Naruto © Masashi Kishimoto

Rated: T

Gender:Tragedy,Romance.

Warning: CANON, OOC (mungkin), Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.

Don't Like? Don't Read!

Di Kantor Hokage

Tsunade sedang berdiskusi dengan para tetua, "Kenapa berita ini tidak disebarkan saja? Toh mereka akan tau juga"

"Kami tidak bodoh Tsunade-Hime, Kami tau kisah cinta Haruno dengan mantan ninja pelarian dari klan Uchiha itu. Walaupun mereka tidak menjalin hubungan namun aku yakin ada sesuatu diantara mereka, kita harus tetap waspada. Aku tidak ingin ada perang sebelum pertunangan itu diadakan"

Tetua lainnya menimpali "Dengan kata lain, setelah pertunangan itu Uchiha tidak akan bisa berkutik lagi"

Tsunade mendengus mendengarnya dan membatin,'picik sekali cara kalian'

Tsunade lalu berkata, "Apa kalian tidak memikirkan perasaan gadis itu?"

"Perasaan? Tsunde-Hime Haruno adalah seorang Shinobi, tugas seorang Shinobi adalah untuk mengabdi kepada desa mereka. Dengan begini Haruno melindungi dan membantu desa Konoha"

Tsunade menggeram menahan amarahnya dan bergumam kecil "Tch! Omong kosong"

"Kami tidak ingin mengambil resiko apapun, ini yang terbaik untuk desa. Konoha dan Suna akan semakin terikat"

Tetua itu lalu menyesap aroma teh dan meminumnya

"Kudengar pemuda dari klan Nara juga akan meminang kakak tertua Sabaku bersaudara"

Tsunade kembali menjawab dengan gumaman, "Hn"

Para tetua menyeringai senang, "ini akan melahirkan kerjasama yang bagus dimasa mendatang"

Tsunade merasa muak dan ia langsung keluar dari ruangan itu menuju ruangannya

"Shizune ambilkan aku sake!"

Shizune pun melakukan apa yang diperintahkan Tsunade, alisnya menyerit heran "Ada masalah apalagi Tsunade-sama"

Tsunade meneguk sakenya, "Berdoa saja pemuda Uchiha itu tidak menyukai Sakura"

Shizune kaget dengan apa yang dikatakan TSunade barusan, setahunya Tsunade sangan menyayangi Sakura seperti anaknya sendiri. Kenapa ia berkata seperti itu?

"Apa maksud anda Tsunade-sama"

Tsunade menghembuskan nafas lelah "Ia pasti akan membunuh semua tetua yang tersisa kalau itu terjadi. Setelah menghabisi klannya sekarang mereka menjodohkan Sakura dengan seenaknya seperti itu"

Shizune mengerti sekarang ia pun menghela nafas panjang dan bergumam "Aku punya firasat tidak enak untuk hal ini"

Disisi lain Konoha

Setelah selesai bercengkrama, Sakura dan Gaara memutuskan untuk pulang. Saat mereka kembali menuju jalan besar Sakura melihat seseorang yang ia kenal. Ya, Sasuke Uchiha telah berjalan berlawanan arah dengannya bersama dengan Karin.

Mata mereka bersibobrok, Sasuke memandang Sakura dengan tatapan yang sulit diartikan dan langsung mengalihkan pandangannya. Setelah jarak mereka semakin dekat Karin menyadari keberadaan mereka dan menyapanya

"Sakura-san Kazekage-sama kebetulan sekali kita bertemu disini, apa kalian habis kencan?"

Sakura pun salah tingkah dan melihat kearah Sasuke yang masih memalingkan mukanya.

"A-ano bu-bukan kami hanya berjalan-jalan Karin-san"

Karin hanya manggut-manggut, "Oh aku kira kalian sedang berkencan, kalian begitu serasi"

Sakura tersenyum-memaksa tersenyum lebih tepatnya, tak lama kemudian Sasuke segera menarik tangan Karin dan mengajaknya pergi dari sana tanpa menoleh sedikitpun kearah Sakura

"Ayo cepat Karin! Suigetsu dan Juugo sudah menunggu kita"

Sakura tertunduk dan memainkan ujung bajunya, menahan air matanya agar tidak menetes

'Bahkan sekarang kau sudah tidak mau memandang ku lagi ne Sasuke-kun? Lebih baik kau bilang kalau aku menyebalkan seperti dulu daripada mengacuhkanku'

Seakan bisa membaca situasi Gaara menggenggam tangan Sakura dan tersenyum

"Sakura Sampai kapan kau akan mematung disini? Ayo kita pulang"

Sakura hanya mengangguk lemah dan mengikuti kemana Gaara membawa tangannya. Terlalu banyak yang dipikirkannya sekarang

Langkah kaki mereka beriringan seirama sampai ke depan apartemen Sakura, Gaara melepaskan cengkraman tanganya dan berkata,

"Besok akan ku jemput, kita harus datang bersama kan?"

Sakura mencoba tersenyum mengangguk lemah, tanpa mengucapkan apapun ia masuk ke apartemennya meninggalkan Gaara yang memandang sendu ke arahnya

Gaara tersenyum miris, lalu berjalan meninggalkan apartemen Sakura dengan sebuah pertanyaan di benaknya

'Kau masih begitu mencintainya ya?'

Sakura's POV

Aku masih mencintainya, aku merindukan sosoknya. Rambut hitamnya yang diterpa angin, matanya yang sekelam malam, tangannya yang begitu kokoh.

Aku merindukannya, merindukan semua hal tentang dirinya. Disaat aku berpikir semuanya baik-baik saja….. ternyata tidak.

Ia bahkan tidak mau melihatku, ia sudah menemukan cintanya. Ya, wanita cantik berkacamata dengan rambut merah itu. Wanita itu pasti sangat mencintai Sasuke. Bagaimana tidak? Setelah hampir dibunuh olehnya sosok itu tetap setia mendampinginya, membantunya, dan menyembuhkannya

Sedangkan aku? Seorang gadis bodoh yang menunggunya bertahun-tahun dengan deraian air mata. Seseorang yang menjadi beban untuk sahabatnya sendiri karena permohonan yang telah ia buat. Seseorang yang bahkan mencoba untuk …. membunuhnya dengan tanganku sendiri.

Wajar bila Sasuke lebih memilih Karin kan?

Senyuman miris dan isak tangis masih mewarnai suasana di kamarku. Aku butuh tumpuan, butuh teman berkeluh kesah agar aku dapat keluar dari masalah ini.

Mencintai orang lain disaat kau akan bertunangan , dan jujur saja kau masih mengharapkan orang yang kau cintai itu membalas perasaanmu.

Sakura's POV End

Hari pernikahan Uzumaki Naruto dan Hyuuga Hinata pun tiba, hari ini banyak terdapat orang penting di Konoha, para daimyo beberapa negara hadir dan kage dari seluruh desa pun datang.

Ada tiga hal penting yang terjadi hari ini. Ya, pernikahan Naruto, pelantikannya dan pertunangan sang Kazekage –walaupun yang terakhir tidak banyak diketahui oleh khalayak umum- hanya beberapa orang saja yang mengetahui kabar tersebut

Gaara sedang berjalan menuju apartemen calon tunangannya, ya mereka harus datang bersama hari ini. Ia mengenakah jubah kage warna merahnya yang sedang berkibar ditiup angin.

Ia tampak berbeda hari ini, tidak ada guci pasir di punggungnya, dan ia tidak mengenakan pakaian kebesaran dan topi yang biasa para kage gunakan diacara resmi pertemuan para kage

Setelah sampai di depan apartemen Sakura Gaara pun mengetuk pintu

TOK TOK TOK

Terdengar suara langkah kaki dari dalam, dan kenop pintu bergerak lalu munculah sosok itu

Sakura mengenakan Yukata berwarna merah muda-namun lebih gelap dari rambutnya- dengan sebuah obi berwarna putih yang melilit pinggang rampingnya. Rambutnyapun tidak diurai seperti biasa, ia menggelungnya ke atas dan menyisakan beberapa anak rambut dikedua pipinya dan tak lupa ia memakai tusuk rambut berwarna merah berbentuk bunga

Gaara tertegun melihat penampilang sakura yang bila dibilang cantik err –sangat cantik sebetulnya, matanya tak berkedip dengan pemandangan indah di depannya. Sepertinya kau senang dengan perjodohan ini eh Gaara?

Sakura yang merasa diperhatikan oleh Gaara dari ujung kepala sampai ujung kaki pun merasa salah tingkah

Sakura menggaruk pipinya, "Apakah aku terlihat aneh Gaara?"

Gaara menjawab dengan gugup dan dengan rona kemerahan di kedua pipinya, "A-a-ano tidak Sakura, kau terlihat …." Gaara menggantungkan ucapannya dan menggaruk belakang kepalanya "errr….. mengagumkan"

Muka Sakura sekarang sudah seperti udang rebus, menurutnya Gaara terlalu berlebiha memujinya

Sakura tersenyum, "Kau tidak usah berbohong kepadaku Gaara"

"Terserah kau mempercayaiku atau tidak" Gaara menjulurkan tangannya kepada Sakura "Baiklah calon Nyonya Sabaku mari kita berangkat"

Sakura meraih tangan tersebut dan tersenyum ,"Baiklah Tuan Sabaku"

Mungkin Sakura memang tersenyum, tapi Gaara tau senyum Sakura terasa getir

Sakura merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya ketika Gaara menyebutnya nyonya Sabaku, entah mengapa.

Kau mau menjadi nyonya Uchiha eh Sakura?

Mereka berjalan beriringan menuju tempat acara dilaksanakannya pernikahan Naruto. Sepanjang perjalanan mereka mendapat berbagai macam tatapan, mulai dari iri, kagum, heran dan sebagainya.

Awalnya acara dibuka dengan acara pelantikannya lalu dilanjutkan dengan resepsi. Disana terdapat banyak orang penting, meski Hokage member libur misi kepada para Shinobi namun Tsunade memberikan mereka pesan agar tetap waspada dan siaga kalau sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan

Sakura berpisah dengan Gaara karena Gaara harus duduk dibarisan para Kage, Sakura pun berjalan kearah teman-teman seangkatannya.

Terlihat Ino yang sedang melambai kearah Sakura dengan penuh semangat, Tenten yang sedang mengobrol dengan Kiba dan Akamaru tentu saja. Lee, Chuoji, Shino dan Sai yang sedang membahas sesuatu. Shikamaru yang menguap. Beberapa guru juga terlihat disana, ada Kakashi-sensei, Yamato-taichou,Guy-sensei, Iruka-sensei, bahkan ada Kurenai-sensei yang sedang menggandeng Asuma junior

Ketika Sakura sudah dekat dengan teman-temannya seseorang menepuk bahunya

Sakura pun menoleh dan mendapati sosok Sasuke disana, Sakura terseyum-kali ini senyum lepas-

"Sasuke-kun? Sendirian? Kemana teman-temanmu?"

"Mereka akan segera menyusul kesini. Pendamping pria yang akan memberikan sambutan tidak boleh telat, kecuali kalau kau ingin mendengar ocehan sahabatmu yang berisik itu Sakura"

Sakura mengangguk mengerti dan tekekeh pelan, " Naruto pasti akan mengoceh sepanjang pesta ini kalau kau telat Sasuke-kun"

"Acaranya akan segera dimulai, ayo kita hampiri mereka"

Sasuke menggenggam tangan Sakura dan mereka berjalan menuju kumpulan teman-teman mereka.

Mereka melirik kearah pasangan yang baru datang tersebut, lalu semua berpandangan dan tersenyum penuh arti.

Tak lama terciptalah obrolan ringan yang membuat suasana diantara mereka semakin hangat.

Acara pelantikan pun dimulai, Suasana menjadi lebih formal. Tidak ada lagi obrolan disana, sambutan dari semua Kage yang menjabat merupakan awal prosesi pelantikan Rokudaime Hokage tersebut

Setelah acara sambutan selesai Naruto maju ke podium untuk berpidato, pidato yang melambangkan Naruto sekali. Pembawaannya yang ceria dan cerah membawa aura tersendiri untuk para pendudk desa. Setelah selesai berpidato seluruh hadirin dan penduduk desa bertepuk tangan dan bersorak sorai

Prosesi terakhir pelantikan Hokage adalah pelimpahan jubah kage dan topi kage secara simbolis oleh hokage lama ke hokage baru. Naruto pun memakai jubah Kagenya. Ia terlihat begitu gagah dan bersinar, impian masa kecilnya tercapai sudah.

Semua orang tersenyum haru dan bangga, terutama para sensei. Iruka-sensei malah sampai menangis saking senangnya

Kedua sahabatnya pun tersenyum lebar-meskipun untuk Sasuke hanya tersenyum tulus, bukan menyeringai- di dalam hatinya ia bangga dengan sahabat pirangnya itu

Acara pelantikan pun telah selesai, acara berikutnya adalah acara pernikahan Hinata dan Naruto

Hinata keluar dengan mengenakan yukata berwarna lavender yang membungkus tubuhnya dengan begitu apik, ia terlihat sangat cantik dan sangat bahagia.

Naruto yang masih menggunakan jubah kagenya pun menghampirinya dan menjulukan tangannya yang langsung diterima oleh hinata dan mereka berjalan beriringan kearah podium.

Mereka mengucapkan janji sehidup semati disana, semua orang bertepuk tangan dan suasana terasa begitu mengharukan.

Ino menghapus air mata kebahagiaanya, "Aku iri pada Hinata forehead! Ia terlihat sungguh bahagia"

Sakura memutar bola matanya, "Tentu saja pig! Ini hari pernikahannya!"

"Apakah semua orang akan menikah pada hari pernikahannya?" Ino memulai racauannya

"Tentu saja! Mana ada yang tidak bahagia di hari pernikahannya baka!"

Ino berdecak sebal. "Siapa tau saja mempelainya dijodohkan dan tidak saling mencintai , mereka pasti tidak akan bahagia!"

Deg!

Ucapan Ino membuat hati Sakura merasa tertohok, kini batinnya yang bertanya

'Apakah aku akan bahagia dihari pernikahanku'

Ino yang melihat perubahan air muka Sakura yang menjadi pucat menyeringai senang. Ia merasa telah menang berargumentasi dengan gadis berambut gulali itu –walaupun sebetulnya ia selalu menang-

Andai kau tau apa yang terjadi Ino, Kau pasti tidak akan menyeringai senang karena sahabatmu begitu menderita memendam semuanya sendirian.

Sakura's POV

Genggaman tangan seseorang membuyarkan lamunanku, lalu aku menoleh kearah orang itu. Ternyata orang itu adalah Sasuke Uchiha. Hatiku semakin tercubit melihatnya

Ia menatapku bingung "Sakura kau melamun?"

"Aa t-ti-tidak Sasuke-kun"

Ia pun menggenggam tanganku dan kami mulai berjalan "Mau kemana kita Sasuke-kun?"

"Kau bilang kau tidak melamun tadi?"Aku menggaruk pipinya yang tidak gatal

Sasuke memutar bola matanya "Sudah saatnya pendamping mempelai wanita dan pria memberikan kata sambutannya Sakura"

Aku melihat kami berjalan kearah podium, aku merasa semua mata tertuju pada kami.

'Kami-sama aku pasti terlihat bodoh sekali tadi. Baka Sakura!'

Lalu kami pun sampai ke podium

Sakura's POV end

Sasuke Sakura kalian pasti tidak sadar kalau ada sepasang mata jade yang menatap kalian secara intens semenjak tadi eh?

Sakura dan Sasuke telah berada di podium, mereka lalu mengucapkan kata kata untuk Hinata dan Naruto

"Naruto, Hinata aku turut bahagia atas pernikahan kalian, aku harap pernikahan kalian membawa kebahagiaan dan berkah. Aku berharap akan segera mempunyai keponakan. Aku tidak sabar melihat Uzumaki kecil dengan byakugan berkeliaran di Konoha"

"Selamat atas pernikahanmu, Aku turut bahagia dobe"

Lalu mereka pun turun podium dan berjalan kembali kearah teman teman mereka. Ternyata Karin, Suigetsu dan Juugo pun sudah ikut bergabung. Terdengar beberapa gurauan dari teman-teman mereka. Ino yang memulai

"Kapan kalian akan menyusul Hinata dan Naruto Forehead?!"

Kiba memimpali "Kalau bisa secepatnya Sakura, aku tidak hanya ingin melihat Uzumaki kecil berkeliaran di Konoha, aku juga ingin Uchiha kecil berkeliaran di Konoha"

Semua tertawa karena ocehan Kiba barusan, kecuali Karin. Sakura hanya tersenyum kecut, dan Sasuke memasang wajah datarnya

Suasana kembali riuh, kebanyakan para hadirin mengobrol dan bersanda gurau, atau hanya bertegur sapa dengan kenalan mereka. Sampai suatu suara menginterupsi mereka

"Ehm!"

Tsunade terlihat diatas podium sedang memegang michrophone

Wajah Sakura memucat seketika, ia meneguk ludahnya dengan susah payah.

Sai bertanya kepada Kakashi, "Sensei, apa yang akan dilakukan Tsunade-sama? Bukankah acaranya sudah selesai?"

Chouji ikut menimpali,"betul! Sekarang seharusnya waktunya makan!"

Kakashi menyipitkan matanya, "entahlah Sai, aku tidak diberi tahu apa-apa olehnya. Tapi dari raut wajahnya kelihatannya ini hal penting"

Ia tidak tau harus menjawab apa bila ditanya teman-temannya. Sakura pun membatin

DEG! DEG! DEG!

'Kami-sama cabutlah nyawaku sekarang'

Tsunade mulai berbicara, "Aku berdiri disini untuk menyampaikan kabar bahagia lainnya. Konohagakure dan Sunagakure akan segera menjadi saudara. Karena sebentar lagi diantara kami aka nada ikatan darah. Kazekage Suna Sabaku no Gaara akan bertunangan dengan Sakura Haruno murid kepercayaanku. Silahkan maju ke depan untuk prosesi tukar cincin" Nada suaranya terlihat datar dan mencekam. Membuat suasana hening seketika

Sakura hanya menunduk ke bawah, ia tidak berani melihat kearah manapun. Kakinya begitu lemas, kalau disenggol sedikit saja ia pasti akan jatuh.

Para Rokie 12 yang hadir melotot tidak percaya kearah Sakura, bahkan Yamato yang sedang minum sampai menyemburkan minumannya, sedangkan bisik-bisik mulai terdengar

"Waah kazekage sangat beruntung mendapatkannya"

"Kukira ia akan menikah dengan Uchiha terakhir itu"

"Ternyata namanya akan menjadi Sabaku Sakura, kukira ia akan menjadi seorang Uchiha"

"Wah! Tidak disangka sekali yah. Padahal yang ku dengar ia sudah menunggu si Uchiha itu bertahun- tahun"

Ya itulah kurang lebih yang dibisikkan oleh orang-orang sekitar Sakura. Sakura tetap menunduk, menghindari semua tatapan yang mengintimidasi dirinya. Ingin sekali ia lari dari sana, ia tidak tahan dengan gunjingan orang-orang disana

Teman-teman Rokie 12 dan para sensei masih belum ada yang mengeluarkan sepatah kata pun,Jangankan kata, dehaman pun tidak ada yang keluar. mereka masih terlalu terkejut

Ino masih membuka menutup mulutnya karena masih shock dengan pengumuman barusan. Lee sudah hamper menangis, Tenten menutup mulutnya yang menganga, Chouji pun tidak membahas soal makanan lagi, Kiba bahkan tidak mengedipkan matanya dengan mulutnya yang menganga. Shikamaru bahkan sudah tidak terlihat mengantuk lagi dan memasang wajah meneliti. Sisanya melemparkan pandangan apa-maksudnya-semua-ini. Bahkan Naruto yang duduk di kursi pelaminannya pun Shock. Tadinya ia ingin melompat menuju Sakura untuk meminta penjelasan apa yang terjadi, namun Hinata menahannya dan memberikan pandangan kita-selesaikan-ini-setelah-acara-selesai

Pada keheningan tersebut sebuah tangan menggenggam tangan Sakura dan menuntunnya untuk berjalan kearah podium.

Ya, itu adalah tangan Sabaku no Gaara, ia menggenggam erat tangan Sakura seolah berkata 'Kau tidak sendirian, ada aku dan kita akan menjelaskan ke mereka nanti'

Sakura pun mulai menegakkan kepalanya perlahan-lahan dan ia melihat jarak podium yang semakin dekat

Ketika sampai di podium mereka mulai bertukar cincin, dan setelahnya suara sorak sorai pun terdengar membahana. Kecuali dari teman-teman Sakura tentunya

Sasuke yang melihat kejadian itu hanya mengepalkan tangan sekuat tenaga, hingga kuku jarinya memutih, rahangnya mengeras. Ia langsung pergi secepat kilat dari sana dari sana


Maaf author ngarang sendiri prosesi pelantikan dan pernikahannya hehehe soalnya gatau gimana aslinya :p

fict ini masih jauh dari kata tamat hehehe

Terimakasih buat semua yang udah review, fav, dan melihat fict ini