Endless Love © Asia Tetsu

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kuroko No Basuke © Fujimaki Tadoshi, .

.

.

.

.

.

.

.

Kuroko Tetsuya X OC (Readers/You) Sligth OC (other) x Kiseki No Sedai and You x Himuro Tatsuya.

.

.

.

.

Rate : T

Genre : Romance, Sport, School Life, Comedy (Maybe), And Many Other! Warn: Banyak!

(AU?)

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 5 : Old memeries?


Iris Snow mu memandang datar e-mail dari Shizu, Kau mendesah kesal dan mulai membalas e-mail, Kau memasukan ponsel mu kedalam saku rok, Dan mengeluarkan data-data harian team basket mu, Iris Snownya menyipit melihat Harui yang sedang bersemangat menyapa mu.

"Ohayou!" Sapa Harui tersenyum manis. Kau menaikan sudut bibir mu dan membalas senyuman Harui dengan cengiran lebar mu.

"Ohayou Yuu~" Sapa mu tak kalah riangnya. Harui memutar Kursi nya dan menghadap kearah mu kemudian ia duduk dengan senyuman yang manis nan menggemaskan itu.

"Ne, Kagami-chan.." Panggil Harui, Kau mengembung pipi mu sebal, sudah berapa kali kau bilang kepadanya jangan memanggilnya dengan Marga, tapi tetap saja tidak di dengarkan.

"Hmm?" Saut mu, Gadis bermata coklat karamel ini tertawa kecil melihat mu mengembung pipi mu. Dia langsung menarik pipi mu gemas tanpa persetujuaan mu, Kau menjerit sakit saat pipi mu di tarik oleh Harui.

"Kau pasti marah, karena aku memanggil mu dengan marga ya?" Tanya nya yang masih menarik pipi mu dengan gemasnya. Kau mengaguk samar dan meronta untuk dilepaskan.

"Memang kenapa Kagami-chan?" Lanjut Harui menanyai kenapa ia tidak boleh memanggil dengan marga mu sendiri.

"Pertama. Kau akan sulit memanggil ku dan Aniki. Kedua jika nanti aku menikah, apa kau masih memanggil aku Kagami-chan?" Tuturmu mengerucut bibir mu, Harui mengernyit dahinya bingung. Iris Karemelnya melihat diri mu yang sedang menulis data, Irisnya tak sengaja melihat dirimu yang tersenyum kecil saat mengisi data Kuroko, Ide jail muncul dari otaknya.

"Memang, Jika nanti kau bermarga Kuroko?" Tanya Harui tersenyum tipis. Sebenarnya, ia sangat peka sahabat barunya ini menyukai pemuda bersurai baby blue itu. Bagaimana, setiap saat melihat pemuda itu dia tersenyum dan bersemu.

Kau terperenjat kaget dan mendongak kearah Harui yang tersenyum mengejek. Wajah mu sudah memerah seperti tomat matang kesukaan chara sebelah itu. "A-Apa maksud mu Yuu!?" Sentak mu gugup.

"Hehh? Kau memang menyukai Kuroko-kun kan?!" Lanjut Harui tersenyum jailnya semakin melebar.

"A-Aku.. Tidak tau, Ahh su-sudahlah aku ingin menemui Aniki.." Ujarmu beranjak dari tempat duduk mu, dan mulai meninggalkan Harui yang menyeringai jail kearah mu. Kau menunduk wajah mu yang memerah karena malu.

"(Name)-san.." Panggil seseorang, kau terkejut atas sapaan pemuda di depannya dan sontak menoleh kearahnya.

"Gyaaa! Sejak kapan kau ada disini?!" Seru mu melihat pemuda di depan mu adalah Kuroko Tetsuya.

"Sejak, Kau beranjak dari tempat duduk mu." Jawabnya tenang. kini kau mendongkakkan kepalamu karena terkejut, kau memberanikan diri menatap manik biru jernih milik Kuroko.

"S-Souka?" Tanya mu lagi. Kuroko mengaguk membenarkan jawabannya. Kau menghela nafas dengan perlahan-lahan untuk menghilangkan rona merah di pipi putih mu.

"Etto, Tetsuya-kun.. Bukannya tadi kau bersama Aniki?" Ucap mu berhadapan dengan Kuroko.

"Kagami-kun, sedang ke toilet." Ucapnya, kau mengaguk mengerti.

suara bell masuk sekolah berderimg dengan bersamaan Kagami masuk dengan wajah mengantuk. Kau menggeleng kepala mu dan duduk kembali di kursi mu, Iris Snow mu melirik Kuroko lalu menunduk mencoba menghilangkan rona merah yang menghiasi wajahmu karena tadi tertangkap basah tengah memandanginya. Kau membeku saat kuroko tersenyum tipis kearah mu. dan kau kembali menunduk untuk menghilangkan warna merah yang berada di wajah mu sampai guru memasuki ruang kelas.

"Ohayou~"


Kau mendesah kesal saat Harui kembali menjaili mu, gerutuan kecil keluar dari sudut bibir pink mu, Kau berjalan kearah perpustakaan dengan aura membunuh menguar dari tubuh mu tidak ada yang berani menyapa mu. Kau menghembuskan nafas mu dengan perlahan-lahan.

"Oyy! Kouhai awas!" Kau tersentak mendengar seruaan itu. dan, kau melihat bola yang terlempar kearah mu, bola langsung mengenai kening mu dengan kencang, belum sempat kau menangkap bola itu.

"Kouhai Daijoubu ka?" Tanya Senpai yang berlari kearah mu.

"Daijoubu, senpai lain kali berhati-hatilah senpai." ucap mu datar meninggalkan senpai laki-laki itu yang berteriak meminta maaf dirimu.


"Kuso! Kenapa kepala ku terasa sakit sekali!" Pekik mu saat berada di depan pintu Gym. Tubuh mu bertumpu dinding Gym dan kedua lengan mu kepala mu terasa sakit . Kesadaran mu mulai menghilang dengan perlahan-lahan. Suara detapan sepatu terdengar sayup di telinga mu.

Brukk!

Kau terjatuh tergeletak memegang kepala mu dengan kuat. Dan, detapan sepatu terdengar dari dalam ruangan. Dan, bunyi decitan pintu terbuka, Iris BlueSky Kuroko membulat kaget saat melihat mu tergeletak, dengan sigap Kuroko menggendong Bridal Style dan membawa mu ke ruang kesehatan. Kau mencium aroma manisnya vanilla yang menguar dari tubuh yang mengakat mu ini dan membuka mata mu dengan perlahan.

"Te-tetsuya-kun.." Gumam mu kecil saat melihat Kuroko yang menolong mu,

"(Name).. Kau tidak apa-apa? Istirahatlah aku akan membawa mu Ruang kesehatan!" Perintah Kuroko. Kau tersentak saat mendengar suara khawatir dari Kuroko, apalagi dia memperintah mu dan tidak memanggil ku dengan suffick 'san', Kau tersenyum manis di bibir pucat mu.

"A-Arigatou.."


((Kuroko POV))


Iris ku memandangi permainan Kagami-kun bersama rekan-rekan ku. Iya, Aku sedang beristirahat. Aku menghela nafas kecil karena firasat buruk yang muncul tiba-tiba di benak ku. Aku memandangi sebelah kanan ku dan tidak ada. Dimana (Name)? Biasanya dia sudah sampai. Kenapa.. Aku sangat Khawatir seperti ini?

"(Name).." Gumam ku kecil dan beranjak dari beach. Aku menyusulnya sekarang juga!

"Kuroko mau kemana kau?!" Tanya Kagami-kun melihat ku berjalan kearah pintu.

"Menyusul (Name)-san.." Jawab ku membuka pintu dan Irisku terbuka lebar melihat (Name) tergelatak di depan pintu ruangan Gym. Dengan, Sigap membawa (Name) ke ruang kesehatan.

"Te-Tetsuya-kun.." Aku bisa mendengar suara (Name) memanggil ku.

Aku menoleh kepala ku dan melihat Iris Snownya meredup, "(Name).. Kau tidak apa-apa? Istirahatlah aku akan membawa mu Ruang kesehatan!" Perintah Ku. Dia tersentak saat aku memperintahnya dan tidak memanggil nya dengan suffick 'san', Gadis yang berada di gendongan ku tersenyum manis di bibir pucatnya.

"A-Arigatou.."

Kesadarannya menghilang sepenuhnya. Aku tidak mau sesuatu terjadi kepada (Name)! Aku sangat-sangat khawatir. Aku berdoa dalam hati untuk kesehatan (Name). Untuk Gadis ku yang paling ku sayangi, Ingatan tentang ku, Ogiwara-kun dan (Name) terngiang di kepala ku. Saat kita bermain bersama-sama.

"Kuso!"


Gadis beriris Biru gelap ini menatap langit yang mendung ini dengan tatapan Khawatir, Ruangan kelas yang gelap ini sendirian tidak! Dia bersama dengan pemuda bersurai merah darah itu di belakangnya yang sedang bermain Shogi.

"Heh? Ku kira, kau tidak punya tatapan seperti itu.." Ujar pemuda merah itu menatap Gadis bermanik biru gelap ini dengan tatapan merendah.

"Aku tidak seperti mu.." Ucap Gadis ini singkat tanpa menoleh kearah pemuda merah ini.

"Kalau begitu, apa kau diam saja melihat teman kecil mu itu tergeletak tak berdaya di Ruang kesehatan..." Ujar Pemuda merah ini menoleh kearah Gadis ini dan menatap tajam.

Gadis ini terdiam sejenak dan tersenyum manis kearah Pemuda merah ini. "Sudah ku bilang.. kalau (Name) itu tidak lemah seperti ku.." Ucap Gadis ini melipat kedua tangannya di belakang tengkuk. Surai panjang berwarna krem lembutnya yang tergerai itu berhembus angin membuat surainya tergerak kesana kemari.

Pemuda itu menatap gadis ini tajam jika kalian menatap matanya dengan teliti di Iris Crimsonnya ada sesuatu yang aneh. "Aku lupa.. Jika kau itu lemah dan hanya nomer dua di sini.." Ucap Pemuda ini kembali menatap papan Shogi.

"Aku tidak gila dengan kemenangan atau apapun.. Aku tidak seperti mu gila dengan kekuasaan dan kemenangan Baka~" Kata Gadis ini beranjak dari duduknya dan mulai menyalakan lampu ruangan kelas.

Lampu menyala. Pemuda itu benar-benar melihat wajah cantik dan manis. Bibir merah mudanya terukir senyuman manis. "Kau ini berbeda dengan Gadis yang lain.. Mayura Kanami.."


Iris Crimson Kagami melihat adiknya terbaring lemah di atas tempat tidur, tatapan nya sangat khawatir. Dia belum bangun saat Istirahat sampai pulang sekolah ini. "Sudahlah. Kagami bukannya latihan, sebentar lagi pertandingan InterHigh bukan? Kau harus banyak berlatih. Tentang (Name) biar aku, dan Yume yang menjaganya." Ucap Shizu menepuk pundak Kagami.

"Ta-tapi.."

"Tidak ada tapi-tapian Kagami-kun, dan, Kau juga Tetsuya-kun.." Ucap Mezumi melirik Kuroko dengan senyum simpulnya.

"Baiklah! Ayo Kuroko.." Seru Kagami meninggalkan ruang kesehatan.

"Yume-san, Shizu-san.. Tolong jaga (Name), Onegai.." Ucap Kuroko mengelus surai hitam lembut milik (Name). Mezumi tertawa kecil dan Shizu hanya tersenyum tipis melihat tingkah Kuroko yang OCC. Siapa yang menyangka kalau pemuda datar itu bisa menatap khawatir dengan hanya seorang gadis?

"Ya baiklah.." Ujar Mezumi tersenyum. Kuroko mengaguk kecil dan pamit untuk pergi dari ruangan kesehatan ini.


((Your POV))


Gelap. dimana ini? aku berada diruangan yang gelap, lembab dan hampa. aku sangat benci dengan tempat seperti ini, Aku melihat cahaya kecil di ujung sana, aku terdiam melihat cahaya kecil itu mulai menyabar keruangan ini. cahaya ini sangat sialu, aku menutup mata ku dan mulai mengerjap saat sinar menembus kelopak mata ku. aku membuka mata ku dengan perlahan-lahan, pertama yang ku lihat adalah sebuah lapangan basket yang kosong, Aku berjalan kearah lapangan itu.

"Taiga! Kau tidak boleh seperti itu. Lihat Imouto mu, dia datang ke Amerika hanya melihat dirimu. Kau sebenarnya rindu dengan adik manis mu ini kan?" Tanya seseorang, Aku menoleh kearah keluar lapangan dan, Aku melihat ada Otousan dan Okaasan dengan Kakak ku dan diriku saat kecil. Kakak ku dan diriku hanya berpaut satu tahun, Ma-Matte! Ini kejadian dimana aku tertabrak mobil saat menyelamatkan kakak ku?!

"Tentu saja! Tapi, lihat Okaasan.. (Name) mengejek ku.." Ujarnya menunjuk diriku versi kecil. Aku melihat aku versi kecil mengembung pipinya yang bersemu merah terlihat manis di mataku. Hei, Aku sekarang terlihat manis jugakan?

"Itu kenyataan Baka Taiga! Kau sangat seperti seorang monster yang sedang kelaparan. Aku sedikit heran dengan usus mu! Otousan Okaasan, kita harus periksa Taiga-nii kerumah sakit, dan memeriksa ususnya.." Tutur ku versi kecil mendongak kepalanya. Aku terkekeh mendengar ucapan diriku versi kecil ini. Heh? Memang benar sih, Aku sedikit bingung dengan organ dalam Aniki. ibu dan ayah ku tertawa melihat aku dan kakak ku sedang bertengkar karena masalah sepele. aku ikut tersenyum melihat kedua orang tua ku tersenyum bahagia seperti itu.

"Arf.. Arf..." Aku menoleh saat mendengar gongongan anjing. Ahh. Disini. Taiga-nii ketakutan melihat anjing golden retrivers yang ukuran besar.

"kawaii..." Seru ku versi kecil mengelus kepal anjing ini tanpa rasa takut. Iris snow ku melihat Taiga-nii ketakukan, dia memang memiliki dendam tersendiri dengan seorang anjing.

"Huahh!" Taiga-nii berlari ke arah jalan raya tanpa sadar saat anjing itu mendekatinya. Ya disini.. Saat aku menyelamatkan kakak ku dari truk daging. Aku bisa melihat Iris Snow ku versi kecil membuka lebar saat melihat Truk daging itu berjalan kearah Taiga versi kecil dengan kecepatan tinggi.

"Awas... Taiga!" Seru ku versi kecil berlari kearah Taiga dan mendorong ke pinggir jalan.

Suara tubuhku versi kecil yang tertabrak depan mobil ini. Aku meringis melihat ku yang terbaring tergeletak dengan darah berceceran kemana-mana dan ibu ku menangis melihatku seperti itu kemudian ayahku terlihat panik sambil menelphone seseorang, Kemudian Aku menatap kakak ku yang Syok melihat diriku. Taiga Versi kecil yang mulai menangis dan mendekati ku dengan berlari, "Ta-Taiga-nii.. Da-Daiijoubu ka?" Tanya ku tergagap sambil mengelus pipi Taiga dengan lembut. Ugh! Ittee! Kepala ku terasa sakit.. Kelanjutan ini.. Aku tidak bisa mengingatnya lagi.

"Lohh?" Sentak ku kaget merasa air mata mengalir di pipi ku dengan derasnya. Kenapa ini?

sinar cahaya kembali menyelimuti ku yang sedang menangis melihat masa lalu, tidak! Bukan, aku menyesal menyelamatkan Aniki! Tapi, Aku tidak bisa melihat Keluarga ku yang menangis karena diriku. Aku terduduk sambil menangis tersedu-sedu. Tak apakan, tidak orang melihatku yang menangis seperti ini.

"(Name).." Panggil seseorang menepuk pundak ku yang bergetar menahan tangis untuk berhenti.

Aku menoleh kepala ku terlihat ada anak laki-laki berambut jingga yang tersenyum lebar tapi tersirat kelembutan kearah ku. "(Name).. berhenti menangis baka! Bukannya, Kau sudah berjanji kepada ku dan Kuroko untuk tidak menangis." Tuturnya mengelus rambutku dengan lembut, Aku terdiam menikmati belaian lembut di puncak kepala ku.

Matte! Kuroko? Apa maksudnya Tetsuya-kun? Sebenarnya, Siapa dia? ," Kau tidak perlu tau sekarang, (Name)! Mungkin, nanti kau akan tau namaku!" Ujarnya, chotto! Dia bisa membaca pikiran ku, padahal aku belum bertanya.

"Yosha! (Name) bangun Yume dan Heika sudah menunggu mu! Kakak mu dan Kuroko juga pasti mengkhawatirkan mu. Jadi bangunlah!" Aku terdiam sambil menatap wajahnya, untuk mengingat siapa nama anak laki-laki ini.

"S-Shige-chan.." Ucap ku tanpa sadar, Ia tersenyum manis saat aku menyebut kalimat itu, apa mungkin itu namanya. Dia memelukku dengan erat.

"Sampai jumpa, (Name)! Aku pasti akan merindukan mu lagi..." Bisiknya perlahan, Aku terdiam cahaya yang menyelimuti ku meredup dengan perlahan-perlahan,


Suara helaan nafas yang tak teratur terlihat dari dirimu yang sedang tertidur. Mezumi mengelap keringat yang berada di kening mu, menurut mu dan teman-teman mu, Mezumi adalah orang yang paling dewasa dan memiliki sifat keibuan.

"Uruse, Ogiwara dengar kakak kelas (Name) sudah ku hajar! Aku menyesal memberi tahu mu!" Dengus Shizu yang sedang berbicara dengan seseorang bernama Ogiwara.

"Wa-Wakatta!, Jadi, bagaimana dengan kondisi (Name)?" Tanya Ogiwara dari ponsel Shizu.

"Dia tidam apa-apa, dokter dari suruan Kanami datang memeriksa (Name), dan dokternya bilang (Name) baik-baik saja." Jawab Shizu menoleh (Name) yang sepertinya sedang bermimpi buruk,

"S-Shige-chan.." inggau mu lemah, Shizu dan Mezumi tersentak mendengar ingauan mu, Ogiwara yang mendengar inggauan mu ikut tersentak mendengarnya.

"(Name), dia memanggil namaku." Kata Ogiwara dalam syoknya, Dia sangat senang, bahwa kau memanggil namanya dalam tidur mu.

"Apa.. Dia sudah mengingat kembali?!" Gumam Shizu mendekati dirimu yang tertidur pulas.

"Kurasa belum.. Dia hanya kembali mengingat di masa lalunya, itu saja analisaku.." Ucap Mezumi tersenyum lembut kearah dirimu. Iris Jadenya melirik dirimu yang sebentar lagi akan tersadar dari tidurmu.

"tenanglah aku yakin dia akan mengingatnya dengan perlahan." Ujar Shuzu melirik mu. Suara setujuan terdengar dari balik ponselnya.

Tuttt.. Tutt... Tutt..

Kelopak mata mu terbuka dengan sempurna, terlihat manik Snow yang terpancar kehangatan di musim dingin. jika seseorang menatap maniknya secara langsung akan terpesona kehangatan matanya.

"Jadi, Kau sudah sadar putri tidur.." Ucap Shizu menatap dirimu yang telah sadar. Kau mengaguk kecil dan beranjak dari tidur.

"Jangan memaksa dirimu, (Name)..." Ucap Mezumi membantu mu untuk bersandar dari belakang ranjang. Kau tersenyum lebar di bibir pucat mu.

"Arigatou, Heika, Yume..." Ucap mu memeluk mereka erat. Shizu dan Mezumi hanya mengulum senyum, Kau melepaskan mereka dengan wajah sangat senang.

"Ahh, Aku sangat senang sekali melihat kalian berdua, dan maafkan aku. kalau aku merepotkan kalian." Tutur mu, Shizu menarik pipi mu gemas melihat wajah mu yang seperti itu.

"Tidak, kau tidak merepotkan kami Gami.. Ohya setelah ini, sepertinya kau harus berterima kasih juga dengan Kanami.." Katanya masih menarik pipi mu. kau memiringkan kepala heran sejanak dan Iris Snowmu membulat.

"Jangan bilang. Kana membawa dokter untuk memeriksa ku?" Tanya mu kaget. Yume dan Shizu mengaguk sebagai jawaban mereka, Kau menghela nafas pasrah mengetahui itu, Mayura selalu seperti ini kepada Kau, Shiro, Shizu, Mezumi dan Azui, terlalu proctektif.

"(Name), apa kau tadi bermimpi sesuatu?" Tanya Mezumi menatap mu lembut. Kau terdiam senjenak dan menggeleng kepala mu.

"Aku lupa soalnya mimpi ku terasa cepat dan susah untuk mengingatnya." Jawab mu sambil mengembung pipi mu kesal. Mezumi dan Shizu mengaguk mengerti dan bernafas pasrah melihat dirimu tak kunjung ingat

Kau terdiam sesaat, untuk mengingat mimpi mu. Kepala mu terasa sakit berusaha mengingat dan juga air mata mu mengalir di pipi mu. Kau mengapus air mata ku dengan punggung tangan mu. Mezumi dan Shizu langsung panik melihat mu menangis sesegukan tanpa alasan.

"(Name)-chan, Daijoubu ka?" Tanya Mezumi, Kau mengaguk dan berusaha mengapus air mata mu, Sudut bibir mu membentuk senyuman tipis.

"Yume, Heika. Apa kau tau siapa bocah berambut coklat di dalam mimpi ku?" Tanya Mu yang menatap mereka berdua. Mereka saling pandang dengan tatapan bingung untuk menjawab pertanyaan mu. Ya! Yang kau hanya mengingat bocah bersurai coklat memeluk mu, dan kau tidak ingat bocah itu bicara apa padamu.

"Tidak tau, Sudahlah (Name) jangan memaksakan diri mengingat hal-hal sepele," jeda Shizu melipatkan tangan mu dan menatap mu, 'Maafkan, Aku (Name), bukannya aku tidak mau kau mengingat hal-hal yang menyenangkan, tapi... Aku tidak mau kau seperti ini, Biarkan Kami-sama, membantu mu mengingat.'

"Benar, ucapan Hei-chan! Kau belum makan bukan? Ini, bento untuk mu, Kagami-kun membawakan ini untuk mu." Ujar Mezumi menyerahkan bento, Iris mu memandangi bento itu dengan tatapan berbinar dan langsung kau membuka bento itu.

"Ittadikimasu!" Seru mu riang menyumpit telur dadar gulung. Mezumi tertawa kecil dan Shizu mendengus geli melihat mu kekanak-kanakan.

Drrtt- Drrrt- Drrt-

Ponsel mezumi bergetar di saku roknya, Ia mengambil dan melihat layar ponselnya. "Hehh? Video Call's dari Kanami." Ujar Mezumi menunjukkan ponselnya kepada kalian berdua. kau langsung menutup bento mu dan menaruh ke meja di sebelah mu.

"Yume! biarkan aku yang menjawabnya." Ucap mu menatap Mezumi penuh harap.
Helaan nafas berat terdengar dari bibir tipis Mezumi. ia memberikan ponselnya kepada mu. Shizu hanya tersenyum geli melihat mu tersenyum lebar saat menerima ponsel mezumi, senyum mu seperti senyum anak kecil yang baru saja bertemu mainan baru yang berjejeran di etalase toko. kau mengakat sambung video call's.

"Demou, (Name)-chan." Sapa gadis cantik yang tersenyum manis kearah mu.

Gadis cantik ini memiliki surai krem lembut nan pucat dan memiliki sepasang manik biru gelap yang indah nan lembut, ya dia, Mayura Kanami. Gadis yang memiliki kehidupan yang lebih dari kata cukup, tetapi, dia tidak tergila-gila dengan kemenangan atau hal lain. menurut dia itu hal konyol yang tidak penting untuknya, apalagi kemenangan hanya kami-sama yang punya. tidak seperti mantan Kapten Kiseki no Sedai yang tergila-gila dengan kemenangan dan sok mutlak itu. Oh iya, Satu hal yang sangat kau sukai dari Mayura adalah...

"Ne, (Name)-chan, aku sudah membeli manga shoujo yang kau ceritakan itu! Manga ini sangat-sangat romantis dan lucu! Kou-kun! Kakkoii.." Seru Mayura menunjukkan manga dengan senyuman lebar. Mezumi dan Shizu langsung sweatdrop mendengar seruan Mayura. Iya, Kalian berdua adalah penyuka manga shoujo, Setiap kau dan teman-teman mu berjalan-jalan melewati toko buku, kalian berdua langsung lari ke rak manga yang bergenre shoujo.

"ku kira kau tidak membelinya, oh iya? Kana, terima kasih atas dokter suruan, dan, juga kau terlalu berlebihan tau!?" Ucap mu memarahi Mayura. Shizu mendengus geli dan berucap :

"Kana, memang seperti itu, dia pasti terlalu over pada kita. bukannya Kau tau Gami.." ucap Shizu membaca manga yang dia pinjam darimu. Kau mengaguk kecil menyetujui ucapan Shizu.

"Hiddoii desu Heika-chan, Aku khawatir pada kalian tau! Heika-chan, apa kau sudah menghajar senpai itu?" Kau langsung bergedik ngeri melihat seringain yang terpasang di sudut bibir Mayura, apalagi suara Mayura terdengar horror.

"Tentu saja. Kagami juga turun tangan." Jawab Shizu menyeringai kecil. Kau menghela nafas berat. iris snow mu melirik Mezumi.

"Yume, apa senpai itu di bawa kerumah sakit, untuk operasi mendadak karena perlakuan Heika dan Aniki ku? jika iya antarkan aku kesana?!" Tanya mu asal. Iris Oranye Mezumi melirik kesebelah ranjang mu.

"I..iya, Tidak! dia ada disebelah ranjang mu ini." Jawab Mezumi. Iris mu terbuka melihat senpai laki-laki yang tadi tak sengaja melemparkan bola sepak kearah mu sedang di obati luka lebam kedua pipinya oleh dokter ruang kesehatan sekolah mu.

"Huahh! Senpai maafkan kakak ku dan Sahabatku ini!"


Iris mu memutar bosan saat mendapatkan pertanyaan yang sama setiap menitnya. urat-urat kesal mu menonjol di kening mu. Kau menarik nafas dalam,

"Aniki! Aku baik-baik saja! dan, bisa hentikan pertanyaan hal yang sama setiap menitnya." Seru mu kesal.

Ctikk!

"Ittee! apa yang kau lakukan Baka Taiga!" Seru mu saat mendapatkan sentilan di dahi mu dari Kagami.

"Ha'i.. Jadi, makan malam nanti aku yang masak! Imouto mau makan apa?" Tanya Kagami berjalan ke lemari es. Kau mengetuk-ngetuk meja makan.

"Kari!" Jawab mu tersenyum lebar. Kagami mengaguk kecil dan mengeluarkan bahan-bahan. Kau memasang earphone di telinga mu dan menikmati alunan lagu yang berputar di earphone. Kau menyanyi dengan perlahan-lahan.

Mada it isn't the last chance for me
Ironna love story wo
Egaiteru mune no naka
Demo risou ni wa hodo tooi
Watashitte waga mama
Sore kurai no koto wakatteru
Dakedo nani ka ikenai no?
Kimi to no koi ni koi o shiteru dake de
Tsutaetakute mo made
Himitsu ni shiteru hou ga shiawase dakara
Ima wa watashi dake no secret love
Kimi no koto omou to
Dokidoki ga tomaranai heartbeat
Tanoshiku mo naru kedo fuan ni mo naru
Kono mama okubyou na watashi ja dame da ne
Chotto dake demo yuuki wo kudasai, Kami-sama
Dakara ne mou BAIBAI ima made no watashi ni
I'm here to tell my love
Jitti matteru dake ja nani mo hajimaranai kono saki
Yeah, It is the best chance for me
Ironna love story wo
Egaiteru mune no naka
Risou made ato dore kurai?
Watashitte waga mama
Sore kurai no koto yurushite
Hitori jime ni shite itai
Kimi to no koi ni koi o shiteru dake de
Tsutaetakute mo mada
Himitsu ni shiteru hou ga shiawase dakara
Ima wa watashi dake no secret love...

Lagu yang kau putarkan di ponsel mu selesai, Iris snow mu yang memancarkan gadis yang sedang jatuh cinta, wajah mu bersemu saat mengingat kejadian siang tadi. Saat wajah Kuroko sangat khawatir, wajah yang pertama kali yang kau lihat, dan, juga saat Kuroko memanggil mu tanpa embel-embel 'san'. Chotto! ia juga ingat ada seseorang mengecup kening mu, saat kau menanyai Shizu dan Mezumi, mereka menggeleng dan berucap :

"Gami dengar, Aku tidak melihat seseorang mencium kening mu. Jangan percaya diri yang tinggi," -Shizu

"Etto (Name)-chan, Aku baru sampai saat Tetsuya-kun menjaga mu, dan, setelah aku, Kagami-kun dan Hei-chan datang dengan wajah yang sangat menyebalkan" -Mezumi

Kau tertawa kecil saat mengingat ucapan kedua sahabat mu ini dan juga mungkin mengecup kening mu hanya mimpi. Kau menarik nafas dalam, Iris snow mu tak sengaja melihat Kakak mu yang tersenyum mengejek di depan mu, dan, kau tidak tau kapan dia ada di sana.

"Aku baru tau, bahwa Imouto ku ini bisa bernyanyi seperti itu.." Ujar Kagami dengan polos.

Twitth!

Urat kesal mu menonjol di kening mu, Tangan mu sudah mengepal kuat, bahwa kau siap untuk memukul kepala merah Kagami.

"Teme yo Aniki!"

Suara benturan bola basket dengan lantai lapangan basket menggema di Gym luas ini. Mayura Kanami, gadis yang di ketahui semua orang bahwa Mayura adalah Gadis ceria, ceroboh dan mudah bergaul ini sedang mendrible bola dengan cepat. Ia berlari kearah ring dan melompat untuk melakukan dunk yang cukup keras sampai ring ini bergetar karena dunknya. Ia bergelantungan dengan ring sejenak, sudut bibirnya terlukis senyuman bangga saat ia berhasil mendunk bola dengan seperti itu.

Drap!

Ia turun dari ring, dan mengambil bola yang di bawah ring, kemudia mendrible bola dengan tenang. "Aku tau, kau ada disana! Keluarlah Kaisar kerdil, jangan seperti penguntit!" Seru Mayura dengan seseorang, tanpa rasa ragu, mengatai seseorang dengan sebuatan kerdil. Ia tau, tingginya lebih pendek dari Kaisar yang ucapkan tadi, tapi yasudahlah Nasi menjadi bubur. Ia juga tidak takut kepada kaisar itu. sang kaisar masuk dengan langkah yang angkuh bahwa dia adalah penguasa di dunia ini.

"apa kau tidak mengaca pada dirimu sendiri? Malah, kau lebih pendek dari ku, dan juga kau di bawah mantan rekan ku.. ahh, salah maksudku mantan budak ku.." Ucap Kaisar menyeringai.

Buagh!

Tanpa di duga, Mayura meninju wajah tampan sang kaisar dengan keras sampai mengakibatkan luka lebam. Iris Dark bluenya menatap tajam sang kaisar, aura tak enak keluar dari tubuh Mayura.

"DENGAR AKASHI SEIJUURO! JANGAN PERNAH KAU BERBICARA SEPERTI ITU, APALAGI UNTUK TEMANKU! DAN, ASAL KAU TAU... KAU JUGA PUNYA KELEMAHAN SEPERTI MEREKA!" Seru Mayura kesal dengan ucapan Kaisar. ahh, tidak maksudku Akashi, Ya lawan bicara Mayura adalah Akashi Seijuuro. salah satu anggota Kiseki no Sedai yang memiliki skill yang lebih tinggi dari pada Angotta Kiseki no Sedai lainnya.

"Kelemahan? Keh, jangan bercanda, Aku ini Absoulute.. tidak ada yang berani dengan diriku.." Kata Akashi menyeringai. Mayura mendengar ucapan Akashi hanya tertawa kecil,

"Souka? Aku yakin, kau akan menjilati ucapan mu kembali Akashi.." Ujar Mayura mengambil bola di sebelah kakinya dan kemudian mendrible bola. bola basket Mayura perpindah dari tangan kanan ke kiri seperti bahwa di depannya ada seseorang yang akan merebut bolanya.

"Oii. Akashi. apa kau ingat musim dingin lalu huh? Saat, Kau dan anggota Kisedai lainnya, kalah dengan diriku dan teman-teman ku? Padahal kau memiliki Emperor tapi, tetap saja kalah dari kami," Saut Mayura sambil melemparkan bola kedalam ring, ya! Mayura melakukan Shoot Three point dan hasilnya.

Srakk!
Dukk!

Bola yang di lempar Mayura masuk dengan mulusnya. Kemudian, ia berbalik kearah Akashi, dan tak sengaja Iris biru tua nya kembali bersibobrok dengan Iris crimson milik Akashi.

"Mungkin keajaiban, Kau hanya beruntung saat itu.." Mayura langsung mendengus geli mendengan ucapan Akashi.

"Keajaiban? Keh, Kau sangat menyedihkan Akashi.."


-Tsudzuku-


(A/N) ; nyeheheh, bagiamana fans servise nya untuk kuroko-kun. kurang? yaudah next chapter, dan udah taukan bahwa (name), kuroko-kun dan ogiwara-kun itu teman juga, maaf kalau chapter ini absurd oke.

Next chapter : Awal?

(Asia Tetsu)