I Want To Dream With You Forever Chapter 5:Skycraper!

Sakura berdiri dari duduknya dan meletakkan buku yang dibacannya kembali ke rak buku lalu meninggalkan ruang perpus namun tangan kekar Naruto menahannya.

"Apa sih?"tanya Sakura kesal sambil berbalik, menatap Naruto dingin.

"Aku hanya ingin bertanya sejak tahun berapa Jepang menjajah Indonesia dan sampai tahun berapa?"jawab dan tanya Naruto. Sakura mengumpat kesal. Ia ingin cepat cepat pergi dari perpustakaan.

"Sejak tahun 1942 sampai 1945. kira kira 3, 5 tahun lama nya. Jangan banyak tanya, aku harus menemui Sasuke."

Sakura menghentakan tangan nya lalu segera berlari. Naruto hanya diam, hanya dentuman sepatu Sakura yang terdengar semakin jauh.

Naruto menghela napas sebelum meletak kan kembali buku yang tidak sepenuhnya di baca, kembali ke rak buku. Ia menghirup udara lalu menghembuskan kembali.

"Kenapa sih kau tidak lagi berbicara denganku sejak insiden tadi malam?"lirih Naruto.

Ia berjalan keluar perpustakaan.

Naruto:Kishimoto Masashi

Rated Teen

Romance/Friendship

Slight SasuHina

I Want To Dream With You Forever Chapter 5:Skyscraper & engagement

Original Charter, Out Of Charter, nggak jelas, Typo dan yang lain nya cari lah sendiri. Author juga bingung.

Kata sambutan:

Hai, ketemu lagi dengan Yuu-chan. Maaf belakangan ini Yuu-chan tidak megupdate lagi cerita NaruSaku. Soal nya sekarang jarang main laptop lagi ditambah sudah masuk SMP. Mungkin Yuu-chan akan semi-hiatus, jadi jangan heran Yuu-chan akan jarang mempublish chapter selanjutnya untuk fic ini. :P

Dari pada mendengar ocehan Yuu-chan yang tidak jelas, lebih baik kita langsung ke inti cerita.

Kalau nggak suka mending nggak usah baca nanti malah menimbulkan Flame. Ya, kan?

Cekidot!

Don't Like? Don't Read!

Simple and Practical!

Take... and

Action!

Sakura berusaha mengatur napas nya. Ia menoleh ke belakang dengan napas terengah engah. Seseorang menepuk pundak nya membuat nya meloncat kaget.

"Sasuke!"seru Sakura memegangi dada nya yang naik turun.

"Maaf menganggetkanmu. Nanti sore bisa kan bantu Hinata?"ucap Sasuke.

Sakura mengelus dagu nya, tampak berpikir.

"Mungkin bisa. Yah, itu sih tergantung. Kadang aku harus membantu Rin mengerjakan PR nya."ujar Sakura menatap obsidian Sasuke.

Sasuke menutup sebelah wajah nya, ia menghela napas. "Baiklah. Nanti hubungi aku jika kau bisa sore nanti, terserah jam berapa saja. Bersama Ino, Tenten, dan Temari."kata Sasuke sebelum meninggalkan Sakura di koridor.

"Oh ya. Memang ada apa hingga kau meminta bantuan ku, Sasuke?"tanya Sakura.

Sasuke berhenti berjalan lalu menoleh kebelakang. Cowok dingin itu tersenyum hangat. "orang tua ku mengadakan acara pertunangan. Keluarga Hyuuga dan Uchiha sepakat mentunangkan ku dengan Hinata."jawab Sasuke. Sakura bersorak senang, ia berjalan mendekati Sasuke lalu mengulurkan sebelah tangan nya, "Wah, selamat ya. Akhir nya Hinata memiliki pasangan juga, walaupun cinta pertama nya tak terbalas, tapi kan masih ada kau yang mencintainya dengan tulus. Aku jadi iri. Aku juga turut senang. Kapan acara nya di adakan dan dimana?"ucap Sakura ikut senang, "Lalu, Itachi-nii bagaimana? Ia belum memiliki pacar, ya."ucap Sakura. Sasuke menerima uluran tangan Sakura. "Terima kasih. Acara nya di adakan di Villa pribadi Uchiha di puncak. Itachi-nii sudah menikah dan memiliki anak, ia tinggal di Inggris. Aku juga berharap kau dan Naruto berpacaran."ucap Sasuke.

Sakura mematung sesaat sebelum tersenyum miris. Wajah nya sedikit merona.

"Aaah. Iya. Mudah mudahan. Ya sudah, aku harus segera ke kelas."ucap Sakura.

Sakura segera melepaskan jabatan tangan nya dan berjalan ke kelas nya.

Skyscraper(Gedung Pencakar Langit)

Sakura memeluk erat pinggang Naruto yang tengah menggoes sepeda nya dengan pelan.

Setelah istirahat, Naruto menarik nya ke koridor yang sudah sepi, bermaksud ingin mengajak nya ke sebuah gedung pencakar langit di dekat pusat kota Konoha. Kata nya gedung itu cukup terkenal dipelosok negeri.

Flashback!

"Sakura, nanti sore kita kerumah Hinata, kan? Kata nya akan diadakan acara pertunangan antara Sasuke dan Hinata. Pasti seru."ucap Ino girang.

"Ssst. Jangan buat kehebohan di sini, Ino. Kalau anak anak yang lain tahu bisa gawat nanti nya, kan?Fans klub Sasuke nanti akan nangis bombay. Itu memalukan, ditambah Keluarga Hyuuga dan Uchiha hanya mengundang sebagian teman teman Sasuke dan Hinata."ucap Tenten menutup mulut Ino dengan tangan nya.

"Iya. Benar. Dan lihat wajah Hinata hampir semerah kepiting rebus, bisa bisa nanti Hinata pingsan dan kita dimaki habis habisan oleh calon tunangan nya."imbuh Temari.

"Sudah sudah. Jangan menggoda Hinata terus, kasihan dia."lerai Sakura menghentikam godaan yang menjurus pada acara pertunangan Hinata nanti malam.

Mereka habis makan bersama di kantin, bel masuk sebentar lagi akan berbunyi, maka dari itu mereka lebih dulu keluar dari Kantin.

Tiba tiba Naruto muncul dari balik tembok yang membatasi antara koridor ruang Ekstrakulikuler dan koridor ruang kelas.

"Naruto? Ada apa muncul tiba tiba seperti itu?"tanya Ino sakartis.

Naruto tersenyum lebar, "Jangan terlalu sakartis begitu, Ino. Aku hanya ingin membicarakan sesuatu pada teman musim semi mu itu."ucap Naruto sambil melemparkan tatapan nya kepada Sakura yang menatap nya.

"Boleh boleh saja. Asalkan jangan membuat nya sedih lagi."ucap Tenten disertai aura membunuh nya. Naruto bergedik, "Ba...baiklah. ayo, Sakura."ucap Naruto lalu menarik lengan Sakura.

Mereka sampai di koridor Ekstrakulikuler yang sepi. Naruto menghela napas. "Sakura, aku ingin minta maaf soal di acara ulang tahun Teme kemarin. Sekaligus aku ingin mengajakmu ke Skyscraper di dekat pusat kota Konoha sepulang sekolah. Yah, hitung hitung menebus kesalahan ku."ucap Naruto sambil menggaruk tengkuk nya.

Sakura melipat kedua tangan nya didepan dada. "Aku kurang yakin."ucap Sakura.

Naruto mendengus, "Aku ingin berusaha untuk meminta maaf padamu dengan cara apapun, termasuk mengajakmu ke Skyscraper. Kau menyukai gedung seperti itu. Jadi nya aku ajak kau ke sana."ucap Naruto berusaha menjelaskan. Sakura masih mempertahankan tatapan datar nya. "Jadi, kau tidak tulus mengajak ku?"

Naruto menendang dinding di belakang nya. "Inti nya. Kau mau menerima ajak kan ku atau tidak?"ucap Naruto menyerah.

Sakura menghela napas. "Aku terima ajak kanmu."ucap Sakura.

Naruto tersenyum, "Nah, dari tadi napa. Kan nggak bikin orang kesal."kata Naruto.

"Ooh, ternyata kau tidak tulus. Baiklah. Aku tarik kata kata ku kembali."ucap Sakura.

Naruto membulat, "Eeh. Jangan. Aku hanya b...bercanda. ya. Bercanda."

"Aku tunggu di depan gerbang sekolah seusai pelajaran biologi."Sakura segera berjalan pergi meninggalkan Naruto.

"Yes!"

Flashback end!

Sakura dan Naruto menaiki lift menuju atas gedung tersebut setelah sampai di tempat yang mereka tuju. Hanya hening yang mengisi kedua nya.

"Oh, I believe there are angels among us
Sent down to us from somewhere up above.
They come to you and me in our darkest hours
To show us how to live,
To teach us how to give,
To guide us with the light of love
."lirih Sakura pelan berusaha menghibur dirinya ditengah keheningan yang melanda mereka berdua.

"Demi Lovato... Angels Among Us?"ucap Naruto tanpa menoleh.

Diam diam Sakura trsenyum, "Iya. Itu penyanyi favorit ku. Demi Lovato... penyanyi, aktris, pencipta lagu, dan seorang aktivis sosial."sahut Sakura.

"Sewaktu SMA, ia pernah mengalami tindak bullying . Jadi ia trauma. Aku betul, kan?"ujar Naruto sambil terkekeh.

Sakura tertawa. "Kenapa giliran menghapal detail tentang artis kau cepat sekali hapal nya, giliran menghapal pelajaran kau susah sekali. Aku heran."ucap Sakura.

Naruto menggaruk tengkuk nya. "heheheh. Aku juga heran dengan diriku sendiri. Ah, sudah sampai. Ayo!"ucap Naruto saat menyadari mereka sudah sampai di lantai atas.

Sakura berlari meninggalkan Naruto yang berjalan di belakang nya.

"Wow. Aku bisa melihat kota Konoha yang megah lewat tower ini. Indah sekali. Lihat!"ucap Sakura, menarik lengan Naruto agar berdiri di samping nya.

Gadis musim semi itu melompat lompat girang, bak anak anak yang telah diberi permen lalu melompat kegirangang.

Naruto hanya tersenyum. Ia kembali ke tujuan awal nya."Jadi, kau sudah memaafkan ku?"tanya Naruto. Sakura berhenti melompat lompat lalu menatap kearah bawah. Sakura tersenyum, ia mengangguk. "Ya. Aku memaafkanmu."ucap Sakura akhirnya.

Kini Naruto yang melompat senang, tanpa sadar ia memeluk Sakura. "Terima Kasih."ucap Naruto. Sakura melebarkan senyum nya, ternyata ia tidak bisa berlama lama untuk marah pada teman baka nya ini.

"Naruto, aku ingin beli lemon tea,"ucap Sakura pada Naruto.

"Lemon tea? Baiklah. Sebentar aku belikan dulu."ucap Naruto segera mencari stand minuman. 5 menit kemudian Naruto muncul dengan dua minuman.

"Arigatou. Aku belikan burger."ujar Sakura menerima uluran tangan Naruto yang memberikan minuman pesanan nya dan memberikan seporsi burger pada Naruto.

"Arigatou."

Hening.

"Habis ini antarkan aku ke kediaman Uchiha."ucap Sakura sambil melihat kota Konoha lewat teropong yang terpasang di tower tersebut.

"Eh? Mau apa kesana, Saku-chan?"tanya Naruto.

"Sasuke dan Hinata akan bertunangan, malam nanti aku tidak akan pulang. Aku akan membantu keluarga Hyuuga."jawab Sakura.

"Ooh. Iya aku baru ingat. Ayo. Lebih cepat lebih baik."ucap Naruto sambil menarik lengan Sakura.

Watashi wa eien ni anata to yume o shitai

"Ne, gomen. Aku datang terlambat."ucap Sakura meletakkan tas nya di sofa kamar Hinata.

"Bukan terlambat, tapi berkencan dulu dengan Naruto."ucap Temari sambil membersihkan gaun Hinata.

Sakura memerah, "B... Bukan. Dia meminta maaf padaku di tower."ucap Sakura.

"Kalau sudah pacaran,jangan lupa bagi bagi Pajak Jadian."ucap Ino sambil menyeringai.

"Aku belum tentu berpacaran dengan Naruto,"ucap Sakura sambil merapikan rambut Hinata, "Tak apa, Sakura-chan. Aku menyetujui kalian berpacaran."ucap Hinata sambil tersenyum. Sakura menghela napas, "Bukan soal itu. Aku ingin fokus ke ujian kelulusan bulan depan."ujar Sakura setengah jengkel.

"Ooh. Mudah mudahan saat prom nanti, Naruto mengutarakan perasaan nya."kata Tenten.

"Diam kau! Urusai."dengus Sakura.

Setelah satu jam mendandani Hinata, Sakura pamit untuk pulang dan izin tidak menghadiri pertunangan Sasuke dan Hinata.

"Kenapa? Padahal aku berharap kau datang, Saku."begitu tanya Hinata pada nya, Sakura tersenyum, "Gomen ne, Hinata-chan. Aku harus menghadiri acara amal di sebuah panti asuhan di pinggir kota Konoha."ucap Sakura.

Hinata tampak kecewa. "Ya Sudah. Semoga acara nya berjalan lancar, ya."ucap Hinata.

"Arigatou."

Sakura segera berlari keluar dan melihat Naruto telah menunggu nya di depan gerbang-tengah duduk di atas motor sport nya.

"Gomen ne, menunggu lama."ucap Sakura segera menyabet helm yang ada di kursi belakang.

"Tidak apa. Aku juga baru datang."ucap Naruto segera memakai helm nya.

"o ya! Sebentar. Pakai jaketku."ucap Naruto memberikan jaket kulit nya.

Sakura memerah, "tidak usah."

"pakai, aku tidak ingin kau sakit."ucap Naruto mengotot.

"baiklah."Sakura segera mengenakan jaket nya.

.

.

.

"Yeeeaaaah! Sakura-Onee dan Naruto-Onii datang!"teriak para anak panti asuhan girang.

"Konbawa, Minna!"sapa Naruto dan Sakura bersamaan disertai senyuman nya.

"Sakura-Onee nyanyikan lagu."ucap salah seorang anak, Kazumi.

"Lagu apa?"tanya Sakura sambil berjongkok di depan Kazumi.

"Apa saja!"

"iya! Nyanyi! Nyanyi!"teriak anak anak.

"Oke. Naruto-Onii dan Sakura-Onee akan menyanyikan sebuah lagu tapi disana, ya."ucap Naruto menarik Sakura ke sebuah lapangan yang sudah dihiasi.

Sakura duduk di salah satu kursi diikuti Naruto.

Naruto memetik gitar nya, intro lagu yang sudah tidak asing di kalangan remaja.

Sakura bernyanyi lebih dulu.

Sakura: Heartbeats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall

Naruto: But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

Reff:

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

Naruto: Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away

Sakura: What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

NaruSaku: One step closer

Reff2:

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

Sakura:One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

To be Countiuned