Endless Love © Asia Tetsu

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kuroko No Basuke © Fujimaki Tadoshi, .

.

.

.

.

.

.

.

Kuroko Tetsuya X OC (Readers/You) Sligth OC (other) x Kiseki No Sedai and You x Himuro Tatsuya.

.

.

.

.

Rate : T

Genre : Romance, Sport, School Life, Comedy (Maybe), And Many Other! Warn: Banyak!

(AU?)

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 4 : Basket Mu


Iris Coklat Aida membulat melihat para pemainnya kelelahan seperti ini. Kau memberi minumam Isotonik dan handuk kepada Senpai mu, Kakak mu dan Kuroko.

"Sankyuu. (Name)." Gumam Kagami kepada mu. Kau mengaguk kecil dan mengambil sesuatu di belakang Kagami. Batin mu selalu tidak menyangka bahwa team mu akan kelelahan sampai seperti ini. Memang, saat Kau dan teman-teman mu melawan Kiseki no Sedai kelelahan nya lebih luar biasa dari pada ini. 'Hahh, Bagaimana mereka melawan Kapten cebol itu' pikir mu menaruh Kompres Es di kepala Merah Kagami.

Pssshh!

"Uwakhh. Dingin (Name)." Seru Kagami saat melihat adiknya menaruh kompres es di kepala merahnya.

"Redahkan emosi mu." Gumam mu datar. Kagami mengaguk mengerti dia tau bahwa moodmu sedang tidak baik. Kau menghela nafas kecil dan memikirkan strategi nanti.

Drrrt Drrtt.

Saku rok mu terasa bergetar karena ponsel dan kau mengambil ponsel mu dari saku mu. Iris Snow mu memandang layar ponsel mu.

' Mezumi Yume Call's '

"Senpai, bolehkah aku izin keluar sebentar?" Tanya mu menatap Aida penuh harap.

"Baiklah. Tapi jangan terlalu lama," Jawab Aida. Kau membulat mata mu dan menghambur pelukan kearah Aida.

"Arigatou senpai." Ucap Mu tersenyum manis layak anak kucing yang di beri susu oleh majikannya. Aida mengaguk kecil, kau melepaskan pelukan mu dan membungkuk kecil. Kuroko menatap mu yang seperti anak kecil hanya tersenyum tipis.

'Ternyata, kau tidak berubah (Name).'

"Aku permisi dulu." Ujar Mu melenggang pergi.

"Baiklah, Masalah pertama adalah Kise-kun."


Kau sekarang berada di toilet Gym Kaijou, dan, mengakat sambungan Mezumi Yume. Dan, dia menceritakan bahwa dia satu kelas dengan Salah satu Kisedai. Entah. Apa ini kebetulan atau apa? Sahabat-sahabat mu dan, Kau bertemu dan satu sekolah dengan Anggota Kisedai. Ehh? Mungkin saja ada benang merah yang mengikat kalian semua, tanpa kalian ketahui.

"Kumohon berita tau aku.." Ujar mu memohon. Suara kekehan terdengar dari telinga mu. Kau mendengus kecil.

"Tidak mau!" Ucap Mazumi tegas. Walau masih terdengar kekehan kecil yang menggemaskan. Sebenarnya. Kau tau bahwa Mezumi bertemu sang Shooter Kiseki no sedai. Midorima Shintarou.

"Hmm? Baiklah." Ujar mu. Seringaian kecil terlukis di bibir mu.

"Midorima Shintarou, benarkan? Pemuda lumut dan Tsundere itu yang pertama kali membuat mu tertarik saat kita menantang Kiseki no sedai. Yume?" Tutur mu tersenyum kemenagan. Kau tau pasti Mazumi sekarang merah merona seperti buah tomat yang paling kau suka.

"Hahaha. b-bagaimana dengan Team mu pasti mereka kelelahan ya?" Tanya nya gugup. Kau menahan tawa agar tidak meledak, Benar juga kenapa kau terlalu santai, Kau menghela nafas kecil untuk menghilang tawa mu dan menampilkan raut wajah serius.

"Yeah. Kau tau Taiga-nii permainan masih terlalu kasar dan juga ia selalu belum menahan emosinya saat bermain." Jawab mu serius. Kau mendengar suara helaan nafas.

"Tadi. Heika juga bilang seperti itu. Jadi apa yang kau lakukan (Name)?" Tanya Mezumi lagi. Ia tadi juga menceritakan bahwa saat pertandingan tadi Shizu menelphone nya.

"Membuat Ikatan kecil di antara Aniki dan Tetsuya-kun. Apalagi Tetsuya-kun bilang bahwa ia menjadi bayangan untuk Aniki. Tidak mungkin sang bayangan tak akrab dengan cahayanya. Te-he." Ucap mu dengan selaan tawa kecil. Mezumi tau kau sedang serius saat berbicara seperti itu.

"Yahh. Kau benar!" Ucapnya dengan kekehan kecil. Kau tersenyum kecil.

"Jadi, bagaimana dengan Heika? Kau tadi sudah sempat memeluknya?" Ucap Mezumi. Kau mendengus kecil.

"Aku lebih mendapatkan dari pada itu, Kau tau aku mendapatkan -." Jeda mu sambil mengembung pipi mu.

"Mendapatkan apa?"

"Mendapatkan jitakan kasih sayang dari heika saat aku mengatai dia Yuri dan aku menatang Ryouta." tawa mezumi meledak terdengar dari ponsel mu, Kau mendengus sebal. "Uresee!"


Iris snow mu membulat terkejut melihat Kuroko yang di cekik oleh Aida. Kau langsung berlari kearah Kuroko dan Aida.

"Etto, Senpai. Ada apa?" Tanya mu menepuk pundak Senpai mu. Aida menoleh kearah mu. Kau tersentak melihat air mata yang tertahan di ujung matanya. Aida menceritakan semua saat kau tidak ada.

"Kenapa dari awal kau tidak mengatakan nya hal penting seperti ini, Tetsuya-kun?" Tanya mu menatap Kuroko dengan tatapan bertanya. Sebenarnya Kuroko tau bahwa kau sudah menyadarinya kalau ia hanya memiliki jangka waktu kurang dari 40menit.

"Maafkan aku, soalnya Kau tak bertanya." Ucap Kuroko menatap mu. Kau hanya sweatdrop mendengar ucapan Kuroko.

"Time Out habis!"

"Waktunya habis selama aku sedang mencekik Kuroko-kun!" Seru Aida. Kau sekali lagi sweatdrop mendegar ucapan senpai mu.

"Mulai sekarang aku akan terus mengawasi orang yang sama, dan sedikit lebih banyak waktu aku akan mencari cara untuk mengalahkannya." Ujar Kagami,

"Chotto Matte. Kagami-kun." Panggil Aida. Aida menoleh kearah mu, kau mengernyitkan dahi mu. Kau tau, Aida menyuruh mengeluarkan isi strategi mu dan aida buat. Kau mengaguk mengerti dan melihat strategi yang simpulkan oleh Aida dan Kau, di papan jalan yang di pegang oleh mu.

"Ubahlah pertahanan dari satu lawan satu menjadi berkelompok, perkuat di bagian tengah, dan tolonglah kalau Ryouta datang, pertama halangi jalan Ryouta lewati." Seru mu.

"Baiklah."

Kau langsung berjalan mendekati Kuroko, "dan, Tetsuya-kun bisakah kau mengurangi kecepatan selama mereka tidak mendapatkan perbedaan poin yang besar?" Tanya mu menatap Kuroko.

"Baiklah, akan kucoba." Jawab Kuroko

"Arigatou Tetsuya-kun."


Pertandingan kembali di mulai, Kagami yang menjaga kise dibagian depan, "mereka memperkuat penjagaan di tengah." Ucap salah satu penonton. Kau terdiam melihat Kise melempar bola kearah Kasamatsu.

"Hmm? Three point yah." Gumam mu kecil, Tanpa diduga Kasamatsu melakukan lemparan tiga point.

"Sial ternyata anggota reguler tidak bisa di anggap remeh." Gumam mu kecil.

Kagami mendrible bola dan melompat untuk melakukan dunk, tapi di tahan oleh Kise.

"Out of bonds, Bola putih."

"Kenapa kalian tidak menyerah saja?" ujar Kise. Kau mengernyitkan dahi mu saat mendengar ucapan kise yang untuk Kagami.

"Hmm?"

"Masih terlalu cepat sepuluh tahun bagi mu untuk menantang Kiseki no Sedai." Dan, Kagami membalikkan badan menatap Kise bingung.

"Apa kau bilang?" Tanya Kagami heran Senyum dibibir mu menjadi senyuman lebar. Kise menjawab sambil tersenyum kecil.

"Dalam pertandingan ini. Walau selisih angkanya tidak akan membesar, sudah pasti tidak akan semakin mengecil."

"Di atas formasi dan strategi team, yang terpenting dalam basket adalah kekuatan fisik. Dengan kata lain, olahraga yang mengutamakan kekuatan tubuh."

Entah, Perut mu terasa ada geli mendengar ucapan Kise yang panjang lebar. Kau melirik Kagami yang sedang terdiam sepertinya merenung ucapan Kise.

"Perbedaan kekuatan antara team mu dengan team kami terlalu besar. Walau kau satu-satunya yang bisa mengimbangi Kami. Tapi, aku sudah tahu seberapa kuatnya diri mu sekarang. Kuakui, kau memang memiliki bakat,"

"Sampai, kapan si bodoh itu menceramahi Kagami." Ketus Shizu melihat Kise yang berbicara panjang lebar. Iris Jadenya melihat mu yang sedang memegang perut. Keningnya mengkerut melihat diri mu yang menahan tawa.

"(Name), dia kenapa? Apa yang terjadi saat di amerika?"Tanya Shizu melihat mu seperti itu.


(Your Pov)

Oh kami-sama! Sampai kapan Pemuda kuning ini menyebarkan kesombongannya. Apalagi aku ingin tertawa mendengar perkataannya yang sering di ucapkan di amerika dulu.

"Berjuang sekuat apapun, Kau tak akan mengalahkan ku. Yah! Kenyataan tak semanis yang kau bayangkan." Pffftt! Memang perkataan mu sangat keren Ryouta. Tapi, entah kenapa kau tidak bisa menceramahi kakak ku yang bodoh itu.

"Pfftthh." Aku tidak kuat untuk tertawa. Air mata mengumpul di sudut mata ku. Sudah cukup aku tidak bisa menahan tawa ku ini.

"Khuh!"

"Hehahhahahh!" Tawa Taiga meledak dan aku, Semua menatap kami dengan tatapan heran. Mungkin. Kita sudah di ejek dengan sebuatan orang gila.

"Hahah, Sumimasen, pfffth!" Ujar ku menahan tawa ku. Aku menghela natas kecil untuk menghilang rasa tawa ku. Dan, menjadi senyuman manis.

"Warui, warui." Ucap Taiga menahan tawanya. Iris merahnya menatap ku dengan tatapan ucapan-kise-seperti-disana-(name) , aku mengaguk dan terkekeh kecil.

"Aku hanya merasa senang." Gumam Taiga tersenyum, Ryouta menatap ku dan Kagami bergantian. Iris topaznya ada tanda tanya besar.

"Senang?"

"Soalnya, sudah lama tidak ada orang yang berkata seperti itu padaku. Aku sering mendengar hal seperti itu dari banyak orang disana." Benar, Taiga sudah lama tidak mendengar ucapan orang lain seperti itu, Iris Snow ku melihat Ryouta dengan tatapan bingung.

"Disana?"

"Di Amerika" Seru Kagami, Ryouta menatap ku dan Taiga bergantian.

"Eh? Kau dan (Name)cchi pernah ke amerika? Sugoii!" Ujar Ryouta, aku hanya tersenyum kecil.

"Kukira ketika kemari. Bermain disini akan membosankan. Tapi kata-kata mu dan adik ku membuatku bersemangat." Ucap Taiga. Kata-kata ku? Hmm? Aku mengingat saat aku pulang ke amerika dan berkata bahwa ada kelima Kiseki no sedai itu lebih kuat dari Taiga.

"Hidup itu. Memang untuk menghadapi tantangan! Apa asiknya hidup, kalau tidak ada orang yang bisa untuk bersaing. Kalau bisa kalah malah akan semakin menarik bukan?" Ujar Taiga tersenyum percaya diri. Aku tersenyum kecil ucapan Okaasan ternyata di buat motto untuknya. Dasar!

"Pertandingan masih baru saja di mulai. Bukankah, masih terlalu dini bila kau mengagap dirimu sudah menang? Selain itu karena ucapanmu, aku sudah tau apa kelemahan mu." Ucap Taiga, ahh. Ternyata Kakak ku memang keren bisa berkata seperti itu. Tenang. Taiga aku akan mentraktir mu cheese burger sepuasnya. Aku berjanji.

((Author POV))

Kise terkejut mendengar ucapan Kagami bahwa mengetahui kelemahannya.

"Kelemahan?!"

"Aku yakin kau sendiri tidak mau mengakuinya. Dengan, sekali lihat? Bagaimana kalau tak bisa melihatnya? Kalau melawan orang yang tidak bisa dilihat, sudah pasti kau takkan bisa menirunya." Kau tersenyum mendengar penunturan Kagami. Sepertinya. Kau sudah tau siapa yang di maksud Kagami.

"(Name)-chan. Apa kau tau?" Tanya Aida, Kau mengaguk kecil dan tersenyum manis.

"Tidak peduli. Seberapa kuat kekuatan Ryouta. Tapi, Ryouta tak bisa meniru gerakan basket yang tidak terlihat. Dengan. Kata lain..."

"Tetsuya-kun / Orang ini, adalah kelemahan Mu/Ryouta." Ucap mu dan Kagami bersamaan.

"Sedang apaan sih?" Tanya Kuroko yang rambutnya di tepuk oleh Kagami.

"Kagaki tidak berkutik menghadapi Kise, tapi kelemahannya adalah.." Jeda Hyuga melihat Kagami.

"Pemain terlemah dilapangan yang hanya bisa mengoper Kuroko-kun.." Sambung Aida. Kau mengaguk kecil dan tersenyum manis.

"Lalu?"

"Memang benar kalau hanya kurokocchi. Yang tidak bisa kutiru. Tapi, kalau cuma itu apaanya yang bisa berubah?"Tanya kise Kau tersenyum kecil.

"Quarter pertama selesai."

"Istirahat dua menit."

Kau berjalan kearah Kagami, Kise dan Kuroko. Kekehan keluar dari bibir pink mu. Kise melihat mu yang tertawa kecil

"Itu merubah segalanya." Ucap mu merangkul Kagami dan Kuroko yang tingginya lebih dari pada mu yang hanya 154cm. Senyuman iblis terpasang dibibir mu.

"Akan, kami buat kalian menangis di quarter kedua." Seru mu tersenyum iblis dan menarik Kagami dan Kuroko ke Beach.


"Jadi begitu. Ya mungkin akan berhasil." Ujar Aida. Aida menoleh kearah kagami.

"Kagami-kun. Sepertinya sudah tenang, ya." Ucap Aida melihat Kagami.

"Tidak, sejak awal aku-" Ucapan Kagami terpotong oleh mu, Hyuga dan Izuki.

"Selalu merasa kesalkan?!" Seru kalian bertiga. Kau menghela nafas kecil dan menatap Kagami dan Kuroko.

"Demo, Tetsuya-kun dan Taiga-nii, kerja sama kalian berdua akan menentukan segalanya. Apa kalian bisa?" Tanya Mu menatap kakak mu dan Kuroko.

"Yahh. Rasanya sih-" ucapan Kagami terpotong, kau tertawa terbahak-bahak melihat Kuroko menyikut perut kagami dengan tangannya.

"Teme! Apa yang kau lakukan." pekik Kagami menegelus perutnya.

"Kita akan mengalahkan Kise-kun, kan?" Tanya Kuroko. Kagami menoleh kearah Kuroko.

"Sudah pasti!" Ujar Kagami membalas sikutan Kuroko. Kau tertawa kecil.

Buagh, kau menjitak kepala Kuroko dan Kagami.

"Yosha! Kalahkan Mereka Taiga to Tetsuya-kun... " Ujar mu tersenyum horor kearah mereka.

"H-ha'i.."

"Quarter kedua di mulai!"

"Kuserahkan serangan balas dendam pada kalian!" Pertandingan Quarter kedua di mulai. Kau duduk di beach pemain suara pendukung dari Kaijou memenuhi Gym.

"Ayo! Kalahkan mereka! Maju. Dan, kalahkan mereka, Seirin!" Seru Furihata, kawhara, Furihada. kau menoleh kepala mu mendengar seruan itu. Kau tersenyum manis melihat mereka mendukung teman-temannya sedang bermain.


Kise berlari kearah ring sambil mendrible bola, Izuki mengikuti Kise. Tetapi dengan cepat, Kise melompat dan melakukan Dunk. Bola di bawa oleh Hyuga dan melakukan lemparan tiga point. Kise membawa bola dan melakukan lemparan tiga point juga. Skor angka Seirin dan Kaijou hanya beda 10 point.

"Pola pertahanan Kaijou masih man-to-man." Ujar mu melihat Hyuga membawa bola dan yany dijaga oleh Moriyama.

Hyuga yang mengoper bola ke Izuki yang di jaga oleh Kasamatsu. Dan, di oper oleh Kagami. Kau melihat Kise yang sedang berbicara oleh Kagami. Kagami melakukan drive biasa. Kau tersenyum kecil. Tanpa, diduga Kagami mengoper kebelakang kearah Kuroko dan kembali di oper oleh Kuroko. Kagami membawa bola itu dan melakukan Dunk.

"Sugoii. Kombinasi Taiga-nii dan Tetsuya-kun sangat hebat." Gumam mu tersenyum lebar.

"Yes!" Seru Aida tersenyum bangga.

"Nice shot!" Ujar Tsuchida.

Kagami mendrible bola dan mengoper kearah Kuroko. Kise yang memperkirakan bahwa kuroko mempass bolanya ke Kagami langsung memutar tubuhnya kearah Kagami. Tanpa diduga, Kuroko mengoper bola ke Hyuga. Dan, Hyuga melakuann Three point. Iris Snow mu melirik kearah papan skor. Seirin berskor 34 dan 39 untuk Kaijou. "Selisih poin hanya 5 angka." Gumam mu kecil. Kau kembali melihat lapangan. Dan, melihat Hyuga yang di sedang berbicara oleh Kagami, Kuroko dan Izuki. Dan, diami oleh mereka bertiga, Kau sweatdrop melihat mereka. Kau melihat Aida yang melipat tangannya dengan senyum percaya diri. Kau tertawa kecil melihat tanda sweatdrop dibelakang kepala senpai mu yang tadi melihat operan Kuroko dan Kagami yang tak seimbang.

"Kurokocchi." Ujar Kise menoleh kebelakang dan memperlihatkan Kuroko dan Kagami.

"Kise-kun memang kuat. Aku tidak bisa apa-apa. Kagami-kun tidak bisa menandingi mu. Tapi, bila kami menyatukan kekuatan, kami berdua bisa melawan mu." Tutur Kuroko. Kau yang mendengar penuturan Kuroko hanya tersenyum kecil.

"Hahh." Kepala mu terasa pening, entah, semenjak kau sekolah Seirin ada sesuatu yang hilang, dan, Kuroko selalu ada di Fikiran mu. Sudahlah.

"Kau benar-benar sudah berubah, Kurokocchi. kau tidak pernah bermain seperti ini saat di Teikou. Tapi, kau tetap tidak bisa menghentikanku, Akulah yang akan menang!" Seru Kise.

"Memang benar aku tidak akan bisa meniru permaian kombinasi kalian. Tapi, Kurokocchi juga tidak bisa menggunakan kemampuannya selama 40menit. Semuanya Akan berbali Querter ketiga!" Ucap Kise menangkap bola yang melayang.

"Apa benar begitu? Ryouta." Gumam mu. Kuroko yang sudah di depan Kise.

"Kuroko menjaga Kise?" Kata Kasamatsu melihat Kuroko yang menjaga Kise.

"Yang menjaga Kise itu, siapa?"

"Bukankah. Dia orang yang dari tadi mengoper dengan lihai itu?"

"Tapi, aku tidak melakukan apapun selain pass."

"Mana mungkin dia bisa menang!"

Kau hanya tersenyum kecil mendengar itu.

"Jangan pernah menggap lemah seseorang karena dia itu lemah. Malah orang lemah itu membuat kalian hancur berkeping-keping. Karena, ucapan besar mu kalau kau itu kuat dan selalu menang. Bakaa~" Ucap Mu menyeringai kecil. Semua orang yang menonton bergedik ngeri melihat aura-aura menyeramkan di tubuh mu. Iris putih mu melihat Kise yang sedang berbicara. Dan, Kise langsung menghindari pertahanan Kuroko dan mulai berlari, tetapi, Kagami langsung menghalangi jalan Kise.

"Kau salah. Kami tidak akan menghentikan mu! Tapi," Jeda Kagami menahan Kise.

"Kami merebut bolanya!" Sambung mu. Kise terkejut saat Kuroko dan Kagami melakukan Back-tip.

"Tidak masalah Sehebat apa kau bermain melawan kami..." Jeda Kagami, Bola di terima Izuki.

"Karena, Tujuan kami adalah merebut bolanya!" Sambung Kagami, Bola melayang ke Team Kaijou dan membuat three point.

"Nice Shot!"


((Your POV))

Hehh, ternyata Kapten Kaijou mulai kesal, melihat kombinasi kakak ku dan Tetsuya-kun. Melawan orang yang tidak memiliki hawa keberadaan dari belakang, Bahkan orang seperti Ryoutapun tidak akan sempat bereaksi.

Aku melihat Ryouta mendrible bola yang berhadapan oleh Tetsuya-kun, Chotto matte! Ryouta ingin melakukan Three point milik Midorima Shintarou! "Taiga!" Seru ku melihat Taiga melompat dengan tangan yang di tahan oleh kepala Tetsuya-kun.

"Yokatta!" Ucap ku mengelus dada mu. Ryouta masih tersentak mendapatkan Tipuan dari Kombinasi Tetsuya-kun dan Taiga Untung, Kakak ku sedikit pintar. Dia tau, karena melakukan lemparan dari luar membutuhkan waktu. Kombinasi mereka memang benar-benar hebat.

"Ayo!" Seru Taiga.

Aku memekik panik sewaktu Ryouta (secara tidak sengaja) membuat kepala Tetsuya-kun berdarah. "Tetsuya-kun!" Seru Ku langsung berlari kearah Tetsuya-kun. Perasaan apa ini?! Kenapa, Aku sangat-sangat mencemaskan Tetsuya-kun!? Ryouta, Teme!


"Sepertinya, Reflect Kuroko kurang ehh?!" Iris Shizu melihat Mu membantu Kuroko berdiri, Aura gelap menguar dari tubuh mu, Kau menatap Kise dengan tatapan benci. Shizu tersenyum manis.

"Hahh, memang sulit ya, jika benang merah yang sudah terikat sangat sulit di putuskan."

Kuroko menoleh kepalanya keatas dan perlihatkan Dahi nya berdarah. Kau langsung membulatkan mata mu dan membantu Kuroko berdiri.

"D-Daijoubu ka? Tetsuya-kun?" Tanya mu mengusap kepala Kuroko yang berdarah dengan sapu tangan mu. Entah, Kau juga bingung suara mu terdengar ketakutan melihat Kuroko seperti itu. Hyuga dan Kagami juga bertanya hal yang sama. Kau menatap Kise dengan tatapan mengitimidasi. Kise terkejut melihat tatapan tajam dan benci dari Iris Snow mu.

'Gadis ini, Tatapannya sangat menyesakan!'

"Cuma sedikit pusing." Ujar Kuroko. Kau mengaguk kecil dan mengusap darah dengan perlahan. Sesak! Itu hal pertama yang kau rasakan. Entah, Kau ingin menangis melihat Kuroko seperti ini.

"Ambilkan Kotak P3K!" Perintah Aida.


Kagami melihat Kuroko yang sedang kau menghapus jejak darah di sekitar kepalanya.

"Daijoubu ka? Kuroko?" Tanya Kagami.

"Iie, Aku tidak apa-apa, permainannya masih baru di mulai.." Ucapan Kuroko langsung terpotong karena sudah kehilangan kesadaran.

"Tetsuya-kun.." Seru mu mengakat tubuh Kuroko yang kehilangan kesadaran.

"Tamat sudah, walau dengan cara seperti yang ku inginkan, Tanpa, kombinasi pemain kelas satu itu, Selisih angkanya hanya akan terus bertambah." Gumam Kasamatsu dalam hati.

"Kurokocchi..."

Aura membunuh menguar dari tubuh mu, Semua kecuali Kagami yang merasa aura itu langsung mundur karena takut. Kagami hanya menatap mu yang sedang membersihkan dan mengobati luka di kepala Kuroko dengan tatapan heran. Kenapa kau bisa semarah ini? Padahal kau baru mengenal Kuroko.

Dan. Kise juga merasakan Aura ini langsung menatap mu dengan serius. "Aura ini, pertama kali kurasakan saat musim dingin lalu.." Gumam Kise melihat mu.

"Hahh, sepertinya aku akan mengikuti Kise.. Agar tidak terjadi sesuatu.." Gumam Shizu dari atas melihat mu mengeluarkan Aura gelap.

"Jadi, Bagaimana?" Tanya Hyuga.

"Kuroko-kun, sudah tidak bisa bermain lagi, kita harus menutupinya dengan sisa anggota kita." Jeda Aida,

"Bagaimana caranya?" Tanya Kawahara,

"Bukankah! Akan sulit tanpa Kuroko?!" kau menoleh kepala mu kearah Kuroko.

"Offense diserahkan kepada Senpai-senpai. Ini masih Quarter kedua, tapi kita tak boleh tertinggal jauh dari mereka. Aku tau ini terlalu cepat, tapi waktunya serius Junpei-senpai." Sambung mu meoleh kearah Hyuga. Senpai mu mengaguk kecil. Kau langsung meninggalkan mereka dan melihat kondisi Kuroko.

"Taiga! Dia bisa meniru mu, jadi jangan menyerang, fokuslah bertahan dan lakukan semua yang kau bisa untuk mencegah Ryouta untuk mencetak angka," Ujar mu.

"Apa? Memangnya tidak apa-apa?" Tanya Kagami.

"Tidak apa-apa. Percayalah pada kami." Jawab Hyuga. Kagami langsung menoleh kearah Kapten nya.

"Tapi..."

"Aku sudah bilang tak apa-apa, aho! Dengarkanlah kata-kata senpai mu. Kalau tidak kubunuh kau.." Ujar Hyuga tersenyum manis kearah Kagami. Kagami melihat itu hanya menampilkan raut wajah yang sulit di mengerti.

"Dasar anak kelas satu sekarang. Kerjaanya ngelawan melulu. Hormatilah kakak kelasmu sedikit. Sujudlah di hadapan kami!" Seru Hyuga berjalan di tengah lapangan.

"Kau akhirnya menunjukan sifat asli mu. Kapten!" Gumam Izuki. Dia langsung menoleh kearah Kagami.

"Jangan khawatir. Dia selalu begitu saat Clucth Time." Ucap Izuki.

"Clucth Time?"

"Dia menggunakan nya saat dia sedang terdesak. Jadi, Three pointnya jarang meleset.. Jadi percayakan Offense kepada kami. Dan, bertahankan sekuat tenaga." Gumam Izuki meninggalkan Kagami.


"Tiga menit yang tersisa pada Quarter pertama."

"Coach! Apakah ada jalan keluar untuk ini?" Tanya Tsuchida,

"Karena kecepatan yang di mainkan babak pertama, mereka tidak punya tersisa tenaga. Untuk strategi yang rumit." Jawab Aida. Kau mengaguk kecil.

"jika saja. Tetsuya-kun bisa bermain." Ujar mu.

"Ohayou Gozaimasu." Sapa Kuroko, Kau langsung menoleh kearah Kuroko yang berusaha bangun.

"Tetsuya-kun.." Panggil mu melihat Kuroko sudah sadar dari pingsan. "Aku mengerti, Aku pergi.." Ujar Kuroko, kau langsung menahan Kuroko untuk pergi.

"Chotto matte! Tetsuya-kun, bagaimanapun mungkin kan, kau terluka dan kondisi mu belum stabil.." Ujar mu, kau menatap Kuroko khawathir.

"Tapi, (Name)-san bilang kalau aku bermain?" Tanya nya menatap mu.

"Tapi, aku tidak mengatakan itu, cuma perumpamaan Tetsuya-kun, hanya Jika saja." Jawab mu menekan kata 'jika'.

"Kalau begitu aku pergi." Ucap Kuroko, Kau membulatkan mata mu.

"Hei! Chotto!" Seru mu memegang lengan Kuroko.

"Situasinya, akan berubah kalau aku turun kelapangan jadi, aku mohon. Tapi.." Kuroko menatap iris Snow mu dengan lekat,

"Aku sudah berjanji menjadi bayangan Kagami-kun.."Lanjut Kuroko, Kau terdiam memandangi Iris Skyblue.

"Baiklah, Jika keadaan mu semakin parah, Aku akan menggantikan mu." Ujar Aida, Kau tersentak mendengar ucapan Senpai mu.

"Chotto ma-"

Ucapan mu terhenti saat ada telapak tangan Kuroko di surai mu. "Kau itu tidak berubah ya. (Name)-san.." Gumam Kuroko, Kau terkejut mendengarnya.

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya mu masih yang terkejut. Kuroko menggeleng kecil dan tersenyum lembut kearah mu.

"Tidak usah, difikirkan (Name)-san, Aku pergi.." Ucap Kuroko mengelus surai halus mu, dan pergi. Kau terpatung melihat senyuman lembut, kedua belah pipi mu sudah memerah.

"Tetsuya-kun no Baka!"


((Your POV))

Waktu Quarter tinggal tersisa lima menit, Iris Snowku melihat bola di drible oleh Shun-senpai, dengan cepat Shun-senpai mengoper kearah Tetsuya-kun. Tetsuya-kun mengoper bola kearah Taiga. Skill misderection Tetsuya-kun sudah mulai kembali, karena ia tidak ikut bermain dua puluh menit yang lalu, membuat mereka kacau.

Taiga mengoper kearah Junpei-senpai, dan Junpei-senpai melakukan Three point, Aku menoleh kearah papan skor. 82-82. Nice! Sedikit demi sedikit Seirin bisa mengalahkan Kaijou.

"Skornya Seri!"

Aku menghela nafas kecil, Chotto! Aura apa ini?! Aku menoleh kekanan-kekiri, dan, Aku melihat Ryouta mengeluarkan Aura yang berbeda, Ini! Apa jangan-jangan ia mulai membuka pintu Zone? Tidak mungkin!?

Iris ku melebar saat melihat Ryouta yang berhasil melewati Tetsuya-kun, saat, Taiga meneriaki nama Tetsuya-kun untuk mempassing bola itu. Tapi, dengan sigap Ryouta memantulkan bola itu kesebalah tangan.

Taiga langsung menahan Ryouta tapi, dengan cepat Ryouta melewati kakak ku, Riko-senpai dan yang lain sudah berteriak terkejut dan, Ryouta langsung melakukan dunk. "Tck! Ternyata mereka sudah bertambah kuat dengan hitungan bulan." Gumam ku kecil.

"Tidak, ada orang yang bisa mengalahkan aku. Siapapun orangnya." Seru Ryouta dengan aura gelap menguar dari tubuh nya. Hahh? Terus kemarin itu apa Ryouta kemarin kau di kalahkan oleh ku.

Iris ku selalu terfokus kepada pemain di lapangan, Suasana ini sangat-sangat tegang, Taiga dan Ryouta selalu saling memasukan bola ke ring. Aku sekali-kali melihat waktu yang tersisa. Tinggal dua menit lebih sebelah menit. Aku kembali melihat kelapangan, Otakku sedang berfikir berfikir keras, Iris ku melirik kembali ke lapangan, pertandingan ini, tak pernah ku bayangkan akan menjadi seperti ini.

Seirin 91-93 Kaijou, tck! Hanya beda 2 point. Waktu yang tersisa hanya satu menit kurang.

"Bertahan!" Perintah Junpei-senpai,

"Jangan bertahan saja! Menyerang juga!" perintah Riko-senpai, Aku kagum melihat Riko-senpai yang seperti ini.

Junpei-senpai mengaguk mengerti dan memerintahkan pemain untuk menyerang, Ia langsung melakukan lemparan tiga point.

"Nice Shot! Senpai.."

Aksi saling menyerang kembali, Kaijou dan Seirin tak mau kalah untuk mencetak angka., Iris ku melihat papan skor lagi. Dan, hasilnya seri lagi. 98-98. Dan, waktu yang tersisa tinggal 15 detik lagi.

"Kalian tidak punya waktu lagi kejar mereka, Jika kalian tidak mendapatkan bolanya semua akan berakhir!" Seru ku, yang ikut tangan memperintahkan mereka.

Sial, Bagaimana ini Kapten Kaijou itu sudah melakukan Shot Three point, Iris ku terbelalak melihat kakak ku. Taiga memblok lemparan tiga poin Yukio.

Bola oranye itu... Berhasil di dapatkan oleh Junpei-senpai, bagus! Sekarang bola itu di lempar kearah Ring team Kaijou oleh Junpei-senpai,

"Mereka mengambil bolanya!"

"Tidak mungkin."

Suara seruan dari penonton tidak membuatku terganggu, Ryouta menghadang Taiga-nii yang sedang mendrible dan dengan cepat Taiga-nii mempassing bola ke arah Tetsuya-kun.

Aku bisa melihat Ryouta yang tersentak, karena Tetsuya-kun melempar bola ke ring Kaijou, aku menarik nafas kecil, karena sisa waktu hampir habis. Ehh? Tetsuya-kun bukan melempar bola kearah ring tapi, memberi Taiga untuk memasukan bola. Itu? Alley-opp!

Ryouta juga langsung melompat untuk berusaha memblok bola yang ingin di masukan oleh Taiga. Dan, aku Iris ku melihat kemampuan Jumping, Kakak ku yang berbeda dengan lainnya. Jadi begitu, kakak ku ini memiliki kekuatan yang sama seperti ku. Tapi, Kakak ku melebihi skill Jump yang lebih hebat dari pada ku. Ya jika dalam prensentase Jump 35% lebih hebat dari pada diriku.


"Dia berapa lama? Kami melompat bersama tapi, aku terjatuh duluan. Apa-apaan ini? Sebelama dia berada di udara?!" Seru kise di dalam hati.

Srakkkk! Dukk! Dukk!

Pritttt!

Seirin membalikan kedudukan dan menang, dengan Dunknya Kagami. Dengan, Skor 100-98.

"Seirin menang!"

"Yattaa!" Ujar semua pemain seirin. Kau tersenyum lebar mengetahui kalau Team Seirin menang, Shizu hanya tersenyum kecil, tak sengaja iris jadenya melihat Kise yang terdiam, dia menghela nafas kecil dan berjalan kearah Kise.

Buagh!

"Sss! Ittee." Pekik Kise, saat kepala kuningnya di jitak olehnya. Ia melihat Shizu yang tersenyum kecil.

"Kerja bagus Kise.." Ucap Shizu melihat Kise yang meringis kesakitan, Kise melihat senyum kecil Shizu terdiam.

"K-kami kalah, Shizucchi kena-"

"Kau bodoh untuk apa tangisan mu seperti itu, Kau tau ucapan mu yang tak pernah kalah sampai saat ini membuatku jengkel.. Dasar pria cerewet, Jika tidak berhenti menangis akan ku pukul Kau.." Ujar Shizu bersedikap dada. Kise terdiam melihat senyuman manis Shizu, helaan nafas kecil terdengar dari mulut Shizu. Bukannya, Kise berhenti menangis malah tangisan menjadi-jadi.

Tanpa, persetujuaan Kise, Gadis berIris Jade ini langsung menarik Kise kedalam pelukannya. "Untuk semacam hal ini, seharusnya kau tambahkan kata "Balas dendam" dalam kamus mu itu. Kise." Bisik Shizu lembut, Kise terdiam menikmati pelukan hangat dari Shizu, entah, rasa tangisnya menghilang saat di peluk oleh Shizu.

Kau yang melihat adegan roman picisan itu, hanya menahan tawa, ingin sekali kau memphoto mereka, Shizu bersikap hangat seperti itu, ini adegan terlangka yang kau lihat. "(Name)-san, kenapa kau tertawa?" Tanya Kuroko yang ada disebelah mu.

"Iie.." Kau menggeleng kecil dan membentuk senyuman manis yang pernah kau buat. "Aku beruntung memiliki sahabat seperti Heika dan yang lainnya." Jawab mu.

'Dan, Aku juga beruntung bisa melihat mu senyuman manis mu lagi.. (Name).'


Kau sweatdrop melihat Senpai mu seperti itu. Bunga-bunga bertebaran di sekitar Aida. Dan, juga pelatih Kaijou yang sedang menahan kesal.

"Kita berada di wilayah yang berlawanan, untuk pertandingan berikutnya, di turnamen Interhigh." Ucap Kasamatsu menjabat tangan Hyuga.

"Kami pasti akan ikut. tak ada satupun dari Kami mengakui perasaan pada gadis dengan telanjang." Kata Hyuga membalas jabatan tangan Kasamatsu.

"Dimana Kise?"

"Sepertinya dia tidak menunjukan dirinya. Dan, pergi kesuatu tempat."

"Ya Ampun.."

Kau dan Kuroko mendengar percakapan pemain sampingan Kaijou itu sedang bercakap tentang Kise. Kau menghela nafas kecil. "E-etto, Tetsuya-kun apa kepala mu masih terasa sakit?" Tanya mu menatap Kuroko dengan tatapan khawatir.

"Iie, hanya sedikit pusing. Nanti Coach akan mengantarkan ku ke rumah sakit.." Jawab Kuroko memegang keningnya, Kau mengaguk mengerti, rasa lega menjulur ke hati mu yang tadi penuh rasa cemas.


Kise yang sedang mencuci wajahnya dengan Air yang mengucur dari keran, suara hisakan kecil dari mulutnya keluar. Ia mengakat wajahnya yang basah.

"Gemini memang ada di urutan bahwa-nanodayo tapi..." Kise menoleh kepala nya dan melihat pemuda bersurai hijau lumut. "aku tidak menyangka kau benar-benar bisa kalah.." Ucap seseorang dengan tatapan dingin.

"Midorimacchi? Jadi, Kau datang untuk menonton?" Tanya Kise kepada pemuda bersurai hijau tua, Dia Midorima Shintarou salah satu Anggota Kiseki no Sedai lainnya, Sang Shooter ini, yang pernah di obrolkan oleh (Name) dan Mazumi.

"Sebenarnya, Aku tidak peduli pertandingan yang menang siapa, bagaimanapun pertandingan itu bukan menyenangkan.." Jeda Midorima mengakat kaca mata yang tak bergeser sekalipun.

"Bahkan, para monyet bisa memasukan bola semudah itu... tidak ada yang tersisa untuk takdir.." Sambung Midorima menatap Kise datar.

"Kita tak pernah bertemu lagi semenjak kita lulus di Teikou, huhh.." Ujar Kise memanyunkan bibirnya.


"Hfffh! Kenapa si bodoh itu lama sekali.." Ucap Shizu sedang berjalan kearah Belakang gedung Gym, telinga kanannya terpasang sebuah earphone dan, Ia melihat Kise sedang berbicara dengan Midorima. Shizu melihat Kise yang berbicara serius.

"Hei, sampai kapan kau berbicara, Kau ini merepotkan sekali?" Tanya Shizu berjalan kearah Kise dengan santai.

"Hieee... Sumimasen ne, Shizucchi.. Aku lupa-ssu.." Jawab Kise. Shizu menghela nafas pasrah dan menoleh kearah Midorima.

"Baiklah.. Hmm. Bukannya Kau Midorima Shintarou ya? Sang Shooter dari Kiseki no Sedai. Yang kalah saat musim dingin lalu..." Ujar Shizu sarkastik.

Midorima dan Kise terdiam mendengar ucapan Shizu yang menyindir. "Aku hanya bercanda, dan aku hanya menyapa sedikit. Jangan lupa, berlatih dengan giat. Jangan sampai kalah seperti pria cerewet yang ada di sebelahku ini." Ucap Shizu menyindir Kise. Iris jadenya melirik kearah Kise dengan tenang,

"Shizucchi, Hiddoi-ssu!" Pekik Kise menangis karena merasa tersindir.

"Hmm? Benda apa yang kau bawa itu?"tanya Shizu melihat boneka kodok kecil yang berada di genggaman Midorima.

"Ini lucky Item hari ini. dari Oha-Asa Nanodayo." jawab Midorima mengangkat kacamata yang tidak turun itu. Shizu menautkan alisnya heran.

"Apa?! Aho-Asa?" Ucap Shizu tak mengerti. Kise yang mendengar ucapan Shizu hanya menahan tawa melihat raut wajah Midorima yang kesal, dan apalagi warna wajah pemuda lumut itu sudah memerah.

"Oha-Asa nandayo!"


"Ayo kita makan sesuatu dulu?"

"Yang murah, Aku tidak bawa uang hari ini.."

"Aku tidak punya uang."

"Apalagi aku.."

Kau hanya menggeleng kecil saat di tanya oleh Koganei dan Hyuga. "Otousan, belum memeberikan uang bulanan ku dan Aniki." Ujar mu melihat dompet mu yang berwarna Violet mu yang kosong dan hanya sisa uang receh. Aida menunjuk uang bulanan klub.

"..."

Mereka sweatdrop melihat uang receh yang berada di telapak tangan Aida,

"Ayo pulang." Perintah Aida,

"Yeah!" Ujar Kalian kompak, Aura-aura suram keluar dari tubuh kalian semua.

Entah, kenapa kau dan yang lain merasa aura cerah dari pelatih mu. Suara pluit terdengar dari Aida. "Ayo kita makan! Sebagai gantinya.. Kita makan daging!" Seru Aida.

"Ehhh?!"


Kau hanya memasang wajah Faceplam melihat Daging panggang yang beratnya sampai 4kg ini. "Ayo makanlah, tanpa berhenti?!" Ucap Aida semangat.

"Bukannya ini berlebihan?!"

"Kau serius? Apa yang terjadi jika kami tidak menghabiskan Daging ini?" Tanya Hyuga melihat daging ini dengan tatapan sweatdrop.

"Ehh, Ayolah memang kalian aku suruh berlari setiap hari untuk apa?" Jawab Aida melipat tangannya dan m,engmbung pipnya sebal.

"Bukankah itu buat Basket!"

Kau hanya menggeleng kecil dan mulai memakan Daging panggang dengan perlahan. Kau melirik Kagami. "Aniki.. Apa kau mau daging panggang ini.. Aku sepertinya tidak sanggup memakan daging ini." Ucap mu berbisik.

"Tentu saja." Ucap Kagami mengambil daging mu sebagian dan memakan nya. Kau terkikik geli melihat makan Kagami seperti Tupai. Kau sweatdrop melihat para senpai yang sedang berjuang memakan daging ukuran jumbo itu.

"Maafkan aku. Aku menyerah.." Ucap Kuroko yang menghapus noda-noda di mulutnya dengan sapu tangan.

"KUROKOOO!" Seru semua Team Seirin menatap Kuroko tajam.

"Kita... Akan mati!" Batin mereka.

"Enak! Apa boleh aku minta lagi?" Tanya Kagami.

"Ehhh?!"

"Kalau, kalian tidak mau buatku saja.. Kumohon?!" Pinta Kagami,

"Dia makan seperti Tupai." Ujar Hyuga dalam hati melihat Kagami makan seperti tupai. Hyuga melirik mu yang tertawa.

"(Name).. Apa dia makan banyak seperti itu?!" tanya Hyuga, Kau mengaguk semangat.

"Yups. tidak heran aku kalau dia makan banyak seperti itu. Tapi, Kalau dia tidak makan banyak. Baru aku heran." Ucap mu santai. Hyuga dan yang lainnya mendengar ucapan mu hanya sweatdrop.

Pukk!

"Hmm?" kau melirik kearah Kagami yang menepuk puncak kepala mu.

"Kau, memang Adik kesayangan ku (Name)!" Ucap Kagami menepuk kepala mu dengan mata berkaca-kaca. Kau dan yang lainnya sweatdrop mendengar ucapan Kagami.

"Memang Adik mu berapa Baka Kagami / Taiga!"


"Terima kasih banyak!"

"Jangan kembali lagi!"

"Huffth. Sepertinya aku terlalu banyak makan.." Gumam Kagami memegang perutnya.

"aniki. Aku bingung usus mu ada berada sih. Ayo kita periksa kerumah sakit." Ucap mu menatap mu kakak mu dengan tatapan suli di artikan.

Ctikk!

Urat-urat kesal tertempel di dahi Kagami. "Teme! Usus ku hanya satu Baka Imouto!" Seru Kagami menjitak kepala mu.

"Sssh! Ittee." Desis mu mengelus kepala mu.

"Kalau begitu. Ayo kembali, semuanya sudah berkumpul?" Tanya Aida menghadap kearah kalian.

"Ehh? Kuroko?"

"Mungkin, dia ada dibelakang seperti biasanya." Ucap Hyuga, Kau dan Kagami menoleh kebelakang.

"Tidak ada.." Gumam mu dan Kagami.

"Dia benar-benar tidak ada."

"Ehh?"


"Kurokooo!"

"Apa dia tidak punya nomer ponsel.."

Semua team seirin memanggil nama Kuroko. Dia menghilang saat kalian makan. Dan, Kau melihat keluar dari Kedai. Dan, bilang dia ingin mencari angin segar. Dan.. Tarrraa! Ia tidak kembali ke kedai makan itu, kemudian mencari pemuda datar itu.

"Ayo, kita cari dia dulu. Dan, mungkin dia akan mendapatkan Boston crab hold.." Perintah Aida. Semua langsung bergedik ngeri termasuk diri mu, yang merasa hawa mematikan dari senpai mu.

"Tetsuya-kun dimana kau?!" Seru mu, Kau berhenti melihat Kagami yang sedang melihat permainan streetball.

"Taiga-nii." panggil mu menepuk pundak Kagami. Kakak mu menoleh kecil dan kembali melihat streetball.

"Sudah lama aku tidak melihatnya." Ucap Kagami.

Kau mengaguk kecil dan melihat streetball. "Hmm?" Kau dan Kagami melihat orang yang tak asing menurut kalian berdua.

"Kau kesana saja dulu.. Aniki, aku mengirim email ke Riko-senpai." Gumam mu, Kagami mengaguk kecil dan menemui mereka.


"Temee! Biasanya menghilang saat aku tidak berdiri.." Seru Kagami mendorong tubuh Kuroko. Model kuning ini hanya sweatdrop melihat temannya di dorong oleh cahaya barunya.

"Yo!" sapa Kagami,

"Kau mendengarnya ya?" Tanya Kise,

"Iya! Kenapa kau tiba-tiba membawa Kuroko?!" Tanya Kagami balik. Kise mengerucut bibirnya sebal.

"Hahh, Tidak apa-apakan, Aku hanya membawanya sebentar.." Jeda Kise mengerucut bibirnya.

"Aku harus membawanya kembali.." Sambung Kise. Kau langsung berlari kearah mereka. Kise menatap mu dengan tatapan heran.

"Hahh.. Sumimasen Aniki, Aku terlambat.." Ucap Mu dengan nafas yang teratur. Kau mengakat kepala mu.

"Ahh. Demou Ryouta.." Sapa mu tersenyum manis.

"Demou, (Name)cchi!" Sapa balik Kise tersenyum lebar. Kau melihat belakang Kagami dan Kise. Mereka berdua hanya menatap mu heran.

"Chotto, Dimana Tetsuya-kun.. Ryouta, Aniki?" tanya Mu menatap mereka. Kise dan Kagami menengok kiri dan Kanan.

"Demou?" Sapa Kuroko memutarkan basket di telunjuk nya dan mengarahkan hidung pemuda di depannya.

"Awww, Panas.. Tunggu apa-apaan kau datang dari mana kau?!" Tanya pemuda ini.

"Menurutku, itu bukan bermain basket, Apalagi , permainan kalian sangat kasar." Ucap Kuroko datar.

Kau, Kise dan Kagami langsung berteriak melihat Kuroko yang sedang berada tak jauh dari kalian. Dan, membuat kalian berteriak adalah Kuroko dengan beraninya, menyundut hidung pemuda itu dengan basket yang berputar di jari telunjuk. Apalagi mereka beramai-ramai.

"apa yang dia lakukan?!" Seru Kagami.

"Kurokocchi.." Seru Kise.

"Tetsuya-kun no Baka!" Seru Mu.

Kau, Kise dan Kagami hanya memasang wajah syok melihat Kuroko melakukan seperti itu.


"Hahh! Sialan apa maksud mu?!" Gumam pemuda yang satunya lagi.

"Haha. Sekarang masih ada orang seperti itu ya.. Tidak apa-apa. Benar kalau begitu ayo.. Kita selesaikan dengan bermain basket." Ujar Pemuda yang tadi sundut oleh basket.

Dukk, Dukk,

Kau hanya menggeleng kepala mu , dan menatap heran kepada beberapa pemuda ini. "Mereka benar-benar payah.." Ucap mu polos

"Apa-apaan gadis ini, sejak kapan dia disini?!" Seru pemuda ini menatap mu kesal yang mendrible bola basket.

"Tunggu.."

"Bolehkah kami ikut bermain?!" Tanya Kise tersenyum.

"Kenapa, Kau tiba-tiba menghilang?!" Tanya Kagami menepuk kepala Kuroko dan Dirimu.

Kau hanya mengerucut bibir mu. "Hehh.. Aku tidak menghilang Taiga-nii. Aku kesini untuk melihat Tetsuya-kun, Dan, Tetsu-kun kenapa kau berada disini?" Tanya mu yang masih mengerucut bibir mu.

"Iie, hanya membicarakan sesuatu.." Jawab Kuroko.

"B-B-Besar sekalii! Apa-apaan inii!?"Seru mereka ketakutan melihat Kagami dan Kise.

"Tidak apa-apakan 5-on-3.. Ayo!" Ujar Kagami membuka jaketnya.

"Tidak-tidak... (Name)cchi. Kau ikut." Ajak Kise tersenyum, ahh tidak itu seringaian.

"Baiklah.. Kalau kau memaksa Ryouta, apalagi mereka membentak ku tadi, aku ingin membalas bentakan nya dengan permainan ku.." Ucap mu melepaskan Cardigan sekolah mu. Dan, Kau mengikat Cardingan mu di pinggang. Dan, sudut bibir mu membuat seringaian yang mengerikan.

"Apa kata mu?!"


Kise dan Kau melakukan Three point, kemudian Kau juga dan Kagami melakukan dunk. Dan, Kuroko melakukan pass kepada kalian bertiga.

Permainan berakhir dan, pasti yang menang kalian. Kalian ber-Empat berjalan menjauhi mereka yang terkapar.

"INSTAST DEATH!!" Seru Semua orang yang melihat Kalian bermain tadi.

"Hebat sekalii!" Ucap Mereka lagi.

"Apalagi! Gadis tadi?! Dia melakukan Dunk yang cukup keras!"


"Apa maksud mu tadi?!" Tanya mu,

"Kau pikir kau bisa menang kalau terjadi perkelahian.."Tanya Kagami dengan nada kesal.

"Tidak, 100% babak belur? Coba lihat otat-otot ku." Jawab Kuroko menunjuk ototnya.

"Tidak ada sama sekali." Ucap Kagami. Kau hanya sweatdrop mendengar penunturan Kuroko.

"Kadang-kadang Kurokocchi sangat hebat ya.." Ujar Kise sweatdrop.

"Meskipun begitu. Menurutku mereka memang jahat, Jadi aku harus mengatakan ini." Kau tersenyum kecil, tetapi beberapa saat kau sedikit kesal. Kenapa ia bisa melakukan seperti itu?

"Sekali-kali.. Jangan melakukan seperti itu lagi!" Ucap mu mengembung pipi mu kesal.

"Maafkan aku."

Kise terdiam melihat dirimu dan Kagami sedang memarahi Kuroko. Sedetik kemudian, Sudut bibirnya buat senyuman tipis.

"Baiklah, saatnya aku kembali.." Ucap Kise mengambil Tasnya.

"!"

"Akhirnya, Aku bisa bermain bersama dengan Kurokocchi.." Ucap Kise tersenyum lebar. Kau yang mendengar penunturan Kise terkekeh kecil. Irisnya sedikit melirik, ada seseorang di belakang Pagar. Ahh, Ternyata Shizu sedang menunggu Kise, chotto untuk apa dia menunggu Kise? entahlah, nanti kau akan menanyai lewat email.

"Aku tidak akan melupakan balas dendam ku itu.. Kagamicchi.. Sebaiknya Kau tidak kalah di pertandingan penyisihan nanti.." Seru Kise mulai berjalan meninggalkan kalian.

"Jaa~ Kurokocchi, Kagamicchi, (name)cchi."

"Kagamicchi?" Tanya Kagami heran.

"Kise-kun, menambahkan suffick 'cchi', di nama orang yang di anggapnya. Baguskan?" Jelas Kuroko.

"Aku tak mau.." Ucap Kagami. Kau hanya tertawa kecil.

"Dia disana ya ampun!" Seru Aida melihat Kalian di pagar yang terbuat dari besi.

"Kagami-kun. Aku ingin menanyakan satu hal pada mu, apa kau mendengar ucapan kami?" Tanya Kuroko menatap Kagami. Kau hanya menghela nafas kecil. Dan, memakai kembali cardigan sekolah mu.

"Tentang, apakah kita harus berpisah atau tidak?" Tanya Kagami, Kuroko mengaguk kecil.

"Sebelum itu, Bukannya, Aku sudah bilang aku tidak cocok pada mu. Selalu bersama dengan sang cahaya adalah itukan permainan mu?" Tanya Kagami, Cahaya matahari tenggelam menyinari kearah Kagami, dan Kuroko terkena bayangan Kagami. Terukir dari sudut bibir senyuman yang tulus.

"Aku tidak menyangka Kagami-kun, pandai berbicara seperti itu?" Ujar Kuroko.

"Benar, kau kerasukan apa Taiga?!" Tanya Mu menatap mu heran.

"Uresee!"

Kuroko, Kagami dan Kau berjalan keluar dari taman itu.

"Ituu Diaaa!"

Grepp!

Kuroko langsung di pitingan oleh Aida, Kau melihat Kuroko seperti itu, langsung sweatdrop.

"T-T-Tolong aku.." Lirih Kuroko meminta tolong kepada kalian.

"Ayo pulang!"

Kau sebenarnya ingin membantu, Tapi Kagami melarang mu. Katanya demi keselamatan dirimu.


-Tsudzuku-


(A/N) : Chapter Update... Maaf jika alur dan semua cerita ini ancur lebur... Hmm..Chapter depan dan selanjutnya saya akan menambahkan extra scane dan extra talk.. dan terima kasih yang sudah baca dan review.. ohya, nanti juga kedua chapter depan banyak flashback tentang ingatan masa lalu (Name). dan, Biodata OC saya ada di profile saya. dan, juga hari ini ulang tahun lohh 8plakk gajk ada yang nanya.

Jaa~

please.. kritik dan saran..

Next Chapter : Old memories?

"Memang, Jika nanti kau bermarga Kuroko?'

"Gyaa! Sejak kapan kau berada disini?"

"Kuso?! Kenapa kepala ku terasa sakit sekali!"

"Kita harus melakukan sesuatu?"

"Taiga.. Awas!"

"tenanglah aku yakin dia akan mengingatnya dengan perlahan."

-Asia Tetsu

Mind To Reviews?