I Want To Dream With You Forever Chapter 8: Prom Night: Wajahmu mengalihkan duniaku

Haruno Sakura sibuk mengobrak-abrik lemari pakaiannya. Ia sedang kesal karena acara pengungkapan perasaannya terganggu oleh adik 'kesayangannya'.
Shabaku No Temari menatap Sakura agak Ino memperhatikan Sakura yang tengah mengobrak-abrik lemarinya dengan pandangan aneh.
"Mau sampai kapan kamu mengacak-acak lemarimu, hah? Kita bisa telat ke Prom, nih."kata Temari
"Sebentar."sahut Sakura tanpa menoleh.
Ino menghela napas.
Ia membetulkan gaun berwarna merah mudanya, dengan pita di bagian pinggangnya.
"Iya, Sakura. Sepertinya Sai sudah menungguku."
Ino menghela napas lagi, pandangan sedari tadi tertumbuk pada kotak yang berada di pojok kamar Sakura. Ia mengambil kotak tersebut dan melihat apa isinya. Sebuah gaun yang indah.
"Sebaiknya, kau pakai dress ini."Ino menyodorkan kotak tersebut pada Sakura.
Sakura tampak terkesiap. Kenapa ia sampai lupa?
dengan sigap Sakura segera meraih kotak tersebut. "Kenapa aku sampai lupa, sih? Bodoh." Sakura bergumam.
"Cepat pakai. Kami akan menunggu di luar."ucap Temari kemudian, berpura-pura ketus. Ia berjalan keluar kamar Sakura , memberi waktu khusus pada gadis itu untuk berganti pakaian.
Manik Temari mengerjap kearah Ino. Ino tersenyum misterius lalu bangkit dan berjalan keluar kearah ruang tamu.
Tanpa memperdulikan hal tersebut ia lekas-lekas berganti pakaian

I Want To Dream With You Forever

Chapter 8: Prom Night: Wajahmu mengalihkan duniaku

Naruto bukan punyaku. Penciptanya cari sendiri di mbah gugel.

Sakura H. & Naruto U.

Friendship/Romance

Teen

Ttypo, OOC, OC, abal, gak jelas dan warning lainya.

Hola-hola! Author gaje ini, balik lagi dengan fanfic NaruSaku cahpter 7. wah, sudah masuk Prom Night, nih. Berarti sebentar lagi fanfic ini akan tamat. Haaaaah. Dengan berat hari sekali.

Ah, takut ngebosennin. Lanjut aja, yuk, let's go to the TKP.

Aku tidak ingin flame darimu. Jadi, jika kau membenci fanfic ini, silahkan kembali ke page sebelumnya. Karena aku tidak mau memberikan flame yang lebih pedas lagi dari flamemu. CAMKAN ITU! #dia emosi

Tapi, jika kau masih bersikeras membaca fanficku dan memflame apa boleh buat aku terpaska memberikan Flame yang sangat pedas padamu, terutama yang suka menghina fanfic-fanfic buatan Author penggemar NaruSaku.

Don't Like? Don't Read!

Simple and practical!

Enjoy it!

PLAY!

.
Tempat lain...
"Uh... Apa sih mau kalian? Kenapa aku di bawa kemari?"tanya Naruto saat teman-temanya 'menyeretnya' ke taman sekolah.
"Ikuti saja rencana ini. Mainkan gitar yang tadi di berikan Sasuke lalu nyanyikan lagu ini saat Sakura datang."ucap Kiba mengedipkan sebelah matanya.
"Kau mau membuatku malu dengan suara fals, hah?"ujar Naruto sewot.
Neji menenangkan, "Tenanglah. Bukan begitu. Suaramu kan sudah lumayan bagus, sejak latihan 2 bulan lalu."ucap Neji.
Naruto menatapnya dengan setengah mata.
"Pokoknya aku tidak mau."ucapNaruto, melipat kedua tangannya di depan dada.
Neji, Sasuke, Kiba, Shikamaru, dan Hinata menghela napas.
"Kau mau Sakura di rebut cowok lain?"celetuk Hinata.
Naruto menoleh cepat kearah gadis tersebut.
Apa? Sakura di rebut cowok lain? Tidak, tidak! Itu tidak boleh terjadi.
Naruto terpaksa menerima kenyataan yang pahit ini (?).
"Baiklah. Aku akan bernyanyi."
Neji, Sasuke, Kiba, Shikamaru, dan Hinata bersorak.
"Baguslah. Kami akan tunggu di aula olahraga, ya!"seru Kiba, lalu mereka berempat berlalu meninggalkan Naruto sendiri di taman.
Naruto merenggut, "Kenapa aku malah di tinggal sendiri, sih?"gerutu Naruto sambil duduk di bangku taman yang ada di belakang dinding labirin.

Akhirnya Sakura sampai di Konoha International High School yang sudah di dekorasi apik dengan bunga-bunga segar.
Mobil-mobil bergantian berhenti menurunkan para senior yang malam ini akan menghabiskan hari terakhir mereka di Konoha International High School.
Sakura merenggut saat Ino dan Temari meninggalkannya sendiri untuk pergi ke aula prom.
Muda mudi berpakaian indah berseliweran, tangan kanan para gadis tersemat corsage cantik dan tangan kiri mereka menggandeng pasangan masing-masing.
Sesaat Sakura merasa Self conscious berjalan sendirian tanpa pasangan. Huh. Naruto pakai acara malas datang lagi. Padahal Prom Night kan cuma sekali dalam seumur hidup. Ah, Sakura menyadari satu hal. Mana mungkin Naruto mau melewatkan acara seperti ini, apalagi kalau dirinya datang. Dasar, Naruto. Paling-paling hanya akal-akalannya saja, batin Sakura.

Tiba-tiba Sakura merasa underdressed dalam balutan dress klasik yang di belikan Rin tersebut, di antara gadis-gadis bergaun malam keluaran model terbaru. Persetan dengan para gadis.
Matanya sibuk mencari-cari sosok Naruto. Musik mulai mengalun, pertanda dansa prom akan di mulai.
Sakura terdorong ke pinggir, ia merasa tersingkirkan untuk sesaat.
Sudah beberapa tawaran dansa yang ia tolak dari beberapa teman seangkatannya atau adik kelasnya. Tentu saja ia ingin Naruto yang mengambil dansa pertamanya.
Sakura menghela napas. Dengan wajah sedih,ia bergumam, "Seharusnya tadi aku tidak usah datang kemari. Dia mengingkari janjinya! Naruto no baka!"
seorang adik kelas perempuan menghampirinya.
Gadis itu tampak sangat cantik dengan balutan dress desainer Mariko Shinoda. Ia tahu siapa itu Mariko Shinoda, seorang desainer terkenal mantan member AKB48. Baiklah! Kita disini bukan membicarakan tentang dress yang di pakai si gadis adik kelas, Mariko Shinoda atau desainer, melainkan kertas yang di bawa gadis tersebut

"Haruno-senpai, kan?"Gadis itu tampak tersenyum.
Sakura mengangguk.
"Ada surat dari Namikaze-senpai."ucap gadis itu lagi.
Sebelum Sakura sempat berucap, gadis itu sudah keburu pergi dari hadapan Sakura, sebelum gadis berusia 17 tahun itu membuka surat dari Naruto. Sakura mengernyit membaca isinya.
TEMUI AKU DI LABIRIN TAMAN SEKOLAH. SEKARANG.
Namikaze Naruto.
Sakura mengedikkan bahunya. Tanda masa bodoh. Namun, ia berjanji akan menghajar Naruto sudah membuatnya merasa Self conscious. Ia segera berjalan kearah labirin taman sekolah.
Dentuman hak sepatu putihnya berdentum di lantai marmer aula olahraga. Dengan langkah lebar-lebar, Sakura berjalan kearah taman. Gaunnya berkibar kebelakang sesuai tempo jalannya.
Ia sampai di taman. Tepatnya di tengah labirin yang ada air mancur. Kosong. Tidak ada siapa-siapa.
Sakura memutar tubuhnya berulang kali sambil melirik kesudut manapun.
Ia menghela napas. Rasanya inginmengamuk saja. Melampiaskan kekesalannya pada si kuning bodoh itu. Tidak enak di permainkan begini. Saat Sakura membelakangi sudut Timur. Sebuah suara membuat Sakura mematung.
"Tetap menghadap selatan, Sakura. Sampai aku memasuki bagian Reff. Kau boleh berbalik dan melihatku. Jika kau lakukan itu sebelum memasuki Reff, aku akan pergi untuk selamanya."ucap suara itu.
Sakura diam.

"Kau… kau berani mengancamku?"nada suara Sakura meninggi. Ia tahu, Naruto menggeleng.

"Tidak. Aku serius."

Setelah itu, Sakura memilih diam. 2 detik kemudian Naruto memetik gitarnya.
Lagu yang di pilihnya kali ini adalah Afgansyah Reza-Wajahmu mengalihkan duniaku.
Naruto mulai mengalunkan suaranya.
" Ketika kau lewat di bumi tempat ku berdiri

Kedua mata ini tak berkedip menatapi

Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku

Tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu"

Sakura terkesiap mendengar suara merdu Naruto yang jarang di dengarnya. Apa Naruto lipsync? Ah, mana mungkin dia lipsync. Kalau lipsync, ini suara siapa? Ingin menoleh kebelakang. Namun, ia takut Naruto hilang tiba-tiba. Ia takut ini hanya mimpi.
" Tujuh hari dalam seminggu

Hidup penuh warna ku coba mendekatimu

Memberi tanda cinta

Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan

Wajahmu mengalihkan duniaku."

Sakura menoleh kebelakang menghadap Naruto.
Ia terpesona dengan penampilan Naruto yang mengenakan tuxedo hitam
" Hey .. Hey .. Hey.. Pesonamu

Dan wajahmu mengalihkanku..."
Sakura ingin menangis. Wajahnya semerah kepiting rebus. Apa Naruto menyatakan cinta padanya? Uhohoho. Belum tentu, Sakura. Jangan terlalu ge"er dulu kau..
" Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku

Tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu"
Naruto berjalan pelan mendekati Sakura. Sebenarnya ia merasa nervous. Tapi, anehnya kenapa suaranya mendadak merdu begini.
Ia tidak tahu bahwa mereka berdua di awasi oleh siswa/I Konoha International High School termasuk para guru-guru.
" Tujuh hari dalam seminggu

Hidup penuh warna ku coba mendekatimu Memberi tanda cinta

"
Ia masih terus mengalunkan bait demi bait lirik lagu Afgan tersebut.
"Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan Wajahmu mengalihkan duniaku."
Sakura meneteskan air matanya.
"Hidupku penuh warna

Ku selalu mendekatimu memberi tanda cinta hooo ooo..!"nyanyi Naruto sambil tersenyum seolah menyakinan Sakura bahwa ia selalu memberikan cintanya pada gadis itu tanpa sepengetahuannya.
Naruto kembali menghampiri Sakura dan hendak kembali menyanyikan reff dari lagu tersebut.

"Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan Wajahmu mengalihkan duniaku!"nyanyi Naruto. Ia kini mulai berani menggenggam tangan mungil Sakura.
"Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan

Wajahmu mengalihkan duniaku…"

teman-teman Naruto mendadak menjadi background song Naruto. Diam diam dalam hati ia merutuki teman-temanya.
Naruto menatap kedalam mata Sakura.
"Mengalihkan duniaku

Mengalihkan duniaku

Mengalihkan duniaku"sambung Naruto.
Setelah selesai, Naruto beringsut mundur. Wajahnya sudah memerah layaknya kepiting rebus.
Sakura menampilkan ekspresi seakan-akan mengatakan 'Ada apa?'
Naruto menunduk. Wajahnya masih terasa panas. Lagu Wajahmu mengalihkan duniaku masih terus dialunkan oleh teman-temanya dan guru-gurunya.
Sakura tersenyum senang. Air matanya mengalir. Dengan slow motion ia berlari Naruto dan memeluk cowok itu.
"Sankyuu."bisik Sakura tepat di telinga Naruto membuat kesan geli di telinga pemuda itu.
Teman-temanya berjalan masuk ke lingkaran labirin.
Lagu Afgan masih terus mengalun.
Naruto melepaskan pelukan Sakura.
"Haruno Sakura-chan, aku mencintaimu. Maukah kau melengkapi hidupku? Menjadi pasanganku?" tanya Naruto serius.
Sakura tertegun. Lalu mendengus.

"Kenapa menyatakannya pakai embel-embel Chan sih?"

Naruto menggaruk tengkuknya kikuk, "Ma, Maaf. Ha-habisnya aku gugup banget."sahut Naruto
" Engkau wanita tercantikku yang pernah ku temukan Wajahmu mengalihkan duniaku!" di suasana yang hening seperti ini pun, teman-teman Naruto dan Sakura masih menyanyikan background lagu tersebut.
Sakura menyeka air matanya.
"Maaf. Aku tidak bisa..."Sakura menggantungkan ucapannya.

Sekilas wajah Naruto menujukkan kekecewaan. Dan background song itu berubah menjadi keheningan.
"... Aku tidak bisa menolak semuanya. Aku mencintaimu, Naruto Namikaze."
sedetik kemudian suara seruan terdengar dan Naruto memeluknya.
Semua orang yang ada di situ mulai mengalunkan lagu High School Musical-Can I Have This Dance.
Sakura dan Naruto menari mengitari kolam air mancur diikuti Hinata dan Sasuke, lalu SaiIno, dan ShikaTema(walau pasangan ShikaTema masih tampak malu malu)
Naruto dan Sakura meramaikan suasana dengan bernyanyi. Naruto sedikit senang suaranya sudah agak merdu. (A/N: Bayangkan waktu Troy dan Gabriella dansa bersama di acara High School Musical 3. )

"Take my hand, take a breath
Pull me close and take one step
Keep your eyes locked on mine,
And let the music be your guide."Sakura bernyanyi lebih dulu.

"Won't you promise me (now won't you promise me, that you'll never forget)
We'll keep dancing (to keep dancing) wherever we go next"
setelah itu mereka berdua bernyanyi bersama.

"It's like catching lightning the chances of finding someone like you
It's one in a million, the chances of feeling the way we do
And with every step together, we just keep on getting better
So can I have this dance (can I have this dance)
Can I have this dance"

Semua siswa-siswi berdansa bersama termasuk guru-guru. Suasan tampak lebih ramai di banding di aula olahraga.

"Oh no mountains too high enough, oceans too wide
'Cause together or not, our dance won't stop
Let it rain, let it pour
What we have is worth fighting for
You know I believe, that we were meant to be"

Langit malam bertabur bintang bagaikan butiran-butiran gula memperindah keadaan saat itu. Pasangan yang baru saja resmi itu berdansa dengan mesra.

"It's like catching lightning the chances of finding someone like you (like you)
It's one in a million, the chances of feeling the way we do (way we do)
And with every step together, we just keep on getting better
So can I have this dance (can I have this dance)
Can I have this dance."

"Can I have this dance
Can I have this dance
"

Naruto menatap Sakura dalam, sedangkan gadis yang tengah di tatap memalingkan wajahnya. Di tengah keramaian itu, hanya Sakura dan Naruto yang diam saja.

"Uhm… Sakura-chan."Naruto memanggil Sakura.

Sakura tidak menoleh hanya merespon, "Ada apa?"

Naruto memegang tengkuk Sakura dan membuat gadis itu menoleh. Wajahnya memerah padam. Wajah Naruto dan dirinya tidak ada lebih dari satu jengkal.

"Bolehkah?" Naruto bertanya dengan senyum lembut di paras tampannya.

Sakura hanya mengangguk. Ia sendiri agak jengkel dengan Naruto. Jelas-jelas cowok itu sudah memciumnya sewaktu di Ferris Wheel.

3…

2…

1…

Chu~!

Naruto mencium Sakura dengan lembut. Dan tiga detik kemudian Sakura melepaskan ciuman Naruto.

"Ada apa?"

Sakura menunduk, menyembunyikan wajahnya sudah merah.

"Aku… malu."sahut Sakura.

Naruto tertawa mendengarnya, "Jujur saja, Sakura-chan. Aku merasa senang kau membalas perasaanku."

Sakura mendengus mendengar ucapa Naruto, "Sudah tau begitu. Kau sudah seharusnya senang, bukan?"

"Memang. Namun, bukankah setelah upacara kelulusan kau akan bertolak ke Paris?"

Mendengar hal itu Sakura mendesah kecewa.

"Kau benar. Ayahku sudah mendaftarkan ku di Universitas terkemuka di paris. Ku rasa aku tidak bisa menolaknya lagi. Maafkan aku."ucap Sakura kemudian.

Naruto tersenyum, "Tidak apa. Aku akan menunggumu pulang. Meski jika kau pergi terlalu jauh. Kau akan terus bersinar untukku, Teruslah berjalan. Tak perlu takut
Aku mencintaimu lebih dari siapapun daan aku ijinkan kau untuk menunjukkannya."

Sakura tersenyum dan memeluk Naruto, lalu tiba-tiba ia melepaskannya kembali.

"Apa maksudmu dengan 'Aku mencintaimu lebih dari siapapun daan aku ijinkan kau untuk menunjukkannya'?"Tanya Sakura heran.

Naruto mendekatkan wajahnya kearah Sakura agar terkesan mengancam. Hal itu membuat wajah Sakura memerah.

"Aku mencintaimu lebih dari siapapun dan aku ijinkan kau untuk menunjukkannya agar tidak ada lelaki lain yang berani mendekatimu selagi aku tidak ada di sisimu."kata Naruto.

Sakura meninju perut Naruto.

"Kau pikir aku wanita macam apa? Siapapun yang berani mendekatiku, pasti akan kuhajar sepertimu."

Naruto meringis, "Apa itu caramu memberi kasih sayang?"keluh Naruto.

Sakura berkacak pinggang, "Tentu saja!"

"Menakutkan.."Naruto bergumam. Sakura mendengar hal itu dan langsung memberi tatapan membunuh, "Apa katamu?"

"Ti, Tidak."sahut Naruto takut.

Sakura berlari mengejar Naruto, "Kemari kau, durian!"

Seandainya aku datang
Aku datang mendekat padamu
Apa yang akan ada di pikiranmu?
Aku tidak berani

Seandainya kau pergi
Kau pergi meninggalkanku
Entah bagaimana aku melepasmu
Aku selalu khawatir
Aku seperti orang bodoh
Hanya bisa memandangmu
Dan mungkin hatimu akan berpaling dariku
Dan karenanya jarak antara kita semakin melebar

To be Countiune

Oke. Udah mau sampe akhir nih. Kira-kira chapter 9 atau gak 10 endnya. Di tunggu aja, ya. Arigato. Mohon reviewnya.

Salam sayang

Sayaka Kashiwagi