Naruto © Masashi Kishimoto
Rated: T
Gender:Tragedy,Romance.
Warning: CANON, OOC (mungkin), Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.
Don't Like? Don't Read!
"kalau boleh tau, saya akan dijodohkan dengan siapa?"
"Kazekage Suna, Sabaku no Gaara, Pertunangan kalian akan diresmikan saat pesta pernikahan dan pelantikan Naruto lusa"
"…."
'Apa aku tidak salah dengar? Pernikahan Naruto lusa? Dan dalam 2 hari lagi aku akan ditunangkan oleh pemimpin desa Suna? Ini gila!'
Para tetua menatap dengan penuh intimidasi "Kuharap tidak ada yang tahu berita ini sebelum saatnya Haruno-san"
Lalu para tetua pergi dan meninggalkan Sakura dan Tsunade di ruangan tersebut. Air mata lolos begitu saja dari kedua emerald indah itu. Hati sakura mencelos, ya dia baru saja berharap akan hidup bahagia bersama pangeran masa kecilnya. Dan ternyata takdir berkata lain
Tsunade menghampiri Sakura dan memeluk Sakura,"Sakura, kau sudah ku anggap sebagai anakku sendiri. Maafkan aku karena aku tidak bisa berbuat banyak untukmu saki"
Inner Tsunde berkata, 'Kami-sama kumohon berikanlah kebahagiaan untuk anak ini'
"Tsunade-sama, aku bingung. Haruskah aku senang karena mendapatkan suami yang baik, atau harus sedih karena kehilangan orang yang begitu aku cintai?"
Sambil mengusap punggung Sakura Tsunade menjawab, "Ssssh tenanglah saki, kau harus berfikir dari sisi baik buruknya. Sekarang pulanglah, dan tenangkan dirimu"
Sakura mengangguk dan mulai meninggalkan gedung hokage
Di sepanjang perjalanan Sakura menghindar dari semua anggota rookie-12. Ia berjalan memutar agar tidak melewati tempat-tempat yang biasa mereka tempati. Seperti toko bunga Yamanaka, Ichiraku, dan training field
Sakura's POV
Sudah seharian ini aku berada di apartemen, tidak ada keinginan untuk keluar. Bukannya aku tak mau membantu pernikahan sahabat pirangku dan Hinata. Hanya saja keputusan para tetua seperti pukulan telak bagiku, aku tidak bisa menghindar maupun menolak.
"Kami-sama apa yang harus aku lakukan"
Karena kelelahan menangis aku pun jatuh tertidur
Keesokan paginya aku terbangun oleh suara ketukan pintu
TOK TOK TOK
"Astaga siapa yang mengetuk rumah orang sepagi ini!"
Dengan langkah gontai akupun menuju pintu apartemenku dan menemukan sesosok makhluk
"Konohamaru? Apa yang membuatmu pagi-pagi mengetuk pintu rumah orang hah?!" Konohamaru hanya memberikan cengirannya
Inner Konohamaru 'Astaga Sakura-nee sangat menyeramkan, lebih baik aku segera menyampaikan pesan itu'
"Nee-chan aku disuruh Tsunade-baachan menemuimu, katanya kau ditunggu di ruangan hokage. Ada tamu untukmu"
Aku menautkan alis "Siapa tamunya?"
Konohamaru menggendikan bahu dan menjawab, "Aku tak tau nee-chan, sebaiknya kau segera mandi sana. Kau terlihat berantakan. Jaa nee-chan~"
Konohamaru langsung berlari pasti karena takut terkena bogem mentah dariku karena omongannya barusan, namun rasanya aku tak bersemangat untuk memukulnya. Jangankan memukul, teriakanku yang biasanya akan terdengar sampai training field pun tak dapat ku keluarkan
Aku langsung mandi dan langsung bersiap-siap menuju kantor hokage , sesampainya disana tanpa mengetuk pintu aku langsung masuk ke ruangannya.
"Tsunade-sama ada apa me…."
Aku tercekat, kalimatku bahkan tidak bisa sampai keujung lidahku, disana dia berdiri menghadap jendela. Sabaku no Gaara, calon tunanganku dan kami akan diresmikan errr-besok. Ia berbalik dan memandang kearahku, dan kami hanya saling menatap. Diruangan itu pula ada seorang tetua yang memegang sebuah kertas.
Tsunade mengakhiri keheningan ini ia berkata, "Duduklah Sakura"
Dengan kikuk aku pun menikuti perintahnya dan duduk di kursi dihadapan hokage itu
"Gaara, kau bisa duduk disini" Tsunade mengarahkan tangannya ke bangku tepat di sampingku
Ia hanya berjalan mengikuti perintah Tsunade. Suasana masih hening, lalu sang tetua membuka percakapannya
"Ehem! Sepertinya kalian sudah tau untuk apa memanggil kalian kesini. Aku sudah buat surat perijinan pernikahan kalian yang tinggal kalian tanda tangani. Waktunya dua bulan lagi. Dan untuk acara besok kuharap kalian bisa datang bersama. Walaupun acara kalian tidak ada undangan dan mendadak kalian tidak perlu khawatir karena banyak pemimpin desa dan orang-orang penting yang hadir besok"
Tiba-tiba ia bersuara "lalu apa yang harus kami lakukan?"
"Semua persiapan sudah kami selesaikan. Kecuali satu yaitu cincin pertunangan. Kalian bisa membelinya hari ini"
Aku hanya menghela napas pasrah, lalu tiba-tiba sebuah tangan kekar menggenggam tanganku dan membawaku pergi dari ruangan itu
Sakura's POV end
Suasana diantara mereka begitu canggung, tidak ada yang membuka percakapan setelah meninggalkan ruangan hokage, tangan sang kazekage pun masih melekat erat di tangan kunoichi merah muda terserbut. Banyak bisik-bisik yang terdengar dari para penduduk yang mulai menanyakan apa hubungan keduanya. Sakura merasa tidak nyaman dengan keadaan itu dan melepasakan gengamannya
"err a-ano kazekage-sama. Sebenarnya kita mau kemana?"
"membeli cincin pertunangan, ingat panggil aku Gaara sakura"
Sakura hanya manggut-manggut sambil membentuk bibirnya menjadi huruf o.
'Sikapnya masih dingin seperti dulu. Kukira ia sudah berubah'
tidak lama kemudian mereka telah sampai di toko perhiasan, dan seorang kakek tua menyambut mereka
"Selamat datang kazekage-sama Sakura-san"
Mereka hanya mengangguk untuk menjaga kesopanan, tak lama kemudian muncul seorang remaja perempuan
"Sakura-san? Wah akhirnya kau kesini juga. Ingin membeli cicin pernikahanmu dengan Uchiha-san ya? Bukannya klan Uchiha punya cincin sendiri?" ia bertanya dengan muka polosnya
Deg!
Sakura menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal "A-ano sebetulnya …"
"Kami akan membeli cincin pertunangan" Suara berat itu pun menginterupsi
Sang remaja perempuan tersebut hanya membuka dan mengatupkan mulutknya tanpa mengeluarkan suara dengan jari telunjuk yang diarahkan ke Sakura dan Gaara
"Su-Sumimasen kazekage-sama, g-go-gomenasai"
"Hn" hanya gumaman itu yang terdengar dari sang kazekage muda
Lalu ia melirik kearah sakura berkata, "pilihlah yang kau suka sakura"
Setelah selesai memilih cincin mereka keluar dari toko perhiasan tersebut
Gaara menggengam tangan sakura dan berkata, "Sakura, ada yang harus kita bicarakan"
Sakura hanya mengangguk dan mengikuti sang kazekage muda tersebut. Mereka lalu berhenti di sebuah taman dan duduk di bangku taman itu
"Arigato Sakura"
"U-untuk apa k-kau berterimakasih Gaara?"
"Karena kau telah menyelamatkanku. Aku pasti sangat merepokanmu sampai membuatmu pingsan selama dua hari. Gomen ne Sakura"
"E-eh! Ti-tidak sama sekali Gaara, itu sudah tugasku sebagai medic-nin. Lagipula waktu itu aku hanya kehabisan chakra dan kelelahan setelah perang"
"Sudah dua kali"
Sakura mengerjapkan mata tanda tak mengerti ucapan kage muda disampingnya
"Sudah dua kali kau menyelamatkanku, kalau dulu kau dan Chiyo-baasama tidak mengalahkan Sasori mungkin aku tidak aka nada disini sakura"
Sakura hanya terkekeh "hehehe dan aku juga tidak aka nada disini Gaara, mungkin aku akan tewas karena racun Sasori"
"Mungkin kita akan hidup tenang disana Sakura" Gaara pun tersenyum
"Ya tentu saja akan tenang karena tidak ada suara sib aka Naruto dan tak ada perang Gaara hahaha"
Kini keduanya pun terkekeh. Lalu keadaan menjadi hening
"Soal perjodohan ini, awalnya aku terkejut karena para tetua memintaku menikah. Alasan mereka umurku sudah mencukupi dan aku harus mencari pendamping karena aku seorang kage. Dan mereka menginginkan keturunan" Gaara menghela napasny sesaat "Lalu mulai terbersitlah di benak mereka tentang perjodohan antar desa yang akan membuat ikatan aliansi shinobi semakin kuat. Tadinya aku mengira akan dijodohkan dengan orang yang tak dikenal. Tapi aku bersyukur karena aku dijodohkan olehmu. Setidaknya kita sudah saling mengenal sebelumnya"
Sakura mendengarkan kalimat Gaara dari awal sampai akhir, dan sakura tau semua yang diucapkannya tulus.
"Aaa aku juga merasa beruntung dijodohkan dengan Kazekage muda sepertimu Gaara. Kukira aku akan dijodohkan dengan Daimyo yang sudah tua"
Gaara tertawa, "Mana mungkin kunoichi nomor satu di konoha yang cantik sepertimu dijodohkan dengan seorang Daimyo yang sudah tua Sakura" Semburat kemerahan mengisi pipi sakura "kalau itu terjadi aku jamin para tetua akan diincar oleh para fansmu karena semena-mena menjodohkanmu dengan kakek-kakek"
Sakura mendengus "Fans? Kau bercanda Gaara"
"Kau tidak tau selama aku di medan perang dan di Suna beberapa hari kemarin mereka terus memujimu Sakura."
"Mereka hanya bercanda Gaara, mungkin itu hanya ungkapan terimakasih mereka karena aku menyembuhkan mereka dengan katsuyu saat melawan Bijuu"
"Benarkah? Lalu tentang tenda medis yang dipenuhi surat cinta para shinobi itu apa?"
"Kau cerewet sekali Gaara, Fans mu pasti kabur mengetahui kau yang cerewet seperti ini"
Gaara hanya tertawa geli
"Tidak kusangka Komandan Utama pasuka aliansi Shinobi yang dingin dan berkharisma bisa secerwet ini"
"Jadi kau mengakui aku berkharisma eh?" pipi Sakura pun memerah lagi
Sakura mengerucutkan bibirnya, "Jangan menggodaku Gaara"
"Baiklah baiklah" Gaara pun mengelus kepala Sakura
Dari kejauhan terlihat sepasang mata onyx yang memandang tajam kearah mereka. Meskipun ia tidak mendengar percakapan mereka tetapi tetap saja itu membuat hatinya panas. Tangannya pun terkepal di samping tubuhnya. Giginya bergemeletuk menahan amarah yang memuncah. Kalu ini bukan tempat umum mungkin ia akan mengeluarkan amaterasu. Kau cemburu eh Sasuke?
