A/N : Cerita ini aku tulis disebuah buku, kalau singkat ya wajar aja wkwkkw. Gomen yaa

"Siapa kalian?" Tanyaku ketakutan

"Jangan takut"

Suara itu sangat familiar ditelingaku, ini kan suara orang yang waktu itu berduel denganku. Akhirnya mereka semua melepas jubah hitam tersebut. Yang membuatku terkejut adalah disana ada 2 Jellal atau lebih tepatnya mungkin 2 Jellal? Apalagi mata mereka berempat berwarna merah, kecuali Jellal yang matanya setengah-setengah itu. Mereka semua adalah anak terkutuk, ya tidak salah lagi!

"Ini mimpi bukan?"

"Bukan, ini kenyataan"

"Si-siapa kau? Kau bukan Jellal kedua, ya kan?"

"Aku adiknya nii-san. Lebih tepatnya adik kembarnya"

"Eh?! Kalian kembar?"

"Memang. Namaku Mystogan, yoroshiku"

"Namaku Lucy, Lucy Heartfilia, yoroshiku nee. E…Eto, maaf aku harus pergi"

Aku ingin meninggalkan bangunan ini, tetapi seorang lelaki berambut biru tua menghalangi jalan keluarnya. Aku benar-benar bingung, kenapa sih aku harus berada ditempat seperti ini? Tiba-tiba saja aku jadi teringat tentang novel Akame, katanya anak terkutuk itu suka membunuh. Jangan-jangan aku akan dibunuh oleh mereka!

"Ku…Kumohon jangan bunuh aku. Biarkah aku pergi!" Ucapku sambil memohon ketakutan

"Membunuhmu? Hahaha…Kamu ini ada-ada saja" Tawa orang berambut biru tua itu

"Lalu kenapa anak kecil itu membawaku ketempat seperti ini?"

"Duduk dan dengarkan!" Kata Jellal sambil menunjukkan tatapan yang seakan berkata duduk atau mati

"Nii-san jangan galak-galak"

Menurutku mereka semua aneh. Sifat mereka dan juga mata mereka yang membuatnya terlihat aneh. Mana ada anak sekecil mereka yang suka membunuh? Bisa dibilang sih aku pernah melihat beberapa dari mereka, ya melihatnya diposter buronan tentunya. Aku pun duduk disebuah batu dan bersiap-siap mendengarkan penjelasan dari Jellal.

"Apa kamu tau siapa kami?"

"Tentu saja aku tau! Kalian berempat adalah buronan, anak terkutuk yang suka membunuh"

"Kau tau banyak, kami hanya membunuh penjahat saja. Ingat itu!"

"Sudah kubilang jangan galak-galak" Ucap Mystogan sekali lagi

"Oh iya, kami berempat tergabung dalam gulid bernama Fairy Tail" Ucap seorang anak yang tadi membawaku ke bangunan ini

"Fairy Tail? Kalian mau…?"

"Ya, kami mau mengajakmu untuk bergabung ke gulid" Anak yang tadi menertawakan ku itu ikut bicara

"Tapi, kenapa…?"

"Kami tidak bisa membiarkanmu, karena kamu telah mengetahui rahasia kami" Jellal kembali angkat bicara

"Dan juga, karena kamu telah mengobrol dengan nii-san dan aku. Gulid Sabertooh pasti akan berusaha untuk membunuhmu"

"Kenapa mereka mau membunuhku?"

"Karena mereka diperintahkan. Siapa pun yang berhubungan dengan kami harus dbunuh. Intinya kamu dianggap sebagai teman kami"

"Souka…Jika aku menolak bagaimana?"

"Kamu akan dibunuh. Meski kemampuanmu hebat, mereka lebih hebat darimu. Cepat atau lambat mereka akan membunuhmu. Jika kamu bergabung, kami akan berusaha melindungimu, kami tidak ingin orang baik sepertimu mati begitu saja" Jelas Mystogan panjang lebar

"Dan juga, kalaupun kamu selamat kami yang akan membunuhmu" Ucap Jellal yang sepertinya tidak main-main

"Ba…Baiklah, baiklah, aku akan bergabung dengan kalian. Aku ingin bertanya satu hal lagi"

"Tanyakan saja"

"Apa tujuan gulid ini?"

"Simple saja, kami ingin menolong orang-orang yang ditindas dan juga…"

"Menggulingkan Erza dari jabatannya" Jawab Jellal yang melanjutkan penjelasan Mystogan

Menggulingkan Erza dari jabatannya? Apa mereka gila? Itu sama saja dengan cari mati tau! Erza adalah master dari negara ini. Setauku kerjanya bagus selama beberapa tahun ini, perekonomian Fiore menjadi lebih maju dan stabil, tetapi kenapa mereka ingin Erza berhenti?

"Asal kamu tau saja. Erza sangat membenci anak-anak terkutuk seperti kami. Dia itu pembunuh di malam hari"

"Jangan ngada-ngada deh kamu Jellal"

"Aku serius! Terserah kamu saja, mau percaya atau tidak"

"Erza menyewa gulid Sabertooth untuk membunuh anak-anak seperti kami ini. Dimatanya kami dianggap berbahaya, selain itu Erza menginginkan sebuah batu bulan" Jelas anak berambut biru tua

"Batu bulan?"

"Ya, batu yang bisa mengabulkan apapun permintaanmu"

"Tapi, untuk apa?"

"Entahlah. Jadi…"

"Jadi?"

"Kita akan melakukan misi" Lanjut Jellal

"Misi apa?"

"Mengambil batu bulan"

"Dimana? Memang kamu tau dimana letaknya?"

"Batu bulan itu berada di sekolahmu. Makanya gulid Sabertooth menyerang sekolahmu" Giliran Mystogan yang berbicara

"Kita akan melakukan misi ini hari Minggu"

"Hey Jellal, apa aku juga ikut?"

"Tentu saja. Nee-san kan sekarang bagian dari gulid ini"

Ini pertama kalinya aku melakukan misi bersama gulid, biasanya sih misi perseorangan itu juga yang mudah. Aku agak gugup, tapi kenapa harus dengan gulid ini? Padahal impianku bergabung dengan gulid Lamia Scale, gulid no 1 di Fiore (A/N : Ini mah dalam cerita doang, no 1 tetap Fairy Tail!) Sepertinya musthail dengan kemampuan ku yang sekarang ini.

"Jadi, nee-san telah resmi bergabung dengan gulid ini. Iya kan Jellal?"

"Iya" Jawabnya singkat

"O..Oh. Mohon kerjasamanya"

"Kami juga mohon kerjasamanya" Ucap Mystogan sambil tersenyum (A/N : Mystogan lebih sopan daripada Jellal)

"Perkenalkan, namaku Jellal Fernandes, job necromancer, lv 127, kutukanku adalah bisa melihat masa depan, ketua gulid ini"

"Namaku Mystogan, job grandmaster, lv 125, kutukanku adalah indra ke-enam, wakil gulid"

"Namaku Gray Fullbuser, job sword master, lv 125, kutukanku adalah tangan kananku bisa berubah menjadi tangan monster, anggota"

"Namaku Mavis Vermilion, job cardinal, lv 125, kutukanku adalah umurku tidak bisa bertambah, anggota"

"Na…Namaku Lucy Heartfilia, job swordmaster, lv115"

Jadi malu sendiri mengingat lvku yang masih 115, rata-rata lv mereka kan 125. Ah iya, ada suatu hal yang membuatku bingung, bukankah Jellal menggunakan pedang? Kenapa jobnya necromancer ( job mage )

"Ah…Iya, aku ingin bertanya lagi. Jellal kan menggunakan pedang, kenapa jobnya necromancer?" Sepertinya aku terlalu banyak bertanya

"Nii-san memiliki sihir lain, yaitu requip. Dengan sihir itu nii-san bisa mengganti armornya dan menggunakan macam-macam senjata, yang lebih sering sih pedang"

"Oh, arigato. Aku mau pulang"

"Memang kamu tau arah jalan pulang?" Tanya Gray

"Tidak tau…" Mukaku memerah karena malu

"Kamu memang lucu, mungkin Jellal mau mengantarmu pulang ke rumah. Ya kan?" Tanya Gray iseng

"Aku tidak mau. Maaf" Ucapnya dingin

"Aku saja, karena aku yang membawanya kemari" Ucap Mavis mengajukan diri

"Baiklah, hati-hati di jalan"

Kalau tidak salah nama anak ini Mavis Vermilion. Nama yang bagus, wajahnya imut dan suaranya…Pokoknya anak ini membuatku gemas. Sesampainya di rumah, aku membunyikan bel dan ibu membukakan pintu untukku, sepertinya aku akan kena marah.

"Akhirnya kamu pulang juga"

"I…Iya, tadaima kaa-san"

"Lain kali kalau mau kerja kelompok, jangan pulang malam-malam, lalu jangan lupa telepon ibu"

"Ha…Hai"

Kerja kelompok? Lagi-lagi ada hal aneh yang terjadi, saat menengok kesebelah kiri ternyata Mavis sudah tidak ada disana. Perginya cepat sekali? Apa mungkin ada yang memanipulasi ingatan ibu? Ya, mungkin saja sihir itu tidak terlalu sulit untuk dipelajari. Dimulailah kehidupanku yang penuh dengan anak-anak aneh. Akan jadi seperti apa nantinya?

Bersambung…

Next Chapter : Misi Mencari Batu Bulan

A/N : Beres jugaaaaaaaa, lama amat ya baru chap 8? Dan kalau boleh jujur aku gak tau mau bikin cerita ini sampe chap berapa. Makasih yg udh riview, aku merasa cerita ini sukses.