Should I Choose My Soulmate?
Cast : Kim Jaejoong , and other~ (hehe)
Genre : Romance, Friendship, Family
Rated : T
Pair : Seiring berjalannya cerita,,
Warning : Yaoi, Typo, cerita pasaran (mungkin)
Disclaimer : Cerita murni milik saya
Chapter 2
Happy reading~..
.
.
.
.
.
"Eoh? Jung Changmin, sedang apa kau disini?"
Changmin yang baru tersadar dari rasa terkejutnya, sontak menjawab, "a-ah, aku sedang me-".
"aku tau! Kau pasti sedang menguntitku kan?! Gara-gara waktu itu aku menyuruhmu sekarang kau pasti berniat jahat padaku!", potong Jaejoong sok tahu.
"Mwo!? Yah, untuk apa aku menguntitmu bocah?! Apa untungnya bagiku!", balas Changmin tak kalah sengit.
"Bohong! Kau pasti disini karena berniat melakukan sesuatu padaku kan?"
"Yak, mana mungkin! Aku saja baru tau kalau ini rumahmu, namja aneh!"
"Yah, siapa yang kau sebut dengan namja aneh?! Dasar tiang listrik tak berotak!"
"Mwo!? Yak-"
"Hei, kenapa ribut sekali sih?! Ada siapa Jae?", Heechul yang mendengar keributan dari depan rumahnya langsung saja menghampiri anaknya.
"a-aahh, eomma! Ini! Ini namja sialan yang merebut kursiku waktu itu!", adu Jaejoong.
"aku tidak merebutnya, salahkan saja dirimu yang datang terlambat!", balas Changmin tak mau kalah.
"YAK! Sudah kalian berhenti bertengkar, ini masih pagi! Kalian tidak lihat tetangga lain memperhatikan kita?!", teriak Heechul jengah. Ia yang hanya menjadi pendengar tentu saja jengah dengan pertengkaran yang seperti bocah SD itu. Berebut tempat duduk? Ayolah.., mereka sudah kuliah sekarang.
"mian, eomma~", ucap Jaejoong takut. Siapa yang tidak takut melihat ibumu –yang notabenenya memang galak- berteriak kencang kepadamu.
"mianhamnida, ahjumma..", ucap Changmin yang baru saja tersadar kalau ada orang lain dihadapannya sekarang.
"Akh, sudahlah. Lupakan! Apa kau teman Joongie, namja tampan?", Tanya Heechul yang tiba-tiba saja mood-nya berubah.
"ne? ani, aku hanya teman sekelasnya saja, ahjumma"
"aku tak peduli, cha! Masuklah, ikutlah sarapan..", ajak Heechul dengan senyumnya. Jaejoong yang mendengar ajakan eommanya, sontak menoleh, "eomma, kenapa namja itu ikut makan? Joongie kan bilang kalau-"
"apa? Kau mau menentang perkataanku? Tak akan kuberikan uang jajanmu hari ini kalau begitu!"
"yak, mana bisa begitu eomma~ Kau mau lihat anakmu yang tampan ini mengemis dijalanan karena tak bisa makan?", mohon Jaejoong tak terima dengan menunjukkan puppy eyesnya.
"kalau begitu ajak dia sarapan, dan cepatlah bersiap. Temanmu saja sudah siap, tapi kau masih mengenakan piyama, tak malu apa?", Heechul berucapa seraya memerhatikan Jaejoong dan Changmin.
Jaejoong yang baru tersadar memerhatikan pakaiannya dan beralih menatap Changmin disebelahnya yang menatapnya dengan senyum sinisnya.
Jaejoong yang mersa malu langsung saja berlari kekamarnya sembari berteriak, "Yak eomma! Kenapa tak bilang dari tadi!", dan pintu kamar Jaejoong tertutup dengan bantingan yang cukup keras.
Suasana mendadak hening, tidak ada satupun yang berbicara. Hingga Heechul kembali mengajak Changmin, "ayo nak, ikut kami sarapan".
"a-ah, tapi aku sudah sarapan ahjumma.. Terima ka-"
KRUYUUKK~
Sontak saja Changmin tertunduk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Sedangkan Heechul sudah tertawa lebar mendengar perut Changmin berbunyi.
"a-ah, maafkan aku ahjumma.. Ini pasti karena aku hanya memakan sebungkus ramyun tadi, hehe..", ucap Changmin dengan senyum tiga jarinya.
"Aigoo, kau sarapan hanya dengan ramyun instan? Tidak boleh, kau harus makan lagi! Jja, ikutlah sarapan, kau boleh makan sepuasmu.. Oh iya, sapa namamu anak manis?"
"N-ne, kalau begitu. Jung Changmin imnida, ahjumma..", balas Changmin setengah malu.
"ahh, kau itu tampan dan manis.. Cha, makanlah. Nanti kau berangkat saja dengan Joongie, bertemanlah dengannya ne?"
"ne, ahjumma..", balas Changmin seraya berterimakasih. Untung saja rumah Jaejoong adalah rumah terakhir yang harus dikunjunginya, sehingga ia tidak perlu menerima omelan dari atasannya tersebut.
.
.
.
Jaejoong dan Changmin berjalan beriringan menuju halte. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka, hingga mereka menaiki bus menuju kampus mereka.
Saat masuk, hanya tersedia satu kursi kosong. Jaejoong dan Changmin yang melihat itu, sontak saja lansung berlari memperebutkan tempat duduk tersebut. Untungnya bagi Changmin yang berkaki panjang, dengan cepat ia mengambil tempat duduk itu.
Jaejoong hanya mampu memberengut tak suka. Sekali lagi ia harus mengalah dengan tiang listrik dihadapannya ini.
Tak disangka oleh keduanya, ternyata banyak sekali orang yang memasuki bus ini. Membuat Jaejoong yang berdiri berdempetan dengan yang lain. Dan terkadang Jaejoong tersenggol dengan namja-namja yang menatapnya seakan ingin memakan namja manis tersebut.
Changmin yang melihat Jaejoong diganggu menjadi risih. Langsung saja ia berdiri dan menarik Jaejoong untuk duduk.
"Sudahlah, kau saja yang duduk. Aku lebih suka berdiri..", ujar Changmin santai.
Jaejoong yang terkejut dengan sikap Changmin yang tiba-tiba, merunduk malu. Menyembunyikan wajahnya yang cukup merona.
Untung saja Changmin tidak melihatnya. Changmin tampak sibuk memberikan tatapan membunuh kepada namja-namja mesum yang menatap lapar Jaejoong.
Sesekali Jaeoong melirik Changmin yang sekarang asik berdiri dengan earphone yang terpasang ditelinganya. Membuatnya sekarang terlihat tampan dimata Jaejoong.
.
.
.
Pelajaran berjalan seperti biasa. Namun sepertinya ada yang berbeda dengan Changmin hari ini. Bahkan tadi Jaejoong bisa duduk ditempatnya yang dulu, sedangkan Changmin pindah kebelakang. Membuat Jaejoong heran sendiri.
Tak mau berpikir panjang, ia kembali berjalan menuju tempat kerjanya sekarang.
Setibanya disana, Jaejoong langsung mengerjakan tugasnya dengan telaten. Sebagai pegawai baru sudah seharusnya ia memberikan kesan yang baik bukan?
Pintu café terbuka saat Jaejoong sedang asik mengelap meja sembari bersenandung. Hendak memberikan ucapan selamat datang kepada pelanggan yang baru masuk tersebut, membuat Jaejoong membalikkan badannya dengan cepat dan tiba-tiba saja ia terpeleset karena tidak mengetahui ada air yang tumpah dibawahnya.
"UWAAA!"
'Apa yang akan terjadi padaku? Apa aku akan pingsan? Ditertawakan pelanggan? Omo, omo, apa aku akan dipecat? Eotokkhae!?', batin Jaejoong nelangsa.
Sebelum banyak pikiran buruk menggerayangi otaknya. Tiba-tiba saja dirasanya sepasang lengan kokoh menahan berat badannya agar tidak terjatuh. Membuat Jaejoong terdiam.
Diangkatnya kepala yang sedari tadi menunduk. Melihat wajah orang yang menangkap dirinya tersebut.
'Uwaa~ Aku diselamatkan namja tampan ini..', batin Jajeoong. Siapa yang tidak senang bila dirimu sedang dipeluk oleh namja tamapn. Meskipun tidak kau kenali sama sekali.
"Ada apa ribut-ribut?", ternyata suara teriakan Jaejoong tadi membuat sang manager keluar dari ruangannya.
Mendengar suara atasannya, sontak saja Jaejoong langsung berdiri dari dekapan namja tampan tadi.
"Apa yang terjadi Jae- ahh.., sajangnim. Apa kabar? Kenapa sajangnim tidak memberitahu saya dulu kalau sajangnim ingin berkunjung?", tanya sang manager pada namja disebelah Jajoong.
Mendengar hal itu, sontak saja Jaejoong langsung menoleh ke namja disebelahnya. 'Mwo? Sajangnim? Jangan bilang kalau namja ini pemilik café ini..! Aigoo, hal tadi benar-benar memalukan, tapi sajangnim ini benar-benar tampan..'.
"Maafkan saya Lee ahjussi, kebetulan saya sedang berada dikawasan ini. Jadi saya sempatkan saja untuk melihat perkembangan café..", ujar namja yang disebut sajangnim tadi.
"Ahh, baiklah kalau begitu. Oh iya sajangnim, saya lupa memberitahu anda kalau kita memiliki pegawai baru. Hei anak baru, perkenalkan dirimu!", jelas Lee ahjussi –manager café- pada sang sajangnim.
"A-ah, ne. Selamat sore sajangnim, Kim Jaejoong imnida.. maaf sudah merepotkan anda barusan", ujar Jaejoong agak gugup. Bagaimana kalau ia dianggap tidak sopan terhadap atasannya sendiri, bisa mati ia.
"Ne, tidak apa-apa. Jung Yunho imnida, saya pemilik café ini. Sepertinya umur kita tidak terlampau jauh ne, Kim Jaejoong-ssi?", jelas Yunho, sang pemilik café.
"Kemungkinan begitu sajangnim, saya masih kuliah semester empat.."
"Ohh, bagus kalau begitu. Ahaha..", balas Yunho dengan senyum yang terpatri diwajahnya.
Jaejoong yang tidak mengerti apa maksud atasannya tersebut hanya mengendik heran.
"Ya sudah, lanjutkan saja pekerjaanmu, Jaejoong-ssi.."
"Ne, kalau begitu saya permisi sajangnim.."
.
.
.
Hari ini Jaejoong agak pulang terlambat dari biasanya. Membuatnya sedikit ngeri melihat jalanan yang mulai gelap. Berdoa saja semoga bus yang ditumpanginya masih ada.
TIN! TIN!
Tiba-tiba saja suara klakson mengagetkannya.
Jaejoong yang merasa klakson tersebut memanggilnya, menolehkan kepalanya. Bagaimana ia bisa tau? Salahkan saja dirinya yang hanya jalan sendirian saat hari mulai malam.
Mobil Audi hitam yang membunyikan klakson tadi berhenti. Kaca mobil tersebut perlahan menurun, menampakkan wajah atasannya, Jung Yunho.
Melihat bahwa itu adalah Yunho, Jaejoong langsung membungkukkan badannya.
"Jaejoong-ssi, apa kau baru saja pulang?", tanya Yunho.
"Ne, sajangnim".
"Apa kau mau kuantar pulang?" tawar Yunho.
"Ye? Ah, tidak perlu sajangnim, saya bisa pulang sendiri.. Lagipula hari masih belum terlalu gelap", tolak Jaejoong tak mau merepotkan atasannya tersebut.
"Kau yakin? Ini sudah mau pukul 7 malam, Jaejoong-ssi. Bagaimana kalau tiba-tiba ada yang mendatangimu dan merampokmu, melihat jalanan yang kau lewati ini cukup sepi..", tawar Yunho lagi dengan menakut-nakuti Jaejoong, memiliki maksud lain eoh?
Jaejoong yang mendengar perkataan Yunho bergidik ngeri. 'Benar juga ya, jarak dari sini ke halte masih cukup jauh. Kalau ditengah jalan ada yang mendatangiku bagaimana? Hiie~'.
Melihat sikap Jaejoong yang bergidik ngeri, membuat Yunho tertawa dalam hati.
"a-ah.. B-benarkah sajangnim? Kalau nanti aku dirampok bagaimana? Nanti aku tak bisa pulang..", ucap Jaejoong nelangsa.
"Makanya, kau kuantar saja, Jaejoong-ssi.. Kebetulan aku juga masih ingin berlama-lama diluar..", ajak Yunho setengah berbohong.
"Benarkah? Gamsahamnida sajangnim..", Jaejoong pun langsung mengikuti ajakan atasannya tersebut. Ia kan tidak mau dirampok, lagipula lumayan, gratis..
Setelah mobil Yunho berjalan cukup jauh, mereka kembali berbincang-bincang.
"Jaejoong-ssi, berhubung umur kita tidak terpaut terlalu jauh, kau panggil aku hyung saja ne…", ujar Yunho.
"ne sajang- eh, hyung.. Kalau begitu hyung panggil aku Jaejoong saja ne?", balas Jaejoong.
"ne Jaejoong-ah, kalau begitu kita berteman ne?"
"ne hyung", dan pembicaraan mereka terus berlanjut membahas hingga sampai didepan rumah Jaejoong.
Tak tahu saja Jaejoong bahwa namja disebelahnya itu tengah bersorak senang dalam hatinya. Yah, semenjak kejadian di café tadi, entah mengapa begitu melihat Jaejoong, Yunho langsung dibuat terpesona oleh namja cantik itu. Membuatnya ingin mendekatinya lebih jauh.
.
.
.
Esoknya, suasana rumah Jaejoong kembali ramai. Bagaimana tidak, saat dibangunkan oleh eommanya tadi, ia disuruh mengajak tiang listrik untuk sarapan dirumahnya. Eommanya beralasan bahwa Changmin harus makan makanan yang sehat, padahal kemarin saja namja itu makan sampai tiga porsi saat sarapan. Tentu saja namja itu sehat.
Dan lihatlah sekarang. Namja tiang listrik itu sudah asik mengunyah makanan dihadapannya dengan begitu lahap, dengan sekali-kali eommanya mengambilkan lauk pauk kedalam piring namja itu.
"Ayo dimakan Changmin-ah, anggap saja rumah sendiri. Kau itu kalau sarapan harus makan yang sehat ya, jangan makan mi instan lagi, tidak baik untuk lambungmu!", nasihat Heechul.
See? Sebenarnya sekarang anaknya itu aku atau Changmin sih?
"Ahjumma punya ide bagus! Bagaimana kalau setiap sarapan kau mampir kerumah kami saja, Changmin-ah.. Ahjumma pasti sangat senang..", ujar Heechul.
"UHUK! UHUK!"
Perkataan Heechul tadi langsung membuat Jaejoong tersedak, segera saja ia mengambil minum dan menelannya sampai habis.
"Yah, mana bisa begitu eomma~.. Masa setiap hari aku harus bertemu dengannya?", protes Jaejoong tak terima dengan keputusan eommanya itu.
Changmin yang mendengarnya hanya tersenyum senang. Bagaimana mungkin ia menolak ajakan untuk makan kan?
"Apa boleh ahjumma? Kalau boleh aku akan dengan senang hati selalu mampir kesini..", balas Changmin menyetujui ajakan Heechul. Hal itu tentu saja membuat Heechul senang dan menghasilkan protesan tidak terima Jaejoong.
"Tentu saja boleh, Changmin-ah.. Saat pertama mengenalmu saja, ahjumma langsung menyukaimu.. Kau itu tampan dan manis, kau juga tidak pernah protes apapun pada ahjumma. Tidak seperti Jaejoong, omel sana sini.. Dasar bibir bebek", Heechul langsung menatap sinis Jaejoong saat ia mengejek anaknya sendiri.
"Mwo? Yak eomma, aku kan cerewet begini karena kau sendiri yang menurunkannya padaku. Appa kan pendiam, tidak sepertimu yang cerewet, weekk! YAH, EOMMA! Appo!", balas Jaejoong tidak terima. Tapi malah dirinya sendiri yang berakhir dijewer oleh Heechul.
Changmin yang melihat pertengkaran kecil keluarga didepannya itu terdiam. 'Setidaknya mereka bertengkar bukan karena hal buruk, bahkan mereka masih saling tertawa satu sama lain.. Hahh~', batin Changmin.
Ia jadi teringat masa lalunya lagi. Heechul dan Jaejoong yang melihat Changmin terdiam, menjadi heran.
"Kenapa Changmin-ah? Apa ada yang aneh?", tanya Heechul. Sifat keibuannya muncul lagi.
Changmin yang mendengar perkataan Heechul langsung tersadar. "A-ah, t-tidak ada yang aneh kok, ahjumma.. Ini sangat enak!", cengir Changmin.
Sedangkan Jaejoong yang melihat perubahan sikap Changmin hanya memerhatikan namja tersebut.
Bahkan saat mereka berangkat dan sudah masuk kedalam bus, Changmin masih saja melamun. Membuat Jaejoong jengah sendiri.
"hei..", tak digubris.
"hei..", lagi.
"HEI, JUNG CHANGMIN!", bentak Jaejoong cukup tak sabar dengan sikap Changmin.
Suara Jaejoong mengembalikan Changmin kealam sadarnya. "N-ne? A-ada apa?", tanya Changmin bingung.
"Ada apa apanya? Kau tuh yang ada apa, kau kenapa sih? Dari tadi melamun terus..", heran jaejoong.
"O ya? Apa aku melamun dari tadi?", tanya Changmin mendadak bego.
"huh? Kau ini sebenarnya kenapa sih? Sudahlah, cepat turun! Kita sudah sampai!"
"a-ah, nee..".
.
.
.
Semenjak kejadian tadi pagi, hari ini Jaejoong jadi terus memikirkan Changmin. 'Sebenarmya ada apa dengan namja itu?', batinnya.
Dan sekarang sudah jam pulang. Tidak sengaja matanya menangkap sosok Changmin yang baru saja keluar gerbang. Dengan cepat, Jaejoong berlari mengejar Changmin. Ditepuknya pelan pundak namja yang lebih tinggi darinya itu.
"Hei Jung Changmin, kita pulang bareng yah..", ajak Jaejoong.
Changmin sedikit heran melihat sikap Jaejoong yang tiba-tiba akrab dengannya.
"Ah, mian Jae.. Tapi hari ini aku ada urusan, sampai jumpa besok..", pamit Changmin dan langsung berlari menjauhi Jaejoong.
Jaejoong yang melihat kepergian Changmin terheran dengan perubahan sikap namja itu. Tak mau ambil pusing, ia pun melangkahkan kakinya menuju halte bus untuk pulang. Setidaknya hari ini ia bisa istirahat, mengingat ia memiliki waktu kerja yang berbeda sebagai mahasiswa dan kebetulan sekarang ia libur.
.
.
.
Changmin berjalan menuju tempat kerjanya. Selain menjadi loper Koran, Changmin juga bekerja sebagai guru les privat. Untung saja otaknya cerdas, jadi ia bisa mengajar orang lain.
Sekarang ia sedang mengajar bocah SMA bernama Cho Kyuhyun. Padahal bocah itu sendiri sudah cukup pintar, hanya perlu menjelaskan beberapa hal yang perlu dihetahuinya saja. Bahkan sekarang mereka malah bermain PS dikamar Kyuhyun. Untung saja orangtua Kyuhyun tidak pernah mengetahuinya, jadi upahnya tidak akan dipotong, ahaha.
Saat dirasa waktu sudah menunjukkan waktu pulangnya, ia pamit pada keluarga Kyuhyun. Dan melanjutkan perjalanan kerumahnya.
Changmin berjalan pulang menuju rumahnya, memang jarak rumahnya dengan Kyuhyun tidak begitu jauh. Tiba-tiba saja terlintas dipikirannya untuk pulang melalui jalan rumah Jaejoong, 'siapa tau namja itu tidak sengaja melihatnya', pikirnya.
Changmin berjalan sambil bersenandung kecil dengan kepala merunduk. Saat sudah mendekati rumah Jaejoong, ia pun mendongakkan kepalanya. Namun sialnya, ia malah melihat hal yang membuatnya kesal.
Dihadapannya terlihat jelas Jaejoong berdiri didepan gerbang dan sedang mengobrol dengan namja bermobil hitam.
Tentu saja Changmin mengetahui siapa namja yang sedang berada dihadapan Jaejoong itu, Jung Yunho, hyungnya. Ia sudah tau, pasti tak lama setelah Jaejoong bekerja ditempat itu, Jaejoong akan bertemu dengan Yunho. Tapi ia juga tidak menyangka kalau hyungnya itu malah mengunjungi rumah Jaejoong.
Jaejoong yang merasa diperhatikan seseorang, sontak menolehkan kepalanya.
"Hei, Changmin-ah, sedang apa berdiri disitu?", Tanya Jaejoong heran melihat Changmin yang hanya berdiam diri.
Sedangkan Yunho yang merasa Jaejoong menyebutkan nama yang sudah tidak asing ditelinganya, mengikuti arah pandang namja cantik itu.
Ditatapnya sebentar 'dongsaeng'nya itu, "hei Jung Changmin, apa kabar huh?", sapa Yunho sinis.
"Lho, hyung kenal dengan Changmin?", Tanya Jaejoong heran mendengar Yunho memanggil Changmin dengan santainya.
"Bagaimana mungkin aku tidak kenal Jae, Changmin 'dongsaeng'ku..", balas Yunho.
"Ooh, dongsaeng.."
1 detik
2 detik
3 detik
4 det-
"Mwo? Dongsaeng hyung? Benarkah?", Jaejoong benar-benar tidak menyangka kalau Changmin itu adik dari atasannya itu.
"Hum..", balas Yunho.
Sedangkan Changmin yang sedari tadi diam memerhatikan interaksi keduanya, langsung berbalik badan dan pergi. Menghiraukan panggilan Jaejoong padanya yang tiba-tiba saja pergi.
"Hei Changmin, kau mau kemana?", heran Jaejoong melihat sikap Changmin yang tiba-tiba berubah.
Sedangkan yang dipanggil sudah menghilang dari pandangannya.
.
.
.
Tarik Boxer Changmin~ (TBC)
Alohaa~ , annyeong readers..
Sesuai pesan kalian, author update ASAP, hahaha.. Makasih buat kalian yang udah me-review chapter kemarin, dan makasih juga buat requestan-nya, author udah ngambil keputusan untuk cerita ini. Author juga udah dapet ide untuk endingnya.. Jadi kalian sabar aja ne untuk kelanjutan storynya, Author usahain biar update lebih ASAP lagi, ehehe.. Sebagai readers yang baik, lanjutin baca ne.. Mian kalo belom kerasa feelnya, ini kan baru stratingnya. Jadi masih ada yang lainnya, bersabar ne..
Thanks to : joongie (Guest), anakyunjae (Guest), , yyunjjae (Guest), Guest, Lawliet Jung, Michelle Jung, (Guest), ccsyaoran01, Jae-Kky30, namefake, baby jung, cassieswift (Guest), hyena lee, cassienovia92, Taemmin (Guest), 1, dan minjaeboojilid2…
Read and review, please~.. ^.^
By AidenLee15
10:18 AM
