu sebal. Shizu yang melihat mu seperti itu hanya menghela nafas kecil.

"Hahh.. Baiklah tapi aku tidak kau mau melakukan hal bodoh seperti itu lagi, Mengerti." Ucap Shizu mengusap kepala mu dengan halus.

"A-Aku.. A-Aku merasa kau seperti Golongan Y-Yuri.. Heika. Pffftt.." Kata mu menahan tawa mu. Urat-urat kesal timbul di seluruh wajah Shizu.

Buaghh!

"Ittee Yo!" Seru Mu saat mendapatkan jitakan yang penuh kasih sayang dari gadis bermanik Jade. Kau mengaduh kesakitan. Suara pintu terbuka dengan lebar. Shizu menoleh kearah pintu yang terlihat Kagami dan Kuroko kaget karena benjolan di atas kepala mu.

"K-Kau bukan gadis yang tadi.." Ujar Kagami menunjuk Shizu. Gadis bersurai coklat muda ini menatap kagami dengan tatapan tenang.

"Hmm, Watashiwa Shizu Heika Yorushiku." Ucap Shizu tersenyum kecil. Iris jade Shizu melirik ke Kuroko.

"Senang bertemu dengan mu. Kuroko," Sapa Shizu tersenyum. Kau memiringkan kepala mu heran.

'Aku baru tau.. Jika Heika mengenal Tetsuya-kun?' tanya mu dalam hati.

"Ha'i.. Aku juga Heika-san.." Sapa balik Kuroko, Kau mengerjap mata mu heran.

'Heika? Apa mereka sedakat itu?' Kau menautkan alis mu heran.

Oke, rasa penasaran mu semakin menjadi-jadi. Kau menepuk kedua bahu Shizu dan Kuroko. "Chotto matte.. Kalian kenal?! Heika kenapa kau tidak bilang mengenal Tetsuya-kun?!" Tanya Mu dengan tatapan heran.

"Karena, ini bukan urusan mu Gami." Ujar Shizu tajam. Seketika kau membatu mendengar ucapan Shizu yang sangat tajam bak silet itu.

Kagami melihat adik manisnya membatu seperti itu hanya menepuk pundak mu untuk sabar. Shizu mendekati Kuroko yang menatapnya dengan datar dan membisik sesuatu kalimat ke telinga pemuda bersurai Baby blue ini.

"Ha'i.. Arigatou.."

Oke. kau tak mengerti apa maksud mereka, Kau menghela nafas tak suka karena ada susuatu yang kau tidak melirik jam tangan mu yang melingkar di pergelangan tangan putih mu. 7 menit lagi pertandingan akan di mulai. Tangan kanan mu membuka pintu ruangan ganti.

"Baiklah. Aku mengerti jika itu bukan urusan ku. Taiga, Tetsuya-kun.. Masuklah dan bilang kepada yang lain tujuh menit lagi pertandingan segera di mulai." Ujar mu serius. Kagami dan Kuroko mengaguk mengerti, kemudian mereka berdua masuk kedalam.

Shizu menatap mu datar tetapi tersirat rasa bersalah, "(Name).. Kau marah padaku?" Tanya Shizu. Kau mendengar itu hanya terkekeh kecil.

"Hehehe, tentu saja tidak, aku hanya berprofesional sebagai manager. sudahlah duduk dengan manis dan melihat team ku bertanding dengan team sekolah mu. Dan kumohon walau kita adalah sahabat kecil. Kau harus mendukung team sekolah mu. Demo. Bukan berarti persahabat kita pecah.." Jelas Mu, Shizu mendengar penjelasan mu hanya membulatkan mata hijau mudanya. Gadia bermata jade ini menatap mu dengan tatapan tak percaya.

"Apa ma-"

"Apa kau tidak mendengar ucapan ku, baka. Kita tetap bersahabat... Sampai kapanpun.. Aku hanya tidak ingin kau di bilang penghianat oleh sekolah mu.." Ujar Mu memotong ucapan Shizu.

"Bodoh!"


"Baiklah! Pertandingan diantara SMA Seirin dan SMA Kaijou akan di mulai!" Seru Wasit.

kelima pemain dari kedua team sudah berkumpul di tengah lapangan. Iris mata wasit itu melihat pemain team mu. "Etto, bukankah aku sudah bilang pertandingan sudah akan di mulai?!"

"Seirin bisakah kalian memanggil pemain kelima kalian?!"Tanya wasit itu.

"E-etto, kami sudah berlima." Ujar Kuroko mengakat tangan nya.

"Ehhh!"

Semua orang di Gym minus Team mu dan Kau tersentak melihat Kuroko ada di depan wasit. Suara bisik-bisik terdengar dari telinga mu membicarakan tentang Kuroko. Ada yang bilang bahwa Kuroko baru dari basket. Kau sudah tertawa kecil melihat Kuroko.

"Konyol."

Kau menoleh kearah pelatih Kaijou melihat Kuroko dengan tatapan merendah. Iris mu juga melihat Kise yang berbicara serius.

"Hmmm?!"

"Ada apa coach?!" Tanya Koganei melihat Aida dengan tatapan bingung. Kau menoleh kearah Aida yang sedang menganalisa pemain team kaijou.

"Tidakkah ini buruk Minna?!" Tanya Aida melihat mereka dengan lekat.

"Memang. Aku tidak bisa melihat apapun dengan semua pakaian mereka itu, tapi..." Kau terdiam menunggu melanjutkan ucapan senpai mu. Kau menghela nafas kecil.

"Tapi. Kemampuan mereka sangat tinggi. Dan, mungkin Kita kalah kelak dalam berperang fisik, Benar yang kau ingin ucapkan itukan Senpai?" Tanya Mu. Aida menoleh kepalanya menghadap kearah mu dan mengaguk.

"Jujur saja. Ini seperti yang di harapkan dari sebuah team di tingkat nasional." Ujar Aida menatap mereka.

Kau terdiam. Kau membenar ucapan senpai mu. Kau melihat Kuroko dan Kagami. Kau memejamkan mata mu memikirkan apa yang harus di lakukan.

'Kita punya Aniki dan Tetsuya-kun tetapi, sebeberapa banyak kita memakai kemampuan mereka berdua.'


Bunyi pluit menandai muali permainan. Bola oranye yang di lemparkan ke udara, Hyuga dan Kasamatsu melompat untuk mengambil bola oranye melayang di udara dengan, cepat Kasamatsu mengambil bola itu. Kasamatsu mulai mendrible bola tanpa di duga Kuroko berlari dan mengoper bola, Kasamatsu tersentak melihat dan berlari mengejar kuroko. Saat Kasamatsu mengambil bola yang di tangan Kuroko. Pemuda bersurai biru langit ini mengoper kearah Kagami.

'Sekarang Taiga..'

Kagami berlari ke arah ring dan melompat dengan tinggi. Dan-

Srakkkk! Dukk!

Dan Kagami memasukan bola dengan Dunk. Kagami turun dengan membawa Papan ring. Kau tersenyum lebar melihat kelakuan kakak mu itu. Ini, adalah salah satu ide mu dan ternyata berjalan lancar.

"Woah! Dunk yang bagus Aniki!" Seru Mu mengacung ibu jari mu sambil tersenyum lebar.

Kagami hanya membalas senyuman yang tak kalah lebarnya. Dan memutar ringnya di jari. Kau berjalan kearah pelatih Kaijou yang masih tersentak dan kaget dengan di ikuti oleh Kagami dan Kuroko.

"Sumimasen.. Kelihatannya Kami sudah merusak ringnya. Apakah kalian keberatan menggunakan lapangan lain nya?" Tanya mu sopan sambil membungkuk badan dengan hormat.

Kise hanya tersenyum kecil melihat kalian berkata seperti itu dan serangan Kagami tadi, Kini, Gadis yang memiliki manik jade ini melihat mu lekat, ada seringaian kecil di sudut bibir pinknya. "Jadi, kau sudah memikirkan hal ini, (Name)." Gumam Gadis ini kecil melihat mu yang sedang berbicara kepada Kagami.


Kau hanya menepuk-nepuk pundak Kagami, dengan senyum lebar. Kau memuji Kagami. "Sasuga Taiga-nii! Kau harus mengajarkan Dunk seperti itu." Ujar mu. Teman-teman mu kecuali Kuroko hanya sweatdrop mendengar ucapan mu.

"Baiklah. Tapi kau harus mentraktir ku di Maji?" Tanya Kagami menjulurkan tangan nya untuk tanda sepakat.

"Deal!" Ucap mu menjabat tangan Kagami.

Gyutt! Gyutt!

Kau dan Kagami merasa di cubit langsung menoleh kebelakang. "Apa yang kau lakukan Tetsuya-kun / Kuroko!" Seru mu dan Kagami dengan kompak.

"Kalian terlalu santai." bisik Kuroko.

Kise berjalan mendekati kalian bertiga yang sedang berbicara serius. Kalian yang merasa ada seorang mendekati langsung membalik badan mu.

"Kau benar-benar membuatku terkejut. Ini pertama kalinya aku melihat memasang wajah pelatih seperti itu." Ucap mu Kise melirik Kagami.

"Karena, dia terus menerus meremehkan kami!" Seru Kagami kesal. Kau mengaguk kecil menyetujui ucapan mu.

"Kagami-kun. (Name)-san." Panggil Kuroko. Kau dan kakak mu menoleh kesamping melihat Kuroko membawa papan ring.

"Beberapa harga papan ring?!" Tanya Kuroko.

"Ehh? Apa kita harus membayarnya?! Jawab Kagami. Kau melihat mereka hanya sweatdrop.

Kau menghela nafas kecil dan melirik kise yang dipanggil oleh Takeuchi. Kagami berjalan mendekati mu dan seperti melihat Kise berbicara dengan pelatih.

"Akhirnya. Dia disini juga." Gumam Kagami yang ada di belakang mu.

"Menegangkan, sekarang dia menjadi serius. Kau tidak menyangka kalau dia adalah seorang model." Ucap Hyuga yang berada disamping mu.

"...ini tidak akan hanya menjadi permainan. Dia tetap orang yang sama." Ujar Kuroko. Kau mendengar ucapan mereka hanya tertawa kecil. Semua menoleh mu melihat tertawa kecil.

"Ganbatte ne, Minna." Ucap Mu memberi semangat dan meninggalkan mereka.


'Dia.. Adalah monster Kise Ryouta.' Seru Aida dalam hati. Ia melihat Kise dengan lekat.

Kau menepuk bahu Aida yang terlihat. Senpai mu langsung menoleh kearah mu yang tersenyun manis ke senpai mu.

"Ne, Senpai itu sebelum seberapa," Ujar mu tenang dan duduk di sebelah mu.

Iris Coklat aida membulat heran dan kaget. "Apa maksud mu (Name)-chan. Stamina, daya kelenturan dan kecepatannya di atas rata-rata. Dan, dia sudah termasuk monster." Ujar Aida. Kau memejamkan mata dan mulai berbicara :

"Memang, dia sudah masuk golongan monster, tapi. Pemain Kiseki no Sedai lainnya lebih kuat dan lebih hebat dari pada Ryouta." Kata mu yang masih memejamkan mata mu untuk menentukan strategi.

"Gyaaaa! Kise-kun.." Suara teriakan dari fangirl kise menggema saat melihat Kise yang berjalan kelepangan dengan melambai-labaikan tangan ke Fangirl.

Twitth!

Gadis bermanik hijau muda ini mengepal tangannya. Urat-urat kesal tertempel di kening nya. "Bisakah kalian diam. Kalian menggagu konsetrasi mereka dengan teriakan menjijikan dari kalian." Seru Gadis ini sarkastik. Semua fangirl kise langsung bungkam seribu bahasa. Iris Jade nya menatap mengitimidasi kearah mereka.

Kau yang memejamkan mata langsung membuka mata mu dengan lebar. Karena mendengar seruaan itu. Kau langsung menoleh dan tertawa kecil saat melihat gadis itu.


Permainan di mulai kembali. Bola sedang berada di tangan Izuki di pass oleh Kasamtsu kearah Kise. Kise langsung berlari kearah ring. Hyuga memblok gerakan tapi tidak bisa menghalangi Kise yang sudah melompat tinggi.

Iris mu membulat kaget saat melihat gerakan Kise. Dia kembali meniru gerakan Kagami, kau mendecih kecil. Saat kemarin Dia tidak serius bermain dengan mu. Ehh? Chotto! Bukannya, dia bilang menang segalanya. Tapi, Kemarin dia kalah dengan mu?

Kau melihat Ring yang bergerak keatas dan kebawah. Tenaganya. Lebih kuat dari pada Kagami. Kau langsung melihat pemuda bersurai kuning ini di bullying oleh senpai.

"Tck!" kau mendecih kecil saat mendengar ucapan Kasamatsu. Yang berbicara kenapa tidak merusak papan ring juga. Dan, Kau melihat Kagami yang di provakasi oleh pemuda bersurai kuning ini.


((Shizu POV))


"(Name).. Dia ceroboh." Ujar Ku menempelkan ponsel genggam ke telinga kanan mu.

Iris Jade ku melihat Gadis bersurai Hitam yang di kepang dengan rapih. Iris Snownya selalu meneganalisa gerakan demi gerakan pemain lawan dan pemain teamnya. Dan,kembali, Aku melihat Kise yang sedang memprovokasi Kagami.

"Hehh, benarkah? Tidak mungkin, Kau tau walau sifat seperti itu dia selalu mempunyai rencana yang membuat lawan nya. Tersentak." Ujar seseorang dari balik ponsel ku.

"Yah begitulah. Tapi, Permainan kakaknya terlalu kasar, (Name) lupa atas sifat kakak nya sendiri." Gumam ku melihat permainan Kagami yang sedikit kasar. Suara kekehan terdengar dari telinga ku.

"Tidak. Menurutku (Name)-chan tidak melupakan itu. Dia memiliki trik andalan nya." Aku terdiam sekilas sudut bibirku tertarik kecil dan membuat senyum tipis di wajah ku.

"Membuat ikatan khusus yang disebut kerja sama dalam team." Gumam ku kecil.

"Yups! (Name)-chan. itu orang yang sangat-sangat memperhatikan itu. Dia tak mau melihat team yang tak punya kerja sama sekali. Apa kau ingat. Waktu musim dingin masa lalu. Ia melihat permainan Kisedai seperti itu. Dia langsung menantang mereka." Jelas Orang ini.

"Kau benar. Yume dia memang salah satu sahabat kita yang merepotkan."


( Readers Pov )


Teme! Alis tebal itu membuatku kesal, apa maksudnya tidak membuat ring rusak. Jadi dia ingin membalas pertunjukan kami. aku menoleh kearah Taiga-nii yang mendengar ucapan Ryouta. Aku tersentak mendengar seruan kagami yang memanggil Tetsuya-kun. Ahh, iaa aku melupakan pergerakan Tetsuya-kun. aku menatap Tetsuya-kun dengan lekat. Misderection nya semakin turun menurun.

"Jadi begitu. Skill misderection hanya boleh di gunakan dalam waktu 40 menit saja. " Pikir ku melihat Tetsuya-kun.

Aku kembali melihat Taiga yang berlari ke arah ring dan melakukan dunk cukup keras. Tck! Ternyata Ryouta sudah memprovokasi Kakak ku, dan membuatnya marah. Aku menoleh kearah Papan skor.

"Tunggu. Apa yang terjadi, Team-team ini menyerang tanpa pertahanan?!" pikir ku melihat permainan mereka.


(( Normal Pov ))


Kau menganalisa permaianan Team mu dan Team Kaijou, Senyuman tipis terpasang dari sudut bibir mu.

'Jadi begitu, Pertahananya akan pada kekuataan penuh, Tetapi... Serangan mereka terlalu kuat.' Pikir Mu.

"Apa-apaan ini? Apa yang terjadi dengan perubahan angkanya?!" Seru Senpai mu memecahkan lamunan mu. Kau menoleh kearah Aida dengan tatapan bingung.

"Ada apa senpai?" Tanya mu bingung. Aida menoleh mu dengan wajah shock.

"Apa kau tidak merasakan ini (Name)-chan." Ujar senpai mu. Kau berfikir sejenak dan tersenyum tipis.

"Kedua team menyerang tanpa bertahan, senpai." Kata mu menebaknya. Aida mengaguk kecil dan kembali melihat lapangan.

"Pertanahanya akan pada kekuatan penuh mereka, serangan keduanya juga terlalu kuat.." Ujar Aida. Kau tersenyumtipis. Ternyata Aida berfikir hal yang sama seperti mu. Kau melirik Shizu dari sudut mata mu yang berbicara dengan ponsel genggam yang di tempelkan telinga kanannya. Dan, kembali menatap lapangan dengan tatapan kosong

"Inilah. yang terjadi ketika dua pemain dari Kiseki no Sedai saling berhadapan, Senpai."

Hyuga mempertahankan bola dari Moriyama, Iris Snow mu memandang Hyuga yang sedikit tertekan karena pertahanan Moriyama yang ketat. "Junpei-senpai, dia tertekan." Gumam Mu.

Hyuga mulai mengoper bolanya kearah Kagami yang sedang berlari dengam sigap Kagami mengambil bola oranye itu dan kemudian berlari dengan cepat, saat itu ia langsung melakukan Fade-Away.

"Fade-Away."


(Your Pov)


Taiga melakukan Fade-Away, Tapi dengan cepat Ryouta menahan bola itu dan mengambil bola dari lengan Kagami. Dia langsung berlari. Chotto Matte?! Ryouta melakukan Fade-Away juga. Tck! Dan, Cara menyambarnya lebih hebat dari pada Taiga.

Sepertinya. Taiga sedang emosinya sedang meluap-luap, dan Tetsuya-kun tenaga nya sudah semakin terkuras. Juga Ketiga Senpai sudah sangat kelelahan, Situasi akan menambah buruk jika Taiga-nii melakukan baik dan pasti Ryouta akan membalas lebih baik lagi. Aku akan meminta Time Out, Aku bilang kepada Riko-senpai.

"(Name)-chan." Aku menoleh mendengar panggilan Riko-senpai.

"Segera ke meja Wasit dan pinta Time Out." Perintah Riko-senpai kepada ku. Sepertinya, Riko-senpai berfikir hal yang sama seperti ku. Aku mengaguk keci dan berjala kemeja wasit.

"Seirin meminta Time Out."


Tsudzuku~


(A/N) : Gomenne, Baru Update... Maaf jika alur dan semua cerita ini ancur lebur... Hmm..Chapter depan dan selanjutnya saya akan menambahkan extra scane dan Extra Talk.. Chapter Practice Match bagian dua saya akan membuat Biodata Readera. Dan. saya juga akan mempasangkan OC's Saya kepada Kisedai+Kagami. Nyehehe grin emotikon

And. Arigatou telah membaca Karya fanfic saya yang satu ini. Hounto ni Arigatou.

Next Chapter : Basket Mu.

"Ku mohon beri tahu. Aku!"

"Aku tau, Kelemahan mu itu Diakan."

"Sepertinya. Reflect Kuroko kurang, Ehh?"

"Tetsuya-kun no Baka."

"Bodoh! Tambahkan kata balas dendam pada kamus mu. Kise."

"Memang Gemini sedang ada urutan terakhir nanodayo."

"Apa? Aho-Asa?"

"Sebelum itu, Bukannya, Aku sudah bilang aku tidak cocok pada mu. Selalu bersama dengan sang cahaya adalah itukan permainan mu?"

(Asia Tetsu)

RnR Please..