Naruto © Masashi Kishimoto

Rated: T

Gender:Tragedy,Romance.

Warning: CANON, OOC (mungkin), Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.

Don't Like? Don't Read!

"Apa kabar Sasuke?"

"Seperti yang kau lihat, bagaimana denganmu Gaara?"

"Aku sudah jauh lebih baik"

"Hn"

Suasana hening tercipta diantara mereka, sampai salah satunya membuka suara kembali.

"Gomen"

"Hn, Aku juga meminta maaf karena memancing emosimu Sasuke"

"Hn"

Setelah terdiam beberapa saat Sasuke kembali angkat suara,

"Gaara, bolehkah aku meminta satu hal?"

"Apa itu?"

"Berjanjilah untuk melindungil Sakura, buatlah dia bahagia"

"Aku akan menjaganya dengan nyawaku Sasuke! Aku berjanji"

Sasuke tersenyum,"Hn. Aku tahu itu, Kalau kau tidak bisa menjaga dan membahagiakannya aku akan mengambilnya darimu"

.

.

Kiba, Ino, Shino, Lee dan Tenten sedang melihat Sasuke dan Gaara dari kejauhan.

"Hei, apakah kalian lihat itu? Sedang apa mereka?"

Tenten menjawab, "Tentu saja kami melihatnya Ino"

Ino kembali bertanya, "Menurutmu apa yang mereka bicarakan?"

Chouji menjawab sambil memakan keripik kentang miliknya, "krauk.. Aku yakin itu tentang Sakura.. krauk"

Ino kembali membuka suara, "Astaga apa yang kedua orang dingin itu bicarakan? Bisa kalian bayangkan cara mereka berkomunikasi?"

"Aku rasa Sasuke akan ngomong 'hn' lalu Gaara juga akan menjawab 'hn' dan percakapan itu berakhir dengan 'hn' 'hn''hn'"

Toeng!

Ino geleng-geleng kepala, sedangkan yang lainnya sweatdrop membayangkan perkataan Kiba barusan. "Kau benar benar bodoh Kiba!"

Tenten memasang wajah berpikir dengan tangan berada di dagunya, "Mereka benar-benar sama ya?"

"Sama dalam artian?" Lee bertanya.

"Mereka sama-sama tampan, mereka sama-sama mempunyai banyak penggemar, mereka sama-sama mempunyai masa lalu yang kelam dan mereka sama-sama irit bicara dan dingin."

Ino kembali buka suara dengan wajah yang antusias "Aku tahu ada satu persamaan lagi diantara mereka!"

"Apa lagi Ino?" Menurut tenten hampir semua kesamaan mereka sudah dia sebutkan.

"Mereka hanya mau berbicara panjang pada satu orang!"

Sebagian hanya manggut-manggut dan sebagian menjawab dengan "aaa betul"

.

.

.

Pernikahan Kazekage digelar hari ini di Suna, semua orang penting banyak yang hadir. Pesta diadakan dengan sangat meriah. Semua warga Suna bersuka cita atas hal itu.

Terlihat Sakura di ruang rias yang dikerubungi oleh beberapa perempuan.

"Kau cantik sekali forehead!"

"B-benar k-kata Ino-chan, S-sakura-chan terlihat sangat cantik"

Tenten ikut menimpali, "Wah kau terlihat berbeda Sakura"

Sakura hanya tersenyum, pujian teman temannya membuat pipinya merona

"Errr… Sakura apa kau bahagia di hari pernikahanmu?" Ino menanyakannya dengan wajah ragu

Sakura mencoba tersenyum meyakinkan teman-temannya yang memandangya dengan raut wajah sedikit cemas.

Tak lama Naruto memasuki ruangan itu "Sakura-chan sebaiknya kau seger-"

Naruto tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena ia terpaku melihat sosok Sakura.

Naruto menunjuk-nunjuk kearah Sakura "KAU! KAU! KAU SANGAT CANTIK SAKURA-CHAN!"

Dugh!

Sebuah jitakan keras mendarat di kepala Naruto.

"Urusai!"

Naruto mengusap-ngusap kepalanya yang benjol dan mengerucutkan bibirnya "Kau kasar sekali Ino. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya Sai setelah ia menikah denganmu" Naruto bergidik ngeri membayangkannya.

Baru saja Ino akan melayangkan jitakan lagi kepada Naruto namun kegiatannya diinterupsi

Sakura tersenyum melihat kedua sahabat pirangnya,"Sudahlah pig kau seperti tidak tahu sifat Naruto saja"

Ino menarik kembali tangannya yang akan menjitak Naruto.

Lalu Kankurou muncul dengan senyumnya yang cerah,

"Sakura, sebentar lagi waktumu untuk keluar, bersiap-siaplah. Tenten-chan ayo kita keluar"

Sakura menjawab, "Baiklah nii-san aku akan bersiap"

Lalu mereka semua keluar dan menyisakan Sakura di ruang rias.

'Apakah dia akan datang?'

Sakura mencoba menenangkan diri, jantungnya tidak bisa diajak berkompromi. Ia begitu deg-degan.

Pintu pun terbuka kembali menampilkan sosok Gaara.

Perutnya semakin melilit melihat Gaara yang menghampirinya.

Gaara mengulurkan tangannya, lalu Sakura menggenggamnya.

Gaara bertanya, "Kau sudah siap?"

Sakura menarik napas panjang lalu menghembuskannya, kemudian ia mengangguk.

Mereka mulai berjalan beriringan menuju podium untuk ikrar pernikahan.

Ketika berjalan menuju podium, mata emerald Sakura bersibobrok dengan mata onyx Sasuke.

Napas Sakura tercekat, melihat Sasuke yang tersenyum ke arahnya.

'Semoga kau bahagia Sakura'

Sakura pun tersenyum balik kearah Sasuke.

'Kau harus berbahagia Sasuke'

.

.

.

Resepsi pernikahan didatangi banyak tamu undangan, Semua terlihat bergembira.

Sakura dan Gaara sedang berada di tengah-tengah kerumunan Rokie-12 dan Sabaku bersaudara mereka semua hadir disana kecuali Sasuke yang menghilang setelah pengucapan ikrar tadi.

Mereka cukup mengerti keadaan Sasuke. Awalnya mereka menyuruh Sasuke untuk tidak datang, namun Sasuke bersikeras untuk datang.

Percakapan ringan pun terjadi diantara mereka.

Lee bertanya, "Tenten sejak kapan kau dengan Kankurou berhubungan?"

Ya pertanyaan yang diajukan Lee memang ada di benak semua orang yang disana.

Wajah yang ditanyai pun merona hebat, Tenten menjawab. "A-ano Lee kami baru dua bulan berhubungan"

Ino menimpali dengan semangat, "Ceritakan pada kami Tenten bagaimana Kankurou memintamu untuk menjadi kekasihnya!"

Kankurou semakin memerah dibuatnya, Ia tidak ingin masalah pribadinya diumbar terlebih di depan umum. Memang ini juga pertamakalinya Kankurou menunjukan hubungannya dan Tenten di depan teman-temannya, bahkan di depan saudaranya.

"E-eh kenapa kalian jadi membahasku? Lebih baik membahas Gaara dan Sakura! Ini kan hari pernikahan mereka."

Sepertinya usaha Kankurou untuk mengubah topik berhasil dengan sukses.

Ino menyeringai, "Betul sekali!"

Sai berkata dengan wajah polosnya,"Gaara apakah kau sudah membaca buku Icha-Icha series milik Kakashi-sensei? Itu mungkin bisa dijadikan referensi untukmu"

Ucapan Sai sukses membuat Sakura yang sedang minum tersedak, dan membuat muka Gaara semerah warna rambutnya. Sedangkan para anggota lainnya hanya tersenyum penuh arti.

"Aku rasa Gaara sudah mempunyai rencana sendiri untuk nanti malam."

Kankurou menyeringai dan ucapannya barusan membuat anggota disana tertawa. Kecuali Gaara dan Sakura yang memberinya deathglare mematikan.

.

.

.

.

.

Setahun setelahnya

Para ANBU sedang berjaga di daerah perbatasan Suna-Konoha karena akhir-akhir ini banyak terjadi perampokan oleh para bandit, Sampai kepala sendiri pun ikut turun tangan dalam kasus ini.

"Sasuke, sampai kapan kau berdiri disana terus? Aku tahu kau ketua, namun beristirahatlah. Percayakan dengan anggotamu yang lain. Kau sudah berdiri disana seharian penuh."

"Tidak bisa Sai, Aku yakin para bandit ini bukan bandit biasa. Aku menduga mereka juga para pemberontak negara aliansi mengingat korban-korban mereka bukanlah orang-orang biasa."

"Hn, Baiklah terserah kau saja."

Sai pun menjauhi Sasuke dan bergabung dengan para anggota lainnya yang sedang beristirahat.

Shino bertanya,"Bagaimana?" Sedangkan Sai menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.

Chouji menimpali "Apa kubilang? Dia itu keras kepala"

"Menurutku dia seperti itu karena dia belum memiliki istri" Timpal Kiba cuek

Lalu tak lama terdengar sebuah suara datar, tajam, dan menusuk. "Aku mendengarnya Kiba."

Kiba menelan ludah dengan tatapan horror. "Ahahahah! Aku hanya bercanda"

Sreek! Sreek! Sreek!

Mereka semua dikejutkan dengan kedatangan seorang ANBU dari balik semak-semak, yang dilihat dari pakaian yang digunakan berasal dari Suna.

Kondisi ANBU tersebut sangat amat meprihatinkan, Darah mengalir dari sekujur tubuhnya yang terdapat banyak luka robekan. Pakaiannya sudah berubah menjadi merah. Dari mulutnya pun terlihat darah yang mengalir. Tak lama sang ANBU pun ambruk.

Sasuke dan yang lain segera menghampiri ANBU tersebut

Lee bertanya "Apa yang terjadi?!"

"Rombongan… Kazekage-sama.. di..se..rang.. uhuk.. oleh.. para… bandit."

Semua orang shock, Tapi ekspresi yang begitu berbeda datang dari ketua ANBU Konoha.

Tubuhnya menegang, Tangannya yang mengepal bergetar. Hanya satu hal dalam pikirannya.

'Sakura!'

"HEY SASUKE KAU MAU KEMANA?!"

Sasuke segera berlari menembus hutan dengan kecepatan tinggi dan mengaktifkan sharingan, meninggalkan teman temannya yang masih terpaku.

'Sakura kumohon bertahanlah! Gaara kuharap kau memenuhi janjimu! Kami-sama semoga aku tidak terlambat'

TBC


Aku usahakan buat update kilat hehehe, dan maaf untuk chapter ini pendek soalnya biar bikin penasaran :D

Terimaksih banyak buat semua yang udah baca, apalagi yang ngereview, ngefav, dan nungguin cerita ini.

Maaf kalo ada yang gak suka ceritanya.. Terimakasih juga buat kritik dan saran yang udah kalian kasih.

Aku terharu ngeliat review kalian, maaf gabisa bales satu-satu. Aku sangat menghargai kalian! Kata-kata kalian bikin semangat aku buat nulis :')

Akhir kata terimakasih dan sampai jumpa di chpater berikutnya ;)