Sudah sebulan lamanya semenjak kejadian itu. Aku benar-benar tidak bisa melupakannya, lebih tepatnya aku tidak bisa menerima kenyataan jika Sting terbunuh. Sesampainya di kelas, Levy-chan dan Wendy-chan datang menghampiriku. Wajah mereka menunjukkan, jika mereka khawatir.
"Lu-chan, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Levy
"Aku baik"
"Kamu masih belum bisa melupakan kejadian itu ya?" Giliran Wendy yang bertanya
"Ya, benar"
"Aku mengerti. Pasti menyakitkan bukan jika seseorang yang kamu cintai terbunuh"
"Memang"
"Aku harap, polisi cepat menemukan siapa pembunuhnya" Kata Levy menenangkanku
Menemukan Jellal dengan cepat? Aku rasa itu mustahil, amat mustahil malah. Entah mengapa aku teringat tentang Sabertooth, Jellal berkata jika Sabertooth adalah gulid yang ingin menghancurkan sekolahku. Aku jadi penasaran soal gulid ini. Makanya saat jam istirahat aku pergi ke perpustakaan, aku mencarinya dirak buku yang ada hubungannya dengan sihir dan sejarah. Mataku mencari kesegala arah dan bingo! Buku ini berjudul Gulid-Gulid Sepanjang Sejarah.
Daripada lelah mencari, aku langsung membuka daftar isi dan mencari nama gulid Sabertooth. Aku membuka halaman 450 (A/N : Bukunya tebel yeee) dan membaca sejarah gulid ini.
Gulid ini adalah salah satu dari banyaknya gulid jahat yang berada di Fiore. Sabertooth bekerja sebagai gulid pembunuh bayaran. Mereka biasanya menyamar dan selalu memperhatikan korban dari kejauhan. Disaat-saat tertentu mereka akan mengajak korban ketempat yang sepi dan membunuhnya dengan brutal.
Ingin rasanya aku tidak mempercayai isi buku ini. Jadi, Sting-san mengajakku kencan karna ingin membunuhku? Aku tidak menyangka dia seperti itu, karena masih penasaran tentang gulid-gulid yang lain, aku memutuskan untuk meminjam buku ini.
Saat jam pulang sekolah tiba. Levy-chan dan Wendy-chan mengajakku untuk pergi karaoke, tetapi aku menolak dan memutuskan untuk pulang. Saat diperjalanan pulang, aku melihat sebuah cafe yang baru saja dibuka hari ini, karena penasaran aku memutuskan untuk mampir sebentar. Cafe ini cukup ramai, pelayan datang dan mencatat pesananku. Sambil menunggu aku melanjutkan membaca buku yang tadi kupinjam dari perpustakaan.
"Apa kamu masih sedih?"
Siapa? Suara itu seperti suara laki-laki, apa dia mau menggodaku? Tetapi dia berada dimana? Aku menengok kesana kemari mencari keberadaannya, tiba-tiba saja aku melihat sesosok pria berjubah hitam disebelah kananku, kalau kuperhatikan sepertinya kami ini seumuran, dia pasti bukan pelayan.
"Si….Siapa kamu?"
"Aku? Aku kesini untuk menghiburmu"
"Menghiburku? Aku tidak perlu dihibur!" Teriakku kearahnya
"Oh souka. Maaf mengganggu"
Lelaki itu manusia bukan? Tiba-tiba saja aku jadi merinding sendiri, bagaimana kalau dia itu hantu? Atau mungkin dia orang asing yang ingin menculikku? Lebih baik aku tidak memikirkan hal tersebut. Pesananku sudah datang, aku langsung menghabiskan milkshake tersebut dengan sangat cepat, setelah membayar aku langsung berlari meninggalkan cafe tersebut.
Sepertinya aku melupakan sesuatu, benar juga buku yang kupinjam ketinggalan! Aku membalikkan badanku dan pergi lagi ke cafe tersebut, didepanku muncul seorang lelaki berjubah hitam, karena kaget spontan aku berteriak dan terjatuh. Bukankah dia itu orang yang tadi? Lelaki tersebut menyodorkan sebuah buku padaku.
"Bukumu ketinggalan"
"O…Oh. Arigato" Ucapku sambil mengambil buku itu dari tangannya
"Perlu bantuan?"
"Tidak perlu, aku bisa bangun sendiri"
Setelah mengambil buku itu, aku bangkit berdiri dan langsung berlari sekuat tenaga. Dia benar-benar misterius dan terlihat seperti hantu! Aku berhenti berlari dan duduk dibangku taman, nafasku tersengal-sengal karena berlari terlalu cepat. Saat itu kepalaku menunduk, ketika menaikkan kepala aku melihat sesosok anak kecil yang mengenakan jubah hitam, hampir saja aku berteriak lagi. Pastinya anak ini berbeda dari orang yang tadi. Karena dia hanya anak kecil, aku pun bertanya padanya.
"Adik manis, sekarang sudah sore. Kenapa belum pulang?"
"Aku tidak bisa pulang sendiri. Apa kakak mau menemaniku?"
"Memang rumahmu dimana?"
"Ikut aku"
Sebenarnya aku ingin pulang, tetapi aku mana tega membiarkan anak ini pulang seorang diri? Akhirnya aku memutuskan untuk menemaninya. Sepertinya dia ini anak perempuan, anak yang sangat aneh. Mana mungkin tidak aneh, kenapa anak perempuan seperti dia menggunakan jubah untuk menutupi dirinya? Dia tidak sedang bermain menjadi superhero kan?
"Hey"
"Apa?"
"Kenapa kamu menutupi dirimu? Apa kamu sedang bermain menjadi superhero?"
"Tidak, aku mengenakannya karena aku suka" Ucapnya riang
Selera yang aneh, lagipula dimana orangtua nya? Matahari sudah hampir terbenam, anak ini belum sampai juga di rumahnya. Rumahnya dimana sih? Anak itu berhenti disebuah bangunan tua, apa ini rumahnya? Lagipula ini didaerah mana? Kenapa sepi dan penuh bangunan rusak disekitarnya?
"Apa benar ini rumahmu?" Tanyaku heran
"Ya, masuklah"
"Apa tidak apa-apa, orangtua mu mana?"
"Tidak ada"
"Kok?"
"Sudahlah masuk saja"
"Ba…Baiklah"
Baka! Baka! Seharusnya aku menolak, aku kan harus pulang, matahari sudah terbenam total. Bagus, sesampainya di rumah aku akan dimarahi, didalam sangat gelap, anak itu menyalahkan lampu senter. Rasanya aku ingin berteriak lagi, mereka semua mengenakan jubah hitam. Apa aku diculik? Siapa mereka?!
Next Chapter : Gulid Fairy Tail
