Naruto © Masashi Kishimoto

Rated: T

Gender:Tragedy,Romance.

Warning: CANON, OOC (mungkin), Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.

Don't Like? Don't Read!

Sasuke terus berlari, ia juga tidak tahu kenapa ia harus berlari seperti itu. Dadanya terasa sesak, emosinya memuncah. Andai tidak banyak tamu penting ditempat tadi, mungkin saja tempat itu sudah penuh dengan api hitam hasil amaterasunya

Ia berlari tak tentu arah, ia biarkan kakinya terus melaju. Ketika ia melihat sekeliling ternyata kakinya telah membawanya ke training field tempat dimana dulu tim 7 berlatih.

Tiba-tiba semua memori itu berputar kembali, ia bisa melihat dan mengingat jelas semuanya. Sakura yang selalu tersenyum padanya, memberinya semangat, mengajaknya kencan. Ia ingat semua tentang gadis itu.

Ia mencengkram kepalanya dan mengacak-ngacak rambutnya. Tampang frustasi pun tercetak jelas di wajahnya yang tampan

Suara gemerisik serta kilauan petir biru mulai terlihat di tangan kanan Sasuke, lalu ia mengeluarkan jurusnya 'Chidori Raimei' yang meluluh lantakan area training field itu

Ia pun berteriak, mengeluarkan seluruh emosinya, "AAAAAARRRRGGGGHHH!"lalu kepalanya tertunduk

'Kenapa Sakura? Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi? Padahal aku baru saja ingin melamarmu hari ini'

Sebuah tangan yang menepuk pundaknya membuatnya tersadar. Ia pun menoleh dan mendapati Karin, Suigetsu dan Juugo berdiri di depannya. Sasuke tidak memperdulikan mereka, ia langsung menundukan kepalanya lagi. Wajahnya terlihat kuyu dan lesu

Karin yang melihat itu kemudian mengeluarkan air matanya, tanpa isakan

'Aku tidak pernah melihatmu kalut dan sekacau ini, bahkan ketika kau melawan Madara sekalipun pembawaanmu masih tenang. Sebegitukah kau mencintai wanita Sasuke-kun?'

Suigetsu memecahkan keheningan yang ada

"Kau terlihat seperti orang bodoh Sasuke"

"…" Sasuke diam

"Kau bukan seperti Sasuke yang ku kenal"

"…." Sasuke tetap diam

Suigetsu mendecih, "Tch! Hanya karena seorang wanita ternyata kau bisa seperti ini"

Sasuke tetap diam mempertahankan posisinya, Juugo yang sedikit banyak mengerti perasaan Sasuke pun membentak Suigetsu

"Sudah cukup hentikan ocehanmu itu Suigetsu! Kau makin membuat suasana memburuk"

Lalu Juugo menghampiri Sasuke "Sudahlah Sasuke, pulanglah dulu dan tenangkan dirimu"

Ia tetap tidak bergeming, ia berkata dengan suara bergetar "Aku butuh waktu sendiri" lalu menghilang seperti angin

Di Tempat Sakura

Sakura berjalan menuruni podium, tangannya masih digenggam oleh Gaara. Langkahnya sesekali terhenti ketika orang- orang menghampiri dan memberinya –mereka- ucapan selamat. Sakura hanya tersenyum simpul disertai anggukan kecil untuk menghargai ucapan selamat mereka.

Sakura hanya mengikuti kemana Gaara membawanya, karena ia tak tahu harus kemana. Tentunya ia tidak ingin bertemu teman-temannya yang pastinya akan memintanya menjelaskan apa yang terjadi barusan.

Kakashi yang menyadari suasana pesta yang mulai agak lengang memutuskan untuk mengajak Yamato dan Sai untuk mendekat kearahnya. Mereka yang mengerti apa maskud Kakashi pun menghampirinya.

Lalu Kakashi mengalihkan pandangannya kearah Naruto dan memberikannya pandangan kau-pasti-tahu-maksudku , Naruto yang mengerti pandangan itu pun meminta ijin kepada Hinata untuk menemui anggota tim nya

Wajah Naruto menyiratkan emosi dania berkata, "Apa maksud semua ini Kakashi sensei? Sakur abahkan tidak memberitahuku ia akan bertunangan. Apalagi tunangannya itu Gaara dan bukan Sasuke"

Yamato menjawab, "Kami semua juga tidak ada yang diberi tahu Naruto"

"Kukira Sakura masih sangat mencintai Sasuke. Ini benar benar aneh" Sai mulai mengajukan argumennya dengan memberikan penekanan pada kata sangat

Kakashi hanya menghela nafas dan mencoba berpikir apa yang sebetulnya terjadi.

Hey siapa yang tidak heran satu-satunya anggota perempuan di tim mu yang notabennya diketahui sangat mencintai anggota timnya yang lain, yang bahkan telah pergi dari desa dan bertahun-tahun dan ia tetap menunggunya meskipun ia hampir terbunuh di tangan pemuda itu tiba-tiba saja bertunangan dengan orang lain disaat pria itu sudah kembali.

Kakashi mungkin akan berfikir ini adalah hal yang wajar saja terjadi bila Sasuke belum kembali ke Konoha. Ia mungkin menelan mentah-mentah kenyataan itu. Namun situasinya kini berbeda, Sasuke telah kembali dan ia tau murid perempuan satu-satunya itu masih memendam perasaan terhadap Uchiha bungsu tersebut. Tentu saja ia tidak akan menelan bulat-bulat kenyataan ini.

"Sebaiknya kita harus menanyakannya kepada Sakura"

Usul Kakashi pun disetujui oleh ketiga orang itu, lalu mereka berjalan mendekati Sakura dan Gaara

Sakura menolehkan kepalanya ketika namanya dipanggil seseorang, dan ia hapal betul suara senseinya tersebut

"Sakura"

"S-se-Sensei" Tubuh Sakura pun menegang dan bergetar melihat seluruh anggota timnya-bahkan Naruto yang meninggalkan pelaminannya- menghampirinya. Ia tahu betul apa yang terjadi setelah ini

"Bisa berbicara sebentar?"

Sakura tahu meskipun dengan nada datar, Kakashi tidak menginginkan adanya penolakan. Ayolah Sakura sudah bertahun-tahun mengenalnya.

Sakura pun mengangguk singkat dan berjalan kea rah mereka, namun Gaara menahan tangannya. ah Sakura pun menoleh ke arah pemilik tangan tersebut.

Sakura dapat melihat kekhawatiran di dalam tatapan Gaara, namun Sakura hanya tersenyum dan memandang kearah Gaara dengan pandangan aku-bisa-menjelaskannya-sendiri

Gaara pun melepaskan tangannya dan tersenyum sedikit lega

Sakura melangkahkan kaki mengikuti anggota timnya, ia berjalan paling belakang. Ternyata mereka membawa Sakura ke sebuah ruangan yang cukup luas. Ruangan tersebut ruangan perjamuan keluarga sebetulnya, namun karena keluarga Hyuuga menolak dan menginginkan perjamuan bersama para tamu undangan yang hadir jadi ruangan ini tidak terpakai.

Mereka mulai duduk dan mengambil posisi masing-masing. Sakura duduk sedikit agak jauh dari mereka. Dan kemudian semua hening

"Sakura bisa to- …"

Kakashi tidak melanjutkan perkataannya karena mendengar pintu terbuka dengan cukup keras

Ino dan teman-teman seangkatan Sakura-bahkan Hinata- masuk begitu saja dan mengambil posisi masing- masing. Tanpa basa basi Ino berkata.

"Maaf Kakashi-Sensei, namun kami juga ingin mendengar penjelasan dari Sakura. Jadi Sakura bisakah kau menjelaskannya kepada kami sekarang?"

Sakura menarik napas panjang mencoba menenangkan diri. Lalu ia mulai bercerita kepada mereka. Soal para tetua, kerjasama Konoha dan Suna. Semuanya tanpa terkecuali

"Kenapa kau mengambil keputusan itu Sakura?! Lalu bagaimana dengan Sasuke-kun! Padahal kau dulu begitu mengejarnya dan mencintainya! Aku pun sudah mengalah untukmu! Apakah kau tidak memikirkannya?!"

"BERHENTILAH BERKATA SEOLAH-OLAH AKU MENGKHIANATI KEKASIHKU DAN BERTUNANGAN DENGAN ORANG LAIN INO!" Air mata Sakura pun tak dapat dibendung lagi, lalu ia berkata lirih "lagipula dia bukan kekasihku ino…"

Semua orang mengerjapkan mata, kaget dengan reaksi yang Sakura berikan. Memang selama ini mereka tidak pernah mendengar pendeklarasian hubungan antara Sakura dan Sasuke. Namun mereka yakin hubungan mereka tidak hanya sebatas teman biasa

Bahu Sakura bergetar, Isak tangis pun keluar. Ia sudah menahan mati-matian air mata itu. Namun ia tidak bisa membendungnya lagi.

Ino yang merasa dirinya telah keterlaluan pun berjalan kerah Sakura dan memeluknya, mencoba menenangkan sahabat pink nya itu.

Ino tau Sakura adalah seorang shinobi yang akan memperjuankan apapun untuk desanya. Namun ia tak menyangkan ia akan mengorbankan perasaannya yang sudah bertahun-tahun itu. Hey siapa yang tisak tahu kisah roman picisan konoha tentang ninja pelarian dan seorang kunoichi mantan teman timnya?

"Maafkan aku Saki…. Aku tidak bermaksud"

Sakura hanya mengangguk lemah di dalam pelukan Ino, ia tau sahabatnya itu sebetulnya hanya mengkhawatirkan dirinya.

Kiba mendengus, "Kuharap Suna tidak akan dipenuhi amatersau dan Konoha akan menjadi padang pasir setelah ini"

Semua orang langsung melotot dan memberikan deathglare mematikan untuk Kiba. Yang diberikan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sungguh tidak bisa membaca situasi sekali ninja yang satu itu.

Kakashi membuka suara, "Itu adalah keputusanmu Sakura, kami tidak bisa memaksakan apapun kepadamu."

Tenten pun menyahut, "Jangan lupa untuk bercerita tentang masalahmu Sakura-chan. Kami ada disini untuk membantumu"

Semuanya pun tersenyum dan mengangguk. Hanya Lee yang berteriak antusias sambil mengepalkan tangan dan meninjunya ke atas "Apapun yang akan terjadi aku akan selalu melindungimu Sakura-san!"

Semua orang sweatdrop ditempat

Setelahn kejadian itu Sakura selalu menyibukan dirinya di rumah sakit. Setiap hari Sakura terus lembur, berangkat pagi-pagi ketika masih sepi, dan pulang ketika orang-orang sudah terlelap. Ia seperti menutup diri dari dunia luar. Ia belum siap bertemu dengan Uchiha Sasuke.

Ini hari ketiga semenjak kejadian itu, Sudah pukul 7 malam, padahal pekerjaan Sakura harusnya hanya sampai jam 5 sore.

Tiba –tiba pintu ruangannya terbuka dan ia mendapati Ino tengah menghampirinya dengan wajah yang cukup menyeramkan

"Sampai kapan kau akan begini Sakura? Berangkat ketika ayam belum berkokok dan pulang pada jam 10 malam. Kau membuat mataku sakit Sakura."

Sakura menghela napas lemah, "Diamlah Ino aku sedang tidak ingin berdebat denganmu sekarang"

"Baiklah terserah kau saja kalau mau disini sampai tengah malam akupun tak perduli, tapi harusnya kau menghargai tunanganmu yang sudah dua jam menunggumu di luar Sakura. Apalagi ia seorang Kage, pasti tidak mempunyai waktu senggang yang begitu banyak."

Sakura mengerjapkan matanya, "Gaara? Disini? Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya? Astaga kenapa kau baru meberitahuku sekarang?!"

Bagaimana kau menyadarinya kalau kau daritadi hanya melamun eh Sakura?

Sakura segera melepas baju putihnya dan berjalan keluar ruangannya, meninggalkan ino yang memutar kedua bola matanya

Sakura melihat keseliling, dan benar saja kata Ino ia menemukan Gaara sedang duduk di kursi tunggu di depan ruangannya. Memang semenjak kejadian itu ia juga belum bertemu kembali dengan Gaara karena dirinya terus menyibukkan diri di rumah sakit

"Gomen-ne Gaara, aku tidak tahu kalau kau ada disini"

Gara hanya tersenyum dan mengangguk lalu langsung menarik tangan Sakura

"Kau pasti belum makan malam kan? Ayo kita makan"

Sakura hanya mengangguk dan mengikuti Gaara

Mereka sampai di sebuah restaurant, setelah memesan mereka pun mulai melahap makanan mereka dengan tenang tanpa ada percakapan sedikitpun. Setelah keduanya selesai Gaara mulai membuka suara

"Sakura, apakah kau ada masalah?"

Sakura menggeleng lalu menyeruput jus jeruknya

"Ku dengar kau akhir-akhir ini memforsir pekerjaanmu Sakura, apakah ini karena masalah pertunangan kita?"

Sakura menggeleng dan memegang tangan Gaara, "Ini tidak ada hubungannya dengan hal itu Gaara, tenanglah kau tidak usah khawatir"

Gaara menatap mata Sakura dan menguncinya dengan tatapannya "Apa ini karena Uchiha itu? Kau masih mencintainya kan?"

Tangan Sakura yang menggenggam tangan Gaara pun terlepas, rasanya hati Sakura mencelos. Semudah itukah dirinya dibaca oleh orang-orang?

Sakura memberikan senyuman palsunya dan menggeleng lagi

"Kumohon Sakura, aku tahu kau masih sangat mencintainya. Aku tak ingin kau terbebani dengan hal ini. Kita bisa membicarakannya dengan para tetua."

"Ini bukan hanya masalah kita Gaara, kita membicarakan Konoha dan Suna. Aku telah menerima pertunangan ini, dan ku mohon kita tidak usah membicarakan hal ini lagi."

"Setidaknya kalau ada masalah atau hal yang mengganggumu ceritalah kepadaku meskipun itu soal perasaanmu. Berceritalah kepadaku sebagai temanmu Sakura, bukan tunanganmu. "

Sakura tersenyum tulus kali ini, ya ia tidak mengira Gaara akan mengutarakan hal seperti itu kepadanya.

"Terimakasih Gaara"

Hening kembali menyelimuti mereka, lalu mereka memutuskan untuk pulang. Di perjalanan menuju apartemen Sakura Gaara kembali membuka pembicaraan.

"Sakura, Besok aku akan kembali ke Suna, dan mungkin cukup lama untuk kembali kesini. Ku dengar para tetua desaku memintamu menjalankan misi ke desaku. Sekaligus untuk membuatmu mengenal Suna lenig jauh. Misinya mungkin menghabiskan waktu dua sampai tiga minggu"

Sakura mengangguk, "Mungkin Naruto akan memberitahuku besok"

Langkah mereka berhenti di depan apartemen Sakura. Sakura mengucapkan terimakasih dan masuk ke apartemennya.

Suasana hatinya sudah sedikit membaik sekarang

Keesokan harinya di Kantor Hokage terdengar suara kegaduhan

"Apa maksudmu dengan memberikanku misi mengantar Sakura ke Suna lusa Dobe?"

"Aku hanya ingin memberimu kesempatan untuk meluruskan masalah ini Teme"

Sasuke mendecih, "Tch, masalah apa maksudmu Dobe?"

"Jangan pura-pura tidak mengerti maksudku Sasuke, cepatlah selesaikan masalah ini sebelum semua training field di Konoha hancur karena pelampiasan emosimu. "

"Aku tidak mau melaksanakan misi ini Naruto"

Naruto mengepalkan tangannya, "Singkirkan gengsimu Uchiha! Sebaiknya kau selesaikan ini semua sebelum semuanya terlambat. Kalau kau mencintainya katakanlah kepadanya! Jangan uring-uringan tidak jelas!"

"Kau bercanda Naruto, aku tidak mencintainya."

Naruto semakin naik pitam, diraihnya leher baju Sasuke didorongnya tubuh Sasuke hingga punggungnya terbentur tembok

"Tch! Kau bilang kau tidak mencintainya?! Lalu kenapa kau lari saat ia bertunangan?!"

"…." Sasuke diam

"Kau tahu, Sakura-chan selalu menunggumu! Empat tahun bukan waktu yang sebentar Sasuke! setiap harinya ia selalu berdoa untuk keselamatanmu! Berharap kau akan kembali ke desa! Dan melupakan semua dendammu atas kematian anggota klanmu! Kau tak tahu betapa ia mencoba untuk menjadi kuat agar diakui olehmu! Saat di medan perang banyak shinobi yang menyatakan cinta kepadanya, bisa saja ia memilih salah satu dari mereka. Tapi apa kau tau jawabannya?! Ia menjawab kalau ia sudah mempunyai orang yang ia cintai! Ia selalu menunggumu!"

Sasuke tertegun, ia melepas cengkraman Naruto pada lehernya. Lalu ia menoleh kearah lain, lalu ia berkata lirih

"Kenapa?"

Naruto menyeritkan alisnya tanda tak mengerti apa yang dimaksud sahabatnya itu. Tiba-tiba Sasuke berbalik arah dan menatap Naruto dengan pandangan penuh amarah

"KENAPA MEREKA MELAKUKAN SEMUA ITU? SETELAH MEMBUNUH HABIS KLANKU, SEKARANG MEREKA MENGAMBIL SATU-SATUNYA KEBAHAGIAANKU!" Suaranya bergetar, napasnya naik-turun yang menunjukan emosi sang uchiha sedang pada puncaknya

Tes!

Naruto bisa melihat cairan bening melintasi pipi sang Uchiha bungsu. Naruto melotot seakan tak percaya orang yang di depannya adalah Sasuke Uchiha yang ia kenal. Sosok didepannya ini terlihat begitu rapuh.

Sosok itu kemudian berkata lirih

"Kau tahu Naruto, salah satu alasanku kembali ke desa-" Sasuke menggeleng lemah lalu melanjutkan kata-katanya "ah, bukan. satu-satunya alasanku kembali ke desa adalah untuk membangun klan ku kembali bersama Sakura" ia terdiam sebentar, lalu melanjutkan omongannya lagi "di hari pernikahanmu, aku berencana akan melamarnya pada malam harinya" Ia pun tersenyum miris "tapi hari itu aku malah mendapatkan berita kalau ia bertunangan"

Naruto tercekat dan membatin 'Kami-sama ujian apa lagi yang kau berikan untuk mereka'

Ia menatap sahabat sekaligus rivalnya itu dengan tatapan prihatin, lalu ia menepuk bahu sobatnya itu.

"Aku tidak bisa membantu banyak Sasuke. Selesaikanlah masalah ini dengan baik-baik. kau masih mempunyai waktu dua hari untuk memikirkannya"

Sasuke pun tersenyum

"Hn, Arigato Dobe"

TBC


Terimakasih banyak untuk yang udah mereview, fav, dan yang membaca fict ini *terharu*

fict ini karya pertamaku, maaf kalau masih banyak kesalahan sana sini