Hey , It's Secret

Chapter 2 ( one of secret already opened)

Chapter sebelumnya

Taehyung menatap seokjin dengan puppy eyesnya yang membuat seokjin gemas serta mencubit pelan pipi taehyung.

"jangan lupa juga persiapkan 'makan malam' ku nanti" seokjin mengecup bibir taehyung sekilas dan merapikan seragam taehyung

Taehyung beranjak dari pangkuan seokjin dan mencium pipi seokjin sekilas.

"aku ke kelas dulu ya!" taehyung membuka pintu seokjin dan menutupnya kembali. Seokjin tersenyum maklum dan mengancingkan kemeja nya yang tadi dibuka taehyung.

Rahasia 3 : Siapa taejin?

Now Chapter

"Hyungie!" Jungkook segera menghampiri Taehyung yang baru saja tiba di depan pintu kelas mereka. Jimin yang di depan kelas sedang menongkrong bersama teman-temannya terlihat tertawa kecil (bayangin jimin disini jas sekolahnya dibuka ya *bleding*)

"aigoo .. wae kookie ?" taehyung menggelengkan kepalanya melihat sikap jungkook yang sangat imut. Ia khawatir , disekitarnya sudah banyak seme menatapnya 'lapar'

"hyung tidak diapa-apakan oleh kim seongsanim kan?" tanya jungkook khawatir

"aniya. Hyung hanya ditanyai untuk lomba biologi bulan depan" jawab taehyung sambil tersenyum

"syukurlah" jungkook menghela nafas lega

"ayo masuk. Sebentar lagi shin seongsanim datang"

Taehyung merenggangkan tangannya. Tubuhnya terasa pegal setelah duduk 4 jam sehabis istirahat. Beruntungnya ini sudah bel pulang, ia sangat ingin pulang dan segera beristirahat. Tidak beristirahat sepenuhnya sih. Ia masih harus menjemput 'seseorang' dahulu sebelum pulang.

"Hyung.. mau ke depan bersamaku?" tanya jungkook

"aniyo. Aku masih harus mengerjakan sesuatu. Pergilah duluan, aku nanti kedepan bersama jimin saja" Taehyung berkata pelan sambil melihat jimin yang duduk dibelakangnya sedang mendengarkan music dengan earphonenya sambil memejamkan matanya

"baiklah hyung. Kookie duluan ne"

"hati hati" taehyung melambaikan tangannya kepada jungkook

"Jimin. Ayo pulang" taehyung menarik earphone yang bertengger di telinga taehyung. Hanya tinggal mereka berdua di kelas. Murid lainnya sudah pulang sekitar beberapa menit yang lalu.

"hmm" Jimin membuka matanya, segera bangkit dari tempat duduknya disusul oleh taehyung dan berjalan keluar kelas

"Jim, taejin minta dititipkan sesuatu. Kira kira aku membelikannya apa?" Jimin menatap taehyung yang terlihat bingung di sampingnya

"astaga taehyung. Taejin kan 'anak'mu kau pasti tau keinginannya" jimin menatap datar taehyung

"hehe.. tapi seokjin hyung sudah membelikannya mainan. Aku membeli apa jadinya" taehyung tertawa hambar

"belikan saja ia pakaian baru"

"ah aku malas ke mall"

"kalau makanan?"

"makanan apa ? ia malas makan-_-"

"yasudahlah biarkan saja seokjin hyung yang membelikannya"

"yasudahlah"

Taehyung dan Jimin tampak keluar dari mobil yang berhenti tepat disebuah rumah yang tampak seperti mansion besar dengan arsitektur bangunan yang terlihat elegan dan mewah didominasi dengan warna putih. Taehyung dan Jimin memang tidak membawa mobil sendiri, mereka diantar supir yang disewa oleh kedua orang tuanya. Bukan berarti Taehyung dan Jimin tidak bisa mengendarai mobil sendiri. Jimin sudah mempunyai koleksi mobil sport yang di belikan ayahnya. Tetapi karena Jimin dan Taehyung dibiasakan hidup dari kecil untuk tidak bersikap berlebihan atau sombong, Jimin memilih untuk menggunakan mobil tersebut jika diluar sekolah, sedangkan taehyung memang sudah dilarang untuk menggunakan mobil oleh 'seseorang' yang mengkhawatirkannya.

Seorang anak lelaki kecil tiba-tiba keluar dari rumah dan terlihat menghampiri taehyung dan jimin. Taehyung tersenyum dan merentangkan tangannya

"EOMMA!" anak kecil itu segera memeluk taehyung. Taehyung memeluknya dan menggengdongnya.

"Hyung tidak disapa ya taejin" Jimin memasang muka cemberut kepada anak kecil yang terlihat imut dengan pipi tembam merahnya yang membuat semua orang gemas

"taejin lupa hehe.. annyeong jimin hyung"taehyung melepaskan gendongannya dan menyerahkan bocah imut itu kepada jimin

"eomma.. appa dimana ?" bocah imut yang bernama taejin itu memutarkan pandangannya mencari seseorang yang dipanggilnya "appa" itu

"appa belum pulang sayang" taehyung mencium pipi taejin

"ayo lebih baik kita masuk. Halmoni pasti sudah menunggu" Jimin melangkahkan kakinya memasuki rumah megah tersebut sambil memainkan rambut taejin yang sedang digendongnya. Diikuti oleh taehyung dari belakang

"aigoo.. jiminie taehyungie sudah pulang" seorang namja cantik yang terlihat sedang membereskan meja makan tersenyum melihat kedua anaknya pulang.

"hehe eomma sedang apa ? kok repot repot sekali ?" taehyung melihat eommanya –Park Baekhyun- yang sedang menyiapkan banyak masakan untuk makan malam mereka. Biasanya sih tidak sebanyak ini- pikir taehyung

"kata halmoni… daehyun haraboji akan datang dari Thailand eomma" ujar taejin yang ada di gendongan jimin

"daehyun aboeji datang ?" jimin mengernyitkan alisnya bingung

"ne jimin-ah.. sekarang kalian siap siap. Appa sebentar lagi akan datang… taejin, sini sama halmoni" ucap baekhyun sambil menarik gendongan taejin

"eomma.. apa kunie akan datang?" Tanya taehyung

"eomma tak tau.. katanya ia sedang sibuk dengan sekolahnya" taehyung mengangguk mendengar penuturan baekhyun.

"oh iya taehyung. Jangan lupa suruh seokjin segera datang. Takutnya ia telat makan malam bersama kita"

"arraseo eomma"

Taehyung tampak keluar dari kamar mandi kamarnya dengan bathrobe yang melekat ditubuhnya. Ia melihat seokjin baru saja masuk kekamarnya dengan kemeja yang sama dikenakannya saat disekolah.

"hyung.. mandilah, daehyun appa nanti datang" taehyung menyerahkan handuk yang dipegannya dan melepaskan dasi yang dikenakan seokjin. Seokjin hanya menurutinya dan segera masuk ke kamar mandinya.

Taehyung segera memakai baju nya dan turun kelantai bawah untuk membantu eommanya yang sedang bersiap siap.

"eh appa sudah pulang" taehyung melihat namja tinggi yang memasuki rumahnya dengan pakaian jas yang menambah kesan tampan diwajahnya.

"ne.. mana eomma , tae?"

"lagi menyiapkan makan malam. Katanya daehyun appa mau datang dari Thailand." Taehyung mengambil tas sang appa untuk disimpannya

Baekhyun yang keluar dari dapur tampak melihat suaminya baru pulang kerja dan segera memeluknya.

"chan.. kau mandilah, daehyun mau datang"

"bukankah dia sedang sibuk di Thailand mengurus perusahaan nya ?" baekhyun tersenyum

"ne. ia akan datang dengan youngjae karena sedang ada proyek disini dan ia harus memantaunya sendiri. Sekalian liburan katanya"chanyeol mengangguk paham

"si bocah itu datang?" Tanya chanyeol

"bocah siapa? Kunie ?" baekhyun mengernyit bingung

"siapalah itu namanya sulit diingat-_-" baekhyun tertawa pelan

"ne tampaknya ia datang. Tapi jangan beri tau taehyung"kata baekhyun, chanyeol menganguk mengerti.

Sebenarnya apakah kalian mengerti maksud dari "Daehyun appa" dan Chanyeol sebagai suami Baekhyun?

Rahasia Pertama: Park Taehyung dan Park Jimin adalah saudara. (Cleared)

Taehyung dan Jimin merupakan saudara tiri. Taehyung dan Jimin sama sekali tidak mempunyai ayah dan ibu kandung yang sama. Baekhyun adalah ibu tiri Jimin, dan Chanyeol adalah ayah tiri Taehyung. Sedangkan Daehyun adalah ayah kandung Taehyung. Daehyun dan Baekhyun dahulu adalah sepasang suami istri hasil perjodohan kedua orang tuanya. Mereka sama sekali tidak saling mencintai, tetapi saling menyayangi. Baekhyun adalah teman daehyun sejak kecil. Mereka sudah direncanakan dan dijodohkan sejak kecil oleh orang tua mereka. Mereka menganggap daehyun dan baekhyun saling mencintai dan mereka berniat menjadikan baekhyun dan daehyun menjadi ikatan persahabatan dan bisnis orang tua mereka. Padahal kasih sayang yang daehyun berikan kepada Baekhyun bukan sebagai kekasih, tetapi kakak adik. Begitu juga dengan Baekhyun. Hingga akhirnya pernikahan mereka hanya berjalan tiga tahun dengan taehyung yang menjadi penengah kehadiran mereka. Taehyung juga dihasilkan dengan perbuatan tidak disengaja mereka berdua. Awalnya taehyung merasa kecewa mendengar orang tuanya akan berpisah dan terlebih sakit hati mendengar kejujuran dari kedua orang tuanya bahwa ia merupakan hasil dari ketidak sengajaan mereka. Tetapi baekhyun dan daehyun menjelaskan bahwa walaupun taehyung sebelumnya tidak diinginkan, tetapi sekarang taehyung merupakan anugrah terindah yang dimiliki daehyun dan baekhyun, dan mereka sama sekali tidak ingin kehilangan taehyung.

Taehyung akhirnya menerima kenyataan pahit itu dengan lapang dada. Ia merasa ia tak boleh egois mengatur percintaan kedua orang tuanya. Ia sudah bersyukur bahwa ia dibesarkan dengan kasih sayang yang cukup tidak seperti kisah kisah orang lainnya yang biasa ia dengar. Ia juga merasa orang tuanya membutuhkan jodoh yang tepat untuk mereka. Yaitu Baekhyun dengan seorang pengusaha sukses Park Chanyeol, dan Daehyun dengan seorang namja manis yang merupakan guru taehyung saat TK, Kim Youngjae. Jimin juga merupakan anak dari Chanyeol bersama istrinya dulu, yang kini telah tiada.

Jimin dan Taehyung saling menyayangi layaknya saudara kandung. Mereka mempunyai kebiasaan yang sama dan hobi yang cocok sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cepat sehingga membuat Chanyeol dan Baekhyun senang. Saat SMP , Jimin dan Taehyung sering sekali berkerja sama untuk mengerjai orang disekitarnya saat pulang dari sekolahnya.

FLASHBACK

Taehyung dan Jimin tampak berjalan melewati rumah rumah megah disekitar komplek rumah mereka dengan pakaian putih biru khas anak sekolah menengah pertama (anggep aja kayak di Indo .). Taehyung menghembuskan nafas bosannya dan menendang krikil krikil kecil yang di depannya sambil berjalan pelan. Jimin yang melihat taehyung bosan segera menepuk pundak taehyung.

"taehyungie. mau seru-seruan gak?"tanya jimin sambil menaik-turunkan alisnya dengan tersenyum licik. Taehyung mengernyit bingung

"maksud jiminie apa?" jawab taehyung bingung

"ituloh…" jimin menunjuk salah satu rumah dan menunjuk sebuah benda putih dengan gambar lonceng tertempel di dekat pagar. Taehyung yang mengerti langsung tersenyum dan memandang jimin dengan wajah liciknya.

"ne.. aku hitung satu sampai tiga.."

"satu"

"dua"

"tiga!"

TING TONG TING TONG TING TONG !

Suara bel berisik yang ditekan berkali kali mengundang sang pemilik rumah keluar dan memasang raut wajah kesal. Taehyung dan Jimin yang melihatnya cekikikan dan tertawa keras mendengar gerutuan bapak-bapak tua gemuk yang sedang berjalan kearah mereka sambil mengamuk

"dasar anak kecil kurang ajar kalian! Sini !"

"KABURRR!" jimin dan taehyung berlari sekencang kencangnya menghindari amukan bapak tersebut.

Flashback off

Jimin yang sedang asyik bermain dengan taejin dan juga seojin yang sedang membaca Koran di teras rumahnya dikejutkan dengan suara klakson mobil berasal dari balik pagar megah rumahnya. Kemana satpam rumahnya?-pikir jimin

Dengan terpaksa ia membuka pagar rumahnya sendiri dan meninggalkan taejin yang ditemani seokjin diteras.

To Be Continue

Note:

ANNYEONG! OMG im sorry to late update this chapter... soalnya aku ga ada waktu buat lanjutin ff ini dan untungnya hari ini ada waktu buat lanjutin ff ini sebelum di hapus ffn ^^~ mian lama update ya T_T aku nya sibuk banget sama sekolah ini aja ambil waktu diem diem mumpung libur kekekeke

maap ceritanya makin gajeeee huks soalnya aku bingung mau buat apa lagi dan kan ini satu rahasia kebongkar... yang 2 nya lagi belom walaupun rahasia dua duanya kalian pasti udah tau jawabannya apa :( tapi akan ada beberapa rahasia lagi yang aku buat kan sesuai dengan judul ceritanya kekekeke..

maaf ya ff aku nambah jelek tp pas selesai baca tinggalin review ya saran kritik apapun boleh biar aku semangat lanjutin dan memperbaiki ff aku ^^

ini juga ada terinspirasi dari hyun family kekeke ^^ sorry for to many typos in this chapter ...

gumawoyeo ~~