Sudah seminggu lamanya, Sting tidak masuk sekolah, bahkan tidak ada kabar tentangnya. Kemana dia? Kalau dia masuk hari ini, aku akan menerima permintaan kencannya. Sudah lama menunggu dia belum masuk kelas juga, akhirnya bel masuk pun berbunyi. Dia tidak masuk lagi ya hari ini...
Evergreen-sensei, gutu fisika kami masuk kedalam kelas dan mulai mengajar. Cuaca hari ini sangat aneh, kenapa mendung ya? Padahal ramalan cuaca tidak mengatakan hari ini akan mendung. Yang lebih anehnya, aku melihat sebuah bola besar berwarna hitam yang menggantung di langit. Bola itu semakin lama semakin besar saja, dibawah bola bola hitam tersebut ada monster berukuran besar dibawahnya. Matanya berwarna merah, telinganya runcing, ada tanduk dikepalanya, dan dia terbang! Benar-benar menyeramkan.
"Lucy, apa yang kamu lihat?!"
"…." Tak merespon pertanyaan Evergreen-sensei
"Lucy!" Evergreen-sensei melempar spidol yang tepat mengenai keningku
"Ittai!" Kataku sambil memegang kepalaku
"Jawab ibu, apa yang kamu lihat?!"
"Ada mosnter bu diluar" Kataku sambil menunjuk kearah jendela
"Masa?"
Sekarang semua mata tertuju kearah jendela. Aku tidak tau apa itu, tetapi sepertinya buruk. Tanpa pikir panjang aku meninggalkan kelas dan pergi keluar. Ada seseorang dibelakangku, tapi aku tidak peduli. Kini monster itu terlihat sangat jelas, tubuhnya lebih besar dari pada bangunan sekolah! Yang membuatku kaget adalah disana ada Sting-san, apa yang dia lakukan?
"Sting-san, larilah disini berbahaya!" Teriakku dari kejauhan
Percuma saja, anginnya terlalu kencang jadinya dia tidak bisa mendengarku, aku mencoba mendekat tetapi sangat sulit, anginnya terlalu kencang. Seseorang berteriak dari kejauhan, suara itu sangat jelas. Bukankah yang berteriak itu Jellal?
"Lucy, jangan kesana!" Teriaknya dari kejauhan
"Rupanya kamu sudah datang, Jellal-kun"
"Akulah lawanmu!" Maju dengan gagah berani (ASEKKK)
Dia mengganti seragamnya menjadi armor. Tubuh dan wajahnya ditutupi dengan sebuah jubah hitam. Sudah kuduga, Jellal adalah orang misterius yang menyelamatkanku. Ia mendorongku hingga terjatuh, sedangkan dia sendiri terus maju sambil memegang dua pedang dikedua tangannya, rasanya dia seperti mencuri pedangku, habis…Pedangnya denganku mirip.
"Pesta akan segera dimulai. Diablo luncurkan serangan!" Perintah Sting
Monster itu melemparkan sebuah bosar dari tangannya. Serangan itu mengarah ke sekolah?! Jellal menebas bola besar itu dengan kedua pedangnya, lagi-lagi monster itu melancarkan serangan, kini dari mulutnya seperti laser saja. Dengan sekuat tenaga Jellal menahan serangan tersebut, yang membuatku heran dia nampak baik-baik saja….
Serangan sonic boom dari Jellal sama sekali tidak berarti untuk monster tersebut, aku yakin point HP monster itu lebih dari 20k. Apa ini perlawanan yang sia-sia? Tiba-tiba saja Jellal mengganti armornya. Bukankah itu armor 4 elemntal master? Dengan armor tersebut seseorang bisa mengendalikan 4 element, yaitu air, petir, tanah dan udara. Selain itu, aku melihat jika Jellal terbang. Bulu-bulu dari sayapnya benar-benar indah.
"Lucy! Cepat masuk! Disana berbahaya!" Teriak Evergreen-sensei dari arah kelas
"Lu-chan, jangan berada disana, larilah dan masuk kedalam kelas!" Levy juga berteriak
"Lucy-chan!" Begitu juga dengan Wendy
"Tenang! Aku baik-baik saja!" Ucapku membalas teriakan mereka
Ini kesempatan yang tidak boleh aku lewatkan, baru pertama kalinya aku berada di medan pertarungan yang sesungguhnya, aku berjanji pada diriku, apapun yang terjadi aku akan menonton pertarungan ini sampai selesai!
"Pedang angin : Moon Cleave"
Tebasan angin tadi sepertinya melukai monster tersebut. Monster itu meraung-raung karena kesakitan, ia berusaha menangkap Jellal dengan menggunakan salah satu tangannya. Kepakan sayap monster tersebut membuat bangunan sekolah sedikit hancur, apalagi kepakan sayap monster tersebut juga melukai bahu kanan Jellal.
"Tornado"
Serangan yang kedua juga melukai momster itu. Aku memperhatikan jika sihir Jellal sedikit berbeda, dibawahnya pasti selalu muncul lingkaran sihir, sedangkan sihirku tidak seperti miliknya. Oke, itu unik.
Jellal POV
"Dinding angin"
Dengan skill ini, aku membuat pergerakannya menjadi terbatas.
"Trinity"
Aku menyerangnya secara terus-menerus dengan kecepatan yang sama. Skill ini memang sulit untuk dipertahankan, tetapi skill ini akan membuat monster itu kalah. Ini adalah hal terakhir yang harus aku lakukan, aku akan menusuk jantung monster ini dengan pedangku.
Back to Lucy POV
Aku tidak tau apa yang terjadi, yang kuketahui disekitar Jellal dan monster itu ada dinding yang mengelilingi mereka. Tau-tau Jellal menusuk jantung monster tersebut. Monster itu nampak kesakitan, dengan tangannya yang besar itu dia menyingkirkan Jellal hingga ia tersangkut di pohon.
Dalam sekejap monster itu menghilang dari pandanganku, anginnya juga sudah berhenti. Pohon itu mengeluarkan bunyi-bunyian. Jellal loncat dari atas pohon dan mengayunkan pedangnya hingga sebuah buku ditangan Sting terbelah dua.
"Kau sudah kalah" Ucap Jellal sambil mengacungkan pedangnya kejantung Sting
"Ya, aku kalah"
Pedang itu semakin lama semakin dekat. Apa Jellal serius? Dia mau membunuh Sting? Mulutku terasa sangat kaku, tangan dan kakiku gemetaran. Akhirnya Jellal benar-benar menusuk jantung Sting, darah segar mengalir kemana-mana. Pedang itu dipenuhi dengan darah yang sangat banyak.
"Ti….TIDAK!" Teriakku
Teriakanku menggema, membuat semua yang berada didalam sekolah terkejut. Air mataku menetes, akhirnya aku benar-benar menangis. Kenapa dia membunuh? Kenapa tidak dibawa ke kantor polisi saja?!
"Kenapa…Kenapa kamu membunuhnya?"
"Itu hukuman untuk seorang penjahat"
"Penjahat? Penjahat katamu? Justru kamu lah penjahatnya! Kau pembunuh!"
"Terserah apa katamu, yang penting kau telah melihat kebenaran dengan matamu"
"Kebenaran?"
"Ya, orang yang kamu suka adalah anggota gulid Sabertooth. Apa setelah semua ini kamu belum sadar juga?"
"Aku…"
"Dialah yang ingin menghancurkan sekolahmu"
"Oh…Souka"
"Kenyataan memang pahit"
Kau benar Jellal…Kau benar…Kenyataan memang pahit. Setelah semua kejadian ini, polisi berdatangan ke sekolah kami dan Jellal menghilang tanpa jejak. Semua orang seakan-akan melupakannya, tetapi aku masih mengingatnya. Apa nanti kita akan bertemu lagi?
Bersambung…
Next chapter : Takdir yang Mempertemukan
A/N : Selesai jugaaa, menurutku Jellal jadi sangat kejam. Dichap2 selanjutnya dia akan membunuh lagi lho, penasaran? Baca aja lanjutannya :D
