Naruto © Masashi Kishimoto

Rated: T

Gender:Tragedy,Romance.

Warning: CANON, OOC (mungkin), Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.

Don't Like? Don't Read!

Gaara sedang berdiri diatap gedung Kage nya, ia sedang melakukan salah satu jutsunya yaitu Daisan no Me atau mata ketiga, ia sedang mengawasi Sasuke dan Sakura yang masih dalam perjalanan ke Suna.

Gaara menyaksikan semuanya, dan ia tahu semua yang mereka bicarakan dan lakukan.

"Maafkan aku Sakura, tapi aku tidak bisa melepaskanmu. Aku juga mencintaimu."

Kankurou melangkah mendekati Gaara, "Apa yang akan kau lakukan setelah ini Gaara?"

"Entahlah, yang pasti aku akan mempertahankannya nii-san"

Kankurou tersenyum dan menepuk pundak Gaara, "Kau ditunggu para tetua di ruang rapat Gaara"

Gaara menoleh dan menghela napas, "baiklah aku akan segera menemui mereka." Lalu ia pergi menuju ruangan rapat meninggalkan Kankurou yang tersenyum penuh arti

'Kau sudah berubah banyak ototou'

.

.

Meja bundar ruang sudah dipenuhi beberapa orang tetua dengan wajah gusar, hanya tinggal satu bangku kosong disana.

Tak lama pintu terbuka, dan tampaklah seseorang yang mereka tunggu-tunggu. Sang Kazekage melangkahkan kakinya ke satu-satunya bangku kosong disana.

"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama"

Salah satu tetua berdeham, "Baiklah, kita langsung ke intinya saja. Apa maksud semua ini?"

Sementara para tetua yang lain sebagian menganggukan kepala dan sebagian menatap Gaara dengan pandangan yang menyelidik.

Gaara menjawab dengan tenang, "Aku tidak mengerti apa yang kalian maksudkan"

"Kenapa kau mengijinkan tunanganmu dikawal oleh mantan kekasihnya yang ninja pelarian itu. Siapa yang bisa menjamin kalau tunanganmu baik-baik saja? Bagaimana kalau dia dibawa kabur selama di perjalanan?" Sang tetua menjawab dengan memberikan nada penuh penekanan pada kata 'tunanganmu'

'Sudah kuduga mereka akan membicarakan hal ini. Tch! Pasti para tetua Konoha yang mengabarkannya kepada mereka'

"Kalian tidak perlu khawatir, aku dan hokage sudah membicarakan hal ini, aku sudah menyetujuinya. Dan kami sudah mengirim mata-mata untuk mengintai mereka"

Sang tetua tersenyum meremehkan, "Kau tahu ia bukan sembarang ninja, ia legenda Sannin dan bahkan ia salah satu kunci pasukan aliansi shinobi untuk menang melawan Madara."

"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja."

"Apa yang bisa menjamin kalau yang kau katakan itu benar? Kau bisa membuat hubungan Suna dan Konoha dalam keadaan bahaya dengan keputusanmu itu ." Tatapan tidak suka dilemparkan untuk Gaara.

"Aku selalu mempertimbangkan semua keputusanku"

Menyadari ekspresi para tetua yang masih meremehkan keputusannya ia pun buka suara.

"Aku yang menjadi mata-mata mereka, aku menggunakan Daisan no Me untuk mengawasi mereka. Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan aku bisa mencegahnya dengan sesegera mungkin."

Semuanya terdiam, mereka yakin kalau Uchiha Sasuke berhadapan langsung dengan Kazekage pasti ia tidak akan semudah itu membawa Sakura pergi.

Salah satu tetua yang lain berkata, "Bagaimana kalau pernikahan kalian dimajukan saja dari jadwal yang seharusnya. Untuk mencengah terjadinya hal yang tidak diinginkan tentunya." Yang lain mengangguk antusias.

Gaara hanya terdiam memikirkan segala kemungkinan yang ada.

"Maaf Kazekage-sama untuk kali ini mungkin kami tidak akan meminta persetujuan darimu, kami akan langsung mengurusnya dengan para tetua Konoha. Rapat selesai" lalau mereka mulai meninggalkan ruangan meninggalkan Gaara yang sedang termenung.

Ia menghela napas dan memijat pangkal hidungnya, ia teringat percakapannya dengan Naruto beberapa hari yang lalu.

Flashback

Di kantor Hokage terlihat ada dua orang yang sedang berbicara serius

"Gaara, bolehkah aku memintamu satu hal?"

"Apa itu Naruto?"

Naruto menggaruk pipinya yang tidak gatal, "emmh….. Bolehkah aku memberikan misi pengawalan Sakura-chan kepada Sasuke?"

"…."

"Aku tahu dia tunanganmu Gaara, tapi aku hanya ingin kedua sahabatku berbicara kembali. Aku sudah cukup dibuat ketar-ketir dengan laporan beberapa training fiel hancur karena ulah Sasuke, dan Sakura-chan yang memforsir pekerjaannya tanpa peduli dengan kondisi tubuhnya-"

Naruto sempat terdiam dan memikirkan apakah ia akan melanjutkan kata-katanya lagi atau tidak, akhirnya ia memutuskan melanjutkannya

Dengan suara yang lirih ia berkata, "-Kuyakin ini ada hubungannya dengan pertunanganmu dengan Sakura Gaara"

"…."

"Para tetua menolak keputusanku ini, kumohon bantu aku mencari jalan keluarnya Gaara"

Gaara masih terdiam. Ia tahu, amat sangat tahu kalau tunangannya itu masih mencintai Uchiha Sasuke dan mengalihkan pikirannya kepada pekerjaan dan memforsir tubuhnya.

Sudah dua hari ini Gaara memperhatikan tunangannya di rumah sakit secara sembunyi-sembunyi, Sakura tidak memperhatikan pola makannya dan terlihat sering melamun, berangkat pagi-pagi sekali dan pulang disaat larut.

Gaara mensyukuri jurusnya Daisan no Me yang bisa terus memantau Sakura.

Wah, sepertinya Gaara sudah menjadi seorang stalker.

Gaara mencintai Sakura , ia tak ingin Sakura berlarut-larut memikirkan masalah pertunangannya ini dan membuat dirinya jadi memforsir pekerjaan tanpa memperdulikan kesehatannya.

"Bagaimana Gaara?" Naruto berharap-harap cemas

"Baiklah Naruto, tapi aku mengajukan satu syarat dan aku yakin para tetua akan setuju setelah ini."

"Apa syarat itu?"

"Kita memantau mereka, baik dari pihak Suna maupun Konoha. Kau suruh saja beberapa ninja sensor terbaikmu untuk mengawasi mereka dari jarak yang cukup aman, dan aku akan menggunakan Daisan no Me untuk mengawasi mereka dari dekat. Aku hanya takut terjadi hal yang tidak diinginkan"

Naruto menyeritkan alis, "Hal yang tidak diinginkan? Apa maksudmu?"

"Aku tahu apa yang di khawatirkan para tetua Naruto, mereka takut kalau saja di perjalanan Sasuke membawa pergi Sakura. Aku rasa itu akan menjadi hal yang menyulitkan untuk Suna dan Konoha Naruto. Entah apa yang akan para tetua lakukan kalau sampai hal itu terjadi. Merepotkan"

Naruto menganggukan palanya sambil menyeringai, ia paham betul apa yang dimaksud Gaara.

"Sepertinya kau sudah mulai terpengaruh calon kakak iparmu, eh ?"

Gaara hanya tersenyum,"Kehadirannya di sekitarku membawa pengaruh sedikit banyak untukku Naruto."

Lalu ia melangkah menuju pintu, sebelum ia keluar ia pun berkata, "Dan satu hal lagi Naruto-" kemudian in menolehkan kepalanya "-kalau sahabatmu itu tidak bisa membahagiakan Sakura, maka aku yang akan membahagiakannya" lalu ia meninggakan Naruto yang terkaget dengan mulutnya yang terbuka

'Tidak mungkin! Apakah Gaara mencintai Sakura?! Kami-sama sepertinya masalah ini semakin rumit'

Flashback end

Pintu ruangan rapat itu diketuk, dan Kankurou melangkah masuk.

Kankurou menghampiri Gaara, "Bagaimana Gaara? Apa yang mereka katakan?"

Gaara menghembuskan napasnya "Pernikahanku dipercepat."

Kankurou menyeritkan alisnya heran, "Bukankah itu bagus? Kau mencintainya kan?"

Gaara tersentak, "Darimana kau tahu?"

Kankurou memutar bola matanya, "Semenjak kembalinya kau setelah diculik Akatsuki aku selalu memperhatukanmu Gaara, kulihat kau semakin manusiawi pada saat itu-" Gaara mendeathglare Kankurou

"-maksudku kau sebelumnya memang sudah lebih manusiawi daripada saat ujian chunin dulu Gaara, awalnya aku mengira kau menjadi seperti itu karena kau sudah mulai diterima penduduk Suna, namun ketika aku memperhatikan lagi ternyata seseorang itu yang membuatmu seperti ini. Kau selalu menatapnya, memperhatikannya dan mengawasinya setiap ia dikirim misi ke Suna. Jangan kira aku tidak memperhatikanmu Gaara"

Muka Gaara bersemu merah, ia tidak menyangka Kankurou memperhatikan dirinya sampai sedetail itu.

Kankurou tertawa melihat reaksi Gaara, "Wajahmu lucu sekali Gaara, itu mengingatkanku saat aku memberitahumu kalau Sakura yang mengobatimu pada saat perang berakhir."

Muka Gaara semakin memerah menahan malu, "Dan ekspresi wajahmu ketika aku memberitahumu bahwa dia tidak sadarkan diri selama dua hari setelah merawat lukamu menjawab semua pertanyaanku Gaara"

Gaara mendengus kesal, "Berhenti menggodaku!"

Kankurou mencoba mati-matian menahan tawanya, ternyata menggoda Gaara dengan topik Sakura sangat menyenangkan.

Kemudian ia berdeham mencoba menetralisir suasana.

"Baiklah… baiklah kita kembali ke topik awal, lalu kenapa kau kelihatan tidak senang dengan pernikahan ini? Seharusnya kau bahagia Gaara"

"Aku hanya tidak ingin membuat Sakura menderita nii-san. Tapi aku juga tak ingin kehilangannya. Dan kau tahu para tetua semakin lama semakin susah diajak berkompromi. Mereka bahkan tidak meminta pendapatku soal pernikahan ini"

Kankurou menghela napas, "Semakin tua ternyata mereka semakin keras kepala rupanya"

.

.

.

Di bagian Sakura dan Sasuke

Mereka melepaskan ciuman mereka, Sakura menunduk, mencoba menuatkan dirinya, lalu dia menatap dan tersenyum palsu kerah Sasuke.

"Kau harus mencari orang lain untuk membantumu membangun kembali klanmu Sasuke"

Sasuke membelalakan matanya,v"Katamu kau mencintaiku?! Lalu kenapa kau menyuruhku menikahi wanita lain Sakura?"

Sakura mencoba untun terlihat tenang dan tegar, "Aku sudah bertunangan Sasuke."

Sasuke mendecih, "Tch! Persetan dengan semua itu! Kita sama-sama saling mencintai Sakura! Lebih baik kita melarikan diri saja"

Sakura merengkuh kedua pipi Sasuke, ia mengunci tatapannya.

"Yang kita bicarakan disini tidak hanya kau dan aku Sasuke, tapi Konoha dan Suna. Kita tidak bisa melarikan diri Sasuke, semua negara sekarang merupakan anggota aliansi shinobi. Mereka pasti akan berkerjasama mengejar kita, dan kalau kita tertangkap aku tidak tahu apa yang nanti akan dilakukan oleh para tetua desa kepadamu."

"Kau adalah anggota terakhir klan Uchiha yang sangat melegenda Sasuke, Carilah wanita yang hebat yang bisa melahirkan anak-anakmu nanti"

"Aku ingin kau bahagia Sasuke, aku tidak ingin kau dibenci dan kehilangan kepercayaan lagi dari penduduk desa. Aku tidak ingin sesuatu hal yang buruk menimpamu Sasuke. Lagipula bukankah kau sudah berjanji untuk melindungi desa pada saat perang berlangsung dulu Sasuke? "

Sasuke hanya terdiam dan menundukan kepalanya dadanya terasa nyeri,'bahkan disaat seperti ini yang kau pikirkan diriku Sakura. Kumohon berhentilah tersenyum seperti itu.'

Setelah itu Sakura melepaskan rengkuhannya dan mulai berjalan meninggalkan Sasuke yang mematung. "Ayo Sasuke kita masih harus meneruskan perjalanan."

Sisa perjalanan mereka dihabiskan dengan keheningan, mereka berdua sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Dan tanpa terasa mereka telah sampai gerbang desa Sunagakure

Tiba-tiba angin berhembus kencang dan membuat pusaran pasir. Pusaran itu semakin lama semakin memadat. Lali munculah Gaara dari balik pasir tersebut.

"Terimakasih telah mengawal tunanganku Sasuke"

Rahang Sasuke mengeras dan ia mengepalkan tangannya, rasanya ingin sekali ia meninju muka orang yang ada di depannya itu. Namun ia urungkan niatnya karena ia tahu masalah lebih besar akan terjadi jika ia melakukan hal itu. "Hn" hanya gumaman saja yang keluar dari mulutnya

Lalu Sasuke melirik kearah Sakura, wajahnya tertutupi oleh helaian rambutnya. Sasuke tidak bisa membaca ekspresinya. Ia hanya mengeluarkan suara tanpa menoleh kearah Sasuke.

"Arigato Sasuke-kun, berhati-hatilah pada perjalanan pulang" Suaranya terdengar seperti cicitan.

Lalu Gaara menggengam tangannya dan mengajaknya beranjak dari sana samba nerkata,

"Kami pergi dulu Sasuke."

Gaara bukannya tidak sadar dengan tatapan tajam yang Sasuke arahkan padanya. Ia sangat menyadari itu. Aura persaingan pun sangat terasa. Namun ia lebih memilih mengabaikannya.

.

.

.

Sasuke memasuki gerbang konoha dengan langkah gontai, ia berjalan menyusuri desa menuju kantor hokage. Tetapi di tengah jalan ia dihadang Lee

"Sasuke-kun kau ingin ke kantor hokage?"

"Hn"

"Naruto-kun menyuruku membawamu ke suatu tempat Sasuke-kun"

"Hn"

Sasuke mengikuti langkah Lee, dan mereka berhenti di suatu tempat yang tidak asing baginya. Mansion Hyuuga.

Dia mengikuti Lee dan masuk ke sebuah ruangan, ternyata di ruangan itu seluruh Rokie-12 terlah berkumpul.

Melihat wajah Sasuke yang tidak enak, Naruto memilih untuk berbasa-basi terlebih dahulu.

"Bagaimana misimu Sasuke? Apakah Suna masih dipenuhi pasir?"

Anggota Rokie-12 hanya menepuk jidat mereka masing-masing, 'Bagaimana bisa orang sebodoh itu menjadi seorang hokage? Bahkan untuk berbasa-basi pun sangat payah'

Sasuke berkata dengan dingin, "Langsung saja ke intinya Dobe, untuk apa kalian berkumpul disini"

"Kami hanya ingin tahu bagaimana misimu Sasuke." Naruto bertanya dengan nada penekanan pada kata kata 'misimu'

"Untuk mengawal Sakura ke Suna dengan selamat ya. Untuk memintanya membangun klan Uchiha bersamaku tidak."

Semua orang menatap horror kearah Sasuke, merka tahu Sasuke sosok seseorang yang dingin namun kali ini berbeda, entah mengapa mereka merasakan aura begitu suram yang dikeluarkan oleh Uchiha terakhir ini saat ia menjawab pertanyaan Naruto tadi.

Ino mengeluarkan suaranya yang sedikit gugup, "Memangnya apa saja yang kau lakukan Sasuke?"

"Aku hanya mengajaknya berbicara dan bilang aku mencintainya"

'Astaga seorang Uchiha ditolak? Ini pasti pukulan telak baginya'

"Lalu?" Kini Sai yang mulai angkat bicara

"Dia bilang dia juga mencintaiku"

Semua orang menyeritkan alisnya bingung.

"Bukankah itu tandanya kau berhasil Sasuke?" Kini giliran Shino yang menyahut

Sasuke hanya menggelengkan kepalanya.

"Kenapa?" Kali ini giliran tenten

"Dia bilang ini bukan hanya tentang aku dengannya tapi juga tentang Konoha dan Suna."

"Kenapa kau tidak membawanya kabur di saat perjalanan?" Kiba menyahuti

"Ia tak ingin kejadian buruk menimpaku, ia tak ingin penduduk desa kembali membenciku, ia juga tak ingin aku dihukum oleh para tetua, ia ingin aku memenuhi janjiku pada saat perang berlangsung untuk melindungi desa, dan ia ingin aku mewujudkan impianku untuk membangun kembali klanku."

"Kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu saat pertamakali kau kembali ke desa? Tentu masalahnya tidak akan serumit ini" Ino memijit pangkal hidungnya

"Dia menghindariku"

"Aku juga sempat berfikiran yang sama soal itu Sasuke. Apakah sebelum terjadi sesuatu diantara kalian?" Sai mencoba mengingat kembali kejadian saat di gerbang Konoha pada saat Sasuke kembali ke desa

Sasuke berpikir, ia mengingat-ingat kejadian sebelumnya. "Terakhir kami bertemu sebelum itu adalah pada saat aku diobati olehnya di medan perang, lalu kunoichi Suna datang dan memintanya untuk menyembuhkan Kazekage. Lalu teman-temanku datang, aku menggigit Karin agar lukaku segera pulih dan menyuruh Sakura pergi untuk menyembuhkan Kazekage."

"Baka! Kenapa kau malah menyuruhnya pergi? Malah sampai menggigit wanita itu di depan Sakura. Kau benar-benar tidak peka Uchiha" Ino tak habis pikir apa yang dilakukan Sasuke, wajar saja Sakura menghindarinya. Ia pasti merasa cemburu

"Aku mendengar kondisi Kazekage cukup parah, dan yang bisa menangani itu hanya Sakura. Makannya aku menyuruhnya pergi karena luka ditubuhku sudah lebih baik"

Hening, tidak ada yang melanjtkan pembicaraan.

Ditengah keheningan Kiba berbisik –namun cukup keras untuk di dengar oleh semua orang yang ada disana- kepada Shino, "Kau tahu apa inti yang kita ambil dari kasus ini Shino?"

Shino hanya menolehkan kepalanya sebagai tanda ia mendengarkan omongan kiba barusan.

"Kalau ingin melamar seseorang lebih baik jangan ditunda-tunda, atau kau akan berakhir seperti Sasuke"

Tuing! Perempatan siku muncul di dahi semua orang disana

Duagh!

"Apa-apaan kau Ino?! Kenapa kau memukul kepalaku?" Kiba mengelus kepalanya yang benjol akibat perbuatan Ino kepadanya barusan.

"Baka!" Ingin rasanya Ino menyumpal mulut Kiba yang selalu tidak peka pada keadaan, untuk kasus ini bahkan Naruto saja lebih peka.

"Hn, betul perkataanmu Kiba" Sasuke menyahut, yang membuat keadaan menjadi hening kembali.

Semua orang menghela napas, sepertinya orang yang sedang mereka interogasi sedang benar-benar frustasi. Hey sejak kapan Uchiha Sasuke berbicara panjang lebar seperti itu?

"Apa yang selanjutnya akan kau lakukan?" Kini Naruto mulai kembali angkat suara.

"Sejujurnya aku lebih memilih berperang dengan Suna, tapi itu tidak mungkin"

"Kenapa tidak mungkin?! Ayolah kita punya dua orang pahlawan yang berperan melawan Madara Uchiha. Belum lagi jurus-jurus hebat dari klan-klan ternama!" Kiba lagi-lagi menyahutkan inspirasinya

Shikamaru memutar bola matanya,"Baka! Itu yang ada semakin menyusahkan kita! Merepotkan"

Kiba memasang muka jengkelnya, "Bilang saja kau tidak ingin melawan kekasihmu yang pengendali kipas itu Shikamaru"

Perempatan siku muncul di dahi Shikamaru.

"Baik Suna maupun Konoha sama-sama tergabung dalam Aliansi Shinobi. Kita punya beberapa peraturan dan perjanjian khusus, Setiap ada masalah terutama perang pada suatu Negara maka seluruh Negara Aliansi akan membantu. Dalam kasus ini kalau kita menyerang Suna jelas-jelas posisi kita yang salah Kiba. Nanti yang akan kita hadapi tidak hanya Suna, namun Negara Aliansi lainnya. Mereka mungkin akan memutus hubungan kerjasama dengan desa kita. Dengan kata lain desa kita akan terisolasi dari dunia luar dan tidak aka nada yang membantu. Kau tidak memikirkan nasib penduduk desa nantinya?"

Kiba terdiam sejuta bahasa, benar juga semua yang dikatakan Shikamaru. Kenapa dirinya tidak memikirkannya sampai sejauh itu. Pantas Saja Sasuke bilang tidak mungkin

Semua sibuk berfikir dengan pikirannya masing-masing, sampai seuara ketukan membuyarkan lamunan mereka.

Tok Tok Tok

Hinata pun membuka pintu dan mendapai seorang ANBU berdiri di depan pintu dengan membawa sebuah gulungan

"Maaf Hinata-sama, Saya harus menyerahkan gulungan ini kepada Hokage-sama"

Naruto menghampirinya dan berkata, "dari siapa gulungan itu? Mengapa kau tidak menyerahkannya di kantor nanti?"

Sang anbu menggaruk belakang kepalanya, "A-Ano.. gulungan itu dari Kazekage-sama"

Naruto segera mengambil gulungan itu "Terimakasih, kau boleh pergi"

Lalu sang ANBU menghilang dan Naruto mulai membaca gulungan itu.

Senua mata tertuju kepada Naruto, Muka Naruto terlihat pucat.

"A-ada a-apa Naruto-kun?" Hinata bertanya kepada suaminya.

Glek! Naruto menelan ludahnya dengan susah payah.

"Pernikahan Gaara dan Sakura dipercepat"

Glek! Kini semua orang disana meneguk ludahnya dengan susah payah sambil mengarahkan pandangannya ke Sasuke

Rahang Sasuke mengeras dan ia mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Sinar keunguan mulai terlihat dibelakangnya

Kali ini wajah Naruto sudah pucat pasi, Ia mencoba menghampiri Sasuke."Te-teme ku mohoh ja-jangan gunakan Susano'o mu! Kalau kau menghancurkan mansion Hyuuga aku bisa dipecat jadi menantu oleh Hiashi! K-ku mohon te-teme."

TBC


Maaf ya kalo chapter ini kurang berkenan di hati kalian!

Kalau ada yang mau memberi masuka untuk jalan cerita ini bisa pm aku :p

Uchiharuno susi: Makasih ceritanya udah dibilang seru hahaha. aku usahain ceritanya dipanjangin buat chapter depan. tapi ga janji bisa update kilat hohoho *dilempar sendal* Thanks buat reviewnya!

mitsuka sakurai: sebenernya gaara gak egois kok, ia cuma mau memperjuangkan sakura aja. buktinya dia mengijinkan sasuke yang mengawal sakura pada chapter ini hahahaha (kemaren kan belum dijelasin yak) *kabur* Terimaksih buat reviewnya!

hanazono yuri: Aku usahain update kilat. tapi kalo chapter depan ga janji deh, soalnya mau dibuat banyak *spoiler* (apanya yang spoiler coba )

: semoga ke depannya makin tambah seru hahaha. Author emang banyak masukin karakter kiba, apalagi di chapter ini. soalnya karakter kiba kadang ngomongnya suka asal dan suka ga bisa baca situasi. tapi disitu yang bikin aku suka sama dia. hahaha kaya yang waktu episode Sakura nyatain perasaanya ke naruto kiba bener bener gabisa baca situasi sampe diinjek kakinya ama sakura hahaha. Terimakasih untuk reviewnya!

hachikodesuka: iya sasu diuji kesabarannya banget disini. kalo di anime kan saku yang suka diuji, kali ini Sasu yang diuji *ketawa setan* Terimakasih untuk reviewnya!

angodess: aku gabakal bikin sasu berpaling ke karin ko, soalnya aku juga kurang suka sama pairing itu hahaha. sekarang ceritanya udah fokus ke gaasakusasu sama para tetua yang nyebelin. Terimakasih untuk reviewnya!

UchiHarunoKid: ya selamat datang kembali (?) chapt depan aku ga janji bisa update kilat heheh ._. Teimakasih buat reviewnya!

miss chery24: jangan panggil aku senpai ._.v aku masih orang baru disini. mohon bantuannya yaaa. aku ga janji bisa update kilat buat chapt depan ._. Terimakasih buat review nya!

Lina: Maaf ya kalo kamu ga suka karakter sakura disini hehehe. Tapi kalo menurut pendapatku sih Sakura yang sekarang emang mentalnya udah lebih kuat, tapi kita gatau apa yang dia rasakan sebetulnya kan? :p makasih udah review! :D