Naruto © Masashi Kishimoto
Rated: T
Gender:Tragedy,Romance.
Warning: CANON, OOC (mungkin), Gaje, Typo bertebaran, EYD berantakan dll.
Don't Like? Don't Read!
Gaara dan Sakura sedang sarapan bersama di kediaman mereka, semenjak mereka menikah mereka memilih untuk tinggal terpisah dari kedua Sabaku lainnya. Mereka membeli rumah sederhana di dekat gedung Kazekage, yang sangat jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan rumah keluarga Sabaku.
"Sakura, aku berencana untuk berkunjung ke Konoha untuk beberapa hari. Bagaimana menurutmu?"
Sakura terdiam sabentar, ia terlihat sedikit ragu. Namun kepalanya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.
"Semenjak kita menikah kita belum berkunjung kesana, kupikir kau merindukan kampung halamanmu. Dan kukira sudah saatnya kita membagi berita bahagia ini kepada mereka."
Sakura hanya tersenyum, ah Suaminya memang selalu mengerti dirinya.
"Kau bersiap-siaplah, siapkan bawaanmu kita mungkin akan disana selama tiga sampai lima hari."
Sakura kembali mengangguk, lalu Gaara berdiri dan mengambil jubah kagenya. Sakura ikut berdiri dan membantu Gaara memakai jubah kagenya. Itulah kegiatan setiap pagi mereka.
"Aku berangkat dulu."
Cup!
Gaara mencium kening Sakura dengan penuh kasih sayang.
Sebelum berangkat Sakura memberikan wejangan kepada Gaara, "Hati-hati dan jangan pulang terlalu larut. Jaga kondisimu"
Gaara tersenyum dan menjawab, "aaa"
Aah senyum suaminya memang selalu bisa meneduhkan hati Sakura.
.
.
Sang Kazekage sedang duduk dikantornya, ia sedang termenung.
'Sudah satu tahun, aku tahu aku tidak mungkin menggantikan sosok Sasuke dihatinya. Cinta Sakura untuk Sasuke begitu dalam. Tapi apakah aku salah berharap Sakura mencintaiku walaupun sedikit saja?'
kemudian ia membuka lacinya, dan mengambil secarik kertas disana. Senyum miris pun terukir di wajah tampannya. Ia bergumam.
"Semoga aku masih sempat melihatnya"
.
Sedangkan Sakura yang sedang membereskan kamar tidurnya melihat foto pernikahannya dengan Gaara, ia mengelus perutnya yang membuncit sambil tersenyum lembut.
'Aku akan berusaha mencintaimu Gaara. Meskipun hatiku sebagian besar masih terisi oleh Sasuke. Aku akan berusaha'
.
.
.
Keesokan harinya Gaara bersama Sakura dan beberapa ANBU melakukan perjalanan menggunakan kereta kuda, mereka tidak melakukan perjalanan seperti biasa mengingat kondisi Sakura yang sedang berbadan dua.
Sepanjang perjalanan terisi dengan obrolan ringan oleh pasangan tersebut sampai tiba-tiba kereta yang mereka tumpangi berhenti. Gaara mengerutkan keningnya, karena menurut perhitungannya mereka belumlah sampai ke Konoha.
Tiba-tiba terdengar suara benda berdenting dari luar dan disusul dengan sebuah teriakan.
Gaara yang merasakan sesuatu tidak beres segera keluar dari kereta kudanya. Di luar terdapat segerombol orang dengan intensitas chakra yang cukup tinggi. Mereka menyeringai melihat siapa yang turun dari kereta kuda itu.
Orang-orang itu terlihat menyeringai, "Hah tak kusangka hari ini kita mendapatkan korban yang bagus. Komandan utama pasukan aliansi shinobi, kazekage dari Suna Sabaku no Gaara."
Gaara masih memasang raut datarnya,"Apa yang kalian inginkan?"
Seseorang bertubuh besar dengan luka goresan di sekitar wajahnya yang kelihatannya sebagai pemimpin komplotan tersebut menjawab,
"Kami hanya ingin sejumlah harta dan sedikit kekuasaan. Kami sudah muak diatur oleh Negara aliansi shinobi! Kalian hanya mementingkan kepentingan Negara-negara besar! Sedangkan desa-desa kecil tidak kalian perdulikan! Banyak orang yang mati kelaparan di desa kami! Termasuk anakku!"
Gaara menjawab dengan tenang, "Kami bukan memengtingkan Negara besar, hanya saja ini baru satu tahun semenjak perang berakhir. Kerusakan yang diakibatkan oleh perang lebih banyak terjadi di Negara besar karena menjadi tempat pertempuran. Setelah kondisi stabil kami akan membantu pembangunan desa-desa kecil. Dan kalau yang kalian inginkan adalah harta, akan kuberikan."
"Tch! Aku lebih berniat untuk membunuhmu daripada mendapatkan hartamu. Dengan begitu Negara Aliansi pun akan memandang desa kami. Serang!"
Para bandit segera menyerang kearah Gaara. Para ANBU yang ada pun ikut membantu Gaara. Kalau dilihat dari jumlah tentu saja tidak sebanding, para bandit jumlahnya puluhan. Sedangkan Gaara hanya didampingi oleh enam orang ANBU dari Suna. Ia sedikit menyesal tidak mengiyakan tawaran Temari agar Kankurou dan Shikamaru mendampingi perjalanannya kali ini seperti biasa.
Mendengar suara keributan diluar Sakura keluar dari kereta kuda, dan matanya terbelalak melihat sedang terjadi pertempuran dengan jumlah timpang itu.
Gaara yang menyadari Sakura turun dari kereta kudanya terlihat sedikit gusar, ia segera mengendalikan pasirnya untuk menyelubungi Sakura agar terlindungi dari serangan-serangan para bandit.
Pimpinan para bandit yang menyadari hal itu menyeringai. Dan menyuruh anak buahnya mengalihkan serangannya kearah gumpalan pasir yang berisi Sakura di dalamnya.
Gaara menggeram kesal, "Lawan kalian adalah aku!"
Pimpinan bandit itu terkekeh pelan, "Akan kubuat kau merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kau sayangi."
Gaara mencoba memfokuskan dirinya dengan pasir-pasirnya. Konsentrasinya tidak boleh pecah.
Ia diserang dari segara arah, ia harus bertahan, menyerang dan melindungi Sakura secara bersamaan. Kondisinya semakin terdesak.
Melihat para bandit yang malah semakin banyak menyerang Sakura membuat Gaara berang. Lalu ia berteriak,
"ANBU, tinggalkan lawan kalian dan lindungi Sakura dari semua sisi! Biar aku yang menghadapi mereka!"
Salah satu ANBU yang sedang menangkis serangan para bandit itu menyahut tanpa melihat ke arah pemimpin desanya yang member perintah.
"Tapi Kazekage-sama bagaimana dengan anda?"
Gaara menjawab, "Cepatlah kalian lakukan! Saat ini yang terpenting adalah melindungi nyawa istri dan anakku."
Mereka semua segera mundur dan mengelilingi Sakura. Gaara melepaskan pasir pelindung Sakura dan mulai menyerang kembali dengan lebih brutal. Saat ini konsentarsinya fokus untuk menyerang.
Beberapa bandit bertumbangan dan bersimbah darah karena Gaara membuat pasirnya seperti shuriken. Namun ternyata itu belum cukup mengingat jumlah bandit yang banyak dan sebagian dari mereka berhasil menghindar dari serangan Gaara. Mereka memang bukan bandit biasa.
Melihat Gaara yang tengah sibuk dengan anak buahnya pimpinan bandit tersebut menyuruh sebagian anggotanya untuk mengicar Sakura yang dikelilingi oleh para ANBU.
Mereka segera melompat kearah Sakura, namun dihalau oleh para ANBU.
Gaara terus menghalau dan menyerang bandit-bandit yang menyerangnya.
Sakura melihat para ANBU yang tadi menjaga dan mengelilinginya mulai memperlebar jaraknya.
Para ANBU tersebut berpikir bertarung terlalu dekat dengan istri Kazekage mereka akan membuat ia terluka, maka mereka memberikan jarak.
Namun kesempatan itu dipakai oleh bandit yang lainnya untuk menyerang Sakura.
Jika Sakura tidak sedang mengandung mungkin ia akan segera mengeluarkan tenaga monsternya untuk menghancurkan tanah di sekita area pertempuran mendadak itu.
Namun keadaan chakranya yang tidak stabil karena kehamilannya membuat ia tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa menghindar dan menangkis serangan para bandit itu. Sesekali ia meninju tubuh para bandit itu.
Meskipun hanya tinjuan dengan keadaan kondisi chakra yang tidak stabil tetap membuat para bandit itu tersungkur ke tanah.
Gaara yang melihat hal itu menyeringai senang, ia baru sadar kalau Haruno Sakura bukan wanita lemah, meskipun dalam keadaan hamil sekalipun.
Para ANBU yang harus melawan tiga orang sekaligus sudah mendapatkan banyak luka yang cukup serius. Goresan kunai dan shuriken dari para bandit itu melukai tubuh mereka karena pertarungan yang tidak seimbang ini.
Pemimpin para bandit yang belum mengeluarkan jurusnya sama sekali menggeram kesal karena pasukannya sudah habis setengahnya. Ia terlalu meremehkan kekuatan Kazekage dari Suna itu.
Ia kemudian membentuk sebuah segel dengan tangannya.
Gaara yang menyadari hal itu segera bergerak kearah Sakura secepat kilat sebelum segel itu selesai dibuat.
Tak lama bunyi ledakan keras terdengar di arena pertempuran itu,
DHUAR!
Untung saja Gaara menghindar dengan tepat waktu. Sambil menggendong Sakura, ia melompat kearah pohon yang tinggi.
Dua ANBU yang terlambat menghindar tewas di tempat. Sedangkan tiga orang ANBU lainnya menghindar dengan cara yang sama seperti Gaara yaitu melompat kearah pohon. Dan satu ANBU lainnya hilang entah kemana.
Para bandit yang menyadari kesempatan bagus untuk menyerang mengarahkan senjata tajam mereka kearah ketiga ANBU dan Gaara.
Naas, Gaara terlambat menghindar dan sebuah kunai melesat kearah bahu Sakura dan membuat luka gores yang lumayan dalam.
Sakura meringis di dalam dekapan Gaara. Gaara menggeram kesal dan matanya memerah, Dadanya naik turun tak beraturan, jantungnya berpacu begitu cepat. Dadanya terasa nyeri. Ia segera turun dari pohon dan mendudukan Sakura ke tempat yang menurutnya sedikit lebih aman.
'Kami-sama kumohon jangan sekarang, aku harus melindungi Sakura'
Flashback
Gaara berjalan gontai ke ruangannya di gedung kazekage, ia memegang sebuah surat dari Rumah Sakit Suna, ia mendesah mengingat percakapannya dengan dokter tadi.
"Menurut pemeriksaan, anda menderita kanker hati kazekage-sama. Kemungkinan besar penyebabnya karena insomnia anda. Insomnia berkepanjangan dapat mengakiatkan kanker."
"Tapi akhir-akhir ini saya sudah tidak insomnia, dok. Saya sudah mulai tidur teratur." Ya semua itu karena Sakura. Lanjutnya dalam hati
"Insomnia anda sudah berlangsung selama lima belas tahun Kazekage-sama, dan itu memberikan dampak yang tidak sedikit. Sedikit banyak ini mempengaruhi kondisi jantung anda juga."
"Jantung? Jantung saya memang mempunyai kelainan karena saya dilahirkan premature oleh ibu saya. Tapi apa hubungannya?"
"Secara umum tubuh manusia akan memproses untuk menetralisirkan racun dalam darah di dalam tidurnya yang dimulai sekitar jam dua sampai jam tiga pagi. Karena anda mengalami insomnia tubuh anda tidak bisa memproses racun yang di dalam tubuh anda sebagaimana mestinya. Itu mempengaruhi kerja hati anda, karena hati merupakan tempat penyaringan racun-racun dari darah anda. Hati anda menjadi berkerja lebih keras dari apa yang seharusnya dilakukan. Dan karena hal itulah anda terkena kanker hati kazekage-sama."
Sang dokter kembali melanjutkan perkataannya,
"Darah yang ada di dalam tubuh anda menjadi mengandung racun yang menyebabkan jantung anda yang seharusnya memompa darah yang penuh oksigen menjadi memompa darah yang terkontaminasi racun tersebut kazekage-sama. Mungkin anda juga sudah mulai merasakannya? Napas tidak beraturan dan tiba-tia dada terasa sesak?"
Gaara hanya mengangguk member persetujuan. Akhir-akhir ini memang dadanya terasa sesak secara tiba-tiba.
"Untuk kanker anda mungkin masih bisa di sembuhkan mengingat kanker itu belum memasuki stadium lanjut. Anda bisa melakukan beberapa pengobatan untuk menyembuhkannya. Untuk sementara saya akan memberikan obat untuk mengurangi rasa sesak."
Gaara tersenyum dan bergumam, "Arigato" lalu ia meninggalkan tempat itu.
Gaara masih memandangi surat di tangannya dengan tatapan sendu, apakah ia harus memberikan kabar ini kepada Sakura?
Suara ketukan pintu membuat Gaara menyudahi lamunannya. Ia kemudian memasukan surat itu ke dalam laci di meja kerjanya. lalu mempersilahkan masuk orang diluar pintu tersebut.
Mata Gaara terbelalak lebar melihat Sakura yang datang ke ruang kerjanya. ini bukan jam makan siang, dan Sakura tidak membawa kotak bento yang biasanya dia bawa untuk Gaara.
Untung saja Gaara sudah menyembunyikan surat itu.
"Sakura?"
Sakura melangkah kearah Gaara dan langsung menerjangnya dan membuat kursi yang diduduki Gaara sedikit mundur ke belakang.
Gaara sedikit mengerutkan dahinya melihat sikap aneh istrinya, namun ia tetap membalas pelukan Sakura dan menyesap aroma khas dari seorang Sabaku Sakura.
Sakura melepaskan pelukannya dengan uraian air mata, Gaara terkejut melihat air mata Sakura. Ia juga bingung kenapa Sakura menangis tapi sambil tersenyum dengan wajah yang sangat bahagia.
Dengan segera ia menghapus air mata Sakura dengan kedua ibu jarinya,
"Ada apa Sakura? Siapa yang membuatmu menangis?"
Sakura hanya tersenyum menanggapi omongan Gaara dan itu membuat Gaara semakin bingung.
Melihat wajah kebingungan suaminya Sakura hanya terkekeh,
"Kau akan segera menjadi ayah Gaara."
Deg!
Wajah Gaara terlihat semakin abstrak sekarang, ia dikejutkan dengan berita bahagia itu.
"k-ka-kau hamil?"
Sakura mengangguk menjawab pertanyaan Gaara.
Gaara langsung memeluk istrinya dengan erat sambil bergumam kata syukur dan terimakasih.
Ya, disaat itu juga Gaara memutuskan untuk merahasiakan tentang penyakitnya dari istrinya.
Flashback off
Meskipun dadanya terasa nyeri namun Gaara tetap mencoba bertarung dengan dibantu oleh para ANBU yang kondisinya tidak bisa dibilang baik.
Gaara mencoba mengendalikan pasirnya dan menyerang para bandit, ia begitu kesal karena para bandit itu melukai Sakuranya.
Tiba-tiba hujan mengguyur tempat itu, Gaara sedikit kesulitan mengendalikan pasirnya. Dan itu membuat pimpinan para bandit menyeringai senang. Meskipun sudah banyak luka di tubuhnya ia tahu ia masih mempunyai kesempatan untuk menang mesikpun anak buahnya telah habis, ia yakin ia bisa ertarung satu lawan satu melawan kazekage tanpa pasirnya karena para ANBU sudah terkapar tak berdaya dengan kadar chakra yang lemah.
Gaara akhirnya menyerah menggunakan pasirnya dan ia mengambil pedang salah satu bandit yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Ia sedikit terhuyung karena nyeri di dadanya semakin menjadi jadi. Namun ia tidak menyerah begitu saja dan mencoba untuk tetap fokus. Apapun akan dia lakukan untuk melindungi Sakura dan anak mereka.
Sementara di tempat lain Sasuke tengah berlari menembus hujan, ia merutuki hujan itu karena membuat waktunya sedikit terhambat, ia harus berhati-hati jika tidak ingin jatuh dari dahan pohon yang licin.
'Kami-sama aku tahu dosaku terlalu banyak untuk memohon kepadamu. Tapi untuk kali ini kumohon selamatkanlah Sakura, selamatkanlah mereka'
Gaara mengarahkan pedangnya kearah pimpinan bandit tersebut, namun naas belum sempat pedang itu mencapai sang pimpinan bandit tubuhnya telah limbung ke tanah.
Sang pimpinan bandit menyeringai senang lalu bergumam,
"Akan kubiarkan kau melihat kematian orang tercintamu Kazekage-sama, baru setelah itu aku akan membunuhmu."
Pimpinan bandit itu berjalan menuju Sakura. Sakura yang melihat itu hanya membelalakan matanya ngeri. Kunai yang mengenai bahunya adalah kunai beracun, dan itu membuatnya lumpuh walaupun hanya sementara.
Melihat wajah ketakutan di depannya pimpinan bandit itu tertawa keras, ia memegang pedangnya.
Sakura hanya mampu memejamkan matanya menunggu ajal menjemputnya.
Pedang sang pemimpin bandit itu terayun lalu …
"SAKURA!"
TBC
yang terakhir itu teriakan siapa yah? hehehe gimana nasib sakura selanjutnya?
oh iya penyakit diatas author agak karang, hehehe buat pelengkap aja.
untuk bayi prematur emang kemungkinan besar bermasalah sama jantungnya itu aku browsing hehe
dan untuk insomnia emang bisa menyebabkan kanker, stroke sama diabetes. aku milih gaara sakit kanker aja soalnya ga rela kalo gaara kena stroke atau diabetes hihihi
oh iya maaf ya readers sekalian aku agak lama updatenya hohoho mood ngetik hilang begitu saja akhir-akhir ini, jadi maaf ya! ini diupdate juga karena terus-terusan liat review kalian! review kalian bener bener penyemangat buat aku! aku sangat menghargai itu :D
oh iya jangan lupa mampir di fict ku yang lain yah hehehehe, sampai jumpa di chapter berikutnya! :D
